Ceriwis  

Go Back   Ceriwis > DISKUSI > News > Nasional

Nasional Berita dalam negeri, informasi terupdate bisa kamu temukan disini

Reply
 
Thread Tools
  #31  
Old 27th May 2011
j3ndiel's Avatar
j3ndiel j3ndiel is offline
Enthusiast
 
Join Date: Jul 2010
Location: PIC & LEV #55
Posts: 2,382
Rep Power: 33
j3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important person
Default Perburuan Juga Dilakukan di SULBAR

Perburuan Juga Dilakukan di SULBAR


Quote:
Quote:
MAJENE, KOMPAS.com - Perburuan dua dari empat pelaku penembakan yang menewaskan dua anggota polisi di bank BCA di Jalan Emmy Saelan, Palu, hingga siang ini (Jumat, 27/5/2011) terus berlanjut.



Perburuan tak hanya dilakukan di perbatasan Pasang Kayu dan Donggala, Palu. Pada jalur lintas Barat Sulawesi, sepanjang 450 kilometer, pun dilakukan penyisiran. Termasuk yang dilakukan secara serentak oleh Kepolisian Resor Majene, Mamuju dan Matra Sulawesi Barat.



Pengguna jalan yang melintas di jalur barat dari Palu harus melewati beberapa kali pemeriksaan. Kapolres Majene, AKBP Jamal Ahmad Yani mengantisipasi pelarian dua pelaku yang kini masih buron, melalui jalur lintas barat Sulawesi, yang termasuk wilayah hukum Majene.


"Kita perketat pemeriksaan di jalur ini untuk memastikan pelaku tidak lolos di jalur Barat Sulawesi dan Majene," ujar Kapolres
Spoiler for Sumber:



Reply With Quote
  #32  
Old 27th May 2011
MASVE's Avatar
MASVE MASVE is offline
Member Aktif
 
Join Date: May 2011
Location: word
Posts: 110
Rep Power: 0
MASVE mempunyai hidup yang Normal
Default

weeew...gitu ya...:tanya
Reply With Quote
  #33  
Old 27th May 2011
j3ndiel's Avatar
j3ndiel j3ndiel is offline
Enthusiast
 
Join Date: Jul 2010
Location: PIC & LEV #55
Posts: 2,382
Rep Power: 33
j3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important person
Default

Quote:
Originally Posted by MASVE View Post
weeew...gitu ya...:tanya
Menurut sumber dari berbagai media online memang seperti itu ndan...namun apakah ada motif asli dari semua ini blum ada yang tau kecuali pelaku dan orang yang dibelakang layar...
Reply With Quote
  #34  
Old 28th May 2011
dspecialwan's Avatar
dspecialwan dspecialwan is offline
Newbie
 
Join Date: Jun 2010
Location: Theatre of Dream
Posts: 46
Rep Power: 0
dspecialwan mempunyai hidup yang Normal
Default

turut berduka ndan, ama nyang tewas
Reply With Quote
  #35  
Old 28th May 2011
j3ndiel's Avatar
j3ndiel j3ndiel is offline
Enthusiast
 
Join Date: Jul 2010
Location: PIC & LEV #55
Posts: 2,382
Rep Power: 33
j3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important person
Default Tiga Kali Survei, Pelaku Penembakan Beraksi

Tiga Kali Survei, Pelaku Penembakan Beraksi


Quote:
Quote:
JAKARTA, KOMPAS.com � Kepala Bagian Penerangan Umum Markas Besar Kepolisian Negara RI Komisaris Besar Boy Rafli Amar mengatakan, pelaku penembakan di Palu, Sulawesi Tengah, sudah mempelajari lokasi sasaran sebelum beraksi. Pelaku mendatangi lokasi sebanyak tiga kali untuk memastikan waktu yang tepat guna melancarkan aksinya.


