Ceriwis  

Go Back   Ceriwis > DISKUSI > News > Nasional

Nasional Berita dalam negeri, informasi terupdate bisa kamu temukan disini

Reply
 
Thread Tools
  #1  
Old 5th March 2016
Gusnan's Avatar
Gusnan Gusnan is offline
Moderator
 
Join Date: Jun 2013
Posts: 27,623
Rep Power: 50
Gusnan memiliki kawan yg banyakGusnan memiliki kawan yg banyakGusnan memiliki kawan yg banyak
Default Tantangan Tak Mudah bagi Presiden Joko Widodo



AFP PHOTO / ABBAS MOMANI Perempuan Palestina memegang batu dan meneriakkan slogan saat bentrokan dengan tentara Israel di Beit El, Ramallah, Tepi Barat, 10 Oktober 2015.




Dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina selalu konsisten sejak Presiden Soekarno hingga Presiden Joko Widodo. Ini terlihat dari penerimaan Presiden atas permintaan Maroko dan OKI akan Indonesia menjadi penyelenggaran KTT Luar Biasa OK 2016.

Alasan penerimaan Indonesia menjadi tuan rumah KTT OKI yang akan diselenggarakan pada 6-7 Maret 2016 karena Indonesia ingin berperan sebagai penengah konflik internal Palestina antara Hamas dan Fatah agar negara Palestina merdeka cepat terwujud.

Apakah Indonesia dapat menjadi penengah yang baik dalam konflik ini, adalah pertanyaan yang jawabannya ditunggu oleh masyarakat internasional. Itulah opini yang ditulis Siti Mutiah Setiawati dalam artikel berjudul, “Tak Mudah Menjadi Penengah” di Kompas Sabtu (5/3/2016).

Artikel kedua yang bisa dibaca besok ditulis Sidharta Susila berjudul “Aborsi Pendidikan”.

Tahun pembelajaran baru masih beberapa bulan ke depan. Namun, geliat mendapatkan siswa baru telah gencar digerakkan.

Bagaimanapun, adanya siswa adalah keniscayaan bagi kehidupan sebuah sekolah. Adalah tragedi apabila demi keberlangsungan hidup sekolah, siswa hanyalah angka.

Pada kondisi itu, siswa tak lagi disikapi dan digulati sebagai pribadi. Ia tak lebih sarana untuk menjaga keberlangsungan hidup sekolah. Nasibnya lebih rendah daripada martabat budak: ia cuma sarana tak berjiwa.

Adalah hal yang pantas disyukuri ketika masyarakat ikut terlibat mengelola pendidikan di negeri ini. Mereka melakukannya dengan membangun sekolah swasta.

Ada beragam alasan mengapa membangun sekolah swasta. Kini, kita mengenal sekolah swasta berbasis agama dan swasta nasional.

Terkait soal pendidikan, Guru Besar ITB, Iwan Pranoto dalam tulisan berjudul “Meragui” mengungkapkan, mengutip hasil penelitian LIPI ke kampus- kampus. Anas Saidi dan kawan-kawan menemukan bahwa mahasiswa bidang IPA di pendidikan umum (nirkeagamaan) lebih rentan terindoktrinasi (CNN Indonesia, 18/2/2016).

Senada dengan itu, sebelumnya M Zaid Wahyudi menyatakan bahwa anak- anak yang terbujuk radikalisme keliru ini umumnya dari sekolah atau perguruan tinggi favorit dan program eksakta (Kompas Siang, 13/4/2015).

Bagaimana menjelaskan fenomena menentang intuisi ini? Bukankah sejatinya pembelajaran IPA justru menyuburkan rasionalitas? Tak mungkinkah ada yang keliru dalam praktik pendidikan IPA di Tanah Air?

Keadaan seseorang yang mudah terbujuk dan memercayai sesuatu, walau sesungguhnya meragukan, diistilahkan sebagai credulous. Keadaan credulous ini memiliki penangkal alami, yakni kebiasaan berakal, antara lain perangai skeptis atau meragui.
Reply With Quote
Reply


Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off


Terkait
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Rapor Mentereng Presiden Joko Widodo Selama 1 Tahun Gusnan Nasional 0 29th November 2015 05:27 PM
Presiden Joko Widodo Bubarkan 10 Lembaga Non-struktural Gusnan News 0 13th December 2014 06:37 AM
Joko Widodo dilantik sebagai presiden Indonesia Qadmin News 2 27th October 2014 10:29 AM
Jejak rekam presiden baru RI Joko Widodo hendriprastio Lounge 0 21st October 2014 07:14 PM
Denny JA: Selamat Datang Presiden Kita yang Baru, Joko Widodo! Gusnan News 4 28th July 2014 08:49 PM

 


All times are GMT +7. The time now is 03:40 PM.