FAQ |
Calendar |
![]() |
|
Motor Wadah berkumpulnya pecinta, hobby, pemilik Motor. |
![]() |
|
Thread Tools |
#1
|
||||
|
||||
![]() ![]() Niatan awal Johan Purnomo meminang Honda Scoopy terbaru warna classic white adalah untuk dimodifikasi. "Sengaja pilih putih agar tidak repot ganti warna di STNK," ujar komandan bengkel Nagamas, spesialis krom di kawasan Pademangan, Jakut. ![]() Tujuan modifikasinya supaya beda dan harmonis dengan tema santai. "Penginnya pakai warna kombinasi putih-ijo," ujar pria berbadan subur ini yang menjadikan skutik retro Honda ini sebagai proyek modifikasi motornya yang ketiga. Sasaran ubahan sengaja menjauhi ekstrem. Karena nantinya skutik ini akan dipakai oleh Yuni, kekasihnya untuk aktivitas sehari-hari di Sunter, Jakut. Untuk realisasinya, ditemui Tomi Gunawan, maestro airbrush otomotif yang secara kebetulan baru saja menyelesaikan proyek modifikasi mobil Honda Freed dengan tema Go Green. Johan dan Yuni pun setuju menerima tawaran untuk mengaplikasi motif tema lingkungan yang sama dengan mobil milik Tomi. Eksekusi pun segera dilakukan. Seluruh bodi resmi masuk 'ruang bedah' Tomi untuk ganti kulit dengan metode full airbrush selama beberapa hari saja. ![]() "Karena intinya hanya memindahkan motif yang sudah ada di bodi Freed ke bodi gembung Scoopy," ujar Tomi yang buka workshop di kawasan Tanjung Duren, Jakbar. Jok pun turut berganti tekstur dan motif menyesuaikan bodi yang juga digarap menggunakan metode airbrush, lalu diberikan pelapis berbahan plastik. Target pengerjaan berikutnya yakni mencari dan mempadu-padankan aksesori sembari menunggu pengerjaan airbrush. Masih terbatasnya aksesori khusus Scoopy, Johan bergegas memburu hingga ke Negeri Gajah Putih dan menentengnya langsung ke Tanah Air. Daftar oleh-olehnya meliputi windshield, topi lampu sen, ring stop lamp, topi head lamp dan ring spidometer yang semuanya berlabel Honda Thailand asli. Tak tanggung, paket pelek khusus Scoopy ikutan diboyong. "Di sini (Indonesia) belum ada yang jual pelek aftermarket khusus Scoopy," keluh Johan sembari menyebut pelek bermerek Yoko Serio SR 10 diameter 12 inci dengan ukuran 2.15-12 di depan dan 2.50-12 di belakang. ![]() Keduanya dibalut ban Swallow ukuran 90/90-12 di depan dan 120/70-12 di belakang. Pemasangannya tidak ada kendala berarti karena memang khusus diperuntukkan bagi skutik berbasis Honda Beat ini. Awalnya piringan cakram masuk daftar penggantian. Namun urung dilaksanakan lantaran khawatir terbentur kepala babi akibat dimensi pelek yang menyusut. Sementara sokbreker depan masih mumpuni mengandalkan aslinya, sokbreker belakang sudah menggamit produk YSS khusus Scoopy beserta pemasangan jalu as roda merek Yoshimura. ![]() Kendala lainnya yakni sulit mencari aksesori pelengkap yang berwarna hijau. Jadi beberapa peranti aslinya rela dilabur kelir hijau anodize. Perangkat lainnya turut digarap sendiri termasuk lantai dek dari pelat bordes custom yang dicelup krom dan beberapa peranti standar yang juga kena sentuhan krom. Soal tenaga mesin yang banyak dikeluhkan boyo, tidak disentuh sama sekali. "Knalpot masih standar, soalnya kalau ganti racing kebanyakan bentuk yang ada engga matching sama tema klasik dan go green," tutup Johan sambil membonceng Yuni. Lho kok, engga jadi dipakai pacar?? Hehe SUMBER Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan pengunjung Btw, ![]() ![]() ![]() DiRATE ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() Terkait:
|
![]() |
|
|