| FAQ |
| Calendar |
|
#61
|
|||
|
|||
|
FOMC di Depan Mata, Aussie Masih Tangguh
Rabu, 29 Januari 2014 Monexnews - Aussie menjaga kinerja terhadap dollar dan menguat dalam tiga hari beruntun meski Federal Reserve akan mengumumkan hasil rapat FOMC pada malam ini. Fed diperkirakan akan kembali memangkas program pembelian obligasi perbulan sebesar $10 miliar menjadi $65 miliar. Aussie terus menguat akibat investor berfikir penurunan aussie pada pekan lalu terlalu berlebihan. Sementara berkurangnya risiko sistem perbankan China, yang merupakan mitra dagang utama Australia, juga menopang pergerakan aussie. Industrial & Commercial Bank of China Ltd., bank terbesar di China, mengatakan investor yang mengalami masalah kepercayaan dapat mengambil dana mereka. Pernyataan tersebut memberikan kepercayaan tidak akan terjadi default. Tingkat kepercayaan bisnis di Australia juga memberikan sentiment positif lainnya. National Australia Bank kemarin merilis data tingkat kepercayaan bisnis Australia untuk kondisi perekonomian saat ini sebesar 6 sama dengan rilis sebelumnya yang direvisi naik dari 5. AUDUSD saat ini diperdagangkan pada kisaran 0.8807 dengan level terendah harian 0.8773, dan tertinggi 0.8824. (pap) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
|
#62
|
|||
|
|||
|
Technical Outlook 30 Januari 2014
� EUR/USD. Bias masih bearish dalam jangka pendek kendati masih dibutuhkan break di bawah zona 1.3625-1.3600 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju area 1.3545. Sebaliknya, resisten terdekat berada di kisaran 1.3750. Penembusan konsisten lain di atas level itu akan memicu momentum bullish lebih lanjut menuju area 1.3790 atau bahkan lebih tinggi. � GBP/USD. Bias masih bearish dalam jangka pendek untuk menguji area 1.6530, yang akan memicu tekanan bearish lebih lanjut dengan target 1.6475. Hanya break kembali di atas area 1.6630 yang dapat mengubah bias intraday kembali ke bullish untuk menguji ulang resistensi kunci 1.6745. � USD/JPY. Bias bearish dalam jangka pendek untuk menguji area 101.90, yang apabila tertembus akan memicu tekanan bearish lebih lanjut dengan target 101.50. Di sisi sebaliknya, resisten terdekat berada di area 102.60. Clear break di atas area tersebut akan membawa harga ke zona netral seiring arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek, dengan kemungkinan menguji ulang area 103.35. � USD/CHF. Bias masih netral dalam jangka pendek, meskipun break di atas area 0.9000 dapat menghasilkan sedikit bias bullish untuk menguji area 0.9055 atau bahkan lebih tinggi. Support terdekat berada di sekitar 0.8910, dengan break jelas di bawah area tersebut bisa memicu bearish lanjutan menguji area 0.8865. � AUD/USD. Bias netral dalam jangka pendek dengan perdagangan kemungkinan berkisar antara 0.8700-0.8800. Break kembali di bawah 0.8700 akan memicu tekanan bearish lanjutan untuk menguji ulang support kunci 0.8645. Sebaliknya, hanya clear break di atas 0.8800 yang dapat mengubah bias intraday kembali ke bullish untuk mengincar setidaknya area 0.8865 sebelum menguji ulang resistensi kunci 0.8910. � XAU/USD. Pada grafik 4 jam emas terlihat kehilangan momentum sebelum mampu mendekati resistensi 1273, dengan stochastic mengindikasikan overbought. Yang menyisakan resiko penurunan untuk menguji ulang 1250 dan 1245 sebagai target berikutnya. Hanya penembusan di atas 1273 yang dapat memicu momentum bullish lanjutan menuju area 1280. � Hang Seng Futures. Penembusan 21850 telah memperkuat tekanan bearish menuju 21650. Clear break di bawah level tersebut akan membuka jalan menuju support kunci di sekitar 21530. Sebaliknya, hanya rebound ke atas area 21850 yang dapat meredakan tekanan bearish pada harga. � Nikkei Futures. Dalam grafik 4 jam terlihat harga tergelincir di bawah 15000, yang memperkuat tekanan bearish untuk menguji ulang support di 14875. Clear break di bawah level itu beresiko menghantarkan harga menuju target berikutnya di area 14780. Diperlukan pergerakan naik hingga di atas level 15100 untuk mengikis tekanan bearish pada harga. � Kospi Futures. Kospi bergerak naik seiring membaiknya performa pasar negara berkembang, namun performa Wall Street masih berpotensi mempengaruhi pergerakan Kospi. Break ke atas area 255.15 dapat menambah momentum bullish untuk menguji area 258.20. Sementara break ke bawah 252.20 dapat memicu tekanan bearish lanjutan untuk menguji support kunci pada area 248.25. DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
