| FAQ |
| Calendar |
|
#451
|
||||
|
||||
![]() Inflasi Zona Euro Masih Rendah Inflasi harga di tingkat konsumen zona euro masih mengalami penurunan untuk ke-empat bulan berturut-turut di Maret, namun dengan laju terlemahnya sehingga mengurangi kekhawatiran resiko deflasi di kawasan tersebut. Biro statistik Uni Eropa Selasa mengatakan harga konsumen zona euro lebih rendah 0,1% dibandingkan tahun lalu, setelah mencatat penurunan 0,3% di Februari dan 0,6% di Januari. Harga mulai mencatat penurunan di Desember, sehingga mendorong European Central Bank untuk meluncurkan program pengenduran kuantitatif yang akan membuat bank sentral membeli obligasi pemerintah senilai lebih dari 1 triliun euro atau setara dengan $1,09 triliun hingga September 2016. Para pembuat kebijakan ECB telah memperkirakan harga turun di sepanjang semester pertama tahun ini dan para ekonom di bank sentral telah memperkirakan harga akan flat di 2015. Prospek berakhirnya periode penurunan harga yang lebih awal dari perkiraan telah mengarahkan spekulasi di pasar keuangan bahwa ECB kemungkina akan mengakhiri pembelian obligasi sebelum September 2016, atau membeli surat utang namun dengan jumlah yang leb ih kecil saja. Namun, Presiden ECB, Mario Draghi, pekan lalu menekankan bahwa program QE akan berlangsung setidaknya selamat 18 bulan dan terus berlanjut hingga para pmbuat kebijakan suku yakin bahwa inflasi akan stabil mendekati tingkat tahunan 2%. Pelemahan pada penurunan harga sebagian besar dikarenakan oleh terjadi rebound ringan pada harga energi. Dimana harga energi lebih rendah 5,8% dari tahun sebelumny adi March, setelah mencatat penruunan 7,9% pada Februari dan 9,3% di Januari. Namun demikian, terdapat pengingat bagi para pembuat kebijakan bahwa biaya energi yang lebih rendah dapat menyebabkan kenaikan lebih lambat atau penurunan langsung dalam harga barang dan jasa lainnya, seperti tingkat inflasi inti turun menjadi 0,6% dari 0,7% pada bulan Februari. Eropa merupakan importir energi dan ekonom sering membandingkan penurunan harga minyak dan gas alam untuk pemotongan pajak, di saat konsumen dengan lebih banyak uang untuk dibelanjakan pada barang dan jasa lainnya, banyak yang diproduksi di dalam blok tersebut. Daripada mendorong zona euro ke dalam deflasi, biaya energi yang lebih rendah tampaknya telah memberikan dorongan untuk pemulihan ekonomi meski masih sederhana, dibantu oleh stimulus ECB, dan euro yang melemah. |
|
#452
|
||||
|
||||
![]() Bursa berjatuhan, dolar melemah Bursa Asia secara umum diperdagangkan melemah hari ini menyusul anjloknya saham-saham AS tadi malam. Sementara itu dolar tergelincir terhadap yen. Karena kondisi pasar cenderung rapuh maka bursa Eropa pun diperkirakan dibuka melemah. Minyak mentah terus anjlok karena perundingan antara Iran dengan sekutu AS masih harus menempuh jalan panjang dan sudah melewati batas akhir. Mandegnya perundingan ini secara langsung memberi dampak kepada pasokan minyak mentah. Terakhir dikutip minyak mentah AS turun 0,3% menjadi $47,46 per barrel. Minyak Brent juga turun 0,1% menjadi $55,08 per barrel. Meski begitu, bursa saham China mampu melawan trend dengan menguat karena muncul harapan kebijakan pelonggaran moneter yang diluncurkan akan lebih banyak lagi. Euro diperdagangkan pada posisi 119,42 yen dimana mayoritas pelaku pasar, utamanya investor asing menjual yen atau melakukan hedging untuk melindungi posisi. Euro naik 0,5% pada $1,0787. Melemahnya euro secara umum dipengaruhi oleh krisis Yunani setelah pemerintahan Athena gagal memenuhi kesepakatan awal reformasi keuangan yang merupakan syarat untuk mendapatkan bantuan keuangan. Jika tidak mendapat persetujuan dari Uni Eropa dan IMF, Athena akan kehabisan dana dalam beberapa minggu kedepan. |
|
#453
|
||||
|
||||
