Ceriwis  

Go Back   Ceriwis > DISKUSI > Forex

Forex Diskusi apapun tentang Forex disini.

Reply
 
Thread Tools
  #31  
Old 6th March 2012
Hepcat's Avatar
Hepcat Hepcat is offline
Enthusiast
 
Join Date: May 2011
Location: Jakarta
Posts: 187
Rep Power: 0
Hepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good man
Default

Faktor Musim dan Pengaruhnya ke Forex Market [Part IV]

Intermezzo lagi . Sebelum global krisis di tahun 2008, mungkin kita akan kesulitan untuk meyakinkan seseorang apabila kita semua cenderung untuk bertindak tidak rasional. Mereka bilang,


Quote:
Ketika dihadapkan pada suatu keputusan yang penting, semua orang pasti bertindak rasional, apalagi untuk forex market seperti ini, disini semua keputusan sangatlah kritikal, pastinya kita akan memutuskan dengan rasional

Namun pada kenyataannya, ketika krisis global terjadi di tahun 2008, kerasionalan kita dipertanyakan. Dunia finansial hancur lebur seperti di dalam film fiksi, dan ribuan orang kehilangan pekerjaannya.

Alan Greenspan (bos dari Federal Reserve of America saat itu) terkejut ketika market dan dunia finansial ternyata tidak mampu untuk mengantisipasi krisis ini seperti yang dia harapkan.

Kerusakan yang terjadi di dunia finansial saat itu adalah harga mahal yang harus dibayar saat itu dan sampai detik ini. Pada faktanya, kita mungkin juga tidak rasional seperti yang Alan Greenspan lakukan. Ketidak rasionalan bisa setiap saat timbul ketika kita dihadapkan pada pengambilan keputusan trading. Faktor emosi dan keserakahan seringkali secara tidak sadar mengambil alih sisi rasional kita.

Uraian diatas mungkin perlu kita ingat berkaitan dengan bagian terakhir dari “Faktor Musim dan pengaruhnya di dalam Forex Market”. Ikan kue ikan cucut.... lanjutttttt..........


November

Kasus terakhir yang kita dapati ada di bulan ini. Meskipun tidak sekuat dibandingkan yang terjadi di bulan Mei dan September, dollar New Zealand berhasil naik terhadap US dollar sebanyak 8 kali dari 11 tahun yang kita analisa. Rata-rata kenaikan ini adalah sebesar 1,9 persen dan kita anggap cukup signifikan.

Performa NZD/USD di bulan November 1997 – 2007


Mengaplikasikan faktor musiman ke dalam trading kita

Cara terbaik untuk mengaplikasikan faktor musim dalam trading kita adalah dengan memahami esensi dari tujuan riset ini. Sebagai contoh, mungkin lebih baik apabila trader mencari kesempatan untuk membeli NZD/USD di bulan November daripada menjualnya. Namun bukan berarti kita trading secara “buta” dengan membeli di awal bulan November dan menjualnya di akhir bulan.

Yang perlu kita garis bawahi disini adalah , faktor musiman ini tidak 100% berulang setiap tahunnya. Apa yang kita dapatkan dari riset faktor musiman adalah dimana kita mendapatkan probabilitas yang lebih tinggi untuk membantu keputusan trading yang kita buat.


Sumber :

Part IV

Last edited by Hepcat; 6th March 2012 at 12:01 PM.
Reply With Quote
  #32  
Old 9th March 2012
Hepcat's Avatar
Hepcat Hepcat is offline
Enthusiast
 
Join Date: May 2011
Location: Jakarta
Posts: 187
Rep Power: 0
Hepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good man
Default

Spoiler for Intermezzo:
Intermezzo dulu , pecah ntar kepalanya kalo terlalu fokus berlajar terus


Membuat Trading System

Create a Trading System [PartI]

Kali ini kita akan membicarakan bagaimana caranya untuk bertrading berulang kali dan berjalan dalam profit yang konsisten dari hari ke hari. Dalam trading, mereka yang mengalami profit sudah pasti akan kembali untuk membuka trading lainnya guna memperoleh profit yang lebih besar lagi. Ada orang-orang yang saya temui yang mengatakan bahwa kalau sudah profit sekian persen dalam forex maka dia akan segera mengakhiri tradingnya dan merasa puas cukup dengan profit itu saja. Saya pribadi tidak sepenuhnya percaya dengan perkataan seperti itu. Pasalnya jika kita mengalami profit pastilah kita akan kembali untuk mengulangi profit yang sama bukan?

Persoalannya jika dalam trading pertama kita profit, belum tentu kita mampu melakukannya untuk yang kedua kalinya. Bukankah tujuan kita bermain forex adalah profit, dan tetap menjaga konsistensi profit kita? Nah untuk itu kamu membutuhkan sebuah sistem trading yang mampu setidaknya membantu trading kamu memperoleh profit secara konsisten. Itu sebabnya adalah perlu untuk membuat sebuah trading system.

Sebuah trading system adalah sekumpulan metode trading baik teknikal maupun fundamental yang mampu menuntun kita melakukan trading dalam berbagai kondisi market dan tentu saja menghasilkan profit.


Kalau kamu melakukan searching di Google dengan keyword �forex trading system� maka kamu akan menemukan banyak sekali hasil pencarian. Banyak diantaranya menawarkan sebuah trading system yang sempurna dan mampu memberikan kamu profit ratusan points perbulannya! Dalam dunia forex sistem seperti ini dinamakan �holy grail.� Sebuah istilah yang mengacu pada metode trading yang bila dilaksanakan sesuai aturannya akan memberikan kita profit dalam setiap keadaan.

Bukankah itu terlihat menarik? Sebuah trading system yang mampu memberikan profit ratusan points per bulan dan akan menjadi tambang emasmu selamanya! Beberapa menawarkan harga ribuan dollar untuk trading system model begini. Apa layak untuk dibeli? Bukankah kalau sudah saya beli maka Saya dapat bertrading dengan sistem tersebut dan impas setelah beberapa bulan trading?

