| FAQ |
| Calendar |
|
|||||||
| Forex Diskusi apapun tentang Forex disini. |
![]() |
|
|
Thread Tools |
|
#441
|
||||
|
||||
|
Market Movement
Menyambut libur panjang IHSG turun 0,2% ke level 5.456,4 dipicu aksi ambil untung. Indeks sektoral yang menguat antaralain saham-saham pertambangan, konsumer, dan perkebunan, sementara mayoritas indeks sektoral lainnya melemah, dipimpin saham-saham aneka industri, properti, dan industri dasar. Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih mencapai Rp269,4 miliar di seluruh pasar. Saham-saham jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.225 ke Rp 74.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.000 ke Rp 52.000, Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 650 ke Rp 3.250, dan Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 500 ke Rp 7.000. Sementara saham-saham top losers antara lain Matahari (LPPF) turun Rp 775 ke Rp 19.175, Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 325 ke Rp 11.325, Asahimas (AMFG) turun Rp 200 ke Rp 7.475, dan Ancol (PJAA) turun Rp 170 ke Rp 2.525. Global Update Jelang libur panjang Paskah, bursa saham Wall Street menguat tipis ditopang data tenaga kerja yang positif, dimana tunjangan pengangguran secara mengejutkan turun drastis pekan lalu meskipun kenaikan tenaga kerja di sektor swasta terutama manufaktur tidak terlalu tinggi. Indeks Dow Jones, S&P500 dan Nasdaq masing-masing ditutup pada level 17.763,2 (+0,4%), 2.067,0 (+0,4%), dan 4.886,9 (+0,1%). Corporate Summary Ø MDRN Targetkan Laba Tumbuh 15% Ø LPCK Targetkan Raup Pendapatan Rp 1,989 T Ø Utang Berkurang, Laba Bersih KIJA Melonjak 297,43% tahun 2014 Ø MERK Bagikan Dividen Rp 6.500/saham Ø SMGR Segera Realisasikan Pembangunan pabrik Papua Ø SMRA Terbitkan Obligasi Senilai Rp 300 miliar lots |
|
#442
|
||||
|
||||
|
World’s Most-Loved Property Stocks Tap Indonesian Building Boom
(Bloomberg) April 5, 2015 - Falling interest rates, an expanding population and a government-sponsored building boom are turning Indonesia into the world’s favorite place to buy property stocks. Developers on the Jakarta stock exchange, including PT Lippo Cikarang and PT Alam Sutera Realty, have the highest average analyst ratings among global peers and the most buy recommendations of any industry group in Indonesia, according to data compiled by Bloomberg. The Jakarta Construction, Property & Real Estate Index has advanced 25 percent over the past 12 months, twice as much as the nation’s benchmark index. Indonesia’s central bank cut borrowing costs in February for the first time in three years, improving the outlook for Southeast Asia’s largest economy as President Joko Widodo seeks to lift growth to 7 percent. Singapore’s sovereign wealth fund and Indonesia’s state pension agency are both increasing investments in the nation’s property market as Widodo boosts infrastructure spending and the world’s fourth-biggest population keeps expanding. “We are overweight on the property sector and continue to be positive,” said Arief Wana, a director at PT Ashmore Asset Management Indonesia in Jakarta, which oversees the equivalent of $690 million, including the nation’s top-performing equity fund in 2014. The firm added Alam Sutera to the top five holdings of its Dana Progresif Nusantara fund in December. Rising Prices The average consensus rating on Indonesian property companies with at least five analyst recommendations is 4.32, on a scale where 5 equates to a unanimous buy rating. That compares with 4.13 in the U.S. and 4.1 in China. Shares in the Jakarta property index will probably climb 14 percent over the next 12 months, according