| FAQ |
| Calendar |
|
|||||||
| Lounge Berita atau artikel yang unik, aneh, dan menambah wawasan semuanya ada disini dan bisa dishare disini. |
![]() |
|
|
Thread Tools |
|
#51
|
||||
|
||||
|
TINGGALKAN SAJA KETIDAKPUASAN ANDA
Apakah anda menyenangi pekerjaan anda? Bila tidak, tinggalkan saja. Namun bila anda tak mampu meninggalkannya, maka senangilah pekerjaan anda. Bila anda tak bisa menemukan sesuatu yang anda senangi, maka terimalah pekerjaan itu apa adanya. Namun, bila anda masih juga berberat hati, maka singkirkan apa yang tak anda senangi dari pekerjaan itu. Tetapi, bila anda tetap tak bisa melakukannya, maka tinggalkan saja. Namun bila anda tak mampu meninggalkannya, maka ulangi terus seluruh pertanyaan di atas hingga anda mendapat keberanian untuk berhenti dan keluar dari lingkaran ini. Diperlukan satu tindakan untuk memutuskan rantai ketidakpuasan; atau anda berputar-putar dalam jerat kekecewaan tiada tentu. Dan, tindakan itu adalah keberanian untuk meninggalkan ketidakpuasan itu.
|
|
#52
|
||||
|
||||
|
LEBIH DARI SEKEDAR UCAPAN TERIMA KASIH
Seorang anak merengek minta dibelikan jagung bakar. Dengan sedikit enggan ibunya mengulurkan selembar uang dan mengawasinya dari kejauhan. Lalu si anak dengan tekun mengikuti gerak-gerik nenek tua penjual jagung bakar memainkan kipas bambunya. Mata kanak-kanaknya membulat terheran-heran pada pletikan biji jagung, asap, serta harum yang tertebar kemana-mana. Sedangkan nenek tua berpakaian lusuh itu tersenyum melirik anak kecil yang jongkok di sebelahnya. Mata tuanya meredup melayang entah kemana. Sesekali dicubitnya pipi anak itu. Kemudian diberikannya jagung bakar itu pada anak yang sedari tadi berharap-harap takjub, katanya, "Ambil saja buatmu nak. Tak usah dibayar." Si ibu mengucapkan terima kasih lalu berkata pada sang ayah, "Lumayan, kita dapat rejeki satu jagung bakar." Lalu mereka meninggalkan taman kota itu dengan kendaraan roda empat mereka. Tunggu dulu wahai ibu! Mengapa kau menyebutnya sebagai rejeki? Bukankah dengan demikian si nenek tua itu malah kehilangan sebagian penghasilannya yang tak seberapa? Tidakkah kau terpanggil untuk membalas pemberian itu dengan sesuatu yang lebih dari sekedar kata terima kasih? Memang, menerima selalu menyenangkan. Namun, memberi dengan sikap tulus lebih membahagiakan. Tahukah kau, wahai ibu, hati nenek tua itu teramat terang; jauh lebih terang dari lampu yang menerangi temaram senja ini.
|
|
#53
|
||||
|
||||
|
IMBALAN JATUH TAK JAUH DARI USAHA
Kata sebuah pepatah, "Langit itu adil." Pasukan yang lebih gigih berperang, lebih gagah bertempur - tak peduli apakah mereka percaya atau tidak pada sang langit - akan meraih kemenangan. Pengusaha yang lebih tekun bekerja, lebih giat berusaha - tak peduli apakah ia yakin atau tidak pada sang langit - akan memperoleh penghasilan. Hukum alam itu sederhana saja. Barang siapa mencelupkan jarinya ke air mendidih, akan mendapatkan lepuh. Sayangnya, angan-angan sering membuat kita mengingkari hukum ini. Hanya karena kita merasa lebih percaya pada sang langit, kita berharap emas jatuh ke pangkuan begitu saja. Padahal tiada imbalan yang dapat diraih tanpa usaha. Usaha dan imbalan tak pernah jauh kemana. Sebuah keyakinan memberi makna pada usaha yang kita terima; sehingga imbalan bukan hanya mempertebal kantung, melainkan juga memenuhi jiwa. Usaha memperkaya tangan. Keyakinan memperkaya batin.
