| FAQ |
| Calendar |
|
|||||||
| Forex Diskusi apapun tentang Forex disini. |
![]() |
|
|
Thread Tools |
|
#71
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily Views 22/02/2012
IHSG kemarin akhirnya ditutup pada level 4.002,95 (+0,6%) terdorong sentiment positif dari Eropa yakni pernyataan Uni Eropa yang mengindikasi sepakat untuk memberikan dana bailout Yunani tahap II senilai EUR 130 miliar. Penguatan saham sektoral perdagangan, keuangan, pertambangan dan perkebunan memimpin penguatan IHSG. Perdagangan IHSG juga diramaikan aksi profit taking pada saham sektoral industri dasar, konsumer, manufaktur dan aneka industri. Sementara itu, asing masih membukukan transaksi net buy sebesar Rp 80 miliar. Saham-saham top gainers diantaranya HERO naik Rp 2.500, DSSA naik Rp 2.150, PTRO naik Rp 1.100 dan EMTK naik Rp 600; sedangkan saham-saham top losers antara lain INTP turun Rp 450, ITMG turun Rp 350, UNVR turun Rp 300 dan LPIN turun Rp 250. Bursa Wall Street semalam ditutup stagnan ditengah sepinya perdagangan akibat lonjakan harga komoditas minyak dunia di level US$ 105.8 per barrel dan adanya aksi profit taking investor setelah disetujuinya bailout tahap II Yunani. Indeks Dow Jones tercatat sempat menembus level psikologis di level 13.000 sejak Mei 2008, namun akhirnya hanya ditutup di level 12.965,7. Sementara itu, bursa Eropa ditutup terkoreksi seiring dengan adanya aksi profit taking investor. Indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 masing-masing ditutup turun sebesar 0,3%. Aksi profit taking investor juga melanda bursa Asia yang dpagi ini dibuka melemah dimana indeks Nikkei -0,04%; KOSPI -0,2%; STI �0,7% dan KLSE �0,2%. Untuk pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan cenderung bervariasi dengan potensi melemah terbatas. Kisaran trading IHSG berada di level 3.971-4.050. Saham pilihan kami antara lain: UNTR, ADRO, ITMG, PTBA, SMGR, INTP, JSMR, UNVR, BBRI, BMRI dan BBNI. ![]() Lautandhana Corporate News Flash 22/02/2012 Kredit BBCA tumbuh 31% YoY di 2011 BBCA berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit di 2011 sebesar 31% YoY, di atas rata-rata pertumbuhan industri 2011. Sementara untuk KPR, BBCA mencatatkan pertumbuhan sebesar 51% YoY yang mencapai Rp 18 triliun. Untuk menggenjot kredit KPR, perseroan memberikan promo KPR dengan bunga fixed 8% per tahun selama 55 bulan. Laba bersih BACA naik 55,1% YoY di 2011 BACA membukukan laba bersih unaudited 2011 sekitar Rp 35,9 miliar, meningkat 55,1% YoY dibandingkan dengan laba bersih 2010 sebesar Rp 23,2 miliar. Pendapatan bunga bersih perseroan di periode yang sama tumbuh 32,1% YoY dari Rp 86,2 miliar menjadi Rp 113,9 miliar. Laba bersih BBTN 2011 tumbuh 20,7% YoY BBTN berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih unaudited 2011 sebesar 20,7% YoY menjadi Rp 1,1 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 915,9 miliar yang disokong oleh pendapatan bunga bersih perseroan sebesar Rp 3,7 triliun. LCGP gelar rights issue untuk ekspansi bisnis migas LCGP berencana menggelar rights issue yang akan digunakan untuk mendanai akuisisi perusahaan migas. Langkah ini sebagai upaya melakukan diversifikasi usaha perseroan seiring dengan sulitnya pengembangan proyek untuk usaha rumah sederhana karena harga tanah semakin mahal dan kesulitan memperoleh ijin tambanah untuk pengembangan. Legacy Investment dan Golden Soleil akuisisi 36,1% saham TRIO Legacy Investment SARL dan Golden Soleil Pte Ltd mengakuisisi 2,15 miliar atau setara dengan 36,1% saham TRIO, pemilik jaringan ritel Oke Shop pada harga Rp 820 per saham senilai total Rp 1,7 triliun. PTPP akan terbitkan MTN Rp 250 miliar PTPP berencana menerbitkan medium term notes (MTN) tahun ini senilai Rp 250 miliar yang akan digunakan untuk pelunasan MTN yang akan jatuh tempo di tahun ini senilai total Rp 250 miliar. DI tahun ini, PTPP membidik total kontrak senilai Rp 27 triliun, meningkat 49% YoY dibandingkan dengan kontrak 2011 sebesar Rp 18,1 triliun. Target kontrak baru di tahun 2012 adalah senilai Rp 16,9 triliun. CTRA incar marketing sales 2012 Rp 6,2 triliun CTRA membidik perolehan marketing sales di 2012 sebesar Rp 6,2 triliun, meningkat sebesar 70% YoY dibandingkan marketing sales 2011 sebesar Rp 3,6 triliun. ADMF cetak laba bersih 2011 sebesar Rp 1,6 triliun ADMF berhasil mencetak kenaikan laba bersih di 2011 sebesar 7,8% YoY mencapai senilai Rp 1,6 triliun bila dibandingkan dengan perolehan laba bersih di 2010 sebesar Rp 1,5 triliun. Pendapat perseroan pada peridoe yang sama juga naik sebesar 36% YoY dari Rp 3,9 triliun menjadi Rp 5,3 triliun. Lautandhana Technical View 22/02/2012 Indeks berhasil menguat kembali di perdagangan kemarin sebesar 0.57% atau 22.70 poin dan di tutup di level 4,002.95 serta kembali didukung oleh minat beli asing sebesar Rp.79.8 miliar. Dan dari sekitar 341 saham yang kemarin aktif diperdagangkan, sekitar 136 saham menguat, 90 saham terkoreksi, dan 115 saham tidak mengalami perubahan. Dan pergerakan indeks di hari ini diperkirakan masih akan berfluktuatif dikisaran: Support : 3971.02 Resistance : 4050.80 -Saham INCO masih berpeluang untuk menguat sesaat kembali. -Saham BBCA masih berpeluang untuk menguji level 7150 bila menguat kembali. ![]() www.lots.co.id Kepada Para Investor Pasar Modal Indonesia PASTIKAN ANDA TELAH MEMILIKI REKENING DANA INVESTOR (RDI) Agar Dapat Bertransaksi Di Bursa Efek Indonesia Free Seminar dan Training "Berinvestasi Saham Secara Baik dan Benar" Jakarta, 25 Februari 2012, 09 00 WIB - 11 00 WIB Wisma KEIAI Lt.15 Jl. Jend. Sudirman Kav. 3 Jakarta 10220 Pendaftaran dapat menghubungi Call Center kami di +6221 5785 1616 atau email ke [email protected] Tempat Terbatas |
|
#72
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily Views 23/02/2012
