| FAQ |
| Calendar |
|
#561
|
||||
|
||||
![]() Inflasi Inggris Bentuk Sterling Level Tertinggi Harian Pound mencapai level tertinggi hariannya terhadap dolar pada sesi Selasa setelah data menunjukkan bahwa tingkat inflasi tahunan di Inggris naik pada tingkat tercepat dalam hampir setahun pada bulan Desember. GBP/USD naik ke level 1,4340 dari level 1,4317 sebelum laporan laporan indeks harga konsumen Inggris yang mencatat pertumbuhan tersebut di rilis. Inflasi konusmen Inggris naik 0,1% pada Desember dari bulan sebelumnya, Kantor Statistik Nasional mengatakan. Tingkat inflasi tahunan naik 0,2%, melampaui perkiraan yakni sebesar 0,1% dan tertinggi sejak Januari 2015. Biaya transport, khususnya tarif udara, merupakan kontributor utama kenaikan, kata ONS. Data ini dirilis pada akhir tahun yang memperlihatkan tingkat inflasi konsumen mendekati nol, mendorong investor untuk menaruh kembali harapan atas masa kenaikan suku bunga oleh Bank of England. Gubernur BoE Mark Carney akan memberikan pidatonya hari ini di mana ia diharapkan dapat menguraikan pemikirannya tentang prospek ekonomi. Investor sangat menantikan pidato tersebut sebagai indikasi kemungkinan kenaikan suku bunga. Sterling juga menyentuh level tertinggi sesi terhadap euro, dengan EUR/GBP jatuh ke level 0,7584 dari sebelumnya di level 0,7599. |
|
#562
|
||||
|
||||
![]() Minyak Di Level Terendah Minyak merosot ke level terendah dalam 12 tahun terakhir. Harga minyak jatuh diperdagangkan di bawah $28 per barel sesi Rabu di perdagangan Asia, dengan tanpa petunjuk akhir yang terlihat atas over-supply minyak yang terus membebani pasar. "Alasan utama penurunan besar harga minyak AS pagi ini adalah karena kontrak Februari akan segera berakhir sehingga sebagian besar pedagang telah menutup posisi mereka dan memulai perdagangan pada kontrak Maret," kata Daniel Ang, seorang analis energi Phillip Futures . Harga minyak telah mengalami penurunan drastis selama hampir dua tahun, anjlok lebih dari 70% dari level tertinggi di 2014. Namun sebagai produsen minyak tetap fokus pada pangsa pasar bukan untuk mendukung harga, sehingga harga cenderung tetap tertekan. Harga minyak mentah juga telah terpukul oleh perlambatan ekonomi China. Pasar khawatir bahwa permintaan minyak mentah oleh negara pengguna minyak terbesar kedua dunia itu akan goyah karena cina bergeser ke model ekonomi rendah energi intensif. Pada hari Selasa, pemerintah Cina laporkan produk domestik bruto negara nya naik 6,9% pada 2015, laju pertumbuhan yang paling lambat dalam 25 tahun terakhir. Badan Energi Internasional dalam laporan terbarunya mengatakan kemungkinan harga minyak dunia akan meluncur lebih jauh tahun ini karena pasar menghadapi "tekanan besar" dan tidak akan mampu menyerap minyak dengan ekstra dari produsen seperti Iran. Badan energi memperkirakan kelebihan pasokan melebihi 1 juta barel per hari di tahun ketiga berturut-turut dan pasar bisa ditinggalkan dengan surplus 1,5 juta barel per hari pada semester pertama tahun ini. Badan ini juga memperkirakan akhir sanksi terhadap Iran akan menambah 300.000 barel per hari minyak mentah pada akhir kuartal pertama, dan sebagian besar mengimbangi penurunan pasokan 600.000 barel per hari yang diperkirakan dari produsen di luar Organisasi Negara Pengekspor Minyak. Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Februari diperdagangkan pada harga $27,49 per barel, turun $0,97 atau 3,4% di sesi elektronik Globex. Ini merupakan level intraday terendah sejak September 2003. Harga minyak Nymex untuk pengiriman Maret turun 83 sen, atau 2,8%, menjadi $28,74 per barel. Smenetara Minyak mentah Brent Maret di ICE Futures exchange London turun $0,82, atau 2,7%, ke level $28,12 per barel. |
|
#563
|
||||
|
||||
