for
Cerita:
Geng motor, selalu merasa menjadi raja jalanan. Selalu menganggap dirinya pemilik dunia. Seperti ini kelakuannya jika ada orang yang sedikit menatap mereka...
Anggota Geng Motor (sengak): �Apa lu liat-liat? Nggak tau kalo kita geng motor? Mau gue hajar, lu?!�
Di malam hari, mereka selalu meraung-raungkan motornya di sepanjang jalan yang dilewati. Bising sekali, membuat orang-orang yang sedang istirahat terganggu. Jika ada yang memperingatkan, tanggapan mereka...
Anggota Geng Motor (masih tetap sengak): �Emang siapa lu, sampe berani-beraninya ngelarang-larang kita? Mau gue bacok?!�
Tak jarang, mereka pun merampok toko atau merampas barang milik pengendara motor lain yang kebetulan bertemu mereka di jalan. Tingkah mereka...
Anggota Geng Motor (brutal tingkat tinggi): �Hajaaar!!! Rampoook!!! Rampaaasss!!! Sikaaat!!!�
Seringkali, korban aksi mereka sampai mendapatkan luka parah dan harus dirawat di rumah sakit. Bahkan, banyak juga yang sampai meninggal. Sikap mereka...
Anggota Geng Motor (bangga): �Anjrit, asik banget tadi, gue bener-bener ngehajar tu orang. Malahan tadi gue sempat bacok juga punggungnya. Lain kali kita harus gitu lagi, enak nih harta rampasannya banyak banget.�
Kalau ada orang yang tidak nyaman dengan tingkah mereka, lalu mengajak duel satu lawan satu, alasan mereka...
Anggota Geng Motor (beralibi): �Kita selalu kompak. Susah senang ditanggung bersama. Jadi kalau ada yang ngajak duel, tidak bisa satu lawan satu. Tapi satu lawan kami semua!�
Beberapa waktu kemudian, ternyata para anggota geng motor tersebut berhasil diringkus pihak kepolisian. Suasana di penjara...
Anggota Geng Motor (nangis meraung-raung): �Pak, polisi... bebaskan saya. :maho Ampuuun, kemarin-kemarin saya khilaf. Mamiiii... tolongin eike. Eike tatuuut...!