Diramaikan aksi profit taking investor, IHSG kemarin ditutup melemah sebesar 0,2% di level 3.995,02. Tekanan jual signifikan terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar di sektoral aneka industri, consumer dan manufaktur yang memimpin koreksi IHSG. Sementara itu, sektoral properi, infrastruktur, keuangan dan pertambangan berhasi ditutup menguat sehingga mampu menahan pelemahan yang lebih dalam. Asing akhirnya mencetak transaksi net sell sebesar Rp 50 miliar. Saham-saham top gainers diantaranya DSSA naik Rp 2.300, HMSP naik Rp 1.100, DLTA naik Rp 1.000 dan PSAB naik Rp 750; sedangkan saham-saham top losers antara lain ASII turun Rp 1.450, GGRM turun Rp 1.250, MBAI turun Rp 1.000 dan UNTR turun Rp 750. Bursa Wall Street dan Eroap semalam ditutup mengalami pelemahan yang diramaikan oleh aksi profit taking investor setelah bursa global mengalami rally yang berkelanjutan dalam beberapa hari serta jeleknya data indeks Services Purchasing Manager Uni Eropa (PMI) bulan ini berada di level 49,4 dari bulan Januari 50,4. Indeks DJ Euro SToxx ditutup turun sebesar 0,9% di level 2.519 sedangkan FTSE 100 juga melemah sebesar 0,2% di level 5.916,6. Pagi ini bursa Asia dibuka melemah merespon sentiment negative data ekonomi Uni Eropa dimana indeks Nikkei -0,3%; KOSPI -1,2%; STI �0,7% dan KLSE �0,01%. Sementara itu, IHSG hari ini kami perkirakan berlangsung fluktuatif cenderung sideways dengan kisaran trading di level 3.969-4.024. Saham pilihan kami antara lain: UNTR, ADRO, ITMG, PTBA, SMGR, INTP, JSMR, UNVR, BBRI, BMRI dan BBNI. ![]() Lautandhana Corporate News Flash 23/02/2012 Laba bersih WOMF 2011 anjlok 96% YoY WOMF membukukan laba bersih 2011 sebesar Rp 5,4 miliar, anjlok signifikan sebesar 96% YoY dibandingkan dengan laba bersih 2010 sebesar Rp 137,9 miliar. Sementara itu, pendapatan perseroan pada periode yang sama naik sebesar 10,7% YoY dari Rp 1,5 triliun menjadi Rp 1,7 triliun. BNGA cetak laba bersih 2011 Rp 3,1 triliun BNGA berhasil memperoleh laba bersih tahun buku 2011 sebesar Rp 3,1 triliun atau naik 25% YoY dari periode yang sama sebelumnya Rp 2,5 triliun. Pendapatan bunga bersih BNGA pada periode yang sama naik sebesar 8,5% YoY dari Rp 7,3 triliun menjadi Rp 7,9 triliun. NPL gross perseroan meningkat dari 2,59% menjadi 2,64%, sedangkan NPL net turun menjadi 1,92%. Laba bersih BNLI Capai Rp 1,2 triliun di 2011 Laba bersih BNLI tercatat mencapai Rp 1,2 triliun di tahun 2011 yang didukung oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 26% YoY mencapai Rp 4,1 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat bertumbuh 37% YoY menjadi Rp 79 triliun dari Rp 58 triliun. Laba bersih ITMG melonjak 167,5% YoY di 2011 ITMG mencatatkan kenaikan laba bersih 2011 hingga 167,51% YoY yang mencapai US$ 546 juta dibandingkan dengan perolehan laba bersih 2010 sebesar US$ 204 juta. Penjualan ITMG naik 44,8% YoY di periode yang sama dari US$ 1,6 miliar menjadi US$2,4 miliar. BRAU cetak laba bersih 2011 US$ 180 juta BRAU mencetak laba bersih unaudited 2011 sebesar US$ 180 juta yang meningkat 162% YoY dibandingkan dengan laba bersih 2010 sebesar US$ 69 juta. BHIT bidik akuisisi 3 tambang batubara BHIT pada tahun ini berencana melakukan akuisisi 2 hingga 3 izin usaha pertambangan (IUP) batubara dengan menetapkan dua kualifikasi jumlah cadangan batubara yaitu batubara kalori menengah hingga 30 juta ton dan kalori rendah antara 20-30 juta ton. Saat ini, perseroan telah memiliki total 9 lahan tambang di Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur yang ditargetkan mulai berproduksi tahun ini. DSSA beli obligasi wajib konversi FREN Rp 1 triliun DSSA membeli 10 unit obligasi wajib koversi FREN senilai total Rp 1 triliun. Dengan demikian, DSSA akan menjadi pemegang saham pada FREN, operator seluler berbasis CDMA. Lautandhana Technical Daily 23/02/2012 Indeks kembali terkoreksi di perdagangan kemarin sebesar 0.20% atau 7.93 poin dan di tutup di level 3,995.02 serta didukung oleh minat jual asing sebesar Rp.48.7 miliar. Dan dari sekitar 348 saham yang kemarin aktif diperdagangkan, sekitar 126 saham menguat, 121 saham terkoreksi, dan 101 saham tidak mengalami perubahan. Dan pergerakan indeks di hari ini diperkirakan masih akan berfluktuatif dikisaran: Support : 3968.55 Resistance : 4023.72 -Saham ADRO saat ini kondisi harga telah memasuki area jenuh beli (overbought). Target terdekat masih dikisaran level 2075 � 2275 bila harga berhasil bertahan di atas level 2000. -Saham INTA berpeluang menguji level 870 sebagai target terdekat pertama dan level 940 sebagai target terdekat kedua. ![]() Lautandhana Online Trading System | LOTS ![]() ![]() Kepada Para Investor Bursa Efek Indonesia "PASTIKAN ANDA TELAH MEMILIKI SUB REKENING DANA INVESTOR" Agar Dapat Bertransaksi di Bursa efek Indonesia. Free Seminar dan Training "Berinvestasi Saham Secara Baik dan Benar" Jakarta, 25 Februari 2012 Wisma KEIAI Lt 15 Jl. Jend Sudirman Kav.3 Jakarta 10220 |
|
#73
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily Views 24/02/2012
IHSG kemarin kembali ditutup melemah sebesar 0,9% pada level 3.958,81 didorong oleh maraknya aksi profit taking investor pada saham-saham unggulan dan lapis kedua. Hanya saham sektoral property yang berhasil ditutup pada teritori hijau. Tekanan jual signifikan kembali terjadi pada saham sektoral aneka industri, keuangan dan infrastruktur yang mengkontribusi pelemahan IHSG. Asing tercatat membukukan transaksi net sell sebesar Rp 122 miliar. Sentimen negatif datang dari China yang akan memangkas target pertumbuhan ekonominya tahun ini, pesimisme atas proses realisasi restrukturisasi utang Yunani dan lonjakan harga minyak dunia yang mendorong bursa Asia mayoritas ditutup terkoreksi. Saham-saham top gainers diantaranya HMSP naik Rp 4.200, DSSA naik Rp 2.450, FAST naik Rp 1.000 dan GGRM naik Rp 900; sedangkan saham-saham top losers antara lain ASII turun Rp 1.500, UNTR turun Rp 950, UNVR turun Rp 600 dan PTBA turun Rp 200. Bursa Wall Street semalam berhasil ditutup menguat terbatas dipicu oleh positifnya beberapa indikator ekonomi AS, seperti: flatnya data pengangguran dan lonjakan harga properti sebesar 0,7% di bulan Desember. Indeks Dow Jones kembali ditutup mendekati level psikologis 13.000 di level 12.984,7 (+0,4%) dipimpin oleh penguatan saham bluechips IBM dan P&G. Sementara itu, bursa Eropa semalam cenderung ditutup melemah akibat adanya proyeksi Uni Eropa akan mengalami resesi ekonomi II dalam tiga tahun mendatang. Indeks DJ Euro Stoxx ditutup melemah sebesar 0,4% di level 2.508,1. Bursa Asia akhir pekan di pagi ini dibuka menguat terbatas ditopang oleh positifnya data ekonomi AS. Indeks Nikkei +0,2%; KOSPI +0,4%; STI +0,2% dan KLSE +0,01%. Untuk IHSG di akhir pekan ini kami perkirakan berpotensi terjadi teknikal rebound dengan kisaran trading di level 3.893-3.987. Saham pilihan kami antara lain: UNTR, ADRO, ITMG, PTBA, AALI, SMGR, INTP, JSMR, UNVR, BBRI, BMRI dan BBNI. ![]() Lautandhana Corporate News Flash 24/02/2012 HITS beli 4 kapal baru Rp 114 miliar HITS berencana membeli 4 kapal tongkang baru senilai Rp 114 miliar yang dilakukan secara bertahap pada 2Q12 dan 4Q12. Sumber dananya diambil dari kas internal dan pinjaman perbankan. Laba bersih AALI 2011 naik 19,3% YoY AALI berhasil membukukan laba bersih 2011 senilai Rp 2,4 triliun, meningkat sebesar 19,3% YoY dibandingkan dengan perolehan laba bersih 2010 sebesar