| FAQ |
| Calendar |
|
|||||||
| Forex Diskusi apapun tentang Forex disini. |
![]() |
|
|
Thread Tools |
|
#361
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 21 Oktober 2014
IHSG kemarin mengalami penguatan yang signifikan di hari pelantikan Presiden RI ke 7 Jokowi JK yang berlangsung lancar tanpa adanya gangguan dari Koalisi Merah Putih yang sempat dikhawatirkan oleh pelaku pasar. Namun, di sesi penutupan sore IHSG mengalami tekanan jual investor untuk merealisasikan profitnya sehingga hanya ditutup menguat terbatas 0,2% berada pada level 5.040,5. Investor asing membukukan transaksi net buy yang signifikan senilai Rp 761 miliar. Saham-saham top gainers di antaranya adalah Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 3.000 ke Rp 403.000, Indocement (INTP) naik Rp 825 ke Rp 23.725, Mayora (MYOR) naik Rp 800 ke Rp 31.000, dan Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 550 ke Rp 6.950; sedangkan saham-saham top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.225 ke Rp 58.275, Unilever (UNVR) turun Rp 775 ke Rp 31.175, Adira Finance (ADMF) turun Rp 625 ke Rp 10.600, dan Indofood CBP (ICBP) turun Rp 400 ke Rp 11.000. Bursa AS pada perdagangan tadi malam ditutup mengalami penguatan signifikan dipicu oleh membaiknya kinerja 3Q14 emiten berbasis sektoral energi Haliburto Gannett Co. Saham IBM ditutup anjlok cukup dalam akibat jeleknya kinerja keuangan di 3Q14. Indeks S&P 500 dan Nasdaq menguat signifikan masing-masing sebesar 0,9% dan 1,4% ditutup pada level 1.904,0 dan 4.316,1. Sementara itu, bursa Eropa justru mengalamiu koreksi sebagai akibat dari mengecewakannya kinerja emiten 3Q14. SAP SE anjlok 8% pasca pemangkasan proyeksi kinerja keuangan dan Royal Phillips anjlok 4% akibat laba yang dibawah konsensus analis. Indeks FTSE 100 dan DJ Euro Stoxx masing-masing melemah 0,7% dan 1,2% ditutup pada level 6.267,1 dan 2.927,3. IHSG hari ini kami perkirakan marak terjadi koreksi pasca pelantikan Presiden RI ke 7 Joko Widodo dimana investor menanti susunan kabinet pemerintah. Saham pilihan kami adalah SMGR dan ADRO.
|
|
#362
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 22 Oktober 2014 IHSG kemarin marak terjadi aksi profit taking sehingga indeks ditutup melemah terbatas sebesar 0,2% berada di level 5.029,3 terseret oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok di 3Q14 menjadi hanya 7,3% dibandingkan kuartal sebelumnya 7,5%. Aksi selektif buy terjadi pada saham-saham sektoral konsumer, konstruksi dan infrastruktur. Investor asing membukukan transaksi net sell tipis senilai Rp 82 miliar. Saham-saham top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.800 ke Rp 57.575, Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 30.500, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 400 ke Rp 6.550, dan Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 300 ke Rp 15.700; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain Tigaraksa (TGKA) turun Rp 625 ke Rp 3.300, Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 535 ke Rp 5.525, Centex (CNTX) turun Rp 525 ke Rp 17.500, dan Unilever (UNVR) turun Rp 450 ke Rp 31.625. Bursa AS ditutup naik signifikan pada perdagangan tadi malam dipicu oleh kenaikan saham Apple, Harley Davidson dan Southwest Airlines serta spekulasi investor atas ECB yang segera mengeluarkan stimulus untuk memacu laju ekonomi. Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat di level 16.614,8 (+1,3%); 1.940,3 (+1,9%) dan 4.419,5 (+2,4%). Sementara itu, bursa Eropa juga ditutup menguat didorong oleh hasil kinerja 3Q14 yang melebihi estimasi dari emiten sektoral industri pariwisata seperti, Asos Plc yang ditutup naik signifikan 16%. Indeks Dj Euro Stoxx dan FTSE 100 masing-masing ditutup pad level 2.991,5 (+2,2%) dan 6.372,3 (+1,7%). Positifnya sentimen global berpotensi mendorong pergerakan menguat IHSG hari ini namun dalam kisaran yang terbatas. Saham pilihan kami adalah SMGR dan ADRO.