![]() Pertumbuhan AS Diragukan, dolar Tertahan Dolar AS melemah pada hari Kamis, hari terakhir perdagangan pekan ini untuk sebagian pasar jelang libur Paskah. Ini disebabkan oleh data ekonomi pada hari Rabu yang mengecewakan sehingga menimbulkan keraguan atas prospek pertumbuhan menjelang data pekerjaan utama di sesi Jumat. Meski data payroll pertanian AS diperkirakan akan menunjukkan peningkatan 245.000 lapangan pekerjaan pada Maret, hal ini berdasarkan survei ekonom yang oleh Reuters, namun data pada Rabu kemarin menghantam pasar ekuitas AS dan diperkuat oleh kekhawatiran bahwa kenaikan rally baru-baru ini justru membebani ekspor. Penurunan indeks dolar AS di sesi Kamis ini, yang masih mencatat kenaikan 8 persen hingga hari ini, memberikan dorongan untuk perdagangan saham di emerging market, diperdagangkan pada level kenaikan satu bulan, setelah mata uang utama negara berkembang menguat terhadap dolar. Suasana di pasar Eropa tak bergeming, di mana indeks saham FTSEurofirst 300 pan Eropa tergelincir 0,1 persen dan imbal hasil obligasi zona euro diperdagangkan flat hingga menguat. Sebagian besar pasar AS akan ditutup pada hari Jumat, sementara di Eropa hanya beberapa pasar yang ditutup pada hari Jumat sampai Senin dan kembali membuka perdagangan pada hari Selasa. Pasar India ditutup pada hari Kamis. Asia mengabaikan keraguan AS, dengan indeks saham Asia Pasifik MSCI di luar Jepang naik 0,8 persen. |
|
#454
|
||||
|
||||
![]() Mengantisipasi Pertumbuhan Kerja Meski Ekonomi AS Lemah Pertumbuhan pekerjaan AS diperkirakan masih tetap solid pada bulan Maret, yang seharusnya mampu meredakan kekhawatiran atas lemahnya kondisi ekonomi AS saat ini dan menjaga Federal Reserve di jalurnya untuk mulai menaikkan suku bunga di tahun ini juga. Nonfarm payrolls diperkirakan meningkat 245.000 pada bulan lalu setelah naik 295.000 pada bulan Februari, menurut survei ekonom Reuters. Jika tetap meningkat, maka Maret akan menjadi bulan 13 berturut-turut kenaikan data pekerjaan di atas 200.000, kenaikan beruntun terpanjang sejak akhir 1993. Pasar tenaga kerja sebagian besar telah melalui musim dingin yang keras, mengapungnya dolar, melemahnya permintaan global dan perselisihan perburuhan yang sudah diselesaikan di pelabuhan Pantai Barat silam, yang menjdi kesatuan melemahkan kegiatan ekonomi pada kuartal pertama. Pertumbuhan mendadak terheni selama tiga bulan terakhir. Perkiraan produk domestik bruto hingga ke penurunan 0,6 persen pada laju tahunan, namun perlambatan diharapkan bersifat sementara. Sementara itu, tingkat pengangguran diperkirakan akan terus stabil pada level terendah di lebih dari 6 setengah tahun atau di 5,5 persen. Saat ini di wilayah itu beberapa pejabat Fed mempertimbangkan konsistensi pasar tenaga kerja secara penuh. Meski demikian, masih terdapat risiko bahwa pertumbuhan payroll bisa mencatat angka jauh di bawah ekspektasi setelah laporan pada hari Rabu menunjukkan terjadi penurunan kembali perekrutan lapangan kerja swasta di Maret. Namun, angka laporan di atas 200.000 akan dilihat sebagai positif bagi perekonomian. |
|
#455
|
||||
|
||||
|
Dolar flat setelah data ketenagakerjaan AS rilis
![]() Dolar diperdagangkan stabil namun cenderung tertekan setelah rilisan data ketenagakerjaan AS menurunkan optimisme the Fed akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, Sementara pasar utama Eropa tutup mulai Jumat sampai Senin ini memperingati paskah dan baru dibuka kembali Selasa esok. Departemen ketenagakerjaan AS melaporkan pihak perusahaan AS membukukan pembukaan lapangan kerja paling sedikit dalam satu tahun terakhir di maret ini. Jumlah aktual jauh dibawah ekspektasi sebelumnya. Pada Jumat kemarin, pasar AS juga tutup dan akan buka hari ini. Euro diperdagangkan menguat 0,1% menjadi $1,0981. Sementara itu dolar menguat 0,1% terhadap yen menjadi 119,05. Dari Australia dilaporkan, mata uang lokal juga turun 0,1% menjadi $0,7626. Tren dolar untuk jangka panjang cenderung menguat. Walau data ketenagakerjaan tidak sesuai harapan, tapi masih menunjukkan perbaikan. Minyak Brent menguat 1,3% menjadi $55,65 per barrel dan minyak mentah AS naik 1,8% menjadi $50,02 per barrel. Emas spot naik 0,6% pada $1.217,06 per ounce berkat data AS. |
