Log in

View Full Version : ACY - Analisa Market


Pages : 1 [2]

djamirunaje
22nd August 2019, 02:45 PM
Outlook Trading Pasca Rilis Notulen FOMC Dan Jelang Data Zona Euro

Rilis notulen FOMC yang ditunggu-tunggu pagi ini (22/Agustus) mencerminkan outlook beragam dari para anggota kunci Fed, sehubungan dengan kebijakan moneter bank sentral ke depan. Ini merupakan faktor krusial bagi USD dan mata uang mayor lainnya. Peluang paling menonjol kemungkinan akan muncul dari Euro dan GBP.

Inti Notulen FOMC Juli 2019
Notulen FOMC untuk pertemuan Juli 2019 menyoroti keinginan beberapa anggota yang menginginkan Rate Cut 0.50%, alih-alih pemotongan 0.25% seperti yang sudah diterapkan. Karena itu, penurunan suku bunga lebih lanjut di bulan September mendatang tampaknya sudah tak terelakkan lagi.

Isunya sekarang adalah, QE macam apa yang akan diimplementasikan oleh Fed sebagai langkah antisipasi, jika data ekonomi AS menunjukkan sinyal resesi serius. Mengenai hal ini, hanya waktu yang bisa menjawabnya. Untuk saat ini, Dolar AS kemungkinan akan menguat terbatas meski pasar tak terlalu merespon notulen FOMC terbaru, karena pidato Jerome Powell (Ketua The Fed) di forum ekonomi besok masih dinanti.

Peluang Trading Dari Rilis Data Zona Euro
Seperti yang telah diindikasikan dalam analisa-analisa sebelumnya, ACY kembali menegaskan bahwa terdapat peluang besar dalam aksi sell EUR/USD. Data Zona Euro yang akan dirilis pada sesi London sore ini berpotensi menunjukkan pelemahan dalam pengukuran manufaktur Jerman dan Prancis secara khusus, juga Zona Euro pada umumnya.

Hal ini menggaribawahi ide trading ACY untuk Short EUR/USD dan EUR/JPY seperti yang terlihat pada chart berikut:

https://i.gyazo.com/f4bf933d891d9add20b34de46fcf6e0a.png

Sebaiknya, awasi potensi break EUR/JPY di bawah 118 dengan target penurunan ke 117.00 (+100 pips). Sedangkan untuk EUR/USD, Anda bisa menunggu breakdown yang terkonfirmasi dari 1.1100 dan menargetkan profit di 1.1000.

Proyeksi Emas Dan Pound
Menjelang berlangsungnya Simposium Jackson Hole, pair-pair forex bergerak terlalu tenang. Sementara itu, emas diperkirakan hanya berkisar di area 1,500, kecuali Jerome Powell mengisyaratkan kebijakan longgar agresif atau mengungkit serangkaian langkah Rate Cut. Meskipun begitu, ACY tidak terlalu mengekspektasikannya.

Harga emas masih berpeluang turun ke 1,480 sebelum minat buyer kembali terpicu untuk mengerek harga ke atas 1,520. Menurut pandangan ACY, logam mulia masih berpotensi menyentuh target 1,560, hanya saja tidak melalui pergerakan naik secara langsung.

Untuk pasar forex, GBP menyimpan peluang besar. PM Inggris Boris Johnson ajan bertemu Kanselir Jerman Angela Merkel dan PM Prancis Macron. Apabila terdapat kabar positif dari pertemuan-pertemuan tersebut mengenai backstop Irlandia dan kesepakatan Brexit, GBP/USD dapat mencuat ke area 1.22.

Namun yang perlu diperhatikan, aksi jual baru GBP/USD menuju 1.2000 juga bisa terjadi jika tidak ada perkembangan positif apapun, dan pelaku pasar mempersiapkan outlook untuk skenario No-Deal Brexit. Untuk amannya, selalu awasi pergerakan trend. Analis ACY sendiri menilai jika GBP akan lebih berpeluang melemah dari 1.2150 menuju 1.2000 atau bahkan 1.800, terutama jika melihat kondisi pergerakan harga di sesi perdagangan kemarin (21/Agustus).

Russell Sandiford
Chief Market Analyst
ACY Securities (Sydney)

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229

djamirunaje
23rd August 2019, 04:58 PM
Pasar Forex Dan Emas Menanti Pidato Pejabat Fed

Hari ini dan besok akan menjadi periode penting bagi trader USD, begitu pula dengan nyaris seluruh pelaku pasar forex, emas, dan ekuitas. Forum ekonomi Jackson Hole yang saat ini tengah berlangsung menyediakan peluang besar bagi para trader untuk menyaksikan dan mendengar komentar masing-masing anggota FOMC, sekaligus menginterpretasikan berbagai opini mereka mengenai jalur kebijakan suku bunga.

