Ceriwis  

Go Back   Ceriwis > DISKUSI > Lounge

Lounge Berita atau artikel yang unik, aneh, dan menambah wawasan semuanya ada disini dan bisa dishare disini.

Reply
 
Thread Tools
  #1  
Old 27th May 2012
sambelkecap's Avatar
sambelkecap sambelkecap is offline
Ceriwis Lover
 
Join Date: May 2012
Posts: 1,445
Rep Power: 15
sambelkecap mempunyai hidup yang Normal
Default [Bagi Yg Masih Sekolah / Kuliah] Apakah kalian akan tetap bermalas2an untuk lulus

Pagi kuliah, sore hingga malam kayuh becak




Dionisius Mersi Ateta, 24, tersenyum penuh kepuasan. Perju*angan beratnya sejak lima tahun terakhir akhirnya berbuah ke*banggaan.

Akhirnya ia mengikuti acara pelepasan mahasiswa tingkat Fa*kultas Hukum Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Jumat (29/4) pagi. Rasa bangga dan puas dirasakan mahasiswa asal Papua ini.



Hasil jerih payahnya setiap hari mengayuh becak, telah meng*antarkannya meraih titel sarjana. �Saya pergi dari rumah sejak Juni 2006. Sejak saat itu (saya) harus mandiri karena mening*galkan kampung halaman tanpa seizin dan sepengetahuan orangtua. Mereka tidak mengizinkan saya kuliah di luar Papua,� kisah pria yang akrab disapa Dion ini ketika membuka kisah per*jalanan hidupnya, saat dijumpai Espos, di sela-sela acara pele*pasan mahasiswa FH Unisri di sebuah restoran di Jl Urip Sumo*harjo, Solo, kemarin.



Berbekal tekad dan kemauan, sesampainya di Solo, sulung tu*juh bersaudara ini kemudian memilih FH Unisri sebagai tempat kuliah. Tiga bulan berlalu, Dion masih bisa menikmati hidup dari uang saku yang dibawanya dari kampung halaman di Sorong, Irian Jaya Barat. Namun menginjak bulan keempat, kesulitan ke*uangan pun datang dan mulai lah pemuda ini berpikir untuk mencari uang.



Ngamen



Tak berlama-lama menganggur, pada semester pertama di FH Unisri, Dion mulai menjadi pengayuh becak. Dengan menyewa becak senilai Rp 4.000/hari, Dion mulai menekuni profesi baru*nya. Pekerjaan tersebut ditekuni setiap hari antara sore sam*pai malam atau dini hari.



�Selama ini biasanya narik (becak) setelah kuliah. Mulai pukul 16.00 WIB sampai tengah malam atau dini hari. Tapi itu Senin sampai Jumat, Sabtu dan Minggu ada kegiatan lain,� ujarnya.



Untuk membiayai hidup dan kuliah, Dion memang tak hanya me*nekuni pekerjaan sebagai tukang becak. Pada Sabtu dan Ming*gu atau waktu-waktu libur lain, dia memilih mengamen dengan sasaran sampai Sragen dan Jogja. Hasilnya lumayan dan jauh lebih besar jika dibandingkan ketika menjadi tukang becak. Da*ri mengayuh becak, Dion hanya mendapatkan Rp 25.000 sam*pai Rp 30.000 per hari. Namun dari mengamen, hasilnya menca*pai Rp 170.000�Rp 200.000 per hari.



�Sekarang saya berhasil lulus dari FH Unisri. Bahkan sudah mendaftar program profesi di UNS (Universitas Sebelas Maret-red) Solo. Melihat itu rasanya tidak sia-sia meskipun saya ter*paksa harus pergi dari rumah,� serunya berbangga didampingi Ketua Panitia Syukuran Pelepasan Calon Wisudawan dan Wisu*dawati Periode I tahun 2011 FH, Woro Trilassiwi SH MKn dan Pejabat Humas, Ikka.






apakah kalian yg masih berstatus sekolah atau kuliah masih bermalas2an untuk lulus? atau bermalas2an untuk belajar padahal banyak orang tua kita yg sudah keluar banyak uang untuk membayar biaya sekolah anaknya tetapi justru dari si anak sendiri yang tidak peduli dengan pentingnya arti pendidikan....bagaimana tidak hancur negeri kita ini kalo generasi mudanya masih saja bermalas2an dan mengabaikan arti penting pendidikan.....







Reply With Quote
Reply


Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off


 


All times are GMT +7. The time now is 11:28 AM.


no new posts