Ceriwis  

Go Back   Ceriwis > HOBI > Travel, Wisata, Liburan

Travel, Wisata, Liburan Suka jalan-jalan dan traveling ke berbagai mancanegara? yuk sharing dan berbagi tips disini

Reply
 
Thread Tools
  #1  
Old 3rd October 2012
Terdampar's Avatar
Terdampar Terdampar is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2012
Posts: 399
Rep Power: 14
Terdampar mempunyai hidup yang Normal
Default FR : Perjalanan ke Bima NTB bagian keempat





Hari terakhir di Bima, kembali bernostalgia. mengumpulkan kenangan masa lalu yang berserak di pikiran. Semakin bersyukur, bahwa di tengah keterbatasan yang ane miliki saat ini, saya jauh lebih beruntung ketimbang mereka.



Selasa, 27 September 2011 merupakan hari terakhir dari perjalanan mudik ke Bima. Meminjam motor sepupu, ane sama suami bersiap-siap mengajak keliling kota Bima.Sebelum berkeliling dan menapaki jejak masa lalu, kami mampir di Pasar dekat Pusat Jajan Kota Bima. Tujuannya sarapan. Menu pilihannya adalah Sate dan Gule kambing. Jadi ini satu paket, harganya 15 ribu rupiah satu porsi. Selain itu mencoba Jalakote alias Pastel yang ada di depan Hokkymart.







Setelah kenyang dengan sarapannya, tujuan pertama adalah Pelabuhan Bima. Arusnya sedang besar, sehingga agak ngeri juga melihatnya. Apalagi kalau sampai ke tengahnya, kebayang deh dengan naik kapal yang kecil begitu. Kapal-kapal itu menghubungkan kota Bima dengan pulau-pulau kecil sekitarnya.





Dari pelabuhan Bima, suami ane mengajak bernostalgia ke tempat mainnya saat kecil dahulu, Pantai Ule. Suami berkisah, dari rumahnya di tengah kota ke Pantai Ule, bersama teman-temannya bersepeda. Tapi, ane yang dibonceng motor langsung menghela nafas. Jauh banget, mana jalanannya jelek, dan cuacanya amat sangat panas. Hingga melewati jalanan yang terjal, tak kunjung menemukan bibir pantai. Yang tambah bikin miris adalah banyak banget sampah di pinggir jurang ini.







Dari Pantai Ule yang ngga ketahuan dimana bibir pantainya, Suami ane berinisiatif mengajak ke Terminal Bima. Yup, ane sama suami senang mengabadikan foto yang human interest. Pukul satu siang di Terminal Bima cukup lengang. Karena hanya bus-bus antar kecamatan saja yang singgah. Sementara bus malam mulai memadati terminal Bima setelah pukul enam sore. Dan pukul enam sore merupakan jadwal terakhir keberangkatan bus ke Wera, Sape, dan ke kecamatan manapun.



Selain takjub dengan tulisan yang menghiasi badan bus, ane juga takjub dengan bawaan di bus. Ya, ada bus yang mengangkut lemari, dan sepeda anak-anak yang jumlahnya cukup banyak.



Dari terminal Bima, tujuan selanjutnya adalah Pantai Lawata, yang sebenarnya tidak jauh dari tempat kami menginap di Sambinae. Pantai Lawata adalah satu-satunya pantai di Bima yang masuknya bayar, seribu rupiah saja!!! Ketimbang pantai lain, Lawata lebih terawat. Sayangnya, fasilitas penginapan rusak mungkin karena tidak ada yang berkunjung. Makanya, saya sempat mikir bagaimana kalau Visit Mataram Sumbawa 2012 ya? butuh banyak perbaikan nih tempat wisatanya. Di pantai Lawata, suami ane mengajak berkeliling. Secara Lawata adalah tempat yang selalu dikunjungi saat pembagian raport saat masih sekolah di Bima. jadi kebayang deh bagaimana penuhnya saat pembagian raport. Ombak di Lawata cenderung tenang. Di Bima, ada makanan khas yang terbuat dari sagu dan dicampur daging. Namanya Salome. Harganya? 500 perak saja!!! Murah meriah. Berbeda dengan di Bali, di Bima mengunjungi pantai adalah wisata yang murah meriah. Di sekitar pantai ada gazebo dan gratissss. Ngga perlu bayar apalagi pesan makanan minuman, secara adanya juga jualan yang sederhana aja gan.







Masalah penginapan di Bima saya melihatnya memang banyak yang kurang layak. Yang di daerah kota yang menurut ane lumayan hanya Lila Graha, dan di pinggir Kalaki Beach itu ada penginapan baru, namanya Kalaki beach Resort.



Perjalanan kami di Bima berakhir hari itu, malamnya naik bus ke Mataram. Tiketnya 150 ribu per orang. Berkat saran seorang saudara kami memilih naik Surya Kencana yang katanya busnya baru, ternyata pas kebagian yang bus lama. Alhasil, baru setengah jam keluar terminal, busnya mogok. Hampir tiga jam menunggu bus pengganti, akhirnya telat sampai di Mataram, yang biasanya sampai di terminal mandalika paling lambat jam delapan pagi, eh ini baru sampai sekitar jam 12 siang. Untungnya supir busnya baik, dan mengemudi dengan sangat hati-hati. Amat sangat tidak mudah untuk mengemudikan kendaraan dari Bima ke Mataram, apalagi saat melewati Nanga Tumpu, yang sebelahnya jurang dan sebelahnya bukit. Butuh kesabaran ekstra. Perjalanan di Bima berakhir dan perjalanan ane dilanjutkan ke Mataram.

</div>
Reply With Quote
Reply


Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off


Terkait
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
McDonald�s Tahun Ini Jadi Bagian Sejarah Perjalanan Glass Coke matsomplak Disturbing Pictures 1 27th September 2013 08:28 PM
FR : Perjalanan ke Bima NTB bagian ketiga Terdampar Travel, Wisata, Liburan 0 3rd October 2012 10:21 AM
FR : Perjalanan ke Bima NTB bagian ke dua Terdampar Travel, Wisata, Liburan 0 3rd October 2012 10:21 AM
Perjalanan ke Bima, NTB Bagian 1 Terdampar Travel, Wisata, Liburan 0 3rd October 2012 10:19 AM
JUAL Rumah kota legenda Dukuh Bima - Cluster Bima Buana dewadagang Rumah 0 19th September 2012 01:56 AM

 


All times are GMT +7. The time now is 10:18 AM.