| FAQ |
| Calendar |
|
#51
|
|||
|
|||
|
Technical Outlook 13 Januari 2014
� EUR/USD. Bias netral dalam jangka pendek dengan kisaran penting harian yang di pantau dengan ketat terlihat di antara area 1.3575 – 1.3655. Break ke atas area 1.3655 akan berikan kesempatan lainnya untuk skenario bullish menguji kembali ke wilayah 1.3700. Di sisi lain, break ke bawah area 1.3575 dapat menjadi sinyal awal dari skenario reversal bearish. � GBP/USD. Bias bearish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break ke bawah area 1.6415 untuk memicu tekanan bearish lanjutan menguji ulang ke wilayah 1.6370. Pada sisi atas, resisten terdekat terlihat di kisaran area 1.6500, break konsisten ke atas dari area tersebut akan membawa harga menuju zona netral menguji ulang ke wilayah 1.6560. � USD/JPY. Outlook utama bullish seharusnya masih berlaku dan kami masih cenderung pilih skenario bullish namun bias adalah netral dalam jangka pendek. Support terdekat terlihat di kisaran area 104.00 di ikuti ke wilayah 103.80. Resisten terdekat terlihat di kisaran area 104.50 yang mana di perlukan untuk menembus ke atas wilayah tersebut untuk lanjutkan skenario utama pada bullish setidaknya ke wilayah 105.00. � USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break ke atas area 0.9055, untuk memicu momentum bullish lanjutan menguji ulang ke wilayah 0.9090. Pada sisi bawah, support terdekat terlihat di kisaran area 0.8985, break konsisten lainnya ke bawah dari area tersebut akan membawa harga menuju zona netral seiring petunjuk akan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek menguji ulang ke wilayah 0.8925. � AUD/USD. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break ke atas area 0.8975, untuk memicu tekanan bullish lanjutan menargetkan ke wilayah 0.9025. Pada sisi bawah, support terdekat terlihat di kisaran area 0.8920, break konsisten ke bawah dari wilayah tersebut akan membawa harga menunju zona netral dalam jangka pendek mungkin menguji ulang ke area support selanjutnya di 0.8880 - 0.8860. � XAU/USD. Bias bullish dalam jangka pendek, namun kami pikir itu akan terbatas seiring harga berada di wilayah jenuh beli pada grafik 4 jam. Resisten terdekat terlihat di kisaran 1.255 sebelum mencoba menguji ke area 1.268 dalam jangka menengah. Untuk sisi bawah, support terdekat terlihat di kisaran 1.238, break ke bawah dari area tersebut berpotensi memicu bearish lanjutan menuju area 1.230 atau bahkan 1.220 dalam jangka menengah. Secara keseluruhan, selama harga tidak mampu menembus ke atas 1.255 bias dapat berubah menjadi bearish untuk hari ini. � Hang Seng Futures. Bias netral dalam jangka pendek. Resisten terdekat terlihat disekitar area 23020, sementara support terdekat terlihat disekitar area 22850. Break di atas area 23020 seharusnya memicu momentum bullish menguji area 23165. Disisi lain, break konsisten dibawah area 22850 akan menambah tekanan bearish menguji kembali area 22700. DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
|
#52
|
|||
|
|||
|
World Bank Naikan Perkiraan Pertumbuhan Global Di Tahun 2014
Rabu, 15 Januari 2014 Monexnews - The World Bank meningkatkan perkiraan pertumbuhan global seiring berkurangnya pelonggaran kebijakan di negara ekonomi maju yang mana itu telah mendukung pemulihan mereka, meningkatkan prospek untuk ekspor dari negara berkembang. Lembaga pemberi pinjaman yang berbasis di Washington melihat ekonomi dunia akan berkembang menjadi 3.2% pada tahun ini, di bandingkan dengan proyeksi di bulan Juni untuk kenaikan 3% dan naik dari 2.4% di tahun 2013. Perkiraan untuk negara maju telah di naikan menjadi 2.2% dari 2%. Sebagian dari kenaikan mencerminkan perbaikan dalam 18 negara yang tergabung di zona euro, dengan AS berada di depan rekan-rekannya, tumbuh dua kali lipat lebih cepat dari Jepang. Laporan dari lembaga tersebut adalah mencoba untuk memberantas kemiskinan yang ekstrim di tahun 2030 dengan indikasi pertumbuhan dalam perdagangan dunia pada tahun ini naik hampir dua kali lipat dari 2012, seiring ekonomi negara maju naikan ekonomi