View Full Version : [MFX] Update data Ekonomi dan Fundamental
MasterForexID
3rd July 2015, 12:10 AM
https://lh5.googleusercontent.com/-Kd1zbHvyVQE/VZVvrW1Fe5I/AAAAAAAAR2A/IOcAVhdw3hQ/w660-h371-no/Rate%2BHike.jpg
Pertumbuhan kerja Lesu, Harapan Suku Bunga Semu (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/905829966145074/?type=1)
Bagi mereka yang mendamkan kenaikan suku bunga The Fed, harus sedikit menahan nafas. Ini dikarenakan laporan ketenagakerjaan AS mencatat kelesuan. Dengan data yang dirilis, Kamis, hari ini menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS yang melambat di Juni, sehingga mengorbankan akan harapan kenaikan kenaikan suku bunga di September oleh Federal Reserve.
Nonfarm payrolls mencatat kenaikan sebanyak 223.000 lapangan kerja baru di bulan lalu, dengan lapangan kerja di sector konstruksi tidak mengalami perubahan dan sektor tambang harus merampingkan pekerjanya, laporan Departemen Tenaga Kerja kamis, menunjukkan. Menambah daftar lemahnya laporan pekerjaan yang tercipta pada April dan Mei dari yang dilaporkan sebelumnya.
Sedikitnya sebanyak 432.000 berhenti bekerja, sehingga menekan tingkat pengangguran di AS turun 0,2 persen menjadi 5,3persen, terendah sejak April 2008.
Menurunnya jumlah tenaga kerja membawa tingkat partisipasi tenaga kerja turun menjadi 62,6 persen, tingkat terendah sejak Oktober 1977. Tingkat partisipasi ini sempat mencatta kenaikan hingga ke 6,.9 persen di Mei.
Lemahnya laporan tenaga kerja ini, yang membawa perekonomian kemungkinan kehilangan sebagian momentum yang sempat diperoleh belakangan, berlawanan dengan kenaikan suku bunga bank sentral AS di September seperti yang diharapkan banyak pihak.
Para ekonom justru memperkirakan payroll non pertanian AS kali ini mencatat kenaikan 230.000 lapangan kerja dan tingkat pengangguran turun menjadi 5,4 persen.
MasterForexID
6th July 2015, 04:54 PM
https://lh5.googleusercontent.com/-MN783UkQ67o/VZpNkzdP7VI/AAAAAAAAR6c/eGTCdUAQXKw/w868-h577-no/Broker%2Bgreek.jpg
Masyarakat Yunani katakan "tidak" pada bailout (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/907653379296066/?type=1)
Hasil referendum Yunani pada akhir pekan lalu memperlihatkan bahwa mayoritas lebih memilih menolak ketentuan yang disodorkan oleh bank donor sebagai persyaratan mendapatkan dana bailout. Melihat hasil ini, para pemimpin Eropa langsung menggelar rapat untuk menentukan apa langkah selanjutnya.
Rapat rencananya akan digelar esok yang juga akan melibatkan para menteri keuangan. Sementara hari ini ECB akan menggelar rapat dimana dewan gubernur ECB akan membahas keberlangsungan bantuan yang disebut dengan program Emergency Liquidity Assistance (ELA) yang menyediakan dana vital kepada sistem perbankan sebuah negara.
Seandainya ECB menghentikan ELA ini maka secara de facto, Yunani akan meninggalkan euro. ELA adalah penyambung nyawa sebuah negara dan jika berhenti maka likuiditas semakin tergerus dan berdampak kepada krisis gagal bayar.
Menurut beberapa analis, dana program ELA masih akan mengalir sepanjang diskusi antara ECB dan pemerintah Yunani masih berjalan. Dan sampai detik ini peluang keluarnya Yunani dari zona euro masih belum jelas. Beberapa pihak memperkirakan masih ada upaya untuk memodifikasi perjanjian agar bisa diterima Yunani meski tidak sepenuhnya memuaskan.
Salah satu kunci suksesnya Yunani mendapatkan bantuan adalah dari Jerman yang selama ini bertindak sebagai pendonor ketika masa krisis. Jika Jerman bersikap tegas dan tetap pada pendiriannya maka "Grexit" adalah satu-satu solusi yang masuk akal.
MasterForexID
7th July 2015, 05:44 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-hyhg3LKV80Y/VZuqT56hYPI/AAAAAAAASBE/VEURwk2PX3Q/w600-h399-no/Euro%2Band%2Bplunging%2BGreece.jpg
Nantikan hasil KTT Zona Euro, Bursa Eropa stabil, euro turun tipis (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/908297272565010/?type=1)
Pasar saham eropa diperdagangkan stabil di sesi Selasa, di saat para pelaku pasar saat ini menantikan hasil pertemuan KTT para pemimpin Zona Euro mengenai apakah Yunani akan menghadap kreditur Eropanya sekali lagi.
Di awal perdagangan pagi, indeks Stoxx Europe 600 mencatat kenaikan 0,3%. Indeks DAX 30 Jerman menguat 0,4% dan indeks CAC 40 Perancis naik 0,1%. Sementara di eropa selasa, indeks FTSE MIB Italia naik 0,7% dan indeks IBEX 25 Spanyol naik 0,2%.
Sementara euro justru mencatat kenaikan penurunan sebesar 0,8% dan diperdagangkan pada level $1,0968,. Euro harus kehilangan kekuatan dari sekitar level $1,10.
Pada sesi Senin, Bank Sentral Eropa meningkatkan tekanannya terhadap perbankan Yunani dengan memaksa untuk menempatkan jaminan untuk pinjaman darurat bank sentral yang lebih besar yang diperlukan untuk tetap bertahan, sementara bank juga harus menata plafon sejumlah pinjaman yang sudah dialokasikan untuk selama lebih dari seminggu.
"Hal ini secara efektif membuat bank-bank Yunani lebih sulit untuk mengakses pinjaman darurat," tulis ekonom Credit Suisse.
Keputusan itu muncul setelah masyarakat Yunani pada hari Minggu memutuskan sangat menolak tuntutan perubahan ekonomi dan pemotongan fiskal dibuat akhir bulan lalu oleh pemberi pinjaman internasional Yunani.
Tanpa aliran dana segar, Athena akan mengalami kesulitan membayar tagihan dan mungkin saja gagal melakukan pembayaran utang sebesar EUR3,5 miliar atau setara dengan $3,9 miliar kepada ECB pada 20 Juli untuk menebus obligasi pemerintah Yunani yang dipegang oleh bank sentral.
Kepala asosiasi perbankan Yunani mengatakan bank akan tetap ditutup hingga Rabu; Beberapa mengharapkan untuk segera dibuka setelah itu.
MasterForexID
10th July 2015, 04:58 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-gvDmA5xzqNc/VZ-WAMXjd5I/AAAAAAAASLg/OCN-9rB7yXU/w1169-h713-no/China%2BIndex%2BBoard.jpg
Bursa China kembali menguat hari ini (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/909675302427207/?type=1)
Bursa saham China kembali menguat hari ini setelah sebelumnya rally 5,8%. Penguatan ini dipengaruhi oleh kebijakan drastis yang diambil pemerintah untuk menekan penurunan. Shanghai Composite Index menguat 5,9%. Secara berturut-turut Hang Seng menguat 2,1%.
Bursa lokal berhasil menguat setelah kepolisian China bersama dengan pengawas berjangka berjanji akan menyelidiki aksi short selling berjamaah yang telah ditindaklanjuti dengan menyelidiki lusinan perusahaan dan individual yang diduga menjual saam-saham blue chip dihari Rabu lalu.
Pengawas berjangka juga menerbitkan perintah kepada berbagai perusahaan agar menyerahkan rencana mendetail tentang cara menyokong harga saham mereka termasuk kepada opsi "buyback" dan insentif saham dll.
MasterForexID
13th July 2015, 04:07 PM
https://lh5.googleusercontent.com/-31Qb6GGeLJ8/VaN87DaPKwI/AAAAAAAASOM/6ZfbC-t-YFE/w624-h351-no/Tsipras.jpg
Sepakat! tinggal tunggu Yunani (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/911000098961394/?type=1)
Dana talangan untuk Yunani hampir pasti dikucurkan oleh zona euro, tapi kesepakatan yang disodorkan akan membuat Yunani tidak berkutik dan tunduk total pada keinginan para kreditur.
Sebagai tambahan, dana talangan baru akan dikucurkan jika DPR Yunani sudah menandatangani perubahan dana pensiun dan kenaikan pajak penjualan bersamaan dengan kebijakan-kebijakan finansial lainnya.
Voting DPR baru akan dilakukan Rabu ini dimana kebutuhan pendanaan meningkat sampai 86 miliar euro, naik dari perkiraan sebelumnya sekitar 74 miliar euro. Akan ada silang pendapat ditubuh partai berkuasa saat ini berkaitan dengan proposal totalitas yang disodorkan Uni Eropa dan bisa memicu pemilihan umum.
Masa depan Yunani di zona euro masih belum jelas, seandainya tidak ada kemajuan dari dialog terakhir maka Yunani diberi kesempatan untuk menegosiasikan waktu keluar dari zona euro.
Permasalahan Yunani belum selesai karena jika dana berhasil dikucurkan, belum terlihat rencana yang jelas dari pemerintah tentang bagaimana membayar bunga pinjaman sebelumnya yang bernilai 4,2 miliar euro dan pembayaran obligasi kepada Bank Sentral Eropa yang akan habis tenggatnya pada 20 Juli.
Didalam dokumen pernyataan para menteri keuangan Eropa, ada garis bawah, dimana niat baik (goodwill) politis Yunani dan PM Tsipras sudah hilang sepanjang diskusi lima bulan lalu yang sering kali berlangsung sengit. Kanselir Jerman Angela Merker mengucapkan pernyataan bernada satir "Mata uang paling penting telah hilang, yaitu kepercayaan," Euro tidak akan mempertahankan Yunani jika tidak perlu.
MasterForexID
23rd July 2015, 04:04 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-0UHqAUuSOak/VbCs98PjpNI/AAAAAAAASbw/dkPPN06yuak/w600-h331/Greece%2Bparlement.jpg
Parlemen Yunani terima ketentuan bailout, euro menguat (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/915702408491163/?type=1)
Euro diperdagangkan sedikit menguat terhadap dolar dan yen diperdagangan Asia hari ini setelah parlemen Yunani meloloskan beberapa kebijakan ekonomi penting sehingga memicu penguatan mata uang tunggal tersebut.
Euro diperdagangkan pada posisi $1,0936 setelah sebelumnya tembus $1,0956. Euro juga menguat terhadap yen pada 135,85. Penguatan euro terjadi sejak pagi menyusul kabar baik dari Yunani dimana parlemen menyepakati langkah-langkah ekonomi yang disodorkan oleh negara-negara kreditur sebagai syarat awal untuk menerima paket talangan yang ketiga kalinya.
Akan tetapi masih bahwa pelaku pasar yang masih skeptis dengan stabilitas euro. Peluang euro untuk menembus level puncaknya masih belum tentu karena investor mengalihkan fokusnya ke program pembelian aset ECB atau lebih dikenal dengan QE.
Sementara dolar diperdagangkan flat terhadap yen pada 124,03. Dolar sempat tembus 124,15 terhadap yen setelah data neraca perdagangan Jepang rilis. Investor memilih untuk "wait and see" jelang kejadian-kejadian penting seperti rapat FOMC dan rilisnya PDB AS yang akan rilis minggu depan.
MasterForexID
24th July 2015, 01:58 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-U6XuXbR7Ns8/VbHhBT8knUI/AAAAAAAASeQ/otXz3Jgwa2M/w800-h525-no/Gold%2B%25282%2529.jpg
China dongkrak harga emas (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/916185741776163/?type=1)
Diperdagangkan sesi terakhir, emas berhasil mengakhiri penurunan beruntunnya dan melejit dari level terendah dalam kurun lebih dari lima tahun terakhir.
Emas untuk kontrak Agustus ditutup menguat $2,60 atau 0,2% menjadi $1.094,10 per ounce di Comex. Perak untuk kontrak September ditutup turun 2,9 sen atau 0,2% pada $14,702 per ounce.
Menguatnya emas dipengaruhi oleh aksi beli besar-besaran investor China. Sementara ditempat lain, investor cenderung memilih memborong aset-aset yang dianggap aman seperti Swiss Franc, dolar AS atau obligasi pemerintah Amerika yang juga didorong oleh spekulasi pemerintah AS akan menaikkan suku bunga tahun ini.
Disamping itu, musim festival India akan dimulai pada 10 Oktober dan menjelang waktu tersebut permintaan emas di India dipastikan membludak. India sendiri adalah konsumen emas terbesar didunia.
Logam lainnya seperti platinum menguat $1,20 atau 0,1% menjadi $981,10 per ounce. Palladium untuk September meningkat $8,90 atau 1,4% menjadi $617,85 per ounce.
MasterForexID
27th July 2015, 06:05 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-SP_iOE-oT0U/VbYPvoPi9dI/AAAAAAAASjI/5sJASeUowLY/w461-h300-no/Federal%2BReserve%2BBank.jpg
Dolar Semakin Terpuruk, Hasil Pertemuan Fed Ditunggu (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/917959338265470/?type=1)
Dolar melemah terhadap sejumlah mata uang utama pada perdagangan sesi Senin, karena sentimen greenback melemah menjelang pernyataan kebijakan oleh Federal Reserve di minggu ini.
Investor mengalihkan perhatian mereka ke pernyataan Fed pada Rabu pekan ini untuk melihat apakah kebijakan akan memberikan indikasi kapan kenaikan suku bunga diterapkan.
Dolar telah terdongkrak dalam beberapa pekan terakhir akibat meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral AS kemungkinan menaikkan suku secepatnya September jika perekonomian terus membaik seperti yang diharapkan. Indeks dolar AS, yang mencatat kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama, turun 0,64% pada level 96,72, level terendah sejak 14 Juli.
EUR/USD naik 0,80% ke level tertinggi dua minggu di level 1,1072 setelah lembaga riset Ifo mengatakan indeks iklim bisnis Jerman naik menjadi 108,0 dari 107,5 pada bulan Juni, dibandingkan dengan ekspektasi 107,2.
Sementara itu, pembicaraan resmi antara Yunani dan kreditor internasional atas paket bailout baru diharapkan akan dimulai Senin petang.
Pound stabil dengan GBP/USD di perdagangan pada level 1,5522. Terhadap mata uang lain, dolar melemah terhadap yen dan franc Swiss, dengan USD/JPY turun 0,38% ke level 123,33 dan USD/CHF turun 0,71% ke level 0,9560.
Dolar Australia dan Selandia Baru mencatat peguatan, dengan AUD/USD naik 0,23% di perdagangkan pada level 0,7297 dan dengan NZD/USD naik 0,56% ke level 0,6614. Sementara itu, USD/CAD turun 0,42% diperdagangkan pada level 1,2991.
MasterForexID
28th July 2015, 05:00 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-OFZz9K9U8tE/VbdR7kToOKI/AAAAAAAASnw/_GCeS4sSSQg/w1211-h713-no/Dollars.jpg
Dolar menguat jelang FOMC (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/918346008226803/?type=1)
Dolar diperdagangkan kokoh setelah investor yang cemas akan hasil rapat the Fed, memilih melakukan tindakan antisipasi "covered short position" ditambah berlanjutnya pelemahan pasar saham China yang menyebabkan hilangnya sentimen akan aset-aset beresiko.
Disesi sebelumnya, yen berhasil menguat menyusul anjloknya saham Shanghai 85% yang sebaliknya malah mendongkrak saham Eropa dan Amerika. Penurunan bursa Shanghai adalah yang terbesar dalam delapan tahun terakhir. Pelemahan masih berlanjut sampai hari ini meski Beijing sudah berjanji akan mengambil tindakan.
Dolar menguat 0,3% menjadi 123,570 yen dan euro menguat 0,2% pada 136,92 yen. Euro melemah 0,1% menjadi $1,10820. Salah seorang analis mata uang di Brown Brothers Harriman Tokyo, Masashi Murata mengatakan pasar China drop sekitar 8% kemarin sementara dolar/yen drop hanya 1 persen, itu artinya banyak pelaku dipasar forex merasa bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga paling cepat di September.
Perekonomian AS terlihat mulai tumbuh, diperkirakan 2,7% setelah ditiga bulan pertama mengalami kontraksi. Data AS yang rilis Senin kemarin menunjukkan pesanan barang modal non pertahanan tidak termasuk pesawat meningkat di Juni, tapi pengapalan barang modal inti (patokan perhitungan belanja perlengkapan pada PDB pemerintah) tergelincir 0,1%.
MasterForexID
29th July 2015, 02:59 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-SdSNhlORfNY/VbiGl0DNW2I/AAAAAAAASqU/AFtIo-md9us/w569-h398-no/FOMC.jpg
Dolar masih stabil, pasar tunggu hasil FOMC (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/918896008171803/?type=1)
Mata uang dolar diperdagangkan nyaris flat terhadap yen dan euro diperdagangan Asia hari ini. Investor cenderung tidak mau mengambil posisi-posisi beresiko ketika rapat the Fed masih berlangsung.
Dolar berada pada posisi 123,50 terhadap yen dan flat terhadap euro diposisi $1,1052. Diperdagangan Asia, pergerakan saham China masih menjadi penentu pasar.
Menguatnya dolar terhadap yen sebagian besar dikarenakan kuatnya minat korporat Jepang dalam memburu greenback sebagai akibat dari aksi marger dan akuisisi perusahaan lokal yang cukup masif.
Selain itu, euro berhasil menguat terhadap yen mencapai 136,48. Dolar New Zealand mendekati level tertingginya pada $0,6740 sebelum akhirnya stabil di $0,6705 dan 82,78 terhadap yen.
MasterForexID
12th August 2015, 05:15 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-hlXikd6TahE/VcsZZHS-lGI/AAAAAAAAS6U/xf28YFWRLu0/w300-h225-no/UK-Unemployment-300x225.jpg
Pengangguran Inggris Meningkat, Pasar Tenaga Kerja Mulai Sepi (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/926408087420595/?type=1)
Tingkat pengangguran Inggris naik di kuartal kedua dan total pertumbuhan upah melambat, sebuah sinyalemen mengendurnya pemulihan pasar tenaga kerja.
Jumlah pencari kerja meningkat 25.000 menjadi 1,85 juta orang, sehingga menempatkan tingkat pengangguran sebesar 5,6 persen, Kantor Statistik Nasional mengatakan hari Rabu di London. Jumlah pekerjaan menurun 63.000 pada periode tersebut.
Laporan ini juga menunjukkan bahwa total gaji, yang meliputi bonus, naik 2,4 persen di tingkat tahunan pada kuartal kedua, turun dari 3,2 persen bulan sebelumnya. Penurunan ini lebih tajam dari perkiraan para ekonom yakni dengan penurunan di 3,3 persen pada bonus. Pertumbuhan gaji bertahan di 2,8 persen, sejalan dengan perkiraan.
Pada basis kuartal, ini merupakan penurunan payroll berturut-turut pertama di lebih dari dua tahun terakhir. Ahli statistik ONS, David Freeman mengatakan di saat terlalu dini untuk mengatakan pasar pekerjaan merata, angka-angka tersebut "tentu memperkuat kemungkinan." Dia menambahkan bahwa pertumbuhan gaji "tetap solid."
Pound hapus penguatan awal terhadap dolar setelah laporan itu dipublikasikan. Diperdagangkan bergerak tipis pada $1,5567 terpantau hingga pukul 09:37 pagi waktu London.
MasterForexID
13th August 2015, 05:49 PM
https://lh6.googleusercontent.com/--xopogjMiJY/Vcx0mkWo2TI/AAAAAAAAS-o/ePZVSyo-bAU/w800-h552/Gold%2BDollar.jpg
Penguatan Emas Dalam 5 Hari Harus Terhenti (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/926910857370318/?type=1)
Emas berjangka harus mencatat penurunan pada perdagangan Kamis, setelah sempat mencatat penguatan beruntun selama lima hari yang sebagian besar didukung oleh gejolak di Cina.
Kontrak perdagangan Desember emas GCZ5, terakhir turun $6,30, atau 0,5%, di harga $1,117.30 per ons nya. Sementara perak dengan kontrak berjangka September melemah 13 sen, atau 0,9%, ke level $15,35 per ons
Lemahnya nilai tukar pada yuan yang terjadi pada minggu ini telah meningkatkan kekhawatiran ekonomi global, sehingga membebani saham dan aset berisiko lainnya namun sempat mendongkrak emas, yang kerap dianggap sebagai ‘Safe Haven’.
Namun pada perdagangan hari ini, Kamis, pejabat bank sentral China, dalam sebuah konferensi pers yang tidak biasa, menyatakan pembelaan akan penanganan mereka terhadap pelemahan mata uang negeri tirai bambu itu.
Emas berjangka sempat rally di atas $1.126 per ons di sesi Kamis pagi ke level atas 3 setengah pekan, sebelum akhirnya kembali melemah dan berbalik turun.
Dalam laporan utama pada hari Kamis, World Gold Council mengatakan permintaan untuk logam kuning anjlok 12% ke posisi terendah enam tahun pada kuartal kedua.
Indeks dolar, menguat 0,29% pada hari Kamis, sehingga merusak kecemerlangan emas.
MasterForexID
14th August 2015, 05:56 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-TgorLLRO3NA/Vc3IuZVHI9I/AAAAAAAATBk/FqPZhP6jFEU/w500-h375-no/jp%257Enschl.jpg
Permintaan Maaf Penuh Abe Pada Peringatan PD II
Perdana Menteri Shinzo Abe mengeluarkan pernyataan yang menandai peringatan berakhirnya Perang Dunia II ke-70 yang diminta untuk permintaan maaf oleh pendahulunya tapi ia sejenak menawarkan dalam kata-katanya sendiri, seperti yang diminta oleh negara-negara tetangga.
"Jepang telah berulang kali menyatakan perasaan penyesalan mendalam dan meminta maaf yang tulus atas tindakannya selama perang tersebut," kata Abe. Dia juga menyatakan "perasaan duka yang mendalam" dan "abadi, belasungkawa tulus" secara peribadi atas hilangnya nyawa di pihak Jepang maupun sekutu.
Korea Selatan dan China telah menyatakan keprihatinan tentang pandangan sejarah Abe. Keduanya telah meminta abe untuk mengulangi permintaan maaf yang dilakukan oleh pemerintah Jepang masa lalu.
Kritik di Jepang dan di luar negeri telah menuduh Abe berusaha menutupi tindakan perang Jepang. Partai Konservatif di Jepang yang mendukung Abe mengatakan Jepang telah cukup meminta maaf, dan mereka menuduh para pemimpin Korea Selatan dan Cina sengaja menyulut luka perang untuk menopang dukungan domestik.
MasterForexID
17th August 2015, 06:16 PM
https://lh5.googleusercontent.com/-B1VSCEm_N9U/VdHACHDl98I/AAAAAAAATFA/Fiuj6199-lU/w620-h344-no/Dollar%2Bwalking%2Bup.jpg
Pasar Acuhkan Kecemasan Yuan, Dolar Kian Menawan (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/928710320523705/?type=1)
Dolar kembali menguat terhadap sejumlah mata uang mayoritas di perdagangan sesi Senin, karena kekhawatiran akan perang mata uang yang dipimpin Cina kian mereda dan para pelaku pasar malah berfokus prospek kenaikan ssuku bunga AS.
Indeks dolar pada pecan lalu sempat menyentuh level terendah satu bulan setelah keputusan mengejutkan dari bank sentral Cina untuk menurunkan nilai tukar mata uangnya atas ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada September mendatang.
Namun setelah PBOC menetapkan yuan sedikit di atas suku bunga tetapnya pada Jum’at kemarin, timbul kekhawatiran bahwa Beijing berniat menurun nilai tukar Yuan lebih besar lagi, pasar kembali mengalihkan perhatiannya pada divergensi kebijakan moneter antara kedua Negara maju tersebut.
Terhadap euro, yang diperkirakan masih lemah setelah European Central Bank, ECB, terus menggolontarkan dana sebesar 1 triliun euro untuk program pembelian asset, dolar mencatat kenaikan 0,3 persen dan sempat berada di level $1,1075 per euro. Sementara Indeks dolar mencatat kenaikan sepertiga persen dan terpantau sempat berada di level 9,833.
Dengan minimnya data ekonomi di AS pada sesi hari ini dan Selasa besok, , para pelaku pasar berfokus pada rilisan data inflasi AS dan hasil pertemuan The Fed, pada hari Rabu.
MasterForexID
18th August 2015, 05:56 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-u1lsEWRBa7g/VdMPELu6Y3I/AAAAAAAATIg/PQmH3XE2Ijo/w600-h450-no/New%2BYork%2BTimes%2BSquare.jpg
Pasar Fokus Pada Data, Dolar Relative stabil
Dolar AS stabil terhadap euro dan yen pada perdagangan sesi Selasa karena investor masih menantikan rilisan laporan data sektor perumahan AS pada hari ini sebagai petunjuk baru menjelang hasil pertemuan Federal Reserve Rabu besok.
Greenback masih mendapat sekalipun hasil data aktifitas manufaktur AS yang lemah karena kekhawatiran atas devaluasi yuan yang mereda.
Data pada Senin menunjukkan bahwa aktivitas sector manufaktur di wilayah New York merosot ke level terendah sejak November 2009 pada bulan ini disebabkan oleh pesanan baru yang turun tajam.
Namun, lemahnya sektor manufaktur di wilayah New York, diimbangi oleh laporan lain yang menunjukkan bahwa sentimen pembangun rumah AS naik ke level tertinggi di hampir satu dekade juga pada bulan ini.
Hari ini, AS akan merilis data pembangunan perumahan housing starts dan izin bangunan.
EUR/USD terpantau berada di level 1,1072, bergerak tipis di sesi hari ini. Sementara USD/JPY berada di level 124,37, bertahan di atas titik terendah 123,78 yang disentuh Rabu lalu akibat anjloknya yuan.
Investor masih menantikan risalah pertemuan Fed di Juli, yang diharapkan akan memberikan lebih banyak kejelasan tentang rencana kenaikan suku bunga jangka pendek untuk pertama kalinya sejak tahun 2006.
Indeks dolar AS, yang mencatat perdagangan greenback terhadap enam mata uang rival utama, menguat di level 96,91.
MasterForexID
21st August 2015, 06:19 PM
https://lh5.googleusercontent.com/-ONyy_-JJvgI/VdcIT_nNCII/AAAAAAAATVI/pjZnJtfqDGI/w735-h400-no/China%2Bmanufacture.jpg
Minyak tertekan setelah data China rilis (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/930914376969966/?type=1)
Data manufaktur China yang mengecewakan kembali memberi tekanan kepada harga minyak diperdagangan Asia, disamping kecemasan investor terkait dengan pertumbuhan ekonomi.
Setelah tadi malam harga minyak menguat, hari ini kembali anjlok juga dipengaruhi oleh meningkatnya suplai minyak dipasaran dan cenderung rentan jatuh dibawah level psikologis $40 per barrel. Di NYME minyak mentah untuk pengiriman di Oktober diperdagangkan pada $40,92 per barrel turun $0,40 atau 1%. Brent crude turun $0,44 atau 1% menjadi $46,18 per barrel.
Kembali ke data China dilaporkan index purchasing managers, acuan aktivitas manufaktur diseluruh wilayah berada pada angka 47,8 di Juli. Data yang tidak begitu menggembirakan ini menambah kecemasan pasar terhadap pertumbuhan ekonomi China.
Sejauh ini harga minyak sudah turun pada kisaran 55%-56% dibanding tahun lalu. Volatilitas dipasar equitas China, ketidakmampuan pemerintah meredam pelemahan pasar, devaluadi yuan dan merosotnya harga komoditas akibat ketakutan pasar permintaan dari China akan turun menjadi beberapa faktor yang melemahkan minyak.
Ada beberapa analis yang yakin bahwa penurunan harga minyak sebenarnya sudah mencapai titik jenuh dan sentimen pasar akan kembali melompat ketika harga benar-benar capai titik terendahnya akibat kecemasan akan berlebihnya suplai minyak dipasar.
MasterForexID
25th August 2015, 03:23 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-MJ6WEdDY9UM/Vdwj24oSvRI/AAAAAAAATao/TmW6aOef27g/w988-h430-no/BRICS.png
Krisis China rambah BRICS dan Emerging Market (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/933124960082241/?type=1)
Seperti dikutip dari the Guardian, perang mata uang kembali menerpa pasar global, ditandai dengan anjloknya harga saham, merosotnya komoditas dan derasnya capital outflow dari negara-negara emerging market. Pasar keuangan dilanda kepanikan karena muncul kecemasan, dunia sekali lagi akan memasuki fase krisis berikutnya yang pernah terjadi delapan tahun lalu.
Pada Agustus 2007 lalu, krisis dimulai oleh negara-negara maju tepatnya oleh perbankan Amerika dan Eropa dan akhirnya merembet ke negara-negara lainnya. Negara emerging seperti China dan India juga terkena dampaknya tapi mampu pulih cepat dan seketika menjadi penggerak pertumbuhan dunia.
Semula para ekonom telah memperkirakan bahwa negara-negara BRICS yaitu Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan ditabah 11 negara emerging lainnya seperti Turki, Indonesia, Meksio dan Nigeria pada akhirnya akan menguasai perekonomian dunia, dan hal itu terbukti dimana negara-negara diatas mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup mantap.
Akan tetapi cepatnya pertumbuhan ekonomi tersebut membuat mereka rentan akan gejolak ekonomi global dan ceritanya dimulai sekarang. China dianggap sebagai motor dengan kekuatan ekonomi yang saat ini bertengger dirangking 2 dunia. Selama lebih dari 1 dekade, China mengalami ledakan pertumbuhan ekonomi yang begitu masif sampai akhirnya mesin tersebut mulai kehabisan bahan baharnya.
