| FAQ |
| Calendar |
|
#601
|
||||
|
||||
![]() Penantian Pasar Atas Pertemuan Fed, Topang Dolar Dolar menguat terhadap mata uang utama pada perdagangan sesi Rabu, bersamaan dengan para pelaku pasar menantikan risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve bulan Maret yang dijadwalkan akan dirilis pada hari ini. Greenback menemukan dukungan setelah Institute of Supply Management pada hari Selasa melap;orkan indeks pembelian manajer non-manufaktur meningkat menjadi 54,5 bulan lalu dari 53,4 pada bulan Februari. Namun data positif tersebut ternodai dengan data yang menunjukkan defisit perdagangan AS melebar menjadi $47,06 miliyar pada bulan Februari dari $45,88 miliar pada bulan Januari. Saat ini, para pelaku pasar tengah menantikan kesimpulan hasil pertemuan kebijakan the Fed di Maret yang akan dirilis Rabu, sebagai indikasi baru terhadap bagaiaman suku bunga AS kedepannya. Indeks dolar AS, yang mencatat perdagangan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,30% pada level 94,89, beranjak dari level terendah lima setengah bulan di minggu lalu pada level 94,30. |
|
#602
|
||||
|
||||
![]() Pernyataan Pejabat ECB Hempaskan Euro Euro kehilangan kekuatan di sesi Kamis ini terhadap dolar setelah para pejabat senior Bank Sentral Eropa menegaskan bahwa mereka siap menyuntikkan stimulus lebih jika diperlukan. kepala ekonom ECB, Peter Praet, mengatakan bank sentral siap untuk melakukan lebih besar lagi jika ekonomi zona euro dilanda guncangan baru. "Jika guncangan buruk terus terjadi, langkah-langkah kita dapat disesuaikan kembali mengikuti kondisi," katanya. Komentar inipun digaungkan oleh Wakil Presiden ECB Vito Constancio yang mengatakan dalam pidatonya kepada Parlemen Eropa bahwa bank sentral akan terus melakukan apa pun untuk mengejar tujuan stabilitas harga. Secara terpisah, Presiden ECB Mario Draghi memperingatkan bahwa 2016 ini akan menjadi tahun yang penuh tantangan lainnya dalam laporan tahunan bank sentral pada hari Kamis. "Kami menghadapi ketidakpastian tentang prospek ekonomi global. Kami terus menghadapi penurunan laju inflasi yang cukup besar. Dan kami menghadapi pertanyaan tentang arah Eropa dan ketahanan terhadap guncangan baru, " laporan itu mengungkapkan. EUR/USD terpantau turun 0,18% ke level 1,1381, dari level tertinggi lima setengah bulan 1,1454 yang dicapai tadi malam. Sementara Euro berada di posisi terendah satu bulan terhadap yen cukup kuat, dengan EUR/JPY turun 1,46% ke level 123,28. Namun demikian, Euro masih cukup kuat terhadap dolar yang melemah setelah risalah pertemuan Federal Reserve Maret pada Rabu menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga pada pertemuan akhir bulan ini tidak mungkin terjadi. Nada dovish risalah tersebut menggarisbawahi komentar Ketua Fed Janet Yellen yang pekan lalu mengatakan bahwa risiko terhadap prospek ekonomi global menyebabkan pendekatan dengan sangat hati-hati terhadap pengetatan kebijakan moneter. |
|
#603
|
||||
|
||||
![]() Meski Menguat, Dollar Masih Tetap Rentan Dolar rebound dari level terendah 18-bulan terhadap yen pada hari Jumat dan tetap stabil terhadap euro disebabkan sentimen greenback masih rentan karena meski data ekonomi AS menunjukkan optimisme namun masih berada di bawah bayang-bayang risalah pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve. Greenback berada di bawah tekanan kuat terhadap yen setelah risalah pertemuan kebijakan bulan Maret Fed pada Rabu menunjukkan bahwa bank sentral kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga sebelum bulan Juni akibat dari kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global. Dalam notulen pertemuan tersebut juga menunjukkan bahwa "sejumlah" pembuat kebijakan masih meyakini guncangan yang menggoda pertumbuhan masih akan bertahan selain itu masih banyak yang menunjukkan sikap hati-hati terhadap menaikkan