Ceriwis

Mau Pasang Banner/Iklan? Klik disini Memelihara Ikan, Tak Perlu Repot Merawat Sendiri - Ceriwis - Komunitas dan Forum Jual Beli
  #1  
Old 19th September
GadoGado's Avatar
GadoGado GadoGado is offline
Ceriwis Geek
 
Join Date: Sep 2010
Posts: 13,232
Rep Power: 27
GadoGado memiliki kawan yg banyakGadoGado memiliki kawan yg banyakGadoGado memiliki kawan yg banyak
Default Memelihara Ikan, Tak Perlu Repot Merawat Sendiri

BANYAK orang ingin menikmati keindahan ikan-ikan hias yang melenggak-lenggok di akuarium dalam rumahnya. Tetapi, banyak yang enggan repot mengurus dan merawat ikannya. Tak perlu khawatir, bisnis perawatan ikan sudah marak. Dengan membayar Rp 200.000-Rp 600.000 per bulan, seorang perawat akuarium akan rutin datang ke rumah untuk mengurusi akuarium Anda.

KEHADIRAN akuarium dengan ikan- ikan hias yang cantik di rumah bisa menyegarkan bagi keluarga-keluarga di Jakarta dan sekitarnya yang setiap hari penat menghadapi kemacetan dan suasana kerja yang barangkali menjemukan.

Setelah penat menghadapi pekerjaan dan kemacetan, duduk-duduk di ruang keluarga sambil memandangi gerak-gerik gemulai ikan-ikan hias kecil berikut pemandangan dasar laut sungguh nikmat.

Keindahan batu-batu karang didukung rumput-rumput laut yang bergoyang-goyang lembut kini dengan mudah dapat ditampilkan di dalam ruang tamu, ruang tengah, ataupun di teras belakang rumah. Apalagi, ikan-ikan beraneka warna dan berbagai ukuran bisa terlihat berenang ke sana kemari di dalam akuarium, penuh kebebasan.

Bagi Asisten Pembangunan DKI Jakarta IGK Suena, misalnya, keindahan dasar laut menjadi daya tarik tersendiri. Pemangku jabatan penting dalam menggerakkan roda pembangunan di Ibu Kota itu tentu saja merasakan benar peliknya persoalan pembangunan.

"Di satu sisi, saya bersama pihak-pihak terkait harus memberikan rekomendasi terbaik kepada gubernur untuk membangun Jakarta. Persoalan merancang pembangunan Jakarta harus dipikirkan kerangka jangka panjangnya," katanya.

Tidak jarang, merancang rekomendasi penting terkadang membuatnya stres. Kalau sudah begitu, hiburan satu-satunya adalah melihat ikan-ikan di akuarium.

Setelah memandangi akuarium sederhana tetapi tetap menghadirkan keindahan yang diletakkan di sisi kanan meja kerjanya, Suena merasa kembali segar untuk memulai kembali pekerjaannya.

SUENA hanyalah salah satu penikmat akuarium. Masih banyak lagi warga Jakarta dan sekitarnya yang memajang akuarium besar di ruang kerja kantornya, di ruang keluarga, atau ruang tamu rumahnya.

Karena itu, bisnis akuarium sepertinya terus menggeliat. Johanes, spesialis akuarium dari Toko Nature Tropis Aquarium di Kawasan Perumahan Citra, Tangerang, menyatakan, tidak banyak orang yang mempunyai kesempatan melihat keindahan alam dalam laut, khususnya di Indonesia. Dengan bantuan teknologi yang terus berkembang, para "pakar" akuarium terus berusaha menghadirkan suasana laut itu ke ruang-ruang rumah dan perkantoran.

Untuk memelihara ikan dan karang/tumbuhan laut dalam akuarium, diperlukan pengetahuan mengenai apa saja yang mau diperhatikan, seperti sistem filtrasi, lampu, dan temperatur.

Pertama, kata Johanes, filter diperlukan bukan hanya untuk menyaring atau menjernihkan air, tetapi juga menjadi tempat berkembangnya bakteri yang berguna untuk menguraikan zat-zat yang bersifat beracun menjadi zat-zat yang tidak membahayakan bagi tumbuhan dan ikan.

"Umumnya, persiapan akuarium air laut diperlukan minimal enam minggu, sebelum diisi ikan dan tumbuhan laut. Kurang lebih sama dengan akuarium air tawar," kata Johanes.

Kedua, lampu sorot penting untuk fotosintesis tumbuhan agar menghasilkan makanan bagi pertumbuhannya. Jadi, lampunya khusus untuk akuarium.

