Ceriwis  

Go Back   Ceriwis > DISKUSI > Business

Business Segala topik apapun tentang bisnis di bahas di dalam sini

Reply
 
Thread Tools
  #1  
Old 17th May 2016
firmanway firmanway is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Feb 2012
Posts: 842
Rep Power: 16
firmanway mempunyai hidup yang Normal
Default Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke US$ 50, Sinyal Positif Hulu Migas

Harga minyak dunia terus merangkak naik. Pada perdagangan Selasa ini (17/5), harga minyak jenis Brent untuk kontrak pengiriman Juli 2016 sudah menyentuh level US$ 49,22 per barel atau naik 0,51 persen dari hari sebelumnya. Sementara itu, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juni 2016 melonjak 0,96 persen menjadi US$ 48,18 per barel.



Jika dihitung sejak 20 Januari lalu saat harga minyak jatuh ke level terendahnya US$ 27,88 per barel, maka besaran kenaikannya mencapai 76,5 persen. Dewan Penasehat Pri Agung Rakhmanto melihat, penyebab kenaikan harga minyak dunia secara fundamental adalah berkurangnya produksi dari negara-negara non-anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) atau negara-negara pengekspor minyak. Produksi hingga akhir tahun ini diperkirakan mencapai 600 ribu barel per hari (bph).

Selain negara-negara non-OPEC, negara-negara yang tergabung dalam OPEC seperti Venezuela dan Nigeria, juga sudah terganggu kestabilan ekonominya akibat harga minyak yang terlalu rendah. Beberapa negara itu menurunkan produksinya, meskipun Iran malah meningkatkan produksi minyaknya.

Tidak hanya itu, persediaan minyak di negara-negara Islam atau Organisation of Islamic Cooperation (OIC) juga menipis karena sudah digunakan. Padahal persediaan minyak dari OIC sempat di atas 50 miliar barel. “Jadi, secara fundamental yang namanya over supply mulai ada pengurangan, itu kemudian yang membuat pelan-pelan harga minyak naik,” kata dia kepada Katadata, Selasa (17/5).

Selain itu, sentimen pergantian Menteri Perminyakan Arab Saudi juga ikut berpengaruh terhadap harga minyak dunia. Pencopotan Al-Naimi yang digantikan oleh Khalid al-Falih sebagai Menteri Perminyakan Arab Saudi, bisa menjadi sentimen positif berhentinya perang harga minyak.

Pada era Al-Naimi, menurut Pri Agung, Arab Saudi terus meningkatkan produksi agar harga minyak turun. Tujuannya untuk mematikan pangsa pasar minyak serpih (shale oil) yang diproduksi Amerika Serikat. Namun, strategi itu kemungkinan tidak akan dilakukan oleh Khalid al-Falih. “Dia bersedia berkompromi agar harga membaik, tetapi dengan konsekuensi shale oil akan hidup lagi,” ujar dia.

Namun, Pri Agung tidak bisa memperkirakan kelanjutan kenaikan harga minyak hingga akhir tahun nanti. Yang jelas, posisi saat ini membuka peluang kenaikan harga minyak hingga level US$ 50 per barel, atau bahkan US$ 60 per barel.

Sumber: Harga Minyak Dunia Dekati US$ 50
Reply With Quote
Reply


Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off


Terkait
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Dua Regulasi Baru Dinilai akan Berdampak Negatif ke Sektor Hulu Migas firmanway Business 0 28th September 2015 02:34 PM
Harga Minyak Indonesia Naik, Ekspor Migas Jadi Turun adidananto Forex 0 20th March 2015 11:12 AM
Dollar AS Hari Ini (23/10/14), Merangkak Naik vankas Forex 0 23rd October 2014 01:57 PM
Harga Bahan Pokok Merangkak Naik FloatToGfx Nasional 1 13th February 2011 08:43 PM

 


All times are GMT +7. The time now is 03:19 AM.