Ceriwis  

Go Back   Ceriwis > DISKUSI > Lounge

Lounge Berita atau artikel yang unik, aneh, dan menambah wawasan semuanya ada disini dan bisa dishare disini.

Reply
 
Thread Tools
  #1  
Old 14th December 2011
ChandraDewi's Avatar
ChandraDewi ChandraDewi is offline
Moderator
 
Join Date: May 2011
Posts: 10,993
Rep Power: 668
ChandraDewi is Ceriwis ProphetChandraDewi is Ceriwis ProphetChandraDewi is Ceriwis ProphetChandraDewi is Ceriwis ProphetChandraDewi is Ceriwis ProphetChandraDewi is Ceriwis ProphetChandraDewi is Ceriwis ProphetChandraDewi is Ceriwis ProphetChandraDewi is Ceriwis ProphetChandraDewi is Ceriwis ProphetChandraDewi is Ceriwis Prophet
Default Sepatu Bapak Tua



Seorang bapak tua pada suatu hari hendak bepergian naik bus kota . Saat menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan. Sayang, pintu tertutup dan bus segera berlari cepat. Bus ini hanya akan berhenti di halte berikutnya yang jaraknya cukup jauh sehingga ia tak dapat memungut sepatu yang terlepas tadi.

Melihat kenyataan itu, si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya ke luar jendela. Seorang pemuda yang duduk dalam bus tercengang, dan bertanya pada si bapak tua, �Mengapa bapak melemparkan sepatu bapak yang sebelah juga?� Bapak tua itu menjawab dengan tenang, �Supaya siapa pun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya.�

Bapak tua dalam cerita di atas adalah contoh orang yang bebas dan merdeka. Ia telah berhasil melepaskan keterikatannya pada benda. Ia berbeda dengan kebanyakan orang yang mempertahankan sesuatu semata-mata karena ingin memilikinya, atau karena tidak ingin orang lain memilikinya.

Sikap mempertahankan sesuatu � termasuk mempertahankan apa yang sudah tak bermanfaat lagi � adalah akar dari ketamakan. Penyebab tamak adalah kecintaan yang berlebihan pada harta benda. Kecintaan ini melahirkan keterikatan.

Kalau Anda sudah terikat dengan sesuatu, Anda akan mengidentifikasikan diri Anda dengan sesuatu itu. Anda bahkan dapat menyamakan kebahagiaan Anda dengan memiliki benda tersebut. Kalau demikian, Anda pasti sulit memberikan apapun yang Anda miliki karena hal itu bisa berarti kehilangan sebagian kebahagiaan Anda.

Kalau kita pikirkan lebih dalam lagi ketamakan sebenarnya berasal dari pikiran dan paradigma kita yang salah terhadap harta benda. Kita sering menganggap harta kita sebagai milik kita. Pikiran ini salah. Harta kita bukanlah milik kita. Ia hanyalah titipan dan amanah yang suatu ketika harus dipertanggungjawabk an. Pertanggungjawaban kita adalah sejauh mana kita bisa menjaga dan memanfaatkannya.

Peran kita dalam hidup ini hanyalah menjadi media dan perantara. Semuanya adalah milik Tuhan dan suatu ketika akan kembali kepadaNya.

Tuhan telah menitipkan banyak hal kepada kita: harta benda, kekayaan, pasangan hidup, anak-anak, dan sebagainya. Tugas kita adalah menjaga amanah ini dengan baik, termasuk meneruskan pada siapa saja yang membutuhkannya.

Paradigma yang terakhir ini akan membuat kita menyikapi masalah secara berbeda. Kalau biasanya Anda merasa terganggu begitu ada orang yang membutuhkan bantuan, sekarang Anda justru merasa bersyukur.

Kenapa? Karena Anda melihat hal itu sebagai kesempatan untuk menjadi �perpanjangan tangan� Tuhan. Anda tak merasa terganggu karena tahu bahwa tugas Anda hanyalah meneruskan �titipan� Tuhan untuk membantu orang yang sedang kesulitan.

Cara berpikir seperti ini akan melahirkan hidup yang berkelimpahruahan dan penuh anugerah bagi kita dan lingkungan sekitar. Hidup seperti ini adalah hidup yang senantiasa bertambah dan tak pernah berkurang. Semua orang akan merasa menang, tak ada yang akan kalah. Alam semesta sebenarnya bekerja dengan konsep ini, semua unsur-unsurnya bersinergi, menghasilkan kemenangan bagi semua pihak.

�Engkau tidak pernah memiliki sesuatu, Engkau hanya memegangnya sebentar, Kalau engkau tak dapat melepaskannya, engkau akan terbelenggu olehnya. Apa saja hartamu, harta itu harus kau pegang dengan tanganmu seperti engkau menggenggam air.
Genggamlah erat-erat dan harta itu lepas. Akulah itu sebagai milikmu dan engkau mencemarkannya. Lepaskanlah, dan semua itu menjadi milikmu selama-lamanya�
.

Sumber oleh Arvan Pradiansyah, pengamat kepemimpinan dan SDM, penulis buku You Are A Leader!
Reply With Quote
  #2  
Old 14th December 2011
wima9454's Avatar
wima9454 wima9454 is offline
Member Aktif
 
Join Date: Nov 2011
Posts: 150
Rep Power: 0
wima9454 mempunyai hidup yang Normal
Default

Nice pencerahannya sist.... Bayangan nyata tentang hidup....
Reply With Quote
  #3  
Old 14th December 2011
volzart's Avatar
volzart volzart is offline
Ceriwis Lover
 
Join Date: May 2010
Posts: 1,021
Rep Power: 23
volzart is blessedvolzart is blessedvolzart is blessedvolzart is blessedvolzart is blessedvolzart is blessedvolzart is blessedvolzart is blessedvolzart is blessedvolzart is blessedvolzart is blessed
Default

Quote:
Originally Posted by Chandra_Dewi View Post


Seorang bapak tua pada suatu hari hendak bepergian naik bus kota . Saat menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan. Sayang, pintu tertutup dan bus segera berlari cepat. Bus ini hanya akan berhenti di halte berikutnya yang jaraknya cukup jauh sehingga ia tak dapat memungut sepatu yang terlepas tadi.