"Yang jelas tindak pidana pembunuhan sudah direncanakan karena mereka sudah menyurvei tempat itu sebanyak tiga kali dan mencari kesempatan yang dirasakan paling tepat pada siang itu," kata Boy saat dijumpai di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (27/5/2011).


Lebih lanjut Boy mengatakan, untuk mempersangkakan pelaku dengan tindak pidana terorisme, kepolisian masih mengumpulkan bukti-bukti yang berkaitan dengan tindakan terorisme. "Sedang didalami kasus tindak pidana teroris karena perlu ada alat bukti untuk mempersangkakan yang bersangkutan dengan tindakan terorisme," ujar Boy.


Boy mengatakan, kedua pelaku yang tertangkap belum mempunyai catatan kriminal, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah. Kepolisian sudah menelusuri latar belakang keluarga dan sudah diketahui identitas pelaku.
"Untuk mengetahui latar belakang mereka, kepolisian mencari informasi dari pihak keluarga. Keduanya warga Poso, F berprofesi sebagai buruh dan A non-job atau pengangguran," kata Boy.


Seperti diberitakan, empat pelaku datang dengan dua sepeda motor sekitar pukul 11.00 wita. Dua orang di antaranya turun dari sepeda motor, lalu menyerang tiga anggota Direktorat Pengamanan Obyek Vital�yang berjaga di pos di dekat kantor Bank BCA Jalan Emy Saelan, Palu�dengan senjata api laras panjang, Rabu (25/5/2011).


Akibat penyerangan itu, dua polisi, yakni Bripda Gustiar Yudistira dan Bripda Prawira, tewas dengan tiga sampai lima luka tembak. Satu polisi lagi, Bripda Dedi Edwar, terluka di bagian lengan. Dedi dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Palu.


Setelah melakukan penembakan, pelaku tidak merampok Bank BCA. Mereka hanya mengambil senjata api milik anggota itu, lalu melarikan diri. Dalam hitungan jam, kepolisian berhasil menangkap dua orang yang diduga pelaku penembakan terhadap tiga polisi di Jalan Emy Saelan, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (25/5/2011). Dua pelaku lainnya masih diburu.

Spoiler for Sumber:




Reply With Quote
  #36  
Old 30th May 2011
j3ndiel's Avatar
j3ndiel j3ndiel is offline
Enthusiast
 
Join Date: Jul 2010
Location: PIC & LEV #55
Posts: 2,382
Rep Power: 33
j3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important person
Exclamation Otak Penembakan di Palu Pun Anak Polisi?

Otak Penembakan di Palu Pun Anak Polisi?


Quote:
Quote:
POMBEWE, KOMPAS.com — "Bapaknya dulu polisi, tapi sudah lama meninggal dunia," kata Ti’i, warga Pombewe, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/5/2011) di lokasi penggeledahan rumah pelaku penembakan yang menewaskan dua anggota polisi di Palu, Rabu (25/5/2011) pekan lalu.


Rumah Fauzan di Dusun II Jalan Pramuka, Desa Pombewe, digeledah tim dari Perlawanan dan Teror (Wanteror) serta penjinak bahan peledak Brimob Polda Sulawesi Tengah. Dalam penggeledahan tersebut, polisi hanya mengamankan beberapa komponen sepeda motor yang sudah terpisah dari rangkanya. Selain itu, polisi juga menemukan peralatan perbengkelan.


Penggeledahan tersebut dilakukan setelah polisi menangkap dua orang yang diduga pelaku dalam aksi penembakan di BCA Palu. Tidak ada pejabat polisi yang berwenang memberikan keterangan dari penggerebekan tersebut. Namun, Fauzan disebut-sebut sebagai salah seorang yang diduga terkait dengan jaringan pelaku penembakan sadis tersebut.

