Ceriwis  

Go Back   Ceriwis > DISKUSI > News

News Semua berita yg terjadi di dunia internasional ataupun lokal diupdate disini

Reply
 
Thread Tools
  #1  
Old 30th July 2016
Gusnan's Avatar
Gusnan Gusnan is offline
Moderator
 
Join Date: Jun 2013
Posts: 27,623
Rep Power: 50
Gusnan memiliki kawan yg banyakGusnan memiliki kawan yg banyakGusnan memiliki kawan yg banyak
Default Kisah Karina, Rohaniawan yang Dampingi Terpidana Mati Saat di Nusakambangan



Karina, seorang rohaniawan yang telah mendampingi sejumlah narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Jawa Tengah, menceritakan pengalamannya selama 14 tahun melayani di Nusakambangan.
Rina, panggilan akrabnya, merasa telah memiliki sebuah ikatan terhadap seluruh narapidana di Lapas Nusakambangan meski tidak memiliki hubungan darah. Diceritakan Rina, selama melayani di Nusakambangan, banyak narapidana yang curhat kepadanya tentang eksekusi mati yang akan mereka hadapi.
Banyak yang bercerita, menjadi seorang narapidana yang akan dieksekusi mati merupakan beban yang sangat berat bagi mereka. Terlebih bagi narapidana yang telah menyandang status itu selama belasan tahun.
"Mereka panggil saya mommy, 'Mom, kita itu kalau mau jujur tidak ada ketakutan yang melebihi ketakutan kami, tidak ada kesedihan yang melebihi kesedihan kami.' Mereka punya beban mental," ujar Rina di Rumah Duka St Carolus, Jakarta Pusat, Jumat (29/7/2016).
Rina menjelaskan kalau tidak semua narapidana diterima oleh keluargnya. Banyak juga dari mereka yang dibuang oleh keluarga mereka.
Alasannya bermacam-macam, kata Rina, bisa jadi karena alasan malu atau faktor lainnya. Namun sebagian narapidana juga memang sengaja untuk tidak memberitahu keluarganya tentang kasus yang menimpa mereka.
"Banyak yang bilang kalau mereka lagi di luar negeri, intinya enggak mau nyusahin keluarganya," kata Rina.
Rina menjelaskan, bagi narapidana yang telah divonis dengan hukuman mati, selama ditahan, jarang dia melihat rasa keputusasaan di mata mereka. Kebanyakan dari mereka tetap berjuang untuk hidup, meski tahu kematian pasti akan menghampiri mereka.
Rina mencontohkan Seck Osmane, narapidana asal Nigeria yang telah dieksekusi mati pada Jumat dini hari karena kasus kepemilikan narkotika. Rina mengatakan, Osmane tetap memperlihatkan rasa ingin tetap hidup.
Selama 14 tahun menjadi pendamping rohani, Rina mengatakan, tak pernah sekalipun dirinya dilecehkan oleh para narapidana. Semua narapidana menghargainya, itu mengapa dirinya sangat menyayangi narapidana yang dia sebut sebagai "anak-anaknya".
"Selama 14 tahun melayani, mereka sudah seperti anak-anak saya, saya mengasihi mereka dan mereka mengasihi saya. Selama 14 tahun saya di sana, lapas yang kata orang kejahatan semua ada katanya ada gembong narkoba, pembunuh pemerkosa, tapi tidak sekalipun dalam hidup saya di sana, saya dilecehkan," ujar Rina.
Rina menganggap bahwa pendampingan kepada narapidana bukanlah sebuah pekerjaan, tapi dia menamakan pengabdiannya selama 14 tahun di Lapas sebagai sebuah pelayanan.
Reply With Quote
Reply


Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off


Terkait
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Terpidana mati Mary Jane sudah tiba di Nusakambangan mie09 Lounge 0 25th April 2015 01:15 PM
Baracuda Kawal Pemindahan Terpidana Mati Mary Jane ke Nusakambangan Gusnan News 0 24th April 2015 04:25 AM
Kisah Selembar Uang 100 Ribu dan Sapu Tangan di Saku Terpidana Mati Jelang Eksekusi Gusnan News 0 8th March 2015 07:00 PM
Nusakambangan, Lokasi Eksekusi Mati yang Dianggap Setara Alcatraz Gusnan Lounge 0 18th January 2015 04:47 AM
3 Terpidana Mati Telah Dieksekusi di Nusakambangan kikigrim Nasional 0 17th May 2013 08:33 AM

 


All times are GMT +7. The time now is 06:37 AM.