|
|
#363
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 23 Oktober 2014
IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat signifikan sebesar 0,9% pada level 5.074,3 mengekor sentimen positif kinerja 3Q14 emiten global. Investor asing kembali melakukan transaksi net sell senilai Rp 45 miliar. Saham‐saham top gainers di antaranya adalah Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 1.050 ke Rp 6.575, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.000 ke Rp 21.075, Tigaraksa (TGKA) naik Rp 500 ke Rp 3.800, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 425 ke Rp 12.500; sedangkan saham‐saham kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 ke Rp 57.225, Indofood (ICBP) turun Rp 150 ke Rp 11.175, Sinar Mas (SMMA) turun Rp 100 ke Rp 3.000, dan Trikomsel (TRIO) turun Rp 90 ke Rp 1.255. Bursa AS pada perdagangan semalam ditutup kembali terkoreksi cukup dalam akibat koreksi saham‐saham berbasis energi sejalan dengan anjloknya harga minyak dunia sebesar 1,7% di level US$ 81,4 per barrel. Indeks Dow Jones dan S&P 500 masing‐masing melemah 0,9% dan 0,7% untuk ditutup pada level 16.461,3 dan 1.927,1. Sementara itu, bursa Eropa masih mampu ditutup menguat didorong oleh spekulasi ECB yang akan segera mengeluarkan program stimulusnya dengan mempertimbangkan melakukan buyback obligasi korporasi. Indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 masing‐masing menguat ke level 3.008,5 (+0,6%) dan 6.399,7 (+0,4%). IHSG hari ini kami perkirakan bergerak fluktuatif menanti pengumuman cabinet kerja Jokowi‐JK. Saham pilihan kami adalah SMGR dan ADRO.
|
|
#364
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 24 Oktober 2014
IHSG kemarin ditutup menguat sebesar 0,6% berada di level 5.103,5 didorong oleh aksi selektif buy investor sembari menanti susunan kabinet pemerintahan Jokowi. Asing hanya membukukan transaksi net sell super tipis senilai Rp 6 miliar. Saham-saham top gainers di antaranya adalah Adira Finance (ADMF) naik Rp 775 ke Rp 11.375, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 750 ke Rp 7.300, United Tractor (UNTR) naik Rp 450 ke Rp 17.925, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 425 ke Rp 21.500; sedangkan saham-saham top losers antara lain Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 1.300 ke Rp 5.275, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.000 ke Rp 56.225, Tigaraksa (TGKA) turun Rp 950 ke Rp 2.850, dan Unilever (UNVR) turun Rp 825 ke Rp 31.200. Bursa AS dan Eropa pada perdagangan tadi malam ditutup mengalami penguatan signifikan didorong oleh meningkatnya indeks manufaktur negara anggota Uni Eropa seperti Jerman yang mengalami rebound di bulan September Sementara itu, Spanyol mencatatkang angka pengangguran turun ke level terendahnya di 3Q14 sejal 2011. Indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 masing-masing menguat ke level 3.044,3 (+1,2%) dan 6.419,2 (+0,3%). Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq ditutup menguat masing-masing sebesar 1,3%, 1,2% dan 1,6%.. IHSG akhir pekan kami perkirakan cenderung flat to lower menanti kepastian sususan kabinet dan realisasi janji kampanye. Saham pilihan kami adalah SMGR dan ADRO.