Selama 18 bulan terakhir, China mengalami perlambatan dan perlahan tapi pasti mempengaruhi negara-negara dikawasan. Singkatnya, China merupakan pemasok berbagai komponen dan bahan jadi ke negara-negara emerging market, sebaliknya negara-negara tersebut balas mengekspor bahan bakar dan bahan-bahan mentah ke China.
Dengan melambatnya ekonomi China menyebabkan anjloknya harga minyak dan logam industri. Secara logika, kondisi ini tidak memberi dampak berarti kepada ekonomi global karena menurunnya pendapatan negara-negara yang menjadi penghasil komoditas dapat ditingkatkan dengan meningkatkan penjualan kenegara-negara yang membutuhkannya.
Masalahnya kondisi tidak berjalan seperti skenario diatas. Konsumen dari Eropa, Jepang dan Amerika Utara justru tidak memanfaatkan momen murahnya energi untuk melakukan belanja besar-besaran dan disaat yang sama negara-negara emerging terkena dampak begitu parah.
Negara-negara barat baru saja pulih dari resesi, China justru mengambil langkah drastis dengan membuat nilai ekspornya lebih terjangkau dengan cara menurunkan nilai mata uangnya dan disaat yang bersamaan OPEC membanjiri pasar dengan minyaknya demi menyeimbangkan neraca.
Dalam 30 tahun terakhir, krisis terjadi tiap 7 tahun sekali (rata-rata) dan krisis kembali muncul ketika dampak dari krisis sebelumnya belum sepenuhnya selesai.
Bulan ini situasi menjadi jelas ketika China melaporkan penurunan ekspor diJuni sebesar 8,3%. Untuk membalik keadaan, China mulai mendevaluasi yuan selama 3 hari. Apakah sukses? minggu lalu survei menunjukkan aktivitas sektor pabrikan China merosot cepat dihampir enam setengah tahun terakhir. Permintaan ekspor turun dan penjualan dalam negeripun tidak menggembirakan.
Saat ini China tengah berjuang mengatasi dampak dari ledakan ekonominya dimana dana untuk menggerakkan itu didapat dari dana pinjaman ketika krisis keuangan Amerika terjadi. Utamanya developer properti menggunakan dana yang dipinjam dari perbankan AS. Sebuah laporan dari agensi rating kredit Moody memaparkan devaluasi yuan lebih dari 10% akan mengakibatkan naiknya biaya pendanaan pinjaman kelevel yang tidak stabil dan akhirnya akan mulai bangkrut. Sejauh ini, devaluasi yuan mencapai 3%.
Mungkin bisa dikatakan bahwa nasib dari pelemahan ekonomi China ada ditangan the Fed. Jika the Fed jadi menaikkan suku bunga maka dolar akan melonjak dan kembali yuan terancam. Proyek-proyek properti di Nanjing sampai Chongqing kembali terancam bersamaan dengan triliunan dana yang telah diinvestasikan.
Selain China, Turki juga berada diurutan teratas. Perusahaan-perusahaan besar di Turki sangat bergantung kepada pasar internasional khususnya penggunaan dolar. Resiko sempat turun ketika krisis ekonomi 2008, tapi seiring menguatnya dolar, resiko itu kembali muncul. Turki merupakan penghubung manufaktur utama bagi berbagai bisnis
Amerika dan Eropa. Jutaan anak-anak muda Turki bekerja diperusahaan asing yang saat ini tengah mengurangi produksi akibat melemahnya perdagangan dunia. Ditambah perang dibagian timur perbatasan, mata uang Lira terperosok kelevel terendah sepanjang masa terhadap dolar.
Rusia pun tidak imun tapi mendapat keuntungan dari segi besarnya simpanan. Moskow bernasib baik menikmati surplus minyak dan gas dan menjualnya dengan harga tinggi dan tetap menyimpan sebagian keuntungan. Sama seperti Turki, banyak perusahaan lokal antri meminta pinjaman untuk membayar utang luar negeri. Mata uang rubel juga bernasib tragis dan membukukan level terendah terhadap dolar sejak Februari lalu.
Bagaimana dengan Asia Tenggara? kawasan ini sepertinya mampu mengatasi krisis sedikit lebih baik dibanding 18 tahun lalu. Tapi anjloknya Baht Thailand membawa efek domino keseluruh wilayah, menghantam Indonesia, Malaysia dan Korea Selatan.
Keempat negara yang disebutkan diatas sudah belajar dari pengalaman dimasa lalu yaitu krisis 1997-1998 dan mereka memanfaatkan ekspor untuk meningkatkan cadangan devisinya yang nantinya akan digunakan ketika mata uang mereka dihantam. Tragisnya, hanya Indonesia yang saat ini berada dalam situasi "Merah".
Sebagai produsen minyak, Indonesia dan Malaysia terkena dampak jatuhnya harga minyak dari $115 ke $45 per barrel. Dimana resiko pada Malaysia diperparah oleh pertumbuhan kredit yang berlebihan.
Melambatnya ekonomi China dan devaluasi yuan juga memberi dampak kepada beberapa negara Asia lainnya. Vietnam yang berkutat pada manufaktur biaya rendah akan semakin sulit bersaing sementara ekonomi yang lebih maju seperti Korea Selatan dan Taiwan juga akan mengalami penurunan permintaan ekspor.
-Pe-
MasterForexID
26th August 2015, 02:04 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-ekVwHjlLzBA/Vd1gFgxV9LI/AAAAAAAATgQ/R79YTxIP9-Q/w800-h269-no/Bank%2Bof%2BChina.png
Pangkas suku bunga, pasar masih bergejolak (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/933683003359770/?type=1)
Bursa Asia masih dalam posisi fluktuatif menyusul kecemasan investor bahwa pemangkasan suku bunga di China tidak cukup untuk menstabilkan pelambatan ekonomi atau menghentikan kemerosotan saham yang memicu kisruh dipasar global.
Indeks utama China sempat beberapa kali berusaha merangkak naik tapi akhirnya gagal dihantam oleh gelombang aksi jual. Pertanda diperlukan lebih banyak aksi baik dari pemerintah maupun bank sentral untuk meyakinkan pasar.
Setelah saham-saham China tergelincir sampai 20% dalam waktu 3 hari, BOC langsung memangkas suku bunga dan menurunkan persyaratan cadangan perbankan. Kedua kebijakan diatas memang disambut baik oleh pasar diseluruh dunia, namun dampaknya tidak berlangsung lama karena investor kembali mengalihkan fokusnya pada prospek ekonomi China yang terus memburuk dan dampaknya kepada ekonomi global.
Beberapa negara yang bersinggungan langsung dengan China seperti Indonesia mulai menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi di 2015 ini. Pelemahan ekonomi China juga membuat prospek penyesuaian suku bunga the Fed menjadi tidak jelas.
Posisi terakhir mata uang global seperti euro dikutip pada $1,1565 dibanding kemarin pada $1,1396. Dolar diperdagangkan pada 119,34. gagal mempertahankan diatas level 120. Harga komoditas juga berada sedikit diatas level terendahnya pada minggu ini, kecemasan akan lemahnya permintaan dari China akan memperburuk suplai dan tentu saja harga.
Minyak Brent terakhir dikutip berada pada level $43,36 per barrel. Namun tembaga melonjak 2,3% menjadi $5.065 per ton.
MasterForexID
27th August 2015, 05:51 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-_P07wgJzcEI/Vd7lCR2W8GI/AAAAAAAATmw/H169I9fVsZg/w673-h373/kurs-rupiah-turun.jpg
Dorong Rupiah dan Ekonomi Pemerintah Janjikan Paket Kebijakan (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/934234353304635/?type=1)
Indonesia akan segera mengungkap sebuah paket kebijakan yang ditujukan untuk menopang rupiah rapuh dan membantu pertumbuhan ekonomi tumbuh yang saat ini berada pada laju terlemahnya dalam kurun waktu enam tahun terakhir, pejabat senior pemerintah Kamis mengatakan.
Paket ini diharapkan dapat menambah insentif pajak yang diumumkan pada Senin kemarin guna mendongkrak aktifitas tertentu termasuk kilang minyak dan infrastruktur. Pemerintah dan bank sentral di seluruh pasar negara berkembang saat ini terpaksa mengambil sikap untuk membendung anjloknya nilai mata uang negaranya masing-masing, terutama setelah China memberlakukan pelemahan yuan ke level terendah empat tahun.
Paket kebijakan yang dimaksud adalah untuk meningkatkan cadangan valuta asing indonesia serta menjaga stabilitas makroekonomi, termasuk menyikapi daya beli, ungkap Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, dan mencatat akan ada beragam insentif pajak dan kebijakan lainnya.
Saat ini pasar keuangan mengharapkan pemerintah akan merilis rincian paket tersebut pada Kamis hari ini setelah para pejabat berwenang menyinggung pengumuman paket akan terjadi, namun menteri keuangan mengatakan masih butuh waktu panjang.
Menteri Keuangan mengatakan Indonesia "tidak bisa mengandalkan ekspor komoditas terlalu lama," seraya menambahkan bahwa insentif pajak akan diberikan kepada industri manufaktur. "Arahnya adalah pengembangan hilir, berbasis sumber daya alam, dan industri yang benar-benar dibutuhkan Indonesia."
Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia Darmin Nasution mengatakan paket kebijakan "berkaitan dengan sektor riil. Hal ini berkaitan dengan keuangan dan juga untuk deregulasi," dan kebijakan- kebijakan tersebut diharapkan mulai berlaku minggu depan. Pertama sekali itu akan membuat kegiatan ekonomi menjadi lebihbaik. Kedua, hal itu akan mendorong kembali masuknya mata uang asing ke Indonesia, ungkap Darmin Nasution.
Sebelumnya pada hari Selasa, Bank Indonesia (BI) memangkas prospek pertumbuhan PDB Indonesia untuk tahun ini dan tahun depan. Pada hari Kamis, Gubernur BI Agus Martowardojo memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2015 menjadi 4,89 persen, terlemah sejak 2009.
Rupiah menguat 1 persen menjadi 13.980 terhadap dolar pada hari Kamis setelah indeks saham di Jakarta naik lebih dari 4 persen dan para pelaku pasar mengatakan bank Indonesia diharapkan langsung mengintervensi guna menopang Rupiah.
Langkah yang tidak biasa itu menunjukkan tekad kuat dari otoritas terkait untuk mendukung kinerja mata uang terburuk kedua Asia itu sepanjang tahun ini dengan menunjukkan kehadirannya di pasar, kata para pelaku pasar pedagang. Penguatan rupiah ini merupakan upaya dari penurunan selama delapan hari ke posisi terendah dalam 17 tahun terakhir. Untuk tahun ini, rupiah merosot sekitar 11,5 persen terhadap dolar.
Defisit neraca Indonesia yang besar saat ini dan merosotnya harga komoditas global juga menekan rupiah.
MasterForexID
28th August 2015, 07:01 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-AEBSOWMYT64/VeBMdQi8KQI/AAAAAAAATro/I58m3XHF8ag/w1071-h713-no/POund%2BCoins.jpg
Inggris jadi salah satu yang tercepat (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/934649403263130/?type=1)
Inggris menjadi salah satu negara barat yang pertumbuhan ekonominya paling cepat dikwartal kedua. Kabar ini memberi dampak positif kepada perekonomian negara tersebut dan kawasan sekitarnya.
Berdasarkan data kantor statistik Britania Raya, perekonomian tumbuh 0,7% dalam kurun April-Juni dan sesuai dengan perkiraan awal, meski pertahunnya sedikit lebih rendah menjadi 2,7% dari 2,8%. Amerika berada diurutan teratas dari negara-negara G-7 yang membukukan pertumbahan tercepat, diikuti Inggris.
Baik Inggris maupun Amerika akan memutuskan kebijakan moneter dalam kurun 2 minggu kedepan dan kabar baik diatas akan membantu menurunkan tekanan kepada bank sentral setempat. Pasar dunia mengalami pergolakan karena adanya kecemasan terhadap kondisi ekonomi China yang memicu spekulasi para bankir bank sentral dunia memilih untuk mematok suku bunganya pada rekor terendah selama mungkin.
Para ekonom memperingatkan bahwa melambatnya pertumbuhan ekonomi China dapat mempengaruhi negara-negara barat melalui sektor perdagangan, tapi hal ini tidak terlalu mempengaruhi Inggris dimana China hanya menyumbang 4% untuk ekspor Inggris ditahun lalu.
Lemahnya permintaan dari berbagai perusahaan Asia tampaknya akan menekan harga komoditas lebih jauh. Dan akhirnya menimbulkan tekanan baru terhadap inflasi yang saat ini sudah tertahan walau berbagai bank sentral sudah mengambil beberapa kebijakan.
MasterForexID
2nd September 2015, 05:32 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-vK3wtiy3_sA/VebM2PpQHvI/AAAAAAAAT6A/Qw4Ld9H-9Cs/w450-h356-no/Chinese%2BCapital%2BOutflow.jpg
China perketat capital outflow (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/937404652987605/?type=1)
Pemerintah China kembali menerapkan kebijakan baru yang ditujukan untuk mencegah aliran modal keluar dari negara Tirai Bambu tersebut. Langkah yang diambil oleh otoritas tersebut kembali memicu kecemasan pasar akan tingkat kegentingan krisis ekonomi China.
Pada hari Selasa, tepatnya kemarin bank sentral setempat mengatakan akan mengkondisikan cost yang mahal ketika investor mencoba menekan yuan agar lebih lemah dari dolar AS. Nilai mata uang yang lemah biasanya memicu investor beralih dan mencari tempat lain untuk menempatkan dananya sehingga memperumit upaya pemerintah dalam meningkatkan pendapatan dan memicu pertumbuhan ekonomi.
Beberapa bank terbesar lokal termasuk Bank of China dan China Citic Bank Corp. memperketat pengecekan internalnya terhadap konversi cadangan mata uang asing yang dinilai besar yang dilakukan oleh klien-klien asing. Perusahaan China hanya boleh menukar yuan terhadap mata uang asing untuk tujuan-tujuan bisnis dan harus melalui tahapan penerimaan (approval), diantaranya membayar impor atau investasi asing.
Ditempat lain, regulator keuangan, bersama-sama dengan pihak keamanan juga meningkatkan upaya untuk mengendalikan agen-agen transfer uang ilegal yang biasanya membantu menyelundupkan uang keluar dari China. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat yuan menyusul kebijakan terakhir yaitu mendevaluasi mata uang.
MasterForexID
3rd September 2015, 05:20 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-YkOzPG-8hBc/Vegd9RpbjnI/AAAAAAAAT_I/VMo5LWwbWu8/w614-h407-no/dollar-yen-euro-stronger.jpg
Dolar stabil terhadap euro, yen, Jelang laporan ECB (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/937988302929240/?type=1)
Dolar diperdagangkan stabil terhadap euro dan yen perdagangan di sesi Kamis di saat pasar ekuitas global kembali tenang setelah aksi jual yang dipicu oleh kekhawatiran dampak perlambatan pertumbuhan di China pada ekonomi global.
Dolar masih cukup punya kuat menyusul kenaikan di sesi kemarin dibalik penguatan Wall Street. Namun demikian, pnguatan dolar masih tertahan jelang laporan data pekerjaan AS untuk bulan Agustus Jumat pekan ini, di mana investor berharap akan memberikan kejelasan atas kemungkinan kenaikan suku bunga jangka pendek oleh Federal Reserve.
Gejolak di pasar keuangan global baru-baru ini telah menimbulkan keraguan mengenai apakah Fed akan menunda kenaikan suku bunga itu di pertemuan kebijakan mereka mendatang pada 17 September.
Memburuknya prospek pertumbuhan global telah mendorong minat terhadap euro dan yen dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Namun khusus di sesi hari ini para pelaku pasar juga menantikan hasil pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa, dengan ekspektasi bank sentral akan memangkas target inflasi terkait penurunan harga minyak yang berkelanjutan dan melambatnya pertumbuhan di Cina. Bank sentral juga diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga.
EUR/USD diperdagangkan pada level 1,1232, bergerak tipis di sesi perdagangan hari ini setelah mengakhiri sesi sebelumnya dengan penurunan turun 0,82%. USD/JPY terakhir terpantau di level 120,37, setelah naik ke level tertinggi 120,69 kemarin malam. Indeks dolar AS, yang mencatat perdagangan greenback terhadap sejumlah mata uang utama, berada di level tertinggi tiga hari 95,92.
MasterForexID
8th September 2015, 04:21 PM
https://lh5.googleusercontent.com/-ceDDuwYJR0Y/Ve6m4MQ3INI/AAAAAAAAUN0/HENSDfGxclU/w553-h228-no/Dolar%2BMelemah.jpg
Dolar Diperdagangkan Melemah (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/940291542698916/?type=1)
Mata uang dolar AS melemah terhadap yen dan euro disesi Asia hari ini menyusul anjloknya indeks acuan Nikkei yang berdampak kepada menurunnya selera ambil resiko pasar dan memicu aksi beli mata uang Jepang dan zona euro. Kedua mata uang itu dianggap aman saat ini.
Dolar melemah menjadi 119,05 yen dan diperdagangkan $1,1216 terhadap euro. Sentimen pasar cenderung dipengaruhi oleh data perdagangan China yang menunjukkan penurunan impor, lebih besar dari perkiraan termasuk melemahnya ekspor selama dua bulan berturut-turut.
Meski pasar sempat bernafas lega setelah rapat G-20 di Turki minggu lalu, namun masih ada kecemasan karena prospek kenaikan suku bunga the Fed juga tidak jelas. Dolar sendiri cenderung diperdagangkan pada rentang 118,50-121,00 terhadap yen menjalang rapat FOMC 16-17 nanti.
Aussie juga merasakan dampak negatifnya data China dimana penguatan diawal perdagangan kembali tergerus. Aussie menguat menjadi $0,6958 dan 82,84 terhadap yen. Euro diperdagangkan pada 133,44 terhadap yen.
MasterForexID
10th September 2015, 06:45 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-wHwnZbz4WAk/VfFsKZJr0mI/AAAAAAAAUXg/z6IubSb9EDU/w839-h527-no/boe_2.jpg
Hasil Pertemuan BOE: MPC Terpecah 8 Berbanding 1 (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/941440412584029/?type=1)
Hasil pertemuan kebijakan terbaru Bank of England dirilis Kamis menunjukkan bahwa Dewan Kebijakan Moneter memutuskan hasil suara 8 berbanding 1 untuk mempertahankan suku bunga.
Hasil pertemuan ini menunjukka delapan anggota mendukung untuk mempertahankan suku bunga pada rekor rendah yakni 0,5%, ini sejalan dengan ekspektasi dan tidak berubah dari pertemuan- pertemuan sebelumnya. Sementara satu anggota yang berbeda pendapat, Ian McCafferty, justru menyuarakan kenaikan suku bunga 0,25% menjadi 0,75% untuk bulan kedua berturut-turut.
Namun ke-sembilan anggota justru sepakat tidak melakukan perubahan terhadap program pembelian asset senilai 375 miliar poundtserling.
Menurut hasil pertemuan tersebut, prospek ekonomi Inggris tetap positif dan gejolak pasar baru-baru ini terkait dengan perlambatan ekonomi China belum mempengaruhi pandangan bank sentral Inggris terhadap waktu untuk kenaikan suku bunga semakin mendekati. "Perkembangan global belum cukup untuk mengubah material prospek pusat dijelaskan yang dijelaskan" dalam Laporan Inflasi di Agustus lalu, hasil pertemuan itu juga menyebutkan.
Sebagian besar pelaku pasar mengharapkan BOE untuk mulai menaikkan suku bunga secara perlahan-lahan pada pertengahan 2016.
Terpantau sesaat setelah hasil pertemuan MPC dirilis, GBP/USD diperdagangkan pada level 1,5442 menguat dari level 1,5386 menjelang pengumuman, sementara EUR/GBP berada di level 0,7246 menurun dari level 0,7273 sebelum laporan dirilis.
MasterForexID
11th September 2015, 06:16 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-jwjlIxCEzUE/VfK1rVmx7OI/AAAAAAAAUbY/ihkQtO9F2ng/w600-h400-no/11092015%2BEURUSDH1.png
EURUSD belum mampu tembus resistance kuat (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/941865182541552/?type=1)
EURUSD rebound hingga hampir menyentuh resistance 1.1314. Ini terjadi kemarin di sesi Amerika yang merilis data klaim pengangguran sesuai perkiraan analis. Juga sentimen dari zona euro yang positif.
Nada dovish mengejutkan keluar dari anggota dewan ECB, Benoit Coeure, yaitu pertumbuhan ekonmomi di zona euro masih terlalu lemah untuk mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Jalan terbaik untuk menangani Inflasi yang lemah adalah mendukung kegiatan ekonomi secara penuh. Lagi-lagi ini dapat diartikan stimulus tanpa akhir yang bisa melemahkan EURUSD.
Para petinggi zona euro akan menghadiri ECOFIN meeting dan juga eurogroup meeting di akhir minggu ini. Mudah-mudahan akan ada kejelasan arah dari zona euro.
Secara teknikal, bullish kuat EURUSD masih belum mampu menembus resistance 1.1314. Akibatnya EURUSD terkoreksi dan mencoba mencari level support untuk berpijak. Kami perkirakan EURUSD akan menguji support 1.1229/30. Jika level ini mampu bertahan, maka ada potensi EURUSD untuk rebound kembali. Sedangkan jika berhasil ditembus, maka EURUSD bisa jatuh ke level 1.1153.
Disclaimer:
MFX bekerjasama dengan kontributor untuk menghadirkan analisa untuk para trader. Pergerakan harga yang berlawanan sangat mungkin terjadi dan diluar tanggung jawab MFX.
MasterForexID
15th September 2015, 02:55 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-IuzrlWXJno4/VffOEbh98dI/AAAAAAAAUjg/sv6ZQ3SD3m4/w461-h300-no/Federal%2BReserve%2BBank.jpg
Investor wait and see jelang FOMC (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/944823002245770/?type=1)
Dolar kembali terseret jatuh terhadap yen diperdagangan sesi Asia hari ini setelah Bank of Japan memutuskan mempertahankan kebijakan saat ini yang memicu aksi beli mata uang yen.
Dolar tergelincir sampai 119,90 sebelum kembali naik ke 120,08. Sementara terhadap euro, greenback diperdagangkan flat pada level $1,1316. Dollar index yang merupakan acuan nilai tukar dolar terhadap mata uang major turun 0,02% pada 88,18. Dolar Australia melemah pada $0,7124 dan 85,52 terhadap yen. Euro berada pada 135,88 terhadap yen.
Hari ini investor cenderung memilih "wait and see" jelang keputusan suku bunga the Fed pada Kamis ini. Banyak pelaku pasar yang berada di Jepang yakin the Fed belum akan menaikkan suku bunga mengingat situasi ekonomi China masih belum stabil.
Meski pasar memilih untuk tetap tenang, dolar sudah mulai merosot utamanya setelah BOJ memutuskan tidak merubah kebijakan moneternya. Disamping itu pasar juga menunggu pidato Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda dimana diperkirakan pidato itu akan memicu aksi beli yen.
Ditempat lain, aussie terpaksa memangkas penguatannya dan terjun bebas setelah bank sentral setempat merilis hasil rapat kebijakan 1 September lalu, dimana bank sentral memutuskan sikap netral terhadap prospek suku bunga.
MasterForexID
17th September 2015, 05:12 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-VvFEpIrRZp4/VfqQqtM9GqI/AAAAAAAAUrE/-hpLMPR_q1I/w669-h377-no/Angela%2BMerkel.jpg
Pasar senyap jelang keputusan FOMC (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/946133162114754/?type=1)
Mata uang dolar diperdagangkan nyaris flat terhadap yen dan euro pada perdagangan Asia yang tergolong cukup sepi. Penyebabnya adalah rasa cemas investor akan hasil rapat the Fed, apakah akan dinaikkan atau justru tidak berubah.
Dolar berada pada posisi 120,63 yen dibandingkan perdagangan kemarin pada 120,58. Sementara terhadap euro, dolar nyaris tidak berubah pada level $1,1297 dibanding kemarin $1,1294. Euro diperdagangkan pada 136,28 dibanding kemarin 136,06 terhadap yen.
Meskipun performa bursa saham diseluruh wilayah cukup baik, masih banyak investor memilih untuk "wait and see" sampai keputusan the Fed resmi rilis. Rapat the Fed akan ditutup pada hari Kamis waktu Amerika.
Apapun keputusannya, dolar diperkirakan akan tetap kokoh seandainya mengacu ke-pernyataan terakhir the Fed, bahwa lembaga keuangan paling berkuasa di Amerika tersebut sudah menyiapkan skenario utama menyusul keputusan akhir FOMC.
Sementara jika the Fed memutuskan tidak menaikkan suku bunga, maka analis memperkirakan the Fed akan mengirimkan sinyal hawkish dimana bank sentral akan tetap konsisten pada kebijakan kenaikan suku bunga. Support untuk USD pada kisaran 119,20 sampai 118,30 terhadap yen.
Seandainya the Fed memang tidak menaikkan suku bunga kali ini, maka itu adalah pertanda tidak akan ada kenaikan suku bunga sampai akhir tahun ini. Pertimbangannya tentu saja volatilitas di China dan berbaga negara berkembang. Tapi persentase kemungkinan diatas cukup kecil.
Dolar tidak bergeming setelah data perdagangan Jepang rilis, dimana ekspor Jepang meningkat 3,1% dibanding Agustus tahun lalu, melemahnya yen justru meningkatkan pengapalan keluar negeri namun tetap melambatnya ekonomi China juga berdampak kepada Jepang. Terlihat dari perkiraan sebelumnya, dimana ekspor Jepang diprediksi naik 4,1%.
MasterForexID
21st September 2015, 03:19 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-ByjryTJX9yc/Vf-6cPu_vRI/AAAAAAAAU0Q/2h6W2rZSOA8/w849-h457/Oil%2BPump.jpg
Minyak kembali menguat (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/948142585247145/?type=1)
Hari ini, minyak mentah berjangka bergerak naik diperdagangan Asia menyusul rilisnya data AS diakhir pekan lalu yang menunjukkan berkurangnya operasi sejumlah pengeboran minyak.
Sweet crude untuk pengiriman di Oktober diperdagangkan pada $45,20 per barrel. Brent crude untuk kontrak November naik $0,57 atau 1,1% menjadi $48,02 per barrel. Menurut laporan Baker Hughes jumlah pengeboran turun sebanyak delapan menjadi 644. Penurunan tiga minggu berturut-turut. Jumlah operasi pengeboran minyak ini menjadi indikator produksi minyak dimasa depan.
Minggu lalu departemen energi AS melaporkan persediaan minyak mentah AS turun 2,1 juta barrel sementara persediaan produk petrol meningkat. Sejumlah analis mengatakan pasar mulai stabil setelah mengalami gejolak parah dibulan Agustus lalu. Kepanikan pasar memang sudah reda tapi belum berakhir.
Melambatnya ekonomi Asia utamanya China juga menyebabkan harga turun karena berimbas kepada menurunnya permintaan. Keputusan the Fed untuk mempertahankan rate juga ikut membantu mengkoreksi sentimen utamanya dipasar valas.
MasterForexID
28th September 2015, 06:12 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-Yv6G0AB5OmU/VgkgLUKxL4I/AAAAAAAAVLQ/J9QGAws8NxY/w620-h388/SEPY.jpg
Dollar Stabil Saat Pasar Menunggu Komentar pejabat Fed (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/951211028273634/?type=3)
Dolar masih stabil terhadap mata uang utama pada perdagangan sesi Senin, meski pun harapan akan kenaikan suku bunga AS yang sangat diharapkan ini terus mendukung greenback bersamaan dengan penantikan pasar atas komentar beberapa pejabat Federal Reserve yang dijadwalkan hari ini.
Dolar menemukan dukungan setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen Kamis lalu mengatakan kalau bank sentral AS masih berada di jalur kenaikan suku bunga tahun ini. Komentar ini sedikit meyakinkan pasar bahwa kebijakan moneter tidak mengalami perubahan secara signifikan menyusul keputusan penundaan kenaikan suku bunga oleh The Fed pada awal bulan ini.
Sentimen pasar melemah setelah kepala Dana Moneter Internasional Christine Lagarde dalam sebuah wawancara mengatakan pada hari Senin bahwa IMF kemungkinan akan merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi global menyusul perlambatan perekonomian negara berkembang.
Dolar stabil terhadap euro, dengan EUR/USD diperdagangkan pada level 1,1201. Dolar tergelincir terhadap yen, dengan USD/JPY turun 0,36% di level 120,06. Di tempat lain, dolar melemah terhadap pound, dengan GBP/USD naik 0,27% di level 1,5221, dan dolar stabil terhadap franc Swiss, dengan USD/CHF diperdagangkan di level 0,9780.
Dolar Australia dan Selandia Baru bergerak tipis, dengan AUD/USD pada level 0,7031 dan dengan NZD/USD di level 0,6385. USD/CAD melemah 0,08% diperdagangkan pada level 1,3327, masih mendekati level puncak enam tahun di minggu lalu 1,3417.
Indeks dolar AS, yang mencatat perdagangan greenback terhadap enam mata uang utama, stabil diperdagangkan di level 96,30.
MasterForexID
30th September 2015, 07:00 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-4wa5EsoSzrY/VgvNVL3WQiI/AAAAAAAAVZ4/vne4EyGiylM/w599-h397-no/China%2BEconomy%2BGraphic.jpg
Prospek Fed, Devaluasi Yuan Hantam Mata Uang Asia, Termasuk Rupiah (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/952094998185237/?type=3)
Mata uang Asia mengalami penurunan kuarta terburuknya sejak krisis keuangan global. Penurunan ini terjadi karena hantaman devaluasi yuan China yang memang sangat mengejutkan selain prospek kenaikan suku bunga AS.
