| FAQ |
| Calendar |
|
#1
|
||||
|
||||
|
<div id="post_message_459469574">
Kondisi Barang : Baru Harga : Lokasi Seller : Banten Description : Bismillah... mohon dicermati dulu gan... <div style="margin:20px; margin-top:5px"> [/spoiler][spoiler=open this] for Penjelasan & Manfaat YEIS: <div class="alt2" style="margin: 0px; padding: 6px; border: 1px inset;"> <div style="display: none;"> Tulisan dibawah ini saya dedikasikan kepada para Motorist Indonesia untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman dalam pemahaman tentang YEIS. Banyak motorist yang menghabiskan banya uangnya untuk "guessing" perihal penggunaan YEIS dan Intake chamber. Bukti dan dokumentasi dari tulisan dibawah dapat anda cari pada SAE (Society of Automotive Engineering, Inc.) YEIS atau Yamaha Energy Induction System adalah alat tambahan dalam sistem pemasukan yang originalnya didesain untuk meningkatkan efisiensi pada mesin2 2 langkah. Teknologi ini bukan hal baru dan merupakan trend pada tahun 80an. Hampir semua produsen motor 2 langkah seperti Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, Aprilia, KTM dll menjadikan sistem ini sebagai standar mereka. Namanya pun beragam tergantung produsen yang menggunakannya. Diluar negeri teknologi ini lebih dikenal dengan nama "Boost Bottle", intake chamber, atau "Hemholtz Chamber". Secara umum dikalangan tuner internasional teknologi ini umum disebut dengan nama intake chamber (IC). SETAHU SAYA produsen pertama yang mempublikasikan secara mendetil tentang penelitian mereka tentang IC ini adalah YAMAHA, hal ini dapat dilihat pada SAE Papers no. 810923 - Modification of Two Stroke Intake System for Improvements of Fuel Consumption and Performance through the Yamaha Energy Induction System (YEIS), by Noriyuki Hata, Takeo Fujita, dan Noritaka Matsuo - Yamaha Motor Co., Ltd. Pada mesin 4 langkah non turbo dan supercharger VE berkisar antara 60-75% untuk kendaraan produksi dan mendekati 90% untuk mesin balap (kondisi statik, pada daerah putaran mesin tertentu saja). Jadi dengan VE 60% suatu mesin dengan volume 100cc hanya mampu membakar 60cc campuran gas & bahan bakar. Menurut data dari Eric Gorr, mesin2 GP125 umumnya mencapai VE sampai 144%, yang berarti mereka membakar 180cc dengan kapasitas silinder hanya 125cc saja! Pada saat VE maksimum, konsumsi BBM mesinpun menurun berdasarkan perhitungan BSFC tentunya! BSFC = Brake Specific Fuel Consumption, artinya berapa banyak tenaga yang bisa dihasilkan suatu mesin per satuan bahan bakar yang dikonsumsinya. Oleh karena itu para pembuat motor meningkatkan desain knalpot untuk mendapatkan tenaga yang semakin baik dan efisien. Tapi sayangnya kondisi ini tidak gratis. Knalpot yang dirancang untuk bekerja efisien di putaran tertentu cenderung membuat pengoperasian diputaran lainnya menjadi tidak efisien. Singkat kata demi mendapatkan mesin yang mampu beroperasi dengan efisien di putaran tertentu, produsen selama ini terpaksa berkompromi pada putaran mesin lainya. Dalam istilah Yamaha kondisi ini disebut dengan "through of torque" (TOT). Pada kondisi ini tenaga mesin menurun, konsumsi bahan bakar dan tingkat rideability motor pun menurun. Penggunaan IC atau YEIS ternyata mampu mengurangi kerugian dari desain knalpot yang baik. Dengan cara ini maka daerah pengoperasian efisien dari suatu mesin meluas. Misal sebelumnya motor mulai bertenaga mulai dari putaran 5000rpm - 8000rpm, kini dapat menjadi 3000rpm - 8000rpm. Cara paling mudah untuk mengetahui pada putaran mesn berapa mesin mengalami TOT adalah dengan membuka saringan udara dan melihat kapan karburator memuntahkan kabut tipis kearah luar. Kabut tipis ini akan mengacaukan pembakaran karena mesin akan mendapatkan campuran bahan bakar yang terlalu kaya (kebanyakan bensin). Kabut bensin tipis ini terjadi karena pulsa gelombang knalpot yang kembali ke mesin sebelum waktunya, mambuat bahan bakar yang masuk termuntahkan keluar lagi melalui karburator. Pada saat pulsa ini melewati venturi karburator dia selalu mengangkat bensin dari dalam mangkuk karburator karena sifat venturi karburator itu sendiri. Jika kita mengurangi pasokan bensin pada putaran tersebut maka solusi masih belum terjawab arena pada kondisi beban penuh mesin malah akan kekurangan bensin. Mirip buah simalakama. Motor yang diset enak untuk pemakaian ringan tidak memiliki settingan sama dengan mesin yang enak dipakai berakselerasi. Yamaha menemukan bahwa kondisi "through of torque" terjadi pada kondisi: - Beban ringan - Pembukaan gas kecil |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| 3 Jam Bisa hypnotis Jaminan Uang Kembali 100% * | Service lainnya | |||
| Parfum murah original 100% dg jaminan uang kembali!!! | Pria | |||
| Sepatu ROCKPORT ORIGINAl Jaminan Uang kembali | Sepatu, Sendal & Footwear | |||
| Parfum Original,Jaminan 100% Uang Kembali | Face & Body Care | |||
| MAC Eyeshadow, MAC Blush-On, ASLI!! JAMINAN UANG KEMBALI ! | Face & Body Care | |||