tarif. Sebelumnya para pelaku pasar mengabaikan laporan dari AS Departemen Tenaga Kerja pada Kamis yang melaporkan jumlah klaim tunjangan pengangguran awal pada pekan hingga 2 April mengalami penurunan sebesar 9.000 menjadi 267.000 pengajuan dari total pekan sebelumnya 276.000. Analis memperkirakan klaim pengangguran turun 6.000 ke level 270.000 minggu lalu. USD/JPY naik 0,39% ke level 108,63, masih dekat dengan level terendah 18-bulan di sesi Kamis 107,66. Sementara EUR/USD bergerak tipis ke level 1,1375, setelah mencapai level tertinggi enam bulan 1,1454 pada hari Kamis. Indeks dolar AS, yang mencatat pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama, stabil di level 94,55, menguat relatif tipis dari level terendah enam bulan di sesi Kamis 94,03. |
|
#604
|
||||
|
||||
![]() Tokyo Kembali Wanti-wanti Penguatan Yen Peringatan lainnya atas kemungkinan intervensi pemerintah Jepang masih belum cukup untuk menghentikan penguatan yen pada hari Senin, dolar jatuh di bawah 108 yen ke level terendah 17 bulan baru. Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga mengatakan kesepakatan Kelompok 20 untuk menghindari devaluasi kompetitif tidak berarti Jepang tidak dapat melakukan intervensi terhadap pergerakan mata uang dalam satu sisi, bahasa pernyataan yang telah menandai intervensi di masa lalu. "Katalis pekan ini akan menjadi apa yang terjadi di pasar kredit dan ekuitas," kata Michael Sneyd, ahli strategi di BNP Paribas di London. Yen, sebaliknya, telah mencatat penguatan selama tiga minggu berturut-turut terhadap dolar. Yen naik 0,3 persen k elevel ¥107,88 per dolar pada sesi Senin, setelah mencapai level di atas 107,63 di perdagangan Asia. Suga mengatakan dalam konferensi pers, pemerintah memantau pasar valuta asing dengan rasa urgensi, dengan menyebutkan yen bergerak satu sisi dan spekulatif. Tapi yang logika berjalan adalah bahwa Tokyo tidak dapat dengan mudah melakukan intervensi menjelang pertemuan G20 di Washington pekan ini dan putaran KTT G7 pada bulan Mei. |
|
#605
|
||||
|
||||
![]() Mata Uang Komoditas Memulih Terhadap Dolar AS Dolar AS naik tipis terhadap yen dan mata uang komoditas perlahan memulih dari penurunan setelah para pelaku pasar melihat aksi mogok pekerja minyak dan gas Kuwait mendukung harga minyak dan antisipasi volatilitas yang rendah minggu ini. Dolar terakhir naik 0,07 persen terhadap yen di level 108,81 setelah merosot ke level bawah sesi 107,81, mendekati level terendah 17 bulan 107,61 pada minggu lalu. Safe haven yen sebelumnya rally, sementara mata uang komoditas anjlok, setelah rencana pembatasan produksi minyak pada level saat ini mentok pada hari Minggu ketika Arab Saudi menuntut agar Iran bergabung pada pertemuan di Doha. Harga minyak Brent meluncur sebanyak 7 persen pada awal perdagangan karena investor mendapat kesempatan pertama mereka untuk bereaksi terhadap berita tersebut, tapi kembali melemah dan terakhir turun 2,6 persen. Pemogokan di Kuwait, yang dipandang sebagai membatasi pasokan minyak dalam jangka pendek, dan harapan pasar 'bahwa Bank Sentral Eropa tidak akan mengumumkan perubahan kebijakan kejutan minggu ini memnbatasi dampak dari pertemuan Doha, kata Richard Cochinos, kepala strategi FX G10 Eropa di London. Aksi mogok di Kuwait mengarahkan anggota OPEC untuk mengurangi produksi dan produksi penyulingan minyak mentah pada hari Minggu. ECB akan bertemu di Frankfurt, Kamis. Mata uang terkait komoditas seperti dolar Kanada dan rubel Rusia masih mencatat penurunan, namun naik dari posisi terendahnya, sementara dolar Australia sepenuhnya pulih dan berada di level atas 9 setengah bulan terhadap greenback $0,7739. Euro terakhir naik 0,35 persen terhadap dolar pada level $1,1320. Dolar terakhir turun 0,32 persen terhadap franc Swiss pada level 0,9640 franc. Indeks dolar, yang mencatat perdagangan greenback terhadap enam mata uang utama, terakhir turun 0,19 persen di level 94,513. |
