| FAQ |
| Calendar |
|
|||||||
| Forex Diskusi apapun tentang Forex disini. |
![]() |
|
|
Thread Tools |
|
#451
|
||||
|
||||
|
Bursa Hari Ini 15 Apr 2015 09:07
Market Movement IHSG pada perdagangan kemarin masih berada dalam tern turunnya yang ditutup terkoreksi 0,5% di level 5.419, akibat masih maraknya aksi tekanan jual investor. Bank Indonesia kemarin mengumumkan BI rate ditahan di level 7,5% yang sesuai dengan ekspektasi market. Investor asing tercatat membukukan transaksi net sell senilai Rp 517 miliar. Saham-saham top gainers di antaranya adalah Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 1.825 ke Rp 11.050, Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 1.150 ke Rp 5.775, Solusi Tunas (SUPR) naik Rp 800 ke Rp 10.100, dan Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 725 ke Rp 3.640; sedangkan saham-saham top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.525 ke Rp 50.575, Mayora (MYOR) turun Rp 1.175 ke Rp 25.700, Unilever (UNVR) turun Rp 1.025 ke Rp 38.750, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 750 ke Rp 74.000. Global Update Bursa global pada perdagangan tadi malam ditutup cenderung bervariasi ditengah reboundnya harga komoditas dunia terutama untuk metal mining sehingga saham-saham energi terjadi rebound. Koreksi saham perbankan dan Nokia yang mengumumkan rencana akuisisi Alcatel-Lucebt SA menyebabkan pelemahan indeks DJ Euro Stoxx ke level 3.784,4 (-1,2%). Indeks Nasdaq tercatat melemah 0,2% akibat koreksi saham Apple. Sementara itu, indeks Dow Jones, S&P 500 dan FTSE 100 masing-masing ditutup menguat terbatas sebesar 0,3%; 0,2% dan 0,2%. Corporate Summary Ø DAJK terbitkan MTN untuk bangun pabrik Ø INPP rigths issue dengan HMETD Ø JSMR cari utang untuk akuisisi proyek tol Ø AALI anggarkan capex Rp 3 Triliun Ø AALI bagikan dividen Rp 716/saham Ø JPFA pangkas capex dari Rp 1,8 Triliun menjadi Rp 750 Miliar Ø TGKA bukukan laba bersih Rp 45,7 Miliar di 1Q15 Ø TGKA bagikan dividen tunai Rp 94,5 /saham lots |
|
#452
|
||||
|
||||
|
Bursa Hari Ini 16 Apr 2015 09:05
Market Movement IHSG kemarin masih ditutup dalam tren melemahnya yang cenderung sempit. IHSG melemah sebesar 0,1% ditutup pada level 5.414,5 berkat adanya aksi selektif buy atas saham-saham unggulan sektoral infrastruktur. Investor asing masih tercatat melakukan transaksi net sell sebanyak Rp 655 miliar. Saham-saham top gainers di antaranya adalah Plaza Indonesia (PLIN) naik Rp 600 ke Rp 3.300, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 500 ke Rp 74.500, Solusi Tunas (SUPR) naik Rp 475 ke Rp 10.575, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 15.450; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 875 ke Rp 24.825, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 700 ke Rp 49.875, Merck (MERK) turun Rp 600 ke Rp 142.000, dan Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 550 ke Rp 10.500. Global Update Bursa global pada perdagangan