Rp 2 triliun. Pendapatan perseroan pada periode yang sama juga meningkat sebesar 21,8% YoY dari Rp 8,8 triliun menjadi Rp 10,8 triliun. Laba Bersih TCID 2011 naik 6,5% YoY TCID berhasil mencatatkan laba bersih 2011 sebesar Rp 140 miliar atau tumbuh 6,5% YoY dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 131,4 miliar. Penjualan TCID di periode yang sama naik 14,6% YoY dari Rp 1,4 triliun menjadi Rp 1,7 triliun. Aset BNLI naik 37% YoY Total aset konsolidasi BNLI pada tahun 2011 meningkat 37% YoY mencapai Rp 101 triliun bila dibandingkan dengan total aset 2010 sebesar Rp 74 triliun. Lonjakan ini didorong oleh peningkatan penyaluran kredit sebesar 31% YoY dari Rp 53 triliun menjadi Rp 69 triliun. Jumlah dana pihak ketiga (DPK) meningkat hingga 37% YoY mencapai Rp79 triliun. AMFG beli mesin produksi Rp 60 miliar AMFG telah menandatangani perjanjian pembelian mesin produksi kaca otomotif dengan Asahi Glass Co Ltd, Jepang senilai Rp 60 miliar. Aksi korporasi ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi pabrik kaca otomotif dalam rangka mengantisipasi meningkatnya permintaan kaca otomotif yang akan datang. BUMI bentuk konsorsium bangun PLTU US$ 1 miliar BUMI membentuk konsorsium bersama dengan DH Energy dan Posco Engineering & Construction Co Ltd untuk membangun PLTU mulut tambang batubara milik PT Pendopo Energi Batubara berkapasitas 2X300 MW di Sumatera senilai US$ 1 miliar. INTP berencana bangun PLTU senilai US$ 200 juta INTP berencana membangun PLTU berkapasitas 2X30 MW di Pati, Jawa Tengah senilai US$ 150 juta-US$ 200 juta yang nantinya akan mendukung operasional pabrik semen baru perseroan dengan kapasitas 2 juta-3 juta ton per tahun. Pabrik semen tersebut akan dibangun pada 2H12 senilai US$ 300 juta. Sumber dana aksi korporasi INTP akan diambil dari kas internal perseroan. INTA terbitkan sukuk Rp 500 miliar INTA berencana menerbitkan sukuk senilai Rp 500 miliar pada 1H12 yang akan digunakan untuk membiayai ekspansi pembiayaan alat berat anak perusahaan, PT Intan Baruprana Finance. Tahun ini, Intan Baruprana menargetkan pembiayaan alat berat mencapai Rp 1,7 triliun, meningkat sebesar 71,8% YoY dibandingkan dengan pembiayaan di 2011 sebesar Rp 989 miliar. Produksi BUMI mencapai 63 juta ton di 2011 Produksi BUMI 2011 diperkirakan mencapai 63 juta ton, naik 5% YoY dari 60 juta ton tahun 2010. Harga jual batubara tahun 2011 naik 30% YoY mencapai US$ 92,7 per ton dari US$ 70 per ton di tahun 2010. Lautandhana Technical Daily 24/02/2012 Indeks kembali terkoreksi di perdagangan kemarin sebesar 0.91% atau 36.21 poin dan di tutup di level 3,958.81 serta masih didukung oleh minat jual asing sebesar Rp.121.12 miliar. Dan dari sekitar 344 saham yang kemarin aktif diperdagangkan, sekitar 58 saham menguat, 166 saham terkoreksi, dan 120 saham tidak mengalami perubahan. Dan pergerakan indeks di hari ini diperkirakan masih akan berfluktuatif dikisaran: Support : 3893.10 Resistance : 3987.32 -Saham GGRM walaupun pola bullish harami yang terbentuk tidak begitu valid, namun kondisi jenuh jual (oversold) yang telah terbentuk serta support kuat dikisaran level 52500 yang telah dekat membuka peluang terbentuknya pola reversal. -Saham SMGR konfirmasi reversal yang terbentuk membuka peluang penguatan harga kembali di perdagangan hari ini. Namun tetap waspada bila harga terkoreksi menuju level kritis di 10850 karena dapat membuka peluang untuk menuju support kuat di level 9200. ![]() Lautandhana Online Trading System | LOTS ![]() ![]() Kepada Para Investor Bursa Efek Indonesia "PASTIKAN ANDA TELAH MEMILIKI SUB REKENING DANA INVESTOR" Agar Dapat Bertransaksi di Bursa efek Indonesia. Free Seminar dan Training "Berinvestasi Saham Secara Baik dan Benar" Jakarta, 25 Februari 2012 Wisma KEIAI Lt 15 Jl. Jend Sudirman Kav.3 Jakarta 10220 |
|
#74
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily Views 27/02/2012
IHSG akhir pekan mengalami koreksi cukup dalam sebesar 1,6% untuk ditutup pada level 3.894,56. Hal ini dipicu oleh sentiment negative dalam negeri atas rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi yang berpotensi memicu lonjakan inflasi dan biaya operasional emiten. Keseluruhan sektor IHSG ditutup melemah dengan tekanan jual cukup signifikan terjadi pada saham sektoral aneka industri, perkebunan, manufaktur dan industri dasar. Sementara itu, asing mencetak transaksi net sel sebesar Rp 896 miliar. Bursa Asia akhir pekan serentak ditutup pada teritori hijau seiring dengan membaiknya data perekonomian AS. Saham-saham top gainers diantaranya PTRO naik Rp 1.150, CNTX naik Rp 400, SUPR naik Rp 225 dan FAST naik Rp 200; sedangkan saham-saham top losers antara lain ASII turun Rp 2.600, GGRM turun Rp 1.700, ITMG turun Rp 900 dan DSSA turun Rp 900. Bursa Wall Steet akhir pekan cenderung ditutup bervariasi seiring sikap wait&see investor terhadap keuangan global. Indeks Dow Jones ditutup flat di level 12.893 sedangkan indeks S&P mencetak rekor penutupan tertinggi sejak Juni 2008 yang ditutup di level 1.365,7 (+0,2). Sementara itu, bursa Eropa ditutup menguat dipicu oleh laporan kinerja yang memuaskan, terutama dari kinerja Telecom Italia. Indeks DJ Euro Stoxx ditutup naik sebesar 0,6% di level 2.523,7. Pagi ini bursa Asia dibuka mixed dimana indeks Nikkei +0,4%; KOSPI -1,3%; STI -0,2% dan KLSE +0,2%. Untuk IHSG awal pekan kami perkirakan bergerak fluktuatif dan potensi terjadi teknikal rebound dengan kisaran trading di level 3.800-3.971. Saham pilihan kami antara lain: UNTR, ADRO, ITMG, PTBA, AALI, SMGR, INTP, JSMR, UNVR, BBRI, BMRI dan BBNI. Lautandhana Corporate News Flash 27/02/2012 BYAN pasok batubara 10 juta ton ke India BYAN memperoleh kontrak memasok batubara ke Thermal Powertech Corporation (TPCIL) sebanyak 10 juta ton selama 10 tahun yang dimulai awal tahun 2014. TPCIL merupakan perusahaan patungan asal India antara Gayatri Energy Ventures dan Sembcorp Utilitis yang akan membangun, memiliki dan mengoperasikan PLTU berkapasitas 1.320 MW. Pendapatan UNTR 2011 mencapai Rp 55 triliun UNTR mencatatkan kenaikan pendapatan 2011 sebesar 47,5% YoY mencapai senilai Rp 55,1 triliun dibandingkan perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp 37,3 triliun. Laba bersih perseroan pada periode yang sama melonjak 52% YoY dari Rp 3,9 triliun menjadi Rp 5,9 triliun. PTPP catat pendapatan Rp 6,2 triliun pada 2011 Laba bersih PTPP diperkirakan mencapai sebesar Rp 240 miliar dan pendapatan sebesar Rp 6,2 triliun pada 2011 yang terdongkrak oleh proyek EPC. Laba Astra AUTO turun 10% YoY AUTO mencetak pendapatan 2011 sebesar Rp 7,4 triliun, meningkat