|
#606
|
||||
|
||||
![]() Mata Uang Komoditas Turun Dari Level Tertinggi Mata uang yang beruhubungan dengan komoditas seperti dolar Australia dan Kanada kembali turun dari level kenaikan baru pada sesi Rabu, setelah rally harga minyak mentah terhenti pasca pekerja minyak di Kuwait hentikan pemogokan selama 3 hari. Dengan indeks Shanghai pimpin penurunan pasar saham, investor kembali ke asset aman tradisional, yen, yang menguat hampir setengah persen terhadap euro dan dolar. Euro stabil di level $1,1361 dengan pilihan pasar menunjukkan aktivitas spekulatif menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa hari Kamis jauh lebih tenang daripada keputusan kebijakan baru. Kehati-hatian Federal Reserve AS atas kenaikan suku bunga, ditambah dengan kebijakan moneter ultra-longgar di Jepang dan Eropa, telah mendorong harga pasar mata uang AS melemah dalam satu bulan terakhir, sehingga secara luas melemahkan greenback. Dengan pasar saham dan komoditas secara umum dalam kondisi lebih optimis pada awal tahun ini, telah mendorong daya tarik mata uang seperti Aussie sehingga menyebabkan suku bunga yang lebih tinggi. Penurunan 2 persen harga minyak pada Rabu, cukup untuk melemahkan mata uang Australia sepertiga persen menjadi $0,7788. Dolar Kanada jatuh ke level C$1,2710 setelah menguat hingga level C$ 1,2630 per US dolar. |
|
#607
|
||||
|
||||
![]() Euro Direntang Sempit Pra Pertemuan ECB Euro stabil terhadap dolar dan yen pada sesi Kamis karena para pelaku pasar menantikan pertemuan Bank Sentral Eropa hari ini, di mana tidak ada langkah-langkah kebijakan baru yang diharapkan. ECB secara luas diperkirakan masih mempertahankan suku bunga pada rekor terendah setelah meluncurkan sejumlah kebijakan baru bulan lalu, termasuk pemotongan suku bunga, tambahan pembelian obligasi bulanan dan pinjaman lebih murah ke perbankan. Namun rally euro menjelang pertemuan setelah ketua ECB Mario Draghi menyatakan bahwa pemotongan suku bunga lebih lanjut mungkin tidak diperlukan. Draghi diperkirakan akan bereaksi terhadap kritik kebijakan moneter ultra longgar dari pejabat Jerman, ketika Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan bahwa suku bunga negatif melukai sistem perbankan. EUR/USD berada di level 1,1286, jauh di bawah level tertinggi 1,1387 yang disentuh pada hari Rabu. EUR/JPY bergerak ke level 123,95. Euro juga stabil terhadap pound, dengan EUR/GBP di level 0,7873. Sterling hampir tidak berubah terhadap dolar setelah data, dengan GBP/USD di level 1,4339. Indeks dolar AS, yang mencatat pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama, stabil di level 94,55. |
|
#608
|
||||
|
||||
![]() Data Ekonomi AS Positif, Dolar Justru Melemah Dolar bergerak melemah terhadap mata uang utama pada sesi Rabu, bahkan setelah data yang menunjukkan penjualan rumah di AS positif bahkan dengan angka di atas perkiraan pada Maret karena sentimen terhadap greenback masih rapuh menjelang pernyataan kebijakan Federal Reserve hari ini. National Association of Realtors mengatakan indeks penjualan rumah tertunda naik 1,4% bulan lalu, mengalahkan ekspektasi untuk kenaikan 0,5%. Penjualan rumah yang tertunda pada bulan Februari naik 3,4%, yang mana angka tersebut sedikit direvisi turun dari kenaikan yang dilaporkan sebelumnya sebesar 3,5%. Investor tetap berhati-hati menjelang pernyataan kebijakan Fed di tengah ketidakpastian yang sedang berlangsung mengenai kapan waktunya kenaikan suku bunga di masa depan. Pelaku pasar juga menantikan kesimpulan pertemuan kebijakan Bank of Jepang pada hari Kamis di tengah tingginya harapan langkah-langkah pelonggaran baru. USD/JPY turun tipis 0,13% ke level 111,17. EUR/USD naik 0,26% diperdagangkan pada level 1,1326. Dolar sedikit menguat terhadap pound, dengan GBP/USD turun 0,14% di level 1,4563 namun melemah terhadap franc Swiss, dengan USD/CHF turun 0,17% di level 0,9718. Dolar Australia dan Selandia Baru masih lemah, dengan AUD/USD turun 2,07% di level 0,7587 dan dengan NZD / USD turun 0,62% ke level 0,6856. Terhadap mata uang lainnya, USD/CAD naik tipis 0,19% ke level 1,2627, dari posisi terendah sembilan bulan 1,2572 yang disentuh di awal sesi. Indeks dolar AS, yang mencatat kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,13% diperdagangkan pada level 94,33. |