to price targets compiled by Bloomberg. The gauge is valued at about 14 times estimated earnings. That’s a 10 percent discount versus the broader Jakarta Composite Index, compared with an average premium of 11 percent since Bloomberg began tracking the data in 2006. Indonesia’s new-home prices probably climbed 5.7 percent in the first quarter from a year earlier, following a 6.3 percent gain in the final quarter of last year, according to a February survey by the nation’s central bank. Property companies will be beneficiaries of Widodo’s infrastructure spending plans, estimated at $433 billion through 2019, CLSA Ltd. wrote in a March 31 report. They’re also among the biggest winners from the central bank’s interest-rate cut as financing costs fall, according to Ashmore’s Wana. Best Time “This is the best time to be in the property business in Indonesia,” Rainier Gunawan, a principal for realtor Ray White Indonesia in Jakarta, said in an interview. A rising supply of property may weigh on the market, according to Jones Lang LaSalle Inc., a Chicago-based property brokerage. About 1,500 new condominium units may open up in 2015, subduing rents, while office vacancy rates will probably rise into “double-digit territory” in 2015 as more than 260,000 square meters (2.8 million square feet) of Grade-A office space enters the market, the firm estimates. Indonesia’s property stocks still have room to rally, according to Steven Gunawan, an analyst at PT Batavia Prosperindo Sekuritas in Jakarta. His buy recommendations include Alam Sutera and Lippo. GIC Pte, Singapore’s sovereign wealth fund, and a partner agreed in November to invest $500 million in property projects in Indonesia, focusing on Jakarta’s central business district. BPJS Ketenagakerjaan, Indonesia’s state pension fund, said last month it plans to increase its investment in affordable housing by fivefold to fulfill demand from low-income workers. The population of Jakarta is forecast by the government to climb to 12.5 million by 2030, from about 9.7 million now. The urban growth rate in Indonesia, which has a total population of around 250 million, is the third-fastest among emerging Asian economies after Thailand and China, according to the World Bank. “The size of our population, combined with the urbanization rate, will keep demand for property strong,” Batavia’s Gunawan said. me @ LOTS Trading Club (LTC) |
|
#443
|
||||
|
||||
|
Market Movement
Mengawali pekan IHSG ditutup menguat ke level 5.480 atau naik 0,2% didorong penguatan saham-saham unggulan. Seluruh indeks sektoral pun menghijau, dengan penguatan dipimpin saham-saham sektor aneka industri, industri dasar, dan manufaktur. Investor asing kembali mencatatkan posisi beli bersih, dengan nilai transaksi mencapai Rp465,5 miliar di seluruh pasar. Saham-saham top gainers di antaranya adalah Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 950 ke Rp 23.425, Unilever (UNVR) naik Rp 475 ke Rp 39.525, Matahari (LPPF) naik Rp 450 ke Rp 19.625, dan Bank of India (BSWD) naik Rp 405 ke Rp 5.300.Sementara saham-saham kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 74.000, Astra Agro (AALI) turun Rp 350 ke Rp 23.550, Saratoga (SRTG) turun Rp 200 ke Rp 4.700, dan AKR (AKRA) turun Rp 200 ke Rp 5.325. Global Update Bursa saham Wall Street rally setelah mendengar pernyataan dari Fed mengenai implikasi kebijakan suku bunga yang kemungkinan besar masih akan ditahan di level terendahnya di tengah lemahnya penyerapan tenagakerja pekan lalu. Saham-saham energi dan utilitas memimpin penguatan di pasar. Indeks Dow Jones, S&P500, dan Nasdaq masing-masing ditutup pada