![]() Yen kembali kangkangi dolar Yen berhasil memangkas penurunan terhadap dolar AS termasuk mata uang lainnya disesi perdagangan Asia hari ini. Rapuhnya bursa Tokyo menjadi alasan bagi investor dalam memburu yen. Dolar melemah menjadi 116,69 setelah sempat menguat sampai 117,48. Tadi malam terjadi aksi sell off dibursa Amerika dan dilanjutkan menguatnya saham Tokyo dipagi hari namun akhirnya berubah negatif dan ditutup turun 2,4%. Setelah dolar sentuh level terendah 115,97 dihari Rabu, pelaku pasar mengatakan dolar sudah "oversold" terhadap yen. Saat ini dolar tampaknya mulai menemukan level support baru yang cukup solid dibawah 116 yen. Dan perlu diingat bahwa pergerakan saham AS akan menjadi kunci kenaikan dolar. Dolar ada peluang bergerak dekati 118 yen ketika saham AS menunjukkan tanda-tanda bottom out (jenuh). Pernyataan terbaru pembantu terdekat menteri Abe memicu naiknya dolar ditengah-tengah spekulasi Bank of Japan akan melonggarkan kebijakan moneternya pada rapat berikut di 28 dan 29 Januari. Mata uang lainnya seperti euro terakhir dikutip berada pada 127,21 yen. Pound diperdagangkan pada 165,61. Dolar Australia diperdagangkan pada 80,44 yen setelah sempat menguat sampai 81,65 yen. Euro diperdagangkan pada $1,0901. |
|
#564
|
||||
|
||||
![]() Janji Stimulus ECB Juga Pengaruhi Pergerakan Minyak Harga minyak menguat di atas $30 per barel pada perdagangan sesi Jumat di saat para pelaku pasar memburu barang murah setelah seminggu mengalami volatil dan bertaruh bahwa langkah-langkah stimulus baru oleh bank sentral utama akan meningkatkan sentimen sektor komoditas yang kerap tertinggal bergerak. Minyak mentah Brent, yang menjadi patokan minyak dunia, naik 5% menjadi $30,68 per barel di bursa ICE Futures London. Sementara Di New York Mercantile Exchange, West Texas Intermediate menguat 4,1% di $30,74 per barel. Bahkan di awal sesi, Brent sempat naik hingga ke $31,10 per barel sementara minyak WTI menyentuh angka $31,04 per barel. Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi Kamis kemarin mengisyaratkan langkah-langkah pelonggaran lanjutan di tengah tekanan inflasi terkini di negara- negara Eropa dari penurunan harga minyak dunia. Pedagang juga berspekulasi bahwa bank sentral Jepang mungkin saja meningkatkan Program pembelian aset pada pertemuan mereka di akhir Januari ini. "Investor menyambut baik petunjuk dari ECB atas stimulus moneter lebih lanjut tersebut dan bahkan berharap akan dilaksanakan secepatnya Maret," sebut analis JBC Energy mengatakan. Harga minyak mentah mampu mencatat kenaikan meski persediaan minyak AS juga mengalami peningkatan yang semakin mempertegas minyak mentah di seluruh dunia masih berlimpah ruah. Administrasi Informasi Energi AS melaporkan persediaan minyak AS naik sekitar 4 juta barel pekan lalu. EIA mengatakan, produksi minyak AS juga naik minggu lalu, di atas 9,2 juta barel per hari, meskipun harga turun sekitar seperlima sejak awal tahun. |
|
#565
|
||||
|
||||
![]() Minyak "trendless" Minyak kembali menjadi tajuk utama dipasar investasi setelah terakhir kali merosot kebawah $30 per barrel. Ragam spekulasi beredar dimasyarakat dan memicu optimisme tentang kapan tren negatif ini akan berakhir. Update terkini yang kami dapatkan datang dari kepala analis komoditas Goldman Sachs Jeffrey Currie, dimana beliau mengatakan minyak akan terus menembus batas bawah pada level $20 per barrel. Level ini adalah level kritis dimana jika tembus maka produksi minyak akan dihentikan karena tidak lagi bisa menanggung biaya termasuk pengeluaran operasi. Sementara batas atas yang ditetapkan oleh Currie adalah $40 per barrel. Minyak berada dalam kondisi "bear" dan pergerakan fundamental dapat menciptakan volatilitas dengan sensitivitas tinggi. Anjloknya harga minyak juga disebabkan oleh persediaan minyak yang melimpah sementara permintaan turun drastis. Kondisi akan tetap seperti ini dalam jangka menengah dimana kapasitas minyak akan terus melimpah ruah. |
|
#566
|
||||
|
||||
