Bursa RI Belum Bisa Lepas dari Tekanan Jual
IHSG kemarin anjlok signifikan sebesar 167,42 poin atau 3,5 persen.
Lantai bursa saham di Jakarta
Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diprediksi belum bisa lepas dari tekanan jual investor pada perdagangan hari ini, Rabu 12 Juni 2013.
IHSG kemarin anjlok signifikan sebesar 167,42 poin atau 3,5 persen ke level 4.609,95 akibat aksi jual investor asing yang tercatat mencapai Rp3,9 triliun.
Analis PT Panin Sekuritas Tbk, Purwoko Sartono, berpendapat tekanan jual investor sepertinya belum akan meninggalkan perdagangan saham di BEI. Sebab, investor mulai khawatir akan kemungkinan bank Sentral Amerika Serikat segera mengurangi stimulusnya dalam menjaga pertumbuhan ekonomi.
"Kami melihat tekanan jual pada IHSG masih berlanjut, sepanjang investor asing terus melakukan aksi jualnya," ujarnya
Purwoko memperkirakan indeks pada hari ini akan berada di kisaran 4.551 sebagai batas bawah (
support) dan 4.650 untuk batas atas (
resistance).
Sementara itu, analis PT Indo Premier Securities, Ikhsan Binarto, menuturkan bila ditinjau dari sisi teknis terlihat peluang IHSG untuk berbalik arah menguat atau
rebound. Sebab, hampir sepekan terakhir terkoreksi.
"Apalagi, IHSG kemarin turun cukup dalam," kata dia
Namun, dirinya juga mengaku bahwa tekanan jual investor masih cukup kuat. Sebab, pelaku pasar domestik tetap mengacu sentimen eksternal. "IHSG Rabu akan berada di
support 4.450 dan
resistance 4.725," jelasnya.