FAQ |
Calendar |
![]() |
|
Lounge Berita atau artikel yang unik, aneh, dan menambah wawasan semuanya ada disini dan bisa dishare disini. |
![]() |
|
Thread Tools |
#1
|
||||
|
||||
![]()
Ane bukan pengarang buku ceritanya, tapi yang ngarang adalah RIZKY EKA SATYA, dialam rangka kesedihan dan memori indah yang kita ingin mengabadikan para korban. Semoga arwahnya bisa diterima di sisi kanannya. ================== ============== Judul Buku: Sukhoi Last Survivor Judul Chapter 1: 2 Hari sudah Ditulis oleh Rizky Eka Satya Jumat, 11 Mei 2012 "Pencarian hari ini dihentikan dikarenakan cuaca yang berkabut dan menghalangi pandangan Helikopter Tim Penyelamat" Suara dari Radio yang ku rakit tadi langsung membuatku Kecewa dan begitu juga orang-orang disekitarku. Sekarang sudah Jam 19.00 WIB, sudah 2 Hari kami terjebak di Tebing ini. Kami sudah mengumpulkan Makanan dan juga Air. Untunglah kami menemukan sebuah Mata Air yang tak jauh dari tempat kami Mendarat secara Darurat dikarenakan kami ditembak Rudal oleh sesuatu yang tak kami ketahui, entah oleh sebuah Pesawat, SAM (Surface-to-air missile), atau oleh RPG. "Hei! Deddy! sepertinya kita terlibat sebuah Konflik Rahasia..." ujar Seseorang yang datang dari gelapnya Malam. Ternyata Kolonel Budi "Sang Elang", Pembimbing dan Pengawas Pilot dan Co-Pilot kami yang sekarang sudah sekarat dan sedang dirawat Pramugari dan belum sadar selamaa 2 hari ini. "Aku memang sudah Tua, tapi aku masih bisa bertarung!" katanya kembali sambil mengokang Senjata Pistolnya G2Combat miliknya. Diantara kami memang Kolonel Budi yang paling tangguh, dia sudah pernah berperang di Timor-timor dan melawan GAM, OPM, dan Organisasi Pemberontakan lainnya. Dia mendapat julukan "Sang Elang" dikarenakan ketangguhannya dalam menggunakan Pesawat, dan meluncurkan Rudal. Bambang yang dari tadi hanya diam saja menatap Api Unggun, langsung beranjak dan menatap Mataku, raut wajahnya seakan-akan ia ingat akan sesuatu yang penting. "Apakah kalian tau? Gunung Salak merupakan Ekosistem Panthera Pardus?" ujar Bambang, raut wajahnya berubah menjadi Panik. "Panthera Pardus?" aku yang hanyalah seorang Wartawan Majalah hanya bisa kebingungan dengan nama latin yang ia sebutkan tadi. "Iya! Panthera Pardus! Macan Tutul!" Aku langsung terkejut mendengar ada Macam Tutul di Gunung tempat kami tersesat ini, Mungkinkah kami akan diterkam oleh Macan Tutul?" Diantara Penumpang Sukhoi SuperJet 100, hanya kami 11 orang saja yang selamat. Aku, Kolonel Budi, Bambang, Mazkewitz orang Rusia yang merupakan Pengawas Pesawat ini, Rani Wartawan sebuah Televisi Swasta, Fery yang kerja di sebuah Maskapai penerbangan, Shinta si Pramugari, dan 2 orang yang lain tiba-tiba saja menghilang dari Kemarin, mereka tampak aneh, menggunakan sebuah Kemeja Putih dan sama-sama berbadan besar. "Kita harus pergi dari sini sebelum terlambat!" kata Bambang yang sepertinya makin Panik. "Tapi bagaimana caranya? Hutan disini sangat rapat sehingga sangat sulit untuk berjalan, kita akan tersesat dan mati disini' kata Rani sang Wartawan muda, kelihatannya dia baru saja beberapa Bulan ini menjadi seorang Wartawan. "Kita tadi menemukan Mata Air, pasti sekarang kita sedang berada di Kawah Ratu, karena hanya di Kawah Ratulah terdapat Mata Air, kalau kita terus menuruni Gunung ini kemungkinan besar kita akan ke Jalur menuju Sukabumi..." kata Fery yang ternyata seorang Pendaki Amatir, Informasi yang ia berikan tadi menaikkan semangat kami untuk terus berusaha Selamat. "Kalau gitu kita harus cepat bersiap-siap!" kata Kolonel Budi sambil memasang Jaket Abu-abu TNI AU-nya. "Tapi bagaimana dengan mereka?" kata Shinta sambil menunjuk sang Pilot dan Co-Pilot yang sepertinya merupakan Orang Rusia. "Sepertinya kita harus meninggalkan mereka, setelah kita selamat. Kita tinggal panggil Helikopter untuk pergi menjeput mereka" ujar Kolonel Budi yang langsung disetujui oleh semuanya. "DOORRR!!" terdengar suara tembakan yang langsung mengenai Shinta tepat di Kepalanya. Kolonel Budi langsung berteriak "Pergi cepat kalian!!! cepat sembunyi!!" sambil menembakan Pistolnya yang dari tadi sudah di pegangnya. Tiba-tiba saja ada yang langsung mendekapku dari belakang, aku merasa Pusing... rasanya aku ingin tertidur... siapakah mereka? apa tujuan mereka? Selengkapnya: http://www.volpen.com/read/451/sukho...#rt=submission ================== ============== Untuk yang mau ikut kenangan ini, bab ke-2 nya agan bisa lanjutin. langsung klik "ajukan lanjutan" di halaman Volpen nya... Terkait:
|
![]() |
|
|