Ceriwis  

Go Back   Ceriwis > DISKUSI > Lounge

Lounge Berita atau artikel yang unik, aneh, dan menambah wawasan semuanya ada disini dan bisa dishare disini.

Reply
 
Thread Tools
  #1  
Old 27th May 2012
bakpaoayam's Avatar
bakpaoayam bakpaoayam is offline
Ceriwis Pro
 
Join Date: May 2012
Posts: 2,001
Rep Power: 17
bakpaoayam mempunyai hidup yang Normal
Default Sayangnya Adjie Masaid belum sempat baca trit ini

Sebelumnya ane mo ngucapin selamat jalan Mas Adjie Masaid..



Adjie Masaid diketahui meninggal karena serangan jantung akut/sindrom koroner akut (seperti konferensi pers yang digelar pihak RS Fatmawati). Hal ini meluruskan semua berita miring tentang kematiannya.



Seperti kita ketahui penyakit ini menyerang penderita dan dapat menyebabkan kematian hanya dalam waktu sekejap.



Kalau saja Mas Adjie membaca trit ini sebelumnya, mungkin beliau akan cek kesehatannya, karena cek kesehatan adalah salah satu cara ampuh untuk mencegah angin duduk. Tapi sekali lagi kuasa Allah SWT tidak bisa dikalahkan oleh kehendak manusia.



Ane nemu trit ini pas iseng lg ngaskus...Trit ini milik agan "benderahitam", di post taun 2010. Agan satu ini menceritakan tentang penyakit "angin duduk" alias sindrom koroner akut itu.. (thanks ya gan)



Cekindut...


[/spoiler][spoiler=open this] for Baca::





[/quote][quote]






Originally Posted by benderahitam



Semua orang pasti pernah mendengar istilah penyakit angin duduk. Sebuah penyakit yang konon disenyalir masyarakat sebagai penyakit yang bisa membuat penderitanya meninggal secara mendadak hanya dalam waktu 15-30 menit. Padahal, si penderita ini terlihat sehat-sehat saja tanpa ada tanda-tanda sakit sebelumnya. Benarkah demikian? Dan benarkah penderita yang terserang penyakit ini dapat disembuhkan hanya dengan menggosok-gosokkan balsam, dikerok atau meminum larutan jamu tolak angin semata?



Dokter umum Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) Fajar Rudy Qimindra mengatakan, istilah angin duduk digunakan oleh masyarakat untuk menggambarkan gejala nyeri dada seperti rasa ditekan, keluar keringat dingin, perut kembung dan ulu hati sakit seperti ditusuk-tusuk. �Dalam dunia medis, istilah angin duduk ini mengarah pada penyakit jantung yang disebut Sindroma Koroner Akut (SKA). Gejala awal dari penyakit ini adalah nyeri dada khas yang disebut angina pektoris,� ujar pria yang akrab disapa dr Qimi ini.



Angina pektoris, jelas Qimi, adalah suatu kumpulan gejala berupa serangan nyeri dada yang khas, antara lain seperti rasa ditekan atau terasa berat di dada hingga tembus belakang, rasa diremas-remas yang menjalar ke leher, lengan kiri dan kanan serta ulu hati, rasa terbakar dengan sesak napas, keluar keringat dingin hingga adanya keluhan nyeri ulu hati dan kembung yang sering disangka sakit maag.



Penyebab angina pektoris ini terjadi, akibat adanya suplai oksigen dalam darah yang tidak mencukupi ke sel-sel miokardium (otot jantung) dibandingkan kebutuhannya.

Lantas mengapa jantung yang berfungsi memompa darah masih membutuhkan darah? Menurut Qimi, hal ini disebabkan karena darah yang mengandung oksigen dibutuhkan untuk membuat energi sehingga jantung bisa memompa.

�Ibarat PLN yang menghasilkan energi listrik, ia butuh juga energi listrik juga untuk menggerakkan generatornya,� terangnya..

Sementara, lanjut Qimi, penyebab suplai darah yang kurang ke jantung terjadi karena adanya penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi) yang disebut arteri koroner.



Penyebab sumbatan ini antara lain:

1. Adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah akibat konsumsi kolesterol tinggi.

2. Sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus).

3. Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah akibat kejang yang terus menerus.

4. Infeksi pada pembuluh darah.



�Nah, dari sini dapat dilihat kenapa sindrom koroner akut (SKA) bisa ini menyebabkan kematian jantung mendadak pada kebanyakan pasien dewasa,� ungkapnya.



Untuk mencegah terjadinya SKA ini, dr Qimi menyarankan untuk melakukan beberapa hal berikut ini:

1. Pengendalian faktor risiko

Ada empat faktor risiko biologis yang tak dapat diubah, yaitu: usia, jenis kelamin, ras, dan riwayat keluarga.Tetapi faktor-faktor risiko lain masih dapat diubah, sehingga berpotensi dapat memperlambat proses timbunan lemak (aterogenik) . Faktor-faktor yang dapat dikendalikan seperti peningkatan kadar lemak darah, hipertensi, merokok, kencing manis dan diet tinggi lemak jenuh.

2. Pencegahan sekunder

Penderita yang sudah tahu bahwa dirinya memiliki gangguan jantung sebaiknya membawa obat-obatan manapun ia pergi.

3. Pola hidup sehat

Antara lain, melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, melakukan pola makan yang sehat, olahraga/aktivitas fisik yang mencukupi dan lain-lain.



�Jadi angin duduk bukan sekadar kemasukan angin yang berat, tetapi identik dengan kejadian serangan jantung koroner dengan angka kematian yang tinggi. Sehingga perlu penanganan cepat, cermat dan tepat, baik diagnostik maupun pengobatannya. Pemberian balsam, kerokan pada tubuh atau meminum jamu tolak angin, bukan cara yang benar untuk mengobati penyakit ini,� tegasnya.















hih ... ..



mudah2 jgn smpe kena angin duduk !!

















Tapi sekali lagi gan..ane bukannya ga ikhlas sama keputusan Allah SWT. Mudah2an jadi pelajaran bwt kita semua...Selamat jalan Mas Adjie "The Wonderkid of National Soccer Comitte"





</div>
Reply With Quote
Reply


Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off


Terkait
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
JUAL Eclipse CD3200 100% mulus belum sempat dipakai. RockfordFsgt Head Unit & Processor 0 11th December 2013 01:34 PM
wah kacau nih trit. wah repost ni trit, salah kamar nih trit, trit ga jelas nih! kuningtelur Lounge 0 27th May 2012 06:24 PM
JUAL Corsair PC2-6400 2GB VS2GSDS800D2, belum sempat dipake processflow Memory 0 15th May 2012 05:52 PM
Jane Shalimar Menangis Baca SMS dari Adjie Massaid metamorfosis Gossip & Gallery 9 7th November 2011 12:23 PM

 


All times are GMT +7. The time now is 11:06 AM.