|
|
#365
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 27 October 2014
Di akhir pekan IHSG ditutup turun 30 poin ke level 5.073,1 akibat aksi lepas saham investor di tengah penantian diumumkannya kabinet Jokowi. Hanya sektor perkebunan yang berhasil menghijau di tengah melemahnya pasar, sementara 8 sektor lainnya menjadi sasaran aksi jual, terutama saham perdagangan, aneka industri dan properti. Transaksi investor asing tercatat di posisi net sell mencapai Rp351 miliar di keseluruhan pasar. Saham-saham top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 625 ke Rp 20.300, Multi Prima (LPIN) naik Rp 250 ke Rp 6.300, Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 245 ke Rp 1.995, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 150 ke Rp 21.650. Sementara saham-saham top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 2.000 ke Rp 160.000, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 1.200 ke Rp 6.100, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.000 ke Rp 70.000, dan Unilever (UNVR) turun Rp 600 ke Rp 30.600. Bursa saham AS diakhiri positif jelang akhir pekan berkat sinyal penguatan ekonomi serta kinerja positif beberapa emiten 3Q14 yang sudah diumumkan, terutama saham-saham sektor kesehatan (+6,6%), teknologi (+4,7%), hingga saham-saham energi (+3,5%). Indeks Dow Jones, S&P500 dan Nasdaq kompak menghijau, masing-masing ditutup pada level 16.805,4 (+0,8%), 1.964,6 (+0,7%), dan 4.483,7 (+0,7%). Sementara itu bursa Eropa melemah pasca beredarnya draft laporan 25 bank tidak lulus pemeriksaan kesehatan bank sentral ECB, sementara 105 bank lainnya lulus review. ECB sendiri akan mengumumkan hasil resmi pada hari Minggu, 26 Oktober. Indeks Stoxx50 dan FTSE masing-masing turun 0,5% ke level 3.030,4 dan 6.388,7. Pasca diumumkannya Kabinet Kerja Jokowi-JK sore kemarin yang akan dilantik hari ini, IHSG awal pekan diprediksi bergerak cenderung menguat. Saham pilihan kami antara lain: BBTN, SMGR, dan BMRI.
|
|
#366
|
||||
|
||||
|
Rekomendasi Mingguan Lautandhana 27 Oktober 2014 Dua event besar yang ditunggu investor sepanjang pekan lalu adalah pelantikan Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wapres, serta pengumuman Kabinet Kerja. Event pelantikan Presiden berjalan dengan sangat baik termasuk Pesta Rakyat yang mengiringinya. Adapun pengumuman kabinet yang sempat tertunda karena harus mendengarkan rekomendasi dari KPK dan PPATK, diduga akan menuai kritikan dan mendominasi sentimen pasar pada awal pekan ini. Berikut adalah tabel saham pilihan Lautandhana untuk rekomendasi pekan ini:
Keterangan Tabel Rekomendasi: Tabel Portfolio: Tabel ini berisi saham-saham pilihan yang menurut kami sangat baik secara fundamental atau memiliki potensi kinerja yang positif dalam jangka menengah panjang dan memiliki rasio risk to reward yang kecil / minimal. Ini berarti risiko yang mungkin ada lebih kecil daripada ekspektasi return yang bisa diperoleh. Saham pilihan akan terus bertahan dalam Tabel Portfolio sampai kami anggap return yang diharapkan sulit untuk dicapai atau telah terjadi perubahan kinerja yang menyebabkan rasio risk to reward membesar. Saham pilihan ini juga dapat keluar dari Tabel Portfolio jika telah mencapai return tertentu yang kami anggap cukup untuk diambil tindakan Profit Taking. Jika dikemudian hari saham yang telah keluar dari Tabel Portfolio ini kami anggap layak dan memenuhi kriteria saham portfolio, maka sewaktu-waktu dapat kami masukkan kembali. Saham yang ada kami pilih dari beberapa sektor yang prospektif dan kami anggap terbaik disektornya. Sehingga dengan demikian, jika Anda memiliki seluruh saham yang ada di Tabel Portfolio ini, maka secara otomatis Anda telah membentuk portofolio yang ideal dan terdiversifikasi disektor-sektor yang prospektif. Berikut ini adalah daftar saham yang pernah masuk dalam Tabel Portfolio dan return-nya: Tabel Watch List Saham yang masuk dalam Tabel Watch List ini adalah saham yang kami anggap telah memenuhi kriteria sebagai saham portfolio, namun belum layak untuk masuk dalam Tabel Portfolio karena harga pasarnya kami anggap masih cukup tinggi. Kami memasukkan suatu saham dalam Tabel Watch List ini untuk dapat diperhatikan dan dibeli jikalau harga telah menyentuh atau mendekati entry level ideal yang telah kami berikan. Jika harga saham telah menyentuh entry level, maka kami akan memindahkan saham dimaksud kedalam