level 17.880,9 (+0,7%), 2.080,6 (+0,7%), dan 4.917,3 (+0,6%). Corporate Summary Ø WIKA Raih Kontrak Baru Rp 4,1 T Ø PGAS Bagi Dividen Rp144,84 / Saham Ø PGAS Rombak Jajaran Komisaris Ø PGAS akuisisi Fasken sebesar 36% Ø PTBA Setop Eksplorasi hingga September 2015 Ø Capex KAEF sebesar Rp 590,6 M di 2015 Ø BRAU Siap Tambah Modal US$100 juta Ø Margin GDYR Susut Menjadi 1,71% pada tahun 2014 Ø SMGR Proyeksikan Pertumbuhan Laba Sebesar 12% yoy Ø CPIN Catat Pertumbuhan Penjualan dan Penurunan Laba Bersih Ø NRCA Raih Kontrak Baru Rp 598 miliar Ø DSSA Segera Finalisasi Share Swap Rp 14,7 triliun Ø Kredit Perbankan Tumbuh 12% YoY Ø TPIA Jual Aset Tanah lots |
|
#444
|
||||
|
||||
|
Berita Emiten | Tuesday , 07 Apr 2015
WIKA Raih Kontrak Baru Rp 4,1 T Sepanjang 1Q15, WIKA berhasil mengantongi kontrak baru sebesar Rp 4,1 triliun, setara 13% dari total target kontrak baru yang telah ditetapkan manajemen WIKA. PGAS Bagi Dividen Rp144,84 / Saham RUPSTPGAS menyetujui pembagian dividen tahun buku 2014 senilai Rp144,84 per saham. Adapun pembagian dividen akan diberikan selambatnya tiga puluh hari setelah RUPS dilaksanakan. PGAS Rombak Jajaran Komisaris PGAS merombak jajaran komisaris yakni Imam Sugema sebagai Komisaris Utama Independen, dan Tirta Hidayat, Mohammad Ikssan, Paiman Rahardjo, IGN WiramatjaPuja dan M. Zamkhani sebagai komisaris. Jajaran Direksi tidak berubah. PGAS akuisisi Fasken sebesar 36% PGAS melalui anak usahanya PT. Saka Energi Indonesia telah menuntaskan akuisisi sebesar US$ 125 juta (36% porsi kepemilikan). PGAS berharap pendapatan dari shale gas Fasken sebesar US$ 208,5 juta sehingga PGAS mendapatkan US$75 juta. Tahun ini, produksi di area tersebut sudah mencapai 120 mmscfd. Harapannya, produksi di area tersebut bisa naik hingga 170 mmscfd sampai 190 mmscfd. PGAS juga telah menuntaskan akuisisi di wilayah kerja Pangkah sebesar 74% sehingga memiliki 100% kepemilikan dan berharap akan mendapat kontribusi pendapatan sebesar US$ 269 juta. Melalui Saka Energi juga melakukan akuisisi 8,9% milik KNOC dan pada akhir tahun lalu PGAS menyelesaikan akusisi 20% di Muriah bersama dengan operator Petronas. PTBA Setop Eksplorasi hingga September 2015 PTBA menyatakan tidak akan melakukan eksplorasi pertambangan sampai September 2015, untuk penambahan sumber daya di luar area yang telah memeroleh ijin eksploitasi.Pada tahun ini, perseroan mengalokasikan capex sekitar Rp5 triliun untuk pengembangan dan biaya rutin. Capex KAEF sebesar Rp 590,6 M di 2015 Tahun ini, capex KAEF berkurang 37,13% menjadi Rp 590,6 miliar untuk pembangunan pabrik secara bertahap, pengembangan apotek dan klinik. BRAU Siap Tambah Modal US$100 juta BRAU akan melakukan rekapitalisasi dengan tiga aksi yang akan dilakukan antara lain: meningkatkan nilai ekuitas melalui penerbitan saham baru melalui penawaran terbuka senilai US$ 100 juta, membayar pokok notes 2015 dan notes 2017 dengan total nilai US$ 118,75 juta dan BRAU akan menukar notes 2015 dan 2017 dengan notes baru yang akan jauh tempo di tahun 2019 dan 2020 di Singapura. Margin GDYR Susut Menjadi 1,71% pada tahun 2014 GDYR alami kenaikan pembayaran biaya teknis dan lisensi kepada induk perusahaan. Terhitung 1 April 2015, GDYR harus membayar biaya teknis dan lisensi sebesar 3,5% dari penjualan bersih dan 5% pada awal 2016. GDYR mencatat penjualan yang menurun 12.8% yoy menjadi US$ 160.8 juta pada 2014, Laba bersih turun 41,3% yoy menjadi US$ 2,7 juta dan margin laba menjadi 1,71%. SMGR Proyeksikan Pertumbuhan Laba Sebesar 12% yoy SMGR memproyeksikan laba bersih sebesar Rp 368 miliar (tumbuh 12% year on year). Pendapatan juga diproyeksikan naik menjadi Rp 1,71 