Menaksir Pengaruh Pernyataan Fed
Yang diperhatikan oleh para trader dari komentar pejabat Fed adalah sinyal-sinyal mengenai arah pilihan mereka dalam rapat kebijakan FOMC berikutnya. Hal ini berpengaruh sangat besar terhadap pergerakan harga di pasar forex, khususnya pada USD. Gelombang efek yang masif dan tiba-tiba hampir dipastikan terjadi, apabila kita mendengar para anggota FOMC menyampaikan pernyataan yang menampik risiko resesi AS. Komentar semacam ini akan mendukung penguatan USD. Karena itu, ACY merekomendasikan posisi trading sebagai berikut:

Sell EUR/USD
Buy USD/CAD
Sell Emas

Masalah Brexit Masih Berlanjut
Pada sesi perdagangan kemarin (23/Agustus), Pound mengalami lonjakan yang cukup mengejutkan. Padahal sebelumnya, GBP/USD sangat "nyaman" berada di zona 1.2130/1.2150 dalam 3 hari terakhir. Namun, komentar suportif mengenai Brexit dari Angela Merkel membuat GBP tersentak naik dan menguat terhadap mata uang mayor lainnya. GBP/USD pun terangkum melesat ke 1.2260 sebelum akhirnya terkonsolidasi di 1.2240. Meski demikian, ACY tetap mewanti-wanti untuk mewaspadai volatilitas liar, mengingat akhir pekan ini akan menandai tur Eropa pertama dari PM Inggris Boris Johnson.

Deadline Brexit sudah semakin dekat, dan oleh karenanya, beragam komentar dan progres (ataupun kurangnya progres) akan memberikan imbas yang sangat besar bagi Pound. ACY sendiri memilih untuk sell GBP dan cenderung meyakini jika pasar forex akan bersiap untuk kemungkinan Hard Brexit.

Ringkasan Aksi Pasar Semalam
Dari pergerakan harga semalam, jelas bahwa GBP menjadi mata uang dengan pergerakan terbesar karena komentar positif mengenai Brexit yang mengangkat sentimen pasar.

Emas cenderung lemah, terkoreksi mundur dari High 1,507 ke 1,492, seiring dengan naiknya ekspektasi bahwa para pejabat Fed akan mengesampingkan kekhawatiran resesi. Untuk sesi trading hari ini, ACY menilai jika emas akan bergerak dalam pola yang kurang lebih sama dengan hari sebelumnya.

https://i.gyazo.com/4e6b6da990837ab93aab67328cf240b1.png

Sementara itu, minyak terlihat menyudahi relinya, sejalan dengan AUD/USD yang tergelincir dari area awal pekan (0.6790) menuju level kunci 0.6750. NZD juga melemah dan tembus ke bawah level 0.64, masih dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan dalam arah kebijakan suku bunga RBNZ dan The Fed.

Dari kawasan Zona Euro, kondisi ekonomi masih dianggap rentan meskipun rilis data terbaru cukup positif. Pasalnya, angka manufaktur Jerman masih di bawah 50. EUR/USD pun diperdagangkan melemah di bawah 1.1080.

Untuk USD/JPY, harga tampaknya tak bisa beranjak jauh dari 106.50, selama pasar masih menunggu pidato Powell dalam Simposium Jackson Hole. Pair mayor lain, USD/CAD, diperkirakan ACY masih bernada bullish dan menyimpan peluang buy dengan potensi upswing yang tertambat di area 1.3300.

Russell Sandiford
Chief Market Analyst
ACY Securities (Sydney)

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229

djamirunaje
27th August 2019, 12:34 PM
Pasar Dilanda Gelombang Reversal Di Awal Pekan

Pasar finansial mengalami pembalikan besar-besaran di sejumlah aset setelah munculnya beberapa gebrakan dari pertemuan G7. Awalnya, perburuan safe haven yang berawal dari Jumat akhir pekan lalu (23/Agustus) masih berlanjut di awal sesi perdagangan Senin kemarin (26/Agustus). Emas bahkan sempat reli ke level High 1,555, sementara USD/JPY semakin tenggelam ke area 104.45. Namun setelah pembukaan pasar Eropa, sentimen itu berbalik seiring dengan kembali hidupnya minat risiko setelah Presiden Trump mengumumkan itikad China untuk membuat kesepakatan dagang.

Volatilitas Masif Disetir Oleh Berita Dagang
Efek terbesar dari pertemuan G7 tahun ini datang dari pernyataan Donald Trump mengenai potensi negosiasi baru dengan China. Ia mengungkapkan bahwa China telah menghubungi pihaknya dua kali dan berharap untuk segera melanjutkan pembicaraan dagang, guna membahas masalah adu tarif dagang terbaru yang begitu agresif.

Pasca pernyataan tersebut, safe haven pun beranjak melemah. Emas mundur ke kisaran 1,527, sementara USD/JPY kembali meniti level 106. Selain itu, ACY juga mencermati rebound Dow Jones sebesar 1%. Sebagaimana terlihat pada grafik di bawah ini, indeks tersebut berhasil pulih dari kemerosotan sebelumnya yang disebabkan oleh maraknya risk-off.

https://i.gyazo.com/5cba7ce5e0daaf95a32ed3eb5b8565e3.png


Aset-Aset Risiko Tinggi Kembali Bersinar
Dalam gelombang pergerakan yang besar, emas melambung tinggi hingga mendekati batas resistance yang dipatok ACY pada 1,560 di awal sesi perdagangan kemarin. Namun karena kabar dari Trump kembali mendominasi, reversal pun terjadi dimana-mana, terutama di pasar emas yang sebelum ini menjadi tujuan safe haven utama.