sekitar 17,7% YoY dibandingkan pendapatan tahun 2010 sebesar Rp 6,3 triliun. Sementara itu, laba bersih perseroan pada periode yang sama turun sebesar 9,9% YoY dari Rp 1,3 triliun menjadi Rp 1,1 triliun akibat adanya kenaikan harga bahan baku. HDFA peroleh pinjaman perbankan Rp 50 miliar HDFA memperoleh pinjaman perbankan Bank of China senilai Rp 50 miliar berjangka waktu maksimum tiga tahun. ASGR bukukan laba bersih 2011 Rp 139 miliar ASGR membukukan penjualan 2011 sebesar Rp 1,7 triliun, naik 10% YoY dari tahun 2010 Rp 1,6 triliun. Laba bersih perseroan juga naik sebesar 18% YoY di periode yang sama dari Rp 118 miliar menjadi Rp 139 miliar. ADHI incar proyek PLTU milik ANTM ADHI tengah mengincar proyek EPC PLTU milik ANTM di Pomalaa, Sulawesi Tenggara senilai Rp 1,1 triliun. BDMN patok kenaikan DPK sebesar 20% YoY tahun ini BDMN mematok target kenaikan dana pihak ketiga (DPK) menjadi 20% tahun ini, naik dari perolehan DPK di 2011 sebesar 19%. Kenaikan target DPK seiring pertumbuhan sektor industri dan tingkat inflasi yang terjaga di Indonesia yang membuat transaksi nasabah meningkat. SIMM konversi pinjaman Rp 110 miliar menjadi saham SIMM berencana mengkonversi total pinjaman senilai Rp 110 miliar ke PT Inovasi Abadi Investindo menjadi saham. Konversi utang jadi kepemilikan saham berdasar nilai saham Rp 148 per saham dengan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) Lautandhana Technical View 27/02/2012 Indeks kembali terkoreksi di perdagangan kemarin sebesar 1.62% atau 64.25 poin dan di tutup di level 3,894.56 serta masih didukung oleh minat jual asing sebesar Rp.896.04 miliar. Dan dari sekitar 356 saham yang kemarin aktif diperdagangkan, sekitar 52 saham menguat, 237 saham terkoreksi, dan 67 saham tidak mengalami perubahan. Pergerakan indeks di hari ini diperkirakan masih akan berfluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas. Indeks masih berpeluang untuk menguji level 3800 sebagai target koreksi terdekat. Dan pergerakan di hari ini akan dikisaran: Support : 3802.49 Resistance : 3971.06 -Saham ADRO masih berpeluang terkoreksi kembali dengan menguji level 1840 sebagai support kuat sementara. -Saham INDF walaupun saat ini harga telah mendekati area jenuh jual (oversold), namun masih terdapat peluang untuk terkoreksi lebih jauh menuju kisaran level 4550. ![]() ![]() ![]() |
|
#75
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily Views 28/02/2012
Tekanan jual signifikan masih marak terjadi hampir di keseluruhan sektoral IHSG, terutama pada saham sektoral industri dasar, properti dan infrastruktur akibat adanya sentiment negative akan dinaikkannya BBM seiring dengan lonjakan harga minyak dunia. Hal ini mendorong IHSG kembali ditutup melemah di awal pekan sebesar 0,9% pada level 3.961,02. Tercatat dua sektoral yaitu consumer dan aneka industri yang berhasil ditutup menguat tipis. Sementara itu asing masih membukukan transaksi net sell sebesar Rp 495 miliar. Saham-saham top gainers diantaranya FAST naik Rp 1.000, DLTA naik Rp 500, ASII naik Rp 450 dan UNVR naik Rp 400; sedangkan saham-saham top losers antara lain HMSP turun Rp 950, GGRM turun Rp 950, TOTO turun Rp 900 dan INTP turun Rp 750. Bursa Asia awal pekan mayoritas ditutup terkoreksi dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia ditengah-tengah meningginya ketegangan antara Iran dan Barat, sehingga menimbulkan kekhawatiran atas semakin lesunya kondisi keuangan global yang disertai dengan penyelesaian krisis utang Eropa yang tak berujung. Bursa Wall Street semalam ditutup bervariasi cenderung stagnan dengan indeks S&P kembali mencetak penutupan tertinggi di level 1.367,6 pasca kebangkrutan Lehman Brothers di medio 2008. Indeks Dow Jones ditutup terkoreksi tipis sebesar 1,4 pts dilevel 12.981,5, gagal menembus level psikologis 13.000. Koreks saham HP (-1,5%) dan Boeing (-1,1%) memimpin pelemahan yang terjadi. Sementara itu bursa Eropa ditutup melemah disebabkan koreksi saham sektoral perbankan yaitu Sociate Generale (-2,9%) dan UniCredit (-2,2%). Sentimen negative dating dari lonjakan harga minyak dan pernyataan PM Jerman, Angela Merkel atas tidak ada jaminan bahwa paket bailout Yunani tahap II akan berjalan sukses sehingga mendorong bursa global ditutup cukup bervariasi. Bursa Asia pagi ini dibuka cenderung mixed ditengah kekhawatiran atas lonjakan harga minyak dunia. Indeks Nikkei -1,0%; KOSPI +0,2%; STI +0,01% dan KLSE 0,0%. Sementara itu, IHSG hari ini kami perkirakan berfluktuatif dengan kisaran trading di level 3.787-3.950. Saham pilihan kami antara lain: ASII, UNTR, ADRO, ITMG, PTBA, AALI, SMGR, INTP, JSMR, UNVR, BBRI, BMRI dan BBNI. Lautandhana Corporate News Flash 28/02/2012 BBCA cetak laba bersih 2011 Rp 10 triliun BBCA berhasil mencatat laba bersih unaudited 2011 sebesar Rp 10,2 triliun, tumbuh 18% YoY dari perolehan laba tahun 2010 yang sebesar Rp 8,4 triliun. Pendapatan bunga bersih perseroan pada periode yang sama bertumbuh 20% YoY dari Rp 13,5 triliun menjadi Rp 16,9 triliun. Total kredit yang disalurkan naik 50% YoY dari Rp 154 triliun menjadi Rp 202,3 triliun. Laba bersih unaudited BBNI 2011 Rp 5,7 triliun BBNI meraup laba bersih unaudited 2011 senilai Rp 5,7 triliun, naik 28% YoY dibandingkan dengan perolehan laba bersih 2010 sebesar Rp 4,1 triliun. Pendapatan bunga bersih BBNI juga naik 7,6% YoY di periode yang sama dari Rp 11,4 triliun menjadi Rp 12,2 triliun. Total kredit yang disalurkan mencapai Rp 158,2 triliun atau tumbuh 15% YoY dibandingkan penyaluran kredit di 2010 yang sebesar Rp 133,2 triliun. ASII cetak kenaikan laba bersih 2011 24% YoY ASII mencatatkan kenaikan laba bersih 2011 sebesar 24% YoY mencapai Rp 17,8 triliun dibandingkan perolehan laba bersih 2010 sebesar Rp 14,4 triliun. Pendapatan perseroan di periode yang sama juga bertumbuh sebesar 26% YoY dari Rp 129 triliun menjadi Rp162,6 triliun. Posisi kas dan setara kas perseroan naik dari Rp 7 triliun menjadi Rp13,11 triliun. ASII bagikan dividen Rp 1.980 per saham Tekait dengan kinerja yang positif, ASII berencana membagi dividen final 2011 senilai Rp 1.380 per saham dari hasil laba tahun 2011 lalu. ASII juga telah membagikan dividen interim sebesar Rp 600 per saham sehingga total dividen ASII 2011 sebesar Rp 1.980 per saham. Imbal hasil yang diberikan setara dengan 2,9% dari harga penutuoan terakhir. Rencana usulan pembagian dividen final tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB April mendatang. ASII kaji rencana stock split 1:10 Manajemen ASII tengah mengkaji rencana stock split dengan rasio 1:10 guna mengakomodasi investor ritel dan meningkatkan