Ceriwis  

Go Back   Ceriwis > DISKUSI > Lounge

Lounge Berita atau artikel yang unik, aneh, dan menambah wawasan semuanya ada disini dan bisa dishare disini.

Reply
 
Thread Tools
  #1  
Old 27th May 2012
jonykebot's Avatar
jonykebot jonykebot is offline
Ceriwis Lover
 
Join Date: May 2012
Posts: 1,797
Rep Power: 17
jonykebot mempunyai hidup yang Normal
Default Museum sasmita loka ahmad yani

untuk mengingat perjuangan salah satu tokoh Pahlawan Revolusi yang gugur pada tanggal 1 Oktober 1965 yaitu Jend. Ahmad Yani,maka tidak ada salahnya jika kita sebagai generasi penerus bangsa untuk berkunjung ke Museum Sasmita Loka Ahmad Yani...



Museum Sasmitaloka Jenderal A. Yani




Sasmitaloka Pahlawan Revolusi A. Yani yang terletak di Jl. Lembang D 58, Menteng, Jakarta Pusat, adalah sebuah monumen. Bangunan monumen tersebut berbentuk sebuah memorial museum untuk mengenang dan mengabadikan perjuangan Jenderal TNI Anumerta A. Yani dan para Pahlawan Revolusi lainnya yang gugur akibat pemberontakan dan kebiadaban G 30 S/PKI.



Pemakaian nama museum "Sasmitaloka Pahlawan Revolusi A. Yani", mengandung maksud "tempat semangat juang, jasa, pengabdian dan pengorbanan Pahlawan Revolusi A. Yani dan para Pahlawan Revolusi lainnya diabadikan" Sesuai dengan arti harfiah kata Sasmita berarti isyarat, firasat dan wangsit, pengeling-ngeling; loka berarti tempat, sedang nama Pahlawan Revolusi adalah penghargaan yang diberikan oleh negara sebagai penghormatan kepada para Pahlawan Kusuma Bangsa yang gugur bersama-sama pada dini hari, tanggal 1 Oktober 1965, akibat ulah brutal dari segolongan manusia yang hendak menikam dan merobek-robek Pancasila.



Adapun bangunan yang dipakai sebagai monumen/memorial museum itu semula merupakan rumah tempat tinggal pribadi keluarga Jenderal TNI Anumerta A. Yani yang pada saat terakhir menjabat Menteri/Panglima TNI AD. Beliau sekeluarga mendiami rumah ini semenjak masih berpangkat Letnan Kolonel, sedangkan selaku Men/Pangad beliau tinggal di rumah dinas, di jalan Diponegoro yang sekarang menjadi Wisma A. Yani, rumah pribadi ini diserahkan oleh Ibu Yani atas nama keluarga A. Yani kepada TNI AD dengan harapan agar rumah tersebut dapat menjadi sarana penyampaian maksud sebagai tempat mengenang dan mengambil tauladan perjuangan Jenderal TNI Anumerta A. Yani dan para Pahlawan Revolusi lainnya.



Upacara penyerahan gedung Sasmitaloka dari Ibu Yani sekeluarga kepada Men/Pangad Letnan Jenderal TNI Soeharto (Presiden RI II) dilakukan pada hari jum'at Kliwon tanggal 30 September 1966 dalam suatu upacara yang sederhana. Gedung tersebut selanjutnya pada tanggal 1 Oktober 1966 diresmikan menjadi memorial museum Sasmitaloka Pahlawan Revolusi A. Yani yang pengelolaan serta pembinaannya oleh Pimpinan TNI AD dipercayakan kepada Dinas Pembinaan Mental TNI AD.



Ruang I : Ruang Tunggu.



Ruang ini diberi nama Ruang Tunggu. Para tamu yang datang biasanya menunggu di ruang ini sebelum resmi diterima almarhum Jenderal TNI A. Yani di ruang lain. Almarhum dahulu juga menggunakan ruangan ini untuk menerima tamu-tamu yang belum pernah bertamu ke rumah beliau. Dalam ruangan ini terdapat beberapa etalage yang berisi benda-benda koleksi berupa cindera mata dari berbagai daerah dan Negara, antara lain : Cindera mata yang diterima dari beberapa dinas, departemen atau dari teman-teman beliau yang berupa vandel, model-model senjata, lambang-lambang, medali, gading gajah dan lain-lain.



