Ceriwis  

Go Back   Ceriwis > DISKUSI > News > Nasional

Nasional Berita dalam negeri, informasi terupdate bisa kamu temukan disini

Reply
 
Thread Tools
  #1  
Old 14th July 2016
Gusnan's Avatar
Gusnan Gusnan is offline
Moderator
 
Join Date: Jun 2013
Posts: 27,623
Rep Power: 50
Gusnan memiliki kawan yg banyakGusnan memiliki kawan yg banyakGusnan memiliki kawan yg banyak
Default Ini Isi Surat Presiden Jokowi kepada Presiden Filipina



Presiden Joko Widodo memberikan keterangan kepada para wartawan dari berbagai jenis media massa usai pertemuan trilateral dengan Malaysia dan Filipina di Gedung Agung, Yogyakarta, Kamis (5/5/2016). Medium jurnalisme bisa berbentuk apa saja, namun semangat jurnalisme akan tetap kekal.








Presiden Joko Widodo mengirim surat kepada Presiden Filipina Rodrigo Duterte.
Isi surat tersebut salah satunya terkait penyanderaan yang dilakukan kelompok bersenjata Abu Sayyaf terhadap warga negara Indonesia di Filipina.
Surat tersebut diantar langsung oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi saat berkunjung ke Manila dan bertemu Menteri Luar Negeri Filipina pada 1 Juli 2016.
"Jadi itu adalah hari pertama menteri luar negeri Filipina berkantor dan saya menyerahkan surat itu melalui menlunya," kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/7/2016).
Retno mengatakan, Jokowi dalam surat itu mengucapkan selamat atas dilantiknya Duterte sebagai Presiden. Jokowi juga menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Filipina selama ini berjalan sangat baik.
"Kita sampaikan kedepan di kepemimpinan Presiden Duterte kita yakin hubungan kita akan semakin baik," tambah Retno.


Terakhir, dalam surat itu, Jokowi juga menyampaikan adanya masalah keamanan bagi WNI yang melintasi perairan Filipina. Total, sudah empat kali WNI disandera oleh kelompok Abu Sayyaf.
Terakhir, tiga WNI disandera kelompok Abu Sayyaf ketika melewati perairan kawasan Felda Sahabat, Tungku, Lahad Datu Sabah, Negara Bagian Malaysia.
Mereka adalah ABK pukat tunda LD/114/5S milik Chia Tong Lim berbendera Malaysia.
Sebelum penyanderaan tiga WNI, tujuh anak buah kapal (ABK) WNI lebih dulu disandera kelompok Abu Sayyaf di perairan Sulu, Filipina Selatan. Penyanderaan itu terjadi pada Senin (20/6/2016). Selain membajak kapal, penyandera meminta tebusan sebesar Rp 60 miliar.
Sebelumnya, 10 WNI ABK kapal tunda Brahma 12 disandera kelompok Abu Sayyaf dan dibebaskan pada awal Mei 2016. Selain itu, empat ABK kapal tunda Henry juga disandera kelompok yang sama. Keempatnya dibebaskan pada pertengahan Mei 2016.
"Presiden Jokowi yakin presiden Duterte akan beri perhatian yang cukup baik, pehrhatian penuh terhadap isu mengenai masalah penculikan," ucap Retno.
Reply With Quote
Reply


Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off


Terkait
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Presiden Filipina Dinilai Sengaja “Telantarkan” Presiden China di Karpet Merah Gusnan Internasional 0 20th November 2015 04:34 AM
SBY Berterima Kasih kepada Presiden Jokowi Gusnan Nasional 0 14th May 2015 04:29 AM
Dubes RI Hotmangaradja Serahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Prancis Gusnan Internasional 0 31st January 2015 04:02 AM
Rieke Kirim Surat Terbuka kepada Presiden DreamWorld Nasional 0 20th December 2011 10:00 AM
Surat Nazaruddin kepada presiden Lucu copaser News 3 20th August 2011 11:18 PM

 


All times are GMT +7. The time now is 07:44 PM.