tadi malam ditutup menguat berkat data indeks factory AS bulan Maret yang mengalami peningkat didorong oleh naiknya aktivitas manufaktur otomotif. Gubernur The Fed, Janet Yellen menyatakan suku bunga acuan akan naik tahun ini tergantung dengan release data ekonomi makro yang mana data tersebut cenderung dibawah proyeksi selama 6 tahun terakhir. Indeks Nasdaq dan Dow Jones menguat masing-masing sebesar 0,7% dan 0,4% ditutup pada level 5.011 dan 18.112,6. Corporate Summary Ø SMAR bangun 2 pabrik biodiesel senilai USD100 juta Ø BEST jual lahan industri 8 ha Ø AALI anggarkan biaya menanam karet Rp 50 M Ø TURI Bagi Dividen Rp14/ Saham Ø BNI Guyur Kredit Sektor Maritim Rp1,6 T Ø BHIT akan lakukan Private Placement Ø BHIT catat pendapatan Rp 12,43 Triliun Ø TURI catat pendapatan RP 11,02 Triliun lots |
|
#453
|
||||
|
||||
|
Bursa Hari Ini 17 Apr 2015 09:06
Market Movement IHSG pada perdagangan kemarin mampu ditutup menguat super tipis sejalan dengan masih maraknya tekanan jual investor ditengah sikap investor yang wait and see jelang release kinerja keuangan emiten 1Q15. Investor asing tercatat membukukan transaksi net sell senilai Rp 160 miliar. Saham-saham top gainers di antaranya adalah Matahari (LPPF) naik Rp 875 ke Rp 19.100, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 575 ke Rp 13.700, Plaza Indonesia (PLIN) naik Rp 500 ke Rp 3.800, dan Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 350 ke Rp 6.900; sedangkan saham-saham top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 650 ke Rp 49.225, Unilever (UNVR) turun Rp 525 ke Rp 38.100, Delta Djakarta turun Rp 500 ke Rp 279.500, dan Blue Bird (BIRD) turun Rp 400 ke Rp 9.300. Global Update Bursa AS pada perdagangan semalam ditutup cenderung stagnan sejalan dengan sikap wait & see investor jelang release kinerja keuangan 1Q15 dimana malam ini Apple dan Generel Electric akan mengumumkan kinerjanya. Sementara itu, bursa Eropa ditutup terkoreksi dimana DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 melemah masing-masing ke level 3.751,7 (-1,4%) dan ke level 7.060,5 (-0,5%). Corporate Summary Ø PTBA dirikan anak usaha bidang energi Ø ASGR bagikan dividen 40% dari laba bersih Ø Capex ASGR Tahun Ini Rp250 M Ø SMGR bagikan dividen Rp 375,3 / saham Ø SMGR naikkan capek Rp 11 T untuk akuisisi Ø JRPT targetkan pendapatan naik menjadi Rp 2,18 Triliun Ø TOBA akan akuisisi tambang baru dan bangun PLTU Ø BCAP akan lakukan private placement lots |
|
#454
|
||||
|
||||
|
Bursa Hari Ini, 20 Apr 2015 09:12