Satu hal yang saya pelajari ketika berselancar di internet dan membaca begitu banyak pengetahuan adalah bagaimana membedakan sebuah bahasa marketing dengan bahasa informasi. Kebanyakan bahasa marketing terlihat too good to be true. Dan iklan trading system seperti itu rasanya too good to be true. Bukankah kalau memang sebuah trading system menghasilkan, bahkan tanpa harus menjualnya sekalipun si pencipta mampu menghasilkan ribuan dollar tiap bulannya? Mengapa harus repot melayani pembeli jikalau hanya dengan mengikuti sistem ciptaannya dia sudah mampu menjadi kaya?


Anggaplah sistem tersebut benar, hal tersulit perihal sebuah trading system adalah bukan bagaimana membuatnya tetapi bagaimana dengan disiplin kita mengikutinya. Ini bukan perkara yang mudah apa lagi jika ternyata trading system yang kamu beli mengharuskan kamu bertrading antara pukul 00.00-03.00 setiap hari misalnya. Apa kamu sanggup? Bangun tengah malah setiap hari dan mencari peluang demi trading system yang telah kamu beli seharga beberapa ribu dollar. Itu baru masalah waktu, belum masalah tetek bengek lainnya seperti innitial margin (modal awal), model trading (swing, day atau scalp) dan lain sebagainya.

Kabar baiknya adalah kita pun bisa membuat trading system kita sendiri! Dan karena trading system tersebut kita buat sendiri pastilah sesuai dengan pola dan karakteristik trading kita. Lebih baik bukan?

segini dulu, nanti lanjut lagi
Reply With Quote
  #33  
Old 12th March 2012
Hepcat's Avatar
Hepcat Hepcat is offline
Enthusiast
 
Join Date: May 2011
Location: Jakarta
Posts: 187
Rep Power: 0
Hepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good man
Default

Create a Trading System [Part II]

Membuat trading system terus terang memang gampang-gampang mudah eh maksudnya gampang-gampang susah . Terutama masalah back test dan forward testnya. Maksudnya back test itu adalah mengtes trading kita apakah profit terhadap pergerakan harga yang selama ini terjadi. Sedangkan forward test adalah mengetesnya dalam demo accountmu.

Ok kalau begitu mari kita jabarkan satu per satu bagaimana caranya membuat sebuah trading system.

Step 0. Menentukan Tujuan Tradingmu (Trading Objectives)


Keluar rumah harus ada tujuan. Investasi pun harus punya tujuan. Tapi jangan katakan tujuanmu dalam bermain forex adalah profit yang sebesar-besarnya. Tujuan harus realistis dan mempunyai ukuran yang jelas. Realistis artinya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki saat ini. Jelas artinya harus tertuang dalam angka atau persentase dan dalam waktu yang tertentu juga. Akan lebih baik lagi bila berupa target pribadi misalnya mampu membelikan sebuah motor bebek seharga 12 Juta dalam jangka waktu 8 bulan. Nah itu baru namanya tujuan yang jelas.

Menentukan tujuan dalam bertrading forex membantu kita untuk menentukan cara-cara bertrading dan modal yang kita tanamkan. Nah lalu bagaimana caranya kita menentukan tujuan kita?

Yang pertama perlu kamu ketahui adalah tidak perlu terlalu muluk-muluk dalam menentukan targetmu. Katakanlah hanya sebesar 10% setiap bulannya misalnya. Itu sudah cukup baik. Apabila kamu secara konsisten mencapai 10% tiap bulan selama setahun maka kamu mampu memperoleh sebanyak 120% yang 12 kali lebih besar dari bunga deposito tahunan kita! Bila kamu tidak mau menggunakan persentase tetapi sebuah angka eksak, itu sah-sah saja. Berapa? Misalnya 12 juta selama 8 bulan seperti contoh motor bebek diatas. Bagi saja 12 juta dengan 8 bulan sehingga profit bulananmu menjadi 1.5 Juta setiap bulannya. Bagi lagi dengan 20 hari karena pasar forex buka 5 hari dalam seminggu dan sebulan ada 4 minggu jadi profit harian yang harus kamu capai adalah 75 ribu Rupiah. Itu artinya dengan pembukaan posisi GBPUSD sebanyak 1 lot, kamu harus mendapatkan profit sebanyak hanya sebesar 9 points setiap harinya. Angka ini diperoleh dari harga 1 points pergerakan adalah 1$ dan kurs Rupiah pada saat tulisan ini dibuat adalah Rp 8.600 per Dollarnya. Tidak terlalu sulit bukan? Nah dengan konsistensi sebanyak 9 points setiap hari, kamu mampu membelikan sebuah motor bebek bagi istri tercinta setelah bertrading selama 8 bulan. Bukankah itu cukup menyenangkan?

Namun ingat akan pelajaran risk to reward ratio dalam money management class kita beberapa waktu sebelumnya. Setiap pembukaan posisi berarti juga adalah adanya kemungkinan rasio rugi yang dapat terjadi. Nah itu pun harus dipertimbangkan dalam trading kita. Toh dalam kenyataan setiap kali trading tidak selalu kita memperoleh profit bukan? Dalam 20 hari setiap bulannya bisa saja kita mengalami 5 hari atau bahkan 10 hari dimana Stop Loss kita tersentuh sehingga bukan saja profit tidak tercapai tetapi juga modal kita berkurang.


Kok jadi terasa rumit ya

Ekekekeke, jangan khawatir, bukan tujuan Saya untuk makin mempersulitmu. Membuat tujuan trading (trading objectives) memang bisa sangat rumit jika kamu menghendaki profil target yang sangat detail namun juga bisa semenyenangkan membangun impian kamu apabila dikerjakan dengan tepat dan sederhana saja.