Ada dua jenis lampu akuarium yang dikenal kalangan hobbies, yaitu metal halide dan neon. Untuk jenis akuarium dengan mayoritas tumbuhan laut harus digunakan jenis metal halide, sedangkan akuarium yang mayoritas dipenuhi ikan dapat digunakan neon.

Yang tidak kalah pentingnya adalah temperatur. Temperatur harus dijaga tetap pada suhu 24-26 derajat Celsius. Untuk negara tropis seperti Indonesia, diperlukan alat pendingin air atau chiller. Suhu di atas 27 derajat Celsius tidak menguntungkan bagi tumbuhan laut untuk tumbuh.

Biaya pembuatan akuarium air laut sangat bervariasi. Untuk ukuran 1,5 meter dengan peralatan yang lengkap dapat mencapai Rp 25 juta-Rp 35 juta.

Kalau tak punya waktu dan keahlian merawat ikan dan akuarium, Anda bisa menyerahkan ke ahlinya dengan biaya perawatannya berkisar Rp 400.000-Rp 600.000 per bulan untuk dua kali kedatangan per minggu. Penggunaan jasa perawatan ini penting karena merawat ikan dan akuarium menuntut ketelatenan dan pengalaman.

Dalam perawatan itu, tanaman dan ikan yang sakit akan diobati, sedangkan yang mati akan diganti tanpa ada biaya tambahan. Sebab, hal itu sudah termasuk dalam kontrak kerja bagi perawatan tersebut.

Sepintas, menggunakan jasa perawatan akuarium itu tampaknya mahal bagi sebagian besar warga Jakarta dan sekitarnya. Tetapi bagi mereka yang supersibuk dan penikmat akuarium, harga itu tidak ada artinya. Sebab, merawat sendiri akuarium dan ikan-ikannya agak sulit dilakukan sendiri. Salah-salah, ikan sering mati dan harus selalu membeli penggantinya. Biayanya menjadi mahal.

Kenyataan itulah yang kemudian dibidik para perawat akuarium untuk mengembangkan bisnisnya.

TOKO perawatan akuarium Aquanda milik Budi di Taman Pariwisata DKI Jakarta, di Jalan Sumenep, Jakarta Pusat, juga menawarkan pembuatan akuarium hingga perawatannya. Biaya perawatannya pun sangat relatif.

Akuarium ukuran satu meter membutuhkan biaya perawatan sebesar Rp 200.000 per bulan (untuk empat kali perawatan). Perawatan itu meliputi pembersihan akuarium dan pemberian makan ikan. Berbeda dengan Johanes, untuk perawatan ikan dan tanaman, Budi memberikan harga tersendiri. Biayanya bisa Rp 700.000 hingga Rp 2 juta per bulan. Meski begitu, toh ia mempunyai 70 pelanggan.

"Perawatan ikan perlu karena terkadang ikan-ikan atau tanaman itu terserang penyakit," katanya.

Untuk ikan dan tumbuhan yang sakit, Budi membawanya ke laboratorium miliknya untuk diteliti. "Soal biaya bisa dinegosiasikan," kata Ny Budi, yang sehari-hari membantu suaminya dalam merawat ikan-ikan khusus air laut itu.

Air laut yang tampak membiru pun dapat diciptakan dengan menambahkan lampu-lampu khusus baik di dalam akuarium maupun di sorot dari luar.

Maka, meskipun Anda sedang duduk-duduk di ruang keluarga atau bahkan tiduran di sofa empuk, suasananya seperti di laut.

Sumber: Kompas

Sponsored Links.
Loading...
Sponsored Links.
-
  #2  
Old 29th May
acwijaya acwijaya is offline
Member Aktif
 
Join Date: May 2011
Posts: 105
Rep Power: 0
acwijaya mempunyai hidup yang Normal
Default sipp

sipp infonya
  #3  
Old 4th July
indah75's Avatar
indah75 indah75 is offline
Senior Ceriwiser
 
Join Date: Apr 2016
Location: Klaten
Posts: 5,194
Rep Power: 11
indah75 mempunyai hidup yang Normal
Default

Merawat ikan hias perlu ilmu karena tidak mudah....gampang gampang susah tepatnya.....
Sponsored Links
Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +7. The time now is 10:56 PM.

 

About Us

"Ceriwis Forum is a place to find information in various categories. Be inspired, Be social, Join the Community!"

 

Pasang Iklan

Mau Pasang Iklan? Klik tombol di bawah ini.

Download on App store    Download on Google play
Copyright © 2018