Ceriwis

Forex Diskusi apapun tentang Forex disini.


Mau Pasang Banner/Iklan? Klik disini Welcome No Deposit Bonus $100 dari ForexChief - Page 60 - Ceriwis - Komunitas dan Forum Jual Beli
  #591  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 565
Rep Power: 2
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Hindari Prediksi Trading Forex, Belajarlah Membentuk Bias
Penjelasan di atas sudah cukup menguraikan betapa prediksi trading bisa menyesatkan trader untuk memiliki persepsi yang kurang tepat. Jika terbiasa mengandalkan prediksi, maka trader tak akan mampu mengenali atau merespon perubahan pasar yang tidak sesuai dengan perkiraannya. Kekurangan ini tidak hanya berakibat kerugian pada posisi trading, tapi juga hilangnya kesempatan mencetak profit pada peluang-peluang yang seharusnya bisa dimaksimalkan untuk mengeruk pips.

Sebagai seorang trader forex, Anda dianjurkan untuk memiliki bias, bukan prediksi trading forex. Setiap informasi yang masuk dalam pertimbangan trading Anda, sebaiknya diproses dengan pikiran terbuka dan pandangan yang senantiasa fleksibel. Namun demikian, perlu diperhatikan pula bahwa bias trading juga memiliki jebakan tersendiri bagi trader yang tidak hati-hati. Apa sajakah itu?



3 Hal Yang Perlu Diwaspadai Dalam Membentuk Bias Trading
Mempunyai bias bullish, bearish, atau netral adalah hal yang lumrah dalam trading. Namun, perlu dipastikan juga bahwa bias trading yang Anda miliki berasal dari pertimbangan objektif, dan tidak dipicu oleh kelima hal berikut:



1. Terjebak Di Situasi Terkini (Recency Bias)
Kondisi ini biasanya dialami trader yang terlalu sibuk mengamati kondisi fundamental atau Price Action terkini, sampai ia lupa bahwa dalam trading ada yang namanya Big Picture Analysis untuk menarik bias garis besar yang lebih bisa diandalkan. Kecenderungan seorang trader untuk bertindak selepas mengalami winning streak atau losing streak juga bisa mengarah pada Recency Bias yang berbahaya.



2. Terpengaruh Opini Kelompok (Herding Bias)
Bagi Anda yang bergabung di komunitas trader atau sering berdiskusi dengan rekan sesama trader, memperhatikan bias-bias trader lain mungkin sudah jadi rutinitas sehari-hari. Namun, Anda juga perlu belajar membatasi diri agar tidak ikut terbawa arus opini dari sekelompok trader, karena bias trading yang hanya terbentuk dari keyakinan mayoritas tidak akan bisa dipertanggungjawabkan kerugiannya.


Bagaimanapun juga, Anda adalah seorang trader forex yang mengelola akun sendiri, menanggung kerugian sendiri, dan menikmati profit sendiri. Jadi meskipun sering beriskusi dengan trader lain, usahakan agar bias trading Anda tetap berasal dari pertimbangan diri sendiri, bukan yang diarahkan oleh keyakinan kelompok atau Herding Bias.



3. Terlalu Percaya Diri (Attribution Bias)
Dalam trading forex, Attribution Bias terjadi ketika Anda terlalu yakin pada keahlian dalam memperoleh profit dari beberapa trading sebelumnya. Ketika didominasi oleh kecenderungan ini, maka Anda akan menganggap posisi yang profit sebagai jelmaan dari kehebatan Anda, sementara posisi Loss disebabkan oleh faktor-faktor selain kesalahan Anda sebagai trader.

Terlalu percaya diri seperti ini juga akan berakibat fatal, karena ujung-ujungnya yang Anda buat nanti bukanlah bias trading, melainkan prediksi trading forex yang Anda yakini pasti benar.



Akhir Kata
Seorang ahli psikologi trading bernama Dr. Brett Steenbarger pernah berkata, "Trading-lah pada kondisi market yang sedang terjadi, bukan pada kondisi market yang terbentuk dalam angan-angan Anda."