Nah kita kembali ke risk to reward ratio. Dalam menentukan trading objectives, kamu juga harus menentukan resiko yang bersedia kamu tanggung per trade nya. Dalam setiap transaksi, berapa besar loss yang kamu mau tanggung? Nah katakanlah tadi target profitmu adalah 9 points setiap hari. Apabila kamu menghendaki rasio resiko adalah sama maka itu artinya kamu harus memasang Stop Lossmu sebesar 9 points juga. Dan kabar buruknya karena targetmu harus mendapatkan motor bebek seharga 12 Juta Rupiah dalam jangka waktu 8 bulan maka kamu tidak boleh loss sekalipun dalam tiap transaksimu sekali pun kamu memasang Stop Loss atau target tidak akan tercapai.

Tidak mungkin kita tidak pernah loss bukan? Nah untuk memberikan space ekstra demi terbelinya motor bebek dan adanya kemungkinan loss dalam beberapa trade maka ada beberapa cara yang dapat dilakukan.

Pertama adalah menaikan risk to reward ratiomu dengan perbandingan reward harus lebih besar dari pada risk nya. Naikkan jadi 2 kali lipat sehingga target profitmu (TP) menjadi 18 points dan Stop Loss (SL) nilainya tetap yaitu 9 points. Dengan demikian Sekalipun kamu loss sebanyak 10 kali dalam setiap bulannya dari 20 kali trade maka motor bebek tetap dapat diperoleh. Berikut perhitungan detail per harinya.

Tabel Tujuan Trading, Risk to reward ratio = 1:2 & profit to loss percentage per trade per month = 1:1


Angka 1440 points tersebut jika di Rupiahkan besarnya adalah Rp 14.400.000,- dengan kurs 1$ = Rp 10.000,- (biar gak cape ngitung )

Nah setidaknya target tersebut masih lebih ok untuk tercapai. Jika kamu merasa SL sebesar 9 points terlalu kecil bagimu, silakan memperbesar SL-mu namun untuk mengimbanginya, perbesar juga TP-mu sehingga lebih imbang. Rasio 30 points SL dan 60 points TP rasanya juga baik dan terus terang saya pun merasa lebih cocok dengan SL:TP = 30:60 points. Dengan per risk to reward ratio 1:2 dan SL:TP 30:60 serta persentase profit : loss dalam sebulan tetap 50:50 maka hasil tradingmu pada bulan ke 8 kayak gini :


Nah dalam Rupiah 2400 points besarnya adalah Rp24.000.000,- Lumayan besar bukan? Setidaknya bukan lagi motor bebek yang bisa kamu beli, tapi sebuah Honda Tiger keluaran terbaru untuk sang istri tercinta. Ok juga kok rasanya. Suami naik bebek istri naik tiger.

Kalau begitu bukankah lebih baik rasio itu kita perbesar terus karena dengan demikian jarak SL semakin besar sehingga setidaknya analisa akan semakin mudah dan tentu saja profit juga semakin besar? Tunggu dulu kawan. Ingat kita sudah pernah membahas perkara maximum drawdown dalam kelas Money Management? Nah andaikata 10 kali loss berturut-turut sebesar 300 points tersebut terjadi dalam tradingmu dan barulah pada trading ke 11 profitmu tercapai apakah modal kita mencukupi? Nah disinilah titik temu diantara keduanya. Semakin besar modalmu tentu saja titik SL dan TP juga dapat di perbesar. Namun untuk rasio SL:TP = 30 : 60 dan persentase profit:loss tiap bulan tetap sama 50% : 50 % rasanya modal $1000 sudah mencukupi.

lanjut lagi di bawah nanti
Reply With Quote
  #34  
Old 13th March 2012
Hepcat's Avatar
Hepcat Hepcat is offline
Enthusiast
 
Join Date: May 2011
Location: Jakarta
Posts: 187
Rep Power: 0
Hepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good man
Default

Create a Trading System [Part III]

Step 1. Tentukan Tipe Tradingmu

Bahasan kali ini adalah untuk menentukan bagaimana tipemu (style) bertrading. Apakah seorang scalper atau seorang day trader atau seorang swing trader? Ini akan berkaitan erat dengan grafik forex yang kamu gunakan terutama perihal time frame.

Katakanlah kamu telah menentukan tujuan tradingmu sebesar 180 points sebulannya (kembali pada target motor bebek diatas, yang Honda Tiger silakan cari sendiri bagaimana caranya) maka kamu harus menentukan bagaimana pola tradingmu nanti.

Jika kamu seorang Swing yang belum tentu satu hari membuka posisi maka tentu saja target yang dibuat tidak bisa di break per hari. Adalah lebih bijak untuk mem-breaknya per minggu atau bahkan per bulan. Dengan perbulan maka target profit bersihmu menjadi 180 points. Untuk day trader apa lagi scalper rasanya dapat kamu mem-break-nya (susah ya bahasanya ) menjadi perhari seperti tabel sebelumnya diatas.

Nah apa yang diingin dibahas dalam tipe trading dan hubungannya dengan trading systemmu adalah perkara grafik yang akan kamu gunakan dalam analisa teknikal kelak.

Biasanya seorang trader menggunakan 2 buah time frame dalam grafik forexnya. Grafik pertama adalah untuk menentukan trend yang sedang terjadi (trend confirmator) dan biasanya grafik ini menggunakan time frame yang lumayan besar. Sedangkan grafik kedua adalah grafik untuk melakukan entry (entry confirmator) pada market sehingga digunakan time frame yang lebih kecil. Tentu saja definisi besar kecil dalam time frame disini berbeda-beda bergantung dengan tipe tradingmu.

Jika kamu seorang Swing Trader, maka kamu tidak dapat menggunakan grafik time frame per 15 menit atau 30 menit. Untuk menganalisa trend biasanya seorang swing trader menggunaka time frame 1D alias harian. Ini artinya satu candlestick mewakili pergerakan harga selama 1 hari. Kita sudah membahas apa itu time frame pada saat kita mempelajari candlestick jauh sebelumnya.

