Lima Alasan Film Adaptasi Game Gagal
Halo, Agan-agan sekalian, pada demen maen game nggak? Game uda jadi hobi ane sejak ane SMP (it’s about 15 years ago). Sampe sekarang ane demen ngegame. Selain game ane juga demen movie. Tapi sebagai pecinta game dan movie, entah kenapa tiap kali ada film adaptasi dari game ane uda yakin film itu bakal flop (secara kualitas). Pertanyaannya, kenapa film adaptasi dari game cenderung untuk gagal ketimbang film adaptasi dari novel atau komik? Berikut ane coba uraikan beberapa hal yang membuat film adaptasi dari game gagal (kualitasnya jelek) Spoiler for spoiler:
Spoiler for spoiler:
<div class="spoiler">Spoiler for spoiler: <div id="bbcode_spoiler_content" style="margin: 0px; padding: 6px; border: 1px solid #CCC;background: #EEE;color:#000;"><div class="content_spoiler_571045f360901" id="bbcode_inside_spoiler" style="display: none;background: #EEE;"><ol style="margin-left:1.5em;list-style-type: decimal;" start="5">Dosa Dari Film Adaptasi Game Menurut ane ada satu lagi dosa dari film yang diadaptasi dari game, yaitu kecenderungan untuk memasukan adegan yang fantastis, bahkan terkesan bombastis. Tapi kerap kali adegan itu tidak digarap dengan baik sehingga menimbulkan kesan berlebihan. Adegan tersebut tidak esensial sehingga menimbulkan kesan lebay. Ada satu adegan dalam film Need for Speed yang saya tidak suka sama sekali. Adegannya fantastis, mungkin dengan maksud menyaingi film Fast and Furious yang semakin banyak memasukan adegan tidak masuk akal, namun konyol. Yaitu waktu ada sebuah mobil diangkat dengan helicopter. Imo, adegan ini bukan keren justru konyol. Belum lagi adegan rekan karakter utama yang keluar dari pekerjaannya dengan telanjang, juga rekan yang satu lagi meminta menonton balapan melalui sebuah laptop di penjara. Terlalu banyak non sense di film ini. Need for Speed adalah game balap, itu saja yang ditawarkan. Dia tidak menjanjikan sebuah cerita dan kedalaman karakter. Mengadaptasi Need for Speed ke dalam film jelas sulit. Imo, Fast and Furious sudah cukup bagus mewakili Need for Speed (sekalipun beda merk). Kita tidak butuh film balapan dengan cerita sampah yang mengandalkan ketenaran gamenya. Ini juga terjadi di (lagi-lagi) film Resident Evil. Alice, seorang superwoman berkat rekayasa Umbrella, yang memiliki kloning berpuluh-puluh jumlahnya. Kita sudah cukup kesulitan mencari sebab terjadinya wabah zombie, ditambah lagi omong kosong seperti ini? Menurut ane, film yang benar-benar mewakili Resident Evil (RE Outbreak) adalah Dawn of The Dead karya Zack Snyder. Seperti itulah seharusnya film zombie dibuat. <span style="display:block; text-align:center;"><a target="_blank" href="http://s36.photobucket.com/user/malkiel08/media/The%20True%20Need%20for%20Speed_zpsl5hpa18s.jpg.ht ml" onclick="_gaq.push(['_trackEvent', 'outbond', 'click', 'http://s36.photobucket.com/user/malkiel08/media/The%20True%20Need%20for%20Speed_zpsl5hpa18s.jpg.ht ml']);dataLayer.push({'event': 'trackEvent','eventDetails.category': 'outbond', 'eventDetails.action': 'click', 'eventDetails.label': 'http://s36.photobucket.com/user/malkiel08/media/The%20True%20Need%20for%20Speed_zpsl5hpa18s.jpg.ht ml'}); "> |
| All times are GMT +7. The time now is 09:21 AM. |