Sekali lagi, bisnis ini namanya trading forex, bukan prediksi forex. Pada akhirnya, hasil trading tidak akan mencerminkan akurasi prediksi Anda, tapi kemampuan Anda beradaptasi dengan perubahan pasar dan cara memanfaatkan peluang trading darinya.


Sumber : seputarforex.com

Sponsored Links.
0
Sponsored Links.
9Club Situs Judi Online Terpercaya
  #592  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 565
Rep Power: 2
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Recency Bias, Penyakit Trading Berbahaya Yang Harus Dihindari

Pernah mengalami winning streak dalam sistem trading Anda? Atau mungkin saat ini anda sedang berada dalam kondisi kekalahan beruntun yang telah terjadi selama seminggu terakhir? Bagaimana hal tersebut mempengaruhi kondisi psikolagi atau mental Anda?

Ya, dalam kesempatan kali ini akan dibahas penyakit trading yang biasa disebut sebagai Recency Bias atau last trade disease. Penyakit trading yang lebih bersifat psikologis ini terjadi karena munculnya suatu emosi yang dapat mempengaruhi objektivitas dalam menilai dan mengamati kondisi harga.


Recency Bias Dapat Menimpa Siapapun
Recency Bias terjadi saat seorang trader terlalu fokus akan hasil posisi trading terakhirnya, sehingga ia melupakan atau bahkan kehilangan pandangan luasnya. Dalam buku berjudul Your money and Your Brain, Jason Zweig menjelaskan bahwa Recency Bias adalah sifat dasar manusia yang tidak mengestimasikan kemungkinan-kemungkinan berdasarkan pengalaman jangka panjang, melainkan hanya menggunakan prasangka yang timbul dari pengalaman jangka pendek.

Hasil posisi trading terakhir Anda saat ini, dapat menceritakan diri Anda sebagai seorang trader. Contohnya, coba perhatikan hasil trading terakhir Anda, apakah win atau loss. Kemudian coba perhatikan win/loss tersebut, lalu bandingkan dengan win/loss yang lain. Jika itu sebuah loss dan jumlahnya 5x lipat lebih banyak dari loss-loss yang lain, Anda sudah terjangkit penyakit trading Recency Bias. Hal yang sama berlaku untuk hasil win yang jumlahnya jauh lebih kecil dari rata-rata loss.

Posisi trading terakhir Anda juga dapat mempengaruhi mindset dan trading-trading Anda selanjutnya. Idealnya, apapun hasil dari trading terakhir, Anda tidak boleh terpengaruh dan mendasarkan performa ke depan dari hal tersebut. Namun hingga kini, banyak trader yang tidak mengindahkan peringatan ini dan berbuat sebaliknya. Maka dari itu, baca, perhatikan, dan camkan kalimat di bawah ini!

"Jika saat ini Anda baru saja menderita loss, maka hal itu tidak berhubungan dengan fakta bahwa trading Anda sebelumnya mengalami win/loss."

"Jika saat ini Anda baru saja mendapatkan win, maka hal itu tidak berhubungan dengan fakta bahwa trading Anda sebelumnya adalah win/loss."

Perlu diketahui, seorang trader dapat memiliki bias yang disebabkan winning streak, maupun losing streak.


Sumber : seputarforex.com

  #593  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 565
Rep Power: 2
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Recency Bias Dari Winning Streak
Bias ini muncul karena seorang trader sedang dalam posisi winning streak atau big win dalam tradingnya. Hal yang mungkin terjadi setelah itu adalah meningkatnya jumlah posisi dan lot di kisaran yang jauh lebih tinggi dari toleransi risiko. Selain itu, biasanya muncul pula pelanggaran-pelanggaran pada sistem trading yang telah dilanggar.