Untuk melakukan entry pada market biasanya seorang Swinger menggunakan time frame 1 jam dalam grafik forexnya. Pergerakan dibawah 1 jam digolongkan bagi � whipsaw� bagi mereka. Whipsaw sendiri merupakan istilah di para trader forex yang kurang lebih merupakan pergerakan mata uang yang hanya menipu atau bukan menunjukkan trend sebenarnya.


Sekarang cek diatas gambar diatas. Bagian yang diberi lingkaran berwarna merah merupakan area yang dikatakan whipsaw (bergerigi seperti mata gergaji). Jika satu layar komputer kita hanya melihat area whipsaw tersebut maka seringkali hal ini mengecoh kita untuk melihat trend secara global. Mungkin saja whipsaw pada grafik menunjukkan arah turun sementara major graph menunjukkan arah naik. Nah bisa jadi ini menipu kita.

Perlu diketahui berapa pun time frame yang kamu gunakan, whipsaw selalu ada. Besarnya saja yang bisa berbeda-beda dari tiap-tiap time frame. Namun demikian semakin kecil time frame yang kamu gunakan, semakin banyak whipsaw yang muncul dalam grafik forexmu. So, watch out!

Bagi seorang scalper bisa jadi whipsaw pada day trader adalah major trend bagi mereka. Profit sebesar 30 points sangat berarti bagi mereka sedangkan bagi seorang swing trader 30 points hanyalah sebuah whipsaw dan tidak berarti.

Lalu bagaimana dengan day trader? Nah day trader biasanya menggunakan time frame 4h untuk menentukan major trend mereka. Untuk eksekusi mereka terbiasa menggunakan grafik 15M atau 30M ( M = minutes ). Dengan demikian mereka akan mengambil profit tidak sebanyak seorang swinger namun karena menggunakan time frame yang lebih kecil maka kesempatan untuk membuka posisi jauh lebih banyak dan profit pun jadi lebih sering.

Selanjutnya, terakhir seorang scalper. Pada umumnya seorang scalper menggunakan time frame 4h atau 1h untuk menentukan major trend mereka. Untuk eksekusi atau penentu entry, mereka biasa menggunakan time frame 10 atau 5 menit.

Nah, sesuaikan dengan pola tradingmu. Yang jelas besaran diatas bukanlah sesuatu yang mutlak untuk kamu ikuti. Jika kamu merasa menjadi seorang day trader juga bisa menggunakan time frame 1D untuk menentukan trend yang sedang terjadi ya sah-sah saja. Asal tentunya jangan menggunakan time frame 1W alias satu minggu.

Ok, coba kita cek dalam bentuk tabel :


Untuk mempermudah bahasannya, coba kita mengandaikan kita adalah seorang day trader yang mengincar motor bebek seharga 12 Juta dalam jangka waktu 8 bulan kedepan seperti telah dijelaskan diatas. Nah untuk itu kita akan menggunakan grafik 4h dan 15M untuk trading kita sehari-hari. Selanjutnya adalah kita harus menentukan indikator teknikal dan fundamental kita guna membuat mesin uang kita sendiri!

Masih belum selesai, berlanjut di bawah lagi
Reply With Quote
  #35  
Old 19th March 2012
Hepcat's Avatar
Hepcat Hepcat is offline
Enthusiast
 
Join Date: May 2011
Location: Jakarta
Posts: 187
Rep Power: 0
Hepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good man
Default

Create a Trading System [Part IV]

Step 2. Menentukan Tools Indikator Teknikal dan Fundamental

Ok, bicara kembali pada trading system, tentunya kamu harus mengetahui bagaimana melakukan analisa dan memperoleh profit dari sana. Setidaknya Kamu memerlukan indikator teknikal dan fundamental untuk memprediksi 2 hal berikut:

Mengetahui trend yang sedang terjadi dengan cepat dan akurat

Saat yang tepat untuk melakukan entry

Untuk dapat mengetahui 2 hal diatas, tentu saja analisa teknikal dan fundamental berperan disini. Yang pertama kali perlu kamu tentukan adalah indikator teknikalmu. Sementara untuk fundamental pilihannya tidak banyak dan cukup ditambahkan belakangan pada sistem trading kita.

Ok mari kita mulai. Dapat dikatakan ini adalah engine dari trading systemmu kelak. Pertama untuk dapat mengetahui trend yang terjadi, kita harus menggunakan time frame yang lebih besar dan indikator tertentu untuk dapat mengukurnya. Mengapa tidak menggunakan time frame yang lebih kecil? Time frame yang lebih kecil akan lebih efektif apabila kita menggunakannya sebagai penentu untuk entry. Bahkan bila kita menggunakan time frame yang lebih kecil, kita dapat terjebak oleh whipsaw dari pergerakan harga dikemudian hari.

Seperti kesepakatan semula bahwa diandaikan kita ini adalah seorang day trader maka kalau begitu time frame untuk menentukan trend yang terjadi adalah grafik 4H.

Untuk dapat menentukan trend yang terjadi pada sebuah grafik kita akan menggunakan 2 buah indikator. Satu untuk indikator trend follower dan satu lagi adalah indikator untuk menentukan titik Overbought dan Oversold. Kamu tidak mau mengalami bahwa trend yang sedang terjadi ternyata sebentar lagi akan segera berakhir bukan? Nah untuk itulah kita perlu menambahkan Oscillator.

Untuk trend indicator, kita akan menggunakan Exponential Moving Average sebagai indikator trend follower. Dan untuk menentukan area-area OB dan OS kita akan menggunakan Stochastic Oscillator. Untuk periode yang digunakan, Exponential MA akan kita gunakan dengan periode 5 dan 10. Sementara itu Stochastic akan menggunakan periode (10,5,5).

Keduanya akan kita plot pada grafik 4H. Hasilnya akan menjadi seperti ini :


Begini cara menggunakannya. Sebuah trend dapat digolongkan naik hanya bila XMA 5 berada diatas XMA 10 dan Stochastic tidak berada pada area OB (overbought) dan juga menunjukkan arah naik.

Sebaliknya donw trend hanya berlaku bila XMA 5 berada dibawah XMA 10 dan Stochastic tidak berada pada area OS (oversold) dan juga menunjukkan arah turun.

