| FAQ |
| Calendar |
|
|||||||
| Lounge Berita atau artikel yang unik, aneh, dan menambah wawasan semuanya ada disini dan bisa dishare disini. |
![]() |
|
|
Thread Tools |
|
#1
|
||||
|
||||
|
Merdeka.com - Fajar Murdiyanto,
siswa SD Klumprit 1, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, yang meninggal dunia pagi tadi, diduga sering dianiaya beberapa temannya di kelas. Sejumlah siswi yang melayat ke rumah duka mengaku mengetahui penganiayaan tersebut. "Saya sering lihat, Fajar dipukul kepalanya, ditendang, dihantamkan ke tembok," ujar salah seorang siswi yang tak mau disebutkan namanya, Minggu (25/5). Beberapa siswi lain juga mengatakan, kejadian kekerasan tersebut diketahui oleh guru kelas. Namun mereka diam saja. Mereka juga mengakui jika perbuatan nakal teman- temannya tersebut dilakukan sejak lama. "Dari kelas 4 Fajar sering dipukuli, kalau nggak mau menuruti perintah teman-temannya," paparnya. Surono (40), paman korban mengaku kesal dengan sikap para guru di SD Negeri 1 Klumprit. Menurut dia guru dan kepala sekolah membiarkan kejadian kekerasan yang dilakukan di sekolah. "Fajar itu sering merasa sakit kalau pulang sekolah. Pusing, mual sampai kadang-kadang muntah. Tapi dia nggak mau cerita, katanya dilarang gurunya. Tapi setelah saya desak dia baru ngaku, kalau sering dipukuli 3 orang temannya," katanya. Surono mengaku sudah sering melakukan protes ke sekolah, untuk menindak para siswanya yang nakal. Namun protesnya tersebut tak pernah ditanggapi oleh guru dan kepala sekolah. Kakak korban, Abdul Aziz menambahkan, dirinya pernah melakukan protes ke wali kelas. Sesuai pengakuan korban, wali kelas sudah memanggil para pelaku penganiayaan, yakni Novan, Adam dan Paus. "Ketiga anak itu saat dipanggil sudah mengakui perbuatannya, tapi tak ada tindakan dari sekolahnya. Sampai adik saya meninggal pun mereka tidak pernah datang atau membesuk di rumah sakit," keluhnya. Sebelumnya, diduga dianiaya 3 teman sekelasnya, Fajar Murdiyanto (12) siswa kelas 5 SD Klumprit 1, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, meninggal dunia. Sebelum meninggal, Fajar sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukoharjo selama sekitar seminggu. Namun sayang, nyawanya tak tertolong. Fajar mengalami gegar otak, menemui ajalnya pada hari Minggu (25/5) sekitar pukul 05.00 WIB. Abdul Aziz (28) kakak ipar korban menduga kematian adiknya akibat dipukuli oleh teman- temannya di kelas. Kejadian tersebut, kata Aziz sudah berlangsung berulang kali. Bahkan sejak kelas 4 setahun lalu, Fajar sudah sering dianiaya oleh 3 temannya. Menurut Aziz, Fajar pernah mengaku sering dipukuli teman-temannya gara-gara tak mau membantu teman-temannya mengerjakan tugas sekolah. "Fajar itu sering dimintai tolong ketiga temannya ngerjain PR. Tapi nggak mau, terus dipukuli," ujarnya. TEMPO.CO, Sukoharjo - Seorang siswa sekolah dasar di Sukoharjo, Fajar Murdianto, 12 tahun, meninggal dunia pada Ahad, 25 Mei 2014, pukul 04.30. Siswa kelas 5 SD Klumprit 1, Mojolaban, Bekonang, Sukoharjo, tersebut meninggal setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo selama sekitar dua pekan. Paman Fajar, Surono, 40 tahun, mengatakan keponakannya dirawat di rumah sakit sejak pertengahan Mei lalu. Dari awal dirawat, Fajar mengalami koma hingga akhirnya meninggal dunia. »Sebelum koma, dia sempat cerita kalau sering dipukuli teman-temannya di sekolah,” katanya saat ditemui di rumah orang tua Fajar di RT 2 RW 11, Kampung Dukuhan, Desa Klumprit, Mojolaban, Sukoharjo, Ahad, 25 Mei 2014. Sebenarnya orang tua Fajar sempat curiga saat sang anak pulang ke rumah dalam keadaan luka lebam. Saat ditanya, Fajar hanya menjawab dipukul oleh teman sekelasnya. Saat dirawat di rumah sakit, baru Fajar cerita bahwa dia kerap dianiaya teman sekelasnya sejak duduk di kelas IV SD. »Fajar anaknya pendiam. Tidak pernah cerita kalau tidak ditanya,” ucapnya. Fajar, anak bungsu dari pasangan Cipto Wigono- Waginem, sering mengeluh sakit kepala, mual, dan muntah. Menurut dokter yang merawat, Fajar meninggal dunia karena gegar otak. Seorang teman sekelas Fajar di SD Klumprit 1 mengaku sering melihat Fajar dipukul seorang kawannya di kelas. »Biasanya dipukul di bagian kepala. Kadang pakai buku tebal,” kata siswa itu yang ingin namanya dirahasiakan. Dia mengatakan Fajar kerap dipukuli sejak kelas IV hingga kelas V SD. Biasanya Fajar dipukul jika tidak mau meminjamkan hasil pekerjaan rumahnya. Surono mengatakan sudah menyerahkan kasus tersebut ke polisi. Dia melapor dua hari lalu. »Awalnya ada yang ingin damai dan biar diselesaikan di sekolah. Tapi keluarga ingin ini dibuka sekalian dan jadi pelajaran bagi semua pihak,” katanya. Kepala Bagian Operasi Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Sukoharjo Inspektur Dua Suparno membenarkan keluarga korban sudah melapor ke polisi. Ia mengatakan kasus ini masih dalam proses penyelidikan. »Kami sedang menyelidiki kasus ini. Untuk sementara, keluarga korban menolak otopsi,” ujarnya, yang ditemui saat tengah melayat ke rumah Fajar. miris bgt gan...kejadian yg ksekian kali terjadi masih saja terulang ![]() mau menyalahkan dan menindak siapa kalau begini?? </div></div></div>
|
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| persahabatan anjing dan manusia yang berujung tragis !! simakkk | Disturbing Pictures | |||
| persahabatan anjing dan manusia yang berujung tragis !! simakkk | Disturbing Pictures | |||
| [PIC] Atraksi Udara Berujung Maut | Lounge | |||
| acara renang berujung tragis | Disturbing Pictures | |||