|
#63
|
|||
|
|||
|
Aussie Tertekan Data Izin Pembangunan
Senin, 3 Februari 2014 Monexnews - Aussie diperdagangkan melemah setelah pada pekan lalu mencatat penguatan mingguan pertama dalam tiga pekan terakhir. Data izin pembangunan di Australia yang dirilis pagi ini memberikan tekanan pada aussie. Biro Statistik Australia mengatakan izin untuk membangun atau merenovasi rumah dan apartemen turun 2,9% pada bulan Desember dari bulan sebelumnya, memberikan tanda peningkatan aktivitas pembangunan akibat tingkat suku bunga rendah mulai kehilangan momentum. Reserve Bank of Australia telah memangkas suku bunga sebanyak delapan kali sejak akhir 2011 untuk mendorong aktivitas di beberapa sektor seperti penjualan ritel dan perumahan yang memimpin ekspansi beberapa bulan terakhir. Namun disisi lain, anggota dewan RBA juga khawatir akan kenaikan sektor perumahan yang terlalu berlebihan dapat menggelincirkan pemulihan ekonomi Australia yang masih rapuh. Sementara data aktivitas manufaktur China yang dirilis oleh Biro Statistik China masih menunjukkan ekspanasi pada bulan Januari, namun masih dibawah perkiraan. Indeks manufaktur China dirilis sebesar 50,5, di bawah perkiraan analis sebesar 50,6 dan bulan sebelumnya sebesar 51,0. Data tersebut juga memberikan tekanan bagi aussie. AUDUSD saat ini ditransaksikan pada kisaran 0.8744 menjauhi level tertinggi harian 0.8770. (pap) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
|
#64
|
|||
|
|||
|
Market Movers: Pasar Masih Fokus ke Data Ekonomi AS
Rabu, 5 Februari 2014 Monexnews - Sentimen pasar hari ini nampak positif dan berangsur mulai pulih dari keterpurukannya kemarin berkat bursa Wall Street berakhir ditutup menguat semalam. Namun demikian kalangan pelaku pasar secara umum masih nampak pesimis lantaran data-data ekonomi Amerika yang rilis semalam masih mengecewakan. Tercatat sejumlah data seperti factory orders, durable goods dan sentimen ekonomi dari IBD masih jauh dari harapan pasar. Sedangkan sehari sebelumnya, para investor melakukan aksi lepas posisi besar-besaran menyusul buruknya indeks ISM manufaktur AS. Aktivitas manufaktur yang melambat tersebut sontak mengagetkan pasar sehingga membuat kalangan investor kembali ragu-ragu dan cemas terhadap kelangsungan perekonomian di negeri Paman Sam. Selain itu, data-data yang buruk tersebut juga turut memicu dollar AS (USD) langsung melemah sehingga berdampak pada penguatan tajam nilai tukar yen Jepang. Kurs valuta yen hari ini ditransaksikan menguat hingga mencapai 101.21 dibanding dengan level penutupan sesi kemarin pada 101.64 setelah rally hingga 100.74. Dan hari ini, perhatian pasar akan tertuju pada laporan payrolls dari ADP Research Institute AS serta data aktivitas non manufaktur ISM bulan Januari yang diekspektasi mengalami peningkatan. Sementara sepanjang siang hingga sore hari, pasar akan disuguhkan data service PMI yang di rilis mulai dari Jerman, zona euro dan Inggris termasuk data retail sales dari zona euro yang diperkirakan mengalami penurunan. (Ariston Tjendra) |
|
#65
|
|||
|
|||
|
Neraca Perdagangan Australia Surplus
Kamis, 6 Februari 2014 Monexnews - Australia secara mengejutkan mencatat surplus neraca perdagangan di bulan Desember, sementara analis memperkirakan Australia akan mengalami defisit. Surplus neraca perdagangan tersebut diropang oleh kuatnya ekspor sektor pertambangan. Perekonomian yang kaya akan sumber daya alam yang muncul dari ledakan investasi pertambangan kembali mengalami peningkatan ekspor, setelah sebelumnya melambat. Ekspor dari perusahaan tambang terbantu oleh melemahnya nilai aussie, yang telah ankjlok 15% dari puncaknya pada tahun 2013. Biro Statistik Australia mengatakan pada bulan Desember neraca perdagangan Australia surplus sebesar A$468 juta, dibandingkan dengan surplus pada bulan November sebesar A$83 juta. Surplus di bulan November tersebut direvisi naik dari sebelumnya defisit sebesar A$118 juta. Sementara analis sebelumnya memperkirakan neraca perdagangan Australia akan mengalami defisit sebesar A$270 juta. Biro Statistik Australia juga mengatakan ekspor naik sebesar 4% pada bulan Desember, sementara impor naik 2%. (pap) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