likuiditas saham ASII. Rencana ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB mendatang. BLTA restrukturisasi sejumlah pinjaman BLTA tengah melakukan pembicaraan dengan penasehat keuangan untuk melakukan restrukturisasi sejumlah pinjaman jatuh tempo bulan Februari 2012. BRAU naikkan capex menjadi US$ 691 juta BRAU meningkatkan alokasi capex hingga periode 2014 menjadi senilai US$ 691 juta dari alokasi awal sebesar US$ 450 juta-US$ 475 juta yang akan digunakan untuk penambahan conveyor belt batubara, membiayai eksplorasi, pengembangan dua tambang baru dan peningkatan kapasitas produksi. DI tahun 2014, kapasitas produksi BRAU ditargetkan sebanyak 33 juta ton. BNBR divestasi dua anak usaha senilai Rp 1,2 triliun BNBR berencana melakukan divestasi dua anak perusahaan di sektor pabrikasi pipa baja, yaitu PT Bakrie Pipe Industries dan South East Asia Pipe Industri senilai total Rp 1,2 triliun. Lautandhana Technical Daily 28/02/2012 Indeks terkoreksi kembali di awal pekan perdagangan kemarin sebesar 0.86% atau 33.55 poin dan di tutup di level 3,861.02 serta masih didukung oleh minat jual asing sebesar Rp.495.3 miliar. Dan dari sekitar 343 saham yang kemarin aktif diperdagangkan, sekitar 75 saham menguat, 179 saham terkoreksi, dan 89 saham tidak mengalami perubahan. Indeks diperkirakan masih akan berfluktuatif dan berpeluang membentuk reversal dengan support kuat di level 3800. Dan pergerakan di hari ini akan dikisaran: Support : 3786.64 Resistance : 3950.42 -Saham ASII walaupun masih terdapat support kuat di level 61100, namun kondisi jenuh jual (oversold) yang telah terbentuk membuka peluang terjadinya penguatan sesaat. -Saham ADRO berpeluang membentuk pola reversal dengan support kuat dikisaran level 1840. ![]() Kepada Para Investor Pasar Modal Indonesia "Pastikan Anda Telah Memiliki Rekening Dana Investor (RDI)" Agar Dapat Bertransaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) SMART INVESTING WITH LOTS Training & Seminar Schedule for First Half 2012 Basic Seminar Smart Investing With LOTS "Pengenalan Instrumen Pasar Modal" Tanggal, 10 Maret 2012 Wisma Keiai Prince 15th Floor Jln. Jend Sudirman Kav. 3 Jakarta Pusat 10220 T +6221 5785 1616 F +6221 5785 1414 E [email protected] W www.lots.co.id ![]() ![]() |
|
#76
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily News 29/02/2012
IHSG kemarin berhasil mengalami teknikal rebound untuk ditutup naik sebesar 1,1% di level 3.903,56. Aksi borong pada saham-saham berkapitalisasi besar yang sudah terdiskon cukup signifikan dalam beberapa hari mampu mendongkrak pergerakan naik IHSG. Keseluruhan sektoral IHSG serentak ditutup pada teritori hijau dipimpin oleh reboundnya sektoral perkebunan, industri dasar, aneka industri dan manufaktur. Sementara itu, asing masih membukukan transaksi net sell sebesar Rp 369 miliar. Saham-saham top gainers diantaranya PTRO naik Rp 2.250, GGRM naik Rp 2.150, ITMG naik Rp 1.300 dan ASII naik Rp 1.100; sedangkan saham-saham top losers antara lain SCMA turun Rp 250, MYOH turun Rp 200, FASW turun Rp 150 dan PTBA turun Rp 150. Bursa Asia juga berhasil ditutup menguat didorong oleh harapan atas suntikan likuiditas II Bank Central Eropa untuk meredakan resiko kembali bergejolaknya keuangan global ditengah kekhawatiran atas lonjakan harga minyak dunia. Indeks Nikkei kemarin ditutup pada level 9.722,52 (+0,9%) yang merupakan level tertinggi baru dalam 7 bulan terakhir ditengah sentiment negative pengajuan perlindungan kebangkrutan Elpida, produsen chip PC. Ditengah beragamnya berita ekonomi AS, bursa Wall Street semalam berhasil ditutup menguat terbatas dengan indek Dow Jones akhirnya berhasil ditutup pada level 13.005 (+0,2%), diatas level psikologis 13.000 pertama kalinya sejak Mei 2008. Penguatan saham Microsoft (+1,7%) dan Intel (+1,2%) memimpin pergerakan mengauat Dow Jones. Indeks keyakinan konsumen AS di bulan Februari meningkat pada level 70.8 vs 61.5 di bulan Januari; sedangkan durable goods anjlok sebesar 4% di bulan Januari. Sementara itu, bursa Eropa juga berhasil ditutup menguat terbatas mengikuti sentiment positif AS. Bursa Asia pagi ini mengekor sentiment positif AS yang dibuka menguat dimana indek Nikkei +1,2%; KOSPI +1%; STI +0,6% dan KLSE +0,3%. Untuk IHSG hari ini kami perkirakan masih berfluktuatif dengan kisaran trading di level 3.862-3.988. Saham pilihan kami antara lain: ASII, UNTR, ADRO, ITMG, PTBA, AALI, SMGR, INTP, JSMR, UNVR, BBRI, BMRI dan BBNI. Lautandhana Corporate News Flash 29/02/2012 BBNI bagikan dividen maksimal Rp 1,7 triliun BBNI berencana membagikan dividen sekitar 20%-30% atas perolehan laba bersih di tahun buku 2011 sebesar Rp 5,8 triliun. Dividen yang akan dibagikan tersebut berkisar antara Rp 1,2 triliun-Rp 1,7 triliun yang akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPS. Penjualan CPO AALI capai 96,7 ribu ton AALI mencatatkan total volume penjualan CPO bulan Januari 2012 ini mencapai 96.662 ton, meningkat sebesar 1,8% YoY dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 94.991 ton. Domestik menyerap sekitar 88,1% dari total volume penjualan CPO AALI dan sisanya 11,9% untuk di ekspor. Penjualan mobil ASII naik 13% YoY Volume penjualan mobil ASII sepanjang tahun 2011 mencapai 483 ribu unit atau meningkat 13% YoY dari penjualan tahun 2010 sebanyak 427 ribu unit. Volume penjualan kendaraan bermotor pada periode yang sama naik 25% YoY dari 3,4 juta unit menjadi 4,3 juta unit. Laba bersih SSIA melonjak 122% YoY SSIA berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasi 2011 senilai Rp 257 miliar atau melonjak 122% YoY dibandingkan periode sebelumnya senilai Rp 116 miliar didorong oleh lonjakan penjualan lahan industri serta pertumbuhan jasa konstruksi. Pendapatan perseroan di periode yang sama naik 70% YoY dari Rp 1,7 triliun menjadi Rp 2,9 triliun. SSIA emisi obligasi Rp 500 miliar SSIA berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 500 miliar pada Juni 2012 yang akan digunakan untuk membiayai akuisisi lahan industri seluas 1.000 ha. BRMS eksekusi waran US$ 170 juta BRMS tengah menginca perolehan dana senilai US$ 170 juta dari rencana eksekusi waran pada akhir tahun ini. Pada tahun 2010, BRMS menerbitkan wran sebanyak 2,2 miliar pada saat menggelar IPO. Dana hasil eksekusi waran tersebut akan digunakan untuk membiayai investasi proyek yang dikerjakan oleh anak perusahaannya, yaitu Gorontalo Minerals dan Citra Palu Minerals. BTPN cetak laba bersih 2011 Rp 1,4 triliun BTPN berhasil mencetak laba bersih 2011 sebesar Rp 1,4 triliun meningkat 67% YoY dibandingkan dengan laba bersih 2010 sebesar Rp 