Ceriwis  

Go Back   Ceriwis > DISKUSI > Religion > Islam

Reply
 
Thread Tools
  #1  
Old 27th April 2011
blueparadise's Avatar
blueparadise blueparadise is offline
Super Moderator
 
Join Date: Jun 2010
Posts: 5,258
Rep Power: 115
blueparadise has disabled reputation
Default Hamba Allah

Oleh Dr Dimyati Sajari MAg


Di kalangan umat Islam, ada yang ketika berinfak tidak mau disebutkan namanya, tetapi dia meminta disebutkan nama 'hamba Allah' sebagai pengganti namanya yang sebenarnya. Atau, kadang-kadang orang atau lembaga yang diberi infak itu mengusulkan memakai nama 'hamba Allah' saja.

Siapakah 'hamba Allah' yang sebenarnya ? Ayat berikut ini memberikan gambaran yang jelas mengenai ciri-ciri hamba Allah. "Dan, Aku tidak menciptakan jin dan manusia itu kecuali untuk menyembah-Ku (mengabdi kepada-Ku) (QS Aldzariyat [51]: 56). Berdasarkan ayat tersebut, berarti hanya orang yang benar-benar mengabdi kepada Allah-lah yang berkedudukan sebagai hamba-Nya.



Dijelaskan oleh Abu Nashr al-Sarraj dalam kitabnya al-Luma' , "Orang yang hatinya benar-benar bebas dari segala sesuatu selain Allah SWT; jika seseorang mampu melepaskan diri dari segala hal selain Allah, ia akan menjadi orang yang layak dipanggil sebagai hamba Allah ( 'abd Allah )." Dengan demikian, hamba Allah adalah orang yang telah bebas dari segala hal selain Allah ( at-takhallush 'an siwa Allah ), baik berkaitan dengan bisikan hatinya, perkataan lisannya, maupun perbuatan anggota badannya. Artinya, hanya Allah-lah tujuan hidupnya dan keridhaan-Nya merupakan satu-satunya motivasi amaliahnya. Ungkapan yang terkenal di dunia tasawuf adalah anta maqshudi wa ridhaka mathlubi (Engkaulah tujuan kami dan hanya keridhaan Engkaulah yang kami cari).

Atas dasar itu, al-Sarraj mengatakan bahwa Allah tidak pernah menyebut orang beriman dengan sebutan yang lebih tinggi selain dari sebutan hamba (QS Alfurqan [25]: 63 dan QS Alhijr [15]: 49). Predikat tersebut juga disematkan oleh Allah kepada para malaikat-Nya (QS Al-Anbiya [21]: 26) dan kepada para nabi dan rasul-Nya (QS Shad [38]: 30, 41, dan 45). Ayat di atas menjelaskan bahwa yang dimaksud hamba-hamba yang beriman adalah para malaikat, nabi, dan rasul atau orang yang keimanannya mendekati keimanan mereka.

Berinfak dapat mendekatkan diri seperti keimanan mereka manakala amalan itu diniatkan dengan ikhlas dan membebaskan hati dari segala hal selain Allah. Atas dasar ini, meski dalam pengertian yang paling minimalis, pemberi infak boleh dipandang sebagai hamba Allah atau orang yang berusaha menjadi hamba Allah.


Sumber : republika.co.id
__________________



Reply With Quote
Reply


Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off


Terkait
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Kisah-Kisah Sufi Para Hamba-Hamba ALLAH SWT filmhorror Misteri, Horror, Supranatural 0 22nd April 2012 06:36 PM
mohon bantuannya sesama hamba Allah filmhorror Misteri, Horror, Supranatural 0 22nd April 2012 04:01 PM
Bagaimana Sikap Anda Terhadap Hamba Allah, Begitulah Allah Memperlakukan Anda putra1st Islam 3 19th March 2011 03:03 PM
Allah Merahasiakan 6 Perkara kepada Hamba-Nya Ulama Islam 0 18th November 2010 08:06 AM
Kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya Ulama Islam 0 18th November 2010 08:03 AM

 


All times are GMT +7. The time now is 04:23 AM.