Menurut Ti’i, Fauzan di desanya biasa dipanggil Uzan. Dia dikenal sebagai seorang yang taat beragama. Setiap magrib datang, dia pun langsung bergegas ke masjid, bahkan kerap mengumandangkan adzan magrib di Dusun II Desa Pombewe. "Kami sama sekali tidak menyangka kalau dia itu orang yang dicari polisi. Kami kaget, kenapa banyak polisi datang ke sini," kata Ti’i.


Menurut perempuan berusia sekitar 40 tahun ini, Fauzan adalah warga asli di Pombewe. Sejak kecil, dia sudah bergaul dengan teman-teman sebayanya di desa itu. Sekitar dua tahun lalu, Fauzan menikah dengan seorang janda beranak empat.


Menurut sejumlah warga, istrinya berasal dari Sumatera. Namun, warga tidak mengenal sama sekali siapa nama istri Fauzan. Sejak Fauzan menikah dengan istrinya, mereka belum dikaruniai anak. "Kira-kira sebulan lalu istrinya ke Jawa karena katanya anak dari suami sebelumnya kecelakaan," kata Ti’i.


Hal ini berbeda dengan keterangan salah seorang keluarga Fauzan. Menurutnya itu, Fauzan lebih banyak di Kota Palu karena kebetulan orangtuanya juga memiliki rumah di Kota Palu. Fauzan ke Pombewe hanya sesekali. Namun setelah menikah, Fauzan sudah menetap di Pombewe dengan kegiatan berkebun cabai.


Sementara itu, Ansar, yang juga warga di Pombewe, mengakui, Fauzan adalah anak mantan seorang polisi. Dia anak ketiga dari dua bersaudara. Semua saudaranya adalah laki-laki. Kakak tertuanya juga masih seorang polisi aktif. "Orangnya baik. Kalau dia ketemu saya, selalu dia panggil 'Om'. 'Mau ke mana Om'," Ansar menirukan.


Baik Ti’i maupun Ansar tidak mengetahui sama sekali kegiatan Fauzan selain dari berkebun cabai di Pombewe. Bahkan kata mereka, kebun yang diolah Fauzan cukup sukses sehingga ia bisa membangun rumah permanen meski belum terpasangi atap. "Apa kegiatannya di luar sana, saya tidak tahu," kata Ansar.


Ti’i dan Ansar juga mengatakan, sebelumnya Fauzan pernah divonis pengadilan hingga dijatuhi hukuman penjara beberapa bulan. Keduanya tidak mengetahui pasti kasus yang menggiring Fauzan ke penjara. Namun, mereka menduga hal itu terkait dengan kasus kriminal pencurian. "Setelah dari penjara itulah ia baru menikah dengan istrinya yang saat ini," cerita Ti’i.


Nonci, tetangga terdekat Fauzan, mengatakan, dia kali terakhir bertemu Fauzan pada Jumat (20/5/2011) atau lima hari sebelum terjadinya aksi penyerangan bersenjata terhadap tiga anggota polisi di BCA Palu. Aksi penyerangan tersebut menewaskan dua anggota polisi berpangkat bripda dan melukai seorang polisi lainnya yang juga berpangkat sama.


Menurut Nonci, dia jarang berkomunikasi dengan Fauzan karena kesibukannya sebagai pedagang telur. Nonci selalu bertemu Fauzan setiap hari Jumat karena hari itu Noncy tidak berdagang. "Saya tidak tahu siapa nama istrinya. Kami di sini hanya biasa memanggil istrinya dengan Mama Baco," cerita Nonci.