Rasanya hal tersebut tidak terlalu sulit bukan? Nah sekarang kita akan menentukan indikator untuk melakukan entry pembukaan posisi. Isi indikatornya kurang lebih sama yang berbeda hanyalah aturannya saja. Kalau timeframe dan seperangkat indikator diatas untuk menetukan trend kali ini adalah untuk menentukan kapan waktunya kita membuka sebuah posisi.

Time Frame yang digunakan adalah 15 menit atau dapat juga 30 menit. Indikatornya juga sama namun kali ini kita akan menambahkan satu lagi indikator Oscillator tambahan. Kita akan menambahkan sebuah indikator bernama William’s %R dengan periode 14 disini. William’s %R berguna untuk konfirmator lain bersama dengan Stochastic Oscillator. Namun kali ini kita tidak akan menggunakan batasan 20-80 dalam penggunaan William’s %R tetapi batasan 50-50. Jadi jika William’s %R menunjukkan arah naik dan tidak berada dibawah batasan -50 maka itu menunjukkan harga sedang bergerak naik menurut Williams.

Dengan demikian gambar yang akan terjadi adalah sebagai berikut :


Lalu bagaimana aturan untuk entry pada 30M time frame ini? Sederhana. Pertama yang perlu kamu ketahui adalah sebuah posisi Buy atau Sell tidak akan dilakukan tanpa mengikuti arah dari trend confirmator pada grafik 4H sebelumnya. Maksudnya begini: bila grafik 4H menunjukkan kondisi saat ini adalah uptrend maka pembukaan posisi hanya akan mencari posisi Buy dan posisi Open Sell tidak akan pernah diambil. Sebaliknya bila grafik 4H menunjukkan arah downtrend maka kita hanya akan mencari posisi Open Sell saja dan tidak akan pernah membuka posisi Open Buy seberapa pun bagusnya grafik 1H terlihat naik.

Open Buy akan kita lakukan hanya bila grafik 4H menunjukkan trend naik dan pada grafik 15M, XMA serta Stochastic menunjukkan arah naik dan William’s %R tidak berada di area -50 hingga -100. O ya sekedar informasi, rentang pergerakan Wiliam’s %R adalah di 0 hingga -100. Sedikit berbeda dengan RSI atau Stochastic yang berada pada rentang gerak 0-100.

Open Sell hanya akan kita lakukan bila 4H menunjukkan trend turun dan XMA serta Stochastic kita menunjukkan arah turun dan tentunya William’s %R berada pada area -50 hingga -100.

Ok sekarang masalah berita fundamental. Ada beberapa pilihan ketika kamu menghadapi berita fundamental.
  1. Membuka posisi sebelum berita fundamental terjadi .
  2. Membuka posisi ketika berita fundamental terjadi.
  3. Membuka posisi setelah berita fundamental terjadi untuk mengambil harga koreksi.
  4. Tidak membuka posisi sama sekali ketika mendekati berita fundamental atau beberapa saat setelah berita fundamental terjadi.

Untuk saat ini baiklah kita mengambil pilihan no 4 saja. Artinya sebisa mungkin kita akan menghindari berita fundamental dan tidak membuka posisi beberapa saat sebelum dan setelah berita fundamental terjadi. Ini untuk memudahkan kita dikarenakan ketika berita fundamental muncul biasanya harga digerakkan oleh emosi pasar sementara dan cenderung tidak dapat diprediksi secara teknikal.

ntar lanjut di bawah lagi

Last edited by Hepcat; 20th March 2012 at 10:56 AM.
Reply With Quote
  #36  
Old 20th March 2012
Hepcat's Avatar
Hepcat Hepcat is offline
Enthusiast
 
Join Date: May 2011
Location: Jakarta
Posts: 187
Rep Power: 0
Hepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good man
Default

Create a Trading System [Part V]

Step 3. Menentukan Besaran Limit dan Stop Loss

Ok, ini tidak sulit. Hanya ada beberapa trik sederhana yang akan kita gunakan disini. Yang pertama adalah masalah Limit. Dikarenakan kita mengincar sebanyak 180 points sebulannya maka setidaknya target profit per trade haruslah sebesar 9 points (asumsi satu hari satu kali trading). Namun rasanya 9 points tidak terlalu terasa dan belum lagi kita harus mempertimbangkan kondisi sepinya market, hari libur, atau risk to reward ratio.

Namun Saya memiliki ide yang lebih baik untuk menentukan kapan kita harus melakukan profit taking. Profit taking pada Open Buy hanya akan kita lakukan bila XMA pada 1H menunjukkan trend turun atau William’s %R pada 1H berada di area -100 hingga -50.

Untuk Stop Loss rasanya 30 points cukuplah. Kita tidak bisa menggunakan Stop Loss yang terlalu kecil dikarenakan bagaimana pun harga membutuhkan rentang yang cukup untuk melakukan pergerakan. Tidak boleh terlalu kecil sehingga menghalangi rentang gerak harga namun juga tidak boleh terlalu besar sehngga membuat rugi kita terasa lumayan “menyakitkan.”

Jika kamu tidak menyenangi skema profit taking yang variabel demikian, kamu dapat menggantinya dengan 60 points sehingga dengan demikian risk to reward ratio-mu menjadi 1:2. Oh ya, kamu dapat saja menggeser Stop Loss-mu ketika profit sudah diperoleh. Misalnya andaikata dengan menggunakan sistem diatas kita sudah memperoleh profit sebesar 30 points karena open Buy GBPUSD di 1.9850. Kini harga telah di 1.9880. Kamu dapat menggeser Stop Loss-mu di titik 1.9850 dari awalnya di 1.9820 guna menjaga kemungkinan harga berbalik arah. Dengan demikian kalo SL mu tersentuh sekalipun tidak ada loss yang terjadi.


Step 4. Lakukan Back test.


