| FAQ |
| Calendar |
|
|||||||
| Lounge Berita atau artikel yang unik, aneh, dan menambah wawasan semuanya ada disini dan bisa dishare disini. |
![]() |
|
|
Thread Tools |
|
#61
|
||||
|
||||
|
|
|
#62
|
||||
|
||||
|
JANGAN ASAL BEKERJA KERAS
Tak jadi masalah bila anda bekerja keras, berpayah-payah hingga larut malam, serta membanting tulang tak terperi. Asalkan anda menemukan kebahagiaan dalam setiap tetes keringat anda. Atau setidaknya anda merasakan keceriaan dalam setiap gerak kerja anda. Maka kelelahan pun terbayar tunai dengan wajah anda yang berseri-seri. Bukankah hanya kegembiraan yang anda cari selama ini? Namun semua itu akan sia-sia bila anda mengisi kerja keras anda dengan keluhan dan bersungut-sungut. Apalagi bila tak sedikit orang melontarkan kekecewaannya pada anda. Bukankah kekecewaan mereka amat dengan mudah menjadi kekecewaan anda pula. Di situlah letak perbedaan antara orang yang bekerja karena kelimbungan diri, tak mampu menemukan pijakan yang berharga dalam kerja mereka, dengan mereka yang bekerja penuh kepribadian. Maka, jangan asal bekerja keras; nikmatilah. Bila anda tak menemukannya, tinggalkan. Cari, carilah yang membuat anda menyenangi dan disenangi pekerjaan anda.
|
|
#63
|
||||
|
||||
|
Percaya Diri, Diri yang Mana?
Banyak orang pandai menyarankan agar kita memiliki kepercayaan diri yang kuat. Pertanyaannya adalah diri yang manakah yang patut kita percayai. Apakah panca indera kita? Padahal kejituan panca indera seringkali tak lebih tumpul dari ujung pena yang patah. Apakah tubuh fisik kita? Padahal sejalan dengan lajunya usia, kekuatan tubuh memuai seperti lilin terkena panas. Ataukah pikiran kita? Padahal keunggulan pikiran tak lebih luas dari setetes air di samudera ilmu. Atau mungkin perasaan kita? Padahal ketajaman perasaan seringkali tak mampu menjawab persoalan logika. Lalu diri yang manakah yang patut kita percayai? Semestinya kita tak memecah-belah diri menjadi berkeping-keping seperti itu. Diri adalah diri yang menyatukan semua pecahan-pecahan diri yang kita ciptakan sendiri. Kesatuan itulah yang disebut dengan integritas. Dan hanya sebuah kekuatan dari dalam diri yang paling dalamlah yang mampu merengkuh menyatukan anda. Diri itulah yang patut anda percayai, karena ia mampu menggenggam kekuatan fisik, keunggulan pikiran dan kehalusan budi anda.
|
|
#64
|
||||
|
||||
|
KUATKANLAH JIWA ANDA
Jadilah laksana pensil. Meski pensil patah berkali-kali, batu jelaga hitam di dalamnya masih bisa anda pakai untuk menulis. Bahkan hingga ke patahan terakhir, pensil tak kehilangan "jiwanya"; sang batu jelaga hitam itu. Ketika batang pensil telah lenyap terserut, sang "jiwa" pensil tetap abadi. Mungkin ia kini telah membentuk sketsa seorang pelukis, atau coretan rumus fisika seorang jenius, atau hanya sekedar garapan pekerjaan rumah seorang murid sekolah dasar. Bahkan ketika sang pelukis atau sang jenius telah tiada, sketsa itu dikenang dalam pigura, dan rumus fisika itu telah mengubah hidup banyak orang. Jadilah jiwa yang kuat. Meski tubuh anda dipatahkan berkali-kali, jangan sampai kehilangan jiwa kuat anda. Karena kekuatan jiwa mengilhami diri anda sendiri. Dan, ketika jiwa kuat anda mengilhami orang lain, ia menjadi abadi, dikenang dalam tindakan dan mengubah hidup banyak orang. Keabadian memang tidak terletak pada tubuh fisik anda, namun pada jiwa anda; si batu jelaga hitam pensil itu.
|
|
#65
|
||||
|
||||
|
SALAM KEPADA SEMUA
Tak peduli siapa pun anda, bila jari anda tersulut api, melepuhlah tanpa ayal. Api tak mengenal siapa nama anda, apa kebangsaan dan kelompok, serta semua atribut-atribut yang anda bawa sepanjang hari. Api akan membakar. Sia-sialah kesombongan jari di hadapan sang api yang melepuhkan. Karena kita berpijak di atas bumi yang sama, meringkuk di bawah langit yang sama, berusaha di terik matahari yang sama, maka sesungguhnya tiada guna keangkuhan atas nama diri sendiri, atas nama kebangsaan, atas nama kelompok, bahkan atas nama segala sesuatunya. Sejatinya manusia bergerombol dalam satu ras, yaitu ras manusia. Maka, atas nama manusialah kita berjabatan tangan. Mari, kita singkirkan perbedaan yang kita agung-agungkan. Setiap manusia unik, itu adalah pasti. Namun, di hadapan keAgungan Penguasa Alam Raya Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, manusia adalah sama merayap, sama merangkak, sama bersujud, sama mengangkat tangan, sama menengadahkan kepala, sama mempersembahkan air mata. Tak ada benteng yang patut kita tinggikan, selain persaudaraan antar sesama kita.