|
#66
|
|||
|
|||
|
Asia Ikuti Jejak Penguatan Wall Street
Jumat, 7 Februari 2014 Monexnews - Bursa saham Asia menguat pada hari perdagangan terakhir pekan ini menjelang data tenaga kerja AS sementara fokus kembali ke Shanghai seiring perdagangan kembali dibuka pasca hari libur tahun baru Imlek selama sepekan. Sentimen positif dari Wall Street ikut dirasakan oleh bursa Asia. Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 mencetak persentase kenaikan harian terbesar tahun ini setelah data menunjukkan tingkat klaim pengangguran turun lebih dari perkiraan pekan lalu. Data ini mengindikasikan pasar tenaga kerja AS membaik, sehari menjelang laporan payrolls bulan Januari. Investor juga mencerna langkah dari bank sentral kemarin. European Central Bank (ECB) mempertahankan tingkat suku bunganya pada hari Kamis, memilih untuk menunggu proyeksi ekonomi terkini yang akan dirilis di bulan Maret untuk memutuskan apa kebijakan baru yang dibutuhkan. Sementara Bank of England juga tidak merubah tingkat suku bugna pada 0.5%, namun tidak berkomentar mengenai petunjuk suku bunga. Indeks Nikkei Jepang menguat akibat pelemahan mata uang seiring yen diperdagangkan di level sekitar 102 per dollar. Investor Jepang juga mencerna data yang menunjukkan cadangan mata uang asing bulan Januari naik menjadi 1.28 trilyun dollar, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu. (xiang) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
|
#67
|
|||
|
|||
|
Spekulasi Tapering Kokohkan Dollar, Fokus pada Testimoni Yellen Besok
Senin, 10 Februari 2014 Monexnews - Dollar bertahan di level tinggi terhadap yen seiring keyakinan investor bahwa Federal Reserve akan kembali melanjutkan pemangkasan stimulus menjelang testimonial oleh Janet Yellen besok. Indeks dollar menghentikan pelemahan selama 5 hari beruntun, meski setelah data tenaga kerja tanggal 7 Februari lalu menunjukkan tingkat pertumbuhan pekerjaan AS bulan lalu lebih sedikit dari perkiraan analis. Sementara yen melemah terhadap sebagian besar mata uang utama setelah Menteri Keuangan Jepang mengatakan defisit current-account melebar mencapai rekor di bulan Desember. Euro mengakhiri rally dari pekan lalu menjelang data hari ini yang diperkirakan akan menunjukkan penurunan pada tingkat produksi industri di Perancis. “Testimoni dari Yellen akan kembali menegaskan bahwa mereka nyaman dengan laju tapering saat ini,” ucap Stan Shamu, strategis pasar pada IG Ltd di Melbourne. “Ekspektasi tersebut akan mendukung dollar AS untuk menguat terhadap mata uang utama.” (xiang) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
|
#68
|
|||
|
|||
|
OECD: Pemulihan Negara Maju Kokoh, Dipimpin AS dan Jepang
Selasa, 11 Februari 2014 Monexnews - Outlook untuk sebagian besar negara maju membaik, dengan pemulihan di Amerika Serikat dan Jepang memimpin kenaikan, menurut indikator utama bulanan terkini OECD pada hari Senin. Organization for Economic Cooperation and Development mengatakan indikator utamanya yang meliputi 33 negara anggota mencapai level tertinggi sejak Febuari 2011 di bulan Desember, mengindikasikan bahwa tingkat pertumbuhan sedang menguat. Indikator, yang menjadi sinyal awal pemulihan pada aktivitas perekonomian, naik menjadi 100.9 di bulan Desember 2013, naik dari 100.8 di bulan November, ucap OECD. Diantara negara perekonomian besar, indeks untuk Amerika Serikat naik menjadi 101.0 dari 100.9, mencapai level tertinggi sejak bulan Maret 2008 – sebelum krisis keuangan dan ekonomi yang dipicu oleh gelembung hutang sub-prime. Sementara indikator milik Jepang naik menjadi 