triliun (tumbuh 41% yoy). CPIN Catat Pertumbuhan Penjualan dan Penurunan Laba Bersih CPIN mencatat penjualan sebesar Rp 29,1 triliun tumbuh 13,6% yoy namun terjadi penurunan pada laba bersih perusahaan sebesar 31% yoy menjadi Rp 1,75 triliun. NRCA Raih Kontrak Baru Rp 598 miliar NRCA hingga 1Q15 ini telah membukukan perolehan kontrak baru senilai total Rp 598 miliar antara lain: proyek Praxis Hotel & Apartment Surabaya, Hotel Pullman Ciawi, perluasan ADA Setiabudi Semarang dan Sampoerna Sukorejo V Surabaya. DSSA Segera Finalisasi Share Swap Rp 14,7 triliun DSSA akan memfinalisasi transaksi share swap anak perusahaannya, GEMS dengan United Fiber System Ltd, perusahaan asal Singapura sebanyak 3,94 miliar saham dengan harga Rp 3.735 per saham. Total nilai transaksi share swap ini mencapai Rp 14,7 triliun. Selanjutnya, DSSA akan mengambil alih saham baru United Fiber senilai Sing$ 0,95 per saham. Kredit Perbankan Tumbuh 12% YoY Hingga bulan Februari, penyaluran kredit perbankan bertumbuh sebesar 12% YoY mencapai senilai Rp 3,7 triliun yang didorong oleh kredit modal kerja yang bertumbuh 12% YoY. DPK pada periode yang sama 15,4% YoY mencapai senilai Rp 4,1 triliun. TPIA Jual Aset Tanah TPIA menjual aset berupa tanah kepada cucu perusahaan PT. Synthetic Rubber Indonesia senilai US$ 32,36 juta. Saat ini Synthetic Rubber Indonesia sedang menyelesaikan proses rencana ekspansi yaitu membangun pabrik yang direncanakan akan beroperasi awal 2017 dan berekspansi ke naphta cracker di pabrik Cilegon yuang sudah berdiri. Namun akan terjadi penhentian produksi selama 90 hari karena perusahaan harus menyambungkan mesin lama dengan mesin naphta cracker yang baru. |
|
#445
|
||||
|
||||
|
Market Movement
IHSG melesat naik kembali ke level 5.500-an berkat penguatan saham-saham unggulan. Investor asing juga kembali mendaratkan dananya di bursa, dengan nilai transaksi beli bersih mencapai Rp478,8 miliar di seluruh pasar. Dari seluruh indeks sektoral, hanya saham aneka industri yang melemah, sementara sektor lainnya menguat, dipimpin saham perkebunan, industri dasar, dan konsumer. Saham-saham top gainers di antaranya adalah Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 925 ke Rp 24.725, United Tractor (UNTR) naik Rp 875 ke Rp 22.900, Multi Bintang (MLBI) naik Rp 550 ke Rp 10.175, dan Unilever (UNVR) naik Rp 500 ke Rp 39.800.Sementara saham-saham top losers antara lain Taisho (SQBI) turun Rp 10.000 ke Rp 310.000, Multi Prima (LPIN) turun Rp 625 ke Rp 5.800, Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 500 ke Rp 7.550, dan Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 500 ke Rp 11.300. Global Update Pasca menguat di awal pekan, bursa saham Wall Street kembali melemah di tengah kembali menguatnya USD. Penguatan mata uang dolar ini membuat investor kuatir akan mempengaruhi kinerja emiten-emiten multinasional. Indeks Dow Jones, S&P500, dan Nasdaq kompak melemah tipis, masing-masing ditutup pada level 17.875,4 (-0,0%), 2.076,3 (-0,2%), dan 4.910,2 (-0,1%). Sementara itu bursa saham Eropa menguat pasca libur hari raya Paskah, ditopang keyakinan pasar bahwa stimulus ECB akan menyokong peguatan ekonomi ditambah the Fed yang akan menahan diri untuk menaikkan suku bunga. Indeks FTSE100 dan Stoxx50 kompak menghijau, masing-masing ditutup pada level 6.961,8 (+1,9%) dan 3.768,7 (+1,9%). Corporate Summary Ø Sepanjang 3M15, BFIN Raup Pembiayaan Rp 2,7 T Ø SMRA Akuisisi Saham Java Investama Properti Ø BCAP akan Rights Issue tanpa HMETD Ø KIJA akan Bangun 500 Boutique hotel di Marina Tanjung Lesung Ø Pendapatan DILD Naik 21% Ø DILD Incar Pendapatan Rp2,7 triliun tahun ini Ø PJAA akan Ekspansi Tiga Wahana Rekreasi Tahun Ini Ø ASSA Optimis Bisnis Jasa Lelang Mobil Tumbuh Dua Kali Lipat Ø INDF Sediakan US$ 150 juta untuk Proyek Pabrik Gula ketiga Ø SMRA Incar Ekspansi 300 Ha lahan Ø SRGA Anggarkan Belanja Modal US$100 juta Ø Serikat Pekerja BRAU Tolak Rencana Pengangkatan Direksi baru Ø Rencana IPO di 2015 Ø PGAS Garap Tiga Proyek Tahun Ini Ø GIAA Targetkan Pendapatan US$ 4,4 miliar Ø PTPP Raih Kontrak Baru Senilai Rp 6,7 triliun lots |
