| FAQ |
| Calendar |
|
|||||||
| Lounge Berita atau artikel yang unik, aneh, dan menambah wawasan semuanya ada disini dan bisa dishare disini. |
![]() |
|
|
Thread Tools |
|
#1
|
||||
|
||||
|
bismillah...
ane cuma newbie yang mau coba bikin trit gan.. mohon di RATE!!! jika berkenan timpuk ane pake melon ![]() ![]() ![]() tapi jika kurang berkenan jangan timpuk ane pake bata ![]() ![]() gan, ane cuma newbiesilahkan gan, baca isi trit ane... bukti no repsol: [/spoiler] Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
![]() Hawking dalam buku �A Brief History of Time� menyatakan bahwa tidak ada batas dalam waktu, tidak ada singularitas Big Bang dengan menyebutnya �No-boundary condition�. Dengan menggunakan keadaan tak berbatas ini (�No-boundary condition�), Hawking menyatakan bahwa alam semesta mulai hanya dengan keacakan minimum yang memenuhi Prinsip Ketidakpastian. Kemudian alam semesta mulai mengembang dengan pesat. Dengan Prinsip Ketidakpastian ini, dinyatakan bahwa alam semesta tak mungkin sepenuhnya seragam, karena di sana sini pasti didapati ketidakpastian posisi dan kecepatan partikel‑partikel. Dalam alam semesta yang sedang mengembang ini kerapatan (density) suatu tempat akan berbeda dengan tempat lainnya. Gravitasi menyebabkan daerah yang berkerapatan tinggi makin lambat mengembang dan mulai memampat (berkontraksi). Pemampatan inilah yang akhirnya membentuk galaksi‑galaksi, bintang‑bintang, dan semua benda‑benda langit. Berdasarkan model tersebut Hawking menyatakan, �Sejauh anggapan bahwa alam semesta bermula, kita mengganggap ada Sang Pencipta. Tetapi jika alam semesta sesungguhnya ada dengan sendirinya, tak berbatas tak bertepi, tanpa awal dan akhir, lalu di manakah peran Sang Pencipta.� Buku barunya yang ditulis bersama pakar fisika Leonard Mlodinow �The Grand Design� (berdasarkan pemaparan Wikipedia) mengulas tentang alam semesta dan hukum-hukumnya secara populer. Bagian utama yang disorot adalah bahasan tentang teori mekanika kuantum dan teori relativitas yang diarahkan untuk menjelaskan bahwa alam semesta dapat terbentuk dari ketiadaan. Hawking menyatakan, �Karena ada hukum seperti Hukum Gravitasi, alam semesta dapat dan akan menciptakan dirinya dari ketiadaan. Penciptaan dengan sendirinya menjadi alasan adanya sesuatu bukannya ketiadaan, adanya alam semesta, dan adanya kita. Tidak perlu campur tangan Tuhan untuk menjadikan alam semesta.� Cara pandang Hawking dalam buku pertama dan kedua sama saja, bahwa karena adanya hukum alam seperti hukum gravitasi maka alam semesta bisa tercipta dengan sendirinya. Peran Tuhan tampaknya digambarkan sesuai dengan definisi keyakinannya, sehingga adanya hukum alam itu sendiri dianggapnya ada dengan sendirinya. Kalau mau ditelusur lagi logikanya, kita bisa mempertanyakan, lalu hukum alam itu dari mana asal usulnya? Hawking tidak membahas asal-usul hukum itu sendiri. Logika orang beriman segera mengarahkan bahwa pasti ada Tuhan Sang Pencipta yang menciptakan hukum-hukum di alam. Dalam bahasa Islam, hukum-hukum itu kita sebut Sunnatullah. Perintah-Nya ketika menciptakan alam �Kun fa ya kun, Jadilah maka jadilah�, bisa difahami dengan sains bahwa Allah menciptakan alam dengan menciptakan hukum-hukum-Nya sehingga alam berproses sesuai hukum Allah (sunnatullah) tersebut. Jangan dibayangkan Allah menciptakan seperti manusia mencipta. Allah memang menciptakan alam semesta dengan cara-Nya." SUMBER cukup segitu dulu gan.. ane newbie gan, mohon bimbingan dan masukan dari agan!!! ![]() ![]() ![]() </div> |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| [no sara] kontroversi hari kebangkitan nasional | Lounge | |||
| [no sara] kontroversi lirik lagu bruno mars [muslim masuk] | Lounge | |||
| Aktor Kristiani AS Tentang Teori Surga Hawking | Lounge | |||
| Cara mendekatkan diri dengan Allah SWT | Misteri, Horror, Supranatural | |||