Ruang II : Ruang Ajudan.



Ruangan ini dahulunya dipakai sebagai kamar kerja ajudan. Di sini terdapat beberapa perlengkapan (equipment) kerja yang susunan (formation composition) dan letaknya tidak mengalami perubahan, jadi masih sama seperti semasa hidup almarhum Jenderal TNI Anumerta A. Yani. Dalam ruang ini terdapat beberapa etalage dan potret-potret yang menggambarkan pelbagai keadaan sewaktu almarhum menjabat Men/Pangad



Ruang III : Ruang Santai.



Sesuai dengan namanya di ruangan ini almarhum Jenderal TNI A. Yani duduk bersantai, setelah seharian bekerja di kantor, sambil membaca dan mengawasi putera-puterinya bermain ayunan. Tepat di depan ruangan ini terdapat taman untuk bermain anak-anak. Tidak jarang pula beliau tidur terlelap di kursi panjang. Di ruang ini juga disimpan Stick GoIf, salah satu olah raga kegemaran almarhum, aquarium, foto-foto dan lain-lain.



Ruang IV : Ruang Khusus/Kerja.



Selama Jenderal TNI Anumerta A. Yani menjabat sebagai Men/Pangad disinilah beliau menjalankan tugasnya dan di ruangan ini pula beliau mengadakan briefing dengan asisten-asistennya. Di samping benda-benda yang terletak di dalam maupun di luar etalase, di ruangan ini terdapat sebuah plat kuning (plate yellow) dengan tulisan yang berbunyi sebagai berikut :



Dengan ini kami :



Yayu Rulia Sutodiwiryo Ahmad Yani beserta putera-puteri, menyerahkan rumah lengkap dengan isinya kepada TNI AD.



Jakarta, 1 Oktober 1966



Di ruangan ini juga terdapat lukisan cat minyak ukuran besar persembahan Mayor Jenderal TNI Umar Wirahadi Kusumah yang pada saat itu menjabat Pangkostrad (mantan Wakil Presiden RI). Lukisan yang menggambarkan penculikan Jenderal TNI Anumerta A. Yani ini diberi nama "Subuh yang berdarah".



Ruang V : Ruang Makan.



Ruangan ini dibagi menjadi 2 bagian dengan lampu pemisah, yaitu sebagai ruang makan dan bar.



Ruang VI : Ruang Tidur Jenderal A. Yani.



Ruang tidur Jenderal TNI Anumerta A. Yani tidak terlalu besar Bila kedua putera laki-laki almarhum ikut tidur di kamar ini Almarhum sering tidur di lantai beralaskan kasur karena tempat tidur beliau yang terbuat dari kayu tidak terlalu besar dan masih tetap utuh keadaannya.



Di sudut atas ruang tidur terdapat tanda bekas sambaran halilintar yang merupakan firasat bagi Ibu A. Yani. Di dalam ruangan ini juga tersimpan senjata otomatis Thompson yang pernah dipergunakan oleh gerombolan G 30 S/PKI untuk memberondong Jenderal TNI Anumerta A. Yani lengkap dengan sisa pelurunya. Senjata LE Cal 7,62 buatan Cekoslovakia untuk memberondong Letnan Jenderal TNI Anumerta S. Parman. Kita jumpai pula senjata Owengun yang dipergunakan untuk menembak pimpinan G 30 S/PKI DN Aidit dan tokoh pemberontak lainnya di Jawa Tengah dalam Operasi Penumpasan PKI pada tahun 1965.



Di sini tersimpan pula replika pakaian tidur baju lengan pendek kesayangan beliau yang digunakan oleh Ibu A. Yani untuk mengepel dan membersihkan lantai yang penuh dengan lumuran darah beliau. Baju itu merupakan hadiah ulang tahun yang tidak akan pernah dilupakan oleh Ibu A. Yani. Gaji terakhir beliau bulan Obtober 1965 sebesar Rp. 120.000.- (uang lama) yang belum sempat diberikan kepada Ibu A. Yani juga cincin, kaca mata, keris, tongkat komando, pakaian dan lain-lain disimpan dengan baik di ruang ini.