Ok mari kita lihat sistem yang telah kita buat ini pada beberapa grafik candlestick yang ada. Kamu juga dapat melakukan back test lainnya untuk memastikan bahwa sistem yang baru saja kita buat bersama ini berjalan dengan baik dalam berbagai kondisi harga. Back test (dan juga forward test) memerlukan waktu dan tidak mudah. Dibutuhkan kesetiaan dalam melakukannya. Kami harapkan ini menjadi PR yang kamu lakukan untuk menguji sistem trading yang baru saja kita lahirkan bersama.

Adalah baik untuk melakukan back test dan forward test pada sistem trading-mu dalam jangka waktu yang cukup. Kamu dipersilakan mencoba forward test pada platform Gain Capital selama 2 bulan untuk mengetahui bahwa sistem yang kamu bangun cukup akurat dan konsisten.

Berikut adalah beberapa gambar contoh entry dan exit dengan trading system baru kita. Untuk memudahkan loading dan pengambilan gambar, time frame 4H tidak dimasukkan disini. It looks good. Believe me, I don’t do some nonsense here.

SELL


BUY


SStep 5. Lakukan dan Taati Trading System-mu

Ok kita sudah membuat sebuah trading system. Tidak jelek untuk seorang pemula forex. Dan kamu mungkin sudah mencobanya beberapa kali dalam demo account-mu.

Langkah terakhir ketika kamu mengetahui bahwa trading system yang telah menguntungkan adalah menjalankannya dengan disiplin. Memang rasanya terdengar bodoh jika kita tidak menjalankan dengan baik sebuah sistem yang mampu memberikan kita profit secara konsisten setiap bulannya. Namun kenyataannya adalah demikian. Ada lebih banyak kesulitan untuk menjalankan sebuah trading system dengan disiplin dibandingkan membuatnya. Itu benar adanya.

Penyebab utamanya adalah persoalan psikologi. Kadang seorang pemula tidak cukup sabar untuk menentukan secara obyektif bahwa harga benar-benar sedang dalam trend turun atau sebaliknya. Kesabaran dapat mencegah kamu melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu.



Selesai....

Sumber
Reply With Quote
  #37  
Old 26th March 2012
Hepcat's Avatar
Hepcat Hepcat is offline
Enthusiast
 
Join Date: May 2011
Location: Jakarta
Posts: 187
Rep Power: 0
Hepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good man
Default

Trading System yang Sempurna



Begitu banyak trader terobsesi mencari sebuah online trading system yang sempurna, dimana mereka tidak pernah merasa cukup terpuaskan. Seseorang bisa saja mengklaim telah menciptakan sebuah online trading system paling mutakhir, hingga pada akhirnya berakhir dengan menguras kantong dari penggunanya. Kejadian seperti ini membuat trading system yang tadinya dikira sempurna berubah arah dan menjadi bumerang bagi penggunanya sendiri. Hal tersebut dikarenakan suatu trading system belum tentu cocok antara orang yang satu dengan yang lain.

Memang benar, tidak semua trading system adalah omong kosong, ada pula yang benar-benar merangkainya menjadi sebuah karya indah (Holy Grail). Namun perlu kita ingat, bicara trading adalah bicara tentang probabilitas, dimana berbanding terbalik dengan konsep keberuntungan maupun permainan judi. Seseorang harus melewati proses pembelajaran panjang hingga mendapatkan law of averages agar menjadi pondasi yang kokoh dan cocok bagi dirinya. Selama cara yang digunakan sudah cukup kuat, menggunakan Money Management serta Risk Management, maka seseorang sudah cukup siap untuk memulai trading.

Tidak sedikit pula trader yang menggunakan indikator tanpa mengetahui jelas apa, darimana, dan maksud dari indikator yang dipakainya, kemudian terjebak dalam kondisi �mencari indikator sempurna� yang tak ada habisnya. Kondisi yang membuat trader menjadi �buntu� tersebut bisa berakibat fatal hingga dapat membuat emosi menjadi tak terkendali. Seperti yang kita semua ketahui, bila emosi sudah memegang kendali atas diri kita, maka tindakan kita pun jadi kurang menggunakan akal sehat.

Trading bukanlah sebuah garis lurus yang bergerak sesuai dengan apa yang seseorang inginkan. Sadarilah bahwa tidak ada satu hal yang pasti dalam dunia trading dan bisa menjanjikan datangnya profit/keuntungan dalam bentuk apapun, terlebih dengan cara yang terbilang mudah/instan.

Sumber
Reply With Quote
  #38  
Old 9th April 2012
Hepcat's Avatar
Hepcat Hepcat is offline
Enthusiast
 
Join Date: May 2011
Location: Jakarta
Posts: 187
Rep Power: 0
Hepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good man
Default

tambahan dari postingan disini
http://www.ceriwis.us/showpost.php?p...87&postcount=8

Probabilitas Dalam Dunia Trading

tidak ada satu-pun system trading yang "selalu" (dalam arti terus-menerus) dapat menghasilkan keuntungan. Jika trader akhirnya menghasilkan keuntungan, itu karena "gabungan dari probabilitas untung dan rugi", artinya antara keuntungan dan kerugian yang terjadi dalam kurun waktu tertentu (misalnya: 1 mingu, 1 bulan, 10 kali atau 100 kali), jumlah keuntungan lebih besar dari kerugian. Untuk mendapatkan keadaan seperti itu, masalah risk-reward perlu diperhatikan, usahakan resiko tetap kecil dan penghargaan atau keuntungan menjadi dua atau tiga kali resiko. Dengan cara ini walaupun perbandingan probabilitas untung dan rugi (perbandingan win-loss) misalnya 40:60 (lebih banyak rugi daripada untung), perdagangan akan tetap menguntungkan.

Kesimpulannya, selalu berfikir secara probabilitas "tidak ada yang pasti, tidak ada kepastian, semuanya mungkin terjadi", semua analisis yang dilakukan baik fundamental, teknikal dengan berbagai indikator, maupun dengan mengamati terbentuknya aneka pola harga, semuanya dilakukan hanya untuk mengusahakan agar keberuntungan lebih banyak berada di pihak para trader.