|
#456
|
||||
|
||||
![]() Aktifitas Sektor Jasa Inggris Terkuat Dalam 7 Bulan Sektor jasa Inggris tumbuh di laju tercepat dalam tujuh bulan pada bulan Maret, dipimpin kenaikan kuat pada bisnis baru, data survei dari Markit Economics dan Chartered Institute of Procurement & Supply Selasa menunjukkan. The Markit/CIPS Indeks Manajer Pembelian Inggris untuk sektor jasa naik menjadi 58,9 dari bulan Februari 56,7. Ini pertumbuhan aktifitas terkuat sejak Agustus tahun lalu. Para ekonom justru memperkirakan indeks berada di angka 57. Pertumbuhan selama kuartal pertama secara keseluruhan lebih cepat dari yang terlihat dalam tiga bulan terakhir tahun lalu, hasil survei menyebutkan. Indeks rata-rata 57,6 pada kuartal pertama, lebih baik dari 56,9 dalam tiga bulan terakhir 2014, merupakan yang terendah sejak kuartal kedua 2013. Mengomentari laporan tersebut, Chris Williamson, Kepala Ekonom Markit penyusun survei mengatakan, "Tiga survei PMI itu secara kolektif menunjukkan bahwa ekonomi tumbuh sebesar 0,7% pada kuartal pertama, menghidupkan kembali dari perlambatan yang terlihat pada akhir tahun lalu." Sesaat dirilis data tersebut, sterling terpantau sentuh level 1,4834 pada perdagangan pagi di Eropa, yang merupakan level terendahnya sejak April 3 dan berusaha bangkit mencapai level 1,4838, atau hanya mencatat penurunan 0,28%. |
|
#457
|
||||
|
||||
![]() BOJ tidak rubah kebijakan, kondisi ekonomi akan membaik Bank sentral Jepang mempertahankan kebijakan suku bunganya demi mendongkrak harga konsumen yang dalam 2 tahun terakhir merosot. Keputusan akhirnya adalah BOJ meneruskan kebijakan perluasan basis moneter yang bernilai 80 triliun yen. Target BOJ untuk menaikkan inflasi sampai 2 persen akan menemui rintangan karena suku bunga mendekati nol akibat murahnya harga minyak dan lemahnya pemulihan ekonomi Jepang dari resesi. BOJ cukup yakin kombinasi naiknya keuntungan, upah dan naiknya harga-harga akan mengangkat inflasi sesuai harapan. Namun beberapa analis memperkirakan bahwa BOJ belum akan mengambil langkah lanjutan dibulan ini dimana tantangan bagi perekonomian Jepang mulai dari menurunnya penjualan ritel dan produksi industri sampai ketidakyakinan perusahaan akan prospek ekonomi Jepang. Pada hari ini yen naik 0,1% menjadi 120,11 per dolar, turun nilainya sekitar 9% setelah sang gubernur Haruhiko Kuroda memberlakukan kebijakan pelonggaran moneter di Oktober tahun lalu. Beberapa analis memperkirakan BOJ akan memperluas kebijakan stimulusnya di akhir Oktober ini. Bulan lalu Kuroda juga mengingatkan bahwa harga konsumen mungkin turun sebagai dampak dari turunnya harga minyak yang mempengaruhi perekonomian Jepang. Penurunan temporal ini akan membuka jalan naiknya inflasi disemester kedua ditahun fiskal ini sampai Maret 2016. |
|
#458
|
||||
|
||||
![]() Pesanan Pabrik Jerman Tak disangka Merosot Pesanan pabrik Jerman secara tak terduga turun untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Februari karena terjadinya stagnasi permintaan domestik dan penurunan pesanan luar negeri, sehingga menunjukkan aktivitas ekonomi di negara ekonomi terbesar kawasan euro itu masih lesu pada awal tahun ini. Pesanan pabrik turun 0,9 persen dengan penyesuaian musiman dan hari kerja dari Januari, data dari Kementerian Ekonomi menunjukkan, berlawanan dengan ekspektasi ekonom untuk kenaikan 1,5 persen. Penurunan pada bulan Januari direvisi menjadi 2,6 persen dari 3,9 persen. Ini adalah penurunan terbesar sejak Agustus tahun lalu, ketika pesanan anjlok 5,5 persen. Pesanan dalam negeri tidak berubah dari bulan sebelumnya, sementara permintaan luar negeri mencatat penurunan 1,6 persen. Pesanan baru kawasan euro turun 2,1 persen namun pesanan dari negara lain mengalami penurunan 1,3 persen. Pesanan untuk barang setengah jadi turun 1,2 persen dan pesanan untuk barang modal mengalami penurunan 1,1 persen. Sementara itu, permintaan barang konsumsi tumbuh 2,9 persen. Meskipun pesanan pabrik mencatat penurunan, Kementerian Ekonomi mengatakan bahwa tren dalam industri terus menunjuk kenaikan moderat. Lesunya pesanan selama dua bulan berturut-turut ini merupakan pertama kalinya sejak Juni tahun lalu. Sektor manufaktur Jerman tumbuh lebih cepat dari yang diperkirakan pada bulan Maret, menandai peningkatan terkuat dalam sebelas bulan terakhir, data survei Markit Economics pekan lalu menunjukkan. Tingkat pengangguran di negara itu jatuh ke rekor terendah pada bulan Maret. |