|
|
#66
|
||||
|
||||
|
LUASKAN PANDANGAN ANDA
Seorang bijak pernah bercerita, Ada tiga orang tukang batu sedang bekerja. Yang pertama berkata, "Aku sedang menyusun batu bata-batu bata ini." Yang ke dua berkata, "Aku sedang mendirikan tembok." Sedangkan yang ke tiga berkata, "Aku sedang membangun sebuah istana." Sedang apakah anda? Apakah anda mampu melihat sesuatu yang besar, jauh melintasi cakrawala, mengatasi kesempitan pandangan, dan melewati batas-batas pikiran? Kita semua memang sedang menyusun batu-batu kecil, merekatkannya dengan batu-batu orang lain untuk mewujudkan selembar dinding batu. Namun, pada saat yang sama di sisi yang tak selalu tampak, bangsa-bangsa dan generasi-generasi lain juga menegakkan dinding-dinding yang bila ditautkan membentuk sebuah istana megah. Tiada sesuatu, meski hanya sebesar biji bayam, yang sia-sia. Lakukan karya anda, meski kecil, namun penuh cinta dan kebaikan. Maka, anda menyumbangkan sesuatu yang berharga bagi kesempurnaan bangunan istana kehidupan ini.
|
|
#67
|
||||
|
||||
|
TERANGNYA PIKIRAN POSITIF
Entah mengapa pita film yang digunakan dalam fotografi disebut dengan film negatif. Barangkali karena kita hanya melihat bayangan hitam gelap dan kelabu di sana. Namun, bila kita bersedia mencuci dan mencetaknya dengan baik, kita akan dapati citra indah sebagaimana mestinya. Demikian pula ibarat untuk menggambarkan pikiran negatif; pikiran yang hanya merekam gambar kelam dari setiap kejadian. Anda takkan dapati warna-warni kehidupan, karena cahaya ditangkap sebagai kegelapan. Untuk itulah, mengapa kita disarankan untuk melihat segala sesuatunya dengan kacamata positif. Tatapan yang memandang cahaya sebagai cahaya, kebaikan sebagai kebaikan, keindahan sebagai keindahan. Tanpa cahaya, kita tak dapat melihat apa-apa. Semua yang tampak adalah indah terpantul oleh cahaya. Mengapa, setelah menemukan cahaya, lantas kita memasukkannya ke dalam kamar gelap?
|
|
#68
|
||||
|
||||
|
cakep...Ndan,......
|
|
#69
|
||||
|
||||
|
Thx dah mampir ndan, semoga bermanfaat...
|
|
#70
|
||||
|
||||
|
ARTI SEKEPING UPAH
Seorang pemuda yang telah lama membujang akhirnya memutuskan untuk menikah dan segera mempunyai anak. Katanya, "Apalah artinya aku bekerja setiap hari, bila tak tahu kepada siapa aku harus membelanjakan upah yang kuterima?" Apakah artinya upah bagi anda? Setiap sen upah yang anda terima adalah wujud hasil kerja dan kekuatan diri anda. Upah adalah sebentuk baru dari energi kekuatan yang mengalir melalui setiap tetes keringat anda. Energi itu sebelumnya telah mengarungi lautan komis, sinar matahari, gelombang ombak samudra bahkan dedaunan hijau. Kini ia singgah di genggaman anda. Namun, anda takkan dapat menghentikan perjalanannya. Ia harus terus melaju ke manapun ia akan mengalir. Energi adalah aliran abadi alam raya. Itulah mengapa anda selalu berkeinginan membelanjakan upah anda. Namun, bukan sekedar menghamburkannya, anda harus menjadi tempat persinggahan terbaik bagi energi itu. Anda bisa tunjukkan jalan kemana energi itu menuju. Berikan kepada mereka yang anda cintai dengan setulus hati demi kebaikan hidup ini. Di sanalah anda temukan makna dalam setiap keping upah yang anda terima.
|
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| Kumpulan Motivasi Pak Mario | Jokes | |||
| [LOUNGE] Kumpulan Cerita MOTIVASI, UPDATE TERUS ++ | Lounge | |||
| Kumpulan motivasi mario teguh | Lounge | |||
| Kumpulan CERITA & MOTIVASI | Curhat | |||
| Kumpulan Motivasi Untuk Semua | Business | |||