Berikut akan diberikan contoh-contoh dari kemungkinan yang bisa terjadi pada medan peperangan (halah..) . Penunjangnya seperti dibawah ini :


Quote:
  1. Jenis accout: Mini (nilai 1 pip sama dengan 1$).
  2. Modal: $ 1,000.
  3. Resiko: 5% (tetap).
  4. Stop-loss: 50 pip (jarak support atau resistance dengan titik open-posisi). Ada kala jarak ini lebih pendek, misalnya: 25 pip atau 15 pip, sehingga hasil perhitungannya juga berbeda.
Perhitungannya sangat sederhana. Besar resiko adalah 5 dibagi 100 dikalikan 1000$, hasilnya 50$. Jenis account mini dengan nilai 1 pip sama dengan 1$, dikalikan jumlah stop-loss 50 pip, hasilnya adalah 50$. Sehingga nilai open posisi, nilai lot-size atau nilai position-sizing adalah 50$ dibagi 50$, menghasilkan 0.1 lot (ini akan dipakai menjelaskan contoh-contoh selanjutnya).

Contoh 1 - Probabilitas 30:70

Karena masalah probabilitas perbandingan win-loss menjadi 30:70, tetapi berhasil mencapai perbadingan risk-reward 1:2, jika hal tersebut dicapai dalam 10 kali perdagangan, maka setelah perdagangan ke 10, jumlah keuntungan lebih kecil dari kerugian. Lihat tabel dibawah ini :


Contoh 2 - Probabilitas 40:60

Karena masalah probabilitas perbandingan win-loss menjadi 40:60, tetapi berhasil mencapai perbadingan risk-reward 1:2, jika hal tersebut dicapai dalam 10 kali perdagangan, maka setelah perdagangan ke 10, jumlah keuntungan lebih besar dari kerugian. Lihat tabel dibawah ini :


Contoh 3 - Probabilitas 50:50

Karena masalah probabilitas perbandingan win-loss menjadi 50:50, tetapi berhasil mencapai perbadingan risk-reward 1:2, jika hal tersebut dicapai dalam 10 kali perdagangan, maka setelah perdagangan ke 10, jumlah keuntungan lebih besar dari kerugian. Lihat tabel dibawah ini :


Contoh 4 - Probabilitas 60:40

Karena masalah probabilitas perbandingan win-loss menjadi 60:40, tetapi berhasil mencapai perbadingan risk-reward 1:2, jika hal tersebut dicapai dalam 10 kali perdagangan, maka setelah perdagangan ke 10, jumlah keuntungan lebih besar dari kerugian. Lihat tabel dibawah ini :


Contoh 5 - Probabilitas 70:30

Karena masalah probabilitas perbandingan win-loss menjadi 70:30, tetapi berhasil mencapai perbadingan risk-reward 1:2, jika hal tersebut dicapai dalam 10 kali perdagangan, maka setelah perdagangan ke 10, jumlah keuntungan lebih besar dari kerugian. Lihat tabel dibawah ini :


Perbandingan antara win-loss dan risk-reward adalah "harapan" jangan terlalu dipikirkan, tindakan trader yang terbaik adalah bagaimana agar harapan-harapan tersebut dapat diwujudkan. Ada beberapa tindakan yang perlu diusahakan untuk mewujudkannya yaitu :

Quote:
  1. Emosi. Kendalikan emosi, jika tidak akan dihantui oleh ketakutan sehingga mungkin saja perdagangan segera ditutup ketika harga berbalik (biasanya ketika terjadi konsolidasi, harga berbalik untuk waktu yang tidak terlalu lama dan akhirnya kembali bergerak ke arah semula), sehingga tidak tercapai perbandingan risk-reward yang diharapkan.
  2. Percaya Diri. Lakukan open-posisi jika trading system memberikan signal yang sesuai, kemudian pasang stop-loss dan juga take-profit sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Selanjutnya. Tinggalkan.
  3. High Probability Setup. Agar kemungkinan behasil lebih besar pilih signal-signal yang mempunyai probabilitas tinggi untuk memberikan keuntungan dan tinggalkan signal-signal yang menimbulkan tanda tanya, karena masih ada waktu dan kesempatan lain.
Jika semua sudah diusahakan dengan maksimal, tinggal satu hal lagi yang menjadi kunci yaitu: "DISIPLIN". Lakukan segala sesuatu sesuai dengan rencana yang telah disusun, baik dalam trading system maupun dalam trading plan.

Semoga bermanfaat

Last edited by Hepcat; 10th April 2012 at 10:45 AM.
Reply With Quote
  #39  
Old 17th May 2012
Hepcat's Avatar
Hepcat Hepcat is offline
Enthusiast
 
Join Date: May 2011
Location: Jakarta
Posts: 187
Rep Power: 0
Hepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good man
Default

Berpikir secara probabilitas dalam dunia trading online bisa dibilang sangat penting , pemikiran ini seharusnya sudah ditanamkan sejak awal, tetapi jika level memang masih awal atau pemula permasalahan ini cenderung diabaikan.

Berdagang valas online sangat erat berhubungan dengan probabilitas atau. Semua kemungkinan bisa terjadi, sehingga perlu mencari cara untuk menanggulangi agar tujuan untuk men dapatkan keuntungan tetap tinggi.

Biasanya untuk menjelaskan masalah probabilitas digunakan contoh lempar koin yang mempunyai dua sisi yaitu kepala ama ekor. Contoh : dari 100 kali lemparan, berapa kali kemungkinan kepala akan muncul dibandingkan ekor. Jawabannya mungkin: 0, 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90 atau 100 kali, dan perbandingannya menjadi : 0:100, 10:90, 20:80, 30:70, 40:60, 50:50, 60:40, 70:30, 80:20, 90:10 atau 100:0. Disini "tidak ada yang pasti, tidak ada kepastian, semuanya bisa saja terjadi", inilah pengertian yang diperlukan untuk dapat berpikir, bertindak, dan mengambil keputusan berdasarkan probabilitas.



