Ceriwis  

Go Back   Ceriwis > DISKUSI > News > Nasional

Nasional Berita dalam negeri, informasi terupdate bisa kamu temukan disini

Reply
 
Thread Tools
  #1  
Old 21st December 2010
blueparadise's Avatar
blueparadise blueparadise is offline
Super Moderator
 
Join Date: Jun 2010
Posts: 5,258
Rep Power: 115
blueparadise has disabled reputation
Default Ngotot Pakai Pasal Gratifikasi di Kasus Gayus, Polri Dinilai Mengada-ada



Jakarta - Banyak pihak telah menyatakan tersangka kasus mafia pajak, Gayus Tambunan, layak dijerat pasal penyuapan terkait uang Rp 28 Miliar yang diperolehnya. Namun Polri bersikeras menjerat Gayus hanya dengan pasal gratifikasi.

Tindakan kepolisian tersebut dianggap hanya untuk mencari-cari alasan saja. "Polisi mengada-ada itu. Polisi kita jago cuma tergantung niat," ujar pengamat hukum dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Eddie OS Hiariej, kepada detikcom, Selasa (21/12/2010).

Polri sebelumnya mengatakan tidak bisa mengenakan pasal gratifikasi karena tidak bisa menemukan bukti pihak pemberi suap.

Eddie mencontohkan, polisi Indonesia mampu bekerjasama dengan kepolisian Malaysia untuk menangkap tersangka teroris yang lari ke Negeri Jiran tersebut. Hal tersebut menunjukkan kalau polisi Indonesia mampu mengungkap berbagai kejahatan.

"Tersangka teroris di Malaysia saja bisa ditangkap. Ini bukan karena dia (polisi) tidak bisa menemukan pemberi suap, tapi dia memang tidak mau aja, polisi kita hebat-hebat kok," kata Eddie.

Eddie menambahkan, pasal gratifikasi yang dikenakan kepada Gayus tidaklah tepat karena hanya bisa menjerat Gayus seorang. Sedangkan pemberi suap tidak bisa. Menurut Eddie, Gayus dapat dengan jelas dikenakan pasal suap seperti kasus yang menjerat mantan jaksa Urip dan Artalyta Suryani.

"Gayus bisa dikenakan pasal 12 UU Tipikor seperti kasus Jaksa Urip dan pemberi suap bisa dikenakan pasal 5 seperti Artalyta," jelasnya.

Sebelumnya, Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) M Amari mengatakan ada unsur penyuapan dalam kasus Gayus. Begitu pula majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam amar putusan untuk terpidana Andi Kosasih menyebut kalau Gayus menerima suap.

"Majelis hakim yakin bahwa uang Gayus yang diakui sebagai milik terdakwa merupakan gratifikasi suap. Karena tidak mungkin pegawai pajak golongan III A dengan gaji Rp 8 juta memiliki uang tersebut," kata salah seorang majelis hakim, Aksir saat memvonis Andi Kosasih di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta, Senin (20/12/2010).


__________________



Reply With Quote
  #2  
Old 21st December 2010
GhostRider's Avatar
GhostRider GhostRider is offline
Member
 
Join Date: Dec 2010
Posts: 79
Rep Power: 0
GhostRider mempunyai hidup yang Normal
Default

ndan, krn gw ga paham ttg gratifikasi, gw cari.
klo boleh, nambahin dan klo salah tolong dikasitau dan klo ga berkenan, ini akan dihapus. thanks,ndan!
Quote:
Definisi Gratifikasi UU No.20 Tahun 2001
Quote:
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Penjelasan Pasal 12 B ayat (1) gratifikasi adalah, pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang rabat (diskon), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya.

Dasar Hukum

Pasal 12 B ayat (1)
"Setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya, dengan ketentuan sebagai berikut:

a. yang nilainya Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) atau lebih, pembuktian bahwa gratifikasi tersebut bukan merupakan suap dilakukan oleh penerima gratifikasi;

b. yang nilainya kurang dari Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah), pembuktian bahwa gratifikasi tersebut suap dilakukan oleh penuntut
umum."

Pasal 12 C Ayat (1)
"Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 B ayat (1) tidak berlaku, jika penerima melaporkan gratifikasi yang diterimanya kepada Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi."

Pasal 12 C Ayat (2)
"Penyampaian laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib dilakukan oleh penerima gratifikasi paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal gratifikasi tersebut diterima."
Sanksi

Pasal 12 B Ayat (2)

"Pidana bagi pegawai negeri atau penyelenggara negara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)."
Spoiler for sumber:
tangerangnews

Last edited by Ghost_Rider; 21st December 2010 at 06:38 PM.
Reply With Quote
  #3  
Old 22nd December 2010
alien's Avatar
alien alien is offline
Newbie
 
Join Date: Nov 2010
Posts: 29
Rep Power: 0
alien is Ceriwis Prophetalien is Ceriwis Prophetalien is Ceriwis Prophetalien is Ceriwis Prophetalien is Ceriwis Prophetalien is Ceriwis Prophetalien is Ceriwis Prophetalien is Ceriwis Prophetalien is Ceriwis Prophetalien is Ceriwis Prophetalien is Ceriwis Prophet
Default

gkda selesai2nya ya nie kasus.....
Reply With Quote
Reply


Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off


Terkait
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Ngotot Lanjutkan Kasus Novel, Polri Dinilai Mbalelo Perintah SBY blue paradise Nasional 2 11th October 2012 07:45 PM
Mabes Polri Paparkan Kasus Gayus Besok atheis Nasional 1 22nd March 2011 06:43 AM
Buyung Kecewa Polri Jerat Gayus dengan Gratifikasi atheis Nasional 1 25th January 2011 05:49 AM
ICW: Presiden Perlu Ultimatum Polri Soal Kasus Gayus antituhan Nasional 1 9th January 2011 04:47 AM
Mabes Polri Periksa Jaksa Kasus Gayus aris Nasional 0 11th June 2010 10:03 AM

 


All times are GMT +7. The time now is 08:37 AM.