![]() Harga Minyak Pengaruhi Nilai Tukar Aussie Penurunan harga minyak dunia saat ini tidak hanya mempengaruhi perdagangan indeks saham di Asia yang mengalami penurunan secara luas, namun perdagangan forex. Murahnya harga minyak dunia juga mempengaruhi nilai tukar dollar Australia terhadap dolar AS di sesi Selasa ini. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya pelaku pasar yang cukup enggan masuk ke pasar dan menunggu pernyataan kebijakan yang akan dirilis Federal Reserve AS pada hari Rabu. Sementara pasar Australia hari ini libur untuk memperingati ‘Australia Day’. Secara keseluruhan, pasar saham Asia melemah di sesi hari ini bersamaan dengan harga minyak dunia kembali diperdagangkan di bawah $30 per barel, di tengah kecemasan melimpahnya persediaan minyak dunia namun tidak disambut dengan permintaan global. Sementara, pasar menantikan hasil pertemuan kebijakan terkini The Fed pada Rabu yang diyakini akan mempertahankan suku bunga setelah pada Desember lalu the fed menaikkan suku bunga untuk kali pertama dalam kurun waktu 1 dekade. Selain itu, penantian pasar atas pernyataan kebijakan the Fed ini sebagai indikasi apakah bank sentral akan mempertimbangkan untuk memperlambat langkahnya dalam menaikkan suku bunga tahun ini pasca kelesuan pasar finansial global baru-baru ini. Para pelaku pasar juga memantau data kepercayaan konsumen yang akan dirilis hari ini, sebagai indicator kekuatan ekonomi AS. |
|
#567
|
||||
|
||||
![]() Dollar Ngambang Di Tengah Penantian Dollar hanya bergerak tipis terhadap mata uang mayoritas di sesi Rabu di saat para pelaku pasar menantikan hasil pertemuan Federal Reserve hari ini untuk petunjuk selanjutnya akan arah kebijakan moneter tahun ini. Bank sentral AS itu diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga dan menyimpulkan pertemuan dua harinya pada rabu, hari ini setelah untuk pertama kalinya di hamper satu dekade menaikkan suku Bunga pada Desember lalu. Tak ayal, para pelaku pasar sangat menantikan pernyataan kebijakan the Fed dan digunakan sebagai petunjuk apakah bank sentral mempertimbangkan untuk memperlambat kenaikan suku bunga tahun ini pasca kelesuan pasar keuangan dunia. Indeks dollar yang menjadi tolak ukur perdagangan greenback terhadap mata uang mayoritas ddiperdagangkan di level 99,1, bertahan di bawah level tertinggi selama 7 pekan yang disentuh pada Kamis lalu 99,95. Hamper semua analis masih the Fed tidak akan membuat perubahan dalam kebiajakan moneternya, meski laporan pelemahan ekonomi belakangan ini masih menjadi pemicu ekspektasi akan pengenduran di tahun ini. |
|
#568
|
||||
|
||||
![]() Tergelincir pasca pernyataan fed, Dollar Terpuruk Pasca Data Dollar diperdagangkan melemah pada sesi Kamis terhadap mata uang mayoritas, terpukul oleh pernyataan Federal Reserve atas kebijakan terkininya yang sangat mengecewakan ekspektasi pasar yang akan mempengaruhi petunjuk kenaikan suku bunga, para pelaku pasar pun harus menerima kenyataan dari data pesanan produk tahan lama, klaim pengangguran dan penjualan rumah yang dirilis hari ini. Di akhir pertemuan dua harinya, pada Rabu, The Fed masih mempertahankan suku bunganya, dimana banyak para pengamat memperkirakan hasil tersebut pasca kenaikan suku bunga yang di lakukan pada Desember lalu setelah hampir satu dekade tidak mengubah kebijakannya. Para pembuat kebijakan sebenarnya sangat menyadari, ketidakpastian ekonomi dan outlook global masih terus meninggi pasca kelesuan di pasar keuangan. Namun demikian, perekonomian AS masih menunjukkan pertumbuhan meski relative moderat dan untuk pasar tenaga kerjapun menunjukkan tingkat kenaikan bertahap, bank sentral mengatakan demikian meski tanpa memberikan indikasi langkah kenaikan suku bunga di kemudian hari. Para pelaku pasar saat ini mengalihkan perhatiannya ke konklusi pertemuan Bank of Japan pada Jumat besok. Mayoritas mengharapkan tidak ada perubahan kebijakan moneter Japan, namun lemahnya laporan ekonomi belakangan ini bersamaan dengan tanggapan pejabat Bank Sentral Jepang telah memicu ekspektasi untuk pengenduran lebih lanjut di tahun ini. |
|
#569
|
||||
|
||||
