| FAQ |
| Calendar |
|
|||||||
| Lounge Berita atau artikel yang unik, aneh, dan menambah wawasan semuanya ada disini dan bisa dishare disini. |
![]() |
|
|
Thread Tools |
|
#1
|
||||
|
||||
|
Judul lagu yang dibawakan adalah "Ojo Ngece" pada waktu itu. Dalam Bahasa Indonesia berarti "Jangan Menghina". Bagi yang paham Bahasa Jawa, sekilas jika mendengar kata tersebut maka sudah barang tentu berisi petuah yang mengajak pendengar untuk tidak saling mengejek/menghina. Nada yang dihasilkan dari lagu tersebut adalah pop-rap-JawaHipHop karena diiringi oleh suara alunan gitar, kencrung, dan tabung pipa yang bisa ditabuh.
Yang saya suka dari lagu ini yaitu keindahan liriknya yang ditulis dengan disisipi parikan Jawa (pantun Jawa). Berikut lirik dan penjelasannya: [/spoiler] Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
Mulakno mulakno, rasah do ngeyel Tuwo-tuwo le ngandani angel Bola bali bola bali kowe nglarani ati Wong tuwomu kegowo ati Ngalor ngidul ngulon wetan Aku wis kenthir Ora iso mikir Kiwo kiwo Kluer kluer Bait di atas sejatinya ditujukan untuk mereka yang sudah keterlaluan telah mengecewakan orang tuanya. Ingatlah, jika kita durhaka kepada orang tua, keburukannya akan kembali kepada kita sendiri. Orang tua tentu tidak akan terima jika anaknya melakukan perbuatan yang mencemari nama orang tuanya. Orang tua yang telah menghidupi, mendidik, dan mengayomi kita dari lahir hingga sekarang seakan tidak berguna. Padahal, seburuk apapun anak seseorang, orang tua pasti tak akan pernah melupakannya. Semua beban batin akan selalu ditanggung sehidup semati. Marilah kita perbaiki cara berpikir dan sikap kita dalam memahami perasaan orang tua kita. </div> |
![]() |
|
|