| FAQ |
| Calendar |
|
#571
|
||||
|
||||
![]() Diuntungkan Sentimen Minyak, Yen Terus Bergerak Naik Yen pada hari ini berhasil bergerak menguat terhadap dollar dan euro. Ini disebabkan oleh masih melemahnya harga minya sehingga terus merongrong pasar saham global, dan memantek pelaku pasar terus berinvestasi pada asset safe haven. Bursa saham Asia mencatat penurunan masih disebabkan masih lemahnya harga minyak yang terpengaruh kekhawatiran melimpah ruahnya persediaan pasca data manufaktur Cina yang juga melemah ditambah dengan kecemasan di AS atas melambatnya pertumbuhan ekonomi global. Bursa saham Eropa juga melemah setelah pembukaan terseret saham di sektor tambang dan energi. USD/JPY turun ke level 120,36 dan terakhir terpantau di level 120,64, atau turun 0,31% hari ini dan turun dari level atas 121,68 yang di sentuh pada Jumat akhir pekan kemarin setelah keputusan mengejutkan Bank of Japan yang mengadopsi suku bunga negatif. Euro pun mengalami penguatan terhadap dollar, dengan EUR/USD menguat 0,25% ke level 1,0915. Zona euro merilis data tingkat pengangguran di Desember 10,4% hanya turun sedikit dibandingkan dengan ekspektasi tingkat pengangguran 10,5%, angka yang sama dirilis pada November dan merupakan level terendah di empat tahun. Indeks dolar yang mencatat pergerakan perdagangan greenback terhadap mata uang mayoritas masih diperdagangkan di sekitar level 99,02. |
|
#572
|
||||
|
||||
![]() Pasrah, Yen Dikecewakan Para ‘Bargain Hunter’ Yen harus melempas penguatannya pada perdagangan sesi Rabu terhadap dolar AS, ini disebabkan oleh harga minyak kembali bergerak naik yang ditengarai bargain buying, pasca penurunan tajam di sesi sebelumnya menguatkan pasar untuk menuju ke mata uang Jepang yang memang dikenal sebagai ‘safe haven. Di tengah pembelian di harga rendah pada perdagangan sesi Rabu, harga minyak bergerak naik pasca anjlok di bawah $30 per barel di perdagangan sesi sebelumnya akibat kecemasan cadangan yang melimpah serta pertumbuhan ekonomi global terus melambat. Volatilitas pada harga minyak ini pun berimbas buruk pada pasar mata uang global tak ayal membuat pasar tetap pada memutuskan untuk tetap di yen dalam beberapa sesi belakangan ini. USD/JPY tadi malam turun hingga ke level 119,42 sebelumnya kembali diperdagangkan di level 119,89. Sebelumnya di akhir pekan kemarin, yen bahkan sempat anjlok hingga ke level terendhanya dalam ena pekan terhadap dolar, akibat keputusan mengejutkan dari Bank of Japan yang akan mengadopsi suku bunga negatif sebagai bagian bagian dari upaya melawan deflasi yang saat ini sedang berjalan. Indeks dolar, yang mencatat perdagangan greenback terhadap mata uaang mayoritas dan menjadi tolak ukur kekuatan greenback, diperdagangkan di level steady 98,9. Saat ini para pelaku pasar tengah menantikan laporan tenaga kerja sektor privat dan laporan aktifitas sektor jasa AS di hari ini. Selain itu, pasar juga menantikan dan mulai mengalihkan perhatiannya pada laporan payroll AS yang biasanya dijadikan indikator atas langkah suku bunga AS tahun ini. |
|
#573
|
||||
|
||||
![]() Dolar drop, the Fed tunda kenaikan suku bunga Mata uang dolar hari ini membukukan penurunan terbesar dalam satu hari terhadap euro, dimana hal ini terjadi terakhir kali di Desember lalu. Anjloknya dolar dikarenakan angka sektor jasa AS mengecewakan sehingga memicu spekulasi the Fed terpaksa menunda kenaikan suku bunga. Menjelang akhir perdagangan New York, dolar berhasil memangkas sebagian besar penurunan tersebut. Terakhir kali dolar dikutip berada pada $1,1108 terhadap euro. Dolar diperdagangkan melemah menjadi 117,78 terhadap yen. Sementara terhadap pound, dolar diperdagangkan pada kisaran $1,4603. Berdasarkan indeks Institute of Supply Management