Penyakit trading ini muncul karena tingginya rasa percaya diri trader setelah mendapat kemenangan besar atau mengalami profit beruntun. Seiring dengan hasil positif yang diperoleh, sudah menjadi sifat dasar manusia untuk mengejar keuntungan yang lebih besar lagi. Hal ini tentu saja tidak boleh diterapkan pada ekosistem trading yang penuh dengan emosi dan resiko.

Penyakit ini biasanya berujung pada loss besar atau beberapa loss yang menghilangkan semua hasil dari winning streak. Dalam skenario yang lebih ekstrim, kerugian bahkan bisa lebih banyak dari raihan profit sebelumnya.

Sumber : seputarforex.com

  #594  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 565
Rep Power: 2
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Recency Bias Dari Losing Streak
Bias ini muncul setelah seorang trader berada dalam posisi losing streak, atau mengalami kekalahan besar. Hal yang mungkin terjadi setelah itu adalah berkurangnya jumlah posisi dan lot, jauh dari risiko yang siap diterima.

Penyakit trading ini muncul saat rasa takut mulai menguasai trader, karena trauma akan kekalahan beruntun yang menyebabkan kerugian besar. Biasanya akan muncul rasa was-was yang berlebihan, sehingga trader tak bisa peluang di market secara objektif. Hal ini juga merupakan sifat dasar manusia yang cenderung menjauh dari risiko besar.

Jika faktor sebelumnya mengarah pada loss besar karena overtrading, maka penyakit trading yang disebabkan losing streak akan menyebabkan trader banyak melewatkan, merasa ditipu market, bahkan berhenti trading karena rasa kurang percaya diri yang muncul terus-menerus.


Sumber : seputarforex.com

  #595  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 565
Rep Power: 2
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Bagaimana Cara Menyembuhkan Penyakit Trading Ini?
Sayang sekali, apotek tidak menyediakan obat untuk Recency Bias. Penyembuhan penyakit trading ini sepenuhnya berasal dari kemauan keras untuk memperbaiki diri.


Belajar, Belajar, Dan Belajar
Hal pertama yang dilakukan untuk menyembuhkan Recency Bias adalah dengan pengetahuan. Belajar dan memperdalam ilmu, utamanya akan meningkatkan keyakinan dan pengetahuan akan market. Pemahaman seperti market bukanlah tempat untuk berjudi dibutuhkan untuk konsistensi dan disiplin yang tinggi.

Pengetahuan semacam inilah yang nantinya akan membuat Anda lebih sadar, serta bijak dalam mengelola akun trading. Kuncinya adalah sadar. Sadar saat pikiran mulai terjebak kembali dalam siklus-siklus penyakit trading yang dijelaskan di atas. Jika Anda mengalami gejala penyakit trading Recency Bias, Sebaiknya jauhkan diri dulu dari market selama sehari atau bahkan seminggu. Mungkin pergi liburan dan menghabiskan waktu dengan keluarga bisa menjadi ide yang bagus. Cara yang juga baik untuk dilakukan adalah melakukan analisa mental sebelum memasuki sebuah posisi.


Hal yang selanjutnya perlu ditekankan adalah, posisi terakhir trading Anda itu tidak penting! Tidak peduli seberapa banyak win Anda kemarin, hasil itu tidak akan mempengaruhi hasil di keesokan harinya. Jika Anda sudah pernah membaca panduan backtest like a pro, di situ dijelaskan bahwa keberhasilan sistem trading dinilai secara statistik dengan beberapa sampledata, bukan hanya satu sample. Apabila suatu posisi dilihat secara individual, maka posisi tersebut adalah suatu event yang memiliki probabilitas dan profitabilitas acak.


Latih Cara Berpikir Anda
Seperti yang telah banyak disebutkan di atas, penyakit trading ini sering muncul karena sifat dasar kita sebagai manusia. Jadi selain dari sisi psikologi trading, penyelesaian masalah juga bisa dengan menggunakan solusi psikologis. Penggunaan tool seperti hipnoterapi dan NLP juga dapat dilakukan untuk menghilangkan kecenderungan-kecenderungan yang dapat membahayakan akun trading Anda.


