Ceriwis  

Go Back   Ceriwis > DISKUSI > Lounge

Lounge Berita atau artikel yang unik, aneh, dan menambah wawasan semuanya ada disini dan bisa dishare disini.

Reply
 
Thread Tools
  #1  
Old 23rd April 2016
SukurinLo's Avatar
SukurinLo SukurinLo is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Apr 2016
Posts: 324
Rep Power: 11
SukurinLo mempunyai hidup yang Normal
Default Masyarakat Adat Karuhun (AKUR) Sunda Wiwitan

Masyarakat Adat Karuhun (AKUR) Sunda Wiwitan



By*Frater Xaverian*-





Apr 3, 2016





*



Acara Seren Taun termasuk budaya Sunda Wiwitan yang pernah ditolak Gereja Katolik (doc.google)



Ibu Dewi Kunti yang hadir sebagai pembicara dalam acara ini menceritakan perjalanan masyarakat Sunda Wiwitan yang kerap kali mendapat perlakuan diskriminasi dari pemerintah. Sulitnya mendapatkan akta kelahiran bagi masyarakat Sunda Wiwitan merupakan salah satu bentuk perlakuan diskriminatif yang mereka alami. Dalam berbagai urusan administratif, komunitas ini kerap dilecehkan dan tidak dihargai. Bahkan komunitas ini kerapkali disamakan dengan agama Islam, Kristen, dan Hindu, sehingga dalam berbagai urusan administratif salah satu dari ketiga agama tersebut dipakai dan dicantumkan dalam kolom agama sehingga segala urusan administrasi lancar. Dalam perjalanannya, komunitas masyarakat Sunda Wiwitan ini pernah memeluk agama Katolik dan Hindu, namun karena perbedaan ajaran dan tradisi membuat komunitas ini keluar dari kedua agama tersebut dan membentuk suatu komunitas sendiri.



Perlakuan diskriminatif yang dialami kelompok masyarakat Sunda Wiwitan ini menimbulkan simpati dari berbagai kalangan. Salah seorang santri dari pesantren Ciganjur yang hadir sebagai peserta dalam acara ini mengungkapkan rasa keprihatinannya atas apa yang dialami masyarakat Sunda Wiwitasn ini.



Ibu Dewi Kanti mengungkapkan bahwa sampai sekarang ini komunitas masyarakat Sunda Wiwitan ini masih berjuang untuk mendapat pengakuan dari pemerintah. Perjuangan yang mereka lakukan bukan pertama-tama agar masysarakat Sunda Wiwitan dijadikan sebagai agama resmi. Masyartakat Sunda Wiwitan tidak mau terjebak dalam tindakan legalitas belaka. Tapi perjuangan mereka yang utama adalah agar negara sungguh-sungguh hadir di tengah masyarakat, sebaliknya bukan terjebak dalam apa-apa yang formal.



Komunitas yang mulai terbentuk di akhir abad 19 ini tidak melakukan penyebaran ajaran. Namun, komunitas masyarakat ini mengaku diri sebagai komunitas yang inklusif. Mereka selalu terbuka dengan berbagai budaya, agama, dan ideologi manapun. Hal ini sesuai dengan pandangan filosofis yang mereka anut yaitu damai. Damai yang bisa memeluk dengan rasa persaudaraan semua orang melampaui batas-batas geografis, suku, agama, dan ideologi yang ada. Hal ini senada dengan apa yang diungkapkan oleh P. Rubi selaku rektor komunitas Skolastikat Xaverian yang mengatakan bahwa acara dialog yang dibuat oleh Komunitas Skolastikat Xaverian ini bertujuan untuk menjaring semakin banyak orang yang mencintai kebenaran berkehendak baik.
Reply With Quote
Reply


Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off


Terkait
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Piala Dunia 2014 Brazil Di Protes Masyarakat Adat pialaku Sepak Bola 0 29th May 2014 03:39 PM
Jual baju upacara adat sunda Kebayaunik Tradisional 0 18th September 2012 01:57 PM
Presiden Obama pake baju adat sunda gan,cekidot bakwanmalang Lounge 0 27th May 2012 10:45 PM
Tongkonan, Rumah Adat Khas Masyarakat Toraja HikariJr Lounge 3 8th November 2011 09:56 PM

 


All times are GMT +7. The time now is 02:45 PM.