| FAQ |
| Calendar |
|
#361
|
||||
|
||||
|
Serapan Lapangan Kerja Swasta AS Masih Cukup Tinggi
![]() Tingkat serapan tenaga kerja swasta AS masih mencatat kenaikan pada November, hal ini menunjukkan bahwa perlambatan ekonomi global tidak berpengaruh terlalu besar terhadap aktifitas di dalam negeri. Tingginya tingkat penerimaan tenaga kerja baru menghasilkan pertumbuhan gaji mencatat hasil yang cukup kuat. Data lainnya hari ini menunjukkan terjasi revisi tajam penurunan kompensasi di kuartal kedua dan ketiga, mengesankan Federal Reserve berpeluang mempertahankan kebijakan suku bunga rendah untuk sementara waktu. Laporan dari ADP National Employment menunjukkan payroll lapangan kerja swasta meningkat sebesar 208.000 di bulan lalu. Meski data bulan lalu masih di bawah ekspektasi ekonom Wall Street yang memperkirakan kenaikan sebesar 221.000 lapangan kerja, namun data payrolls di Oktober mengalami revisi penambahan sebanyak 3.000 lebih posisi baru dari laporan sebelumnya. Serapan lapangan kerja swasta AS saat ini telah mencatat penambahan untuk selama 57 bulan berturut-turut dengan rata tiap bulannya sekitar 186.000 lapangan kerja. "Pasar tenaga kerja terus menunjukkan progres bagus," Ahu Yildirmaz, wakil presiden kepala ADP Research Institute, mengatakan dalam sambungan konferensu setelah data tersebut dirilis. Sementara itu kompensasi per jam kerja meningkat 1,3 persen di kuartal ketiga dri 2,3 persen yang dilaporkan sebelumnya di bulan lalu. Dibandingkan dengan kuartal ketiga tahun lalu, kompensasi tiap jam kerja meningkat 2,2 persen berbanding kenaikan 3,3 persen yang dilaporkan bulan sebelumnya. Produktifitas pekerjaan non pertanian, yang mengukur output setiap pekerja per jam, meningkat 2,3 persen pada tingkat tahunan mengalami revisi kenaikan dari laporan sebelumnya yakni 2,0 persen. Imbas dari laporan itu nilai surat utang pemerintah AS mencatat kenaikan. Indeks saham berjangka AS bergerak tipis, sementara dollar mencatat kenaikan terhadap sejumlah mata uang. |
|
#362
|
||||
|
||||
|
Pasar Tenaga Kerja AS Kembali Menunjukkan Pertumbuhan
![]() Jumlah warga AS yang mengajukan klaim baru atas tunjangan pengangguran berkurang di pekan lalu, menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih tumbuh. Klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara di pekan lalu menurun sebanyak 17.000 menjadi sebanyak 297.000 pengajuanterhitung hingga 29 November lalu, data Departemen Tenaga Kerja AS hari ini, Kamis, menunjukkan. Penurunan ini hampir mengembalikan kenaikan yang tercatat dalam laporan pada pekan lalu yang memaksa jumlah klaim pengangguran kembali di atas angka 300.000 untuuk kali pertama sejak awal September. Para ekonom memperkirakan klaim pengangguran turun ke angka 295.000 hasil jajak pendapat Reuters menunjukkan. Dalam laporan itu menunjukkan jumlah orang yang masih mengajukan klaim tunjangan setelah mengajukan di pekan lalu masih mencatat kenaikan sebanyak 39.000 menjadi 2,36 juta pengajuan hingga 22 November. Rata-rata klaim dalam empat pekan, parameter yang dianggap sebagai tren tenaga kerja, meningkat sebanyak 4.750 menjadi 299.0000 pengajuan. Masih bertahan di bawah angka 300.000 untuk pekan ke-12 berturut-turut, yang mengindikasikan pasar tenaga kerja masih cukup kuat. Depnaker AS mengatakan tidak ada faktor khusus yang mempengaruhi yang mempengaruhi laporan di pekan lalu tersebut. Data itu juga tidak memiliki relevansi terhadap laporan ketenagakerjaan di November yang akan dirilis Jumat besok karena tidak termasuk selama periode survei. Payroll non pertanian AS diperkirakan meningkat 230.000 bulan lalu setelah kenaikan 214.000 di Oktober, menurut survei ekonom yang dilakukan Reuters. Sehingga diharapkan laporan di November menjadi bulan ke-10 berturut-turut payroll meningkat di atas angka 200.000. dan tingkat pengangguran diperkirakan masih berada di 5,8 persen. |
|
#363
|
||||
|
||||
|
Bursa Asia melemah, dolar positif, minyak tetap drop