Edge vs Emotion
Edge adalah potensi atau nilai suatu sistem trading dari profitabilitasnya dalam menghasilkan profit. Edge bekerja dengan menghimpun beberapa posisi trading dan menghasilkan probabilitas yang baik dalam menghasilkan uang. Dalam menjalankan Edgeini, dibutuhkan kekuatan mental yang kuat dari seorang trader.

Win dan loss pada suatu sistem trading akan selalu terjadi dan didistribusikan secara acak. Dengan sistem trading yang rasio win:loss-nya 80:20, loss sebanyak 20% dapat terjadi berdampingan dengan win, tetapi dapat pula terjadi secara berutun. Trader dengan emosi labil umumnya akan berada dalam kondisi tertekan bahkan menyabotase sistem tradingnya di loss ke-19.


Padahal menurut Edge-nya, dari 100 kali posisi yang dibuka di market, trader hanya perlu menunggu satu kali kekalahan lagi untuk mendapat probabilitas keuntungan beruntun. Itulah mengapa hasil terakhir trading tidak bisa dijadikan sebagai patokan.

Jika Anda mampu mengelola risiko dalam setiap posisi serta disiplin dalam menjalankannya, maka Anda akan mampu menghilangkan berbagai macam perasaan negatif yang muncul saat trading. Ikhlaskan posisi loss, fokuslah pada sistem dan trading plan, dan biarkan Edgememainkan perannya.



Penutup: Trading Layaknya Hedge Fund Manager
Coba bayangkan diri Anda sebagai seorang hedge fund manager dengan uang 1 juta USD di akun trading. Adakah rasa terburu-terburu untuk masuk posisi trading dan menghasilkan uang? Tentu saja tidak, bukan? Untuk menghasilkan uang, para manager tahu mereka harus tetap tenang dan objektif.

Para profesional tahu jika masuk dalam setiap kesempatan kecil yang muncul di market, mereka justru akan merisikokan lebih banyak dari yang seharusnya. Mereka tahu bahwa anggapan semakin sedikit posisi yang dibuka, semakin baik pula hasil yang diperoleh adalah fakta.

Ketika Anda tidak overtrade, maka pikiran akan menjadi lebih tenang dan tetap objektif dalam menilai suatu peluang. Inilah kunci utama penyembuhan penyakit trading Receny Bias. Semakin sering Anda terpancing oleh hasil trading terakhir, semakin besar pengaruhnya terhadap mental dan emosi Anda. Jika dilakukan dengan sering dan telah menjadi kebiasaan, sebaiknya segera ubah pola pikir tersebut.

Kebiasaan-kebiasaan baik yang terus dipupuk tentu saja dapat mengobati penyakit trading yang muncul dari setiap win dan loss. Terus pelihara kebiasaan baik, dan jalan menuju kesuksesan trading pasti terbuka lebar untuk Anda.

Sumber : seputarforex.com

  #596  
Old 2 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 565
Rep Power: 2
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Awalnya, Analisa Fundamental
Tahukah Anda bahwa para trader zaman dahulu murni menggunakan analisa fundamental untuk menganalisa kemana market akan bergerak. Trader yang menggunakan aspek-aspek fundamental seperti berbagai macam kondisi, instrumen, maupun kebijakan pemerintah atau bank sentral dalam menetapkan kondisi keseimbangan pasar dikenal dengan julukan "fundamentalis". Umumnya, fundamentalis akan memperhatikan indikator-indikator ekonomi seperti Gross Domestic Product, Tingkat Pengangguran, Kenaikan Gaji, Penjualan Ritel, Tingkat Inflasi, dan lain-lain.


Sumber : seputarforex.com


Last edited by senjanjani; 2 Weeks Ago at 09:00 PM.
  #597  
Old 2 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 565
Rep Power: 2
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Perpindahan ke Analisa Teknikal
Sampai pada akhir tahun 1970-an, penggunaan analisa teknikal masih dianggap hal mistis. Di awal 1980, para trader mulai menggunakan indikator-indikator teknikal dalam analisisnya. Alasan perpindahan ini utamanya adalah masalah uang.