101.4 dari 101.3 di bulan November, yang juga menyentuh level tertinggi sejak krisis keuangan seiring bank sentral mendorong perekonomian dengan stimulus moneter besar-besaran. Zona euro yang masih dibayangi krisis juga tidak ketinggalan, dengan indikatornya naik menjadi 101.1 dari 100.9, yang mana dikatakan oleh OECD mengindikasikan “perubahan positif pada momentum." Di Inggris, OECD mengatakan indikaotrnya stabil di bulan Desember dari bulan November pada 101.3. Trend kurang bagus pada negara berkembang yang diikuti oleh OECD, dengan indikator untuk China stabil pada 99.3 dan Rusia juga tidak berubah pada 99.7. Indikator untuk India turun tipis menjadi 97.0 dari 97.2 dengan aktivitas perekonomian di bawah trend jangka panjangnya, menurut OECD. (xiang) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
|
#69
|
|||
|
|||
|
Credit Suisse Prediksi Emas Akan Sentuh $1000
Rabu, 12 Februari 2014 Monexnews - Meski emas telah rally hingga meraih $1293 pada 11 Februari, namun Credit Suisse masih skeptis dengan outlook logam mulia tersebut. Pimpinan riset logam mulia Credit Suisse, Tom Kendall, mengatakan jika kondisi ekonomi dunia membaik maka emas dapat menyentuh $1000 tahun ini. "Kenaikan harga emas belakangan lebih ditopang oleh aksi short-covering dari pada penambahan posisi long. Saya tidak akan terkejut jika emas dapat naik sedikit di atas $1300 dalam beberapa sesi mendatang. Namun momentum kenaikan sepertinya tidak akan berlangsung lama," ujar Kendall ketika diwawancarai oleh CNBC. "Cukup realistis memprediksikan emas dapat turun hingga meraih $1000 pada tahun 2014. Ini mungkin terjadi di semester kedua, mendekati akhir kuartal keempat 2014. Ini mungkin terjadi terutama jika ekonomi AS terus membaik dan tingkat suku bunga riil kembali meningkat," tutur Kendall. "Jika yield obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun kembali naik dan kinerja bursa saham terus membaik maka emas akan kesulitan untuk melanjutkan momentum rally." (fr) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
|
#70
|
|||
|
|||
|
Emas Ditutup Dengan Reli Terpanjang Sejak Juni 2012
Kamis, 13 Februari 2014 Monexnews - Emas memperpanjang reli di tahun 2014, naik ke level tertinggi dalam tiga bulan di tengah spekulasi bahwa stimulus AS akan terus meningkatkan daya tarik pada asset alternatif. Perak juga menguat dalam reli terpanjang sejak tahun 2011. Ketua Federal Reserve Janet Yellen kemarin mengatakan bahwa sementara ini pemulihan di pasar kerja AS masih “jauh dari sempurna,” stimulus akan di pangkas dalam “langkah yang terukur.” Emas naik sebanyak 70 persen dari Desember 2008 sampai Juni 2011 seiring Fed memompa dana lebih dari $2 triliun ke dalam sistem keuangan. Emas, yang tergelincir ke level paling dalam sejak tahun 1981 pada tahun lalu karena beberapa investor kehilangan kepercayaan pada logam mulia sebagai asset haven. Emas settle di atas rata-rata pergerakan 100 hari dalam dua hari terakhir. Presiden bank Fed St. Louis, James Bullard pada hari Rabu mengatakan bahwa bank sentral belum akan “mengambil tindakan“ untuk menghapus stimulus. “Bullard dan Yellen membuat pernyataan yang jelas bahwa the Fed tidak terburu-buru untuk akhiri stimulus,” kata Adam Klopfenstein, yang merupakan analis pasar senior di Archer Financial Service di Chicago. “Berlanjutnya suntikan pelonggaran moneter ke system keuangan akan membantu emas.” Emas berjangka untuk pengiriman bulan April menguat 0.4% untuk settle di $1.295 di Comex New York, setelah sebelumnya sempat mencapai $1.296.40, level tertinggi sejak 8 November. Harga emas di tutup untuk reli enam sesi beruntun, reli terpanjang sejak Juni 2012. (fsyl) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| RealTrade|Forex Trading-Best Forex Broker | Forex | |||
| Trading Emas & Forex Mini Account Broker Lokal (LEGAL) | Lainnya | |||
| Broker Mini Account Forex| Indeks | Gold Mulai dari 0,1 Lot | Investasi dan Keuangan | |||
| [IKTRUST FOREX BROKER] CFD,FOREX,METAL,Local Depositor,Bonus 40%,Free Scalping | Forex | |||
| Gainsy Forex Broker- Spread 0,1 -Depo $10 | Forex | |||