| FAQ |
| Calendar |
|
|||||||
| Lounge Berita atau artikel yang unik, aneh, dan menambah wawasan semuanya ada disini dan bisa dishare disini. |
![]() |
|
|
Thread Tools |
|
#1
|
||||
|
||||
|
Kalo kata orang jawa, saiki jaman'e, jaman edan. Jadi daripada ane ikut-ikutan edan (atau emang udah edan ya?), mending ane mencoba utak-atik peluang Indonesia untuk keluar dari zona edan.
![]() Mungkin pemikiran ane ini merupakan bentuk representasi dari slogan 'the right man in the right place' (wong edan di jaman edan), karena terkesan percaya Ramalan atau memiliki impian yang terlalu muluk. Tapi ya udahlah, setidaknya ane masih dilindungi Pasal 28 UUD 1945. Kali ini ane mw mengeluarkan pemikiran ane ttg nasib Bangsa ini, dgn mengaitkan apa yang ane baca, dengar, sampai analisis dari ramalan Jayabaya, Suku Maya, sampai Bunda Maria. Suku Maya [/spoiler] Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
Setelah (sok) menyimpulkan Ramalan Suku Maya dan Bunda Maria bahwa akan terjadi sesuatu yang gokil namun tidak memusnahkan dunia secara utuh. ane mengaitkan kedua hal diatas dengan Ramalan dari peramal terkenal sepanjang sejarah Indonesia, yaitu Jayabaya. Seorang Raja bernama Prabu Jayabaya menuliskan ramalan ttg Nusantara dimasa depan. Ramalan JayaBaya adalah ramalan dlm tradisi Jawa, atau ane lebih suka menyebutnya dalam persepktif jawa, yg dilestarikan oleh orang-orang jawa yg percaya dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejawaan. Mungkin inilah yang kita disebut 'Kejawen', dan mungkin salah satu public figure yang kita kenal menganut kejawen adalah Permadi. Ane sendiri ga mudeng baca ramalan Jayabaya, karena yang ane liat-liat di beberap web, ramalannya menggunakan bahasa jawa. Tapi kalo ane baca atau denger dari beberapa sumber, Indonesia saat ini memasuki tahap Akhir Ramalan Jayabaya. Salah satu yang paling terkenal dalam ramalan jayabaya adalah kata 'NOTO NOGORO' atau dalam bahasa Indonesia adalah Nata Negara. Ternyata selain bermakna menata negara, Kata 'Noto nogoro' bila kita penggal di setiap suku kata, akan menampilkan nama-nama Presiden Indonesia. NOTO NOGORO. 'No' yang pertama adalah Soekarno, 'To' untuk Soeharto, kemudian 'No' yang kedua adalah (Susilo Bambang) Yudoyono. lalu yang jadi pertanyaan, untuk penggalan berikutnya menyebutkan siapa ? Dulu waktu gue SMA, gue merasa 'GORO' yang dimaksud adalah Anggoro.haha. Oke nama ane Anggara, tapi orang-orang dijawa, lebih suka memanggil gue Anggoro. Mungkin inilah yang menyebabkan gue kepingin jadi orang nomor satu di Indonesia. Namun seiring berjalannya waktu, ternyata dari yang gue baca selama ini, Goro disini lebih tepat disebut goro-goro atau bencana. Jadi dalam ramalan Jayabaya tersebut, setelah masa pemerintahan SBY ini, akan terjadi suatu bencana, sekaligus menjadi tanda terakhir bahwa Nusantara akan kembali Jaya dan diakui dunia. Artinya pemilu 2014 akan ricuh ? entahlah. Kita lihat aja nanti. Bagaimana dengan Habibie, Megawati dan Gusdur ? kok tidak ada nama mereka di Noto Nogoro ? mungkin karena mereka tidak bisa menyelesaikan masa bakti sebagai Presiden secara utuh, sehingga namanya tidak termasuk. Lagipula dipisahhnya dua kata Noto dan Nogoro sendiri sudah mencerminkan hal tersebut. Masa Jabatan Noto (soekarno-Soeharto) diselingi oleh Habibie, Mega, dan Gusdur, baru kemudian muncul Nogoro (Yudoyono, kemudian Goro-goro). oleh Karena itu tulisan yang benar adalah 'Noto Nogoro' bukan 'Notonogoro'. ![]() Ane lanjutin dibawah ya gan </div> |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| Pengajaran Dasar Bunda Maria | Lounge | |||
| JUAL Patung Yesus dan Bunda Maria | Art Design | |||
| JUAL Batu bergambar Bunda Maria | Barang Antik | |||
| Seorang Pengusaha dan Bunda Maria | Katolik | |||
| Tentang Bunda Maria | Katolik | |||