Analisa fundamental saja dianggap kurang efektif dalam menghasilkan uang kecuali digunakan pada investasi dalam jangka panjang. Menurut Mark Douglas dalam bukunya "Trading In The Zone", bukan hasil dari indikator-indikator ekonomi suatu negara lah yang menggerakkan harga pasar, tetapi ekspektasi, harapan, dan tindakan para pelaku pasar lah yang dapat menggerakkan harga. Dengan keadaan pasar yang volatile, para fundamentalis murni sulit menentukan kapan saatnya masuk, keluar, atau mempertahankan suatu posisi di pasar.


Sumber : seputarforex.com

  #598  
Old 2 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 565
Rep Power: 2
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default

Analisa Teknikal Lebih Mudah Menghasilkan Uang
Berbeda dengan fundamentalis, teknikalis percaya bahwa perilaku dari pelaku pasar dapat dikonversi menjadi pola-pola tertentu dan akan terus terulang dari waktu ke waktu. Teknikalis menganggap masing-masing individu memiliki suatu kecenderungan perilaku yang sama dari waktu ke waktu. Individu akan saling berinteraksi membentuk perilaku kelompok. Kelompok-kelompok inilah yang akan berinteraksi di pasar dan kemudian membentuk perilaku pelaku pasar.

Kebiasaan-kebiasaan dan perilaku pasar ini akan membentuk pola. Pola tersebut akan dapat diamati, dihitung dengan metode statistik, dan akan terus terulang dari waktu ke waktu.

Pada masa kini, analisa teknikal menjadi jauh lebih superior dari para trader yang murni mengandalkan analisa fundamental. Terdapat sedikit kelemahan pada analisa fundamental. Hal ini adalah Reality Gap.

Hal ini berarti terdapat kesenjangan antara hal-hal yang diharapkan seseorang pada pasar, dengan hal yang sebenarnya sedang terjadi pada pasar. Teknikalis menutup gap ini dengan berfokus pada yang sedang terjadi saat ini, tanpa melupakan yang pernah terjadi di masa lalu, untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan.

Sementara para teknikalis memanfaatkan berbagai macam perhitungan statistik yang bisa digunakan untuk analisa dalam hitungan menit, jam, hari, minggu atau bulan untuk memperkaya diri, para fundamentalis harus menunggu waktu lama untuk merealisasikan keuntungan.

Sumber : seputarforex.com
  #599  
Old 2 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 565
Rep Power: 2
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Trading Bukan Tentang Fundamental Atau Teknikal
Jika kalian bertanya adakah kelemahan analisa teknikal? Ya, terdapat pula gap dalam teknikal analisis. Celah kesenjangan ini ada antara hal-hal dipahami seorang trader mengenai market, dengan kemampuan seorang trader untuk menjadikan pengetahuan itu menjadi kesempatan.

Terdapat perbedaan besar antara memperkirakan sesuatu akan terjadi pada market serta realita tentang apakah kita benar-benar masuk dan membuat uang di pasar tersebut. Gap ini disebut Psychological Gap.

Pernahkah kalian melihat suatu chart, lalu terpikir pasar ini akan naik, tapi tidak punya keberanian dikarenakan sudah menderita kerugian berturut-turut sebelumnya? Lalu mendapati pasar benar-benar bergerak sesuai perkiraan awal. Ya, hal inilah yang membuat trading dengan analisa teknikal menjadi sulit. Psychological Gap!

Perbedaan antara trader profesional dan yang belum adalah mereka memiliki pola pikir yang berbeda. Para trader awam umumnya melakukan kesalahan-kesalahan mendasar. Sedangkan trader profesional memiliki pola pikir yang dapat membuat mereka tetap disiplin, fokus, dan percaya pada kemampuan mereka menghasilkan uang, bagaimanapun keadaan pasarnya.