![]() Bursa Asia tergelincir dan dolar menguat jelang rilisnya data ketenagakerjaan Amerika yang akan menentukan posisi dolar selanjutnya terhadap euro. sementara data nonfarm payroll AS diperkirakan menunjukkan penambahan pekerja sekitar 230.000 dibulan lalu. Tingkat pengangguran cenderung flat di 5,8%. Dolar sempat melemah kemarin terhadap euro setelah bank sentral Eropa memilih untuk tidak menjabarkan secara lengkap rencana pengembangan kebijakan stimulus. Pasar memperkirakan kebijakan stimulus tambahan baru akan diberlakukan tahun depan. Secara keseluruhan, tren dolar masih positif. oleh karena sedikitnya petunjuk yang diberikan ECB terkait dengan rencana masa depannya, banyak investor memilih untuk memangkas posisi dan membuat mata uang tunggal itu melesat capai $1,2475 dan hari ini terakhir berada pada posisi $1,2383. Sementara dolar flat terhadap yen pada 119,79 yen setelah pada Kamis lalu tembus diatas 120 yen untuk pertama kalinya dilebih dari tujuh tahun terakhir. Minyak masih dibawah tekanan setelah Arab Saudi mengumumkan memangkas harga untuk pembeli minyak dari Asia dan Amerika. Pemangkasan harga ini cukup drastis setelah sebelumnya menolak mengikuti saran beberapa negara anggota OPEC agar produksi minyak dipangkas. US crude turun sekitar 0,4% menjadi $66,54 per barrel. |
|
#364
|
||||
|
||||
|
Serapan Tenaga Kerja AS Mencengangkan, Tingkat Pengangguran Stabil
![]() Perusahaan-perusahaan di AS menambahkan jumlah lapangan kerja terbesarnya di hampir tiga tahun pada bulan November dan ini otomtis juga menopang kenaikan upah, tanda kekuatan ekonomi ini dapat ditarik kesimpulan Federal Reserve semakin dekat untuk menaikkan suku bunga. Nonfarm payrolls melonjak 321.000 bulan lalu, kenaikan terbesar sejak Januari 2012, Departemen Tenaga Kerja mengatakan pada hari Jumat. Tingkat pengangguran bertahan stabil pada level terendah enam tahun yakni 5,8 persen. Data untuk bulan September dan Oktober pun direvisi menunjukkan 44.000 lebih banyak pekerjaan yang diciptakan dari yang dilaporkan sebelumnya. Ekonom dalam survei Reuters memperkirakan payrolls hanya meningkat 230.000 bulan lalu. Laporan di November ini menandai pertumbuhan pekerjaan dalam bulan 10 berturut-turu telah melampaui angka 200.000, terpanjang sejak 1994. Laporan ini memberikan tanda terbaru bahwa penguatan pasar pekerjaan mulai memacu pertumbuhan upah yang lebih cepat, faktor kunci yang akan membantu menentukan waktu kenaikan suku bunga bank sentral AS untuk pertama kali. Penghasilan per jam rata-rata naik sebesar 9 sen pada bulan November, kenaikan terbesar sejak Juni tahun lalu. Tumbuhnya lapangan pekerjaan ini berbasis luas, dengan pekerjaan di layanan profesional dan bisnis melonjak dengan 68.000. Payrolls ritel meningkat 50.200 setelah banyak pengusaha meningkatkan penerimaan dalam mengantisipasi musim belanja liburan yang kuat. Manufaktur dan pekerjaan konstruksi juga mencatat pertumbuhan dari Oktober. Payroll pemerintah meningkat sebesar 7.000. Panjang hari kerja meningkat menjadi rata-rata 34,6 jam, tertinggi sejak Mei 2008, dari 34,5 jam di bulan Oktober. |
|
#365
|
||||
|
||||
|
Bursa Asia Melemah, Rupiah Anjlok Terus
![]() Bursa Asia secara umum diperdagangkan melemah menyusul buruknya data ekonomi beberapa wilayah dan diperparah oleh kokohnya angka pengangguran AS yang cukup mengejutkan. Dolar sendiri diperdagangkan masih diatas dilevel tertingginya terhadap yen ditopong oleh positifnya laporan ketenagakerjaan AS. Seperti dilaporkan, performa perdagangan China di November ternyata lebih lemah dari perkiraan dan perekonomian Jepang dikwartal ketiga menciut lebih besar dari laporan sebelumnya. Secara mengejutkan performa impor China menurun atau terkontraksi 6,7 persen pertahun dan merupakan performa terburuk sejak krisis Lehman Brothers. Buruknya performa ini disebabkan rendahnya harga komoditas disamping lemahnya permintaan domestik. Selaras dengan buruknya China, dolar Australia terdorong kelevel terendah dalam 4 tahun terakhir menjadi $0,8288 terhadap dolar AS. Dolar stabil pada 121,515 yen. Sentuh level tertingginya dalam tujuh tahun terakhir. Dolar cukup kuat terhadap euro mendekati level terendahnya dalam dua tahun terakhir pada $1,2270. Rupiah juga melemah terhadap dolar dan menembus level yang belum pernah terlihat sejak krisis 2008-09 lalu. Harga minyak masih lemah dimana terakhir kali berada diposisi $68,15 per barrel, mendekati level terendah dalam 5 tahun terakhir pada $67,53 diminggu lalu. |
|
#366
|
||||
|
||||
|
Nowotny: Awas Inflasi dan Pertumbuhan Turun!