Ruang VII dan VIII : Ruang Tidur Putra-Putri Jenderal A. Yani.



Di ruang ini terdapat tempat tidur yang terbuat dari kayu, koleksi boneka oleh-oleh almarhum, pakaian upacara adat sewaktu almarhum mendapat gelar "Kapitan Besar Patimura", koleksi perangko, buku-buku harian putera-puteri almarhum, pakaian almarhum, rokok Lucky Strike yang diberikan Jenderal TNI Anumerta A. Yani sehari sebelum meninggal kepada S. Nurdin (Wartawan Antara) di Tanjung Priok pada upacara militer. "...Din ini sama Jullie untuk kenang-kenangan�", kata beliau saat itu. Dan benda-benda koleksi lainnya disimpan dengan baik di dua ruangan ini.



Ruang IX : Ruang Dokumentasi.



Ruang ini dahulu adalah ruang tamu bagian belakang, sekarang digunakan sebagai ruang dokumentasi. Foto dokumentasi yang dipamerkan antara lain: lumuran darah tempat robohnya seorang putera bangsa yang setia kepada Pancasila Jenderal TNI Anumerta A. Yani, darah bekas seretan tubuh beliau, penggalian dan pengangkatan 7 jenazah para Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya, pelepasan para Pahlawan Revolusi dari Mabesad (dahulu DEPAD), foto situasi upacara pemakaman di TMP Kalibata, foto rumah-rumah Jenderal dan perlengkapan lainnya yang dirusak di tempat masing-masing serta foto-foto dokumentasi kegiatan Jenderal TNI Anumerta A. Yani sewaktu masih aktif mengabdikan diri kepada Negara dan Bangsa Indonesia.



Ruang X : Ruang Pahlawan Revolusi.



Di ruangan ini khusus untuk menyimpan benda-benda koleksi para Pahlawan Revolusi yang lain. Benda-benda koleksi itu antara lain :



1. PDUB & PDUK Jenderal TNI Anumerta A. Yani.

2. PDUB Letnan Jenderal TNI Anumerta Soeprapto.

3. PDUB Letnan Jenderal TNI Anumerta S. Parman.

4. PDUB Mayor Jenderal TNI Anumerta Panjaitan.

5. PDUB Mayor Jenderal TNI Anumerta Sutoyo.

6. Benda koleksi milik pribadi Letnan Jenderal TNI Anumerta S. Parman.

7. Benda koleksi pribadi Mayor Jenderal TNI Anumerta Panjaitan. a.l. mesin tik yang kena tembakan.

8. Benda koleksi milik pribadi Jenderal TNI Anumerta A. Yani di kantornya



sumber :

1. http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_...oka_Ahmad_Yani

2. http://www.tniad.mil.id/disjarah/1museumyanipandu.php



pictures :

Jenderal Ahmad Yani







Museum dari luar

















Museum bagian dalam










Mobil Dinas









Pintu dan Lantai tempat Jend Ahmad Yani tewas















mohon maaf kalo ane repost. ane jangan dikasih










kalo suka tolong dikasih





</div>
Reply With Quote
Reply


Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off


Terkait
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
JUAL GAZ 1956 ex Jendral Ahmad Yani 45 JUTA ONLY Berkabut Mobil & Motor Antik 0 17th October 2012 10:19 PM
Tanah di Jl. ahmad yani surabaya Selirseksi Tanah 0 20th September 2012 10:01 PM
JUAL Dijual rumah di jl. ahmad yani bogor Samsulutama Rumah 0 18th September 2012 09:01 PM
JUAL Biografi Ahmad Yani bukupintar Buku 0 18th July 2012 03:37 PM
Kecelakaan di JL. Ahmad Yani 27/1/2012 Koronali Disturbing Pictures 0 20th March 2012 05:35 PM

 


All times are GMT +7. The time now is 11:58 AM.