aktivitas sektor ritel AS termasuk ritel, perbankan dan layanan kesehatan tumbuh lambat hampir mendekati 2 tahun di Januari. Akibat data tersebut, Ketua the Fed wilayah New York William Dudley menunjukkan indikasi ketatnya kondisi keuangan dapat memicu the Fed menunda kenaikan suku bunga. Sementara itu, kecemasan akan melambatnya pertumbuhan ekonomi global dan "stuck" nya inflasi memicu Bank Sentral Jepang memangkas suku bunga kekisaran negatif dan Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi memberi sinyal akan adanya stimulus tambahan dirapat berikutnya. Kembali melonjaknya harga minyak berhasil memberi support kepada mata uang yang terkait dengan komoditas termasuk ruble Rusia dan dolar Kanada terhadap dolar. |
|
#574
|
||||
|
||||
![]() Dolar Pulih, Data Kerja Dinanti Penantian pasar akan rilisan data tenaga kerja AS membuat indeks saham relative stabil sementara kondisi ini menguntungkan dolar pada perdagangan sesi Jumat ini yang berhasil membaik menyusul pekan terburuknya di lebih dari 6 enam tahun. Januari memang menjadi bulan terburuk di pembukaan tahun 2016 ini diantara perdagangan pasar ekuitas dan forex sejak krisis finansial di 2008. Sepanjang minggu ini outlook tidak menunjukkan perkembangan berarti, imbas dari kecemasan akan pertumbuhan tidak hanya di AS namun juga ekonomi dunia. Kemungkinan yang dapat meredam kecemasan ini adalam laporan payrollnon pertanian AS yang solid yang memberikan memberikan optimism di kalangan pasar. Perkiraan kosensus ekonom dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters sebanyak 190.000 lapangan kerja baru terccipta di bulan lalu. Sementara itu, suku bunga jangka pendek AS turun lagi – yield obligasi 2 tahun turun 10 basis poin di pekan ini – sehingga menyebabkan dollar menghadapi performa terburuknya sejak 2009 yang pada perdagangan hari ini berhasil menguat meski hanya 0,1 persen saja baik terhadap euro maupun yen, dan terpantau masing-masing sempat diperdagangan di $1,1192 dan 116.925. sementara indeks dolar, justru turun 1,3 persen di pekan ini. Menghadapi sentimen laporan yang cukup lemah pada Rabu kemarin dan tanggapan negatif dari Ketua Federal Reserve New York William Dudley, saat tidak suku bunga jangka pendek AS diperkirakan tidak ada kenaikan di tahun ini. |
|
#575
|
||||
|
||||
![]() Cadangan devisa China anjlok Data terbaru bank sentral China mengungkap cadangan devisa negara menciut selama tiga bulan berturut-turut di Januari, turun kelevel terendahnya dalam kurun lebih dari tiga tahun terakhir. Cadangan devisa turun $99,469 miliar dibandingkan 1 bulan sebelumnya menjadi $3,231 triliun, salah satu penyebabnya adalah terbangnya aliran modal asing dari China menyusul kecemasan banyak investor atas tingkat kesehatan ekonomi dan ada kemungkinan mata uang yuan akan terus terdepresiasi. Bulan Desember lalu, cadangan devisi China merosot sebesar $107,9 miliar setelah bank sentral menggunakan dolar secara besar-besaran untuk mendukung pelemahannya yuan, dimana kala itu isu yang menjadi sorotan adalah pelemahan ekonomi China dan kenaikan suku bunga the Fed. |
|
#576
|
||||
|
||||
![]() Penguatan Pound Tertahan Data Pound menguat terhadap dolar pada sesi Rabu, karena sentimen pasar secara keseluruhan membaik, tetapi kenaikan ini tertahan setelah data menunjukkan output Industri Inggris turun dengan angka terbesar sejak September 2012 di Desember lalu. Kantor Statistik Nasional mengatakan output industri turun 1,1% pada bulan Desember setelah penurunan 0,8% pada bulan November. Para ekonom memperkirakan penurunan 0,1%. Penurunan ini sebagian besar karena penurunan ekstraksi minyak dan gas sebesar 4,6% dan penurunan 4% di sektor pertambangan. Output manufaktur turun 0,2% setelah turun 