Tabel Portfolio pada rilis Rekomendasi Mingguan Lautandhana edisi berikutnya. Tabel Weekly Trading Stocks Selain saham-saham prospektif yang dapat dibeli untuk tujuan jangka menengah panjang atau Buy and Hold, kami juga memberi alternatif saham pilihan untuk tujuan jangka pendek, yaitu satu pekan. Tidak ada kriteria fundamental tertentu yang harus dipenuhi oleh saham dalam tabel ini, namun kami upayakan tetap memiliki rasio risk to reward yang kecil. Oleh karenanya, saham-saham pilihan dalam tabel ini memiliki sifat spekulatif. Dan untuk memproteksi Anda dari potensi kerugian yang besar, kami cantumkan juga level Stop Loss yang dapat Anda terapkan. Selain rekomendasi beli (Buy), kami juga dapat memberi rekomendasi jual (Sell) atau jual dulu lalu buyback kemudian (Trading Sell) bagi investor yang telah memiliki saham yang direkomendasikan sebelumnya. sumber
|
|
#367
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 28 Oktober 2014
Pasca dilantiknya Kabinet Kerja Jokowi‐JK Senin pagi, IHSG ditutup melemah hingga 1% ke level 5.024,3 akibat aksi ambil untung investor lokal. Hanya sahamsaham sektor industri dasar yang berhasil menguat, sementara 8 sektor lainnya menjadi sasaran aksi jual. Sebaliknya, investor asing nampaknya merespon positif para anggota kabinet yang baru saja dilantik, dengan mendaratkan dana segar yang nilainya mencapai Rp673 miliar di keseluruhan pasar. Saham‐saham top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 750 ke Rp 70.750, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 450 ke Rp 8.325, Multi Prima (LPIN) naik Rp 200 ke Rp 6.500, dan ABM (ABMM) naik Rp 175 ke Rp 2.850. Sementara kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 1.000 ke Rp 402.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 16.950, Matahari (LPPF) turun Rp 550 ke Rp 15.300, dan Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 30.050. Bursa saham AS berakhir stagnan di awal pekan setelah melonjak cukup tinggi pekan lalu. Saham‐saham energi yang dipicu harga minyak dunia yang terkoreksi melemah diimbangi oleh kinerja keuangan 3Q14 beberapa emiten yang positif. Pada penutupan perdagangan, indeks Dow Jones dan Nasdaq naik tipis masingmasing pada level 16.817,9 (+0,1%) dan 4.485,9 (+0,0%), sementara indeks S&P500 turun 0,2% ke level 1.961,6. IHSG diprediksi bergerak mixed cenderung melemah, dimana pasar masih menanti keputusan kenaikan BBM dan kinerja keuangan emiten 3Q14 yang mulai diumumkan dari pekan lalu. Saham pilihan kami antara lain: BBTN, SMGR, dan BMRI.
|
|
#368
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 29 Oktober 2014
Tertekan aksi jual investor asing yang tercatat mencapai lebih dari Rp630 miliar, IHSG turun 0,5% pada penutupan kemarin berada di level 5.001,5. Dari 9 sektor saham di pasar, hanya saham aneka industri, perkebunan dan keuangan yang diakhiri menghijau, sementara sektor lainnya melemah dipimpin oleh saham infrastruktur, pertambangan dan industri dasar. Saham-saham top gainers di antaranya adalah Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 775 ke Rp 9.100, Goodyear (GDYR) naik Rp 500 ke Rp 17.000, SMART (SMAR) naik Rp 250 ke Rp 7.950, dan Indo-Rama (INDR) naik Rp 215 ke Rp 1.095. Sementara saham-saham kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 500 ke Rp 21.200, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 11.875, Mayora (MYOR) turun Rp 400 ke Rp 29.600, dan Bank of India (BSWD) turun Rp 350 ke Rp 1.260. Bursa saham AS menguat didorong kinerja emiten yang positif serta indeks kepercayaan konsumen yang menembus angka 94.5, level tertinggi sejak bulan Oktober 2007. Rata-rata laporan keuangan 3Q14 melebihi ekspektasi pasar, sehingga mampu menghapus kekuatiran investor akan perlambatan ekonomi dunia. Indeks Dow Jones. S&P500 dan Nasdaq kompak naik lebih dari 1%, masing-masing ke level 17.005,8 (+1,1%), 1.985,1 (+1,2%), dan 4.564,3 (+1,7%). Pun demikian dengan bursa Eropa yang juga menguat mengekor arus positif bursa AS. Tercatat hanya saham-saham healthcare yang melemah, sementara saham-saham lainnya menguat, seperti UBS (+5,8%), UPM-Kymmene (+13%), dan Novartis (+1,8%). IHSG hari ini diprediksi masih berada di zona merah, namun diharapkan positifnya bursa dunia dapat menahan laju pelemahan. Pasar masih menanti kepastian dari pemerintahan baru mengenai subsidi BBM. Saham pilihan kami antara lain: BBTN, SMGR, dan BMRI.