![]() Belum Pernah Sebelumnya, BoJ Adopsi Suku Bunga Negatif Pada pertemuannya Jumat hari ini, bank sentral sentral Jepang secara mengetjutkan menyatakan akan menerapkan kebijakan suku bunga negatif untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, bersamaan dengan kegaduhan ekonomi, rendahnya inflasi yang terus membekap dan gejolak pasar keuangan global yang dapat merusak rencana kebangkitan ekonomi Perdana Menteri Shinzo Abe. Bank sentral mengatakan pemangkasan suku bunga deposito ini untuk membayar dana yang terendap di BOJ oleh perbankan komersial dalam kondisi berlebihnya dana cadangan yang diperlukan secara hukum, menjadi minus 0,1% dari sebelumnya 0,1%. Langkah ini diketahui merupakan upaya untuk menekan biaya pinjaman di seluruh spektrum yang luas waktu sehingga merangsang inflasi, bank sentral menyebutkan. Keputusan Bank sentral untuk menerapkan suku bunga negatif untuk "mendahului manifestasi risiko penurunan dan mempertahankan momentum untuk mencapai target stabilitas harga di 2%," BOJ menugnkapkan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pasca pertemuan selama dua hari tersebut. BOJ pun menyatakan bahwa eluang untuk terus menerapkan suku bunga negatif bias saja dilakukan, selagi diperlukan. "Jika dirasa memang diperlukan, Kami akan siap memangkas suku bunga lebih jauh ke wilayah negatif," kata bank sentral. Keputusan ini berdasarkan voting 5-4 yang mendukung suku bunga negatif. |
|
#570
|
||||
|
||||
![]() Buffet borong saham Phillips meski harga minyak jatuh Meski harga minyak jatuh habis-habisan dan banyak analis memperkirakan prospek harga minyak masih suram dua tahun kedepan, investor gaek Warren Buffet justru mengendus peluang disektor yang telah menyebabkan banyak orang di PHK ini. Berdasarkan laporan komisi sekuritas dan bursa efek Amerka, Berkshire Hathaway Inc. yang merupakan milik Buffet tercatat membeli 2,54 juta saham Phillips 66 minggu lalu. Nilai dana yang digelontorkan mencapai $198 juta. Di Agustus lalu, Berkshire mengumumkan kepemilikan saham Phillips 66 mencapai 10%, dengan tambahan baru ini maka total jumlah sahamnya membengkak menjadi 13,6%. Hebatnya pendaftaran pembelian saham itu dilakukan hanya beberapa jam setelah pengumuman penurunan keuntungan Phillips 66 sebesar 43% akibat anjloknya harga komoditas. Phillips memang mengalami penurunan keuntungan tapi menurut analis Justin Jenkins, jika diteliti maka keuntungan per saham sebesar $1,31 justru lebih tinggi dari perkiraan orang-orang di Wall Street yaitu hanya sebesar $1,25. Aksi beli Buffet berhasil menarik perhatian pelaku pasar dan mungkin sektor komoditas secara keseluruhan. Beberapa pihak memperkirakan Buffet tengah berspekulasi dengan minyak. Saham Phillips dinilai cukup sehat jika ditilik nilainya. Phillips sendiri merupakan bagian dari ConocoPhillips yang khusus mengolah minyak dan menjual produk-produk kimia dari bahan minyak. Anjloknya harga minyak memang memukul ConocoPhillips tapi perusahaan suling seperti Phillips 66 justru meraih untung dari murahnya harga minyak karena proses suling minyak menjadi bahan bakar lebih murah dan kuatnya permintaan akan bensin juga memberi keuntungan. Dalam wawancara dengan CNBC, Buffet mengatakan bahwa dia membeli saham Phillips bukan sebagai perusahaan suling maupun karena bagian dari Conoco. Dia membeli sahamnya karena suka dengan perusahaan itu dan cara mereka mengelolanya. CEO Phillips Greg Garland berhasil melakukan yang terbaik sejak mengambil alih perusahaan itu. Berkshire sendiri tidak tertarik mengakuisisi perusahaan itu. |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| Aussie Petik Keuntungan Pasca Positifnya Data Ekonomi Tiongkok | Forex | |||
| [MasterForex] Data ekonomi dan Fundamental oleh MasterForex | Forex | |||
| [ForexStars] Data Ekonomi dan Fundamental | Forex | |||
| JUAL (update) Tiket Ekonomi Semarang Jakarta tanggal 26 Agustus 2012 | Tour & Travel | |||
| JUAL WTB Fundamental of Thermodynamic, Fundamental of Heat and Mass Transfer Text Book | Buku Pelajaran | |||