Ceriwis  

Go Back   Ceriwis > DISKUSI > Lounge

Lounge Berita atau artikel yang unik, aneh, dan menambah wawasan semuanya ada disini dan bisa dishare disini.

Reply
 
Thread Tools
  #1  
Old 27th May 2012
kukubimasakti's Avatar
kukubimasakti kukubimasakti is offline
Ceriwis Lover
 
Join Date: May 2012
Posts: 1,635
Rep Power: 16
kukubimasakti mempunyai hidup yang Normal
Default Indigofera tinctoria Tanaman Penghasil Pewarna Alami Batik (Blue Indigo)

Tarum (dari bahasa Sunda), nila, atau indigo (Indigofera, suku polong-polongan atau Fabaceae) merupakan tumbuhan penghasil warna biru alami. Orang Jawa menyebutnya sebagai tom. Penggunaan zat pewarna pakaian ini terutama dilakukan dalam pembuatan batik atau tenun ikat tradisional dari Nusantara. Zat pewarna indigo, sebagai produk dari tumbuhan ini, juga merupakan komoditi dagang yang penting.

Tarum atau indigo digunakan untuk nama berbagai jenis tumbuhan penghasil warna biru, kebanyakan dari marga Indigofera. Tarum atau indigo yang menghasilkan zat warna alami biru adalah Indigo tinctoria. Warna biru indigo diperoleh dari rendaman daun (dalam jumlah banyak).

Tumbuhan ini sangat baik karena menyuburkan tanah dan dapat menahan erosi.


[/spoiler]
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
for klasifikasi ilmiah indigo:










Klasifikasi ilmiah

Kerajaan : Plantae

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Fabales

Famili : Fabaceae

Upafamili : Faboideae

Bangsa : Indigofereae

Genus : Indigofera

Spesies : Indigofera tinctoria












Sejarah Tarum (Indigofera tinctoria)


[/quote]
Quote:





Pada mulanya para pengusaha batik menggunakan pewarna alami untuk mewarnai kain batik mereka, yang terbesar berasal dari warna tarum. Kemudian zat pewarna buatan didatangkan dan diperkenalkan kepada para pengusaha batik. Di luar dugaan, pengusaha batik lebih memilih untuk menggunakan pewarna buatan. Ketika pemerintah kolonial Belanda menghentikan impor pewarna buatan pada tahun 1914, reaksi keras datang dari pengusaha batik. Sejak tahun 1914/1915 itulah, pamor tarum terus merosot dan tidak ada yang berusaha mengolah tarum secara lebih mudah. Bahkan kini, di bumi tarum sendiri, di Pataruman, di kawasan eks Tarumanagara, termasuk Sungai Citarum, tak ada lagi tumbuhan tarum sehingga masyarakatnya tak mengenalinya lagi.





Cara Budidaya Indigofera tinctoria

Quote:





Indigofera tinctoria bisa dibudidayakan dengan 2 cara yaitu :



1. Stek --> Stek yang digunakan diambil dari cabang yang paling kuat pertumbuhannya, dipotong sepanjang 30 cm dengan pisau yang tajam agar tidak sobek. Setelah dipotong, disimpan di tempat yang dingin dengan ujung stek diletakkan di bagian atas, dibiarkan selama 1-3 hari sampai permukaan potongan stek kering. Setelah itu, barulah 2-3 stek ditaman dalam satu lubang. Tunas tampak setelah 2 minggu.



2. Biji --> tiap lubang ditanami 3-4 butir, atau disemai terlebih dahulu. Semaian baru dipindahkan pada umur 1-1,5 bulan. Setelah itu, mulai disiangi dan barisan tanahnya dibentuk menjadi semacam pematang. Satu bulan kemudian disiangi dan ditinggikan lagi. Baru pada usia 4-5 bulan, tarum dapat dipotong.



Menentukan waktu panen yang tepat memang agak sulit karena sulit berharap daun merata hijaunya. Sementara itu, bila daunnya yang berwarna hijau tua itu mulai layu dan menguning, hasil indigo menjadi kurang.

Petani yang berpengalaman cukup meremas daunnya dengan jari, ia dapat menentukan waktu panen dengan melihat warna daun yang diremas dan aroma bau daunnya. Pengumpulan daun tarum dilakukan pagi hari dengan cara memotong cabang dekat batang.






Proses pembuatan zat warna alami dari daun Indigofera tinctoria

Quote:
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
for proses pembuatan zat warna alami blue indigo:






1. Proses fermentasi --> Daun indigo direndam dengan air selama semalam agar terjadi proses fermentasi enzimatik. Fungsi perendaman adalah untuk mengkonversi indicant glikosida yang secara alami ada pada daun indigo menjadi indigotin.







2. Proses aerasi --> Dengan menggelembungkan udara pada air hasil rendaman daun indigo







3. Proses sedimentasi --> Mengendapkan zat warna yang telah terbentuk, dilakukan selama semalam.







4. Proses penyaringan dan penjemuran --> untuk mendapatkan produk zat warna dalam bentuk serbuk agar dapat tahan disimpan dalam waktu yang lama.















Contoh produk batik yang diwarnai dengan zat warna alami blue indigo.


Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
for batik indigo:

























Spoiler for open this:
Quote:





Kelebihan zat warna alami blue indigo dibandingkan dengan zat warna sintetik :

- 100 % alami

- mudah digunakan (hanya tinggal dilarutkan dengan air)

- warnanya khas dan tidak mudah luntur

- non-carcinogen (tidak menyebabkan kanker)

- sangat ramah lingkungan




[quote]





Komposisi :



Indigo 30�40 %

Kalsium 10 %

Alum (tawas) 10 %

Senyawa Organik lain 40-50 %












Penggunaan : untuk pewarna benang, kain katun, kain sutra, jeans, dan lain-lain.







Sekedar sharing informasi mudah2an menambah pengetahuan agan-agan sekalian.

Bagi yg sudah iso klo berkenan ane minta nya dong gan

Bagi yg belum iso tlg bantuin ya gan.



Bagi yang berminat pengen beli serbukny silahkan KLIK brosur di bawah ini:


[spoiler=open this] for brosur indigo:










atau pm ane aja..











Yang masi abu2 silahkan komen,, ntar ane melonin deh pake prime id ane ..



Reply With Quote
Reply


Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off


 


All times are GMT +7. The time now is 09:23 AM.


no new posts