837 miliar. Lonjakan ini didorong oleh pertumbuhan kredit sebesar30% YoY dari Rp 23 triliun menjadi Rp 30 triliun. Produksi batubara HRUM diperkirakan capai 9,8 juta ton Produksi batubara HRUM 2011 diperkirakan mencapai mencapai 9,7 juta ton-9,8 juta ton yang disumbang dari dua anak usahanya yaitu PT Mahakam Sumber Jaya dan PT Santan Batubara. Untuk tahun ini, HRUM akan menganggarkan capex senilai US$ 30 juta untuk pengembangan pelabuhan untuk batubara dan hauling road. INCO jajaki kerjasama dengan ANTM INCO kembali menjajaki kerja sama pengiriman bijih nikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara dengan ANTM. Tahun ini INCO menargetkan produksi sekitar 72.000 ton. Lautandhana Technical View 29/02/2012 Indeks akhirnya menguat di perdagangan kemarin sebesar 1.10% atau 42.54 poin dan di tutup di level 3,903.56 walaupun masih didukung oleh minat jual asing sebesar Rp.369.05 miliar. Dan dari sekitar 348 saham yang kemarin aktif diperdagangkan, sekitar 169 saham menguat, 71 saham terkoreksi, dan 108 saham tidak mengalami perubahan. Walaupun support kuat sementara masih dikisaran level 3800, namun kekuatan beli yang mulai timbul membuka peluang bagi indeks untuk menguat terbatas kembali di perdagangan hari ini. Dan pergerakan di hari ini akan dikisaran: Support : 3861.54 Resistance : 3988.02 -Saham BMRI belum terbentuk pola reversal dan support kuat masih dikisaran level 5700. -Saham INDY belum validnya konfirmasi reversal membuat masih adanya potensi untuk menguji support kuat di level 2450. namun bila harga menguat akan menguji level 2700 sebagai resistance kuat. ![]() Kepada Para Investor Pasar Modal Indonesia "Pastikan Anda Telah Memiliki Rekening Dana Investor (RDI)" Agar Dapat Bertransaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) SMART INVESTING WITH LOTS Training & Seminar Schedule for First Half 2012 Basic Seminar Smart Investing With LOTS "Pengenalan Instrumen Pasar Modal" Tanggal, 10 Maret 2012 Wisma Keiai Prince 15th Floor Jln. Jend Sudirman Kav. 3 Jakarta Pusat 10220 T +6221 5785 1616 F +6221 5785 1414 E [email protected] W Lautandhana Online Trading System ![]() ![]() |
|
#77
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View [01/03/2012]
Banjirnya sentiment positif dari global, yaitu lonjakan indeks keyakinan konsumen AS di bulan Februari serta keputusan Bank Sentral Eropa yang akan menyuntikkan dana tahap II senilai USD 670 miliar ke dalam likuiditas system keuangan Uni Eropa pada Rabu ini guna membantu meredam gejolak pasar keuangan global ditengah lonjakan harga minyak dunia mampu mendorong bursa Asia ditutup pada teritori hijau, termasuk IHSG. Hanya bursa Shanghai yang ditutup melemah sebesar 0,95% di level 2.428,5 terkena aksi profit taking investor. IHSG sendiri berhasil ditutup menguat signifikan sebesar 2,1% di level 3.985,2 dibarengi dengan transaksi net buy asing signifikan sebesar Rp 1,7 triliun. Keseluruhan sektoral IHSG berhasil ditutup menguat dengan kenaikan tertinggi dibukukan oleh saham sektoral consumer sebesar 3,9%. Saham-saham top gainers diantaranya MLBI naik Rp 19.900, GGRM naik Rp 3.600, ASII naik Rp 1.050 dan UNTR naik Rp 750; sedangkan saham-saham top losers antara lain HERO turun Rp 1.000, GDYR turun Rp 400, DSSA turun Rp 300 dan FAST turun Rp 200. Bursa Wall Street semalam ditutup melemah akibat pernyataan Ben Bernanke yang memberikan indikasi proyeksi ekonomi AS di 2012 masih akan melemah. Ben Bernanke juga menyatakan data lapangan pekerjaan yang masih jauh dari normal dan lonjakan harga minyak dunia mengancam liarnya angka inflasi. Pun demikian dengan bursa Eropa yang juga ditutup terkoreksi dimana indeks DJ Euro Stoxx ditutup melemah 0,3% sedangkan indeks FTSE melemah 1%. Pagi ini bursa Asia dibuka cenedrung bervariasi merespon pidato Ben Bernanke dimana indeks Nikkei +1,2%; STI +0,3% dan KLSE +0,3%. Untuk IHSG hari ini kami perkirakan bergerak dalam kisaran trading 3.924-4.064, dan diramaikan potensi aksi profit taking investor. Saham pilihan kami antara lain: ASII, UNTR, ADRO, ITMG, PTBA, AALI, SMGR, INTP, JSMR, UNVR, BBRI, BMRI dan BBNI. Lautandhana Corporate News Flash [01/03/2011] LSIP cetak kenaikan laba bersih 2011 65% YoY Laba bersih LSIP tahun 2011 tumbuh sebesar 64,7% YoY mencapai Rp 1,7 triliun dibandingkan dengan laba bersih 2010 sebesar Rp 1,03 triliun. Penjualan perseroan pada periode yang sama naik 30,4% YoY dari Rp 3,6 triliun menjadi Rp 4,7 triliun. Penjualan kelapa sawit menyumbang 81% atas total penjualan perseroan sedangkan penjualan karet dan beninh masing-masing menyumbang 13% dan 6%. SIMP cetak laba bersih 2011 Rp 1,7 triliun Laba bersih SIMP tahun 2011 tercatat sebesar Rp 1,67 triliun, naik signifikan 72% YoY dibanding perolehan laba bersih 2010 sebesar Rp 971 miliar. Penjualan konsolidasi perseroan di periode yang sama naik 33% YoY dari Rp 9,5 triliun menjadi Rp 12,6 triliun. Laba bersih CTRP 2012 ditargetkan naik sebesar 41% YoY Manajemen CTRP menargetkan pertumbuhan laba bersih di tahun ini sebesar 41% YoY mencapai senilai Rp 233 miliar dibandingkan dengan estimasi laba bersih 2011 sebesar Rp 158 miliar. Sementara itu, pendapatan perseroan juga diproyeksikan tumbuh signifikan 105% YoY dari Rp 440 miliar menjadi Rp 902 miliar. Kinerja perseroan akan ditopang oleh proyek Ciputra World I dan II serta Dipo Business Center. ANTM cetak laba bersih unaudited 2011 Rp 1,9 triliun ANTM berhasil membukukan laba bersih 2011 unaudited sebesar Rp 1,9 triliun, meningkat 13,5% YoY dibandingkan perolehan laba bersih 2010 sebesar Rp 1,7 triliun. Sementara itu, penjualan ANTM juga naik sebesar 18% YoY dari Rp 8,7 triliun menjadi Rp 10,3 triliun. Hasil positif kinerja ANTM banyak ditopang oleh penjualan komoditas feronikel, bijih nikel dan emas. BTEL lunasi obligasi Rp 650 miliar BTEL berencana melunasi obligasi yang akan jatuh tempo senilai Rp 650 miliar pada September 2012. Sumber dana pelunasan obligasi tersebut berasal dari pinjaman perbankan asing. KKGI cetak kenaikan penjualan sebesar 131% di 2011 KKGI berhasil mencetak pertumbuhan penjualan 2011 sebesar 131% YoY yang mencapai sebesar US$ 243 juta bila dibandingkan dengan penjualan 2010 sebesar US$ 105 juta. Volume penjualan batubara perseroan melonjak 91% YoY di periode yang sama dari 2,2 juta ton menjadi 4,2 juta ton sedangkan ASP perseroan naik 21% YoY dari US$ 48 per ton menjadi US$ 58 per ton. Pefindo pangkas rating BLTA Pefindo memangkas peringkat Obligasi IV/2009 BLTA ke level idD (default) menyusul pengumuman gagal bayar BLTA atas enam surat utangnya. Penurunan peringkat tersebut juga dikenakan pada Sukuk Ijarah II/2009, yang turun menjadi D, dari sebelumnya di level CCC. SMART INVESTING WITH LOTS Training & Seminar Schedule for First Half 2012 Basic Seminar Smart Investing With LOTS "Pengenalan Instrumen Pasar Modal" Tanggal, 10 Maret 2012 Wisma Keiai Prince 15th Floor Jln. Jend Sudirman Kav. 3 Jakarta Pusat 10220 T +6221 5785 1616 F +6221 5785 1414 E [email protected] W www.lots.co.id ![]() ![]() ![]() |