Memburuknya ekonomi China berperan mempengaruhi ekspor di Asia, sehingga meningkatkan masalah pelonggaran moneter dan memperkeruh resiko perang mata uang. Dolar Taiwan merosot ke posisi terendah enam tahun setelah bank sentral Taiwan pada pekan lalu turunkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2009. Bank sentral China menurunkan biaya pinjaman pada bulan Agustus untuk kelima kalinya dalam satu tahun.
Indeks Asia Dollar Index, Bloomberg-JPMorgan, yang mencatat perdagangan 10 mata uang asia teraktif tidak termasuk Yen, turun 4 persen dengan kinerja terburuk sejak 2008. Yuan merosot ke level terendah satu setengah tahun karena penurunan ekonomi memperburuk kondisi di Cina. Janet Yellen, Ketua Federal Reserve, Kamis bank sentral tetap akan meningkatkan suku bunganya tahun ini.
Rupiah masih mengikuti tren penurunan mata uang di Asia dan mencatat penurunan hingga 9 persen terhadap dolar pada kuartal ini saja dan. Yuan turun 2,5 persen, penurunan terbesar sejak tiga bulan triwulan Maret 2014.
Pasca devaluasi yuan yang mengejutkan pasar global, diperkirakan modal sekitar $141,66 miliar akan meninggalkan Cina pada bulan Agustus, melebihi rekor sebelumnya yakni $124,620 miliar pada bulan Juli, menurut perkiraan Bloomberg yang dikompilasi menggunakan angka resmi. Dana asing yang keluar dengan total bersih $17,6 miliar di kuartal ini dari pasar saham India, Indonesia, Filipina, Korea Selatan, Taiwan dan Thailand, data terbaru menunjukkan.
Sementara itu, Bank Pembangunan Asia bulan ini menurunkan proyeksi pertumbuhan di 2015 untuk Negara- Negara berkembang di kawasan ini menjadi 5,8 persen dari 6,3 persen. Negara ekonomi dunia terbesar kedua, China, diperkirakan meningkat pada laju terlemahnya sejak tahun 1990 dan indeks manufakturnya merosot ke level terendah enam tahun pada bulan ini.
MasterForexID
1st October 2015, 05:46 PM
https://lh5.googleusercontent.com/-dI5xtrj9l7c/Vg0Lm9UR5wI/AAAAAAAAVdA/Lp56afX9Nj0/w506-h350-no/Asia%2BIndice%2B2.jpg
Pasar Asia kembali Ceria Ditopang Data Pabrik China (https://lnkd.in/bAUqX3V)
Perlahan-lahan sedikit perbaikan terjadi pada indeks aktivitas pabrik Cina sehingga memberikan dorongan terhadap kepercayaan pasar pada sedsi perdagangan hari Kamis (1 Oktober), sehingga mempengarahui penguatan pada pasar ekuitas dan mata uang Asia untuk hari kedua berturut-turut.
Namun, buruknya kepercayaan bisnis Jepang masih menyoroti akan perjuangan pemulihan pemimpin Negara di kawasan asia yang akan kembali berupaya memberi kekuatan ekonomi dalam menghadapi perlambatan pertumbuhan perekonomian di China dan juga kenaikan suku bunga AS.
Penguatan ini muncul setelah pasar saham global mengalami kuartal terburuknya sejak 2011, dengan valuasi senilai triliunan hilang sejak Cina mendevaluasi mata uang yuan-nya pada bulan Agustus, sehingga memicu kekhawatiran akan dampak perjuangan China di seluruh dunia.
Cina pada pagi hari merilis data yang menunjukkan Indeks aktivitas Pembelian Manajer manufaktur pada bulan September sedikit lebih baik dari bulan sebelumnya, meskipun itu masih mendekati level terendah tiga tahun.
Sementara sektor penting masih menunjukkan kontraksi, para pelaku pasar sedikit bergembira dengan fakta sector tersebut telah stabil.
Dalam satu sisi kekhawatiran terhadap kondisi buruk China menyusul serangkaian data yang lemah - dari manufaktur dan investasi hingga penjualan dan perdagangan ritel - meskipun lima pemotongan suku bunga sejak November lalu, masih terjadi. Devaluasi Agustus juga memicu kekhawatiran kemampuan Beijing untuk mengendalikan krisis.
Pemain regional diberi petunjuk positif dari New York, di mana tiga indeks utama kembali mencatat penguatan dari penurunan besar baru-baru ini.
Di pasar Asia indeks Tokyo ditutup menguat 1,92 persen, Sydney naik 1,80 persen, Seoul menguat 0,84 persen namun masih lebih tinggi Singapura dengan kenaikan 0,39 persen. Hong Kong dan Shanghai masih tutup libur nasional.
MasterForexID
29th October 2015, 07:50 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-btwu6OhsNUw/VjIVAtVEyBI/AAAAAAAAWsY/q6MFG_m_W4Y/w620-h372/UK%2BCredit%2BCard.jpeg
Pinjaman individu bersih Inggris Terus Membaik di September (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/964288560299214/?type=3)
Pinjaman bersih terhadap individu dan rumah tangga di Inggris naik melampaui perkiaan pada bulan September, hal ini mencerminkan bahwa semakin kuatnya kebutuhan akan kredit di negera Ratu Elizabeth tersebut. Data resmi Kamis menunjukkan.
Dalam Bank of England total kredit bersih kepada individu meningkat sebesar ₤4,9 miliar bulan lalu, di atas perkiraan ₤4,4 miliar dan naik dari ₤4,7 miliar pada bulan Agustus.
Pinjaman bersih dengan jamin naik ₤3,6 miliar pada bulan September, lampaui ekspektasi untuk peningkatan ₤3,5 miliar, setelah naik ₤3,4 miliar di bulan sebelumnya.
Kredit bersih konsumen, termasuk pinjaman pribadi, hingga pinjaman kartu kredit, meningkat sebesar ₤1,261 miliar, dibandingkan dengan perkiraan ₤1,1 miliar dan dibandingkan dengan ₤1,263 miliar pada bulan Agustus.
Sementara itu, Money Supply M4 menurun berdasarkan perhitungan secara musiman 1,0% pada bulan September, lebih buruk dari ekspektasi untuk penurunan 0,2% menyusul penurunan 0,5% pada bulan Agustus.
Laporan ini juga menunjukkan bahwa jumlah persetujuan akhir hipotek turun menjadi 68.870 bulan lalu dari 70.660 di bulan Agustus. Para ekonom memperkirakan persetujuan hipotek naik menjadi 72.450 pada bulan September.
MasterForexID
2nd November 2015, 05:37 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-IadrxdJyj9o/Vjcx96BE3CI/AAAAAAAAWtw/zXOTlWMnyk4/w800-h600-no/rsz_1dollar_and_yen.jpg
Bursa Asia melemah, yen jadi favorit (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/965764466818290/?type=3)
Bursa Asia diperdagangkan melemah hari ini setelah data survei sektor pabrikan China memicu kecemasan akan ekonomi global. Sementara itu dolar tergelincir terhadap yen karena sentimen ambil resiko menurun.
Indeks acuan Asia Pacific diluar Jepang melemah 0,6%. Saham China drop 0,7% dan Hang Seng melemah 1%. Berita pasar juga dihiasi oleh penangkapan dua orang eksekutif lembaga investasi Hong Kong dimana mereka diduga mengambil keuntungan dengan cara yang tidak jujur.
Indeks PMI menurut Caixin di Oktober menunjukkan aktiviutas sektor pabrikan China turun delapan bulan berturut-turut memicu kecemasan ekonomi masih kehilangan momentum dikwartal keempat meski serangkaian kebijakan stimulus sudah digelontorkan.
Saham Australia melemah 1,4% dan Nikkei melemah 1,7%. Dolar melemah 0,2% menjadi 120,435 yen kaena anjloknya saham Tokyo menyebabkan menurunnya selera ambil resiko dan investor memilih beralih ke Yen.
Perhatian pasar untuk minggu ini beralih ke data-data AS termasuk non-farm payroll dimana data ini sangat berpengaruh kepada keputusan suku bunga the Fed.
Euro menguat 0,3% menjadi $1,1028. Aussie menguat pada $0,7140. Dari sektor komoditas, minyak mentah AS turun 0,5% pada $46,36 per barrel. Emas sentuh level terendahnya pada $1.134,60 per ounce dipengaruhi oleh kecemasan the Fed akan menaikkan suku bunga.
MasterForexID
5th November 2015, 05:03 PM
https://lh6.googleusercontent.com/--CpV46OBdJA/Vjsjm-O0CuI/AAAAAAAAW4U/TbS7_fDCoXc/w461-h300-no/Federal%2BReserve%2BBank.jpg
Pernyataan Fed Topang Dollar di Level Atas 3 Bulan (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/966953193366084/?type=3)
Dollar masih berada di dekat level atas 3 bulan terhadap mata uang utama pasca pernyataan pejabat Federal Reserve indikasikan bahwa suku bunga kemungkina akan naik bulan depan.
Indeks AS saat ini terpantau di sekitar level 98.00, tidak jauh dari level puncak tadi malam 98.24. Sebelumnya dollar mencatat penguatan di sesi Rabu setelah ketua Fed Janet Yellen nyatakan performa ekonomi AS cukup bagus, dan menyatakan jika data ekonomi AS mendatang cukup menopang, bukan tidak mungkin suku bunga akan dinaikkan.
Secara terpisah, Presiden Fed New York William Dudley menyatakan sejalan dengan pernyataan Yellen apa yang akan tewrjadi nanti di Desember.
Penguatan dolar di sesi Rabyu tak lepas dari dorongan data yang menunjukkan tingkat serapan tenaga kerja sektor swasta bukukan petumbuhan yang snagat kuat di bulan Oktober. Sementara di laporan terpisah, defisit perdagangan AS turun ke level terendahnya di tujuh bulan pada September sementara ekspor berhasil rebound, dan aktifitas bisnis swasta tumbuh dengan laju melampaui ekspektasi di bulan lalu.
Sebagai catatan, Laporan ADP menunjukkan serapan tenaga kerja swasta AS bertambah sebanyak 182.000 lapangan kerja di bulan lalu, meski relatif sedikit di atas ekspektasi dengan pertumbuhan 180.000 lapangan kerja di bulan lalu.
MasterForexID
6th November 2015, 06:09 PM
https://lh5.googleusercontent.com/-QQiTZ90saA4/VjyJZYHX4tI/AAAAAAAAW90/WgB7-emfz4o/w640-h360-no/uk-economy.jpg
Data Perdagangan dan Pabrik Pertegas Penurunan Ekonomi Inggris (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/967380016656735/?type=3)
Buruknya data outpur industri dan perdagangan Inggris semakin mempertegas bagaimana perekonomian global mengalami penurunan dan telah memakan korban yakni perekonomian Inggris sekalipun beberapa ekonomi di Inggris tidaklah seburuk yang disangkakan.
Sektor industri Inggris mencatat kenaikan, meski hanya 0,2% di September, berdasarkan laporan dari biro. Dan memang mengalami penurunan pertumbuhan jika dibanidngkan dengan hasil di Agustus dengan pertumbuhan 0,9%.
Sementara defisit perdagangan Inggris menyempit menjadi GBP1,4 milyar atau setara dengan $2,1 miliar di bulan yang sama, GBP1.6 miliar di bawah gap yang tercatat pada Agustus, dan masih cukup lebar untuk memperkecil pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga, ONS menyebutkan.
Meski demikian, data defisit yang masih lebih baik dari perkiraan ekonom dalam jajak pendapat Wall Street Journal itu, justru semakin menguatkan perekonomian Inggris melambat menjelang akhir tahun bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi Cina yang cukup lesu yang juga terpengaruh aktifitas global.
Ekonomi Inggris hanya tumbuh 0,5% antara Juli dan September, lebih rendah dari laju pertumbuhan di kuartal kedua yakni sebesar 0,7%. Bank of England masih berharap banyak pertumbuhan ekonomi akan terjadi revisi pemulihan hingga 0,6%, namun harapan itu terhantam data di Jumat yang relative membuyarkan harapan.
MasterForexID
11th November 2015, 05:56 PM
https://lh5.googleusercontent.com/-rTRsBjTyWrM/VkMcJ1d-IiI/AAAAAAAAXO8/orePDGwLc-4/w600-h450-no/germaneconomy%2B.jpg
Ekonomi Jerman Tergerus Penurunan Ekspor Impor (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/969477916446945/?type=3)
Kementrian perekonomian Jerman melaporkan terjadi penurunan perekonomian di negara tersebut pada kuartal ketiga yang ditengarai oleh merosotnya sektor ‘Eksim’ dan aktifitas industri, sementara baik sector belanja privat maupun sector jasa sedikit mengalami pertumbuhan yang ditopang oleh sektor lapangan kerja yang cukup baik.
Dalam laporan bulanan kementrian Ekonomi Jerman mengatakan pertumbuhan masih cukup solid. "Sektor industri saat ini hanya sedang mengalami ketidakpastian," ungkap kementrian menjelang rilisan data PDB Jerman hari Jumat pekan ini. Ditambahkan "pelemahan aktifitas sektor industri ini berlangsung sepanjang kuartal ketiga."
Perlambatan ekonomi Cina dan resesi Brazil dan Russia turut berperan dalam penurunan ekspor. Sektor ekspor turun 0.6% dari kuartal kedua, secara nominal, sementara impor mencatat pertumbuhan sebesar 1%. "Kondisi ini menyebabkan harga impor merosot lebih tajam dari harga ekspor di kuartal ketiga, ini lebih disebabkan oleh penurunan harga komoditas, sehingga ini dapat diperkirakan nilai bersih perdagangan mmeperlambat pertumbuhan ekonomi," ungkap kemetrian Ekonomian.
Tapi konsumen Jerman tetap optimis dalam membaiknya pasar tenaga kerja dan penurunan biaya energi dan bahan bakar rumah tangga. Jika migran juga akan membantu merangsang permintaan domestik, tetapi hanya untuk " perpanjangan yang terbatas," kata kementerian itu.
Kantor Statistik Federal akan mempublikasikan kilasan perkiraan PDB untuk kuartal ketiga pada pukul 0700 pagi waktu GMT Jumat. Ekonom melalui analis The Wall Street Journal mengharapkan sedikit penurunan tingkat pertumbuhan kuartalan Jerman menjadi 0,3% dari 0,4% pada kuartal kedua. Untuk zona euro secara keseluruhan, ekonom memperkirakan pertumbuhan kuartalan 0,4%, tingkat yang sama seperti pada kuartal kedua.
MasterForexID
13th November 2015, 04:47 PM
https://lh5.googleusercontent.com/-shp_1lW5kB4/VkWwl08GwBI/AAAAAAAAXaE/ihyJBg3Sgto/w450-h323-no/Asia%2BIndice.jpg
Perdagangan Komoditi Seret Bursa Asia (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/970265703034833/?type=3)
Bursa asia akhiri perdagangan akhir pekan dengan penurunan tajam setelah harga komoditi anjlok ke level terendah multi tahun karena kekhawatiran yang muncul akibat semakin memburuknya pertumbuhan global akan mempengaruhi persediaan komoditi, sementara pejabat the Federal terus menggaungkan kemungkinan kenaikan suku bunga bulan.
Indeks bursa Asia-Pasifik MSCI, tidak termasuk Jepang, merosot 1,5 persen, akibat turunnya saham di sektor komoditas. Dan indeks ini mencatat penurunan mingguan sebesar 3,2 persen.
Indeks saham Jepang, Nikkei, ditutup melemah 0,5 persen, menutup tren perdagangan dengan catatan positif dalam tujuh sesi berturut-turut, namun masih mencatat kenaikan mingguan di pekan ini sebesar 1,7 persen. Sementara indeks Komposit Shanghai tergelincir 1,1 persen, dan akan mengakhir pekan ini dengan datar saja.
Tembaga merosot ke harga terendahnya dalam enam tahun $4,795.50 per ton, di bawah harga yang diperdagangkan sepanjang Agustus. Dan diperkirakan akan mengalami penurunan 3,8 persen di pekan ini, dan merupakan penurunan mingguan ke-empatnya. Harga minyak turun hampir di level terendahnya dalam enam setengah tahun yang di sentuh pada Agustus lalu, akibat ketakuan pasar keuangan terhadap perekonomian Cina.
Minyak mentah AS diperdagangkan tidak jauh dari level terendahnya dalam dua setengah bulan di $41,54 per barel karena terus meningkatnya persediaan minyak mentah AS, dan diperkirakan akan mengalami penurunan 6,3 persen untuk pekan ini. Sementara minyak Brent turun 3,9 persen pada sesi Kamis di harga $44,04 per barel, dan diperdagangkan mendekati level terendah di 6 setengah tahun $42,23. Dan terpantau saat ini diperdagangkan di harga $44,05, dan menuju ke penurunan mingguan 7,1 persen.
Hanya emaslah yang mampu menguat ke $1.082,06 dri level terendhanya di enam tahun $1.074,30 per ons, meneruskan penutunannya sepanjang bulan ini menjadi 5,3 persen.
MasterForexID
23rd November 2015, 07:30 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-AlML-ygin5U/VlMF6ggmJCI/AAAAAAAAX4U/xhB-UVew2c4/w750-h509-no/Gold%2BAnd%2BSilver.jpg
Bayang-Bayang Dolar Redupkan Kilau Emas
Emas mencatat penurunan pada sesi Senin, dibayangi oleh tekanan dari dolar sehingga juga mempengaruhi perdagangan logam lainnya.
Emas kontrak Desember (GCZ5) turun $6,50, atau 0,6%, to $1.069,60 per ons. Penurunan ini terjadi ditengah ekspektasi jika Federal Reserve menaikkan suku bunga pada pertemuannya di Desember, yang terus mendongkrak greenback. Sementara indeks AS mencatat kenaikan 0,19%, terus menuju ke level 100 untuk pertyama kali sejak Maret.
Petunjuk stimulus tambahan zona euro dari Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi akhir pekan lalu berperan dalam meningkatkan dolar dan mata uang lainnya terhadap euro.
Penguatan dolar ini berakibat timbulnya tekanan pada perdagangan logam lainnya. Perak kontrak Desember turun 16 sen, atau 1,1%, di harga $13,94 pada hari Senin di ounce. Perdagangan Comex lainnya, tembaga kontrak Desember turun 4 sen, atau 1,8%, di harga $2,02 per pon, menyentuh level terendah baru enam tahun.
MasterForexID
24th November 2015, 06:18 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-HZqquaxnnCo/VlREhKXML8I/AAAAAAAAX88/rkUpR3v1ZYQ/w530-h328-p/Commodity%2BPrice.jpg
Kemelut harga komoditas akan berakhir? (https://scontent-hkg3-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xpl1/v/t1.0-9/12243125_974786762582727_5478665780810893638_n.jpg ?oh=015ac66cd59565c707fdbf87cb0e4f04&oe=56EB924A)
Merosotnya harga komoditas beberapa tahun terakhir berdampak serius terhadap perekonomian global, beberapa perusahaan yang bergerak disektor tersebut terpaksa menurunkan bahkan menghentikan operasinya yang berkontribusi kepada efek domino, perlahan namun pasti.
Banyak yang berharap kondisi ini akan selesai dengan cepat tapi sepertinya badai belum akan reda. Sekedar informasi, anjloknya harga komoditas pertama kali terjadi di 2011 dan jika mengacu kepada rata-rata kemerosotan yang terjadi lima dekade lalu maka pelemahan masih akan terjadi setidaknya dua tahun kedepan.
Meski begitu seperti dikutip dari marketwatch, pendapat berbeda diajukan oleh ekonom Julian Jessop di Capital Economics bahwa harga-harga komoditas sudah jatuh terlalu jauh dan jika pelemahan ekonomi China sudah selesai maka akhir dari pelemahan akan segera berakhir.
Dalam analisisnya Jessop menggunakan data IMF pada tahun 1960 tentang harga berbagai komoditas. Data itu menunjukkan rata-rata penurunan berlangsung selama tujuh tahun. Selama masa penurunan, haga komoditas drop 40%.
Dalam rangka meng'counter" laporan IMF tersebut, Jessop memberi catatan bahwa asumsi pelemahan akan berlangsung setidaknya dua tahun kedepan bisa jadi salah, utamanya jika mengukur harga minyak mentah dan tembaga. Disamping itu dia mengatakan bahwa harga komoditas sudah jatuh terlalu jauh.
Kurun 12 bulan terakhir adalah masa paling parah bagi tembaga dan minyak mentah dimana masing-masing produk tersebut anjlok lebih dari 55% dibawah level puncaknya di 2011, sementara minyak sudah jatuh hampir dua pertiga dari level tertingginya. Penurunan tersebut dianggap cukup untuk memicu kembalinya proses supply and demand untuk mempertahankan pemulihan.
Yang menjadi titik tolak argumentasi Jessop adalah sangat tidak masuk akal jika memperkirakan harga komoditas dengan harga rata-ratanya dimasa lalu. Kunci dari pulihnya harga komoditas adalah China. Satu-satunya alasan kenapa negara ini berperan penting adalah mereka merupakan konsumen terbesar hampir semua komoditas yang sempat memicu "supercycle" yang mendorong harga komoditas meroket dalam kurun 2004-2011 dan akhirnya menemui titik jenuh, dimana suplai berlebih dan permintaan menurun.
Meskipun beredar kecemasan ekonomi China akan terjun bebas dan devaluasi yuan mulai menampakkan efeknya, Jessop cukup yakin ekonomi terbesar kedua dunia itu mulai berbelok menurut data survei sektor manufaktur dan harapan akan dukungan penuh pemerintah yang bisa memicu rebound ditahun depan.
Jika prediksi tersebut benar maka harga tembaga khususnya, perlahan akan mulai pulih.
MasterForexID
25th November 2015, 05:43 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-4rZ2n1nyEUw/VlWQSueIITI/AAAAAAAAX_4/mdnC2RxLRVQ/w530-d-h298-p/Japan%2BFlag.jpg
Pemerintah Jepang: Titik Lemah Perekonomian Masih Terlihat (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/975207905873946/?type=3)
Pemerintah Jepang mengakui ada beberapa titik-titik yang lemah dalam perekonomian, tapi meski demikian, pemerintah Jepang masih mempertahankan penilaian secara keseluruhan, seraya mengatakan perekonomian pulih moderat.
Dalam laporan ekonomi bulanan untuk November, yang diterbitkan Rabu, pemerintah menurunkan sudut pandangnya atas investasi bisnis dan mengatakan melihat titik pelemahan di beberapa sektor ekonomi seperti produksi dan ekspor.
Namun, pemerintah meningkatkan pandangannya di sektor impor bulan ini. Penilaian November menyusul penurunan peringkat efektif perekonomian secara keseluruhan selama dua bulan berturut-turut.
Data menunjukkan awal bulan ini ekonomi Jepang menyusut 0,8% pada tingkat tahunan pada periode Juli-September dari kuartal sebelumnya, menyusul kontraksi 0,7% pada kuartal kedua.
Pemerintah Jepang dalam laporan tersebut menyebutkan telah merincikan rencana untuk mengintegrasikan perjanjian perdagangan pan-Pasifik menjadi upaya revitalisasi ekonomi dan akan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi tantangan struktural seperti menurunnya tingkat kelahiran dan penuaan populasi.
MasterForexID
4th December 2015, 12:14 AM
https://lh3.googleusercontent.com/-w6OucETzfOk/VmB3DyUyQEI/AAAAAAAAYes/RjNzB7yOAkM/w838-h558-no/Goldcoins.jpg
Emas terperosok akibat sentimen suku bunga the Fed (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/978708602190543/?type=3)
Emas berjangka membukukan penutupan terendahnya dihampir enam bulan terakhir dipengaruhi oleh naiknya data ketenagakerjaan sektor swasta AS di November dan komentar dari pimpinan the Fed yang cenderung menunjukkan dukungan kenaikan suku bunga dirapat berikutnya.
Emas untuk pengiriman di Februari tergelincir $9,70 atau 0,9% dan ditutup pada $1.053,80 per ounce. Perak untuk kontrak Maret juga turun 7,4 sen atau 0,5% menjadi $14,009 per ounce.
Dalam pidato Rabu lalu, Yellen memang tidak secara tegas menyatakan the Fed akan menaikkan suku bunga pada rapat berikutnya tanggal 16 Desember dan pasar cukup yakin akan dukungannya tersebut. Secara fundamental, tingginya suku bunga tidak bagus bagi emas yang justru mendapat keuntungan dari kebijakan moneter yang cenderung longgar.
Kemarin Automatic Data Processing mempekirakan serapan lapangan kerja untuk sektor swasta mencapai 217.000 di November, ini pertanda pasar memperkirakan laporan ketenagakerjaan di November cukup kuat. Sentimen positif ini juga meningkatkan kemungkinan the Fed dalam menaikkan suku bunga.
Salah seorang analis mengatakan pulihnya perekonomian AS berarti negara mampu untuk menahan kenaikan suku bunga yang tidak begitu tinggi dari the Fed. Dan inilah penyebab anjloknya harga emas.
Emas akan kembali anjlok jika tanda-tanda kenaikan suku bunga menguat.
MasterForexID
4th December 2015, 05:19 PM
https://lh5.googleusercontent.com/-sHuUw7_-XZE/VmFmSfrWvSI/AAAAAAAAYjk/4c6xV-cImDM/w510-h300-no/Fiat-money-Federal-Reserve1.gif
Data Payroll Kuat, Kenaikan Suku Bunga Semakin Dekat (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/979295828798487/?type=3)
Diperkirakan pertumbuhan lapangan kerja AS masih solid di November dalam kondisi ekonomi AS saat ini, sehingga diyakini semakin membentuk jalan bagi Federal Reserve menaikkan suku bunga di bulan ini untuk pertama kali di hamper satu dekade.
Dalam survei Reuters, para ekonom memperkirakan payroll non pertanian AS tumbuh 200.000, mengakumulasi pertumbuhan lapangan kerja sebesar 271.000 yang tercipta di Oktober. Sementara tingkat pengangguran diperkirakan masih di 5 persen, level terendahnya di 7 setengah tahun. Level ini masih dalam rentang yang dianggap cukup stabil bagi The Fed.
"laporan lapangan kerja akan memberikan kepercayaan bagi the Fed untuk mulai menaikkan suku bunga nya di Desember. Jika the Fed menunda hingga 2016, ini akan menjadi musibah the sendiri," ungkap ekonom senior Moody's Analytics, Ryan Sweet, di Westchester, Pennsylvania.
Laporan pekerjaan yang sangat dipantau ini akan dirilis pada Jumat, hari ini, pukul 8:30 pagi waktu AS atau pukul 8.30 malam Waktu Jakarta.
Sementara ketua Fed Janet Yellen mencatat optimis perekonomian ketika dia bersaksi di depan anggota parlemen pada hari Kamis, menjelaskan hal itu sebagian besar memenuhi kriteria bank sentral AS telah menetapkan untuk menaikkan suku bunga pertama sejak bulan Juni 2006.
Yellen mengatakan ekonomi hanya harus menciptakan lapangan kerja di bawah 100.000 perbulan untuk mempertahankan pertumbuhan penduduk usia kerja. Komite pengaturan kebijakan Fed akan melakukan pertemuan pada 15-16 Desember mendatang.
MasterForexID
7th December 2015, 06:53 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-XlP-nXN0lN4/VmVvyG5dxSI/AAAAAAAAYow/-pvIjFy8gOQ/w800-h600-no/rsz_dscf1246.jpg
Pertumbuhan Output Industri Jerman Kurang Memuaskan (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/980745585320178/?type=3)
Output industri Jerman naik pada bulan Oktober, namun dengan hasil yang masih di bawah ekspektasi meski pertumbuhan sektor manufaktur dan konstruksi dibatasi oleh penurunan dalam sektor produksi energi.
Output industri, meningkat 0,2% pada Oktober dari bulan sebelumnya, kementerian ekonomi Senin mengatakan. Hasil ini relative jauh di bawah ekspektasi para ekonom dalam survei The Wall Street Journal yang memperkirakan kenaikan 0,5%.
"Tren produksi industri sedikit negatif akhir-akhir," kata kementerian, tapi beliau menambahkan bahwa kenaikan output pada awal kuartal keempat adalah "langkah pertama untuk mengatasi kelemahan bulan sebelumnya."
Output manufaktur dan konstruksi masing-masing meningkat 0,7% dari September, tetapi produksi energi merosot 5,9%. "Faktor cuaca selama musim panas sebelumnya telah membawa ekspansi nyata dalam produksi energi terbarukan," kementerian menyebutkan.
Kementerian perekonomian Jumat kemarin mengatakan bahwa pesanan manufaktur mencatat pertumbuhan 1,8% pada Oktober dari bulan sebelumnya, didorong oleh meningkatnya permintaan dari kawasan euro sendiri yakni sebesar 2,4%. Indeks sentimen bisnis Ifo Jerman mencapai level tertinggi dalam 17 bulan pada bulan November.
MasterForexID
8th December 2015, 05:20 PM
https://lh5.googleusercontent.com/-HO3HImxDHs8/VmatQYvEMgI/AAAAAAAAYuU/4goyX07uffM/w640-h360-no/OPEC.jpg
Minyak kembali ditutup dibawah level terendah (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/981259185268818/?type=3)
Minyak mentah berjangka tergelincir lebih dalam pada Senin lalu dan membukukan penutupan terendah dihampir 7 tahun terakhir. Salah satu penyebab anjloknya harga adalah keputusan OPEC untuk tetap mempertahankan produksi minyaknya.
Minyak mentah West Texas untuk pengiriman Januari turun $2,32 atau 5,8% dan ditutup pada $37,65 per barrel. Minyak Brent untuk kontrak Januari turun $2,27 atau 5,3% dan ditutup pada $40,73 per barrel.
Tampaknya harga minyak akan terus berada pada posisi ini karena supply/demand tidak seimbang. Sebelumnya OPEC menetapkan batasan produksi minyak berjumlah 30 juta barrel per hari namun kenyataannya produksi mendekati 31,5 juta barrel per hari.