![]() Seorang pejabat Bank Sentral Eropa Senin memperingatkan bahwa inflasi di zona euro akan terus cenderung menurun pada kuartal pertama tahun depan di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi berkepanjangan. "Untuk kuartal pertama 2015 kita harus memperkirakan penurunan inflasi dengan probabilitas besar," kata anggota Dewan Pemerintahan European Central Bank Ewald Nowotny. Inflasi terus bergerak menuju "area yang sangat sensitif," tambah Mr Nowotny. Mr Nowotny, yang juga kepala bank sentral Austria, juga berbicara tentang "pelemahan besar" dari momentum ekonomi zona euro dan itu setidaknya untuk jangka pendek, zona euro merupakan titik lemah dari ekonomi dunia. Pernyataan pejabat bank sentral itu datang di tengah kekhawatiran bahwa para pembuat kebijakan perlu berbuat lebih untuk menghentikan penurunan harga di daerah mata uang tunggal tersebut serta untuk menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi. Mr Nowotny mengatakan ide pembelian obligasi pemerintah perlu didiskusikan dengan semua pro dan kontra. Presiden ECB Mario Draghi membuka lebar kemungkinan untuk program pembelian aset besar-besaran, yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif, pada konferensi pers reguler bank sentral Kamis lalu. Para pembuat kebijakan ECB sedang melihat apa yang bisa mereka lakukan untuk mencegah prospek penurunan harga, atau deflasi, dari yang menginfeksi ekonomi zona euro. Data resmi terbaru menunjukkan inflasi di zona euro hanya 0,3% pada bulan November, jauh dari target jangka menengah ECB yang hanya di bawah 2%. Draghi pekan lalu menyarankan bahwa ECB mungkin akan siap untuk mengambil kebijakan langkah-langkah pelonggaran lebih lanjut di Tahun Baru. Mr Nowotny juga mengatakan bahwa bank sentral pada umumnya memiliki alat untuk mengalahkan inflasi, tapi menyerang deflasi juga sulit. |
|
#367
|
||||
|
||||
|
Produksi Manufaktur Inggris Juga Terhantam Lesu
![]() Output manufaktur Inggris tidak diduga jatuh untuk pertama kalinya dalam lima bulan terakhir pada bulan Oktober, menyoroti risiko terhadap pemulihan ekonomi. Output turun 0,7 persen setelah naik 0,6 persen pada September, Kantor Statistik Nasional mengatakan hari ini di London. Estimasi median dalam survei Bloomberg News adalah kenaikan 0,2 persen. Total produksi industri turun 0,1 persen, diperkirakan mencatat kenaikan 0,2 persen. Dari tahun sebelumnya, produksi industri naik 1,1 persen pada bulan Oktober dan output pabrik naik 1,7 persen. Dalam tiga bulan sampai Oktober, produksi industri naik 0,4 persen. Manufaktur, yang mewakili 10,1 persen dari perekonomian, adalah satu-satunya sektor industri yang mencatta penurunan output pada bulan tersebut. Sektor pertambangan naik 2 persen, minyak mentah dan gas naik 2,8 persen, pembangkit listrik naik 0,6 persen dan pasokan air naik 0,7 persen. Delapan dari 13 kategori di bidang manufaktur membukukan penurunan pada bulan Oktober, dipimpin oleh penurunan 4,5 persen untuk output komputer, elektronik dan peralatan optik. Produksi obat-obatan dan bahan kimia juga menurun. Produksi industri, yang mewakili 14,6 persen dari perekonomian, berada 10,4 persen di bawah puncak pra-resesi pada kuartal pertama 2008. Sementara manufaktur 5,5 persen di bawah puncaknya. |
|
#368
|
||||
|
||||
|
Minyak Tergelincir Di Bawah $66
![]() Minyak mentah jenis Brent tergelincir menjadi dibawah $66 per barrel hari ini akibat melimpahnya suplai minyak menyusul anjloknya pertumbuhan ekonomi global. Menurut data American Petroleum Institute pada Selasa lalu, inventory minyak mentah AS meningkat 4,4 juta barrel diminggu lalu menjadi 377,4 juta barrel. Bensin AS dan cadangan minyak suling juga terlihat mengalami penumpukan stok. Minyak Brent untuk Januari turun mencapai $65,68 per barrel, sebelum akhirnya kembali naik dikisaran $65,90. Futures US crude turun $1 menjadi $62,82 per barrel. Penurunan permintaan akan bahan bakar ini diperkirakan akan berlanjut sampai tahun depan. Turunnya permintaan minyak dunia dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi China termasuk tertahannya pertumbuhan ekonomi dinegara-negara maju, khususnya di Eropa. Negara-negara anggota OPEC sendiri masih silang pendapat tentang bagaimana mengatasi permasalahan ini dan mereka masih akan menggelar pertemuan darurat. Seperti kita ketahui, Arab Saudi sebagai produsen terbesar justru menolak membatasi produksi dirapat November lalu. |