|
|
#369
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 30 Oktober 2014
Bursa saham dalam negeri berhasil rebound didorong aksi beli investor asing yang mencapai lebih dari Rp1,9 triliun di sepanjang perdagangan. Secara sektoral, seluruh saham berhasil menguat, terutama saham-saham aneka industri, tambang, dan konsumer yang naik lebih dari 2,5%. Volume dan nilai perdagangan hari ini melonjak tinggi karena ada transaksi penjualan saham PT Link Net Tbk (LINK) oleh beberapa broker di pasar negosiasi, mencapai Rp6,8 triliun dengan rata-rata harga jual Rp6.200/ lembar. Saham-saham top gainers di antaranya adalah Merck (MERK) naik Rp 13.000 ke Rp 173.000, Unilever (UNVR) naik Rp 1.225 ke Rp 31.100, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.100 ke Rp 72.000, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 1.100 ke Rp 21.075. Sementara saham-saham top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 50.000 ke Rp 1,25 juta, Link Net (LINK) turun Rp 500 ke Rp 6.300, Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 16.500, dan Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 450 ke Rp 8.650. Bursa saham Wallstreet menipis setelah the Fed mengkonfirmasi mereka akan segera menghentikan program stimulusnya, yang mengindikasikan bahwa perekonomian AS sudah berada pada level pertumbuhan yang stabil. The Fed juga akan mempertahankan suku bunga rendah, yang membuat investor cukup lega, ditambah dengan data indeks keyakinan konsumen yang mencapai level tertinggi sejak 2007. Indeks Dow Jones, S&P500 dan Nasdaq ditutup masing-masing pada level 16.974,3 (-0,2%), 1.982,3 (-0,1%), dan 4.549,2 (-0,3%). Sementara itu bursa saham Eropa bergerak mixed merespon hasil kinerja 3Q14 emiten yang beragam, dimana indeks Stoxx50 berakhir negatif ke level 3.022,4 (-0,5%) sementara FTSE100 naik 0,8% ke level 6.453,9. IHSG hari ini diprediksi menguat, mengekor positifnya bursa regional, mengingat kembalinya minat beli asing pada perdagangan kemarin yang cukup tinggi dan rencana kenaikan BBM yang akan dilakukan sebelum awal 2015 seperti yang diumumkan Menkeu kemarin. Saham pilihan kami antara lain: BBTN, SMGR, dan BMRI.
|
|
#370
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 03 November 2014
IHSG akhir pekan ditutup mengalami penguatan yang bersifat terbatas 0,6% pada level 5.089,5 ditengah laju penguatan bursa regional yang sangat signifikan pasca Bank Sentral Jepang mengumumkan program stimulus ekonominya, yakni menambah target pembelian ETF dab realestate investment trust. Asing membukukan transaksi net buy senilai Rp 326 miliar. Saham-saham top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.400 ke Rp 57.750, United Tractor (UNTR) naik Rp 700 ke Rp 18.375, Astra Agro (AALI) naik Rp 500 ke Rp 23.500, dan Indocement (INTP) naik Rp 450 ke Rp 24.000; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 1.225 ke Rp 28.275, Emtek (EMTK) turun Rp 750 ke Rp 6.000, Tigaraksa (TGKA) turun Rp 475 ke Rp 2.500, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 400 ke Rp 71.100.. Efek domino positif dari stimulus Bank Sentral Jepang juga mengerek naik pergerakan bursa AS dan Eropa di perdagangan akhir pekan yang ditutup serentak menguat signifikan diatas 1%. Indeks DJ Euro Stoxx tercatat membukukan penguatan tertinggi sebesat 2,6% untuk ditutup pada level 3.113,3. Sementara itu, indeks Dow Jones, S&P 500, Nasdaq dan FTSE 100 masing-masing ditutup pada level 17.390,5 (+1,1%); 2.018,1 (+1,2%); 4.630,7 (+1,4%) dan di level 6.546,5 (+1,3%). IHSG akhir pekan kami perkirakan cenderung flat to lower menanti kepastian sususan kabinet dan realisasi janji kampanye. Saham pilihan kami adalah BBRI, SMGR dan UNTR.
|
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| JUAL Lautandhana Online Trading Saham LOTS | Software Original & Open Source | |||
| FXSBO - Spread Trading Online Broker | Forex | |||