TEMPO.CO, Jakarta - Research In Motion dikabarkan sedang menjajaki kemungkinan untuk melego aset mereka, BlackBerry, ke sejumlah vendor telepon seluler cerdas. Salah satunya yang terkuat adalah Samsung.
Seperti dilaporkan situs teknologi Boy Genius Report, Rabu, 17 Januari 2012, perusahaan yang berbasis di Waterlo, Kanada, ini sedang dalam tahap pembicaraan untuk menjual lisensi perangkat lunak BlackBerry kepada vendor lain.
Mengutip sebuah sumber yang mengetahui proses negosiasi ini, RIM kemungkinan lebih memilih opsi untuk menjual satu divisi bisnis mereka ketimbang menjual seluruh perusahaan. Masih menurut sumber tersebut, Samsung dikabarkan tertarik dengan tawaran RIM tersebut.
Salah satu aset terbesar RIM adalah BlackBerry Messenger. Fitur inilah yang akan menjadi pembeda ponsel cerdas Samsung dengan ponsel-ponsel lainnya dalam ekosistem Android. Ini sama halnya dengan langkah HTC yang mengakuisisi fitur audio Beats dari Dr. Dre.
Co CEO RIM, Jim Balsillie, dilaporkan aktif melakukan pertemuan dengan sejumlah perusahaan yang berminat, baik sebagian atau keseluruhan dari aset RIM.
Untuk rencana ini, RIM dikabarkan mengajukan angka US$ 12-15 miliar atau sekitar $ 22,90-28,60 per lembar saham.
Menanggapi laporan ini, Samsung menyatakan tidak tertarik untuk melakukan pembelian langsung Research In Motion. Namun, dalam pernyataannya tersebut, seperti dikutip Reuters, Samsung tidak menjelaskan kemungkinan bahwa perusahaan Korea itu membeli peranti lunak RIM atau membeli sebagian aset RIM.
kalau pun mereka jual itu software BBM nya ke samsung, mungkin ga akan sesempurna BBM yang ada pada HP BB
ingat aja gan, seorang guru ga akan mengajarkan seluruh ilmunya kepada muridnya pasti ada satu atau dua jurus pamungkas yang dia simpan...apalagi ini bisnis gan, dan bisnis itu kejam...
mengenai isu RIM bangkrut, ane ga tau pasti, cuma ada pepatah yg mengatakan semakin tinggi suatu pohon, semakin kencang angin yang bertiup
Quote:
Originally Posted by qwoodboy
Di Indonesia, BB dianggap bukan sebagai smartphone bagi sebagian banyak orang, tapi BB dianggap lifestyle oleh mereka makanya kenapa BB laku keras di Indonesia. Andaikan masyarakat Indonesia yang penuh gengsi tau dan paham dari fungsi BB itu sendiri mungkin mereka akan membandingkannya dengan smartphone dari vendor lain (iPhone dan Android). Makanya kenapa Kedua vendor tersebut kurang diminati di Indonesia.
Di singapore sendiri, hampir semua orang memakai iPhone, sedangkan di beberapa negara asia lainnya android mendominasi.
Jika BB hanya mengandalkan fiturnya sendiri tanpa mengikuti market demand, ya pasti dia akan bangkrut, orang BB lebih handal dalam dunia per-email-an. sedangkan di fitur lain seperti applikasi dan multimedia gak sehebat iPhone dan android.
Ane sih berharap jika nantinya di beli samsung, fitur2 dalam BB bisa bertambah menarik, karena sampai hari ini pun saya masih memprioritaskan BB sebagai teman kerja saya.
Quote:
Originally Posted by pemburubarang
sebenernya ini malah menguntungkan bagi RIM bro
1. dia hanya menjual sebagian saham bukan semua perusahaan
2. jika bisa bekerjasama, otomatis RIM bisa copas teknologi SAMSUNG dan buat Blackberry jadi lebih canggih
itu menurut pendapat ane gan
Quote:
Originally Posted by pratama12
Iya gan, tadinya nama OSnya QNX yg ditanem di playbook.. Tapi sayangnya gak ada BBM' karna source codenya masih rumit buat masukin fitur BBM.. Nah skrng sih katanya udah bisa n ganti nama jadi OS BBX or OS 10. Tapi mw dikeluarin akhir tahun 2012 menurut ane sih klamaan keburu basi
Quote:
Originally Posted by rdr2
Katanya sih gan dengan menjual ke Vendor lain, ada keuntungannya juga buat RIM, memang RIM akan kehilangan pendapatan dari divisi hardwarenya, namun pendapatan Layanan BIS dan BES RIM bulanannya akan meningkat.
Misalnya ntar samsung pake Blackberry OS atau BBM ditanamkan di hp milik samsung, nah kan ntar butuh BIS atau BES, itu mungkin yang dikejar RIM
Quote:
Originally Posted by blakdo
.
gw sebagai salah satu user BB yang sangat kecewa dengan RIM.
menurut gw sih silahkan aja kalo mau dijual.
BBM juga menurut gw gak canggih2 amat.
1. Rajin bgt pending. Bedain kalo kita langsung pake jaringan GSM/EDGE/HSDPA untuk kirim2 teks (misalkan lewat software pihak ketiga), tanpa melalui jaringannya RIM dulu.
2. Fitur checklist, D, dan R ini menurut gw kok kayak pisau bermata dua yah. gak cocok bgt buat gw yg suka "males" balas SMS waktu jaman pake N*kia jadul gw.
3. Sebenarnya BB gak boros batere, tapi menurut gw kapasitas baterenya yg terlalu sedikit, gak cocok untuk 'smartphone' kayak BB dengan segala fitur yang 'always ON'.
4. Cukup deh. Pokoknya gw ga berasa BB itu istimewa.
[quote]
Originally Posted by ivanjovi
Baru wacana Gan..
RIM juga ngga sebodoh itu.., apalagi RIM sudah ngeluarin OS 10 untuk mengimbangi maju pesatnya android.
Saya kira kalopun dijual ngga berefek apa2 buat pengguna bb sekarang.
Sejelek2 nya adalah fasilitas bbm bisa dinikmati di OS lain selain Bb.
Jadi ngga perlu khawatir. Malah lebih baik kalo bbm bisa dinikmati lintas OS.
Nantinya pun OS 10 bisa mengakomodasi dari system operasi android yang open source.