|
#446
|
||||
|
||||
|
Bursa Hari Ini
09 Apr 2015 09:08 Market Movement IHSG kembali terkoreksi sebesar 0,7% ke level 5.486,6 dipicu oleh aksi profit taking. Dari sembilan indeks sektoral, hanya saham-saham perkebunan yang positif, sementara sektor lainnya melemah, dipimpin saham-saham aneka industri, manufaktur dan pertambangan. Sementara itu investor asing masih konsisten membeli saham, dengan nilai transaksi beli bersih mencapai lebih dari Rp250 miliar di seluruh pasar. Saham-saham top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.900 ke Rp 53.900, Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 375 ke Rp 25.100, Citra Tubindo (CTRA) naik Rp 350 ke Rp 6.150, dan Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 250 ke Rp 4.750.Sementara saham-saham top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.100 ke Rp 38.700, Multi Prima (LPIN) turun Rp 575 ke Rp 5.225, United Tractor (UNRT) turun Rp 400 ke Rp 22.500, dan Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 395 ke Rp 2.505. Global Update Bursa saham AS merespon positif setelah the Fed mengindikasikan akan tetap menaikkan suku bunga nya tahun ini. Indeks Dow Jones, S&P500, dan Nasdaq ditutup naik masing-masing 0,2% ke 17.902,5, 0,3% ke 2.081,9 dan 0,8* ke 4.950,8. Sementara itu, pasca menguat cukup tinggi pada perdagangan hari Selasa, kemarin bursa saham Eropa terkoreksi dipicu kembali melemahnya harga minyak dunia. Saham-saham energi memimpin pelemahan seperti Shell (-4,4%) dan SBM Offshore (8,1%). Indeks Stoxx50 dan FTSE 100 masing-masing ditutup pada level 3.742,6 (-0,7%) dan 6.937,4 (-0,3%). Corporate Summary Ø 1Q15, INAF Masih Catat Rugi Rp 13 M Ø Eksekusi MSOP, saham AKRA bertambah Ø INDY Produksi Batubara Mencapai 40,3 juta ton tahun 2014 Ø KAEF Siapkan Capex Sebesar Rp 591 miliar Ø KAEF Bagi Dividen Rp 8,44/saham Ø ISAT Siapkan Capex Sebesar Rp 6,5-7 Triliun Ø ISAT Jajaki Pinjaman US$ 150 juta Ø ACST Raih Kontrak Baru Rp 1,3 triliun Ø BJTM Bagikan Dividen Rp 624 miliar lots |
|
#447
|
||||
|
||||
|
Berita Emiten Thursday , 09 Apr 2015
1Q15, INAF Masih Catat Rugi Rp 13 M INAF masih mencatat rugi sebesar Rp 13 miliar pada 1Q15, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp 38 miliar. Perseroan akan terus fokus memperbaiki kinerja melalui berbagai efisiensi agar bisa mencetak keuntungan di tahun ini. Eksekusi MSOP, saham AKRA bertambah Direktur AKRA ramai-ramai menambah saham dalam rangka Management Stock Option Plan (MSOP) sehingga jumlah saham beredar perseroan bertambah. Tercatat ada 5 direksi yang menambah sahamnya, dengan mengkonversi opsi saham menjadi saham. INDY Produksi Batubara Mencapai 40,3 juta ton tahun 2014 Realisasi produksi batu bara INDY pada 2014 meleset tipis dari target yang telah ditetapkan sebesar 41 juta ton, yakni 40,3 juta ton yang dihasilkan dari 5 wilayah konsesi di Kalimantan Timur, yang dikelola oleh anak usaha INDY yakni PT Kideco Agung, Meski di bawah target, produksi tahun lalu masih di atas realisasi 2013 sebesar 37,3 juta ton.. KAEF Siapkan Capex Sebesar Rp 591 miliar KAEF menganggarkan capex sebesar Rp 591 miliar yang akan dipakai untuk membangun pabrik secara bertahap, pengembangan apotek dan klinik. 