Mungkinkah Fauzan yang anak polisi adalah salah satu otak pelaku aksi di Palu? Hingga kini pihak kepolisian belum memberikan penjelasan rinci terkait pemeriksaan dan penggeledahan tersebut. Namun, yang pasti, dua korban tewas dalam penembakan itu pun merupakan Putra Anggota Polisi.
Spoiler for Sumber:





Reply With Quote
  #37  
Old 31st May 2011
j3ndiel's Avatar
j3ndiel j3ndiel is offline
Enthusiast
 
Join Date: Jul 2010
Location: PIC & LEV #55
Posts: 2,382
Rep Power: 33
j3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important person
Default Keempat Pelaku Termasuk Jaringan Teroris

Keempat Pelaku Termasuk Jaringan Teroris


Quote:
Quote:
JAKARTA, KOMPAS.com � Empat pria pelaku penembakan tiga polisi di Poso, Sulawesi Tengah, terindikasi tergabung dalam jaringan teroris. Hal ini berdasarkan penyidikan tim Densus 88 Antiteror Polri, yang hingga kini masih mendalami kelompok teroris yang terkait dalam peristiwa itu.


"Mereka terindikasi jaringan teroris," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Senin (30/5/2011).


Anton mengatakan, hasil penggeledahan rumah Haryanto di Kelurahan Moengko Baru, Poso Kota, ditemukan berbagai bahan untuk merakit bom, seperti sulfur dan pipa. Haryanto adalah salah satu pelaku yang tertangkap saat razia. Pelaku lain yang juga tertangkap yakni Firdaus.


Anton menambahkan, kelompok mereka terindikasi melakukan pencurian kendaraan bermotor untuk mendanai kegiatan. Indikasi itu berdasarkan ditemukannya kunci T di rumah Haryanto. Selain itu, lanjut Anton, kelompok mereka berencana merampok toko emas.


"Mereka sengaja mencari senjata api dengan harapan ingin mengumpulkan senjata api sebanyak-banyaknya," ucap Anton. Seperti yang diberitakan, mereka merampas satu senjata api jenis SS1 V2 milik anggota. Senjata itu berhasil disita bersama dua senjata api laras panjang milik pelaku.


Hingga saat ini, tambah Anton, pihaknya masih memburu dua pelaku lain, yakni Dayat dan Faruk, di dalam hutan di sekitar Poso. "Masih berjalan terus. Kita mengimbau kepada mereka agar menyerahkan diri," kata Anton.


Seperti diberitakan, dua polisi yakni Bripda Gustiar Yudistira dan Bripda Prawira tewas saat penyerangan dengan senjata api. Satu polisi lagi yakni Bripda Dedi Edwar terluka di bagian lengan. Saat itu, ketiganya tengah berjaga di pos polisi di sekitar Kantor BCA Cabang Palu.
Spoiler for Sumber:



Reply With Quote
  #38  
Old 31st May 2011
j3ndiel's Avatar
j3ndiel j3ndiel is offline
Enthusiast
 
Join Date: Jul 2010
Location: PIC & LEV #55
Posts: 2,382
Rep Power: 33
j3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important person
Default Tangkap AR, Polisi Masih Buru 3 Buron Teroris Palu

Tangkap AR, Polisi Masih Buru 3 Buron Teroris Palu


Quote:
Quote:
Jakarta - Polisi menangkap satu orang lagi berinisial AR yang diduga terlibat dalam tindakan teroris Palu. AR diduga menyembunyikan senjata dan amunisi milik kelompok teroris Palu.

"Penggeledahan di rumah saudara Harianto. Ditemukan beberapa bahan yang diduga sebagai bahan baku untuk bom. Ada sejumlah amunisi dari rumah H ke AR," ujar Kabagpenum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Selasa (31/5/2011).

Boy mengatakan, ditemukan 20 butir peluru untuk senjata kaliber 38 jenis US Carabine/ Jungle. Amunisi itu disembunyikan AR di rumahnya di Kota Poso Selatan.

"AR ini kakak ipar H," sebutnya.

Boy mengatakan masih mendalami jaringan kelompok teroris Palu. Boy enggan memastikan apakah kelompok ini terkait dengan Abu Tholut.

"Kita sedang menggali dengan jaringan lama. Sedang menyelidiki lebih jauh dengan pelaku yang sdang diproses di sana," terangnya.