MasterForexID
11th December 2015, 04:59 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-aMH-VP5gHQY/Vmqclf777II/AAAAAAAAY6s/BBVz5DraVyE/w620-h349-no/Dollar%2BJackson.jpg
Dolar stabil, euro lemes (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/982625495132187/?type=3)
Dolar diperdagangkan stabil menyusul menguatnya euro dipengaruhi pernyataan yang positif dari otoritas setempat. Sementara aksi profit taking memangkas kenaikan aussie yang sempat menguat berkat kuatnya laporan ketenagakerjaan.
Terakhir dikutip, aussie turun 0,5% pada $0,7247 setelah sempat melonjak lebih dari 1% pada $0,7335 tidak lama setelah laporan tingkat pengangguran Australia tembus level terendah dalam kurun 19 bulan terakhir di November.
Euro sedikit terkoreksi pada $1,0936 setelah sempat naik 0,7% tadi malam dan akhirnya terpaksa menyerah dan turun dari level tertingginya pada $1,1044 menyusul pernyataan dewan gubernur ECB Erkki Liikanen bahwa bank sentral siap melonggarkan kebijakan moneter jika diperlukan.
Analis memperkirakan dolar akan mengalami penurunan besar terhadap euro minggu ini namun perbedaan kebijakan moneter antara AS dan Eropa justru akan memberi dukungan kepada greenback dijangka panjang. The Fed sendiri diperkirakan akan menaikkan suku bunga minggu depan untuk pertama kalinya dihampir satu dekade terakhir.
Dolar sendiri terakhir kali dikutip menguat 0,4% pada 122,06 yen. Yen cenderung menarik sepanjang minggu ini karena merosotnya harga komoditas mempengaruhi selera ambil resiko investor.
Rendahnya harga minyak membuat mata uang yang berkaitan dengan komoditas dalam posisi tertekan. Dolar Kanada sentuh level terendah baru dalam 11,5 tahun terakhir pada C$1,3654 terhadap dolar.
Yuan sentuh level terendahnya dalam 4,5 tahun terakhir terhadap dolar pada 6,4515 menyusul spekulasi Beijing akan melepas yuan terdepresiasi setelah IMF menerima yuan kedalam jajaran mata uang utama.
MasterForexID
14th December 2015, 06:02 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-GtTk32CBVvk/Vm6d6hr7sYI/AAAAAAAAY_o/BHDHbjyT_30/w480-h269-no/Yuan.jpg
Yuan masih akan terus melemah (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/984329721628431/?type=3)
Mata uang yuan tergelincir kelevel terendahnya dalam empat tahun terakhir setelah bank sentral mengeluarkan statemen bahwa mata uang seharusnya tidak semata diukur berdasarkan pergerakan terhadap dolar. Pernyataan ini diartikan oleh pasar sebagai sinyal bahwa yuan masih akan terus melemah.
Didalam rilis resmi, otoritas Bank Sentral China mengungkapkan bahwa nilai tukar merupakan cerminan perdagangan dan investasi dengan berbagai negara dan pasar harus memperhitungkan fluktuasi yuan terhadap beberapa mata uang utama basket currencies).
Yuan terakhir kali drop 0,05% menjadi 6,4585 per dolar. Dimana sebelumnya tembus 6,4665 yang merupakan level terlemah sejak Juli 2011.
MasterForexID
15th December 2015, 05:30 PM
https://lh5.googleusercontent.com/-nwLe8bHM5_Y/Vm_i3c3iZZI/AAAAAAAAZCs/dl7ELze4TxA/w600-h400-no/The-Fed-Seal.jpg
Investor tunggu keputusan the Fed (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/984977224897014/?type=3)
Dolar diperdagangkan sedikit melemah terhadap yen dan euro dalam perdagangan yang ketat di Asia karena banyak investor memilih untuk menunda pasang posisi penting jelang rapat the Fed minggu ini.
Dolar terakhir kali dikutip berada pada level 120,95 dibandingkan 121,00 kemarin di New York. Dolar juga melemah terhadap euro yang berhasil menguat menjadi $1,1022 dibanding kemarin $1,0986. Euro diperdagangkan pada 133,36 terhadap yen.
Semakin banyak pelaku pasar yang yakin the Fed akan mulai menaikkan suku bunga dirapat berikutnya. Meski begitu masih ada yang cemas terhadap prospek lambannya kenaikan suku bunga AS ditahun depan sehingga akan membatasi momentum upward (keatas) dolar.
Saat ini investor cenderung menunggu keputusan the Fed. Mayoritas investor yakin the Fed hampir pasti menaikkan suku bunga namun tempo kenaikan suku bunga yang masih belum jelas akan menyulitkan dalam memprediksi arah pergerakan dolar.
MasterForexID
15th December 2015, 05:55 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-P9sFixZBn7A/Vm_uacelk6I/AAAAAAAAZDo/7i1OdyOTcow/w879-h488-no/Crude%2BOil.jpg
Minyak kembali naik tapi tidak menjanjikan (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/985043418223728/?type=3)
Minyak mentah diperdagangkan menguat setelah menunjukkan tanda-tanda kebangkitan diawal perdagangan Asia namun kenaikan cenderung terbatas karena kecemasan pasar terhadap membengkaknya suplai global dan permintaan masih lemah.
Disamping itu trader juga memilih untuk tidak mengambil posisi beresiko jelang keputusan suku bunga the Fed yang baru akan bertemu dalam minggu ini. Jika suku bunga dinaikkan, maka dolar berpotensi menguat dan membuat minyak mentah semakin mahal bagi trader asing. Dolar adalah standar untuk pembelian minyak dipasar internasional.
Di NYME minyak mentah berjangka, light sweet untuk pengiriman di Januari diperdagangkan pada level $36,22 per barrel. Brent crude untuk kontrak di Januari di London naik $0,17 menjadi $37,75 per barrel.
Semalam, minyak mentah tergelincir mendekati level terendahnya. Minyak Brent jatuh sampai $36,33 per barrel. Minyak mentah acuan AS juga jatuh sampai $34,53 per barrel.
Harga minyak masih akan melemah karena negara-negara OPEC menolak memangkas produksi sementara suplai dari Iran dan Libya melonjak. Berakibat melimpahnya pasokan minyak mentah dunia.
OPEC mengatakan akan memangkas produksi jika negara-negara eksportir minyak non-OPEC juga mau memangkas produksinya. Kalaupun OPEC setuju memangkas produksi, pertanyaan selanjutnya adalah seberapa besar pemangkasannya sehingga mampu menyeimbangkan kembali harga pasar tanpa mengorbankan pangsa pasar.
Perlu diwaspadai data inventory minyak dan tingkat produksi AS yang akan rilis esok hari waktu setempat. Analis memperkirakan cadangan minyak mentah AS berkurang 2,5 juta barrel diminggu yang berakhir pada 11 Desember.
MasterForexID
17th December 2015, 06:59 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-KpecQ0hCIAI/VnKZaRhNdbI/AAAAAAAAZNE/5ACIYHoEfiw/w620-h381/Yellen%2BSanta%2BRally.png
Ditopang Fed, ‘Santa Rally’ Bursa AS Diperkirakan Masih Berlanjut (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/986294984765238/?type=3)
Wall Street diyakini akan mencatat penguatan di hari ke-empat di sesi Kamis, setelah para pelaku pasar mendapati kenaikan suku bunga AS di hampir 10 tahun beakangan ini.
Analis mengatakan langkah tersebut juga menggarisbawahi krisis keuangan pasar.
"Keputusan Fed tidak mengherankan siapapun dan ada rasa gamblang lega bahwa akhirnya langkah telah dibuat," kata Russ Mould, direktur investasi AJ Bell.
"Peningkatan suku bunga sementara pertumbuhan global masih loyo sangat berisiko, tetapi Fed memberikan ekonomi AS mosi percaya dan jelas didorong oleh kemajuan negeri yang cukup besar dengan peningkatan pertumbuhan belanja konsumen dan angka penciptaan lapangan kerja yang kuat," tambahnya.
Dalam sesi perdagangan sesi Kamis, indeks berjangka Dow Jones Industrial Average menguat 57 poin, atau 0,3% ke level 17.710, sementara indeks S&P 500 menguat 6,05 poin atau 0,3% ke level 2.069,75. Sementara indeks berjangka Nasdaq 100 menguat 19,50 poin atau 0,4% ke level 4.676,75. Dan ketiga indeks ditutup menguat pasca keputusan the Fed.
Dollar terus membuat jalur penguatan di sesi Kamis, dengan indeks ICE dollar melonjak 0,8% ke level 98,67. Penguatan dollar semakin membebani sektor komoditas baik logam maupun migas yang harus merosot tajam. Minyak berjangka tergelincir di bawah $35 per barel setelah data persediaan minyak AS lebih tinggi dari perkiraan.
MasterForexID
21st December 2015, 05:56 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-bLrxxmTu4-o/VnfUKPqTp1I/AAAAAAAAZU0/i0sik3e9TXY/w793-h523-no/Sterling%2BDollar%2BEuro.jpg
‘Cable’ Tertambat Di Dekat Level Terendah 8 Bulan (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/988285881232815/?type=3)
Pound hampir tidak menunjukkan pergerakan berarti terhadap dolar AS di sesi Senin, masih di dekat level terendahnya 8 bulan karena sentimen terhadap greenback yang masih mendapat dukungan keputusan kebijakan Federal Reserve baru-baru ini. Dan volume perdagangan pun diperkirana masih terbatas apalagi menjelang libur Natal ini.
GBP/USD terpantau sempat berada di level 1,4892 sepanjang perdagangan sesi pagi eropa, yang merupakan level bawah sesi hari ini, meski sempat konsolidasi di level 1,4899. Cable diperkirakan akan menuju ke level support 1,4861, yang meru[akan level terendahnya terhadap dolar AS yang disentuh pada 17 Desember lalu dan level bawah delapan bulan dan berpeluang menuju level resistan di 1,5003, yang merupakan level tertingginya yang disentuh pada 17 Desember.
Pada minggu lalu, dollar mencatat kenaikan besar terhadap pound berkat dukungan kenaikan suku bunga the Fed 25 basis poin ke rentang antara 0,25% dan 0.5%. Menjawab keputusan tersebut, ketua the Fed Janet Yellen mengatakan FOMC tidak akan berada dalam pendekatan normalisasi kebijakan moneternya dan kenaikan suku bunga kedepannya (kalaupun) dilakukan secara bertahap sangat bergantung data.
Secara terpisah, kondisi pasarpun masih dikhawatirkan oleh harga minyak dunia yang turun ke level $34,29 pada Jumat lalu, yang merupakan level sejak 2004, di tengah kekhawatiran baru atas permasalahan suplai minyak global.
Perdagangan terhadap euro, Sterling hanya menguat tipis, dengan EUR/GBP hanya mencatat penurunan 0,09% dan bergerak di level 0,7288.
MasterForexID
22nd December 2015, 04:36 PM
https://lh5.googleusercontent.com/-uHAmHpPSm-k/VnkV_J73RqI/AAAAAAAAZZ0/8YlR6ueB-xE/w600-h300-no/Oil-Dropping.jpg
Pergerakan Dollar Terganggu Kekhawatiran harga minyak (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/988757301185673/?type=3)
Dolar relatif tidak berubah terhadap yen dan euro pada perdagangan Asia sesi Selasa yang cukup sepi, dengan hanya beberapa pelaku pasar di pasar menjelang musim liburan akhir tahun.
Terhadap yen, greenback di perdagangkan du kevel ¥121,25, dibandingkan dengan ¥121,11 di akhir perdagangan sesi Senin di New York. Dolar juga diperdagangkan datar terhadap euro, yang diperdagangkan berada di level $1.0910 dari $1.0920 penutupan sesi Senin. Sementara euro jatuh terhadap yen di level ¥132,28 dari ¥132,26.
WSJ Dollar Index, yang mengukur dolar terhadap sejumlah mata uang utama, turun 0,05% pada level 90,09.
Dolar terlihat seperti kekurangan arah yang jelas di sepanjang sesi Asia, dengan tidak adanya isyarat perdagangan baru dan diberikan perdgangan di bursa saham Tokyo menunjukkan pergerakan tipis. Indeks Nikkei Stock Average turun 0,1% pada tengah hari.
"Menjelang liburan Natal, dolar tidak memiliki momentum baik itu arah naik ataupun sebaliknya," kata Yuzo Sakai, manajer promosi bisnis FX di Tokyo Forex & Ueda Harlow.
Namun, pasar mata uang dan analis memperingatkan bahwa penurunan berkelanjutan harga minyak dunia menjadi pertanda buruk atas sentimen risiko jangka pendek.
Harga minyak Brent di sesi Senin jatuh ke level terendah sejak 2004, sementara minyak mentah jatuh di bawah level $34 per barel di New York Mercantile Exchange karena pesimisme pasar terus memberi tekanan pada komoditas apalagi persediaan dan produksi minyak tidak besar.
MasterForexID
28th December 2015, 06:07 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-TzSP1n851GI/VoEW9GKt68I/AAAAAAAAZqQ/WmepWIfVPZo/w620-h413-no/Dollar%2BShip.jpg
Dollar Kelimpungan Menjelang Akhir Tahun (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/992542124140524/?type=3)
Dolar hanya menguat tipis terhadap yen selama sesi perdagangan Senin di Asia, atas gagalnya greenback mempertahankan penguatan dari pertengahan sesi pagi di tengah kurangnya petunjuk perdagangan.
Greenback terpantau berada di level ¥120,43 setelah mencapai atas ¥120,55. Yang menguat tipis dibandingkan dengan perdagangan pada sesi perdagangan Jumat sore ¥ 120,33 di Tokyo. Dengan minimnya volume perdagangan mendekati liburan akhir tahun di Jepang, greenback berhasil menuju ke atas intraday selama perdagangan pertengahan pagi.
Namun hanya karena mencatat penguatan moderat Nikkei Stock Average, aksi beli dolar tidak bertahan lama, menyebabkan mata uang AS itu untuk masih kehilangan arah hingga sisa sesi perdagangan. Indeks Nikkei naik 0,6% di tengah hari.
"Dolar tidak memiliki arah yang jelas," akibatnya masih banyaknya pasar luar negeri lainnya yang tutup, kata seorang analis perusahaan pialang Jepang. "Tapi dolar tidak akan jatuh seperti yang sebelumnya dikhawatirkan."
"Mengingat kurangnya petunjuk perdagangan baru terhadap fundamental ekonomi AS, sulit untuk mengasumsikan penjualan dolar lebih lanjut," kata analis.
Mata uang AS itu flat terhadap euro, sedikit jatuh ke level $1,0972 dari $1,0965 di sesi Jumat. Terhadap yen, mata uang tunggal blok itu naik ke level ¥132,15 dari level ¥ 132,08.
Sementara indeks WSJ Dollar, yang mencatat perdagangan dolar terhadap sejumlah mata uang utama, turun 0,05% di level 89,65.
MasterForexID
6th January 2016, 01:09 AM
https://lh4.googleusercontent.com/-euAf6sLc41w/VouuleM5-NI/AAAAAAAAZ_8/SEfe646XSJE/w860-h563-no/oil-world.jpg
Persediaan Melimpah, Pemulihan Harga Minyak Sulit Terjadi: polling (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/996855950375808/?type=3)
Harga minyak mentah sepertinya tidak mungkin terus menguat pada 2016 ini karena buruknya pertumbuhan permintaan tidak mampu menyerap kenaikan pasokan dari negara seperti Iran dan Irak, meskipun produksi minyak non-OPEC diperkirakan hanya moderat, hasil sebuah jajak pendapat Reuters pada hari Senin menunjukkan.
Rata-rata harga minyak mentah berjangka North Sea Brent diperkirakan di sekitar $52,52 per barel, di bawah harga jajak pendapat bulan sebelumnyayakni $5,43, menurut survei dari 20 analis.
Ini merupakan jajak pendapat Reuters bulanan ketujuh berturut-turut dengan para analis memangkas harga perkiraannya. Pada bulan Mei, analis memperkirakan harga rata-rata minyak Brent sekitar $70,90 pada tahun 2016, tetapi terus menurunkan tinjauan mereka sejak saat itu.
Tiga belas dari 18 responden yang berpartisipasi baik di jajak pendapat November maupun survei terbaru yang dilakukan pada bulan Desember, memangkas perkiraan harga mereka untuk minyak jenis Brent berjangka di 2016, yang rata-rata $53,79 pada tahun 2015.
Harga minyak terus melayang di sekitar level bawah 11 tahun setelah jatuh ke level terendah sejak pertengahan tahun 2004 pada akhir Desember, disaat angka produksi minyak mendekati rekor tinggi tampaknya akan memberi surplus global.
"Bahkan jika produksi minyak negara non-OPEC (USA, Brazil, Kanada) menurun sebesar 0,6 hingga 0,8 juta barel per hari (bph) pada tahun 2016, peningkatan produksi dari Iran dan Irak akan terus membuat pasar dalam kondisi kelebihan persediaan pada tahun 2016, "kata direktur Penelitian CRISIL, Rahul Prithiani.
Para analis mengatakan tingginya tingkat persediaan dapat terus bertahan hingga 2017 karena mungkin memerlukan waktu untuk membersihkan persediaan berlebihan yang tidak diinginkan.
"Pertumbuhan permintaan akan dipengaruhi pada perlambatan pertumbuhan permintaan Cina, peningkatan efisiensi dalam negara OECD (Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan), substitusi dari gas alam dan penghapusan subsidi di negara-negara berkembang," kata Prithiani.
MasterForexID
6th January 2016, 11:25 PM
https://lh5.googleusercontent.com/-q2p6-y52qKE/Vo0F2Un8O8I/AAAAAAAAaDs/tzCBZ_3AVY0/w994-h574-no/Dollars.jpg
Dollar Masih Stabil, Meski Terbebani Kekhawatiran Global
Dolar sedikit menguat terhadap mata uang utama lainnya pada perdagangan sesi Rabu, meski di satu sisi adanya kekhawatiran atas ketegangan geopolitik global yang terus meredam permintaan aset berisiko.
Investor masih berhati-hati setelah Korea Utara pada Rabu menegaskan bahwa mereka telah melakukan uji coba nuklir dan mengatakan bahwa Pyongyang tidak akan menyerahkan kemampuan nuklirnya kecuali AS membiarkan kebijakan luar negerinya.
Pasar juga tengah dicemaskan oleh ketegangan antara Iran dan Arab Saudi, menyusul eksekusi seorang ulama Syiah terkemuka oleh Saudi.
Sementara itu, investor melirik rilis pekerjaan AS dan laporan neraca perdagangan, serta risalah pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve yang akan dirilis hari ini, sebagai petunjuk potensial terhadap langkah bank sentral AS selanjutnya.
Di zona euro, Markit sebelumnya melaporkan bahwa indeks manajer pembelian sektor jasa tumbuh ke level 54,2 pada Desember dari 53,9 bulan sebelumnya, yang hanya diperkirakan tidak mengalami perubahan oleh para analis.
MasterForexID
7th January 2016, 05:58 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-_YjDkvx6dWY/Vo4-1hjQIeI/AAAAAAAAaEs/wpmVIx06Wn4/w656-h384-no/theworldtoday_2006d.jpg
Sekilas kabar pasar dunia (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/997916663603070/?type=3)
Terperosoknya saham China sekali lagi memicu dihentikannya perdagangan untuk kedua kalinya diminggu ini sekaligus menyebabkan pasar diwilayah sekitar jatuh tajam yang juga disebabkan oleh merosotnya nilai tukar yuan.
CSI 300, indeks acuan saham unggulan di Shanghai dan Shenzen tergelincir 7% menjadi pemicu dihentikannya perdagangan hari ini. Ini adalah penghentian yang kedua kalinya setelah tapi pagi pasar juga ditutup selama 15 menit karena penurunan mencapai 5%.
Shanghai Composite Index tergelincir 7,3% ketika perdagangan dihentikan membukukan loss harian menjadi 12%. Ini adalah loss mingguan terbesar sejak 21 Agustus.
Pasar saham dikawasan termasuk Indeks Hang Seng turun 2,4%, Nikkei Jepang turun 1,8%, S&P/ASX 200 Australia jatuh 1,4% dan Kospi Korsel turun 1%.
Awal hari ini bank sentral China melakukan perbaikan nilai tukar yuan lebih rendah dari dolar pada 6,5646 turun 0,51% dibanding level kemarin. Ini langkah terbesar sejak 13 Agustus lalu, setelah devaluasi yuan.
Pasar sulit memprediksi apa sebenarnya yang ingin dilakukan otoritas keuangan China. Merosotnya pasar China sepertinya turut dipengaruhi oleh kemerosotan global sejak tadi malam. Minyak mentah AS anjlok kelevel terendahnya sejak 2008, turun 5,6% menjadi $33,97 per barrel, sementara Dow Jones Industrial Average turun 1,5%.
Pelaku pasar semakin pesimis dan mulai bersiap terjadinya aksi jual besar-besaran secara global. Mata uang Negara-negara emerging melemah, harga komoditas rendah ditambah dengan isu politik Korea Utara sukses melakukan uji coba senjata nuklirnya, ketegangan antara Arab Saudi dan Iran.
Terakhir kali dikutip, minyak brent turun 2,1% pada $33,52 per barrel, harga emas naik 0,4% pada $1.096,40 per troy ounce.
MasterForexID
8th January 2016, 06:04 PM
https://lh5.googleusercontent.com/-UcHuLANJ0IQ/Vo-VTj6iUmI/AAAAAAAAaIA/dVqmm3w2nCs/w608-h342-no/UK%2BTrade.jpg
Harga Minyak Sempitkan Defisit Perdagangan Inggris (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/998551420206261/?type=3)
Defisit perdagangan Inggris menyempit pada bulan November, menurut data resmi yang dirilis Jumat, dimana sebagian pendorong penurunan deficit perdagangan ini tak lepas dari jatuh harga minyak mentah dunia, sehingga memotong nilai impor minyak.
Biro Statistik Nasional mengatakan Jumat, hari ini, mengatakan defisit perdagangan barang Inggris menyempit menjadi 10,6 miliar pound atau setara dnegan $15,5 juta pada bulan November, mengalami penurunan ringan dari laporan defisit 11,2 miliar pound di bulan sebelumnya.
Data menunjukkan perkembangan neraca perdagangan Inggris didorong oleh turunnya nilai impor, khususnya minyak yang mencatat penurunan sebesar 13% pada bulan tersebut, ONS mengatakan, sementara volume impor minyak hanya turun 2%. Ekspor juga mengalami penurunan pada bulan itu, turun 1,3% pada bulan November dibandingkan dengan Oktober.
Para pembuat kebijakan Inggris selama bertahun-tahun telah berusaha untuk menyeimbangkan ekonomi terhadap perdagangan dan investasi dan jauh dari belanja konsumen sebagai penyebab utang, namun kemajuan justru lambat. Upaya untuk meningkatkan ekspor harus tertahan kondisi ekonomi global yang merata dan terutama oleh kondisi kurangbaik di zona euro, yang merupakan pasar terbesar Inggris untuk barang dan jasa.
Defisit perdagangan Inggris dengan Uni Eropa melebar mencapai rekor GBP8,2 miliar, didorong oleh lonjakan impor mobil, kata ONS. Defisit dengan negara-negara di luar Uni Eropa menyusut.
Tidak termasuk jasa, defisit perdagangan Inggris menyempit pada bulan November menjadi 3,2 miliar pounds dari 3,5 miliar pounds pada bulan Oktober.
MasterForexID
11th January 2016, 05:40 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-Ed0lvVuI_mo/VpN2T5BIAqI/AAAAAAAAaJ8/ieSF5pOYXvw/w809-h540-no/Container%2BTerminal.jpg
Asteng mulai rasakan dampak perlambatan China (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1000192313375505/?type=3)
Pertumbuhan ekonomi China selama ini menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi regional dan internasional, sektor yang paling mendatangkan keuntungan bagi negara-negara produsen adalah sektor komoditas dan produk impor lainnya.
Tapi cerita indah itu mulai sirna dan kondisi berbalik, apakah melambatnya ekonomi China akan menyeret negara-negara dikawasan?
Di Asia Tenggara, menurut laporan ANZ Banking Group Ltd. Singapura adalah negara yang terkena dampak paling keras dimana penurunan pertumbuhan ekonomi China sebesar 1% menyerat Singapura sampai 1,4%. China sendiri merupakan tujuan ekspor Singapura terbesar, menyumbang hampir 15 persen dari keseluruhan pengapalan. Sementara Malaysia, Filipina dan Vietnam tidak terkena pengaruh berarti.
Oleh karena sumber pendapatan Singapura yang terbesar adalah ekspor, otomatis Singapura memiliki sensitifitas yang paling tinggi. Menurut perkiraan Bank Dunia diminggu lalu, China akan tumbuh 6,7% tahun ini sementara di 2015 lalu diperkirakan tumbuh 6,9%.
Tanda-tanda melambatnya pertumbuhan telah merembet kepasar keuangan dan Bank Sentral setempat mengambil langkah antisipasi dengan menurunkan nilai tukar mata uang kelevel terendah sejak terakhir kali di 2011 dan menghentikan perdagangan dipasar saham setelah terjadi penurunan signifikan.
Akibat dari melemahnya ekonomi China, pertumbuhan di Singapura hanya sebesar 2,1% dimana ini adalah pertumbuhan terlambat dalam enam tahun terakhir.
MasterForexID
12th January 2016, 05:12 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-mH0TVh3YLFE/VpTQSu0W7ZI/AAAAAAAAaO4/cMYFPxs63hk/w426-h240/Made%2Bin%2BEngland.jpg
Aktifitas Pabrik Inggris Merosot di November (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1000795399981863/?type=3)
Aktifitas sektor manufaktur Inggris mencatat penurunan untuk kali kedua di November, sehingga mempengaruhi optimisme terhadap outlook perekonomian Inggris. Data kantor Statistik Inggris (ONS) Selasa Menunjukkan.
Dalam laporannya, ONS mengatakan aktifitas manufaktur Inggris mengalami penurunan sebesar 0,4% pada November, dan hasil tersebut berlawanan dengan ekspektasi untuk kenaikan 0,1% menyusul laporan buruk yang sama di bulan lalu juga dengan penurunan 0,4%.
Untuk tingkat tahunan, aktifitas pabrik di Inggris turun dengan tingkat produksi rata-rata 1,2%, bahkan hasil ini lebih buruk dari estimasi untuk penurunan 0,8%, setelah mencatat penurunan tingkat produksi 0,2% di Oktober.
Dalam laporan tersebut juga menunjukkan aktifitas di sektor industrial penun mencatat hasil buruk, dengan penurunan 0,7%, dibandingkan dengan laporan sebelumnya yakni flat dan di 2 bulan sebelumnya hanya mencatat pertumbuhan sebesar 0,1%.
Laporan aktifitas sektor manufaktur ini mempengaruhi nilai tukar pounds, dengan GBP/USD turun ke level 1,4503 dari sekitar level 1,4528 sebelum data diumumkan. Sementara terhadap euro,sterling juga mencatat penurunan, dengan EUR/GBP diperdagangkan di level 0,7491 dari sebelumnya sempat berada di level 0,7479.
MasterForexID
13th January 2016, 04:57 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-6RibfDNFae4/VpYetpcYLQI/AAAAAAAAaS4/m1x04ZWS_t8/w622-h404-no/China%2BOil%2BReserve.jpeg
Cadangan Minyak mentah China Melonjak (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1001274079933995/?type=3)
Impor minyak mentah Cina meningkat di Desember, mempertegas kuatnya penggunaan minyak di negara tersebut yang terus memenuhi cadangan strategis minyaknya dan di saat kilang minyak lokal memanfaatkan murahnyua harga miyak dunia saat ini.
Tercatat di Desember, China mengimpor minyak mentah sebanyak 33,19 juta ton, 9,3% lebih tinggi dari tahun sebelumnya, Bea Cukai Cina Rabu mengatakan. Impor di bulan ini juga mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya yakni sebanyak 27,3 juta ton.
"Ini memperkuat pandangan saya bahwa China akan terus menjadi konsumen kuat minyak mentah meskipun pasar masih cemas dengan kondisi saat ini. Tren permintaan minyak mentah masih akan tetap tinggi karena ekonomi diharapkan masih tumbuh minimal 6%," kata Barnabas Gan, seorang analis komoditas di OCBC.
Sebagai bagian dari reformasi energy yang sedang berlangsung, Beijing telah memberi izin pembukaan kilang penyulingan minyak yang lebih kecil dan swasta, yang dikenal dengan "teapots", untuk mengimpor minyak mentah secara langsung dari sumber luar negeri. Cina mengimpor sebanyak 335,50 juta minyak mentah di 2015, mencatat kenaikan sebesar 8,8% dari 2014.
Platts China Oil Analytics memproyeksikan pertumbuhan permintaan minyak mentah China akan melambat lebih dari 6% pada tahun ini, didorong oleh perlambatan perekonomian Cina. Volatilitas pasar saham Cina baru-baru ini telah menakutkan beberapa trader minyak yang mengharapkan permintaan minyak mentah China menurun. Harga minyak global telah jatuh hampir 20% sejak awal tahun ini.
Namun, pengaruh dari peningkatan ekspor bahan bakar Cina dalam beberapa bulan terakhir, impor produk minyak sulingan Cina mengalami penurunan 11% pada tahun tersebut menjadi 2,84 juta ton pada bulan Desember, data resmi menunjukkan. Pada 2015 sendiri, total impor produk minyak sulingan Cina turun 0,3% menjadi 29,90 juta ton.
Dengan lemahnya konsumsi dalam negeri, kilang di Cina telah lebih banyak mengekspor. Pada bulan Desember Cina mengekspor sebanyak 250.000 ton minyak mentah, naik 4,2% dari tahun sebelumnya. Pada 2015, Cina mengekspor 2,87 juta ton minyak mentah, naik 377% dari tahun sebelumnya.
China juga mengekspor sebanyak 4,32 juta ton produk minyak pada bulan Desember, melonjak 53% pada tahun tersebut. Pada 2015, Cina mengekspor 36,15 juta ton produk minyak, naik 22%.