30% pendanaan capex akan berasal dari internal dan sisa 70% capex akan diperoleh dari eksternal. KAEF Bagi Dividen Rp 8,44/saham KAEF akan membagikan dividen sebesar Rp 8,44/saham. Jumlah dividen tersebut mencapai Rp 46,92 Miliar atau 20% dari total laba perseroan tahun lalu yang mencapai Rp 234,6 Miliar. Sisa 80% dari laba bersih akan dipakai untuk pengembangan perseroan sebagai laba ditahan. ISAT Siapkan Capex Sebesar Rp 6,5-7 Triliun ISAT menyiapkan dana internal sebesar Rp 6,5-7 triliun untuk capex tahun ini. 80% dari capex akan dipakai untuk menutup jaringan 2G dan mengaktifkan jaringan 3G dan 4G. dan sisa 20% dari capex untuk keperluan lain-lain. ISAT Jajaki Pinjaman US$ 150 juta ISAT tengah menjajaki pinjaman perbankan asing senilai total US$ 150 juta yang akan digunakan untuk membiayai capex, biaya operasional dan refinancing pinjaman. ACST Raih Kontrak Baru Rp 1,3 triliun ACST hingga Maret 2015 berhasil memperoleh kontrak baru senilai total Rp 1,3 triliun setara dengan 75% dar target kontrak baru 2015 Rp 2 triliun. Kontrak tersebut berasal dari proyek pembangunan Thamrin Nine dan Langham Senopati. Perseroan berencana untuk menaikkan target kontrak baru tahun ini seiring dengan tingginya kontrak baru di 1Q15. BJTM Bagikan Dividen Rp 624 miliar RUPST BJTM menyetujui pembagian dividen tahun buku 2014 sebesar Rp 41,86 per saham senilai total Rp 624 miliar yang akan dibayarkan pada 5 Mei 2015. Sementara itu, perseroan juga berencana melakukan spin off unit usaha syariah yang diharapkan terealisasi pada awal tahun 2017. lots |
|
#448
|
||||
|
||||
|
Bursa Hari Ini Friday , 10 Apr 2015
Market Movement IHSG berhasil naik tipis 0,3% ke level 5.500,9 dipicu oleh aksi borong saham yang didominasi investor domestik menjelang penutupan saham. Tercatat transaksi investor asing yang melakukan net sell sebesar Rp 362,3 miliar. Dari keseluruhan indeks sektoral, hanya sektor keuangan dan perkebunan yang melemah sedangkan sektor lainnya menguat tipis dipimpin oleh sektor aneka industri, manufaktur dan konsumer. Saham-saham top gainers diantaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 750 ke Rp 54.650, Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 675 ke Rp 25.775, Unilever (UNVR) naik Rp 650 ke Rp 39.350 dan Samudra Indonesia (SMDR) naik Rp 525 ke Rp 10.450. Sementara saham-saham top losers diantaranya adalah Lion Metal (LION) turun Rp 1.975 ke Rp 8.500, Mayora (MYOR) turun Rp 1.350 ke Rp 27.500, Matahari (LPPF) turun Rp 725 ke Rp 18.700 dan Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 585 ke Rp 2.665. Global Update Pasar saham Wall Street diakhiri positif didorong penguatan saham-saham energi yang dipicu naiknya harga minyak mentah meski dalam rentang terbatas. Indeks Dow Jones, S&P500, dan Nasdaq masing-masing ditutup pada level 17.958,7 (+0,3%), 2.091,2 (+0,4%), dan 4.974,6 (+0,5%). Pun dengan bursa saham Eropa yang rebound berkat data produksi industri Jerman dan data ekonomi kawasan Euro yang berada di atas ekspektasi pasar. Indeks Stoxx50 naik 1% ke level 3.781,8 dan FTSE naik 1,1% ke 7.015,4. Corporate Summary Ø AMRT Mulai Garap Jualan Online Ø AMRT Rights Issue 7,5% saham Ø HADE Raih Utang Rp 30 M dari pemegang saham Ø KAEF Targetkan Kenaikan Laba Bersih 8% tahun 2015 Ø SSMS targetkan Laba Rp 848 Miliar di 2015 Ø AUTO Mulai Operasikan Pabrik di Karawang Ø SRIL Bangun Pabrik Serat Rayon Sebesar US$ 250 juta Ø ABMM jajaki proyek PLTU US$ 200 juta Ø BBCA Bagikan Dividen Rp 3,65 triliun lots |
|
#449
|
||||
|
||||
|
Market Movement
