Ceriwis  

Go Back   Ceriwis > DISKUSI > News > Nasional

Nasional Berita dalam negeri, informasi terupdate bisa kamu temukan disini

Reply
 
Thread Tools
  #1  
Old 24th January 2011
undercover's Avatar
undercover undercover is offline
Member
 
Join Date: Dec 2010
Posts: 98
Rep Power: 0
undercover is Ceriwis Prophetundercover is Ceriwis Prophetundercover is Ceriwis Prophetundercover is Ceriwis Prophetundercover is Ceriwis Prophetundercover is Ceriwis Prophetundercover is Ceriwis Prophetundercover is Ceriwis Prophetundercover is Ceriwis Prophetundercover is Ceriwis Prophetundercover is Ceriwis Prophet
Default Pendangkalan Pelabuhan Kian Mengkhawatirkan


Aktifitas Bongkar peti kemas di pelabuhan Indonesia (PELINDO II) Tanjung Priuk. TEMPO/Dinul Mubarok


TEMPO Interaktif, Jakarta - Sejumlah pelabuhan di Indonesia mengalami pendangkalan. Yang paling parah terjadi di Bengkulu dan Kalimantan Tengah. "Lama tidak dikeruk," kata Djarwo Surjanto, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, saat rapat dengar pendapat bersama Komisi Perhubungan, Perindustrian, dan BUMN Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Senin (24/01).

Dari 43 pelabuhan di wilayah Pelindo III, sebelas di antaranya mengalami pendangkalan. Salah satu pendangkalan terparah terjadi di Pelabuhan Kumai Kalimantan Tengah. Pelabuhan tersebut tidak mengalami pengerukan sejak 2001. Pendangkalan cukup parah juga terjadi di pelabuhan di Bengkulu.

"Pelindo berkali-kali meminta kepada pemerintah agar melakukan pengerukan, tapi tak pernah dipenuhi," ujar Direktur Pelindo II, RJ Lino. Selama ini saat pengerukan hasil kerukan dibuang kembali ke laut. Fakta ini menyebabkan kembali terjadi pendangkalan dengan cepat. "Pengerukan pun tak pernah dikerjakan dengan benar."

Pendangkalan pelabuhan menyebabkan kapal terhambat. Sehingga aktivitas bongkar muat barang dan lalu lintas ekonomi terganggu. Kondisi pelabuhan di bawah Pelindo I dan IV berbeda. Pendangkalan tak terjadi karena Pelindo berinisiatif melakukan pengerukan sendiri. "Kalau kami meminta ke pemerintah, itu butuh waktu lama," kata Harry Susanto, Dirut Pelindo I.

Alfred Natsir, Dirut Pelindo IV, mengatakan sebagian besar pelabuhan di Indonesia Timur bersifat alami. Sehingga pelabuhan tak bermasalah dengan pendangkalan. Sebanyak 22 pelabuhan di bawah Pelindo IV, 18 di antaranya pelabuhan alami. Sisanya pelabuhan artifisial yang tidak mengalami pendangkalan parah.

Sesuai aturan pengerukan seharusnya dilakukan oleh pemerintah. Di wilayah Pelindo II, misalnya, pengerukan perlu dilakukan 600 ribu kubik saban tahun. "Seharusnya 2-3 tiga tahun sekali," ujarnya. Mengenai biaya pengerukan, Pelindo tak mengetahuinya. "Itu pemerintah yang tahu," jelasnya.

Pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil apa pun. Komisi BUMN tidak dapat mengambil kesimpulan karena Kementerian Perhubungan tidak hadir. "Pertemuan ini kami tunda untuk menghadirkan Direktur Jenderal Perhubungan Laut," kata Erlangga Hartarto, Ketua Komisi BUMN DPR.


Reply With Quote
Reply


Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off


Terkait
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Kondisi Olga Syahputra Mengkhawatirkan Gusnan News 0 2nd August 2013 07:58 AM
WHO: Radiasi pada Makanan Mengkhawatirkan Mengkhawatirkan atheis Internasional 7 24th March 2011 04:17 PM
Lahar Dingin Merapi Belum Mengkhawatirkan News & Info News 4 10th March 2011 04:47 PM
~X~ Firman Membaik, El Loco Mengkhawatirkan ~X~ alcoholic Nasional 1 24th December 2010 11:50 AM

 


All times are GMT +7. The time now is 03:34 PM.