Sumber : seputarforex.com

  #600  
Old 2 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 565
Rep Power: 2
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Akhirnya, Analisa Mental
Mungkin Anda bertanya, kalau sebegitu menguntungkannnya analisa teknikal, mengapa masih banyak trader kehilangan uangnya bahkan terkena margin call. Psychological Gap inilah jawabannya. Kebanyakan orang-orang yang merugi ini marah dan kecewa karena banyaknya kesempatan untuk memperoleh uang tak terbatas, tetapi nyatanya kondisi mereka malah tertinggal dibanding trader-trader lain.

Begitu seseorang belajar cara untuk membaca dan menganalisis market, kebanyakan akan sadar bahwa terdapat kesempatan tak terbatas untuk memperoleh uang dalam market. Keinginan untuk menjadi trader yang konsisten dalam mengambil untung dari market inilah yang membuat banyak trader yang mulai beralih ke analisa mental, atau dengan kata lain, keadaan psikologi dan mental trader tersebut.

Bagaimana kita merubah kondisi psikologi dan mental kita agar dapat menjadi trader professional?



1. Perhatikan dan Amati Dirimu
Hal pertama dari proses mencapai konsistensi dalam dunia trading adalah mengenali diri kita sendiri. Beberapa proses dari wujud pengenalan diri sendiri adalah mulai sadar akan apa yang kita pikirkan, ucapkan, dan lakukan. Ide umumnya adalah bagaimana kita belajar mengawasi alur pikiran kita yang biasa disebut dalam dunia psikologi sebagai Self-Awareness.

Pengenalan diri adalah salah satu skill yang paling penting untuk seorang trader. Mengapa bisa demikian? karena hal-hal yang kita pikirkan, ucapkan, dan lakukan, punya kontribusi dengan hasil yang selama ini kita capai dalam hal apapun, termasuk dalam portofolio trading kita.

Tembok pertahanan pertama yang harus kita tembus untuk menghindari kesalahan-kesalahan karena kurang disiplin adalah mengetahui dan sadar saat hal tersebut melintas di pikiran kita. Kebanyakan orang membiarkan pikirannya dalam mode auto-pilot. Lain kali, ketika terlintas pikiran atau ucapan yang berhubungan dengan indisipliner atau error dalam aktifitas trading, segera cepat-cepat ubah ke arah yang lebih baik seperti saat Anda tanpa kesulitan apapun dapat dengan mudah berdisiplin menjalankan aktivitas trading.

Cara yang paling baik dalam melatih hal ini adalah sengaja mengarahkan pikiran kita menuju godaan-godaan indisipliner atau error dalam trading seperti ingin melanggar trading rule, lalu berhenti dan menggantinya dengan pikiran yang lebih baik. Dengan latihan pikiran-pikiran buruk itu akan hilang seiring dengan waktu, sehingga kondisi mental kita akan semakin kuat.

Selain itu, mencoba mengenali tipe trader seperti apa kita ini juga merupakan ide yang tidak buruk untuk dicoba.


2. Bertanya Adalah Jawabannya
Analisa mental secara khusus adalah masalah bertanya. Tujuan utama para trader professional harus selalu menganalisa mentalnya dikarenakan mereka ingin selalu menjaga kondisi pikiran dan mental mereka agar bisa terus berada dalam puncaknya tanpa menghilangkan objektivitas mereka. Dengan objektivitas tinggi dan kondisi pikiran berada pada puncaknya, para trader handal ini terus dapat memanfaatkan berbagai macam peluang yang ada dalam market tanpa diiming-imingi rasa cemas, takut, serakah, maupun berharap.