MasterForexID
18th January 2016, 03:41 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-CJ8nyzGM4Vs/Vpykis7DkZI/AAAAAAAAae8/d6IfXI1Ydhw/w620-h350-no/Refinery%2BOil.jpg
Mungkinkah minyak tembus dibawah $20 perbarrel? (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1003739629687440/?type=3)
Minggu ini minyak kembali diperdagangkan dibawah $30 per barrel dan ada beberapa spekulan yakin bahwa minyak dalam waktu dekat akan mencapai level terendahnya (titik jenuh) untuk kemudian kembali melonjak. Tapi bersiaplah untuk kecewa karena permasalahnya tidak sesederhana itu.
Seorang pelaku diindustri ini Shawn Driscoll, manager di T.Rowe Price New Era Fund pernah memprediksi di 2014 lalu bahwa minyak akan turun kelevel $50 dalam waktu 10 tahun, dimana saat itu sudah drop ke $80 per barrel. Sepuluh minggu kemudian minyak sudah berada dilevel $50-an.
Ketika minyak sentuh kisaran $30 per barrel, beliau mengatakan bahwa minyak berpotensi jatuh dikisaran bawah sampai pertengahan $20 per barrel hanya dalam kurun enam bulan saja, dimana Jumat lalu di NYMEX minyak ditutup pada kisaran $29,50 per barrel. Beliau mengatakan minyak berpeluang terus turun jika melihat kondisi "bear" disektor komoditas dan minyak.
Masih menurut Driscoll, penyebab logis dari tragedi ini adalah pasokan minyak yang sudah terlalu banyak dan mungkin akan berlangsung sampai dua tahun, sementara beberapa pelaku diindustri ini masih belum jujur dalam menyingkapinya.
Seperti yang sudah pernah kami tulis diartikel sebelumnya, penyebab dari "oversupply" nya pasar dikarenakan Arab Saudi yang mewakili OPEC memilih untuk terus memompa minyak agar pangsa pasarnya yang saat ini coba direbut oleh Amerika dan negara-negara non OPEC seperti Rusia dan Iran tetap terjaga. Ketiga negara ini, jika melihat kemampuannya bisa memproduksi harga minyak yang lebih murah jika dibandingkan negara-negara OPEC, terutama Iran yang siap memompa minyak diharga berapapun.
Berkaca pada skenario diatas ditambah produksi minyak Iran, maka pasar dunia masih dikategorikan "oversupply" satu juta per barrel dalam satu hari di tahun 2016. Dan ditahun 2017 pun pasar diperkirakan masih "oversuppy" meski tanpa memperhitungkan Iran.
Jangan lupa bahwa produksi baru akan mulai dilakukan dengan total produksi mencapai ratusan ribu barrel perhari dinegara-negara seperti Brazil dan Kazakstan dalam waktu beberapa tahun kedepan. Industri energi sampai hari ini telah mengalami penurunan investasi puluhan juta dolar dan pemecatan sampai 250.000 orang dan angka tersebut terus berlanjut.
MasterForexID
19th January 2016, 06:09 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-SrrQSkWHHiY/Vp4YtqLn7HI/AAAAAAAAalw/nWZzKMEdMo8/w470-h387-no/UK%2BPrices.jpg
Inflasi Inggris Bentuk Sterling Level Tertinggi Harian (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1004353479626055/?type=3)
Pound mencapai level tertinggi hariannya terhadap dolar pada sesi Selasa setelah data menunjukkan bahwa tingkat inflasi tahunan di Inggris naik pada tingkat tercepat dalam hampir setahun pada bulan Desember.
GBP/USD naik ke level 1,4340 dari level 1,4317 sebelum laporan laporan indeks harga konsumen Inggris yang mencatat pertumbuhan tersebut di rilis. Inflasi konusmen Inggris naik 0,1% pada Desember dari bulan sebelumnya, Kantor Statistik Nasional mengatakan.
Tingkat inflasi tahunan naik 0,2%, melampaui perkiraan yakni sebesar 0,1% dan tertinggi sejak Januari 2015. Biaya transport, khususnya tarif udara, merupakan kontributor utama kenaikan, kata ONS.
Data ini dirilis pada akhir tahun yang memperlihatkan tingkat inflasi konsumen mendekati nol, mendorong investor untuk menaruh kembali harapan atas masa kenaikan suku bunga oleh Bank of England.
Gubernur BoE Mark Carney akan memberikan pidatonya hari ini di mana ia diharapkan dapat menguraikan pemikirannya tentang prospek ekonomi. Investor sangat menantikan pidato tersebut sebagai indikasi kemungkinan kenaikan suku bunga.
Sterling juga menyentuh level tertinggi sesi terhadap euro, dengan EUR/GBP jatuh ke level 0,7584 dari sebelumnya di level 0,7599.
MasterForexID
20th January 2016, 05:37 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-DTuwU--7Les/Vp9hTyuIJUI/AAAAAAAAaqA/9_CkXUxjT4U/w750-h422-no/Oil-prices-fall.jpg
Minyak Di Level Terendah (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1004869492907787/?type=3)
Minyak merosot ke level terendah dalam 12 tahun terakhir. Harga minyak jatuh diperdagangkan di bawah $28 per barel sesi Rabu di perdagangan Asia, dengan tanpa petunjuk akhir yang terlihat atas over-supply minyak yang terus membebani pasar.
"Alasan utama penurunan besar harga minyak AS pagi ini adalah karena kontrak Februari akan segera berakhir sehingga sebagian besar pedagang telah menutup posisi mereka dan memulai perdagangan pada kontrak Maret," kata Daniel Ang, seorang analis energi Phillip Futures .
Harga minyak telah mengalami penurunan drastis selama hampir dua tahun, anjlok lebih dari 70% dari level tertinggi di 2014. Namun sebagai produsen minyak tetap fokus pada pangsa pasar bukan untuk mendukung harga, sehingga harga cenderung tetap tertekan.
Harga minyak mentah juga telah terpukul oleh perlambatan ekonomi China. Pasar khawatir bahwa permintaan minyak mentah oleh negara pengguna minyak terbesar kedua dunia itu akan goyah karena cina bergeser ke model ekonomi rendah energi intensif. Pada hari Selasa, pemerintah Cina laporkan produk domestik bruto negara nya naik 6,9% pada 2015, laju pertumbuhan yang paling lambat dalam 25 tahun terakhir.
Badan Energi Internasional dalam laporan terbarunya mengatakan kemungkinan harga minyak dunia akan meluncur lebih jauh tahun ini karena pasar menghadapi "tekanan besar" dan tidak akan mampu menyerap minyak dengan ekstra dari produsen seperti Iran. Badan energi memperkirakan kelebihan pasokan melebihi 1 juta barel per hari di tahun ketiga berturut-turut dan pasar bisa ditinggalkan dengan surplus 1,5 juta barel per hari pada semester pertama tahun ini.
Badan ini juga memperkirakan akhir sanksi terhadap Iran akan menambah 300.000 barel per hari minyak mentah pada akhir kuartal pertama, dan sebagian besar mengimbangi penurunan pasokan 600.000 barel per hari yang diperkirakan dari produsen di luar Organisasi Negara Pengekspor Minyak.
Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Februari diperdagangkan pada harga $27,49 per barel, turun $0,97 atau 3,4% di sesi elektronik Globex. Ini merupakan level intraday terendah sejak September 2003. Harga minyak Nymex untuk pengiriman Maret turun 83 sen, atau 2,8%, menjadi $28,74 per barel. Smenetara Minyak mentah Brent Maret di ICE Futures exchange London turun $0,82, atau 2,7%, ke level $28,12 per barel.
MasterForexID
21st January 2016, 03:28 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-56auwtVy-mI/VqCU2AWYo0I/AAAAAAAAauM/WW1De0omMPU/w700-h461-no/Yen%2Band%2BDollar.jpg
Yen kembali kangkangi dolar (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1005358962858840/?type=3)
Yen berhasil memangkas penurunan terhadap dolar AS termasuk mata uang lainnya disesi perdagangan Asia hari ini. Rapuhnya bursa Tokyo menjadi alasan bagi investor dalam memburu yen.
Dolar melemah menjadi 116,69 setelah sempat menguat sampai 117,48. Tadi malam terjadi aksi sell off dibursa Amerika dan dilanjutkan menguatnya saham Tokyo dipagi hari namun akhirnya berubah negatif dan ditutup turun 2,4%.
Setelah dolar sentuh level terendah 115,97 dihari Rabu, pelaku pasar mengatakan dolar sudah "oversold" terhadap yen. Saat ini dolar tampaknya mulai menemukan level support baru yang cukup solid dibawah 116 yen. Dan perlu diingat bahwa pergerakan saham AS akan menjadi kunci kenaikan dolar. Dolar ada peluang bergerak dekati 118 yen ketika saham AS menunjukkan tanda-tanda bottom out (jenuh).
Pernyataan terbaru pembantu terdekat menteri Abe memicu naiknya dolar ditengah-tengah spekulasi Bank of Japan akan melonggarkan kebijakan moneternya pada rapat berikut di 28 dan 29 Januari.
Mata uang lainnya seperti euro terakhir dikutip berada pada 127,21 yen. Pound diperdagangkan pada 165,61. Dolar Australia diperdagangkan pada 80,44 yen setelah sempat menguat sampai 81,65 yen. Euro diperdagangkan pada $1,0901.
MasterForexID
22nd January 2016, 06:56 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-Peiz0wtX_TE/VqIV_a-4PcI/AAAAAAAAa0M/fS9RssyqO3U/w600-h300-no/Oil-Dropping.jpg
Janji Stimulus ECB Juga Pengaruhi Pergerakan Minyak (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1005906666137403/?type=3)
Harga minyak menguat di atas $30 per barel pada perdagangan sesi Jumat di saat para pelaku pasar memburu barang murah setelah seminggu mengalami volatil dan bertaruh bahwa langkah-langkah stimulus baru oleh bank sentral utama akan meningkatkan sentimen sektor komoditas yang kerap tertinggal bergerak.
Minyak mentah Brent, yang menjadi patokan minyak dunia, naik 5% menjadi $30,68 per barel di bursa ICE Futures London. Sementara Di New York Mercantile Exchange, West Texas Intermediate menguat 4,1% di $30,74 per barel. Bahkan di awal sesi, Brent sempat naik hingga ke $31,10 per barel sementara minyak WTI menyentuh angka $31,04 per barel.
Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi Kamis kemarin mengisyaratkan langkah-langkah pelonggaran lanjutan di tengah tekanan inflasi terkini di negara- negara Eropa dari penurunan harga minyak dunia. Pedagang juga berspekulasi bahwa bank sentral Jepang mungkin saja meningkatkan Program pembelian aset pada pertemuan mereka di akhir Januari ini.
"Investor menyambut baik petunjuk dari ECB atas stimulus moneter lebih lanjut tersebut dan bahkan berharap akan dilaksanakan secepatnya Maret," sebut analis JBC Energy mengatakan.
Harga minyak mentah mampu mencatat kenaikan meski persediaan minyak AS juga mengalami peningkatan yang semakin mempertegas minyak mentah di seluruh dunia masih berlimpah ruah.
Administrasi Informasi Energi AS melaporkan persediaan minyak AS naik sekitar 4 juta barel pekan lalu. EIA mengatakan, produksi minyak AS juga naik minggu lalu, di atas 9,2 juta barel per hari, meskipun harga turun sekitar seperlima sejak awal tahun.
MasterForexID
26th January 2016, 11:49 AM
https://lh6.googleusercontent.com/-ddAI3LuT43k/Vqb4EtzyCoI/AAAAAAAAa6M/aMiYJaYj25Q/w300-h282-no/Trendless.jpg
Minyak "trendless" (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1007758355952234/?type=3)
Minyak kembali menjadi tajuk utama dipasar investasi setelah terakhir kali merosot kebawah $30 per barrel. Ragam spekulasi beredar dimasyarakat dan memicu optimisme tentang kapan tren negatif ini akan berakhir.
Update terkini yang kami dapatkan datang dari kepala analis komoditas Goldman Sachs Jeffrey Currie, dimana beliau mengatakan minyak akan terus menembus batas bawah pada level $20 per barrel. Level ini adalah level kritis dimana jika tembus maka produksi minyak akan dihentikan karena tidak lagi bisa menanggung biaya termasuk pengeluaran operasi. Sementara batas atas yang ditetapkan oleh Currie adalah $40 per barrel.
Minyak berada dalam kondisi "bear" dan pergerakan fundamental dapat menciptakan volatilitas dengan sensitivitas tinggi. Anjloknya harga minyak juga disebabkan oleh persediaan minyak yang melimpah sementara permintaan turun drastis.
Kondisi akan tetap seperti ini dalam jangka menengah dimana kapasitas minyak akan terus melimpah ruah.
MasterForexID
26th January 2016, 05:33 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-VgRnHTLOEKo/VqdI-iXF7hI/AAAAAAAAa8s/LyESXgEhuVU/w922-h496-no/Oil%2BWorsens.jpg
Harga Minyak Pengaruhi Nilai Tukar Aussie
Penurunan harga minyak dunia saat ini tidak hanya mempengaruhi perdagangan indeks saham di Asia yang mengalami penurunan secara luas, namun perdagangan forex. Murahnya harga minyak dunia juga mempengaruhi nilai tukar dollar Australia terhadap dolar AS di sesi Selasa ini.
Kondisi ini diperparah dengan banyaknya pelaku pasar yang cukup enggan masuk ke pasar dan menunggu pernyataan kebijakan yang akan dirilis Federal Reserve AS pada hari Rabu. Sementara pasar Australia hari ini libur untuk memperingati ‘Australia Day’.
Secara keseluruhan, pasar saham Asia melemah di sesi hari ini bersamaan dengan harga minyak dunia kembali diperdagangkan di bawah $30 per barel, di tengah kecemasan melimpahnya persediaan minyak dunia namun tidak disambut dengan permintaan global.
Sementara, pasar menantikan hasil pertemuan kebijakan terkini The Fed pada Rabu yang diyakini akan mempertahankan suku bunga setelah pada Desember lalu the fed menaikkan suku bunga untuk kali pertama dalam kurun waktu 1 dekade.
Selain itu, penantian pasar atas pernyataan kebijakan the Fed ini sebagai indikasi apakah bank sentral akan mempertimbangkan untuk memperlambat langkahnya dalam menaikkan suku bunga tahun ini pasca kelesuan pasar finansial global baru-baru ini.
Para pelaku pasar juga memantau data kepercayaan konsumen yang akan dirilis hari ini, sebagai indicator kekuatan ekonomi AS.
MasterForexID
27th January 2016, 07:31 PM
https://lh5.googleusercontent.com/-8w-ocWBvtTc/Vqi0V72o_NI/AAAAAAAAbA8/AX85mtULO0I/w800-h500-no/dolar%2Bterbang.jpg
Dollar Ngambang Di Tengah Penantian (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1008446795883390/?type=3)
Dollar hanya bergerak tipis terhadap mata uang mayoritas di sesi Rabu di saat para pelaku pasar menantikan hasil pertemuan Federal Reserve hari ini untuk petunjuk selanjutnya akan arah kebijakan moneter tahun ini.
Bank sentral AS itu diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga dan menyimpulkan pertemuan dua harinya pada rabu, hari ini setelah untuk pertama kalinya di hamper satu dekade menaikkan suku Bunga pada Desember lalu.
Tak ayal, para pelaku pasar sangat menantikan pernyataan kebijakan the Fed dan digunakan sebagai petunjuk apakah bank sentral mempertimbangkan untuk memperlambat kenaikan suku bunga tahun ini pasca kelesuan pasar keuangan dunia.
Indeks dollar yang menjadi tolak ukur perdagangan greenback terhadap mata uang mayoritas ddiperdagangkan di level 99,1, bertahan di bawah level tertinggi selama 7 pekan yang disentuh pada Kamis lalu 99,95.
Hamper semua analis masih the Fed tidak akan membuat perubahan dalam kebiajakan moneternya, meski laporan pelemahan ekonomi belakangan ini masih menjadi pemicu ekspektasi akan pengenduran di tahun ini.
MasterForexID
28th January 2016, 11:43 PM
https://lh5.googleusercontent.com/-05eQSPTjAJM/VqpDqr4jC4I/AAAAAAAAbHo/07LUQyC2_Ng/w664-h535-no/Dollar%2BFall.jpg
Tergelincir pasca pernyataan fed, Dollar Terpuruk Pasca Data
Dollar diperdagangkan melemah pada sesi Kamis terhadap mata uang mayoritas, terpukul oleh pernyataan Federal Reserve atas kebijakan terkininya yang sangat mengecewakan ekspektasi pasar yang akan mempengaruhi petunjuk kenaikan suku bunga, para pelaku pasar pun harus menerima kenyataan dari data pesanan produk tahan lama, klaim pengangguran dan penjualan rumah yang dirilis hari ini.
Di akhir pertemuan dua harinya, pada Rabu, The Fed masih mempertahankan suku bunganya, dimana banyak para pengamat memperkirakan hasil tersebut pasca kenaikan suku bunga yang di lakukan pada Desember lalu setelah hampir satu dekade tidak mengubah kebijakannya.
Para pembuat kebijakan sebenarnya sangat menyadari, ketidakpastian ekonomi dan outlook global masih terus meninggi pasca kelesuan di pasar keuangan.
Namun demikian, perekonomian AS masih menunjukkan pertumbuhan meski relative moderat dan untuk pasar tenaga kerjapun menunjukkan tingkat kenaikan bertahap, bank sentral mengatakan demikian meski tanpa memberikan indikasi langkah kenaikan suku bunga di kemudian hari.
Para pelaku pasar saat ini mengalihkan perhatiannya ke konklusi pertemuan Bank of Japan pada Jumat besok. Mayoritas mengharapkan tidak ada perubahan kebijakan moneter Japan, namun lemahnya laporan ekonomi belakangan ini bersamaan dengan tanggapan pejabat Bank Sentral Jepang telah memicu ekspektasi untuk pengenduran lebih lanjut di tahun ini.
MasterForexID
29th January 2016, 06:09 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-HxxvIqDPC0E/VqtGomn0PhI/AAAAAAAAbKo/Oqt4mmhFeJg/w622-h408-no/BOJ%2B2.jpg
Belum Pernah Sebelumnya, BoJ Adopsi Suku Bunga Negatif (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1009597005768369/?type=3)
Pada pertemuannya Jumat hari ini, bank sentral sentral Jepang secara mengetjutkan menyatakan akan menerapkan kebijakan suku bunga negatif untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, bersamaan dengan kegaduhan ekonomi, rendahnya inflasi yang terus membekap dan gejolak pasar keuangan global yang dapat merusak rencana kebangkitan ekonomi Perdana Menteri Shinzo Abe.
Bank sentral mengatakan pemangkasan suku bunga deposito ini untuk membayar dana yang terendap di BOJ oleh perbankan komersial dalam kondisi berlebihnya dana cadangan yang diperlukan secara hukum, menjadi minus 0,1% dari sebelumnya 0,1%. Langkah ini diketahui merupakan upaya untuk menekan biaya pinjaman di seluruh spektrum yang luas waktu sehingga merangsang inflasi, bank sentral menyebutkan.
Keputusan Bank sentral untuk menerapkan suku bunga negatif untuk "mendahului manifestasi risiko penurunan dan mempertahankan momentum untuk mencapai target stabilitas harga di 2%," BOJ menugnkapkan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pasca pertemuan selama dua hari tersebut.
BOJ pun menyatakan bahwa eluang untuk terus menerapkan suku bunga negatif bias saja dilakukan, selagi diperlukan. "Jika dirasa memang diperlukan, Kami akan siap memangkas suku bunga lebih jauh ke wilayah negatif," kata bank sentral.
Keputusan ini berdasarkan voting 5-4 yang mendukung suku bunga negatif.
MasterForexID
1st February 2016, 04:36 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-bGfYq0Q2cEI/Vq8jjGhQBZI/AAAAAAAAbOk/BBLJpwGgJOQ/w650-h455-no/Warren%2BBuffet.jpg
Buffet borong saham Phillips meski harga minyak jatuh (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1011081498953253/?type=3)
Meski harga minyak jatuh habis-habisan dan banyak analis memperkirakan prospek harga minyak masih suram dua tahun kedepan, investor gaek Warren Buffet justru mengendus peluang disektor yang telah menyebabkan banyak orang di PHK ini.
Berdasarkan laporan komisi sekuritas dan bursa efek Amerka, Berkshire Hathaway Inc. yang merupakan milik Buffet tercatat membeli 2,54 juta saham Phillips 66 minggu lalu. Nilai dana yang digelontorkan mencapai $198 juta.
Di Agustus lalu, Berkshire mengumumkan kepemilikan saham Phillips 66 mencapai 10%, dengan tambahan baru ini maka total jumlah sahamnya membengkak menjadi 13,6%. Hebatnya pendaftaran pembelian saham itu dilakukan hanya beberapa jam setelah pengumuman penurunan keuntungan Phillips 66 sebesar 43% akibat anjloknya harga komoditas.
Phillips memang mengalami penurunan keuntungan tapi menurut analis Justin Jenkins, jika diteliti maka keuntungan per saham sebesar $1,31 justru lebih tinggi dari perkiraan orang-orang di Wall Street yaitu hanya sebesar $1,25. Aksi beli Buffet berhasil menarik perhatian pelaku pasar dan mungkin sektor komoditas secara keseluruhan.
Beberapa pihak memperkirakan Buffet tengah berspekulasi dengan minyak. Saham Phillips dinilai cukup sehat jika ditilik nilainya. Phillips sendiri merupakan bagian dari ConocoPhillips yang khusus mengolah minyak dan menjual produk-produk kimia dari bahan minyak.
Anjloknya harga minyak memang memukul ConocoPhillips tapi perusahaan suling seperti Phillips 66 justru meraih untung dari murahnya harga minyak karena proses suling minyak menjadi bahan bakar lebih murah dan kuatnya permintaan akan bensin juga memberi keuntungan.
Dalam wawancara dengan CNBC, Buffet mengatakan bahwa dia membeli saham Phillips bukan sebagai perusahaan suling maupun karena bagian dari Conoco. Dia membeli sahamnya karena suka dengan perusahaan itu dan cara mereka mengelolanya. CEO Phillips Greg Garland berhasil melakukan yang terbaik sejak mengambil alih perusahaan itu. Berkshire sendiri tidak tertarik mengakuisisi perusahaan itu.
MasterForexID
2nd February 2016, 05:47 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-G3-4wdCZcU8/VrCIkwz2hzI/AAAAAAAAbTg/kspzepiu10Y/w400-h276-no/yen-and-dollar-fighting.jpg
Diuntungkan Sentimen Minyak, Yen Terus Bergerak Naik (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1011691795558890/?type=3)
Yen pada hari ini berhasil bergerak menguat terhadap dollar dan euro. Ini disebabkan oleh masih melemahnya harga minya sehingga terus merongrong pasar saham global, dan memantek pelaku pasar terus berinvestasi pada asset safe haven.
Bursa saham Asia mencatat penurunan masih disebabkan masih lemahnya harga minyak yang terpengaruh kekhawatiran melimpah ruahnya persediaan pasca data manufaktur Cina yang juga melemah ditambah dengan kecemasan di AS atas melambatnya pertumbuhan ekonomi global. Bursa saham Eropa juga melemah setelah pembukaan terseret saham di sektor tambang dan energi.
USD/JPY turun ke level 120,36 dan terakhir terpantau di level 120,64, atau turun 0,31% hari ini dan turun dari level atas 121,68 yang di sentuh pada Jumat akhir pekan kemarin setelah keputusan mengejutkan Bank of Japan yang mengadopsi suku bunga negatif.
Euro pun mengalami penguatan terhadap dollar, dengan EUR/USD menguat 0,25% ke level 1,0915. Zona euro merilis data tingkat pengangguran di Desember 10,4% hanya turun sedikit dibandingkan dengan ekspektasi tingkat pengangguran 10,5%, angka yang sama dirilis pada November dan merupakan level terendah di empat tahun.
Indeks dolar yang mencatat pergerakan perdagangan greenback terhadap mata uang mayoritas masih diperdagangkan di sekitar level 99,02.
MasterForexID
3rd February 2016, 04:50 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-eTRf-oOPMNQ/VrHJA1IRw0I/AAAAAAAAbXo/6VtIrJMKNeo/w600-h300-no/yen-forex-dollar.jpg
Pasrah, Yen Dikecewakan Para ‘Bargain Hunter’ (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1012163065511763/?type=3)
Yen harus melempas penguatannya pada perdagangan sesi Rabu terhadap dolar AS, ini disebabkan oleh harga minyak kembali bergerak naik yang ditengarai bargain buying, pasca penurunan tajam di sesi sebelumnya menguatkan pasar untuk menuju ke mata uang Jepang yang memang dikenal sebagai ‘safe haven.
Di tengah pembelian di harga rendah pada perdagangan sesi Rabu, harga minyak bergerak naik pasca anjlok di bawah $30 per barel di perdagangan sesi sebelumnya akibat kecemasan cadangan yang melimpah serta pertumbuhan ekonomi global terus melambat. Volatilitas pada harga minyak ini pun berimbas buruk pada pasar mata uang global tak ayal membuat pasar tetap pada memutuskan untuk tetap di yen dalam beberapa sesi belakangan ini.
USD/JPY tadi malam turun hingga ke level 119,42 sebelumnya kembali diperdagangkan di level 119,89. Sebelumnya di akhir pekan kemarin, yen bahkan sempat anjlok hingga ke level terendhanya dalam ena pekan terhadap dolar, akibat keputusan mengejutkan dari Bank of Japan yang akan mengadopsi suku bunga negatif sebagai bagian bagian dari upaya melawan deflasi yang saat ini sedang berjalan.
Indeks dolar, yang mencatat perdagangan greenback terhadap mata uaang mayoritas dan menjadi tolak ukur kekuatan greenback, diperdagangkan di level steady 98,9.
Saat ini para pelaku pasar tengah menantikan laporan tenaga kerja sektor privat dan laporan aktifitas sektor jasa AS di hari ini. Selain itu, pasar juga menantikan dan mulai mengalihkan perhatiannya pada laporan payroll AS yang biasanya dijadikan indikator atas langkah suku bunga AS tahun ini.
MasterForexID
4th February 2016, 04:12 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-eqZmKCP3ZmA/VrMTvnkOV7I/AAAAAAAAbas/5Z-q3rdMlpg/w400-h354-no/dollars-falling.jpg
Dolar drop, the Fed tunda kenaikan suku bunga (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1012609822133754/?type=3)
Mata uang dolar hari ini membukukan penurunan terbesar dalam satu hari terhadap euro, dimana hal ini terjadi terakhir kali di Desember lalu. Anjloknya dolar dikarenakan angka sektor jasa AS mengecewakan sehingga memicu spekulasi the Fed terpaksa menunda kenaikan suku bunga.
Menjelang akhir perdagangan New York, dolar berhasil memangkas sebagian besar penurunan tersebut.
Terakhir kali dolar dikutip berada pada $1,1108 terhadap euro. Dolar diperdagangkan melemah menjadi 117,78 terhadap yen. Sementara terhadap pound, dolar diperdagangkan pada kisaran $1,4603.
Berdasarkan indeks Institute of Supply Management aktivitas sektor ritel AS termasuk ritel, perbankan dan layanan kesehatan tumbuh lambat hampir mendekati 2 tahun di Januari. Akibat data tersebut, Ketua the Fed wilayah New York William Dudley menunjukkan indikasi ketatnya kondisi keuangan dapat memicu the Fed menunda kenaikan suku bunga.
Sementara itu, kecemasan akan melambatnya pertumbuhan ekonomi global dan "stuck" nya inflasi memicu Bank Sentral Jepang memangkas suku bunga kekisaran negatif dan Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi memberi sinyal akan adanya stimulus tambahan dirapat berikutnya.
Kembali melonjaknya harga minyak berhasil memberi support kepada mata uang yang terkait dengan komoditas termasuk ruble Rusia dan dolar Kanada terhadap dolar.
MasterForexID
5th February 2016, 06:12 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-Ji_O7rvyh_Y/VrSAZoiQcnI/AAAAAAAAbhk/YS3zUOvdHRA/w500-h375-no/Jobs.jpg
Dolar Pulih, Data Kerja Dinanti (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1013216798739723/?type=3)
Penantian pasar akan rilisan data tenaga kerja AS membuat indeks saham relative stabil sementara kondisi ini menguntungkan dolar pada perdagangan sesi Jumat ini yang berhasil membaik menyusul pekan terburuknya di lebih dari 6 enam tahun.
Januari memang menjadi bulan terburuk di pembukaan tahun 2016 ini diantara perdagangan pasar ekuitas dan forex sejak krisis finansial di 2008. Sepanjang minggu ini outlook tidak menunjukkan perkembangan berarti, imbas dari kecemasan akan pertumbuhan tidak hanya di AS namun juga ekonomi dunia. Kemungkinan yang dapat meredam kecemasan ini adalam laporan payrollnon pertanian AS yang solid yang memberikan memberikan optimism di kalangan pasar. Perkiraan kosensus ekonom dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters sebanyak 190.000 lapangan kerja baru terccipta di bulan lalu.
Sementara itu, suku bunga jangka pendek AS turun lagi – yield obligasi 2 tahun turun 10 basis poin di pekan ini – sehingga menyebabkan dollar menghadapi performa terburuknya sejak 2009 yang pada perdagangan hari ini berhasil menguat meski hanya 0,1 persen saja baik terhadap euro maupun yen, dan terpantau masing-masing sempat diperdagangan di $1,1192 dan 116.925. sementara indeks dolar, justru turun 1,3 persen di pekan ini.
Menghadapi sentimen laporan yang cukup lemah pada Rabu kemarin dan tanggapan negatif dari Ketua Federal Reserve New York William Dudley, saat tidak suku bunga jangka pendek AS diperkirakan tidak ada kenaikan di tahun ini.