Market Movement Jelang akhir pekan, IHSG kembali melemah dipicu aksi jual investor asing yang marak sejak awal pekan. Kali ini transaksi net sell asingi Rp515 miliar di seluruh pasar Saham-saham top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.275 ke Rp 50.500, Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 1.000 ke Rp 25.500, Siloam (SILO) naik Rp 750 ke Rp 12.650, dan Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 500 ke Rp 7.400. Sementara saham-saham top losers antara lain Matahari (LPPF) turun Rp 800 ke Rp 18.300, Indomobil (IMAS) turun Rp 340 ke Rp 3.660, Citra Tubindo (CTBN) turun Rp 200 ke Rp 5.950, dan Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 200 ke Rp 5.000. Global Update Bursa saham Wall Street dan Eropa turun tajam dipicu maraknya sentimen negatif seperti data ekonomi yang mengindikasikan menguatnya inflasi AS, masalah utang Yunani, serta dikeluarkannya regulasi perdagangan yang lebih ketat oleh China. Indeks Dow Jones, S&P500, dan Nasdaq kompak melemah, masing-masing ditutup pada level 17.826,3 (-1,5%), 2.081,2 (-1,1%), dan 4.931,8 (-1,5%). Sementara indeks acuan saham Eropa seperti Stoxx50 dan FTSE 100 ditutup pada level 3.671,1 (-2,1%) dan 6.994,6 (-0,9%). Corporate Summary Ø TLKM Tebar Dividen Rp 8,8 T Ø TLKM Anggarakan Capex Hingga Rp 26 T di 2015 Ø KPIG Menjual Saham PLIN dan Nusadua Ø GEMS Perkuat Bisnis di China Ø IPOL Dirikan Anak Usaha di AS Ø BSDE Road Show Obligasi Global Ø BMRI dan Bank DKI Kucurkan Pinjaman untuk 6 tol Ø Laba KAEF naik 73% di 1Q15 Ø ISAT akan Terbitkan Obligasi Ø CTRA bukukan marketing sales Rp 1,74 triliun di 1Q15 lots |
|
#455
|
||||
|
||||
|
Bursa Hari Ini, 23 Apr 2015 09:15
Market Movement IHSG pada perdagangan kemarin ditutup melemah terbatas sebesar 0,4% pada level 5.437,1. Hanya tercatat sektoral konusmer yang ditutup menguat sedangkan sektoral lainnya mengalami aksi tekanan jual investor sehingga ditutup terkoreksi. Asing mencetak transaksi net sell senilai Rp 160 miliar. Saham-saham top gainers antara lain Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 4.000 menjadi Rp 283.500, Bank of India Indonesia (BSWD) naik Rp 1.040 menjadi Rp 5.600, dan Lionmesh Prima (LMSH) naik Rp 400 menjadi Rp 7.000; sedangkan saham-saham top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 875 ke Rp 53.100, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 74.000, dan Logindo Samudra makmur (LEAD) turun Rp 445 menjadi Rp 1.620. Global Update Bursa AS pada perdagangan tadi malam mengalami rebound yang sifatnya terbatas didorong oleh rencana ekspansi Visa ke Tiongkok sehingga saham VISA dan MasterCard mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Investor sendiri masih bersikap menanti release laporan keuangan emiten periode 1Q15 sehingga bursa AS hanya menguat terbatas. Indeks Dow Jones dan S&P 500 menguat 0,5% untuk ditutup pada level 18.038,3 dan 2.108,0 sedangkan Nasdaq ditutup pada level 5.035,2 (+0,4%). Sementara itu, Bursa Eropa cenderung ditutup bervariasi dimana indeks FTSE 100 melemah 0,5% untuk ditutup pada level 7.028,2 sedangkan DJ Euro Stoxx naik super tipis ditutup di level 3.724,5. Corporate Summary Ø WIKA naikkan capex Rp 4,4 Triliun Ø RUPST WIKA bagikan dividen Rp 20,02 per saham Ø SMSM targetkan pertumbuhan pendapatan 15% Ø EBITDA SILO naik 47% Ø WSKT targetkan Laba Bersih naik 100% YoY Ø HRUM Sediakan Dana Buyback Saham Rp423,8 M Ø PP Properti bidik IPO Rp 1,57 triliun sumber |