IHSG pada perdagangan akhir pekan ditutup terkoreksi dalam rentang terbatas sebesar 0,2% berada pada level 5.491,3.Tekanan jual masih marak terjadi dengan investor asing mencetak transaksi net sell senilai Rp 75 miliar. Saham-saham top gainers di antaranya adalah Matahari (LPPF) naik Rp 250 ke Rp 18.950, Sierad (SIPD) naik Rp 180 ke Rp 910, SMART (SMAR) naik Rp 150 ke Rp 6.550, dan Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 140 ke Rp 2.805; sedangkan saham-saham top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.150 ke Rp 53.500, Mitra Keluarga (MIKA) turun Rp 775 ke Rp 25.000, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 475 ke Rp 9.975, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 425 ke Rp 15.825. Global Update Bursa AS pada perdagangan akhir pekan ditutup menguat terbatas akibat investor bersikap menantikan realisasi kinerja keuangan emiten di 1Q15. Indeks S&P 500 tercatat mencetak rekor all time high di level 2.102,1 (+0,5%) didorong oleh lonjakan saham General Electric Co (+11%) pasca pengumuman rencana buy back saham maksimum senilai US$ 50 miliar.Sementara itu, bursa Eropa berhasil membukukan penutupan all time high semenjak bulan Januari lalu ditopang oleh data indeks industrial production Jerman yang melebihi ekspektasi ekonom, optimisme investor atas peningkatan ekonomi Uni Eropa dan dimulainya program QE ECB. Indeks DJ euro Stoxx menguat 0,9% ditutup pada level 3.816,8 sedangkan indeks FTSE 100 naik 1,1% di level 7.089,8. Corporate Summary Ø RAJA anggarkan belanja modal US$ 29 juta Ø Marketing sales MDLN melesat di kuartal I 2015 Ø PGAS akan tambah jaringan pipa gas Ø KAEF targetkan pendapatan naik 16% YoY Ø BRMS anggarkan capex US$ 350 juta Ø Marketing Sales ASRI turun 29% Ø Volume Penjualan SMGR 1Q15 Masih Lesu Ø ADHI akan Bangun 2 Pabrik Beton Ø BWPT siapkan Capex Rp800 Miliar Tahun Ini Ø Ekspor Otomotif Digenjot lots |
|
#450
|
||||
|
||||
|
Market Movement
IHSG di perdagangan awal pekan ditutup terkoreksi cukup signifikan sebesar 0,8% akibat maraknya aksi tekanan jual investor terutama investor asing yang tercatat membukukan transaksi net sell senilai Rp 682 miliar. Saham-saham top losers adalah Elang Mahkota Teknologi (EMTK) turun Rp 2.075 menjadi Rp 9.225, Lionmesh Prima (LMSH) turun Rp 1.625 menjadi Rp 6.650, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.400 menjadi 52.100; sedangkan saham-saham top gainers antara lain Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 925 menjadi Rp 4.625, Solusi Tunas Pratama (SUPR) naik Rp 500 menjadi Rp 9.300, dan Unilever (UNVR) naik Rp 375 menjadi Rp 39.775. Global Update Bursa AS di awal pekan ditutup melemah dalam kisaran yang terbatas akibat tekanan jual investor yang cenderung menanti release kinerja keuangan emiten 1Q15 dan berekspektasi hasilnya cenderung mengecewakan dipicu oleh penguatan US$ dan koreksi harga minyak dunia. Sementara itu, bursa Eropa cenderung ditutup bervariasi terbatas akibat anjloknya harga komoditas tambang mineral seperti, nikel, timah, emas dan tembaga yag dipicu oleh turunnya expor China yang secara tidak terduga sepanjang satu tahun terakhir ini. Corporate Summary Ø Marketing sales SMRA 1Q15 tumbuh 84% YoY Ø TMAS Kantongi Utang Dari Induk Usaha Rp96 M Ø PWON Cetak Marketing Sales Rp1,2 T Ø Laba bersih DOID sebesar US$ 16 juta Ø Pendapatan BHIT naik 7,83% YoY Ø Laba SIMT naik 60,75% YoY Ø DILD Incar Rp200 Miliar dari Lahan Industri Ø Laba Bersih HITS Merosot 53% Ø TBIG Kaji Emisi Obligasi Rupiah Ø Sepanjang Maret 2015, RALS Bukukan Penjualan Rp510 miliar lots |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| JUAL Lautandhana Online Trading Saham LOTS | Software Original & Open Source | |||
| FXSBO - Spread Trading Online Broker | Forex | |||