MasterForexID
8th February 2016, 05:34 PM
https://lh5.googleusercontent.com/-XHpWIumWFhk/VrhhiqEoySI/AAAAAAAAbjQ/MFwMkyO0vD0/w475-h247-no/Government%2BDollar.jpg
Cadangan devisa China anjlok (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1014740781920658/?type=3)
Data terbaru bank sentral China mengungkap cadangan devisa negara menciut selama tiga bulan berturut-turut di Januari, turun kelevel terendahnya dalam kurun lebih dari tiga tahun terakhir.
Cadangan devisa turun $99,469 miliar dibandingkan 1 bulan sebelumnya menjadi $3,231 triliun, salah satu penyebabnya adalah terbangnya aliran modal asing dari China menyusul kecemasan banyak investor atas tingkat kesehatan ekonomi dan ada kemungkinan mata uang yuan akan terus terdepresiasi.
Bulan Desember lalu, cadangan devisi China merosot sebesar $107,9 miliar setelah bank sentral menggunakan dolar secara besar-besaran untuk mendukung pelemahannya yuan, dimana kala itu isu yang menjadi sorotan adalah pelemahan ekonomi China dan kenaikan suku bunga the Fed.
MasterForexID
10th February 2016, 05:54 PM
https://lh5.googleusercontent.com/-dSkhMOyA78c/VrsV96aUB4I/AAAAAAAAbrs/az8h5tobZX8/w600-h399-no/Pound%2B5.jpg
Penguatan Pound Tertahan Data (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1015853165142753/?type=3)
Pound menguat terhadap dolar pada sesi Rabu, karena sentimen pasar secara keseluruhan membaik, tetapi kenaikan ini tertahan setelah data menunjukkan output Industri Inggris turun dengan angka terbesar sejak September 2012 di Desember lalu.
Kantor Statistik Nasional mengatakan output industri turun 1,1% pada bulan Desember setelah penurunan 0,8% pada bulan November. Para ekonom memperkirakan penurunan 0,1%. Penurunan ini sebagian besar karena penurunan ekstraksi minyak dan gas sebesar 4,6% dan penurunan 4% di sektor pertambangan.
Output manufaktur turun 0,2% setelah turun 0,3% pada bulan Desember. Para ekonom memperkirakan output manufaktur naik tipis 0,1%. Pada basis tahunan output manufaktur turun 1,7%.
Data ini menambah kekhawatiran bahwa ekonomi Inggris kehilangan momentum pada akhir 2015. Tapi pound mengabaikan data tersebut karena penguatan di pasar saham Eropa mendukung risk appetite.
GBP/USD naik 0,22% ke level 1,4503 dari sekitar level 1,4461 menjelang data. Sterling menguat terhadap euro, dengan EUR/GBP turun 0,51% ke level 0,7764. Euro juga melemah terhadap dolar, dengan EUR/GBP turun 0,36% menjadi 1,1252, setelah mencapai level tertinggi tiga setengah bulan di 1,1338 pada hari Selasa.
Sementara itu dolar kembali bangkit dari posisi terendah 15 bulan terhadap save haven yen, dengan USD/JPY terakhir di level 115,00.
Indeks dolar AS, yang mencatat kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,21% ke level 96,24, dari posisi terendah tiga setengah bulan yang disentuh di Selasa 95,68.
Investor menantikan testimony Ketua Federal Reserve Janet Yellen hari ini untuk kejelasan jalan kenaikan suku bunga AS lebih lanjut di tahun ini di balik laporan ekonomi beragam baru-baru ini.
MasterForexID
11th February 2016, 06:39 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-98gG_7G9aB8/Vrxw3I2SmKI/AAAAAAAAbwA/KDcXFVrtdII/w750-h375-no/yen-forex-dollar.jpg
Yellen Sebabkan Dollar Terpuruk Terhadap Yen (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1016474808413922/?type=3)
Dolar diperdagangkan di level terendahnya terbaru dalam kurun waktu 15 bulan terhadap safe haven yen di sesi Kamis ini, akibat dari pernyataan Ketua Federal Reserve Janet Yellen yang mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga kemungkinan ditundah.
Yellen, dalam testimoninya pada komite kongres Rabu kemarin mengatakan bahwa ada beberapa alasan bagus untuk dipercaya kalau pertumbuhan ekonomi AS masih tetao di jalurnya sehingga membuat Fed boleh saja memantau secara bertahap akan penyesuaian kebijakan moneternya.
Meski beliau juga mengetahui masih ada resiko yang tengah dihadapi ekonomi AS dari kondisi pengetatan finansial yang ditengarai oleh anjloknya nilai saham dan ketidakpastian di Cina.
USD/JPY turun hingga ke level 111,00 tadi malam, level terlemahnya sejak Oktober 2014 dan terakhir terpantau berada di level 111,33, atau hari ini mencatat penurunan 1,75%. Penurunan tajam dollar terhadap yen inipun semakin diperparah dengan minimnya perdagangan di Jepang dan Cina yang tutup karena libur umum.
Saat ini dollar turun hampir 8% terhadap yen dari level terkuatnya di enam pekan 121,68 yang dicapai pada 29 Januari silam, menyusul langkah mengejutkan Bank of Japan yang akan mengadopsi suku bunga negatif.
Greenback turun ke level terendahnya di tiga setengah bulan terhadap mata uang mayoritas. Dengan indeks dollar sentuh level terendahnya di 95,40, terlemha sejak 22 Oktober dan sempat berada di level 95,61.
MasterForexID
12th February 2016, 05:23 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-ZM8Dmj6FdXc/Vr2v5SDiQkI/AAAAAAAAb0Y/H0HTRkBbY7o/w800-h500-no/dolar%2Bterbang.jpg
Di Dekat Level Terendah 4-bulan, Dolar Tertahan Data (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1016969978364405/?type=3)
Dolar tidak jauh dari level terendahnya di empat bulan terhadap mata uang utama pada sesi akhir pekan ini, salah satunya masih karena ketidakpastian kapan kenaikan suku bunga AS yang masa dipertanyakan dan investor menepi menunggu rilisan data AS hari ini sebagai tolak kekuatan ekonomi.
Safe haven yen cukup stabil padahal kekhawatiran atas kekuatan ekonomi global dan sektor keuangan zona euro masih mendera. Yen dengan singkat menguat tadi malam, dan memicu spekulasi bahwa Bank of Japan terus menjaga nilai tukar mata uang negaranya, langkah yang biasanya diakhir dengan intervensi.
Pasar sebenarnya juga masih dicemaskan oleh harga minyak mentah yang diperdagangkan di bawah $28 barel pada hari ini, meski Menteri Energi Uni Emirat Arab mengatakan OPEC siap membicarakan tentang pemangkasan produksi minyak dengan negara eksportir lainnya.
Sementara itu, sentimen untuk greenback masih rapuh setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada Kamis yang kembali menegaskan komentar yang dilakukannya sehari sebelumnya kepada Kongres.
Di depan komite kongres pada hari Rabu, Yellen mengatakan ada alasan yang baik untuk percaya AS akan tetap pada jalur pertumbuhan meski moderat yang akan memungkinkan Fed untuk mengejar penyesuaian kebijakan moneter "bertahap".
Tapi dia juga mengakui risiko yang dihadapi ekonomi AS dari pengetatan kondisi keuangan didorong oleh turunnya harga saham dan ketidakpastian atas China.
USD/JPY turun 0,23% di level 112,16, masih mendekati level terendahnya di 15 bulan yang disentuh pada Kamis kemarin di 110,98. EUR/USD tergelincir 0,10% diperdagangkan pada level 1,1312, mendekati level atas di tiga setengah bulan 1,1377 di sesi sebelumnya.
Indeks dolar AS stabil di level 95,61, tidak jauh dari level terendah empat bulan 95,28 di sesi Kamis.
MasterForexID
15th February 2016, 05:56 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-L8I1XOMH1eE/VsGt-NTYOqI/AAAAAAAAb4U/m12FOHVSp20/w580-h333-no/Dollar%2Brising.jpeg
Sentimen Membaik, Dolar Bergerak Naik (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1018682448193158/?type=3)
Dolar bergerak menguat terhadap mata uang utama pada perdagangan sesi Senin, karena sentimen pasar membaik dan pelemahan yen setelah Perdana Menteri Jepang menyuarakan kekhawatiran atas penguatan tajam yen baru baru ini.
USD/JPY naik 0,63% ke level 113,93, memperpanjang penurunan dari kenaikan di 15 bulan pekan lalu 110,96. Yen melemah setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan "volatilitas mata uang yang berlebihan tidak diinginkan", mengacu pada penguatan yen pekan lalu yang menyebabkan saham berjatuhan.
Pasar Eropa mengikuti penguatan pasar Asia di awal perdagangan, dengan saham perbankan rebound. saham bank turun tajam pekan lalu di tengah kekhawatiran atas dampak suku bunga negatif, sementara kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan global juga memukul sentimen pasar.
Euro melemah terhadap dolar, dengan EUR/USD turun 0,44% di level 1,1205, bergerak lebih jauh dari level tertinggi tiga setengah bulan di minggu lalu 1,1375.
Indeks dolar AS, yang mengukur perdagangan greenback terhadap sejumlah mata uang utama, naik 0,40% pada level 96,37, menjauh dari posisi terendah tiga setengah bulan yang disentuh pada Kamis 95,28.
MasterForexID
16th February 2016, 05:19 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-ze5X-vT6brE/VsL22ajG0hI/AAAAAAAAb8U/sD2Jr4wzHPU/w800-h525-no/Gold%2B%25282%2529.jpg
Pasar Ke Aset Bersiko, Emas Tumbang (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1019232574804812/?type=3)
Harga emas melemah tajam pada hari Selasa atas tanda-tanda tumbuhnya minat investor untuk aset berisiko, karena harga minyak melonjak dan ekuitas kembali rally untuk hari ketiga.
Emas untuk pengiriman April turun $32,20, atau 2,6%, diperdagangkan di level $1.207,20 per ons, dan mengarah ke jalur penutupan terendah di hampir satu minggu.
Penurunan ini akibat investor yang kembali mencoba beralih ke asset yang lebih beresiko setelah membuang aset tersebut pekan lalu dan melarikan diri ke emas dan yen. Pekan lalu, emas berjangka mencetak kenaikan mingguan terbesar sejak krisis keuangan 2008, berhasil naik 7,1%.
Pada awal pekan ini, meskipun tren positif terganggu kegelisahan di pasar keuangan sempat ditenangkan oleh harapan negara produsen minyak utama akan memangkas produksi. Para menteri energi Venezuela, Rusia dan Arab Saudi bertemu di Qatar pada Selasa untuk membahas cara untuk menstabilkan pasar minyak.
Para menteri ketiga negara tersebut menyatakan kesepakatannya untuk menahan tingkat produksi di Januari, namun mereka tidak setuju jika produksi langsung dipangkas, seperti yang banyak diharapkan investor dan pelaku pasar.
MasterForexID
19th February 2016, 07:26 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-wjy4xm5Mi3g/VscEZ_ncxuI/AAAAAAAAcHk/9-sSD1v-Ccs/w938-h699-no/Poundsterling%2Band%2Bgraphic.jpg
Data Inggris Beragam, Pound Malah Tenggelam (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1021042437957159/?type=3)
Pound tergelincir terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat, setelah rilisan laporan ekonomi Inggris yang beragam ditambah para pelaku pasar masih terus fokus pada diskusi mengenai keanggotaan Inggris di Uni Eropa.
Biro Statistik Nasional Inggris, ONS, melaporkan penjualan ritel mengalami kenaikan 2,3% pada Januari, jauh di atas ekspektasi untuk kenaikan 0,8%. Sebelumnya di Desember penjualan ritel Inggris turun 1,4%, angka yang telah direvisi dari laporan sebelumnya yakni dengan penurunan 1,0%. Pada basis tahunan, penjualan ritel Inggris tumbuh 5,2% bulan lalu, angka ini juga melebihi ekspektasi untuk kenaikan 3,6%.
Sementara penjualan ritel inti, yang tidak menghitung penjualan mobil dan bahan bakar, meningkat sebesar 2,3% di Januari, juga jauh di atas ekspektasi untuk kenaikan 0,7%. Penjualan ritel inti ini tergelincir 1,3% di bulan Desember, setelah direvisi dari estimasi sebelumnya dengan penurunan 0,9%.
Sebuah laporan terpisah menunjukkan pinjaman bersih sektor publik Inggris menurun sebesar £11,81 miliar di Januari, relatif lebih baik dari ekspektasi untuk penurunan dari £13,95 miliar. Pada bulan Desember, pinjaman bersih sektor publik tumbuh £7,49 miliar, mengalami revisi pertumbuhan dari laporan sebelumnya sebesar £6,87 miliar.
Terlihat sentimen terhadap pound masih rapuh karena diskusi masih akan berlanjut pada hari ini di Brussels, membahas tentang keanggotaan Inggris di Uni Eropa. Perdana Menteri David Cameron sebelumnya mengakhiri pembicaraan dengan Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk dan Komisioner Jean-Claude Juncker Jumat pagi tanpa menghasilkan kesepakatan.
Sementara itu, pasar masih gelisah akibat dari harga minyak dunia yang kembali ke tren penurunannya pada hari Jumat, sehari setelah Administrasi Informasi Energi melaporkan persediaan minyak mentah AS bertambah 2,1 juta barel di pekan lalu, menjadi sebanyak 504,1 juta barel.
GBP/USD pada perdagangan pagi Eropa sempat mencapai level 1,4297, dan menjadi level bawah sesi, meski kemudian konsolidasi ke level 1,4304, atau mencatat penurunan 0,23%. ‘Kabel’ diperkirakan masih berpeluang bergerak menuju level support di 1,4233, yang merupakan level bawah di sesi Rabu dan level resistance 1,4517, yang merupakan level atas di sesi Selasa.
Sementara mata uang Inggris ini masih cukup stabil terhadap euro, dengan EUR/GBP diperdagangkan di level 0,7750.
MasterForexID
23rd February 2016, 05:52 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-6HIfTW9AADE/Vsw24DP_1tI/AAAAAAAAcOY/JFRXGq17VpI/w640-h480-no/Yen%2BSign.jpg
Yen Terkuat Saat Sentimen Pasar Kembali Negatif (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1023385304389539/?type=3)
Safe Haven yen menguat terhadap mata uang utama pada sesi Selasa, karena harga minyak tergelincir lagi, pasar ekuitas yang kembali terseret sementara euro dan sterling masih defensif menyusul penurunan tajam di sesi sebelumnya.
Harga minyak rally pada sesi Senin di tengah harapan bahwa pemangkasan produksi minyak AS akan membantu harga. Rally minyak sempat mendorong pasar ekuitas global tetapi minyak malah kembali berbalik turun di sesi hari ini di tengah kekhawatiran penurunan output di AS masih akan diimbangi oleh peningkatan produksi dari Iran.
USD/JPY turun ke posisi terendah 111,86, terlemah sejak 12 Februari dan terakhir terpantau di level 112,17, atau turun 0,65% untuk hari ini. Sementara itu euro diperdagangkan di level terendah tiga tahun terhadap yen, dengan EUR/JPY turun 0,64% di 123,72. Mata uang tunggal stabil di hampir terendah tiga minggu terhadap dolar, dengan EUR/USD di level 1,1028 setelah mengakhiri sesi sebelumnya dengan penurunan 0,87%.
Euro terhantamk kekhawatiran bahwa keluarnya Inggris dari Uni Eropa bisa berdampak negatif pada zona euro.
Pound beringsut melemah terhadap dolar, dengan GBP/USD turun ke level 1,4128 setelah jatuh hingga ke level 1,4056 pada hari Senin mengakhiri sesi Senin dengan penurunan 0,8%. Penurunan pound terjadi setelah Walikota London Boris Johnson mengatakan ia akan kembali kampanyekan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa dalam referendum 23 Juni.
Pengumuman itu merupakan pukulan terhadap kampanye Perdana Menteri David Cameron untuk tetap berada di blok tersebut dan menambahkan ketidakpastian atas hasil referendum.
Indeks dolar AS, yang mencatat perdagangan greenback terhadap enam mata uang utama, bergerak tipis di level 97,37, bertahan di bawah level tertinggi tiga minggu di sesi Senin 97,61.
MasterForexID
25th February 2016, 06:37 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-Mdz4psQ2tkQ/Vs7mOjLGKkI/AAAAAAAAcXE/9YwPimx4Cp0/w1034-h590-no/Brexit%2B2.jpg
Sterling Masih Di Sekitar Level Terendah 7 Tahun (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/p.1024583227603080/1024583227603080/?type=3)
Pound masih diperdagangkan mendekati posisi terendah tujuh tahun terhadap dolar pada sesi Kamis karena kekhawatiran atas kemungkinan keluarnya Inggris dari Uni Eropa, sementara yen tetap stabil meskipun harga minyak kembali mencatat penurunan.
Beberapa anggota senior partai Konservatif Perdana Menteri David Cameron, termasuk Walikota London Boris Johnson, mengatakan mereka akan mendukung kampanye untuk meninggalkan Uni Eropa.
GBP/USD terakhir terpantau di level 1,3939 setelah jatuh 3,2% sepanjang pekan minggu ini di tengah ketidakpastian atas hasil dari referendum keanggotaan Inggris di Uni Eropa. Level bawah sterling 1,3877 pada sesi Rabu, merupakan level terlemah sejak Maret 2009.
Sementara sterling bertahan di dekat level terendah 14 bulan terhadap euro, dengan EUR/GBP di level 0,7914. Pound juga stabil terhadap yen, dengan GBP/JPY di 156,08 setelah jatuh ke level terendah di level 154,7 pada hari Rabu, terendah sejak Oktober 2013.
Pada perdagangan lain, safe haven yen bergerak tipis terhadap dolar, dengan USD/JPY diperdagangkan di level 112,17. Harga minyak merosot pada hari Kamis setelah data AS menunjukkan persediaan minyak AS berada pada rekor tinggi lainnya, namun minyak asih bertahan di atas level terendah hari Rabu, sehingga ampuh membatasi permintaan untuk aset safe haven.
Belakangan ini euro berada di bawah tekanan di tengah kekhawatiran atas dampak Brexit pada perekonomian kawasan euro.
Anjloknya Sterling ke posisi terendah tujuh tahun tak lepas dari peringatan yang dilontarkan Christine Lagarde pada hari Rabu. Kepala Dana Moneter Internasional, Christine Lagarde, memperingatkan bahwa pertumbuhan stabil yang dicapai oleh negara Uni Eropa bisa terancam dalam bulan-bulan mendatang, hingga menjelang voting pada 23 Juni. Itu ditambah dengan HSBC yang juga memperingatkan bahwa potensial Brexit dapat menyebabkan pound drop hingga 20%, menciptakan kenaikan tajam impor dan inflasi yang spiral, yang bisa memaksa Bank of England untuk menaikkan suku bunga.
MasterForexID
26th February 2016, 05:12 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-mZO7x95yelU/VtAkGxa53dI/AAAAAAAAcag/d1voOdCzPLQ/w620-h372-no/Poundsterlings.jpg
Penguatan Sterling Terhadap Dollar Masih Terbatas (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1025279200866816/?type=3)
Pound menguat terhadap dolar AS pada sesi Jumat, karena sentimen greenback yang melemah menjelang serangkaian laporan data ekonomi utama AS dan juga atas Kekhawatiran potensial keluar Inggris Taya dari Uni Eropa yang sedikit mereda.
Investor mengincar rilisan data Pertumbuhan Ekonomi AS, Pengeluaran pribadi dan data sentimen konsumen yang akan dirilis Jumat hari ini, sebagai indikasi selanjutya mengenai kekuatan ekonomi dan potensi kenaikan suku bunga AS tahun ini.
GBP/USD terpantau mencapai level 1,4020 Selama perdagangan pagi di Eropa, tertinggi sejak Rabu meski kemudian konsolidasi pada level 1,4014, atau naik 0,37%. Dolar membentu support setelah data Menunjukkan pesanan barang tahan lama AS naik jauh melampaui perkiraan di bulan lalu.
Sementara itu, penguatan pound diperkirakan masih terbatas ini disebabkan kekhawatiran atas potensial Brexit masih berkutat.
Beberapa anggota senior partai Konservatif Perdana Menteri David Cameron, Termasuk Walikota London Boris Johnson, mengatakan bahwa mereka minggu ini akan mendukung kampanye untuk meninggalkan Uni Eropa.
Sebelumnya Jumat, Gubernur Bank of England Mark Carney berbicara di Konferensi G20, di Shanghai mengatakan pertumbuhan global ibarat "serangkaian kekecewaan" dan bahwa stimulus moneter efektif karena mendukung kegiatan ekonomi.
MasterForexID
1st March 2016, 05:54 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-B622Mh_nJO8/VtVztQU3xJI/AAAAAAAAcgw/evVyHUVDZgk/w686-h386-no/Made%2Bin%2BEngland.jpg
Sterling Kikis Penguatan Pasca Aktifitas Manufaktur Lemah (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1027675733960496/?type=3)
Sterling kehilangan kekuatan pasca laporan aktivitas sektor manufaktur Inggris lemah yang mendekati level terendah tiga tahun, data industri dirilis pada Selasa.
Dalam sebuah laporan, kelompok riset pasar Markit mengatakan bahwa aktifitas manufaktur Inggris turun menjadi 50,8 dengan penyesuaian pada bulan lalu dari 52,9 pada bulan Januari. Analis memperkirakan indeks hanya turun menjadi 52,2 pada bulan Februari. Angka ini merupakan level terendah sejak April 2013.
Pasca laporan tersebut, Pound kikis penguatannya, tapi masih berhasil menguat terhadap mata uang lainnya. GBP/USD diperdagangkan naik 0,12% di 1,3932, dibandingkan 1,3996 sebelum data dirilis. Sementara terhadap yen, pound berhasil dengan GBP/JPY naik 0,55% di level 157,66, sebelum dirilis sempat berada di level 157,84. Dan pound juga menguat terhadap euro, EUR/GBP turun 0,23% diperdagangkan pada level 0,7797, sebelumnya sempat menyentuh level 0,7794.
Berkenaan dengan kabel, investor akan terus memantau rilisan data manufaktur IS dengan Institute of Supply Management dijadwalkan juga melaporkan aktifitas kegiatan di sektor manufaktur.
MasterForexID
2nd March 2016, 06:31 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-jr8gTRnqquc/VtbONAmwYkI/AAAAAAAAck8/QRtuTN4OsWE/w700-h461-no/Yen%2Band%2BDollar.jpg
Risk Appetite Diminati, Dolar Menguat lagi (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1028308473897222/?type=3)
Dolar menguat ke level tertinggi dua pekan terhadap yen pada sesi Rabu, setelah laporan ekonomi yang optimis dari Australia dan AS meredakan kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan global.
USD/JPY naik 0,35% ke level 114,43, level tertinggi sejak 17 Februari. Risk appetite pun terdongkrak setelah data tadi malam menunjukkan bahwa ekonomi Australia tumbuh di laju tercepat di hampir dua tahun pada kuartal terakhir, dengan produk domestik bruto meningkat 0,6% yang mendorong pertumbuhan secara keseluruhan di 2015 menjadi 3,0%, jauh di atas -2,5% yang diperkirakan oleh ekonom dan bank sentral Australia.
Di AS, data pada Selasa menunjukkan indeks aktifitas manufaktur Institute for Supply Management naik melebihi perkiraan di bulan lalu. Selain itu, belanja Konstruksi AS naik ke Level Tertinggi sejak Oktober 2007, pada bulan Januari, menunjukkan indikasi ekonomi AS kembali memperoleh momentum setelah-penurunan pada kuartal keempat.
Laporan-laporan ini menggarisbawahi harapan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lagi tahun ini.
Safe Haven yen juga melemah terhadap euro, dengan EUR/JPY naik 0,27% ke level 124,24, beranjak naik dari level terendah di hampir tiga tahun 122,05 yang disentuh pada Selasa.
Indeks dolar AS, yang mencatat kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, stabil di dekat level tertinggi satu bulan di 98,47.
MasterForexID
3rd March 2016, 06:12 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-crafRD9Khgk/VtgZMxwXDhI/AAAAAAAAcok/7Z_PuFkXefg/w749-h498-no/Service%2BSector%2BEZ.jpg
Aktitas Jasa Suram, Sterling Tenggelam (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1028825273845542/?type=3)
Pound beringsut melemah terhadap dolar dan euro pada hari Kamis setelah data menunjukkan pertumbuhan aktifitas sektor jasa inggris melambat ke level terlemah dalam tiga tahun di tengah kekhawatiran atas risiko Brexit yang merebak.
Indeks Markit pada aktifitas sektor jasa turun menjadi 52,7 bulan lalu dari Januari di 55,6. Ekonom memperkirakan indeks hanya turun ke level 55,1. Ini merupakan angka terendah sejak Maret 2013. Pertumbuhan pesanan baru di sektor ini berada di laju terlemah sejak awal 2013 dan pertumbuhan lapangan kerja mencapai level terendah di dua setengah tahun.
"Tanggapan Survei mengungkapkan bahwa perusahaan mencemaskan akan tanda-tanda goyahnya permintaan, tetapi pembahasan juga diresahkan oleh kekhawatiran terhadap potensi Brexit," Chris Williamson, kata kepala ekonom Markit mengatakan.
"Luasnya perlambatan akan menjadi kejutan untuk para pembuat kebijakan dan pasti akan menjadi penantian setiap pembicaraan mengenai kenaikan suku bunga Bank of England," tambahnya.
Data survei ini menyusul hasil survei serupa pada awal minggu yang menunjukkan aktivitas sektor manufaktur Inggris merosot ke level terendah di hampir tiga tahun di bulan lalu, sementara pertumbuhan sektor konstruksi melambat ke posisi terendah 10 bulan.
GBP/USD sentuh level bawah 1,4034 sebelum kembali ke level 1,4082. Pound juga melemah terhadap euro, dengan EUR/GBP menguat ke level kenaikan 0,7745.
Indeks dolar AS, yang mencatat perdagangan greenback terhadap enam mata uang utama, stabil di dekat level tertinggi satu bulan di 98,28. Penguatan Dolar ini berkat laporan ADP pada Rabu yang menunjukkan sektor swasta AS menambahkan 214.000 lapangan pekerjaan baru di bulan lalu, melampai ekspektasi untuk peningkatan 190.000.
Sehinggam data positif ini memicu harapan bahwa laporan nonfarm payrolls pemerintah AS pada nanti Jumat akan menunjukkan pertumbuhan pekerjaan yang sama kuatnya.
MasterForexID
5th March 2016, 01:11 AM
https://lh6.googleusercontent.com/--2bd6cUtAsE/VtnOPKRwopI/AAAAAAAAcsM/o_W86HnZW3I/w800-h450-no/Job-unemployment-ad-generic-jpg.jpg
Laporan Data Tenaga Kerja, Sinyalemen Kekuatan Ekonomi AS (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1029683213759748/?type=3)
Data sektor tenaga kerja AS kali ini memperlihatkan sebuah siyalemen kekuatan dimana pasar tenaga kerja menciptakan lapangan kerja yang bahkan lebih baik dari perkiraan di Januari sementara tingkat pengangguran terus bertahan di level terendahnya dalam kurun waktu delapan tahun terakhir. Data resmi dirilis Departemen Tenaga Kerja AS Jumat menunjukkan.
Tercatat pada bulan Februari, sebanyak serapan tenaga kerja AS non pertanian AS meningkat sebanyak 242.000 lapangan kerja, jauh di atas laporan pada Januari yang hanya menciptakan 172.000 lapangan kerja bahkan setelah mengalami revisi dari laporan sebelumnya sebanyak 151.000 lapangan kerja. Sementara tingkat pengangguran masih bertahan di angka 4,9%, ini merupakan level terendahnya sejak Februari 2008. Padahal untuk laporan kali ini, banyak analis memperkirakan serapan lapangan kerja AS hanya bertambah sebanyak 190.000 lapangan kerja baru, meski tingkat pengangguran tidak mengalami perubahan, stabil di 4,9%.
Ditambah laporan sebelumnya yang dirilis ADP, tingkat serapan sektor swasta mampu menciptakan porsi yang lebih besar lagi, di mana sebanyak 230.000 lapangan kerja baru tercipta di bulan Februari, jauh di atas ekspektasi konsensu yang hanya memperkirakan 185.000 lapangan kerja. Pertumbuhan serapan tenaga kerja dengan 12.000 pada sektor pemerinatahan, berhasil mengimbangi bahkan menutupi pemberhenian sebanyak 10.000 lapangan kerja sektor publik yang terjadi di Januari.
Namun, laporan positif di Februari sedikit ternodai dengan catatan negatif di sektor ini. Dimana pendapatan rata-rata perjam tidak diduga justru mencatat penurunan meski hanya sedikit, yakni sebesar 0,1%, dibandingkan laporan di bulan lalu yang mencatat pertumbuhan 0,5% dan bertolak belakang dengan estimasi analis yang justru memperkirakan pertumbuhan sebesar 0,2%. Lebih jauh lagi, rata-rata pendapatan tiap pekannya juga mencatat sedikit penurunan menjadi 34,4, sementara konsensus memperkirakan stabil di angka 34,6.
MasterForexID
7th March 2016, 06:00 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-XHtHYezEa_w/Vt1eUe22TaI/AAAAAAAAcvM/sWlQiPeCmXc/w594-h350-no/Dollar%2BUp.jpg
Dollar Menguat, Euro Terkena Lemahnya Data Jerman (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1031437486917654/?type=3)
Dolar menguat terhadap sejumlah mata uang utama pada sesi Senin karena pasar terus simpulkan laporan beragam pekerjaan AS yang dirilis Jumat, sementara euro melemah setelah data menunjukkan pesanan pabrik Jerman turun bulan lalu.