Volatilitas pasar yang bergejolak saat ini bisa dikatakan menghadirkan peluang di aset-aset berikut:

AUD, NZD, CAD sebagai pilihan ketika minat risiko pasar naik.
Gold, USD, Yen sebagai aset safe haven pembanding.
Selain itu, jangan lupakan juga harga minyak yang ikut terdukung naik ke area $54. Sementara untuk peluang trading yang tersisa di minggu ini, ada baiknya untuk memperhatikan GBP yang pergerakannya masih terkait erat dengan isu Brexit, CAD yang kemungkinan bisa reversal kembali jika minat risiko memudar lagi, juga Euro yang pelemahannya ditaksir mencapai 1.1080 sebelum bisa rebound ke area 1.11.

Rilis Data Dan Event Berdampak Pekan Ini
Menurut ACY, berikut adalah beberapa katalis kunci yang perlu diamati dalam sesi perdagangan minggu ini:

* Selasa
- US Consumer Confidence (USD)
- US Crude oil inventories (Oil & CAD)
* Kamis
- ANZ Business Confidence (NZD)
- Data Belanja Modal (Capex) Australia (AUD)
- German CPI (EUR)
* Jumat
- Canadian GDP (CAD)
- Potensi No Deal Brexit yang semakin dekat pasca pertemuan G7 dan komentar-komentar dari pihak Uni Eropa (GBP).


Russell Sandiford
Chief Market Analyst
ACY Securities (Sydney)


Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229

djamirunaje
30th August 2019, 12:40 PM
Pernyataan China Terkait Negosiasi Dagang Picu Sinyal Beragam

Lagi-lagi, pasar forex mengalami pergerakan signifikan karena isu terbaru seputar perdagangan. Kali ini, perkembangan positif datang dari pihak China. Reaksi pasar saham terhadap kabar tersebut cukup singkat tapi berdampak, terlihat dari indeks saham Eropa dan Inggris yang mengalami reli. Sementara itu, harga emas melemah dari puncak 1,550 menuju 1,525.

Pertanyaannya sekarang, sampai kapan sentimen positif ini bertahan? Hal itu bisa bergantung pada pertemuan delegasi China dan AS di bulan September, yang berpeluang memicu sentimen risk-on baru di pasar global.



Pair Mana Yang Paling Terpengaruh?
Manuver sentimen pasar terkait perang dagang yang beralih ke sisi risk-on jelas sekali akan membebani Yen. Dengan demikian, ACY menilai jika sell Yen bisa menjadi tema yang mendominasi sesi perdagangan terbaru, terutama jika sentimen positif bisa terus bertahan.

Nada konstruktif dari pernyataan yang disuarakan delegasi China sudah tak perlu diragukan lagi, utamanya pada komentar mengenai komitmen mereka untuk tidak segera membalas tarif impor AS terbaru. Menurut ACY, pelaku pasar bisa memanfaatkan penurunan tensi dagang ini untuk memperkirakan outlook bullish pada CAD/JPY, USD/JPY, bahkan juga AUD/JPY.

Sementara itu, EUR/USD masih konsisten menurun setelah menembus level support penting:

https://i.gyazo.com/861ed37cb9d9b082bf850d93817494b3.png

Update Harga Minyak Dan Emas
Volatilitas akhir bulan yang terlihat di hari ini kemungkinan bakal menunjukkan berlanjutnya kenaikan pada harga minyak. Sementara untuk harga emas, yang terjadi justru sebaliknya.

Penguatan minyak menuju $57 tampaknya bisa memperkuat proyeksi bullish harga di area $60 dalam waktu dekat. ACY memilih untuk mempertahankan sentimen bullish terhadap minyak dan emas dalam jangka panjang. Namun untuk jangka pendek, outlook yang disematkan pada logam mulia adalah bearish.

Komentar positif dari China diprediksi bisa "memikat" Presiden Trump, sehingga akan membuka pintu peluang bagi kelangsungan dialog yang lebih baik dan lebih tenang di antara kedua negara. Tujuannya tentu untuk meredakan perang tarif yang sejauh ini sudah mengusik stabilitas ekonomi global.

Penggerak fundamental yang patut diperhatikan berikutnya adalah:

Sentimen dagang yang bernada positif.
Peluang penurunan emas dari 1,525 ke 1,520 atau level yang lebih rendah.
USD/JPY sebagai pengukur sentimen risiko; berpotensi reli di atas 107 dengan bias risk-on.
Konfirmasi pembicaraan dagang dari Trump; dapat menguntungkan mata uang berisiko tinggi seperti CAD.


Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229