|
#459
|
||||
|
||||
![]() Minutes the Fed beri support kepada dolar Dolar terkerek naik berkait rilis minutes the Fed apa rapat terakhir, dimana terungkap bahwa the Fed masih berada dalam jalur untuk menaikkan suku bunga ditahun ini. Pasar masih akan dipengaruhi oleh dua agenda penting diantaranya rilisan produksi industri Jerman dan keputusan suku bunga Bank of England. Mayoritas ekonom memperkirakan BoE masih akan mempertahankan level suku bunganya sampai tahun depan, menunggu pulihnya perekonomian Inggris dan naiknya inflasi. Kabar yang menarik bahwa investor mulai memburu aset-aset Jepang setelah diawal tahun ini ramai-ramai menjual. Setelah minutes the Fed rilis, dolar terkerk 0,1% menjadi 120,25 yen. Euro melemah sekitar 0,2% menjadi $1,0765. Minyak mentah juga terperosok menyusul menguatnya saham AS an kabar meroketnya produksi minyak Saudi. Minyak mentah AS naik 1,1% menjadi $50,95 per barrel dan minyak Brent naik 0,9% menjadi $56,07. |
|
#460
|
||||
|
||||
![]() Harapan Atas Suku Bunga Fed Kekuatan Bagi Dolar Dolar menguat terhadap mata uang utama pada sesi Jumat, setelah berkembangnya ekspektasi akan kenaikan suku bunga AS pada pertengahan tahun ini terus memberikan dukungan luas untuk greenback. Dolar terus mendapat kekuatan bahkan setelah Presiden Federal Reserve New York William Dudley pada Rabu mengatakan waktu kenaikan suku bunga tergantung pada data ekonomi dan menambahkan bahwa kenaikan suku bunga pada bulan Juni nanti bisa saja terjadi dengan catatan jika pemulihan pasar tenaga kerja terus menguat. Sementara itu, risalah pertemuan Maret the Fed yang dipublikasikan juga pada hari Rabu justru menunjukkan beberapa pejabat meyakini, prospek ekonomi kemungkinan akan menjamin kenaikan suku bunga pada bulan Juni. Greenback juga didorong setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada hari Kamis bahwa jumlah pengajuan tunjangan awal pengangguran pada pekan lalu naik meski angkanya di bawah ekspektasi. Indeks dolar AS, yang mencatat kinerja greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,45% diperdagangkan pada level 99,70. EUR/USD terpantau turun 0,51% ke level terendah satu minggu di 1,0603, bahkan setelah data menunjukkan produksi industri Perancis datar pada bulan Februari. Pound juga melemah, dengan GBP/USD meluncur 0,48% ke level 1,4642. Dalam laporannya, Kantor Statistik Nasional mengatakan produksi manufaktur Inggris naik 0,4% pada bulan Februari, sesuai dengan harapan, dengan tingkat tahunan naik 1,1% pada bulan Februari. Terhadap mata uang lain dolar melemah terhadap yen, dengan USD/JPY turun 0,20% ke level 120,34, namun menguat terhadap franc Swiss, dengan USD/CHF naik 0,20% ke level 0.9796. Australia, Selandia Baru dan dolar Kanada semuanya melemah terhadap dolar, dengan AUD/USD tergelincir 0,22% ke level 0,7674 dan NZD/USD jatuh 0,34% ke level 0,7541, sementara USD/CAD naik tipis 0,23% diperdagangkan pada level 1,2608. |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| Aussie Petik Keuntungan Pasca Positifnya Data Ekonomi Tiongkok | Forex | |||
| [MasterForex] Data ekonomi dan Fundamental oleh MasterForex | Forex | |||
| [ForexStars] Data Ekonomi dan Fundamental | Forex | |||
| JUAL (update) Tiket Ekonomi Semarang Jakarta tanggal 26 Agustus 2012 | Tour & Travel | |||
| JUAL WTB Fundamental of Thermodynamic, Fundamental of Heat and Mass Transfer Text Book | Buku Pelajaran | |||