Indeks dolar AS menguat 0,37% pada level 97,61. Ekonomi AS menambahkan 242.000 pekerjaan baru bulan lalu dan tingkat pengangguran stabil di level terendah delapan tahun 4,9%. Tapi rata-rata penghasilan per jam turun 0,1% selama Februari, membalikkan kenaikan 0,5% yang terlihat pada bulan Januari.
Lemahnya angka upah mengindikasikan bahwa inflasi konsumen kemungkinan akan tetap bertahan. Para pembuat kebijakan Fed memantau ketat inflasi karena mereka mencoba untuk menentukan kapan menaikkan suku bunga lagi. suku bunga yang lebih tinggi akan memperkuat posisi dolar sehingga membuatnya lebih menarik untuk investor pencari yield.
Euro melemah terhadap dolar, dengan EUR/USD meluncur 0,45% ke level 1,0957, sementara EUR/JPY turun 0,62% ke level 124,44. Mata uang tunggal berada di bawah tekanan setelah data menunjukkan pesanan pabrik Jerman jatuh 0,1% pada bulan Januari, menambah penurunan 0,2% pada bulan Desember.
Pesanan domestik mengalami penurunan 1,6% selama bulan tersebut, menunjukkan bahwa semakin melemahnya permintaan di negara ekonomi terbesar zona euro tersebut.
Investor menantikan pertemuan Bank Sentral Eropa hari Kamis setelah bank sentral kecewakan harapan dengan stimulus yang lebih kecil dari perkiraan pada pertemuan bulan Desember.
Namun dolar melemah terhadap yen, dengan USD/JPY turun 0,18% ke level 113,55, dari level tertinggi Jumat 114,25. Dolar Australia hentikan penguatan 4,4% pekan lalu, dengan AUD/USD turun 0,34% ke level 0,7412.
MasterForexID
8th March 2016, 05:51 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-0LJm2plXBhI/Vt6qwN5VjXI/AAAAAAAAczo/fCYrRdnYy7w/w675-h380-no/China%2BEconomy.jpg
Data Cina Runtuhkan Risk Appetite, Yen Dan Euro Menguat (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1031962950198441/?type=3)
Safe haven yen dan euro menguat terhadap dolar pada sesi Selasa setelah data perdagangan Cina yang suram memicu kekhawatiran akan kondisi permintaan global, sehingga membebani m9inat pasar untuk aset dan mata uang berisiko.
Ekspor China di Februari merosot 25,4 persen dari tahun sebelumnya, sementara impor turun 13,8 persen.
Dolar jatuh 0,5 persen terhadap yen dan diperdagangkan di level 112,85, setelah sebelumnya menyentuh level penurunan satu pekan 112,75. Sementara Euro naik 0,2 persen terhadap dolar dan diperdagangkan di level 1,1042, menjauh dari level terendah satu bulan 1,0825 yang disentuh pada 2 Maret lalu. Kedua mata uang tersebut cenderung menguat selama masa volatilitas pasar keuangan dan ketidakpastian ekonomi di saat investor di kedua wilayah menahan investasi luar negeri dan membawa pulang hasilnya.
"Data yang mengecewakan dari China membebani sentimen risiko dan mendorong dolar melemah terhadap yen," kata Yujiro Goto, ahli strategi mata uang di Nomura.
Namun, Euro masih di bawah performa terhadap yen, jatuh 0,2 persen ke level 124,65, dengan euro umumnya tertutup oleh peninjauan kebijakan oleh Bank Sentral Eropa pada Kamis mendatang.
ECB diharapkan untuk mengendurkan kebijakan, tetapi investor masih belum yakin seberapa jauh ala dilakukan. Penurunan Euro mengkhawatirkan posisi untuk tindakan yang lebih nyata, yang telah babak belur sebelumnya ketika ECB dikecewakan dengan memilih untuk mengambil langkah-langkah pelonggaran
MasterForexID
9th March 2016, 05:27 PM
https://lh5.googleusercontent.com/-Z7cuAmzuXTI/Vt_3MNCSQpI/AAAAAAAAc2w/RQMQpvO8vSU/w1000-h667-no/gold-dollar.jpg
Dolar Libas Emas Jelang Pertemuan ECB (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1032479983480071/?type=3)
Emas berjangka melemah di perdagangan Eropa pada sesi Rabu, karena dolar yang menguat terhadap euro di tengah ekspektasi Bank Sentral Eropa hampir dipastikan akan melonggarkan kebijakan moneternya pekan ini.
Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,2 persen ke level 97,36 pada sesi pagi Eropa, menguat dari level terendah di lebih dari dua pekan pada sesi sebelumnya di level 96,88.
Euro jatuh ke level 1,0962 terhadap dolar setelah sempat naik ke 1,1057 pada sesi Selasa karena ECB sangat diharapkan akan menurunkan suku bunga lebih jauh ke wilayah negatif pada kesimpulan tinjauan kebijakan moneter pada hari Kamis.
Emas Comex untuk pengiriman April di lantai bursa New York Mercantile Exchange turun $5,30, atau 0,42 persen, diperdagangkan pada level $1,257.60 per troy ons. Sehari sebelumnya, emas rally ke level $1,279.00 sebelum berbalik melemah dan berakhir pada level $1,262.90, turun $1,10, atau 0,09%.
Harga logam kuning di beberapa pekan terakhir dalam perdagangan yang cukup aman di tengah spekulasi yang meningkat Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga setidaknya setelah pertemuan kebijakan minggu depan.
Emas mencapai level penguatan 13 bulan $1,280.70 pada Jumat lalu, setelah data tenaga kerja AS menunjukkan pertumbuhan lapangan pekerjaan yang kuat dikombinasikan dengan upah rendah, sehingga mendorong investor untuk kembali menimbang harapan atas seberapa cepat dan seberapa jauh Fed akan menaikkan suku bunga tahun ini.
Bahkan sepanjang tahun ini, harga logam kuning tersebut naik hampir 18% karena investor menjadikannya sebagai safe havens dalam menghadapi ketidakstabilan di pasar keuangan lainnya yang semakin mengkhawatirkan.
MasterForexID
10th March 2016, 06:35 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-GQdTUl_rN-g/VuFaXYSmq4I/AAAAAAAAc6s/sX9Z791lRGY/w837-h472-no/Euro%2B50.jpg
ECB Diyakini Tetapkan Suku Bunga Negatif, Euro Merosot (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1033096156751787/?type=3)
Euro tergelincir terhadap mata uang mayoritas pada hari Kamis karena investor bersiap untuk pergerakan besar dalam mata uang tunggal tersebut di hari ini pada hasil tinjauan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa.
Kebanyakan analis memperkirakan ECB akan mengumumkan langkah-langkah baru untuk memerangi deflasi di zona euro, setelah inflasi harga konsumen berubah negatif lagi bulan lalu, yang mencatat penurunan 0,2%. Dimana target inflasi ECB masih mendekati, hanya di bawah 2%.
Bank sentral tersebut diperkirakan menurunkan suku bunga lebih jauh ke wilayah negatif dan meningkatkan program pembelian aset. Sebelumnya, ECB telah memangkas suku bunga deposito menjadi minus 0,3% dan menambahkan 60 miliar euro sebulan untuk perekonomian melalui pembelian aset.
Tapi investor tetap waspada setelah bank kecewakan pasar yang bereksepektasi pelonggaran kuantitatif lebih lanjut pada pertemuan di bulan Desember, sehingga mendongkrak euro melonjak tinggi.
EUR/USD turun 0,29% ke level 1,0967, sementara EUR/JPY turun 0,22% ke level 124,39. Euro juga melemah terhadap pound, dengan EUR/GBP turun 0,53% ke level 0,7710. Pound bergerak tipis terhadap dolar, dengan GBP/USD diperdagangkan di level 1,4219, bertahan di atas level kenaikan tujuh tahun 1,3835 yng disentuh di akhir bulan lalu.
Indeks dolar AS, yang mencatat kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,2% ke level 97,39, didorong oleh pelemahan euro.
MasterForexID
11th March 2016, 09:20 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-Z4X4RQKZ28c/VuLRpIB5beI/AAAAAAAAc-s/_p_gXtMzm6IMe5Q5QCxuHlE33ODACF7Gw/w768-h509-no/dollar-yen-euro-stronger.jpg
Dolar Stabil Di Sesi Tanpa Gejolak (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1033779323350137/?type=3)
Dolar mempertahankan penguatan terhadap mata uang utama dalam perdagangan tenang pada hari Jumat, dan terus memulih dari penurunan yang dibukukan setelah Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi yang mengatakan tidak berniat memangkas suku bunga lebih lanjut.
Euro telah menemukan beberapa kekuatan pasca setelah Presiden ECB Draghi mengatakan pada hari Kamis bahwa bank sentral tidak merasa perlu menurunkan suku bunga lebih lanjut, meski dikatakan bisa saja kebiajakan ini berubah.
Meski demikian, mata uang tunggal masih belum memiliki daya tarik berarti bagi pasar pasca ECB sebelumnya memangkas suku bunga acuan ke rekor rendah nol dari 0,05%. Pengamat pasar memperkirakan tidak ada perubahan.
Bank sentral juga memotong suku bunga fasilitas deposit lebih dalam ke wilayah negatif, menjadi minus 0,4% dan memotong margin suku bunga pinjaman menjadi 0,25% dari 0,30%.
Selain itu, ECB mendorong program pelonggaran kuantitatif sebesar €20 miliarper bulan menjadi €80 miliar, mulai bulan April.
EUR/USD turun 0,73% ke level 1,1096, menjauh dari level puncak satu bulan dari 1,1217. USD/JPY naik 0,55% ke level 113,82. Dolar melemah terhadap pound, dengan GBP/USD naik 0,08% di level 1,4293, mendekati level atas tiga minggu di 1,4321, dan menguat terhadap franc Swiss, dengan USD/CHF naik 0,17% ke level 0,9865.
Indeks dolar AS menguat 0,48% ke level 96,65, dari posisi terendah satu bulan di sesi sebelumnya di level 95,94.
MasterForexID
15th March 2016, 06:05 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-1efhNCU7obw/VufrIW4MpTI/AAAAAAAAdFA/v6OwporIe0Ucy0PK5PcfxdjHOfWG-xT1w/w622-h408-no/BOJ%2B2.jpg
Kebijakan BOJ kokohkan Yen, pertemuan Fed Dinantikan (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1036803763047693/?type=3)
Yen menguat pada hari Selasa setelah Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneter pada kesimpulan pertemuan tinjauan kebijakan terbaru di saat investor mulai mengalihkan perhatian mereka pada pertemuan Federal Reserve, yang akan dimulai hari ini.
USD/JPY turun 0,68% ke leve 113,05, sementara EUR/JPY turun 0,73% di level 125,45. Yen menguat setelah BoJ tidak membuat perubahan atas kebijakan moneternya, dalam keputusan yang memang sudah diperkirakan, di saat bank sentral menilai dampak keputusan ekonomi pada bulan Januari untuk menyebarkan suku bunga negatif.
Langkah tersebut, yang sedikit untuk melemahkan yen, telah banyak dikritik dan telah memberikan kontribusi terhadap merebaknya pandangan bahwa langkah-langkah pengenduran kebijakan moneter BoJ kehilangan efektivitasnya. BoJ pertahankan, target basis uang ¥80 triliun dan suku bunga negatif 0,1% berlaku untuk beberapa cadangan.
Namun bank juga menandakan pelemahan ekspor dan output karena perlambatan pertumbuhan di negara berkembang, menunjukkan bahwa stimulus lanjutan masih diperlukan. Penilaian suram ekonomi global menekan risk appetite, dan terus meningkatkan daya tarik yen sebagai Safe Haven.
Investor saat ini tengah mengalihkan perhatian mereka pada kesimpulan pertemuan kebijakan dua hari the Fed pada Rabu, dengan sebagian investor memperkirakan tidak ada perubahan terbaru atas melemahnya ekonomi global.
Indeks dolar AS, yang mencatat kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,25% diperdagangkan pada level 96,83.
MasterForexID
16th March 2016, 06:16 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-HHG1bAtjC4A/Vuk_qzdKonI/AAAAAAAAdIU/Uf_WyheyEV8rhLEDom2f5iFLx1PSLserw/w510-h300-no/Fiat-money-Federal-Reserve1.gif
Penantian Hasil Pertemuan Fed Dorong Dollar Menguat (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1037657672962302/?type=3)
Dolar menguat terhadap mata uang utama pada sesi Rabu, di saat para pelaku pasar sangat menantikan hasil pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve di hari ini.
Indeks dolar AS, yang mencatat perdagangan greenbacks terhadap enam mata uang utama, naik 0,29% pada level 96,94.
Banyak investor memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga pada akhir pertemuan dua harinya di Rabu, atau Kamis dini hari Waktu Indonesia Barat, dan memberikan sinyalamen terbaru akan melemahnya ekonomi global. Tapi bank sentral AS itu kemungkinan akan memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga akan segera dilakukan selama inflasi dan pekerjaan AS terus menguat.
Sebagian besar ekonom saat ini mengharapkan kenaikan suku bunga pertama tahun ini terjadi pada bulan Juni setelah Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade di bulan Desember. Suku bunga yang lebih tinggi akan membuat dolar lebih menarik bagi investor.
Konferensi pers Fed Ketua Janet Yellen pasca pertemuan kebijakan akan sangat diawasi oleh pasar sebagai petunjuk suku bunga kedepannya.
Euro melemah, dengan EUR/USD turun 0,25% ke level 1,1080. Dolar juga menguat terhadap yen, dengan USD/JPY mencatat penguatan 0,52% ke level 133,73.
Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneter pada hasil pertemuan pada Selasa, bahkan di saat mencatat melemahnya ekspor dan output karena perlambatan pertumbuhan di negara berkembang.
Pound juga melemah karena ketidakpastian hasil referendum terhadap masa depan Inggris di Uni Eropa yang terus membebani. GBP/USD turun 0,25% di level 1,4111, level terendah di hampir dua pekan.
MasterForexID
21st March 2016, 06:18 PM
https://lh5.googleusercontent.com/-retmO3jTPok/Vu_W8qbr0YI/AAAAAAAAdSM/bC2IeCmZGkQP74YKak-fBgQhYZMxW46lQ/w800-h500-no/brexit-800x500.jpg
Kekacauan Politik Inggris, Kabar Pengunduran Diri, Hantam Pound (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1041874562540613/?type=3)
Pound melemah pada hari Senin setelah Ian Duncan Smith, Sekretaris Negara bidang Ketengakerjaan dan Pensiun juga seorang pemilik suara besar di partai Konservatif, tiba-tiba mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat lalu atas ketidaksepakatan atas anggaran yang dia anggap "sangat tidak adil".
Dalam sebuah pernyataan perpisahan pada hari Minggu, Duncan Smith menjelaskan bahwa keputusannya tidak didasarkan pada dukungannya karena cuti kampanye, yang dikenal sebagai Brexit, sehubungan dengan referendum tentang keanggotaan Inggris di Uni Eropa (UE) yang akan diselenggarakan pada tanggal 23 Juni.
Dia mengkritik anggaran untuk menyebabkan pengurangan substansial dalam tunjangan untuk kaum cacat sementara menawarkan pemotongan pajak bagi orang kaya.
"Saya mengundurkan diri karena saya ingin pemerintah untuk berpikir lagi tentang hal ini dan kembali ke posisi yang saya percaya, yaitu sekitar menjadi (partai) satu-bangsa", Duncan Smith menyatakan dalam sebuah wawancara bersama BBC. "Saya percaya mereka kehilangan pandangan dari arah perjalanan," tambahnya.
Perdana Menteri David Cameron kemungkinan akan memberikan tanggapannya atas pengunduran diri Smith sekitar pukul 15.30 GMT, bersamaan dengan dijadwalkan untuk melaporkan kepada anggota DPR pada KTT Uni Eropa baru-baru ini.
Ahli strategi Société Générale mempertimbangkan bahwa pembagian pemerintah akan "hanya menambahkan lapisan risiko lain terhadap prospek sterling" di saat kekhawatiran Brexit juga menahan pound.
Konfederasi Industri Inggris, yang mendukung kampanye referendum 23 Juni, memperingatkan pada Senin bahwa meninggalkan Uni Eropa berdampak pada perekonomian Inggris £100 miliar dan 950.000 lapangan pekerjaan pada tahun 2020.
GBP/USD turun 0,46% ke level 1,4415, GBP/JPY turun 0,42% ke level 160,81, sementara EUR/GBP naik 0,28% ke level 0,7809.
MasterForexID
22nd March 2016, 06:02 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-weFw24TvL54/VvElj5tvMfI/AAAAAAAAdVw/Hz92gRDxWFwYOyuOyyC0OGKFVZsoTuRCg/w600-h399-no/Interest%2BRate%2B1.jpg
Skeptisisme Suku Bunga Fed Lumpuhkan Dolar
Indeks dolar mencatat penurunan, hentikan penguatan yang diperoleh dalam dua hari, setelah komentar pejabat Federal Reserve menyatakan bank sentral kemungkinan menaikkan suku bunga paling cepat bulan depan gagal mendongkrak daya tarik mata uang AS itu.
Dolar melemah terhadap sebagian besar mata uang utama karena para pedagang melihat probabilitas kenaikan suku bunga AS pada bulan April hanya 10 persen, bahkan setelah Presiden Fed San Francisco John Williams dan Presiden Fed Atlanta Dennis Lockhart mengatakan data ekonomi baru-baru justru memungkinkan pengetatan kebijakan tambahan. Baik Williams maupun Lockhart tidak memberikan suara pada Federal Open Market Committee tahun ini.
"Saya tidak berpikir komentar jangka pendek akan mengubah fakta bahwa keputusan FOMC pekan lalu jelas menimbulkan pandangan struktural dovish," kata Nizam Idris, kepala ahli strategi valuta asing dan Fixed-Income di Macquarie Bank Ltd di Singapura. "Di tengah beberapa volatilitas, dolar akan berada dalam tren menurun" dalam beberapa bulan kedepan, katanya.
Pernyataan pasca-pertemuan Fed itu mendorong para pelaku pasar untuk mempertimbangkan ekspektasi kenaikan pada bulan Juni menjadi 42 persen pada Senin, turun dari probabilitas 52 persen pada seminggu sebelumnya, kontrak berjangka menunjukkan. Macquarie Bank, salah satu dari 10 analis mata uang dunia, membalik proyeksi tiga bulan di pekan lalu terhadap dolar setelah Fed membagi dua proyeksi untuk berapa kali mereka akan menaikkan suku bunga tahun ini dari empat kali pada bulan Desember, mengutip dampak potensial dari lemahnya pertumbuhan global terhadap ekonomi AS.
MasterForexID
25th March 2016, 07:12 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-gFYpDlSXkos/VvUo8J0EN5I/AAAAAAAAdfk/7yX4RxoNQY4sESRL_2rzkZm9AvrZBsCGQ/w743-h438-no/Dollar%2BUp.jpg
Dolar AS Menguat Di sesi Jumat Agung (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1046003115461091/?type=3)
Dolar AS mencatat penguatan terhadap Yen, Euro dan Sterling pada perdagangan Jumat Agung di sepanjang sesi sesi Asia.
USD/JPY diperdagangkan pada 113,15, naik 0,22%. Sementara itu, Dolar AS naik terhadap Euro dan Pound Inggris, dengan EUR/USD turun 0,11% di level 1,1164 dan GBP/USD turun 0,28% ke level 1,4118. Sementara itu, Euro naik terhadap Pound Inggris dan Yen Jepang, dengan EUR/GBP naik 0,15% ke level 0,7906 dan EUR/JPY meningkat 0,06% ke level 126,24.
Terhadap yen, dolar diperkirakan akan menemui level support pada 111,20, yang merupakan level sesi Senin dan resistance pada 113,31, yang merupakan sesi atas hari ini. Diperkirakan perdagangan dolar terhadap euro akan menuju level support 1.1142, yang juga merupakan level terendah Kamis dengan resistance pada 1.1286, level tertinggi Senin.
MasterForexID
28th March 2016, 10:04 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-g0LqrALcDko/VvlG3FtFiMI/AAAAAAAAdjY/yjeqU3HV4h47GIPi-7xj_jPaH34OF7uOg/w800-h486/Consumer-Spending-6.jpg
Pasar Sepi, Dolar Terimbas Data AS (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1049314595129943/?type=3)
Dolar melemah terhadap mata uang utama dalam perdagangan yang cukup sepi pada hari Senin setelah data menunjukkan belanja konsumen AS meningkat bulan lalu, namun inflasi menurun.
Indeks dolar AS, yang mencatat perdagangan greenbacks terhadap enam mata uang utama, turun tipis 0,08% ke level 96,09, sebelumnya sempat berada di level atas 96,42. Kondisi perdagangan cukup sepi, dengan pasar keuangan di Eropa masih ditutup karena liburan Paskah.
Pengeluaran pribadi naik tipis 0,1% pada bulan Februari Departemen Perdagangan mengatakan, sejalan dengan ekspektasi para ekonom. Pendapatan pribadi naik 0,2%, dengan penysuaian secara musiman melampai perkiraan untuk kenaikan 0,1%.
Inflasi, yang diukur dengan indeks PCE, parameter inflasi yang disukai Federal Reserve, turun 0,1% bulan lalu, lebih karena biaya energi yang lebih rendah. Indeks PCE hanya naik 1% pada basis tahunan, melambat dari 1,2% di Januari.
Data-data ini mengindikasikan bahwa kemungkinan Fed akan menaikkan suku bunga secara bertahap tahun ini, meskipun terjadi pengetatan di pasar tenaga kerja. Investor saat ini menantikan pidato Ketua Fed Janet Yellen pada Selasa sebagai indikasi baru langkah suku bunga.
MasterForexID
29th March 2016, 06:16 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-0x5XU4KxkQM/VvpeFcKPOXI/AAAAAAAAdnQ/eJ3zmytMfRsYql9hJihWV7AGYIBn2sX1Q/w576-h360-no/Yellen%2BFed.jpg
Dollar Perlahan Menguat, pidato Yellen Dinantikan (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1050169308377805/?type=3)
Dolar sedikit menguat terhadap mata uang utama pada sesi Selasa, di saat para pelaku menantikan pidato Ketua Federal Reserve Janet Yellen, yang dijadwalkan hari ini, sebagai indikator lebih lanjut mengenai kenaikan suku bunga.
Dolar berada di bawah tekanan di akhir sesi Senin setelah data yang relatif lembut atas data belanja konsumen AS dan inflasi sehingga mendorong Fed Atlanta merevisi perkiraan pertumbuhan kuartal pertama. Atlanta Fed menurunkan estimasi pertumbuhan kuartal pertama menjadi 0,6% dari 1,4%.
Pengeluaran pribadi naik tipis 0,1% pada bulan Februari, Departemen Perdagangan AS mengatakan, sejalan dengan ekspektasi ekonom, tetapi belanja bulan Januari mengalami revisi turun tajam. Sementara itu, inflasi yang diukur dengan indeks PCE, parameter inflasi yang disukai Fed, turun 0,1% bulan lalu dan naik hanya 1% dari tahun sebelumnya.
Data-data tersebut dapat diindikasikan bahwa Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga secara bertahap tahun ini, meskipun pasar tenaga kerja melakukan pengetatan.
Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenbacks terhadap enam mata uang utama, naik 0,10% pada level 96,10, tidak jauh dari level tertinggi dalam satu setengah pekan yang disentuh pada sesi Senin 96,42.
MasterForexID
6th April 2016, 06:05 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-IC-pugY4qQw/VwTruWPQ62I/AAAAAAAAd40/ALqWJeWHOkUeUA1Zk714ptu_W0VHPw25A/w500-h333-no/federal-reserve-bank-ny.jpg
Penantian Pasar Atas Pertemuan Fed, Topang Dolar (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1056745991053470/?type=3)
Dolar menguat terhadap mata uang utama pada perdagangan sesi Rabu, bersamaan dengan para pelaku pasar menantikan risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve bulan Maret yang dijadwalkan akan dirilis pada hari ini.
Greenback menemukan dukungan setelah Institute of Supply Management pada hari Selasa melap;orkan indeks pembelian manajer non-manufaktur meningkat menjadi 54,5 bulan lalu dari 53,4 pada bulan Februari. Namun data positif tersebut ternodai dengan data yang menunjukkan defisit perdagangan AS melebar menjadi $47,06 miliyar pada bulan Februari dari $45,88 miliar pada bulan Januari.
Saat ini, para pelaku pasar tengah menantikan kesimpulan hasil pertemuan kebijakan the Fed di Maret yang akan dirilis Rabu, sebagai indikasi baru terhadap bagaiaman suku bunga AS kedepannya.
Indeks dolar AS, yang mencatat perdagangan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,30% pada level 94,89, beranjak dari level terendah lima setengah bulan di minggu lalu pada level 94,30.
MasterForexID
7th April 2016, 06:46 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-Al-XU5CGe-Y/VwZH7Hw1nlI/AAAAAAAAd8k/NCxNkHlZDBIES_AhJpKQ8NPsPvKYO1taQ/w871-h403-no/Euro%2Bcrashed.jpg
Pernyataan Pejabat ECB Hempaskan Euro (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1057439347650801/?type=3)
Euro kehilangan kekuatan di sesi Kamis ini terhadap dolar setelah para pejabat senior Bank Sentral Eropa menegaskan bahwa mereka siap menyuntikkan stimulus lebih jika diperlukan.
kepala ekonom ECB, Peter Praet, mengatakan bank sentral siap untuk melakukan lebih besar lagi jika ekonomi zona euro dilanda guncangan baru. "Jika guncangan buruk terus terjadi, langkah-langkah kita dapat disesuaikan kembali mengikuti kondisi," katanya.
Komentar inipun digaungkan oleh Wakil Presiden ECB Vito Constancio yang mengatakan dalam pidatonya kepada Parlemen Eropa bahwa bank sentral akan terus melakukan apa pun untuk mengejar tujuan stabilitas harga.
Secara terpisah, Presiden ECB Mario Draghi memperingatkan bahwa 2016 ini akan menjadi tahun yang penuh tantangan lainnya dalam laporan tahunan bank sentral pada hari Kamis. "Kami menghadapi ketidakpastian tentang prospek ekonomi global. Kami terus menghadapi penurunan laju inflasi yang cukup besar. Dan kami menghadapi pertanyaan tentang arah Eropa dan ketahanan terhadap guncangan baru, " laporan itu mengungkapkan.
EUR/USD terpantau turun 0,18% ke level 1,1381, dari level tertinggi lima setengah bulan 1,1454 yang dicapai tadi malam. Sementara Euro berada di posisi terendah satu bulan terhadap yen cukup kuat, dengan EUR/JPY turun 1,46% ke level 123,28.
Namun demikian, Euro masih cukup kuat terhadap dolar yang melemah setelah risalah pertemuan Federal Reserve Maret pada Rabu menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga pada pertemuan akhir bulan ini tidak mungkin terjadi.
Nada dovish risalah tersebut menggarisbawahi komentar Ketua Fed Janet Yellen yang pekan lalu mengatakan bahwa risiko terhadap prospek ekonomi global menyebabkan pendekatan dengan sangat hati-hati terhadap pengetatan kebijakan moneter.
MasterForexID
8th April 2016, 06:14 PM
https://lh5.googleusercontent.com/-Vl_AXxc6-vM/VweQw9NmMVI/AAAAAAAAeAE/Flmz-IpWxkgj-m1QOTUKfUz6O2Re8qOBQ/w800-h500-no/dolar%2Bterbang.jpg
Meski Menguat, Dollar Masih Tetap Rentan (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1058078320920237/?type=3)
Dolar rebound dari level terendah 18-bulan terhadap yen pada hari Jumat dan tetap stabil terhadap euro disebabkan sentimen greenback masih rentan karena meski data ekonomi AS menunjukkan optimisme namun masih berada di bawah bayang-bayang risalah pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve.
Greenback berada di bawah tekanan kuat terhadap yen setelah risalah pertemuan kebijakan bulan Maret Fed pada Rabu menunjukkan bahwa bank sentral kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga sebelum bulan Juni akibat dari kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global.
Dalam notulen pertemuan tersebut juga menunjukkan bahwa "sejumlah" pembuat kebijakan masih meyakini guncangan yang menggoda pertumbuhan masih akan bertahan selain itu masih banyak yang menunjukkan sikap hati-hati terhadap menaikkan tarif.
Sebelumnya para pelaku pasar mengabaikan laporan dari AS Departemen Tenaga Kerja pada Kamis yang melaporkan jumlah klaim tunjangan pengangguran awal pada pekan hingga 2 April mengalami penurunan sebesar 9.000 menjadi 267.000 pengajuan dari total pekan sebelumnya 276.000. Analis memperkirakan klaim pengangguran turun 6.000 ke level 270.000 minggu lalu.
USD/JPY naik 0,39% ke level 108,63, masih dekat dengan level terendah 18-bulan di sesi Kamis 107,66. Sementara EUR/USD bergerak tipis ke level 1,1375, setelah mencapai level tertinggi enam bulan 1,1454 pada hari Kamis.
Indeks dolar AS, yang mencatat pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama, stabil di level 94,55, menguat relatif tipis dari level terendah enam bulan di sesi Kamis 94,03.
MasterForexID
11th April 2016, 06:05 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-GUrPymBTgfo/VwuDyRKDbWI/AAAAAAAAeEU/0wj0clZ7UHI7X2K7O7tu0FWWW1V_tI-NQ/w660-h371-no/Japan%2BFlag.jpg
Tokyo Kembali Wanti-wanti Penguatan Yen (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1060004024061000/?type=3)
Peringatan lainnya atas kemungkinan intervensi pemerintah Jepang masih belum cukup untuk menghentikan penguatan yen pada hari Senin, dolar jatuh di bawah 108 yen ke level terendah 17 bulan baru.
Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga mengatakan kesepakatan Kelompok 20 untuk menghindari devaluasi kompetitif tidak berarti Jepang tidak dapat melakukan intervensi terhadap pergerakan mata uang dalam satu sisi, bahasa pernyataan yang telah menandai intervensi di masa lalu.