|
#78
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily Views 02/03/2012
IHSG kemarin ditutup melemah sebesar 0,6% di level 3.962,29 akibat maraknya aksi ambil untung investor terutama pada saham sektoral consumer, aneka industri dan manufaktur yang mengalam tekanan jual signifikan. Sektoral property, perkebunan, dan perdagangan selamat dari aksi profit taking yang berhasil ditutup menguat terbatas. Sementara itu, asing kemarin mencetak transaksi net sell tipis sebesar Rp 17 miliar. Saham-saham top gainers diantaranya PTRO naik Rp 1.500, UNTR naik Rp 350, BRAM naik Rp 150 dan MYOR naik Rp 150; sedangkan saham-saham top losers antara lain ASII turun Rp 1.200, UNVR turun Rp 600, GGRM turun Rp 600 dan DLTA turun Rp 450. Bursa Wall Street semalam berhasil ditutup menguat terbatas ditengah isu meledaknya jaringan pipa minyak milik Arab Saudi. Harga minyak dunia pun terkerek naik hinga ke level US$ 109 per barrel. Penguatan bursa ditopang oleh membaiknya data pengangguran mingguan (turun sebanyak 2.000 jiwa) dan stabilnya angka inflasi. Sinyal posotif dari data ekonomi AS tersebut juga mendorong bursa Eropa ditutup menguat signifikan dimana indeks DJ Euro Stoxx naik 1,5% di level 2.548,7 sedangkan indeks FTSE 100 naik 1% di level 5.931,3. Bursa Asia pagi ini dibuka menguat setelah adanya suntikan dana likuiditas dari Bank Sentral Eropa pekan ini meminimalkan kekhawatiran atas krisis utang Eropa dan lonjakan harga minyak dunia. Indeks Nikkei +0,8%; KOSPI +0,6%; STI +0,5% dan KLSE +0,2%. Untuk IHSG akhir pekan, kami perkirakan bergerak mixed dan berfluktuatif dengan kisaran trading di level 3.880-4.035. Katalis pergerakan IHSG adalah maraknya release kinerja keuangan emiten di 2011. Saham pilihan kami antara lain: ASII, UNTR, ADRO, ITMG, PTBA, AALI, SMGR, INTP, JSMR, UNVR, BBRI, BMRI dan BBNI. Lautandhana Corporate News Flash 02/03/2012 Capex CTRP 2012 senilai Rp 1,8 triliun CTRP menganggarkan dana capex tahun 2012 senilai Rp 1,8 triliun yang akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan proyek Ciputra World I dan pembangunan proyek Ciputra World II. Sumber pendanaan capex perseroan berasal dari pinjaman perbankan dari BMRI. SHID memperoleh pinjaman perbankan Rp 180 miliar SHID telah mendapatkan fasilitas pinjaman perbankan dari BNGA sebesar Rp 180 miliar yang akan digunakan untuk pelunasan pinjaman perbankan MEGA senilai Rp 120 miliar sedangkan sisanya akan digunakan untuk merenovasi kamar dan fasilitas lainnya di Hotel Sahid Jaya Jakarta. BMRI targetkan kredit UKM senilai Rp 40 triliun BMRI menargetkan penyaluran kredit ke sektor UKM tahun 2012 melalui Mandiri Business Banking senilai Rp 40 triliun. Mandiri Business Banking merupakan unit khusus yang fokus menangani sektor UKM di Indonesia. Secara umum kredit yang disalurkan oleh Mandiri Business Banking meliputi limit kredit di atas Rp 100 juta sampai dengan Rp 10 Miliar. BTEL jajaki rights issue BTEL tengah mengkaji rencana rights issue non HMETD sebanyak 10% saham baru dengan target dana senilai US$ 100 juta atau setara dengan Rp 900 miliar. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk membiayai pelunasan pinjaman perseroan. Dikabarkan, perusahaan telekomunikasi asal Korea Selatan, SK Telecom dan Grup Sampoerna menjadi pembeli potensial. IMAS bidik pendapatan Rp 19,2 triliun di 2012 IMAS menargetkan pertumbuhan pendapatan di 2012 sebesar 20% YoY mencapai Rp 19,2 triliun dibandingkan dengan estimasi pendapatan 2011 sebesar Rp 16 triliun. Kenaikan pendapatan perseroan akan ditopang oleh penjualan kendaraan merek HINO dan Nissan. Di sisi lain, IMAS bakalan memperoleh kontribusi pendapatan baru dari bisnis kontraktor pertambangan batubara di tahun ini melalui anak perusahaannya, PT Prima Sarana Gemilang yang saat ini tengah mengerjakan lahan tambang batubara milik PT Nusantara Berau Coal di Kalimantan Timur. SMAR investasikan dana senilai Rp 1,4 triliun SMAR mengalokasikan dana senilai Rp 1,4 triliun yang akan digunakan untuk penambahan luas lahan tertanam sebesar 30 ribu ha di tahun ini. BJBR siapkan dana Rp 1,4 triliun untuk proyel tol BJBR menyiapkan dana kredit senilai Rp 1,4 triliun yang akan disalurkan untuk membiayai 8 proyek ruas jalan tol dalam bentuk pinjaman sindikasi di tahun ini, Penyaluran kredit ini merupakan bagian target dari penyaluran kredit perseroan senilai Rp 32 triliun di 2012. ASGR targetkan pertumbuhan pendapatan 2012 sebesra 30% YoY ASGR menargetkan pendapatan naik sebesar 30% YoY pada 2012, dengan divisi printer channel business menyumbang kontribusi sebesar 28% ke perseroan dari tahun sebelumnya 25%. Perseroan mencatatkan kenaikan laba tahun berjalan 2011 sebesar 17,8% YoY dari Rp 118 miliar menjadi Rp 139 miliar. Pendapatan bersih naik sebesar 10,2% dari Rp1,6 triliun menjadi Rp1,7 triliun. Supra Boga Lestari IPO Mei 2012 PT Supra Boga Lestari, pengelola gerai Ranch Market, berencana menggelar IPO pada Mei tahun ini dengan melepas saham sebanyak 20%-35% dan target dana pada Rp 200 miliar-Rp 300 miliar. Dana hasil penjualan saham akan digunakan untuk menambah gerai Ranch 99 Market yang pada saat ini berjumlah 14 gerai yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan Surabaya. Kepada Para Investor Pasar Modal Indonesia "Pastikan Anda Telah Memiliki Rekening Dana Investor (RDI)" Agar Dapat Bertransaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) SMART INVESTING WITH LOTS Training & Seminar Schedule for First Half 2012 Basic Seminar Smart Investing With LOTS "Pengenalan Instrumen Pasar Modal" Tanggal, 10 Maret 2012 Wisma Keiai Prince 15th Floor Jln. Jend Sudirman Kav. 3 Jakarta Pusat 10220 T +6221 5785 1616 F +6221 5785 1414 E [email protected] W Lautandhana Online Trading System ![]() ![]() ![]() |
|
#79
|
||||
|
||||
![]() Kepada Para Investor Pasar Modal Indonesia "Pastikan Anda Telah Memiliki Rekening Dana Investor (RDI)" Agar Dapat Bertransaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pendaftaran dapat menghubungi call centre di bawah ini SMART INVESTING WITH LOTSTraining & Seminar Schedule for First Half 2012 Basic Seminar Smart Investing With LOTS "Pengenalan Instrumen Pasar Modal" Tanggal, 10 Maret 2012 Wisma Keiai Prince 15th Floor Jln. Jend Sudirman Kav. 3 Jakarta Pusat 10220 T +6221 5785 1616 F +6221 5785 1414 E [email protected] W Lautandhana Online Trading System |
