FAQ |
Calendar |
![]() |
#1
|
||||
|
||||
![]()
Kondisi Barang : Baru
Harga : Lokasi Seller : DKI Jakarta Description : Menindaklanjuti pemanasan global dan green energi tadi,dengan ini kami kirim proposal Matos yang detail. Semoga dengan dipakainya Matos turut mengurangi pemanasan global. Terima kasih atas kerjasamanya Hormat saya Zeinvi lw 08567855402 021-95704529 *Innovation Through Road Construction Technology* *( Inovasi Dalam Tehnik Konstruksi Jalan)* Jalan merupakan sarana pokok dalam transportasi darat, oleh sebab itu kita perlu mengenal jalan secara mendalam baik secara teknologi maupun ekonomi dan manfaatnya. Dibawah ini akan kami usulkan kepada Pemerintah Kabupaten, Propinsi maupun Pusat suatu inovasi yang dapat meminimalisirkan biaya dan memenuhi standard teknologi sehinga pembangunan jalan di Indonesia ini makin pesat yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebelum kita mengkaji inovasi tersebut sebaiknya kita kenali dulu jalan berdasarkan : 1. Struktur dari jalan itu sendiri yang terdiri dari 2 bagian yaitu : *a. **Bagian Badan Jalan * Perencanaan badan jalan ini sangat menentukan kenyamanan dari pemakai Jalan itu karena ditentukan oleh perencanaan horizontal alinyemen dan vertical alinyemen dimana jalan tersebut lurus atau menikung atau menurun maupun mendaki, selain itu apakah tanah dasarnya perlu digali atau ditimbun sangat tergantung dari perencanaan jalan itu sendiri dimana badan jalan sering disebut lapisan sub grade. *b. **Bagian Konstruksi Jalan ( Perkerasan Jalan). * Perencanaan konstruksi perkerasan jalan sangat tergantung dari bahan perkerasannya yang kita kenal andalan konstruksi perkerasan flexible atau perkerasan rigid atau kaku, Konstruksi perkerasan ini secara umum dapat dibagi dalam beberapa lapis yaitu : - lapisan pondasi dasar ( Sub base ) - lapisan pondasi atas ( Base ) - lapisan pondasi permukaan atas Aus ( Surface ) apabila konstruksi perkerasan sudah ada dan memerlukan peningkatan tebal maka antara permukaan lapisan atas ( Aus ) diberi satu lapisan yang diberi nama lapisan perata atau pengikat disebut leveling chose atau binder chose. 2. Kelas Jalan menurut fungsinya : Kelas jalan secara fungsi lalu lintasnya oleh pemerintah ditentukan berdasarkan kemampuan menahan beban dan jumlah lalu lintas dahulu diberi kelas I, II, IIIa dan IIIb, namun sekarang kita banyak mengenal kelas jalan yaitu : - Jalan Utama - Jalan Skunder - Jalan Kolektor - Jalan Penghubung / Produksi 3. Kelas Jalan menurut pembangunan, pengelolaan serta pemeliharaannya adalah: - Jalan Tol - Jalan Negara - Jalan Propinsi - Jalan Kabupaten - Jalan Perkebutan / Pertambangan Untuk membangun jalan baik jalan Tol, Negara, Propinsi, Kabupaten, Perkebunan dan pertambangan sudah semestinya disesuaikan dengan dana yang ada atau Anggaran Pendapatan Daerah atau persediaan dana perusahaan mengingat pembangunan jalan merupakan investasi yang cukup besar dan sudah barang tentu harus dikaji melalui kelayakan pembangunan usaha perkebunan atau pertambangan itu sendiri, sehingga dalam pembangunan jalan harus dipertimbangkan dengan 2 perinsip yaitu : 1. Konstruksi harus mampu mendukung beban berat dan trafik yang padat dan harus mampu mengatasi kendala atau hambatan di musim penghujan. 2. biaya semurah � murahnya dan harus mampu mendukung transportasi produksi kebun atau tambang untuk mengirim hasil kebun atau tambang dari tempat panen atau penggalian ke pabrik dan atau dari pabrik ketempat pemasaran. Dari kedua hal tersebut diataslah maka kami mengusulkan adanya inovasi baru dalam lapisan perkerasan ini yang memenuhi standard teknologi dan kemudahan dalam pelaksanaannya serta murah biayanya dan dapat memakai bahan material yang ada disekitar lokasi dengan mencampurnya dengan suatu bahan additive tertentu yang kita sebut stabilisasi. Dalam inovasi ini kami mengusulkan macam - macam bahan additive untuk lapisan � lapisan tersebut : 1. lapisan badan jalan ( Sub Grade ) kita beri bahan additive berupa semen, coral jagung, pasir , serta bahan kimia tertentu. 2. lapisan sub base kita beri bahan additive berupa semen, pasir, koral jagung, tanah laterit yang dicampur dengan bahan kimia tertentu. 3. lapisan base kita beri bahan additive berupa semen, pasir, koral jagung, tanah laterit dan bahan kimia tertentu dengan campuran yang kental. 4. lapisan surface atau permukaan kita beri perkerasan berupa perkerasan san silt. Dari keempat inovasi inilah kita kaitkan jalan yang akan dibangun baik jalan perkebunan/pertambangan, dan kabupaten yang lapisan 1,2 dan 3 dijadikan satu dan ditambah dengan lapisan ke 4. sedangkan untuk jalan Propinsai atau Negara perlu dibagi dalam 3 lapisan yaitu lapisan 1 dan 2 menjadi satu, kemudian lapisan 3 dan 4 dimana untuk lapisan ke 4 ini dapat dikembangkan lagi menjadi lapisan kaku ( rigid ) tergantung dari kepadatan trafik dan berat beban yang akan melaluinya. Untuk pelaksanaan konstruksi ini kami selaku Aplikator dan telah memiliki hasil � hasil uji coba di Laboratorium PUSLITBANG Jalan di bandung yang telah memakai bahan kimia berupa : 1. Road Packer 2. Polycom 3. Conaid 4. Matos Terima kasih atas kerjasamanya dan semoga kita bisa membuat Indonesia lebih hijau. Hormat saya Zeinvi LW 08567855402 |
![]() |
|
|