"Katalis pekan ini akan menjadi apa yang terjadi di pasar kredit dan ekuitas," kata Michael Sneyd, ahli strategi di BNP Paribas di London.
Yen, sebaliknya, telah mencatat penguatan selama tiga minggu berturut-turut terhadap dolar. Yen naik 0,3 persen k elevel ¥107,88 per dolar pada sesi Senin, setelah mencapai level di atas 107,63 di perdagangan Asia.
Suga mengatakan dalam konferensi pers, pemerintah memantau pasar valuta asing dengan rasa urgensi, dengan menyebutkan yen bergerak satu sisi dan spekulatif. Tapi yang logika berjalan adalah bahwa Tokyo tidak dapat dengan mudah melakukan intervensi menjelang pertemuan G20 di Washington pekan ini dan putaran KTT G7 pada bulan Mei.
MasterForexID
18th April 2016, 10:52 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-5FbD66pkApw/VxUCIVREHWI/AAAAAAAAeUs/mGbhM2XYnRcCRCR-w-DYNktmVWBMFs5twCL0B/w832-h438-no/kuwait%2Boil%2Bunion%2Bstrike.jpg
Mata Uang Komoditas Memulih Terhadap Dolar AS (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1064638506930885/?type=3)
Dolar AS naik tipis terhadap yen dan mata uang komoditas perlahan memulih dari penurunan setelah para pelaku pasar melihat aksi mogok pekerja minyak dan gas Kuwait mendukung harga minyak dan antisipasi volatilitas yang rendah minggu ini.
Dolar terakhir naik 0,07 persen terhadap yen di level 108,81 setelah merosot ke level bawah sesi 107,81, mendekati level terendah 17 bulan 107,61 pada minggu lalu.
Safe haven yen sebelumnya rally, sementara mata uang komoditas anjlok, setelah rencana pembatasan produksi minyak pada level saat ini mentok pada hari Minggu ketika Arab Saudi menuntut agar Iran bergabung pada pertemuan di Doha.
Harga minyak Brent meluncur sebanyak 7 persen pada awal perdagangan karena investor mendapat kesempatan pertama mereka untuk bereaksi terhadap berita tersebut, tapi kembali melemah dan terakhir turun 2,6 persen.
Pemogokan di Kuwait, yang dipandang sebagai membatasi pasokan minyak dalam jangka pendek, dan harapan pasar 'bahwa Bank Sentral Eropa tidak akan mengumumkan perubahan kebijakan kejutan minggu ini memnbatasi dampak dari pertemuan Doha, kata Richard Cochinos, kepala strategi FX G10 Eropa di London.
Aksi mogok di Kuwait mengarahkan anggota OPEC untuk mengurangi produksi dan produksi penyulingan minyak mentah pada hari Minggu. ECB akan bertemu di Frankfurt, Kamis.
Mata uang terkait komoditas seperti dolar Kanada dan rubel Rusia masih mencatat penurunan, namun naik dari posisi terendahnya, sementara dolar Australia sepenuhnya pulih dan berada di level atas 9 setengah bulan terhadap greenback $0,7739.
Euro terakhir naik 0,35 persen terhadap dolar pada level $1,1320. Dolar terakhir turun 0,32 persen terhadap franc Swiss pada level 0,9640 franc. Indeks dolar, yang mencatat perdagangan greenback terhadap enam mata uang utama, terakhir turun 0,19 persen di level 94,513.
MasterForexID
20th April 2016, 06:17 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-p7riRSY0l-4/VxdkiQn8GwI/AAAAAAAAedY/2ssASKM_9lQZT0MspOzhY9rumXY5dqbZwCL0B/w922-h496-no/Oil%2BWorsens.jpg
Mata Uang Komoditas Turun Dari Level Tertinggi (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1065806680147401/?type=3)
Mata uang yang beruhubungan dengan komoditas seperti dolar Australia dan Kanada kembali turun dari level kenaikan baru pada sesi Rabu, setelah rally harga minyak mentah terhenti pasca pekerja minyak di Kuwait hentikan pemogokan selama 3 hari.
Dengan indeks Shanghai pimpin penurunan pasar saham, investor kembali ke asset aman tradisional, yen, yang menguat hampir setengah persen terhadap euro dan dolar.
Euro stabil di level $1,1361 dengan pilihan pasar menunjukkan aktivitas spekulatif menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa hari Kamis jauh lebih tenang daripada keputusan kebijakan baru.
Kehati-hatian Federal Reserve AS atas kenaikan suku bunga, ditambah dengan kebijakan moneter ultra-longgar di Jepang dan Eropa, telah mendorong harga pasar mata uang AS melemah dalam satu bulan terakhir, sehingga secara luas melemahkan greenback.
Dengan pasar saham dan komoditas secara umum dalam kondisi lebih optimis pada awal tahun ini, telah mendorong daya tarik mata uang seperti Aussie sehingga menyebabkan suku bunga yang lebih tinggi.
Penurunan 2 persen harga minyak pada Rabu, cukup untuk melemahkan mata uang Australia sepertiga persen menjadi $0,7788. Dolar Kanada jatuh ke level C$1,2710 setelah menguat hingga level C$ 1,2630 per US dolar.
MasterForexID
21st April 2016, 06:37 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-WcNVAwPPJ1k/Vxi5dUT8ItI/AAAAAAAAegw/yQOkUyglf-EAf-Etw4P_c1yT0u82yWW0QCL0B/w628-h419-no/Draghi.jpg
Euro Direntang Sempit Pra Pertemuan ECB (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1066411430086926/?type=3)
Euro stabil terhadap dolar dan yen pada sesi Kamis karena para pelaku pasar menantikan pertemuan Bank Sentral Eropa hari ini, di mana tidak ada langkah-langkah kebijakan baru yang diharapkan.
ECB secara luas diperkirakan masih mempertahankan suku bunga pada rekor terendah setelah meluncurkan sejumlah kebijakan baru bulan lalu, termasuk pemotongan suku bunga, tambahan pembelian obligasi bulanan dan pinjaman lebih murah ke perbankan.
Namun rally euro menjelang pertemuan setelah ketua ECB Mario Draghi menyatakan bahwa pemotongan suku bunga lebih lanjut mungkin tidak diperlukan.
Draghi diperkirakan akan bereaksi terhadap kritik kebijakan moneter ultra longgar dari pejabat Jerman, ketika Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan bahwa suku bunga negatif melukai sistem perbankan.
EUR/USD berada di level 1,1286, jauh di bawah level tertinggi 1,1387 yang disentuh pada hari Rabu. EUR/JPY bergerak ke level 123,95. Euro juga stabil terhadap pound, dengan EUR/GBP di level 0,7873. Sterling hampir tidak berubah terhadap dolar setelah data, dengan GBP/USD di level 1,4339.
Indeks dolar AS, yang mencatat pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama, stabil di level 94,55.
MasterForexID
27th April 2016, 11:16 PM
https://lh6.googleusercontent.com/-DTU4961wyb4/VyDkbSXSP5I/AAAAAAAAesQ/ke16fRulIqMmUCkkah_suozB_Qvk7MmSQCL0B/w750-h413-no/Pending-Home-Sales.jpg
Data Ekonomi AS Positif, Dolar Justru Melemah (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1070494313011971/?type=3)
Dolar bergerak melemah terhadap mata uang utama pada sesi Rabu, bahkan setelah data yang menunjukkan penjualan rumah di AS positif bahkan dengan angka di atas perkiraan pada Maret karena sentimen terhadap greenback masih rapuh menjelang pernyataan kebijakan Federal Reserve hari ini.
National Association of Realtors mengatakan indeks penjualan rumah tertunda naik 1,4% bulan lalu, mengalahkan ekspektasi untuk kenaikan 0,5%. Penjualan rumah yang tertunda pada bulan Februari naik 3,4%, yang mana angka tersebut sedikit direvisi turun dari kenaikan yang dilaporkan sebelumnya sebesar 3,5%.
Investor tetap berhati-hati menjelang pernyataan kebijakan Fed di tengah ketidakpastian yang sedang berlangsung mengenai kapan waktunya kenaikan suku bunga di masa depan. Pelaku pasar juga menantikan kesimpulan pertemuan kebijakan Bank of Jepang pada hari Kamis di tengah tingginya harapan langkah-langkah pelonggaran baru.
USD/JPY turun tipis 0,13% ke level 111,17. EUR/USD naik 0,26% diperdagangkan pada level 1,1326. Dolar sedikit menguat terhadap pound, dengan GBP/USD turun 0,14% di level 1,4563 namun melemah terhadap franc Swiss, dengan USD/CHF turun 0,17% di level 0,9718.
Dolar Australia dan Selandia Baru masih lemah, dengan AUD/USD turun 2,07% di level 0,7587 dan dengan NZD / USD turun 0,62% ke level 0,6856. Terhadap mata uang lainnya, USD/CAD naik tipis 0,19% ke level 1,2627, dari posisi terendah sembilan bulan 1,2572 yang disentuh di awal sesi.
Indeks dolar AS, yang mencatat kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,13% diperdagangkan pada level 94,33.
MasterForexID
9th May 2016, 05:39 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-x41no8y-w1s/VzBlKOSnF7I/AAAAAAAAfFE/wvh3Su_HubUiIahZkgwUg-lGjA3BNfJfACL0B/w640-h480-no/Yen%2BSign.jpg
‘Warning’ Dari Tokyo Sebabkan Yen Loyo (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1078033615591374/?type=3)
Dolar mencapai penguatan dalam 10 hari terhadap yen pada hari Senin setelah menteri keuangan Jepang mengatakan secara langsung bahwa Tokyo siap campur tangan di pasar mata uang jika yen bergerak stabil dan akhirnya merusak perdagangan dan ekonomi.
Dalam sesi yang bergaam untuk pasar saham, penurunan yen membantu menghasilkan beberapa keuntungan terbatas pada Nikkei, sementara sejumlah data pesanan industri yang kuat dari Jerman membantu saham Eropa pulih dari pekan terburuk sejak pertengahan Februari.
Namun indeks Shanghai tenggelam hampir 3 persen setelah data perdagangan Cina lebih buruk dari perkiraan. Kedua data tersebut menambah keraguan tentang laju pertumbuhan global dan kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini yang dihasilkan dari data pekerjaan AS Jumat.
Penguatan drastis hampir 15 persen yen menjadi cerita besar mata uang tersebut dalam enam bulan dan para pelaku pasar masih skeptis atas kemungkinan Tokyo membuat hasil positif atas ancaman yang terus berulang untuk melawan pergerakan harga dengan tidak adanya dukungan global.
Dolar, yang menyentuh level terendah 18 bulan terhadap yen di pekan lalu, naik hampir setengah persen pada perdagangan pagi di London di level ¥107,60. Turun dari level ¥123 pada Desember lalu.
MasterForexID
16th May 2016, 06:00 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-mNPWNTj73hE/VzmnsyPOrVI/AAAAAAAAfWk/L8Q5fYMX6s0z1cX45kPj1pj9CbzBaOP_wCL0B/w900-h553-no/New%2Byork.jpg
Laporan Empire State Sebabkan Dolar Bergerak Tipis? (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1082232885171447/?type=3)
Dolar bergerak tipis terhadap mata uang utama pada Senin, karena investor menunggu rilisan data aktivitas manufaktur wilayah New York sebagai indikasi lebih lanjut kekuatan ekonomi AS.
Dolar melemah terhadap safe haven yen yang menguat setelah data resmi output pabrik China melambat menjadi 6% pada bulan April, berbanding ekspektasi 6,5%. Investasi dan penjualan ritel juga tumbuh lebih lambat dari yang diharapkan pada bulan lalu, menambah kekhawatiran atas perlambatan d negara ekonomi terbesar kedua dunia.
Greenback masih ditopang oleh data dari Departemen Perdagangan AS yang Jumat kemarin menunjukkan penjualan ritel AS melonjak 1,3% pada bulan April, melampaui ekspektasi ekonom untuk kenaikan 0,8%. Selain itu, data awal indeks sentimen konsumen University of Michigan dilaporkan di level 95,8 pada Mei, naik dari 89,0 pada bulan April dan jauh di atas perkiraan di angka 90,0.
Data optimis meredakan kekhawatiran atas prospek ekonomi AS dan kembali menyulut harapan bahwa Federal Reserve bisa saja akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diantisipasi.
USD/JPY naik tipis 0,25% ke level 108,92. EUR/USD stabil di level 1,1309. Dolar menguat terhadap pound, dengan GBP/USD turun 0,31% ke level 1,4334 dan stabil terhadap franc Swiss, dengan USD/CHF diperdagangkan pada level 0,9768.
Indeks dolar AS, yang mencatat kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, stabil di level 94,63, masih di dekat level atas tiga pekan 94,84 yang disentuh pada Jumat akhir pekan kemarin.
MasterForexID
17th May 2016, 06:08 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-lYWh04Wl_w4/Vzr7Mg4GAKI/AAAAAAAAfaQ/0JfnS7Wy0foYJ1s6ovNv1lTIMLg0fjzCQCL0B/w580-h333-no/Dollar%2Brising.jpeg
Dollar Stabil, Ditengah Penantian Serangkaian Data AS (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1082871375107598/?type=3)
Dolar cukup stabil terhadap mata uang utama pada Selasa, di saat para pelaku masih berhati-hati menjelang serangkaian laporan data ekonomi AS yang akan dirilis hari ini.
Investor menantika rilisan data sektor perumahan, harga konsumen dan data produksi industri AS yang akan dirilis hari ini, sebagai petunjuk lanjutan atas kekuatan ekonomi negara tersebut.
Greenback tampaknya acuhkan laporan Federal Reserve Bank of New York pada Senin kemarin yang melaporkan indeks kondisi bisnis secara umum turun menjadi -9,0 bulan ini dari 9,6 pada bulan April. Para analis memperkirakan indeks menurun menjadi 6,5.
USD/JPY terpantau naik 0,50% ke level 109,55. EUR/USD stabil di level 1,1324. Dolar menguat terhadap pound yang terlihat lesu, dengan GBP/USD naik 0,58% di level 1,4483 dan secara fraksional menguat terhadap franc Swiss, dengan USD/CHF naik 0,09% ke level 0,9786.
Indeks dolar AS, yang mencatat perdagangan greenback terhadap enam mata uang mayorita diperdagangkan stabil di level 94,49, dan masih di dekat level kenaikan tiga pekan Jumat di level 94,84.
MasterForexID
18th May 2016, 08:16 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-vu2k9iQwLW0/VzxpjonfVaI/AAAAAAAAfdI/mDLW2Yu7wKYbcdNkulSR2sqP-iNO2u-SQCL0B/w638-h375-no/Fiat-money-Federal-Reserve1.gif
Penguatan dolar Jelang Risalah Fed, Pertanda apa? (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1083536961707706/?type=3)
Dollar masih nyaman dengan pengatannya di level atas tiga setengah pekan terhadap mata uang mayoritas di sesi Selasa, di saat para pelaku pasar menantikan risalah pertemuan kebijakan terkini Federal Reserve yang akan dirilis hari ini.
Para pelaku pasar sangat menantikan risalah pertemuan kebijakan the Fed yang terkini sebagai petunjuk lanjutan kapan kenaikan suku bunga akan diterapkan.
Ekspektasi kenaikan suku bunga AS mendatang kian memuncak setelah data di selasa menunjukkan inflasi harga konsumen AS tumbuh pada laju tercepatnya di lebih dari tiga tahun pada April, naik 0,4% di April, pertumbuhan terbesar dalam satu bulan sejak Februari 2013, Departemen Tenaga Kerja Selasa melaporkan.
Selain itu, Presiden Fed Atlanta, Dennis Lockhart, and Presiden Fed San Francisco, John Williams kedua nya mengatakan ada kemungkinan 2 atau 3 kenaikan suku bunga di tahun ini.
USD/JPY menguat 0,24% ke level 109.38. EUR/USD turun 0,29% ke level 1,1279, terendah sejak April 25. Namun dolar melemah terhadap pound, dengan GBP/USD naik 0,62% di level 1,4550 dan masih melemah terhadap Swiss franc, dengan USD/CHF menguat 0,27% ke level 0,9832.
Indeks dolar AS, parameter kekuatan greenback terhadap enam mata uang mayoritas, menguat 0,23% diperdagangkan pada level 94,76, tertinggi sejak April 25.
MasterForexID
20th May 2016, 12:14 AM
https://lh5.googleusercontent.com/-DD2weAAHEaI/Vz3yshIN1SI/AAAAAAAAfgo/-6i02J3qLRUhkPSbEtd4iMkmVOqrRlH-gCL0B/w800-h450-no/Job-unemployment-ad-generic-jpg.jpg
Meski Melemah, Dolar masih di Puncak 7 Pekan (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1084215281639874/?type=3)
Dolar sedikit melemah terhadap mata uang mayoritas di sesi Kamis, setelah rilisan data mengecewakan US, namun greenback masih berada di level kenaikan tujuh pekan setelah ekspektasi terbaru atas kenaikan suku bunga di bulan Juni oleh Federal Reserve terus memberikan supportnya.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah individu yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran awal hingga pekan 14 Mei menurun 16.000 menjadi 278.000 dari pekan sebelumnya sebanyak 294.000 pengajuan secara total. Angka ini di bawah perkiraan analis yang memperkirakan penurunan sebesar 19.000 menjadi 275.000 pengajuan.
Secara tepisah Federal Reserve Bank Philadelphia melaporkan indeks aktifitas manufaktur menurun menjadi -1.8 di bulan ini dari hasil di April -1.6. Dengan perkiraan analis indeks tersebut justru tumbuh 3,5 d Mei.
Namun dolar masih ditopang oleh risalah pertemuan the Fed di April yang menunjukkan para pembuat kebijakan mengatakan, kenaikan suku bunga di Juni akan cukup pantas jika data ekonomi mengindikasikan bahwa pertumbuhan meningkat di kuartal kedua dan lapangan kerja serta inflasi juga meningkat.
Indeks dolar AS, yang mencatat perdagangan greenback terhadap enam mata uang mayoritas bertahan di level 95,17, hanya turun tipis dari level kenaikan tujuh 95,51 yang dicapai di hari sebelumnya.
MasterForexID
26th May 2016, 06:10 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-xqNIysMobNg/V0bYDvWENeI/AAAAAAAAfv8/xLYyRGCYUp0hA9HRxWPC8p47wAPA_7m7ACL0B/w1049-h675-no/Crude%2BOil.png
Akhirnya Minyak Tembus $50 (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1088290917898977/?type=3)
Minyak Brent merangsek ke atas level $50 per barrel di sesi kamis untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan terakhir di saat persediaan minyak global berlimpah sehingga glut that mengganggu kondisi pasar untuk hampir dua tahun menunjukkan tanda-tanda mulai mereda.
Harga minyak dalam beberapa pekan mencatat kenaikan dalam serangkaian gangguan, akibat dari kebakaran di Kanada dan kerusuhan di Nigeria and Libya, melumpuhkan produksi hampir 4 juta barel per hari.
Berada di atas $50 per barrel, minyak dianggap sebagian pasar menembus batas psikologis yang dapat mengarahkan produsen minyak, khususnya diantara peruahaan AS untuk kembali beroperasi setelah lesu dalam beberapa tahun terakhir.
Minyak acuan global Brent menguat 31 sen mencapai harga $50,05 per barrel, level tertinggi di hampir 7 bulan, setelah data persediaan minyak mentah mentah AS yang berkurang lebih besar dari dari perkiraan pekan lalu mengindikasikan konsumen mulai menguras persediaannya.
Minyak mentah berjangka AS naik 30 sen di level $49,86 per barrel, setelag sempat menyentuh angka $49,97, tertinggi sejak pertengahan Oktober.
Sumber dari perusahaan minyak Chevron Pada Kamis mengatakan aktifitasnya di Nigeria telah ditutup akibat serangan militan, sehingga memperburuk situasi yang telah menghambat persediaan ratusan ribu barel.
Selanjutnya, pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak, OPEC, pada 2 Juni nanti di Wina, Austria akan membahas pasar minya diharapkan dapat terus memberikan dukungan penguatan ini.
Namun, naiknya harga minyak dan gesekan antara anggota kunci Arab Saudi dan Iran berarti upaya koordinasi untuk mengintervensi dukungan terhadap harga masih belum stabil.
http://www.ceriwis.com/forum/images/mobile.png
MasterForexID
30th May 2016, 05:33 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-UyYyntdcu6o/V0wWZ3r9q6I/AAAAAAAAf5c/3vQFpvO8q58c7bP38s0aWm5dQl45evrJQCL0B/w461-h300-no/Federal%2BReserve%2BBank.jpg
Dolar Menguat Atas Harapan Kenaikan Suku Bunga Fed (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1090638074330928/?type=3)
Dolar mencapai level puncak dua bulan terhadap sejumlah mata uang dan di level atas satu bulan terhadap yen pada sesi Senin, setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengipasi harapan untuk kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat.
Seentara perkembangan politik di Tokyo juga mendukung dolar terhadap yen. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan dia akan menunda kenaikan pajak penjualan yang dijadwalkan April mendatang dalam dua setengah tahun, kata seorang pejabat senior partai yang berkuasa pada hari Senin.
Dolar naik di atas level ¥111,00 untuk pertama kalinya sejak akhir April, mencapai level ¥111,39 pada awal perdagangan Eropa, naik hampir 1 persen pada hari ini. Untuk bulan ini, dolar berada di jalur terbaik sejak akhir 2014 terhadap yen.
Terhadap sejumlah mata uang, dolar naik 0,35 persen di level 95,879, sementara euro masih berjuang di dekat level terendah 2 setengah bulan di level $1,1097 yang di sentuh pada sesi Asia.
Yellen pada hari Jumat mengatakan kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang "diyakinkan akan sesuai," jika perekonomian dan pasar tenaga kerja terus membaik.
"Komentar Yellen ini telah mengangkat kemungkinan kenaikan suku bunga pada Juni atau Juli mendatang, dan mendukung dolar," kata Niels Christensen, ahli strategi FX di Nordea, sebuah bank besar Nordic. "Banyak meskipun akan tergantung pada data yang keluar minggu ini.
Sementara pasar London ditutup untuk libur publik sementara pasar AS ditutup untuk Memorial Day.
http://www.ceriwis.com/forum/images/mobile.png
MasterForexID
3rd June 2016, 06:15 PM
https://lh4.googleusercontent.com/-xXHY2EjxUt0/V1FkldM3XfI/AAAAAAAAgH8/UVDiy59R76MtUhqxjh96tkRNqeFYQKc6gCL0B/w625-h447-no/Payroll%2B1.jpg
Dollar Relatif Stabil Jelang Data Payrolls (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1093120090749393/?type=3)
Dollar hanya bergerak tipis terhadap mata uang mayoritas di sesi Jumat. Pergerakan tipis ini tak lepas dari para pelaku pasar masih berhati-hati menjelang data yang selalu diantisipasi kehadirannya, laporan sektor lapangan kerja AS yang akan dirilis hari ini.
Pantauan para pelaku pasar terhadap rilisan data payroll non pertanian AS ini digunakan sebagai indikasi selanjutnya akan kekuatan sektor lapangan kerja AS. Jika laporan NFP menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan, dipastikan akan semakin mendorong ekspekasti akan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada musim panas ini.
Pada hari Kamis, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, klaim tunjangan pengangguran awal berkurang sebanyak 1.000 menjadi 267.000 lapangan kerja di pekan lalu. Laporan tersebut berlawanan dengan ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan sebanyak 2.000 dengan total 270.000 pengajuan dari pekan sebelumnya 268.000 pengajuan.
Sebelumnya, laporan dari lembaga pengolah payroll, ADP, mengatakan terjadi peningkatan lapangan kerja sektor swasta sebanyak 173.000 lapangan kerja pada Mei, relatif lebih rendah dari ekspekatsi analis yang memperkirakan kenaikan sebanyak 175.000 lapangan kerja dan jauh lebih baik dari laporan pada april yakni sebanyak 166.000 lapangan kerja baru yang tercipta.
Indeks dolar AS, yang mencatat pergerakan greenback terhadap enam mata uang mayoritas, cukup stabil di area 95,64.
http://www.ceriwis.com/forum/images/mobile.png
MasterForexID
6th June 2016, 05:33 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-RzEK0xFhRGw/V1VPUPxm4aI/AAAAAAAAgLk/P20CfwWAMBAeB072gTAvngaQEQ3cUAgZACL0B/w620-h344-no/Dollar%2Bwalking%2Bup.jpg
Dollar Memulih Dari Penurunan Sesi Jumat (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1094961320565270/?type=3)
Dollar beranjak menguat terhadap mata uang mayoritas di sesi Senin, berhasil memulih dari penurunan di sesi Jumat menyusul data tenaga kerja AS yang mengecewakan.
Departemen Tenaga Kerja pada Jumat melaporkan perekonomian AS hanya menambah sebanyak 38.000 lapangan kerja baru di bulan lalu, kenaikan terkecil sejak September 2010. Para ekonom memperkirakan payroll AS mencatat kenaikan sebesar 164.000.
Angka di April mengalami revisi penurunan menjadi 123.000 lapangan kerja dari estimasi sebelumnya yakni 160.000. tingkat pengangguran turun menjadi 4,7% dari 5% di April ini karena banyak orang yang keluar dari golongan angkatan kerja.
Data yang lemah tersebut memicu keraguan atas prospek kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan depan dan emicu kekhawatiran baru atas melambatnya pertumbuhan global.
Para pelaku pasar saat ini tengah menantikan pidato oleh Ketua Fed Janet Yellen, yang hari ini dijadwalkan sebagai indikasi lanjutan langkah kebijakan bank sentral.
Indeks dollar AS, yang mencatat kekuatan greenback terhadap enam mata uang mayoritas, diperdagangkan menguat 0,22% diperdagangkan pada level 94,11, masih mendekati level bawah tiga pekan pada Jumat akhir pekan kemarin.
http://www.ceriwis.com/forum/images/mobile.png
MasterForexID
7th June 2016, 06:25 PM
https://lh3.googleusercontent.com/-R2Aw9e5X31Q/V1auUOdbVoI/AAAAAAAAgPM/6XHX5yQg1s0UGVkeNf7Hufp682ZW9VAcwCL0B/w576-h360-no/Yellen%2BFed.jpg
Yellen Runtuhkan Dollar (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1095805207147548/?type=3)
Dolar tergelincir terhadap mata uang utama lainnya pada sesi Selasa, setelah Ketua Federal Reserve
Janet Yellen mengecewakan pasar dengan tidak memberikan indikasi waktu kenaikan suku bunga di kemudian hari. Yellen pada hari Senin mengindikasikan bahwa bank sentral AS tidak akan menaikkan suku bunga sampai ketidakpastian atas prospek ekonomi teratasi.
Yellen mengharapkan pemulihan ekonomi terus melanjutkan berlanjut namun tidak memberikan indikasi waktu kenaikan suku bunga berikutnya.
Pernyataan itu diumumkan setelah data pada hari Jumat yang menunjukkan ekonomi AS menambahkan hanya 38.000 lapangan kerja di bulan lalu, kenaikan terkecil sejak September 2010. Data mengecewakan ini mengesampingkan kemungkinan kenaikan suku bunga di Juni dan mendorong investor untuk mendorong kembali meningkatkan harapan waktu kenaikan suku bunga berikutnya hingga akhir tahun ini.
USD/JPY naik 0,27% di level 107.83. EUR/USD naik tipis 0,11% ke level 1,1368, masih mendekati level tertinggi tiga minggu di sesi Senin 1,1392.
Indeks dolar AS, yang mencatat kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,27% pada level 93,78, terendah sejak 11 Mei.
http://www.ceriwis.com/forum/images/mobile.png
MasterForexID
12th August 2016, 09:36 PM
https://lh5.googleusercontent.com/-p7tiKuEkUts/V63dz-uD-pI/AAAAAAAAiSM/ngZhV5rqoPIag6JSu9uiuhuH1nkA3Zs0gCL0B/w775-h437-no/Retail%2BSales.jpg
Data Ekonomi Lesukan Wall Street (https://www.facebook.com/MasterForexID/photos/a.404333156294760.94150.351713208223422/1142653839129351/?type=3)
Terpengaruh data ekonomi yang dirilis hari ini membuat Wall Street harus mengawali sesi akhir pekan dengan kelesuan, padahal di hari sebelumnya ketiga indeks utama AS mencatat rekor kenaikan untuk pertama kalinya sejak terakhir kali terjadi pada 1999.
Pertumbuhan penjualan ritel AS yang terduga relatif datar ditambah inflasi harga produsen AS yang menurun pada bulan Juli merusak sentimen para pelaku pasar. Lemahnya data ekonomi tersebut juga mencederai Federal Reserve dari kenaikan suku bunga di tahun ini.
Menurun hasil analisa CME Group, para peluang kenaikan suku bunga di Desember yang diperkirakan para pelaku pasar turun menjadi 41,6 persen, padahal di hari sebelumnya masih berada di kisaran 45 persen peluang kenaikan.
Indeks saham keuangan S&P 500's dibuka melemah 0,5 persen merupakan penurunan terbesar diantara tujuh dari 10 indeks acuan mayoritas yang berada di zona merah.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 33,45 poin ata sebesar 0,18 persen di level 18.580,07. Indeks S&P 500 turun 3,06 points, atau 0,14 persen di level 2.182,73. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite turun 6,45 poin atau 0,12 persen di level 5.221,95.
Laporan pendapatan per kwartal yang mencatat hasil lebih baik dari perkiraan dan data ekonomi yang cukup kuat sejak Juni silam berhasil mengangkat indeks S&P 500 menuju serangakain catat kenaikan sejak Juli dan meningkatkan valuasi di atas rata-rata historisnya.
#WallStreet #Indeks #Saham #BursaAS #BursaSaham #MFXBroker
vBulletin® v3.8.14 by DRC, Copyright ©2000-2026, vBulletin Solutions Inc.