Quote:
Originally Posted by zedleppelin
Huehuehuehuehue.....gimana cara penyelesaiannya yah. Masa iya kudu bikin jembatan layang bertingkat2

|
menambah jalan itu jelas bukan penyelesaian ndan. yang harus dibenahi (untuk negara-negara berkembang) adalah transportasi massal dan pola pikir masyarakatnya.
Quote:
Originally Posted by Mutiara
harus dibuatin jalur khusus pengendara sepeda 
|
ane sih nggak sama sekali nggak nyaranin hal ini ndan. untuk kota-kota seperti Washington DC memang bersepeda oke banget. tapi untuk kota-kota seperti Jakarta, Mexico City, Sao Paulo, Mumbai, Bangkok menurut ane malah agak bahaya.
ketika orang bersepeda, maka akan mengeluarkan energi lebih banyak. dalam keadaan demikian oksigen yang dibutuhkan juga lebih banyak sehingga seseorang akan menghirup lebih banyak udara. otomatis udara yang masuk ke paru-paru pasti lebih banyak.
coba bayangkan ndan, bila udara yang
polusinya sudah parah seperti kota-kota yang ane sebutin diatas itu terhirup lebih banyak. apa nggak fatal. coba sesekali kumendan rasain menghirup udara di jalanan jakarta pada siang hari, pasti sesek.
kalo sesekali mungkin efeknya kecil tapi kalo kontinyu tiap hari begitu. ane jamin, bukannya sehat tapi malah bisa banyak flek di paru-parunya. jadi ane sama sekali tidak menyarankan para kumendan untuk ikut olahraga berbahaya seperti itu.
Quote:
Originally Posted by anakharamnyamarbela
kok depok gak termasuk ya  padahal depok termasuk yang paling macet lho 
|
yang dimaksud
Jakarta itu adalah
Metropolitan Jakarta dimana kota-kota satelit di sekitarnya juga termasuk.
Quote:
Originally Posted by jegger12
oh itu2 ya gan makasih ndan kirain jakarta no 1 ternyata ada banyak juga ya 
|
enggak lah ndan ! banyak kota-kota lain yang juga macet. walaupun kemacetan di negara maju dan negara berkembang agak berbeda sifatnya. kemacetan di negara maju lebih teratur, sedangkan kemacetan di negara berkembang biasanya tidak teratur, jadi bukan karena kendaraannya terlalu banyak saja, tapi juga karena banyaknya pelanggaran yang seharusnya tidak dilakukan.
tapi kumendan jangan berkecil hati karena walaupun jakarta bukan nomer 1 dalam hal kemacetan tapi kombinasinya dengan hal-hal lain seperti misalnya pencapaian dalam hal kebersihan (atau ketidakbersihan), keamanan (atau ketidakamanan), kualitas hidup, dsb benar2 menempatkan jakarta sebagai kota yang layak ditinggali untuk orang yang suka penderitaan dan petualangan yang mendebarkan.