|
#609
|
||||
|
||||
![]() ‘Warning’ Dari Tokyo Sebabkan Yen Loyo Dolar mencapai penguatan dalam 10 hari terhadap yen pada hari Senin setelah menteri keuangan Jepang mengatakan secara langsung bahwa Tokyo siap campur tangan di pasar mata uang jika yen bergerak stabil dan akhirnya merusak perdagangan dan ekonomi. Dalam sesi yang bergaam untuk pasar saham, penurunan yen membantu menghasilkan beberapa keuntungan terbatas pada Nikkei, sementara sejumlah data pesanan industri yang kuat dari Jerman membantu saham Eropa pulih dari pekan terburuk sejak pertengahan Februari. Namun indeks Shanghai tenggelam hampir 3 persen setelah data perdagangan Cina lebih buruk dari perkiraan. Kedua data tersebut menambah keraguan tentang laju pertumbuhan global dan kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini yang dihasilkan dari data pekerjaan AS Jumat. Penguatan drastis hampir 15 persen yen menjadi cerita besar mata uang tersebut dalam enam bulan dan para pelaku pasar masih skeptis atas kemungkinan Tokyo membuat hasil positif atas ancaman yang terus berulang untuk melawan pergerakan harga dengan tidak adanya dukungan global. Dolar, yang menyentuh level terendah 18 bulan terhadap yen di pekan lalu, naik hampir setengah persen pada perdagangan pagi di London di level ¥107,60. Turun dari level ¥123 pada Desember lalu. |
|
#610
|
||||
|
||||
![]() Laporan Empire State Sebabkan Dolar Bergerak Tipis? Dolar bergerak tipis terhadap mata uang utama pada Senin, karena investor menunggu rilisan data aktivitas manufaktur wilayah New York sebagai indikasi lebih lanjut kekuatan ekonomi AS. Dolar melemah terhadap safe haven yen yang menguat setelah data resmi output pabrik China melambat menjadi 6% pada bulan April, berbanding ekspektasi 6,5%. Investasi dan penjualan ritel juga tumbuh lebih lambat dari yang diharapkan pada bulan lalu, menambah kekhawatiran atas perlambatan d negara ekonomi terbesar kedua dunia. Greenback masih ditopang oleh data dari Departemen Perdagangan AS yang Jumat kemarin menunjukkan penjualan ritel AS melonjak 1,3% pada bulan April, melampaui ekspektasi ekonom untuk kenaikan 0,8%. Selain itu, data awal indeks sentimen konsumen University of Michigan dilaporkan di level 95,8 pada Mei, naik dari 89,0 pada bulan April dan jauh di atas perkiraan di angka 90,0. Data optimis meredakan kekhawatiran atas prospek ekonomi AS dan kembali menyulut harapan bahwa Federal Reserve bisa saja akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diantisipasi. USD/JPY naik tipis 0,25% ke level 108,92. EUR/USD stabil di level 1,1309. Dolar menguat terhadap pound, dengan GBP/USD turun 0,31% ke level 1,4334 dan stabil terhadap franc Swiss, dengan USD/CHF diperdagangkan pada level 0,9768. Indeks dolar AS, yang mencatat kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, stabil di level 94,63, masih di dekat level atas tiga pekan 94,84 yang disentuh pada Jumat akhir pekan kemarin. |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| Aussie Petik Keuntungan Pasca Positifnya Data Ekonomi Tiongkok | Forex | |||
| [MasterForex] Data ekonomi dan Fundamental oleh MasterForex | Forex | |||
| [ForexStars] Data Ekonomi dan Fundamental | Forex | |||
| JUAL (update) Tiket Ekonomi Semarang Jakarta tanggal 26 Agustus 2012 | Tour & Travel | |||
| JUAL WTB Fundamental of Thermodynamic, Fundamental of Heat and Mass Transfer Text Book | Buku Pelajaran | |||