0,3% pada bulan Desember. Para ekonom memperkirakan output manufaktur naik tipis 0,1%. Pada basis tahunan output manufaktur turun 1,7%. Data ini menambah kekhawatiran bahwa ekonomi Inggris kehilangan momentum pada akhir 2015. Tapi pound mengabaikan data tersebut karena penguatan di pasar saham Eropa mendukung risk appetite. GBP/USD naik 0,22% ke level 1,4503 dari sekitar level 1,4461 menjelang data. Sterling menguat terhadap euro, dengan EUR/GBP turun 0,51% ke level 0,7764. Euro juga melemah terhadap dolar, dengan EUR/GBP turun 0,36% menjadi 1,1252, setelah mencapai level tertinggi tiga setengah bulan di 1,1338 pada hari Selasa. Sementara itu dolar kembali bangkit dari posisi terendah 15 bulan terhadap save haven yen, dengan USD/JPY terakhir di level 115,00. Indeks dolar AS, yang mencatat kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,21% ke level 96,24, dari posisi terendah tiga setengah bulan yang disentuh di Selasa 95,68. Investor menantikan testimony Ketua Federal Reserve Janet Yellen hari ini untuk kejelasan jalan kenaikan suku bunga AS lebih lanjut di tahun ini di balik laporan ekonomi beragam baru-baru ini. |
|
#577
|
||||
|
||||
![]() Yellen Sebabkan Dollar Terpuruk Terhadap Yen Dolar diperdagangkan di level terendahnya terbaru dalam kurun waktu 15 bulan terhadap safe haven yen di sesi Kamis ini, akibat dari pernyataan Ketua Federal Reserve Janet Yellen yang mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga kemungkinan ditundah. Yellen, dalam testimoninya pada komite kongres Rabu kemarin mengatakan bahwa ada beberapa alasan bagus untuk dipercaya kalau pertumbuhan ekonomi AS masih tetao di jalurnya sehingga membuat Fed boleh saja memantau secara bertahap akan penyesuaian kebijakan moneternya. Meski beliau juga mengetahui masih ada resiko yang tengah dihadapi ekonomi AS dari kondisi pengetatan finansial yang ditengarai oleh anjloknya nilai saham dan ketidakpastian di Cina. USD/JPY turun hingga ke level 111,00 tadi malam, level terlemahnya sejak Oktober 2014 dan terakhir terpantau berada di level 111,33, atau hari ini mencatat penurunan 1,75%. Penurunan tajam dollar terhadap yen inipun semakin diperparah dengan minimnya perdagangan di Jepang dan Cina yang tutup karena libur umum. Saat ini dollar turun hampir 8% terhadap yen dari level terkuatnya di enam pekan 121,68 yang dicapai pada 29 Januari silam, menyusul langkah mengejutkan Bank of Japan yang akan mengadopsi suku bunga negatif. Greenback turun ke level terendahnya di tiga setengah bulan terhadap mata uang mayoritas. Dengan indeks dollar sentuh level terendahnya di 95,40, terlemha sejak 22 Oktober dan sempat berada di level 95,61. |
|
#578
|
||||
|
||||
![]() Di Dekat Level Terendah 4-bulan, Dolar Tertahan Data Dolar tidak jauh dari level terendahnya di empat bulan terhadap mata uang utama pada sesi akhir pekan ini, salah satunya masih karena ketidakpastian kapan kenaikan suku bunga AS yang masa dipertanyakan dan investor menepi menunggu rilisan data AS hari ini sebagai tolak kekuatan ekonomi. Safe haven yen cukup stabil padahal kekhawatiran atas kekuatan ekonomi global dan sektor keuangan zona euro masih mendera. Yen dengan singkat menguat tadi malam, dan memicu spekulasi bahwa Bank of Japan terus menjaga nilai tukar mata uang negaranya, langkah yang biasanya diakhir dengan intervensi. Pasar sebenarnya juga masih dicemaskan oleh harga minyak mentah yang diperdagangkan di bawah $28 barel pada hari ini, meski Menteri Energi Uni Emirat Arab mengatakan OPEC siap membicarakan tentang pemangkasan produksi minyak dengan negara eksportir lainnya. Sementara itu, sentimen untuk greenback masih rapuh setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada Kamis yang kembali menegaskan