negara-negara berkembang yang bergantung pada ekspor. Pada saat yang sama, penarikan stimulus moneter di AS mungkin naikan suku bunga, melukai negara-negara miskin karena investor kembali membeli aset negara-negara maju seperti Treasuries, menurut bank dunia. “Menguatnya produksi di antara negara-negara berpenghasilan tinggi telah membuat pergeseran yang signifikan dari beberapa tahun terakhir ketika negara berkembang akan di tarik dengan sendirinya menuju ekonomi global,” kata bank dalam laporan Global Economic Prospect yang di laporkan setahun dua kali. Permintaan impor dari negara kaya “seharusnya membantu mengurangi pengetatan yang tak terelakan dari kondisi keuangan global yang akan menyebabkan kebijakan moneter di negara maju akan kembali normal. (fsyl) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
|
#53
|
|||
|
|||
|
Sterling Perlu Atasi MA 50
Kamis, 16 Januari 2014 Monexnews - Pada grafik harian, turunnya indikator MACD dan Stochastic dapat menyediakan tekanan penurunan bagi sterling. Meski sterling kembali keluar dari channel bullish namun sterling sepertinya masih berupaya untuk kembali ke dalam channel bullish. Sterling perlu mencatatkan level penutupan harian di bawah MA 50 (1.6300) untuk menambah tekanan penurunan; dimana kegagalan dapat isyaratkan potensi pergerakan sideways. Sentimen bullish belum lah hilang mengingat sterling masih diperdagangkan di atas MA 50-100-200. Untuk jangka pendek, posisi short lebih sesuai selama GBP/USD berada di bawah resistance 1.6400 dengan potensi penurunan 1.6300. Sementara bila harga stabil di atas resistance 1.6400 maka sterling berpotensi menuju 1.6465. Resisten berada di 1.6400 dan 1.6465 (harga tertinggi 4 dan 10 Desember). Support di 1.6300 dan 1.6260 (MA 50 dan harga terendah 13 Desember). Resistance Level : 1.6400, 1.6465, 1.6515 Support Level : 1.6300, 1.6260, 1.6215 (Zulfirman Basir) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
|
#54
|
|||
|
|||
|
Ekonomi China Tumbuh 7.7% Di Kuartal Ke Empat
Senin, 20 Januari 2014 Monexnews - Ekonomi China tumbuh sebesar 7.7% di kuartal keempat dari setahun yang lalu, di laporkan oleh National Bureau of Statistic (Biro Statistik Nasional) di Beijing pada hari ini. Estimasi median dalam survey Bloomberg dari 44 analis sebelumnya menyerukan untuk kenaikan 7.6% pada GDP China. Di Kuartal ketiga, ekonomi China berekspansi sebesar 7.8% dari setahun yang lalu, di tunjukan dalam data yang di rilis sebelumnya Produksi industri China naik sebanyak 9.7% di bulan Desember dari setahun yang lalu, di tunjukkan dalam laporan. Itu di bandingkan dengan estimasi median dari 44 analis untuk kenaikan 9.8% dan kenaikan 10% di bulan November. Investasi aset tetap di luar rumah tangga di pedesaan naik sebesar 19.6% pada periode di bulan Januari sampai bulan Desember dari setahun yang lalu. Itu di bandingkan dengan kenaikan 19.8% dalam estimasi median dalam survey Bloomberg dan kenaikan 19.9% dalam kenaikan pertama dalam 11 bulan di tahun 2013. Penjualan Retail di bulan Desember naik sebanyak 13.6% dari setahun yang lalu. Perkiraan median sebelumnya menyerukan untuk kenaikan 13.6%. Pertumbuhan GDP di tahun 2013 sebesar 7.7%, di bandingkan dengan estimasi median untuk kenaikan 7.7% dalam survey Bloomberg terhadap 31 analis. Ekonomi berkespansi sebesar 7.7% di tahun 2012, menurut data yang di rilis sebelumnya. Biro statistik nasional merilis angka-angka ekonomni dalam pernyataannya di Beijing pada hari ini sebelum konfrensi pers untuk membahas data. (fsyl) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
|
#55
|
|||
|
|||
|
Technical Outlook 21 Januari 2014
EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek namun memerlukan break ke bawah area 1.3530 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju area 1.3485. Untuk pergerakan naik, resisten terdekat ada di sekitar area 1.3615, break konsisten ke atas area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral setelah arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek. GBP/USD. Bias netral dalam jangka pendek dengan potensi range perdagangan di sekitar area 1.6490 – 1.6330. Break ke atas 1.6490 dapat memicu skenario koreksi bullish lanjutan kembali menguji area 1.6540. Untuk pergerakan turun, hanya break kembali ke bawah area 1.6330 dapat mengubah bias harian kembali bearish menuju support kunci pada area 1.6260. USD/JPY. Bias netral dalam jangka pendek. Support terdekat terlihat disekitar area 103.80, sementara resisten terdekat berada pada area 104.50. Break dibawah area 103.80 seharusnya menambah tekanan bearish menguji area 103.40. Disisi lain, break konsisten di atas area 104.50 akan memicu momentum bullish menguji kembali area 104.90. USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek menguji area 0.9110, break diatas area tersebut seharusnya memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 0.9150. Disisi lain, support terdekat terlihat disekitar area 0.9075, break konsisten dibawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral, lebih jauh menguji area 0.9040. AUD/USD. Bias masih bearish dalam jangka pendek namun memerlukan break ke atas area 0.8740 untuk memicu momentum bearish lanjutan setidaknya menuju area 0.8690. Untuk pergerakan naik, resisten terdekat ada di sekitar area 0.8825, break konsisten ke atas area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral kembali menguji resisten kunci pada area 0.8850 – 0.8880 dalam jangka pendek. XAU/USD. Bias bullish selama harga bertahan di atas area 1250. Dibutuhkan break diatas area 1265 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 1275. Disisi lain, break konsisten dibawah area 1250 akan membawa bias kembali ke netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, lebih jauh menguji area 1235. Hang Seng Futures. Bias netral dalam jangka pendek dengan rentang potensi perdagangan berada diantara area 22850 – 23000. Break dibawah area 22850 seharusnya memicu momentum bearish menguji area 22720. Disisi lain, break diatas area 23000 akan memicu momentum bullish menguji area 23130. Nikkei Futures. Bias netral dalam jangka pendek. Resisten terdekat terlihat disekitar area 15850 sementara support terdekat berada pada area 15580. Break diatas area 15850 akan memicu momentum bullish menguji area 15950. Disisi lain, break konsisten dibawah area 15580 akan membawa bias kembali ke bearish menguji area 15375. Kospi Futures. Bias is bullish dalam jangka pendek menuju area 257.30, dibutuhkan break ke atas area ini untuk memicu momentum bullish lanjutan menguji area 259.20. Kegagalan untuk menembus ke atas area 257.30 dapat memicu koreksi bearish seiring stochastic dan MACD apda grafik 1 jam mengindikasikan kondisi overbought. Koreksi akan menuju area 255.35 sebagai support terdekat sebelum menguji area 254.20. Hanya break ke bawah area 252.25 yang dapat mengubah bias menjadi bearish. DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
|
#56
|
|||
|
|||
|
Technical Outlook 22 Januari 2014
EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek namun memerlukan break ke bawah area 1.3530 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju area 1.3485. Untuk pergerakan naik, resisten terdekat ada di sekitar area 1.3615, break konsisten ke atas area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral setelah arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek. GBP/USD. Bias netral dalam jangka pendek dengan potensi range perdagangan di sekitar area 1.6460 – 1.6365. Break ke atas 1.6460 dapat memicu skenario koreksi bullish lanjutan menguji kembali area 1.6540. Untuk pergerakan turun, hanya break kembali ke bawah area 1.6365 dapat mengubah bias harian kembali bearish menuju support kunci pada area 1.6330, atau bahkan lebih rendah. USD/JPY. Outlook bullish utama masih valid dan kecenderungan masih pada skenario bullish namun bias netral dalam jangka pendek. Support terdekat terlihat pada kisaran area 103.60 diikuti oleh 103.35. Resisten terdekat terlihat disekitar area 104.75 yang perlu ditembus untuk pergerakan ke atas dan melanjutkan skenario bullish utama menuju setidaknya area 105.45. USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek khusunya jika harga mampu break di atas area 0.9115 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 0.9150. Pada pergerakan kebawah, support terdekat terlihat disekitar area 0.9050, break konsisten dibawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek menguji kembali area 0.9000. AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, namun dibutuhkan break di bawah area 0.8770 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji setidaknya area 0.8700. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat terlihat disekitar area 0.8880, break konsisten di atas area tersebut akan membawa harga ke zona netral menguji kembali resisten kunci 0.8920 – 0.8935 dalam jangka pendek. XAU/USD. Bias netral dalam jangka pendek, dengan rentang potensi perdagangan antara area 1235 – 1250. Break dibawah area 1235 akan membawa harga turun menguji area 1215. Di sisi lain, break konsisten di atas area 1250 seharusnya memicu momentum bullish menguji area 1265. Hang Seng Futures. Bias bulish dalam jangka pendek menguji area 23130. Break di atas area tersebut seharusnya memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 23250. Pada pergerakan kebawah, support terdekat terlihat disketar area 23000, break konsisten dibawah area tersebut akan membawa bias kembali ke netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, lebih jauh menguji area 22880. Nikkei Futures. Bias netral dalam jangka pendek. Resisten terdekat terlihat disekitar area 15850 sementara support terdekat berada pada area 15580. Break diatas area 15850 akan memicu momentum bullish menguji area 15950. Disisi lain, break konsisten dibawah area 15580 akan membawa bias kembali ke bearish menguji area 15375. Kospi Futures. Bias masih bullish selama harga bertahan di atas area 256.50, menuju area 259.20 sebagai target bullish selanjutnya. Sementara break ke abwah area 256.50 dapat memicu koreksi bearish menuju support terdekat di sekitar area 255.65 sebelum menguji area 252.25. DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
|
#57
|
|||
|
|||
|
Manufaktur Cina Lemahkan Aussie
Kamis, 23 Januari 2014 Monexnews - Aussie melemah setelah data manufaktur Cina membuat investor khawatir dengan outlook perekonomian mitra dagang utama Australia tersebut. Indeks manufaktur Cina (versi HSBC) mencapai level 49.6 untuk bulan Januari; lebih rendah dari estimasi 50.6 dan publikasi sebelumnya 50.5. Kontraksi sektor manufaktur Cina di awal tahun 2014 memberikan sinyal tambahan akan berlanjutnya perlambatan ekonomi Cina di kuartal pertama tahun ini. Data di awal pekan menunjukan GDP Cina tumbuh 7,7% untuk kuartal terakhir 2013; lebih rendah dari publikasi kuartal ketiga 2013 yang mencapai 7,8%. Dengan bertambahnya bukti akan berlanjutnya perlambatan ekonomi mitra dagang utama Australia tersebut maka ini dapat mendorong RBA untuk melanjutkan siklus pemangkasan suku bunga pada pertemuan Februari mendatang. Data ekonomi Australia RBA masih membuka kemungkinan pelonggaran moneter lebih lanjut demi menopang momentum pertumbuhan ekonomi Australia. AUD/USD kini diperdagangkan 0.8807; menjauhi level tinggi harian 0.8851 (fr) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
|
#58
|
|||
|
|||
|
Dow Jones Catat Pekan Terburuk Sejak 2012
Sabtu, 25 Januari 2014 Monexnews - Bursa saham As anjlok tajam pada hari Jumat, dengan Dow Jones Industrial Average turun tiga digit dalam dua sesi beruntun dan mencatat pekan terburuk sejak Mei 2012, akibat investor menarik modal dari negara berkembang dan aset lain yang terlihat beresiko. Mata uang negara berkembang mencatat aksi jual terburuk dalam lima tahun terakhir akibat pemerintah Argentina mendevaluasi peso dengan mengurangi dukungan di pasar valuta asing. Mata uang lira Turki tenggelam, hryvnia Ukraina jatuh ke level terendah dalam empat tahun, rand Afrika selatan melemah hingga melampaui 11 per dollar AS untuk pertama kalinya sejak 2008. Tekanan tersebut menambah sentimen negatif setelah sebelumnya sektor manufaktur China menunjukkan