|
#369
|
||||
|
||||
|
Yen Drop, Aussie Menguat
![]() Yen untuk pertama kalinya trgelincir dalam empat hari terakhir menyusul spekulasi Partai Politik PM Shinzo Abe akan memenangi pemilu diakhir pekan ini sehingga berpotensi memperpanjang kebijakan-kebijakan yang memperlemah yen. Salah satunya adalah rencana Bank of Japan mempertahankan kebijakan stimulus demi membantu perekonomian keluar dari resesi. Sementara itu assie menguat capai hari kedua setelah laporan pemerintah menunjukkan jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih banyak dari perkiraan. Seandainya hasil pemilu Jepang sesuai perkiraan pasar, maka kebijakan Abenomics akan dilanjutkan dan ini berdampak kepada melemahnya yen lebih lanjut. Yen melemah 0,4% menjadi 118,25 per dolar. Yen melemah 0,4% menjadi 147,20 per euro. Dolar flat pada $1,2448 per euro. Aussie menguat 0,1% menjadi 83,26 sen AS setelah serapan tenaga kerja meningkat 42.700 di November. |
|
#370
|
||||
|
||||
|
Warga AS Giat Belanja di Awal ‘Holiday Shopping Season’
![]() Menimbulkan rasa optimisme mengenai musim belanja liburan, Departemen Perdagangan laporkan penjualan ritel AS mencatat hasil di atas perkiraan pada November. Laporan itu menyebutkan penjualan ritel AS mneingkat sebesar 0,7 persen di November menyusul kenaikan dengan revisi 0,5 persen dalam laporan di Oktober. Ekonom memperkirakan, penjualan ritel hanya mneingkat 0,4 persen berbanding dengan pertumbuhan 0,3 persen pada laporan awal di bulan sebelumnya. Kenaikan yang lebih besar dari perkiraan ini sebagian besar terjadi ditopang oleh lonjakan penjualan kenderaan bermotor dan suku cadang, dengan kenaikan sebesar 1,7 persen di November menyusul kenaikan di Oktober sebesar 0,8 persen. Meski tidak termasuk penjualan otomotif, penjualan ritel masih menunjukkan pertumbuhan yang patut dicatat, dengan penjualan tidak termasuk otomotif meningkat 0,5 persen di November dibandingkan dengan kenaikan 0,4 persen di Oktober. Padahal penjualan otomotif diperkirakan hanya mneingkat 0,1 persen. Dalam laporan itu juga menunjukkan pertumbuhan penjualan yang kuat untuk toko penyedia dan bahan bangunan, serta toko pakaian dan asesoris, yang masing-masing mencatat kenaikan sebesar 1,4 persen dan 1,2 persen. Toko peralatan dan elektronik, kesahatan dan perawatan tubuh, serta toko non ritel juga mencatat pertumbuhan penjualan sepanjang bulan tersebut. Selain itu, penjualan bahan bakar di stasiun pengisian turun 0,8 persen di November, cerminan dari penurunan harga BBM saat ini. Penjualan ritel inti yang sangat dipantau, yang tidak termasuk penjualan otomotif, BBM dan bahan bangunan, mencatat kenaikan 0,6 persen di November setelah mencatat kenaikan 0,5 persen di Oktober. Untuk kategori ini, ekonom memperkirakan penjualan ritel meningkat sebesar 0,5 persen. Departemen Perdagangan mencatat bahwa total penjualan ritel di November mencatat kenaikan 5,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pada basis tahunan, penjualan mencatat kenaikan 4,5 persen di Oktober. |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| Aussie Petik Keuntungan Pasca Positifnya Data Ekonomi Tiongkok | Forex | |||
| [MasterForex] Data ekonomi dan Fundamental oleh MasterForex | Forex | |||
| [ForexStars] Data Ekonomi dan Fundamental | Forex | |||
| JUAL (update) Tiket Ekonomi Semarang Jakarta tanggal 26 Agustus 2012 | Tour & Travel | |||
| JUAL WTB Fundamental of Thermodynamic, Fundamental of Heat and Mass Transfer Text Book | Buku Pelajaran | |||