komentar yang dilakukannya sehari sebelumnya kepada Kongres. Di depan komite kongres pada hari Rabu, Yellen mengatakan ada alasan yang baik untuk percaya AS akan tetap pada jalur pertumbuhan meski moderat yang akan memungkinkan Fed untuk mengejar penyesuaian kebijakan moneter "bertahap". Tapi dia juga mengakui risiko yang dihadapi ekonomi AS dari pengetatan kondisi keuangan didorong oleh turunnya harga saham dan ketidakpastian atas China. USD/JPY turun 0,23% di level 112,16, masih mendekati level terendahnya di 15 bulan yang disentuh pada Kamis kemarin di 110,98. EUR/USD tergelincir 0,10% diperdagangkan pada level 1,1312, mendekati level atas di tiga setengah bulan 1,1377 di sesi sebelumnya. Indeks dolar AS stabil di level 95,61, tidak jauh dari level terendah empat bulan 95,28 di sesi Kamis. |
|
#579
|
||||
|
||||
![]() Sentimen Membaik, Dolar Bergerak Naik Dolar bergerak menguat terhadap mata uang utama pada perdagangan sesi Senin, karena sentimen pasar membaik dan pelemahan yen setelah Perdana Menteri Jepang menyuarakan kekhawatiran atas penguatan tajam yen baru baru ini. USD/JPY naik 0,63% ke level 113,93, memperpanjang penurunan dari kenaikan di 15 bulan pekan lalu 110,96. Yen melemah setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan "volatilitas mata uang yang berlebihan tidak diinginkan", mengacu pada penguatan yen pekan lalu yang menyebabkan saham berjatuhan. Pasar Eropa mengikuti penguatan pasar Asia di awal perdagangan, dengan saham perbankan rebound. saham bank turun tajam pekan lalu di tengah kekhawatiran atas dampak suku bunga negatif, sementara kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan global juga memukul sentimen pasar. Euro melemah terhadap dolar, dengan EUR/USD turun 0,44% di level 1,1205, bergerak lebih jauh dari level tertinggi tiga setengah bulan di minggu lalu 1,1375. Indeks dolar AS, yang mengukur perdagangan greenback terhadap sejumlah mata uang utama, naik 0,40% pada level 96,37, menjauh dari posisi terendah tiga setengah bulan yang disentuh pada Kamis 95,28. |
|
#580
|
||||
|
||||
![]() Pasar Ke Aset Bersiko, Emas Tumbang Harga emas melemah tajam pada hari Selasa atas tanda-tanda tumbuhnya minat investor untuk aset berisiko, karena harga minyak melonjak dan ekuitas kembali rally untuk hari ketiga. Emas untuk pengiriman April turun $32,20, atau 2,6%, diperdagangkan di level $1.207,20 per ons, dan mengarah ke jalur penutupan terendah di hampir satu minggu. Penurunan ini akibat investor yang kembali mencoba beralih ke asset yang lebih beresiko setelah membuang aset tersebut pekan lalu dan melarikan diri ke emas dan yen. Pekan lalu, emas berjangka mencetak kenaikan mingguan terbesar sejak krisis keuangan 2008, berhasil naik 7,1%. Pada awal pekan ini, meskipun tren positif terganggu kegelisahan di pasar keuangan sempat ditenangkan oleh harapan negara produsen minyak utama akan memangkas produksi. Para menteri energi Venezuela, Rusia dan Arab Saudi bertemu di Qatar pada Selasa untuk membahas cara untuk menstabilkan pasar minyak. Para menteri ketiga negara tersebut menyatakan kesepakatannya untuk menahan tingkat produksi di Januari, namun mereka tidak setuju jika produksi langsung dipangkas, seperti yang banyak diharapkan investor dan pelaku pasar. |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| Aussie Petik Keuntungan Pasca Positifnya Data Ekonomi Tiongkok | Forex | |||
| [MasterForex] Data ekonomi dan Fundamental oleh MasterForex | Forex | |||
| [ForexStars] Data Ekonomi dan Fundamental | Forex | |||
| JUAL (update) Tiket Ekonomi Semarang Jakarta tanggal 26 Agustus 2012 | Tour & Travel | |||
| JUAL WTB Fundamental of Thermodynamic, Fundamental of Heat and Mass Transfer Text Book | Buku Pelajaran | |||