FAQ |
Calendar |
![]() |
|
Lounge Berita atau artikel yang unik, aneh, dan menambah wawasan semuanya ada disini dan bisa dishare disini. |
![]() |
|
Thread Tools |
#1
|
||||
|
||||
![]()
Di bawah ini adalah sebagian fakta yang dirangkum dari berbagai sumber yang dapat dipercaya, bahkan terbuka semisal televisi dan Koran. Fakta mengenai penyikapan kenaikan BBM oleh mahasiswa dan sedikit menyinggung tentang BOP karena sangat berkaitan. Fakta: 1.Saat aksi 21 Mei, dimana terjadi insiden �penembakan� oleh polisi terhadap aksi mahasiswa yang melukai satu orang mahasiswa dari kampus UI, dan beberapa orang lainnya cedera, Edwin sedang berada di Brunei. Kabid Akprop sedang berada di PSJ. Adakah petinggi BEM yang hadir saat aksi itu? Padahal aksi tersebut merupakan aksi terbesar dan tergenting dari sekian banyak aksi-aksi mahasiswa menolak kenaikan BBM. Dimana hasil Tugu Rakyat yang kalian anggap heroik itu? Retorika sampah. 2.Sampai beberapa hari setelah kejadian, Edwin belum pulang juga, seharusnya dia tahu bahwa ada �anak buah�nya yang terkena peluru polisi, dan sempat menggegerkan situasi negeri, entah itu pemerintah (dalam hal ini polisi-karena mereka sungguh takut kalau-kalau momen ini menjadi titik balik gerakan mahasiswa dalam menolak kenaikan BBM) atau pun mahasiswa. Lucunya, Edwin atau petinggi yang lainnya, tiada respon yang berarti. 3.Sampai detik ini belum dilakukan konsferensi pers TERBUKA, sehingga diketahui secara detail insiden tersebut, sekali lagi, lambatnya penanganan isu oleh mahasiswa (dalam hal ini BEM UI) harus direspon dengan kritikan tajam. Entah apa yang ada di otak BEM. 4.Yang lucu adalah, justru komponen mahasiswa lain, seperti FORKOT, LMND, dll yang melakukan konferensi pers atas insiden penembakan mahasiswa saat aksi 21 Mei kemarin. Yang ketembak siapa, yang ngomel- ngomel siapa? Aneh.. 5. Pada saat diskusi terbuka di salah satu stasiun televisi pagi hari, dipertemukan antara polisi dan perwakilan BEM SI (dari UGM), disitu diperdebatkan apakah benar telah terjadi penembakan oleh polisi. Dari pihak polisi sangat tegas menyatakan tidak ada insiden penembakan, dengan meminta bukti-bukti akan hal itu, salah satu adalah visum. Tetapi faktanya, perwakilan BEM SI hanya memberikan jawaban normatif dan menjawab kesana-kemari. Dan yang lebih ironi, BEM SI justru melemparkan tanggung jawab kepada BEM UI. ![]() Terkait:
|
![]() |
|
|