|
#456
|
||||
|
||||
|
Berita Emiten, 23 Apr 2015 09:17
WIKA naikkan capex Rp 4,4 Triliun WIKA menaikkan anggaran capex tahun ini menjadi senilai Rp 4,4 Triliun dari rencana sebesar Rp 1,7 Triliun seiring dengan kebutuhan investasi proytek pelabuhan, air baku dan PLTU. Sumber capex akan berasal dari sisa dana IPO anak perusahaan, WTON. RUPST WIKA bagikan dividen Rp 20,02 per saham RUPST WIKA menyetujui pembagian dividen tahun buku 2014 sebesar Rp 20,02 per saham senilai total Rp 615,2 miliar. SMSM targetkan pertumbuhan pendapatan 15% SMSM menargetkan pertumbuhan pendapatan yahun ini sebesar Rp 3,06 Triliun naik 15% YoY dan menargetkan laba bersih sebesar Rp 447 Miliar naik 14,61% YoY, Sementara itu, SMSM menganggarkan capex sebesar Rp 100 Miliar yang didanai dari kas internal dan akan digunakan untuk perawatan dan pemeliharaan dan membeli cetakan produk. EBITDA SILO naik 47% SILO membukukan EBITDA senilai Rp 162 Miliar di 1Q15 naik 47% YoY, pendapatan operasi kotor senilai Rp 976 Miliar naik 30% YoY. SILO akan membuka tujuh rumah sakit baru yang berada di Jogja, Bogor, Jember, Lubuk Linggau, Bau Bau, Labuan Bajo, dan Semarang. WSKT targetkan Laba Bersih naik 100% YoY Tahun ini, WSKT menargetkan kenaikan laba bersih sebesar 100% YoY mencapai senilai Rp 1 Triliun. Di 1Q15 WSKT telah membukukan pendapatan senilai Rp 1,4 Triliun dan laba bersih sebesar Rp 11 Miliar. Sementara itu, perseroan menganggarkan capex senilai Rp 2 triliun yang akan digunakan untuk proyek konstruksi, pengembangan bisnis precast, ekspansi bisnis property, pengembangan bisnis energy dan investasi jalan tol. HRUM Sediakan Dana Buyback Saham Rp423,8 M HRUM menyediakan dana untuk buyback saham senilai US$32,6 juta atau Rp423,8 miliar.Rencana buyback saham maksimum 270,36 juta saham atau 10% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh. PP Properti bidik IPO Rp 1,57 triliun PT PP Properti, anak perusahaan PTPP melakukan IPO sebanyak 4,9 miliar saham baru dengan kisaran harga Rp 185 per saham-Rp 320 per saham. Total dana yang bakal diperoleh berkisar antara Rp 908 miliar hingga Rp 1,57 triliun yang akan digunakan untuk membiayai ekspansi, pembiayaan proyek yang tengah berjalan dan refinancing pinjaman ke PTPP. |
|
#457
|
||||
|
||||
|
Rekap Laba 1Q15
Rekap Laba (-Rugi) Bersih Emiten 1Q15 vs 1Q14: • SMGR Rp1.19t vs Rp1.31t • MDLN Rp181m vs Rp390m • BNLI Rp567m vs Rp367m • JPRS Rp1.41m vs Rp4.86m • SONA Rp15.1m vs Rp66.2m • MIRA Rp0.76m vs Rp0.50m • PNBS Rp18.5m vs Rp10.6m • AHAP Rp2.09m vs Rp3.04m • DSFI Rp3.78m vs Rp2.81m • CFIN Rp95.1m vs Rp97.8m • TCID Rp62.3m vs Rp62.7m • BFIN Rp147m vs Rp130m • DVLA Rp59.8m vs -Rp17.4m • MTLA Rp59.7m vs Rp53.5m • KKGI $1.42jt vs $4.59jt • IKAI -Rp9.18m vs -Rp4.72m • BSIM Rp47.0m vs Rp36.3m • ERTX $844rb vs $446rb • ERAA Rp70.6m vs Rp80.1m • HERO -Rp33.2m vs Rp55.3m • MBTO Rp2.58m vs Rp2.49m • DSNG Rp57.6m vs Rp149m • BABP Rp0.82m vs -Rp6.70m • TMAS Rp60.1m vs Rp53.7m • GDYR -$206rb vs $393rb • NISP Rp372m vs Rp341m • MPMX Rp115m vs Rp152m • SHID -Rp5.92m vs Rp3.09m • PKPK -Rp12.5m vs -Rp1.7m • SSTM -Rp7.22m vs Rp0.54m • SRSN Rp5.54m vs Rp6.28m • BJBR Rp385m vs Rp325m • JSMR Rp329m vs Rp376m • BBTN Rp402m vs Rp341m • ASII Rp3.99t vs Rp4.73t • UNTR Rp1.64t vs Rp1.58t • BJTM Rp257m vs Rp312m • ACST Rp12.1m vs Rp22.4m • MTDL Rp34.5m vs Rp31.4m • BMRI Rp5.14t vs Rp4.92t • HMSP Rp2.89t vs Rp2.75t • ROTI Rp67.1m vs Rp61.2m • AALI Rp156m vs Rp784m • TINS -Rp19.1m vs Rp95.0m • BBNI Rp2.82t vs Rp2.39t • ASGR Rp47.5m vs Rp33.1m • AUTO Rp87.4m vs Rp265.5m • SILO Rp34.5m vs Rp26.9m • BNGA Rp82.7m vs Rp1.09t • ARNA Rp39.6m vs Rp77.1m • UNVR Rp1.59t vs Rp1.36t • ELSA Rp65m vs Rp54m • AKRA Rp295m vs Rp180m • LEAD $1.09jt vs $5.69jt • NIRO Rp19.7m vs Rp3.8m • BDMN Rp687m vs Rp874m LOTS Trading Club |
|
#458
|
||||
|
||||
|
Rekap Laba Emiten Kuartal I 2015
Sunday , 03 May 2015 Berikut ini adalah rangkuman perolehan laba bersih emiten per Maret 2015 (1Q15) yang dikelompokkan menjadi beberapa sektor utama yang menurut pandangan kami dapat mewakili seluruh sektor yang tercatat di bursa saham. Laba bersih emiten kuartal I 2015 dicatat didepan dan dibandingkan dengan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya (1Q 2015 vs 1Q 2014) berdasarkan triliun (t), miliar (m), juta (jt) atau ribu (rb). »» Bank • BBRI Rp6.14t vs Rp5.93t • BMRI Rp5.14t vs Rp4.92t • BBCA Rp4.1t vs Rp3.7t • BBNI Rp2.82t vs Rp2.39t • BDMN Rp687m vs Rp874m • PNBN Rp588m vs Rp675m • BNLI Rp567m vs Rp367m • BTPN Rp480m vs Rp493m • BBTN Rp402m vs Rp341m • BJBR Rp385m vs Rp325m • MEGA Rp376m vs Rp286m • NISP Rp372m vs Rp341m • BJTM Rp257m vs Rp312m • BNII Rp255m vs Rp191m • BBKP Rp198m vs Rp246m • SDRA Rp101m vs Rp61.8m • BNGA Rp82.7m vs Rp1.09t • BSIM Rp47.0m vs Rp36.3m • BVIC Rp32.4m vs Rp42.1m • AGRO Rp20.4m vs Rp16.0m • PNBS Rp18.5m vs Rp10.6m • NOBU Rp3.25m vs Rp2.49m • BABP Rp0.82m vs -Rp6.70m »» Insurance, Finance • PNIN Rp261m vs Rp234m • ABDA Rp172m vs Rp151m • BFIN Rp147m vs Rp130m • CFIN Rp95.1m vs Rp97.8m • AHAP Rp2.09m vs Rp3.04m • WOMF Rp1.11m vs Rp8.80m »» Infrastructure Related • SMGR Rp1.19t vs Rp1.31t • INTP Rp1.14t vs Rp1.13t • JSMR Rp329m vs Rp376m • SMBR Rp74.5m vs Rp73.3m • SMCB Rp32.7m vs Rp323m • META Rp26.4m vs Rp15.5m »» Construction & Precast • PTPP Rp93.5m vs Rp61.4m • WIKA Rp61.5m vs Rp167m • TOTL Rp52.4m vs Rp35.4m • WSKT Rp11.9m vs Rp6.8m • WTON Rp17.0m vs Rp80.3m • ACST Rp12.1m vs Rp22.4m • DGIK Rp11.1m vs Rp10.0m • ADHI Rp10.6m vs Rp16.2m »» Property & Related • LPKR Rp417m vs Rp339m • PWON Rp329m vs Rp389m • ASRI Rp319m vs Rp314m • LPCK Rp275m vs Rp227m • SMRA Rp247m vs Rp275m • CTRA Rp227.8m vs Rp227.6m • MDLN Rp181m vs Rp390m • CTRS Rp130m vs Rp131m • KPIG Rp129m vs Rp49.4m • DILD Rp121m vs Rp122m • APLN Rp101m vs Rp295m • DART Rp93.3m vs Rp78m • BEST Rp75.5m vs Rp90.3m • MTLA Rp59.7m vs Rp53.5m • PLIN Rp59.2m vs Rp157m • CTRP Rp31.0m vs Rp30.1m • NIRO Rp19.7m vs Rp3.8m • PJAA Rp8.3m vs Rp19.6m • SHID -Rp5.92m vs Rp3.09m • COWL -Rp63m vs Rp7.76m »» Consumer Related • HMSP Rp2.89t vs Rp2.75t • UNVR Rp1.59t vs Rp1.36t • GGRM Rp1.28t vs Rp1.42t • INDF Rp870m vs Rp1.39t • ICBP Rp797m vs Rp699m • KLBF Rp529m vs Rp493m • MYOR Rp273m vs Rp119m • ULTJ Rp149m vs Rp89.5m • SIDO Rp118m vs Rp116m • MLBI Rp107m vs Rp184m • ROTI Rp67.1m vs Rp61.2m • TCID Rp62.3m vs Rp62.7m • DVLA Rp59.8m vs -Rp17.4m • KAEF Rp43.9m vs Rp23.3m • WIIM Rp33.4m vs Rp36.1m • MICE Rp8.15m vs Rp9.82m • MBTO Rp2.58m vs Rp2.49m • BATA Rp0.58m vs Rp13.8m • INAF -Rp19.9m vs -Rp38.4m • RMBA -Rp384m vs -Rp452m »» Retail, Trade & Related • LPPF Rp185m vs Rp123m • ACES Rp126m vs Rp137m • EPMT Rp95.4m vs Rp85.8m • MPPA Rp81.6m vs Rp50.9m • ERAA Rp70.6m vs Rp80.1m • ASGR Rp47.5m vs Rp33.1m • MTDL Rp34.5m vs Rp31.4m • CSAP Rp19.5m vs Rp19.3m • ECII Rp18.7m vs Rp26.0m • MAPI Rp12.3m vs Rp47.1m • MIDI Rp9.01m vs Rp7.30m • RALS Rp5.86m vs Rp40.6m • RANC Rp4.53m vs Rp6.43m • RIMO -Rp0.87m vs -Rp1.07m • HERO -Rp33.2m vs Rp55.3m • AMRT -Rp38.6m vs Rp10m »» Services • SILO Rp34.5m vs Rp26.9m • SONA Rp15.1m vs Rp66.2m • SAME Rp13.8m vs Rp11.7m • DYAN -Rp11.2m vs -Rp7.3m • BLTZ -Rp12.2m vs -Rp18.1m »» Automotive Related • ASII Rp3.99t vs Rp4.73t • UNTR Rp1.64t vs Rp1.58t • AUTO Rp87.4m vs Rp265.5m • TURI Rp74.1m vs Rp78.1m • IMJS Rp28.9m vs Rp35.9m • IMAS Rp14.4m vs Rp75.3m • KOBX $29rb vs $352rb • GDYR -$206rb vs $393rb • MASA -$2.55jt vs $2.47jt • INTA -Rp51.8m vs Rp80.5m »» Energy, Mining & Related • PGAS $109.4jt vs $176.7jt • PTBA Rp340m vs Rp536m • ADRO $59.1jt vs $128.7jt • INCO $25.06jt vs $17.96jt • INDY $11.6jt vs $8.05jt • PSAB $9.18jt vs $8.23jt • ELSA Rp65m vs Rp54m • RUIS Rp10.1m vs Rp14.9m • HRUM $1.7jt vs $10.8jt • KKGI $1.42jt vs $4.59jt • PTRO $0.48jt vs $2.10jt • TMPI Rp2.21m vs Rp5.0m • SUGI -$0.60jt vs -$0.84jt • DEWA -$0.32jt vs -$1.00jt • MITI -Rp3.52m vs Rp2.28m • TINS -Rp19.1m vs Rp95.0m • GTBO -$3.07jt vs -$0.14jt • DOID -$10.4jt vs Rp11.8jt • BRMS -$17.81jt vs -$13.17jt • BYAN -$18.5jt vs -$0.99jt • ANTM -Rp240m vs -Rp273m »» Agriculture, Poultry & Related • CPIN Rp431m vs Rp661m • SSMS Rp273m vs Rp194m • AALI Rp156m vs Rp784m • LSIP Rp153m vs Rp226m • TBLA Rp90.9m vs Rp131m • BISI Rp48.4m vs Rp28.2m • UNSP Rp32.1m vs Rp297m • BRPT $1.39jt vs -$4.98jt • BWPT Rp7.13m vs Rp101m • JAWA Rp2.63m vs Rp30.3m • JPFA -Rp222m vs Rp52.9m • MAIN -Rp59.7m vs Rp58.2m • GZCO -Rp10.5m vs -Rp8.5m • SMAR -Rp78.3m vs Rp888m • CPRO -Rp209m vs Rp103m »» Telco, Media & Tech Related • TLKM Rp3.81t vs Rp3.58t • EMTK Rp553m vs Rp111m • MNCN Rp285m vs Rp389m • MDIA Rp105m vs Rp64.1m • TELE Rp85.4m vs Rp60.7m • TRIO Rp29.7m vs Rp107m • VIVA Rp18.1m vs Rp11.2m • GLOB Rp1.07m vs Rp28.8m • CENT -Rp10.3m vs -Rp0.4m • MSKY -Rp130m vs Rp136m • KBLV -Rp205m vs Rp7.9m • FREN -Rp551m vs Rp235m »» Transportation, Distribution • BIRD Rp223m vs Rp219m • MPMX Rp115m vs Rp152m • TMAS Rp60.1m vs Rp53.7m • TAXI Rp20.3m vs Rp29.2m • SMDR $5.22jt vs $2.12jt • MBSS $3.97jt vs $9.19jt • HITS $747rb vs $849rb • NELY Rp1.73m vs Rp9.04m • WINS $0.08jt vs $7.59jt • IATA -$1.69jt vs -$1.27jt »» Manufacture • INDR $92.37jt vs $61.33jt • INKP $61.5jt vs $22.5jt • SRIL $14.28jt vs $11.89jt • AMFG Rp101m vs Rp84.6m • TKIM $7.83jt vs $10.9jt • ARNA Rp39.6m vs Rp77.1m • LTLS Rp31.4m vs Rp58.7m • DAJK Rp17.4m vs Rp19.6m • CINT Rp8.24m vs Rp7.42m • EKAD Rp8.19m vs Rp11.4m • SRSN Rp5.54m vs Rp6.28m • BUDI Rp3.32m vs Rp35.1m • INDS Rp2.56m vs Rp41.7m • JPRS Rp1.41m vs Rp4.86m • ERTX $844rb vs $446rb • IPOL $235rb vs $796rb • JECC -Rp1.11m vs Rp30.3m • SSTM -Rp7.22m vs Rp0.54m • IKAI -Rp9.18m vs -Rp4.72m • KARW -$0.46jt vs -$1.26jt • NIKL -$1.16jt vs -$0.26jt • ADMG -$7.68jt vs -$10.2jt »» Holdings, Others • BMTR Rp90.4m vs Rp304m • DSNG Rp57.6m vs Rp149m • RAJA $2.54jt vs $1.95jt • LEAD $1.09jt vs $5.69jt • DSFI Rp3.78m vs Rp2.81m • MIRA Rp0.76m vs Rp0.50m • BAJA -Rp4.35m vs Rp27m • PKPK -Rp12.5m vs -Rp1.7m • BHIT -Rp208m vs Rp385m • BNBR -Rp302m vs Rp665m |
|
#459
|
||||
|
||||
|
Bursa Hari Ini, 06 May 2015 09:15
Market Movement IHSG berhasil menguat 0,4% ke level 5.160,3 meski sempat mengalami tekanan jual pasca release data GDP 1Q15 yang dibawah konsensus yakni 4,7% vs konsensu 4,9% menunjukkan melambatnya perkeonomian nasional. Asing tercatat membukukan transaksi net buy senilai Rp 455 miliar. Saham-saham top gainers di antaranya adalah Unilever (UNVR) naik Rp 1.175 ke Rp 44.175, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 550 ke Rp 13.450, Tower Bersama (TBIG) naik Rp 375 ke Rp 8.775, dan Mayora (MYOR) naik Rp 375 ke Rp 259.000. Sementara saham-saham kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 850 ke Rp 72.900, Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 600 ke Rp 3.000, Mandom (TCID) turun Rp 600 ke Rp 19.400, dan Multi Bintang (MLBI) turun Rp 575 ke Rp 9.000. GLOBAL UPDATE Bursa Wall Street turun hingga 1% dikarenakan melebarnya defisit neraca perdagangan AS. Pada 1Q15, defisit neraca perdagangan AS merupakan yang paling tertinggi dalam 6,5 tahun terakhir ini dengan jumlah defisit sebesar US$51,4 Miliar. Indek saham Dow Jones turun 142,2 poin (0,79%) ke 17.927,2. Indeks S&P 500 turun 25,03 poin (1,18%) ke 2.089,46. Sementara indeks Nasdaq turun 77,6 poin (1,55%) ke 4.939,33. Sementara itu bursa acuan eropa juga mengalami penurunan yaitu DJ Euro Stoxx turun 2,4% berada pada level 3546,6 dan FTSE 100 turun 0,8% berada pada level 6927,6.. Analyst Meeting Takeaways MPMX Selama periode 1Q15, MPMX berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 7,1% YoY menjadi Rp 3,90 triliun dari Rp 3,64 triliun di 1Q14. Namun laba bersih turun 23,04% YoY menjadi Rp 121,21 miliar dari Rp 157,50 miliar di 1Q14 akibat dari kenaikan beban penjualan