Oleh karena itu, perlu untuk mengajukan sejumlah pertanyaan guna memastikan kestabilan kondisi mental trader. Dan sebaiknya pertanyaan-pertanyaan ini terus secara bertahap kita tanyakan pada diri kita sendiri. Beberapa orang akan menanyakannya di awal mereka memulai hari atau sesaat sebelum mereka naik ke tempat tidur untuk menutup harinya. Berikut beberapa pertanyaan menurut Mark Douglas harus selalu kita tanyakan pada diri kita sebagai seorang trader.
  1. Dari nilai 0-10, bagaimana kondisi psikologi, dan fisiologiku saat ini? (Nilai 0 berarti mati dan 10 berarti merasa luar biasa)
  2. Ingin menjadi trader seperti apakah aku hari ini, besok dan seterusnya?
  3. Sudahkah aku memiliki sikap-sikap yang dimiliki sosok trader yang kuinginkan?
  4. Disiplinkah aku dalam mengikuti segala rule dalam sistem tradingku hari ini?
  5. Sudahkah kuhitung probabilitas (Edge) dari posisi tradingku hari ini?
  6. Adakah trading yang tidak berjalan sesuai rencana hari ini? Bagaimana perasaanmu terhadap hasil tersebut?
  7. Masih adakah pikiran untuk melakukan trading balasan langsung setelah loss?
  8. Masih adakah pikiran hari ini bahwa pasti ada suatu cara untuk menghasilkan uang dari trading tanpa rugi (loss)?
  9. Masih adakah pikiran untuk membuka suatu posisi hanya karena rasa ingin berada dalam market?
  10. Masih adakah keinginan untuk mencari sistem lain yang lebih profitable?

Pertanyaan-pertanyaan di atas memiliki berbagai macam fungsi yang dapat membantu kita. Beberapa pertanyaan bersifat sebagai pengingat, dan pembantu fokus. Ada juga pertanyaan yang harus selalu menjadi awalan terutama jika kalian berencana mengevaluasi mental di pagi hari.


Pertanyaan pertama disini bertujuan mengetahui keadaan pisikologi dan fisiologi kita. Jadi jika di awal hari badan sudah terasa tidak enak atau kurang fit. Beristirahatlah! Jika kondisi psikologi sedang berantakan, segera ubah psikologi Anda menjadi lebih baik dengan cara seperti berolahraga, bermeditasi, minum segelas teh hangat, dll.

Pertanyaan mengenai sosok trader menjadi yang kedua karena fungsinya yang sangat penting untuk mengingatkan kita pada tujuan awal kita atau mungkin lebih tepatnya sosok seperti apa yang sedang kita kejar. Ingatlah kita ingin menjadi trader handal dan professional yang dapat disiplin dan konsisten. Bukan uang yang kita kejar, uang akan mengikuti jika kita dapat menjadi trader professional.

Pemikiran yang terus diulang dengan fokus, sudah terbukti membantu meningkatkan probabilitas kita dalam mencapai hal tersebut. Pertanyaan-pertanyaan lain kurang lebih bersifat sebagai analisis diri kita terhadap kondisi mental trader kita. Seperti misalnya setelah mengalami loss di sesi trading sebelumnya, masih adakah rasa kecewa, marah dan ingin segera membalas kerugian? Jika ada, sebaiknya berjanjilah pada diri untuk tidak akan pernah lagi membebani pikiran dengan merasakan hal tersebut di kemudian hari. Karena Anda seharusnya tahu bahwa loss itu merupakan salah satu bagian dari bisnis trading.

Secara garis besar, pertanyaan-pertanyaan tersebut banyak digunakan para trader dan berbagai bidang lain. Tinggal dirubah konteks dan tema pertanyaannya saja. Jumlahnya pun beragam. Pada buku Trading In The Zone karangan Mark Douglas bahkan terdapat 30 pertanyaan seputar analisa mental ini.


Sumber : seputarforex.com

Sponsored Links
Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +7. The time now is 08:09 PM.

 

About Us

"Ceriwis Forum is a place to find information in various categories. Be inspired, Be social, Join the Community!"

 

Pasang Iklan

Mau Pasang Iklan? Klik tombol di bawah ini.

Download on App store    Download on Google play
Copyright © 2018