Hasil penyelidikan, kata Boy, pihaknya masih memburu 3 orang. 2 merupakan pelaku penembakan di kantor BCA Palu.

"Ada satu yang diduga ikut merencanakan aksi," tuturnya.

Kawanan penembak misterius menembak secara membabi-buta di depan BCA Palu, Jl Emmy Saelan, Palu Selatan, pada Rabu (25/5) pukul 11.30 Wita.

Dalam aksi itu, dua polisi bernama Bripka Andi Irbar dan Bripka Januar Yudhistira tewas. Sementara Bripda Dedy Anwar mengalami luka tembak di kaki sebelah kiri.

Usai melakukan penembakan, pelaku melarikan diri. Pelaku sempat merampas pistol polisi. Polisi mengejar pelaku sehingga terjadi baku tembak. Malam harinya dua pelaku Harianto dan Firdaus yang mengendarai Yamaha Jupiter tertangkap. Polisi menyita 3 senjata berjenis US Carbine/jungle dan M-16. Sementara satu senjata jenis V2 milik anggota Polri.
Spoiler for Sumber:



Reply With Quote
  #39  
Old 2nd June 2011
j3ndiel's Avatar
j3ndiel j3ndiel is offline
Enthusiast
 
Join Date: Jul 2010
Location: PIC & LEV #55
Posts: 2,382
Rep Power: 33
j3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important person
Default Penembak Polisi Belum Ditemukan

Penembak Polisi Belum Ditemukan


Poso, Kompas - Hingga Sabtu (28/5) sore dua tersangka kasus penembakan polisi, Da alias Far dan Fa alias Car, belum ditemukan. Aparat kepolisian masih menyisir kawasan hutan di pegunungan antara Desa Tangkura dan Dewua, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, yang diduga menjadi tempat persembunyian kedua tersangka.


Pemantauan di Kecamatan Poso Pesisir Selatan menunjukkan, sejak pagi aparat polisi dari berbagai satuan, yang dibagi dalam beberapa kelompok kecil, terus melakukan pencarian dari berbagai arah. Pencarian Sabtu dikonsentrasikan di wilayah utara pegunungan Desa Tangkura. Namun, hingga petang perburuan yang melibatkan ratusan personel itu tak membuahkan hasil.


Kepala Kepolisian Resor Poso Ajun Komisaris Besar Pulung Rohmadiyanto mengatakan, selain medan yang berat, pencarian terkendala kondisi cuaca yang tak menentu. Cuaca di wilayah pencarian kerap hujan dan berkabut. �Pencarian terus dilakukan sambil melokalisasi kawasan yang kemungkinan bisa menjadi tempat persembunyian dan jalan keluar dari hutan,� kata Pulung Rohmadiyanto, Sabtu siang di Mapolres Poso.


Dilarang berladang
Belum ditemukannya dua tersangka membuat warga di lokasi pencarian masih dilarang untuk mendatangi kebun dan lahan pertanian. Padahal saat ini warga sedang panen tanaman cokelat, padi, dan palawija.


Polisi juga meminta warga setempat yang berkebun di lokasi pencarian untuk membawa semua perbekalan makanan yang selama ini disimpan di pondok-pondok di kebun. Selain pertimbangan keamanan, pelarangan dikeluarkan untuk memudahkan perburuan tersangka.


�Sampai sekarang kami belum diizinkan ke kebun. Kami berharap polisi bisa secepatnya menangkap para tersangka supaya aktivitas kami di kebun kembali normal. Situasi begini juga membuat kami sedikit resah dan prihatin terhadap kondisi tanaman yang siap panen,� kata Rony (35), warga Desa Tangkura.


Kopassus tertembak
Dari Papua dilaporkan, KJ, anggota Komando Pasukan Khusus TNI AD berpangkat sersan satu, Sabtu (28/5), ditembak orang tidak dikenal di Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Anggota satuan tugas bantuan itu menderita luka di kepala.