Disisi lain keinginan untuk memunculkan lebih banyak sisi kepala tetap tinggi, sehingga muncul pertanyaan sangat penting: "bagaimana mengusahakan agar kepala bisa muncul lebih banyak dari sisi ekor", karena itulah yang menjadi masalah atau itulah yang diinginkan. Dalam contoh ini sama sekali tidak ada cara, semua tergantung sepenuhnya pada probabilitas atau kemungkinan.

Sekarang bagaimana jika semua kemungkinan-kemungkinan tersebut digunakan di trading online, (sebelumnya ganti kata kepala menjadi profit dan kata ekor menjadi loss). Pertanyaannya sekarang menjadi seperti ini: "bagaimana mengusahakan agar dapet profit lebih banyak dari loss".

Ada kata-kata mutiara : "small losses and large wins" atau "cutting losses short and letting profits run". Intinya, tidak perlu selalu untung dalam setiap OP, yang paling penting mengusahakan loss tetap kecil dan maksimalkan profit. Dengan demikian walaupun dalam 10 kali perdagangan hanya 4 kali untung (ini masalah perbandingan "profit dan loss"), hasilnya akan tetap untung. Itulah cara melakukan perdagangan mudah, santai dan menghasilkan, sehingga memungkinkan perbandingan "risk dan reward" menjadi 1:2, 1:3 bahkan lebih.

Kesimpulannya, agar tetap bisa melakukan perdagangan menguntungkan di dunia yang penuh probabilitas atau dunia yang penuh kemungkinan, perlu "disiplin" yang tinggi dalam melakukan hal-hal berikut ini:
  1. Risk Management. Usahakan agar kerugian sekecil mungkin dan biarkan keuntungan menjadi maksimal dengan mengendalikan resiko menggunakan stop-loss, take-profit, risk-reward.
  2. Mental Psychology. Sabar menunggu datangnya signal trading yang bagus.
  3. High Probability Trading Setup. Usahakan agar perdagangan (open-posisi) dilakukan hanya saat signal atau setup mempunyai probabilitas tinggi untuk menghasilkan profit, umum dikenal dengan istilah "high probability trading setup". Sebenarnya banyak sekali pola-pola harga (price action) yang sudah dikenal mempunyai probabilitas tinggi, dengan memilih hanya melakukan open-posisi ketika pola-pola tersebut muncul, kemungkinan untuk mendapat keuntungan akan tetap tinggi.
Reply With Quote
  #40  
Old 18th May 2012
Hepcat's Avatar
Hepcat Hepcat is offline
Enthusiast
 
Join Date: May 2011
Location: Jakarta
Posts: 187
Rep Power: 0
Hepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good man
Default Define Your Mainset

Quote:
If you�re failing to plan, you�re planning to fail
Kamu mungkin bertanya-tanya "apa hubungannya tulisan diatas dengan trading ?". Oke, bukankah segala sesuatu yang kita pikirkan itu pasti dapat mendorong kita untuk melakukan segala sesuatu di dalam kehidupan sehari-hari?, dan trading sendiri merupakan bagian dari kehidupan trader meskipun porsinya mungkin bervariasi.

Quote:
Pola pikir (mindset) bersama dengan kemampuan money management dan metode yang dilakukan dalam trading adalah tiga hal terpenting yang mempengaruhi perilaku trading seseorang. Kalau kamu bertanya kepada trader-trader yang sukses, kebanyakan dari mereka akan bilang bahwa hal yang membuat mereka sukses adalah kekuatan mental (psikologi trading) mereka ketika mereka mengalami kesulitan.

Jadi.... pola pikir itu apa sih? Kok keliatannya jadi konsep yang abstrak, pola pikir itu mencakup apa yang ada pada dirimu masing-masing, apa kekuatan dan kelemahanmu, misal apakah kamu cepat terpengaruh atau cukup disiplin menjalankan apa yang kamu mau. Pola pikir paling tercermin pada sikapmu dalam menghadapi sesuatu (halah.... jadi njelimet ya ).

Quote:
�The longer I live the more convinced I become that life is 10 percent what happens to us and 90 percent how we respond to it.� � Charles Swindoll
Kata-kata Charles Swindoll menurut saya pribadi sangat applicable/berlaku di dunia trading karena bagaimanapun sikapmu itu sendiri yang menentukan apa yang akan terjadi pada sistem tradingmu, karena sewaktu kamu bereaksi pada hal yang kamu alami (dalam hal trading, keadaan market) akan lebih berpengaruh, daripada apa yang terjadi pada kamu saat itu pada proses pengambilan keputusanmu.

Ini hanya ilustrasi saja misalkan ada 2 trader F dan G, trader F ketika mengalami kerugian menjadi kesal dan membiarkan emosi mempengaruhi keputusannya dan tentu akhirnya tradingnya jadi kurang terarah serta tidak memikirkan sistem trading (asal maen pencet-pencet aja). Sedang trader G menerima bahwa kerugian adalah bagian dari trading dan tetap menjalankan trading seperti biasa.

Ada beberapa atribut lain yang mempengaruhi trader, seperti:
  • kepercayaan diri
  • kesabaran
  • emosi
  • pengambilan keputusan

Source : Pola Pikir Trading dan Money Management
Reply With Quote
Reply


Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off


Terkait
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Gratis Voucher Belanja & Parcel Lebaran Tiap Minggu! Yuk Share Tips & Trik jengnuri123 Food Beverage 1 20th November 2013 11:49 PM
[SHARE] Strategi Mendapatkan Rebate di Trading Online Beenaround Forex 25 29th May 2012 01:28 PM
[Share] Tips & Trik Membuat pantun bakriegroup Lounge 0 27th May 2012 03:12 PM
Mau Kaya???Tips n Trik Bisnis Online noblack PTC dan sejenisnya 3 17th July 2010 02:15 PM

 


All times are GMT +7. The time now is 04:29 AM.