kontraksi untuk pertama kalinya dalam enam bulan terakhir, dan aktivitas manufaktur AS menurun meski masih berekspansi. Menurut HSBC Holdings Plc dan Markit Economics angka awal indeks PMI menunjukkan 49,6, dibawah 50,5 pada bulan Desember. Sementara indeks manufaktur AS untuk bulan Januari sebesar 53,7 turun dari bulan sebelumnya ketika mencapai angka 54,4, dan dibawah estimasi sebesar 55,2. “Volatilitas di pasar negara berkembang dan dampak mata uang memberikan pengaruh pada pasar AS. Menyusul penguatan pada tahun lalu saya pikir telah diperkirakan akan terjadi aksi jual yang berlebihan” kata Eric Teal dari First Citizens BancShares Inc. Indeks Dow Jones melemah 318,24 poin menjadi atau 1,96% menjadi 15879,11, S&P 500 anjlok 38,17 poin atau 2,09% menjadi 1790,29, dan Nasdaq kehilangan 90,70 poin atau 2,15% menjadi 4128,17. (pap) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
|
#59
|
|||
|
|||
|
Emas Sentuh Level Tertinggi 2 Bulan
Senin, 27 Januari 2014 Monexnews - Emas kembali diperdagangkan menguat dan menyentuh level tertinggi dua bulan serta memperpanjang rally mingguan terpanjang yang terakhir terjadi pada bulan September 2012 akibat anjloknya mata uang negara berkembang meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Pada pekan lalu mata uang negara berkembang mencatat aksi jual terburuk dalam lima tahun terakhir akibat pemerintah Argentina mendevaluasi peso dengan mengurangi dukungan di pasar valuta asing. Mata uang lira Turki tenggelam, hryvnia Ukraina jatuh ke level terendah dalam empat tahun, rand Afrika selatan melemah hingga melampaui 11 per dollar AS untuk pertama kalinya sejak 2008. Jatuhnya bursa saham global juga memberikan keuntungan bagi emas. Wall Street pada pekan lalu anjlok tajam , dan Dow Jones mencatat pekan terburuk sejak Mei 2012. Volume kontrak di Shanghai Gold Exchange China melebihi rata-rata harian pada kuartal ke empat tahun lalu sekitar 11.525 kg setiap hari sejak 6 Januari lalu. Emas saat ini diperdagangkan pada kisaran $1.272,18 per troy ons setelah sempat menyentuh level tertinggi harian $1.272,96 dan terendah 1.268,65. (pap) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
|
#60
|
|||
|
|||
|
Dollar Jaga Kinerja Vs Yen Jelang FOMC
Selasa, 28 Januari 2014 Monexnews - Dollar mempertahankan penguatan terhadap yen pada perdagangan hari ini jelang dimulainya rapat Federal Reserve selama dua hari. Fed diperkirakan akan kembali memangkas program pembelian obligasi per bulan sebesar $10 miliar. Daya tarik yen sebagai mata uang safe haven memudar setelah adanya spekulasi bank sentral Turki akan menaikkan suku bunga pada rapat luar biasa yang akan digelar hari ini. Peso Meksiko dan aussie pada perdagangan kemarin memimpin penguatan terhadap yen menyusul stabilnya pergerakan bursa saham. Yen pada pekan lalu melonjak akibat aksi jual masif mata uang negara berkembang, meningkatkan permintaan yen sebagai safe haven. Peso Argentina anjlok 15% setelah bank sentral negara tersebut mengurangi intervensi untuk mempertahankan cadangan devisa. Mata uang lira Turki tenggelam, hryvnia Ukraina jatuh ke level terendah dalam empat tahun, rand Afrika selatan melemah hingga melampaui 11 per dollar AS untuk pertama kalinya sejak 2008. “Jika kondisi pasar tetap seperti saat ini, Fed hampir pasti akan kembali memangkas stimulus sebesar $10 miliar pekan ini. Tidak perlu dipertanyakan tren saat ini adalah penguatan dollar dan pelemahan yen” kata Noriaki Murao dari Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. di New York. USDJPY saat ini diperdagangkan pada kisaran 102.70 menjauhi level terendah harian 102.45. (pap) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| RealTrade|Forex Trading-Best Forex Broker | Forex | |||
| Trading Emas & Forex Mini Account Broker Lokal (LEGAL) | Lainnya | |||
| Broker Mini Account Forex| Indeks | Gold Mulai dari 0,1 Lot | Investasi dan Keuangan | |||
| [IKTRUST FOREX BROKER] CFD,FOREX,METAL,Local Depositor,Bonus 40%,Free Scalping | Forex | |||
| Gainsy Forex Broker- Spread 0,1 -Depo $10 | Forex | |||