|
#80
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily News 05/03/2012
IHSG akhir pekan berhasil ditutup menguat sebesar 1,1% pada level 4.004,87 dipicu oleh maraknya aksi beli pada beberapa saham unggulan terutama di sektoral consumer, property dan infrastructure. Asing kemarin kembali membukukan transaksi net buy signifikan sebesar Rp 584 miliar. Katalis positif datang dari turunnya data pengangguran AS, suntikan dana likuiditas oleh Bank Sentral Eropa dan turunnya yield surat utang Italia dan Spanyol. Bursa Asia lainnya pun juga berhasil serentak ditutup menguat rata-rata sebesar 0,3%-1,4%. Saham-saham top gainers diantaranya MBLI naik Rp 10.000, GGRM naik Rp 1.000, UNVR naik Rp 600 dan ITMG naik Rp 600; sedangkan saham-saham top losers antara lain BATA turun Rp 1.000, IDKM turun Rp 200, PSAB turun Rp 150 dan PTRO turun Rp 100. Minimnya katalis positif pada perdagangan akhir pekan membuat bursa Wall Street ditutup cenderung melemah terbatas. Indeks Dow Jones ditutup turun tipis sebesar 2,73 pts di level 12.977,6 dipimpin oleh pelemahan saham American Express (-1,1%). Pun demikian dengan bursa Eropa yang juga ditutup melemah terbatas dimana indeks DJ Euro SToxx -0,1% dan FTSE 100 -0,3%. Penguatan saham-saham sektoral perbankan Eropa, seperti ING (+3,2%), BNP (+1,5%) dan Barclays (+2,2%) mampu menahan laju koreksi perdagangan bursa Eropa. Bursa Asia pagi ini dibuka cenderung bervariasi akibat minimnya katalis positif dan adanya aksi profit taking. Indeks Nikkei -0,03%; KOSPI -0,6%; STI +0,07% dan KLSE +0,4%. Untuk IHSG awal pekan kami perkirakan bergerak sideways dengan potensi adanya koreksi akibat aksi ambil untung investor. Kisaran trading IHSG hari ini berada di level 3.949-4.087. Katalis domestik yang menjadi penggerak IHSG adalah mulai maraknya pengumuman laporan keuangan emiten serta pembagian dividen periode 2011. Saham pilihan kami antara lain: ASII, UNTR, ADRO, ITMG, PTBA, AALI, SMGR, INTP, JSMR, UNVR, BBRI, BMRI dan BBNI. Lautandhana Corporate News Flash 05/03/2012 RIGS akuisisi 3 perusahaan senilai US$ 57 juta RIGS berencana mengakuisisi 100% saham CH Logistic Pte. Ltd., CH Ship Management Pte. Ltd dan Grundtvig Marine Pte. Ltd milik Scomi Marine Services Pte. Ltd (SMS) senilai total US$ 57 juta. Sumber dana akuisisi tersebut berasal dari penerbitan surat utang sebesar US$57 juta oleh perseroan kepada SMS. ASGR targetkan perolehan pendapatan Rp 2,2 triliun ASGR memproyeksikan pertumbuhan pendapatan 2012 sebesar 30% YoY menjadi Rp 2,2 triliun dibandingkan dengan realisasi pendapatan tahun lalu senilai Rp 1,7 triliun. Kenaikan ini akan ditopang oleh pendapatan dari divisi printer channel yang memberikan kontribusi sebesar 28%. Anak perusahaan ABMM raih kontrak US$ 300 juta PT Cipta Kridatama, anak perusahaan ABMM, memperoleh kontrak jasa land clearing, overburden removal, dan penyewaan alat berat dari PT Riau Baraharum senilai US$ 300 juta untuk 5 tahun. Cipta Kridatama memiliki kontrak jasa pertambangan pada sembilan konsensi tambang besar dengan jangka waktu minimal tiga tahun dan beberapa diantaranya memiliki jangka waktu kontrak hingga akhir umur tambang. GIAA tambah 15 Rute penerbangan GIAA akan menambah sekitar 15 rute baru baik di dalam maupun ke luar negeri tahun ini. Rute baru ke luar negeri diantaranya ke Taipei(Taiwan) dan Haneda (Tokyo Jepang) direncanakan bulan April dan Mei 2012. Rute Denpasar-Seoul dan Jakarta-Shanghai menjadi 7 kali setiap minggu dari 5 kali penerbangan. Rute Jakarta-Beijing menjadi 5 kali dari 3 kali serta rute Jakarta-Seoul dari 6 kali jadi 7 kali setiap minggu. MYOR terbitkan obligasi Rp 750 miliar MYOR berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 750 miliar pada tahun ini yang terdiri atas obligasi konvensional senilai Rp 500 miliar dan obligasi sukuk sebesar Rp 250 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk peningkatan kapasitas pabrik biskuit, permen, wafer dan kopi. Penjamin emisi obligasi MYOR adalah Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas. CTRP bagikan dividen 2011 Rp 7,71 per saham CTRP berencana membagikan dividen tahun buku 2011 sebesar Rp 7,71 per saham atau senilai total Rp 47,4 miliar merefleksiakn dividen payout ratio 30% dari laba bersih perseroan 2011. Imbal hasil yang diberikan sebesar 1,1% dari penutupan kemarin. Rencana pembagian dividen ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPS di bulan Mei-Juni mendatang. UNSP bayar pinjaman senilai US$ 60 juta tahun ini UNSP berencana melunasi pinjaman perbankan beserta bunga pinjaman kepada Credit Suisse dan BMRI senilai US$ 60 juta di tahun ini. Sumber dana pelunasan akan diambil dari kas internal perseroan. Pinjaman tersebut digunakan untuk akuisisi PT Domba Mas pada tahun 2010 lalu. BBTN bidik sumber pendanaan Rp 35 triliun BBTN membidik sumber pendanaan sebesar Rp 35 triliun sampai akhir tahun 2012 yang sebagian akan digunakan untuk membiayai penyaluran kredit perumahan. Untuk memperoleh pendanaan tersebut, perseroan akan menggenjot pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 20%-22%, dana dari pengembalian kredit Rp 10 triliun dan wholesale banking Rp 4 triliun. PGAS anggarkan capex 2012 US$ 250 juta PGAS menganggarkan capex 2012 senilai US$ 250 juta yang akan digunakan untuk membiayai pengembangan industri hilir dalam BBG, pembangunan LNG Receiving Terminal di Belawan, Sumatera Utara dan di Jawa Barat. Lautandhana Technical Daily 05/03/2012 Indeks kembali menguat di perdagangan kemarin sebesar 1.07% atau 42.58 poin dan di tutup di level 4,004.87 serta kembali didukung oleh minat beli asing sebesar Rp.584.21 miliar. Dan dari sekitar 347 saham yang kemarin aktif diperdagangkan, sekitar 153 saham menguat, 92 saham terkoreksi, dan 102 saham tidak mengalami perubahan. Dan pergerakan indeks di hari ini diperkirakan masih akan berfluktuatif dikisaran: Support : 3948.96 Resistance : 4087.32 -Saham ADRO resistancekuat dikisaran level 2000. -Saham INDY target terdekat dikisaran level 2850 bila mampu bertahan di atas level 2700. ![]() Kepada Para Investor Pasar Modal Indonesia "Pastikan Anda Telah Memiliki Rekening Dana Investor (RDI)" Agar Dapat Bertransaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) ![]() ![]() ![]() |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| JUAL Lautandhana Online Trading Saham LOTS | Software Original & Open Source | |||
| FXSBO - Spread Trading Online Broker | Forex | |||