sebesar 28,22% YoY menjadi Rp 399,52 miliar dari Rp 311,58 miliar. Volume penjualan dari segmen Distibusi dan Retail 2W relative stabil dan flat, segmen distribusi dan retail 4W mengalami pertumbuhan dari penjualan 235 unit di 1Q14 menjadi 623 unit di 1Q15, kenaikan tersebut ditopang dari 5 dealer yang sudah efektif sampai 1Q15 dibanding periode 1Q14 dimana perusahaan masih belum mempunyai dealer resmi. Volume penjualan di segmen Consumer Parts menurun sebesar 10,9% menjadi 14.845 KL di 1Q15 dari sebelumnya 16.678 KL di 1Q14. Volume penjualan di segmen Auto Service relative stabil dan flat dengan armada rental di 1Q14 sebanyak 14.573 unit dan di 1Q15 sebanyak 14.287 unit. (NOT RATED) Corporate Summary Ø AKRA bagi dividen Rp 80/saham Ø LSIP bagi dividen Rp 53/saham Ø SIMP bagi dividen Rp 16/saham Ø WSKT Garap Tol Balikpapan-Samarinda Paket V Ø KIJA terbitkan global bond US$ 70 juta Ø AKRA garap PLTU US$ 1,7 M |
|
#460
|
||||
|
||||
|
Bursa Hari Ini, 07 May 2015 09:39
Market Movement Meski terkena tekanan jual terutama dari investor asing, IHSG pada akhirnya mampu ditutup menguat terbatas sebesar 0,5% berada pada level 5.185,0. Investor asing mencatatkan transaksi net sell senilai Rp 827 miliar. Saham-saham top gainers di antaranya adalah Unilever (UNVR) naik Rp 1.000 ke Rp 45.175, Tigaraksa (TGKA) naik Rp 700 ke Rp 3.800, Astra Agro (AALI) naik Rp 575 ke Rp 20.975, dan Plaza Indonesia (PLIN) naik Rp 570 ke Rp 3.570; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 900 ke Rp 72.000, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 500 ke Rp 11.100, Indocement (INTP) turun Rp 375 ke Rp 22.025, dan Buana Finance (BBLD) turun Rp 350 ke Rp 1.050. GLOBAL UPDATE Bursa AS dalam perdagangan tadi malam ditutup terkoreksi pasca pernyataan Janet Yellen, Gubernur The Fed bahwa valuasi bursa AS sudah mahal meski The Fed belum melihat tanda-tanda bubble pasar saham. Investor sendiri masih berspekulasi kapan The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya yang diperkirakan terjadi pada September mendatang. Indeks Dow Jones dan Nasdaq melemah masing-masing sebesar 0,5% dan 0,4%. Sementara itu, bursa Eropa mampu ditutup menguat dalam kisaran terbatas dimana indeks DJ Euro Stoxx menguat ke level 3.558,0 sedangkan FTSE 100 naik ke level 6.933,7. Corporate Summary Ø IPO PP Properti Banjir Peminat Ø IPOL Incar Kontribusi 10% dari Anak Usaha Baru Ø IPOL anggarkan capex US$ 9,5 juta di tahun 2015 Ø INPP Incar Utang Rp320,58 miliar Ø BSDE Butuh Rp25 triliun Ø MKPI Pangkas Belanja Modal Ø BSDE Bagikan Dividen Rp 15 per saham Ø KBLV bukukan kerugian Rp205,33 M Ø DUTI anggarkan capex Rp 500 – Rp 700 Miliar Ø EXCL cetak Rugi Bersih Rp 758 Miliar Ø AMRT tawarkan obligasi senilai Rp 1 triliun sumber |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| JUAL Lautandhana Online Trading Saham LOTS | Software Original & Open Source | |||
| FXSBO - Spread Trading Online Broker | Forex | |||