Melihat kenyataan itu, si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya ke luar jendela. Seorang pemuda yang duduk dalam bus tercengang, dan bertanya pada si bapak tua, �Mengapa bapak melemparkan sepatu bapak yang sebelah juga?� Bapak tua itu menjawab dengan tenang, �Supaya siapa pun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya.�

Bapak tua dalam cerita di atas adalah contoh orang yang bebas dan merdeka. Ia telah berhasil melepaskan keterikatannya pada benda. Ia berbeda dengan kebanyakan orang yang mempertahankan sesuatu semata-mata karena ingin memilikinya, atau karena tidak ingin orang lain memilikinya.

Sikap mempertahankan sesuatu � termasuk mempertahankan apa yang sudah tak bermanfaat lagi � adalah akar dari ketamakan. Penyebab tamak adalah kecintaan yang berlebihan pada harta benda. Kecintaan ini melahirkan keterikatan.

Kalau Anda sudah terikat dengan sesuatu, Anda akan mengidentifikasikan diri Anda dengan sesuatu itu. Anda bahkan dapat menyamakan kebahagiaan Anda dengan memiliki benda tersebut. Kalau demikian, Anda pasti sulit memberikan apapun yang Anda miliki karena hal itu bisa berarti kehilangan sebagian kebahagiaan Anda.

Kalau kita pikirkan lebih dalam lagi ketamakan sebenarnya berasal dari pikiran dan paradigma kita yang salah terhadap harta benda. Kita sering menganggap harta kita sebagai milik kita. Pikiran ini salah. Harta kita bukanlah milik kita. Ia hanyalah titipan dan amanah yang suatu ketika harus dipertanggungjawabk an. Pertanggungjawaban kita adalah sejauh mana kita bisa menjaga dan memanfaatkannya.

Peran kita dalam hidup ini hanyalah menjadi media dan perantara. Semuanya adalah milik Tuhan dan suatu ketika akan kembali kepadaNya.

Tuhan telah menitipkan banyak hal kepada kita: harta benda, kekayaan, pasangan hidup, anak-anak, dan sebagainya. Tugas kita adalah menjaga amanah ini dengan baik, termasuk meneruskan pada siapa saja yang membutuhkannya.

Paradigma yang terakhir ini akan membuat kita menyikapi masalah secara berbeda. Kalau biasanya Anda merasa terganggu begitu ada orang yang membutuhkan bantuan, sekarang Anda justru merasa bersyukur.

Kenapa? Karena Anda melihat hal itu sebagai kesempatan untuk menjadi �perpanjangan tangan� Tuhan. Anda tak merasa terganggu karena tahu bahwa tugas Anda hanyalah meneruskan �titipan� Tuhan untuk membantu orang yang sedang kesulitan.

Cara berpikir seperti ini akan melahirkan hidup yang berkelimpahruahan dan penuh anugerah bagi kita dan lingkungan sekitar. Hidup seperti ini adalah hidup yang senantiasa bertambah dan tak pernah berkurang. Semua orang akan merasa menang, tak ada yang akan kalah. Alam semesta sebenarnya bekerja dengan konsep ini, semua unsur-unsurnya bersinergi, menghasilkan kemenangan bagi semua pihak.

�Engkau tidak pernah memiliki sesuatu, Engkau hanya memegangnya sebentar, Kalau engkau tak dapat melepaskannya, engkau akan terbelenggu olehnya. Apa saja hartamu, harta itu harus kau pegang dengan tanganmu seperti engkau menggenggam air.
Genggamlah erat-erat dan harta itu lepas. Akulah itu sebagai milikmu dan engkau mencemarkannya. Lepaskanlah, dan semua itu menjadi milikmu selama-lamanya�
.

Sumber oleh Arvan Pradiansyah, pengamat kepemimpinan dan SDM, penulis buku You Are A Leader!


keren banget miss


mari bergabung untuk forum patah hati


http://ceri.ws/600843
Reply With Quote
  #4  
Old 14th December 2011
bl4ngkon's Avatar
bl4ngkon bl4ngkon is offline
Newbie
 
Join Date: Aug 2011
Posts: 48
Rep Power: 0
bl4ngkon is a Good manbl4ngkon is a Good manbl4ngkon is a Good manbl4ngkon is a Good man
Default

Inspiratif sekali....
Reply With Quote
  #5  
Old 15th December 2011
cuiee cuiee is offline
Member Aktif
 
Join Date: Jan 2011
Posts: 100
Rep Power: 0
cuiee mempunyai hidup yang Normal
Default

keren dan inspiratif...
Reply With Quote
Reply


Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off


Terkait
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Bapak-bapak misterius di tempat fitness ikansalmon Lounge 0 28th May 2012 06:19 AM
Bapak-Bapak Pemain Biola di Lorong Shelter-Stasiun Jakarta Kota ps3black Lounge 0 27th May 2012 05:33 PM
Ane kena marah sama Bapak-Bapak Gan, gara" nyalain lampu tengah hari . kumisfauzi Lounge 0 27th May 2012 03:35 PM
Bapak-Bapak super kocak (masuk gan!!!!) :D ketawamulu Jokes 0 10th November 2011 11:12 PM

 


All times are GMT +7. The time now is 07:33 AM.