|
|
#54
|
||||
|
||||
|
DANAU YANG TAK MENGALIR KE LAUT
Seorang pengelana pernah menulis, bahwa di suatu wilayah gurun terdapat dua buah danau yang mengalir ke dalamnya banyak sungai. Letak danau-danau itu tidaklah berjauhan. Namun, keduanya menampakkan perbedaan fenomena alam yang luar biasa. Danau pertama adalah danau biasa berair tawar yang segar. Ia memiliki beberapa anak sungai yang mengalir ke hilir. Ia adalah danau sebagaimana danau lain dengan kehidupan sewajarnya. Sedangkan danau kedua, yang lebih besar, menjadi keanehan yang tiada taranya. Ia tak memiliki anak sungai yang mengalirkan airnya ke laut. Hanya sengat panas gurun yang menguapkan airnya. Tak heran bila kandungan mineral dan garamnya teramat tinggi. Begitu tinggi sehingga kita dapat mengapung di permukaan begitu saja. Hampir-hampir tak ada kehidupan dalam danau itu. Pantaslah bila peta mencatatnya dengan nama "Laut Mati". Begitulah kedua danau itu menjadi ibarat mengenai apa jadinya bila kita hanya berupaya mengumpulkan kepemilikan tanpa sekalipun membagikannya pada orang lain. Kehidupan yang wajar adalah kehidupan yang saling menerima dan memberi. Peta lebih tahu apa julukan bagi mereka yang suka menggenggamkan tangan, tanpa mau mengulurkannya.
|
|
#55
|
||||
|
||||
|
Bagus-bagus ndan
Lanjutkan !!! ![]() ane nyimak satu2 dulu ya ndan titip lapak ane ndan Bisnis PTC Rupiah Mantap & Terpercaya |
|
#56
|
||||
|
||||
|
Quote:
|
|
#57
|
||||
|
||||
|
TIUPAN YANG MENGHANGATKAN SEKALIGUS MENYEJUKKAN
Saat udara dingin, bagian tubuh yang mudah menggigil beku adalah telapak tangan kita. Tahukah anda cara termudah untuk menghangatkannya? Ya!, anda bisa meniup-niup telapak tangan anda. Udara yang terhembus dari mulut anda akan memuaikan dingin dan menghangatkan telapak tangan anda. Dan, saat udara dingin, kita dapat menghangatkan seluruh tubuh dengan meneguk secangkir kopi anas. Tapi tentu tak mudah bagi kita untuk meminum kopi yang sedang mendidih. Tahukah anda cara termudah untuk mendinginkan kopi panas itu? Ya!, anda bisa meniup-niupnya. Udara yang terhembus dari mulut anda akan menyingkirkan panas dan menyejukkan permukaan kopi. Kini anda bisa mereguknya dengan suka cita. Lihatlah!, tiupan yang sama itu mampu menghangatkan dingin, sekaligus menyejukkan panas. Mengapa tiupan kita bisa melakukan "keajaiban" seperti ini? Karena, tiupan itu berasal dari hembusan nafas kita. Dan nafas adalah tali jiwa kehidupan. Karena hidup itu sendiri adalah sebuah ketakjuban. Maka, jangan lukai hembusan nafas anda dengan kata-kata yang memanaskan hati yang panas dan membekukan hati yang kaku.
|
|
#58
|
||||
|
||||
|
BEBASKAN DIRI ANDA DARI JEBAKAN HUTANG
Ah, betapa bahagianya bila kita benar-benar memiliki apa yang kita "miliki". Akui saja, betapa banyak orang "memiliki" harta, mendiami rumah atau mengendarai kendaraan atas nama "bukan" miliknya sendiri; melainkan atas nama sebuah kertas pengakuan hutang. Akui saja, betapa banyak orang memburu kepemilikan, padahal yang digenggamnya hanyalah sebuah pinjaman. Dan, agaknya kini segala sesuatu yang berhubungan dengan hutang piutang menjadi begitu mudah didapat. Kita memang patut berterima kasih, karena dengannya banyak orang bisa meraih kesejahteraan hidup yang lebih baik. Namun, sungguh tak sama antara pinjaman demi kesejahteraan hidup dengan pinjaman yang menjerat hidup. Jauh lebih menyenangkan bila anda terbebas dari jerat hutang. Jauh lebih membebaskan bila anda memiliki apa yang anda miliki. Pertimbangkan apakah anda kini sedang berupaya memperbaiki kehidupan anda atau memperburuknya. Sejatinya, kita berhutang sepenuhnya pada hidup ini, namun hidup tak pernah menagihnya pada kita. Tidak juga beserta bunga-bunganya.
|
|
#59
|
||||
|
||||
|
halo kk
ini motivasi semuanya bikinan sendiri apa copas?
|
|
#60
|
||||
|
||||
|
Copas dari Buku kk....
![]() ![]() semoga bermanfaat
|
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| Kumpulan Motivasi Pak Mario | Jokes | |||
| [LOUNGE] Kumpulan Cerita MOTIVASI, UPDATE TERUS ++ | Lounge | |||
| Kumpulan motivasi mario teguh | Lounge | |||
| Kumpulan CERITA & MOTIVASI | Curhat | |||
| Kumpulan Motivasi Untuk Semua | Business | |||