Kepala Komando Distrik Militer 1705 Nabire Letkol Infanteri Tatang Subarna mengatakan, korban diterbangkan dari Puncak Jaya menuju Wamena. Dari sana korban tersebut diterbangkan lagi menuju RSAD di Jayapura untuk mendapat pertolongan.


Tatang mengatakan, dari informasi yang diperoleh, korban saat itu tengah berjalan seorang diri di pasar Ilu. �Tiba-tiba ia ditembak dari belakang oleh orang tidak dikenal dari jarak dekat, berkisar 5 hingga 20 meter dengan menggunakan pistol,� tutur Tatang. (REN/JOS)


Spoiler for Sumber:



Reply With Quote
  #40  
Old 2nd June 2011
j3ndiel's Avatar
j3ndiel j3ndiel is offline
Enthusiast
 
Join Date: Jul 2010
Location: PIC & LEV #55
Posts: 2,382
Rep Power: 33
j3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important personj3ndiel is very very important person
Default Istri Tersangka Penembakan di Palu Diamankan

Istri Tersangka Penembakan di Palu Diamankan


POSO, KOMPAS.com - Kapolres Poso AKBP Pulung Rohmadianto mengatakan, istri tersangka dan istri seorang saksi penembak tiga polisi di Palu masih diamankan di Mapolres Poso sejak Minggu (29/5/2011).


"Mereka tidak kami masukkan dalam sel tahanan. Kami perlakukan mereka di tempat khusus. Di tempat yang layak," kata Pulung Rohmadianto di Poso, Rabu (1/6/2011).


Dua perempuan kakak beradik itu masih dimintai keterangan terkait dengan dugaan keterlibatan suami mereka dalam kasus penembakan yang menewaskan dua polisi yang bertugas di kantor Cabang BCA Palu, Rabu (25/5/2011) lalu.


Menurut Pulung, istri tersangka Hariyanto tetap diberikan kesempatan untuk menyusui anaknya yang masih balita. Kadang anaknya diantar oleh keluarganya di Polres Poso, kadang juga istrinya diantar menyusui anaknya di rumahnya.


Pulung mengaku belum mengetahui pasti sampai kapan dua perempuan tersebut diamankan karena proses kasus tersebut masih dalam pengembangan polisi. "Nanti kami lihat kapan akan dikembalikan," katanya.
Dia mengatakan, dirinya belum bisa memastikan apakah dua perempuan tersebut akan menjadi tersangka atau sekadar saksi.


Demikian halnya dengan saksi bernama Ridwan juga belum bisa dipastikan apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak. "Semuanya masih dalam pengembangan," katanya.


Istri tersangka Hariyanto alias Anto dan istri saksi Ridwan diamankan polisi pada Minggu (29/5/2011). Keduanya dijemput di Kelurahan Moengko Baru, Kecamatan Poso Kota.


Pimpinan pondok pesantren Hikmah Poso Haji Muh Adnan Arsal berharap polisi segera membebaskan istri tersangka karena yang bersangkutan sedang memiliki dua balita. Dua balita tersebut saat ini dirawat oleh neneknya yang sudah tua.


Spoiler for Sumber:
Sumber berita:



Reply With Quote
Reply


Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off


Terkait
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Kronologi Penembakan Dua Anggota Polisi Pondok Aren Gusnan News 1 17th August 2013 07:11 PM
Penembakan Misterius Koalala Disturbing Pictures 0 20th March 2012 01:28 PM
Penembakan 3 polisi di palu sulawesi tengah Koalala Disturbing Pictures 0 20th March 2012 01:25 PM
Penembakan 3 polisi di palu sulawesi tengah Koalala Disturbing Pictures 0 20th March 2012 10:47 AM
Pelaku Penembakan di Palu Tiga Kali Survei maximillianw Nasional 1 28th May 2011 11:23 PM

 


All times are GMT +7. The time now is 04:00 PM.