| FAQ |
| Calendar |
|
|||||||
| Forex Diskusi apapun tentang Forex disini. |
![]() |
|
|
Thread Tools |
|
#331
|
||||
|
||||
|
Market Analysis 20 Agustus 2014
Indeks secara relatif menguat di perdagangan kemarin sebesar 0.16% atau 8.42 poin dan ditutup di level 5,165.17. Namun minat jual asing tercatatkan mewarnai pergerakan indeks di perdagangan kemarin sebesar Rp.448.68 miliar. Dan dari sekitar 407 saham yang kemarin aktif di perdagangkan, sekitar 162 saham menguat, 146 saham terkoreksi, dan 99 saham tidak mengalami perubahan. Dan pergerakan indeks di hari ini diperkirakan akan berfluktuatif dikisaran: Support : 5,146.33 Resistance : 5,190.52 ![]() Stock Analysis 20 Agustus 2014 -Saham LSIP dominasi kekuatan beli di perdagangan kemarin membuat potensi terjadinya penguatan kembali. -Saham TINS selama harga masih bertahan di atas level 1425, masih terbuka peluang untuk menguji kisaran level 1530 sebagai target terdekat sementara. ![]() sumber |
|
#332
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 21 Agustus 2014
IHSG melanjutkan penguatannya yang ditutup pada level 5.190,2 berkat aksi beli yang dilakukan investor baik asing maupun domestik. Dana asing kembali masuk ke lantai bursa mencapai lebih dari Rp515 miliar di keseluruhan pasar. Mayoritas indeks sektoral pun diakhiri di zona hijau, dengan sektor konsumer, manufaktur dan keuangan memimpin penguatan, sementara saham-saham perkebunan dan properti melemah. Saham-saham top gainers di antaranya adalah Century Textille (CNTX) naik Rp 1.000 ke Rp 11.000, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 690 ke Rp 5.000, GUdang Garam (GGRM) naik Rp 500 ke Rp 55.000, dan Unilever (UNVR) naik Rp 450 ke Rp 31.900. Sementara saham-saham top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 200 ke Rp 26.325, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 150 ke Rp 70.050, Sarana Menara (TBIG) turun Rp 150 ke Rp 8.150, dan AKR (AKRA) turun Rp 105 ke Rp 4.845. Bursa AS menguat pasca dirilisnya hasil pertemuan the Fed yang mengindikasikan bahwa bank sentral AS tersebut akan terus mendukung stimulus ekonomi di tengah pertumbuhan yang kurang merata di pasar tenaga kerja. Inflasi bulan Juli yang rendah telah memberikan ruang bagi the Fed untuk mempertahankan suku bunga di titik terendahnya bahkan ketika pertumbuhan ekonomi menunjukkan perbaikan. Indeks Dow Jones dan S&P 500 ditutup menguat pada level 16.979,1 (+0,4%) dan 1.986,5 (+0,2%) sementara indeks Nasdaq ditutup menipis 1 poin ke level 4.526,5. Jelang pengumuman sengketa pilpres oleh MK siang nanti, IHSG diperkirakan bergerak mixed cenderung menguat.Saham pilihan kami antara lain: JSMR, KLBF, dan BBRI. ![]() sumber |
|
#333
|
||||
|
||||
|
Berita Emiten
Thursday , 21 Aug 2014 08:52 APEX Akan Terbitkan Utang USD200 juta APEX melalui anak usahanya, yaItu Ocean Peak Holding, berencana menerbitkan surat utang senilai maksimal USD200 Juta. Surat utang ini akan digunakan antara lain untuk ekuitas atau pinjaman internal kepada Ocean Peak Drilling untuk membiayai pembelian rig serta untuk mendanai debt service account dan mendanai liquidity account. Jangka waktu surat utang adalah 5 tahun dengan bunga sebesar maksimal 10% per tahun atau dengan tingkat suku bunga sesuai dengan kondisi pasar. DAJK Tarik Dana Pinjaman Rp500 M DAJK akan menarik pinjaman senilai Rp500 miliar pada 2H14 untuk membiayai modal kerja hingga akhir tahun ini. Selain itu, perseroan akan terus meningkatkan kapasitas produksi secara organik maupun anorganik. Perseroan berencana menambah 6 mesin baru untuk meningkatkan produksi hingga tahun depan. Nilai investasi sebesar 16 juta euro atau sekitar Rp250 miliar. DAJK menargetkan peningkatan produksi sebesar 25-30% per tahun. TBIG Raih Pendapatan Rp1,5 T TBIG melaporkan pendapatan pada 1H14 mencapai Rp1,581 triliun. TBIG berhasil mencatat pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp1,581 triliun (24,4% YoY) dan Rp1,299 triliun (+24,8% YoY) untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014. Laba bersih perseroan sebesar Rp663,65 miliar, turun 21,34% dari Rp843,72 miliar 1H13, disebabkan kian dalamnya beban lain-lain bersih dari Rp90,23 miliar menjadi Rp455,51 miliar. Komponen terbesar penurunan yakni menurunnya penaikan nilai wajar atas properti investasi di saham FREN dan laba pelepasan aset. Samsung, Foxconn dan KIJA negosiasi lahan Samsung dan KIJA mulai bernegosiasi mengenai pembelian lahan tambahan untuk pabrik baru di kawasan industry Jababeka, Cikarang, Bekasi. Selain itu, Foxconn Technologi Group, perusahaan asal Taiwan juga tengah melakukan negosiasi dengan perseroan terkait lahan di Jababeka untuk pembangunan pabrik. Foxconn akan membentuk aliansi bisnis dengan ERAA dan A2Z Technology. INDF Divestasi Saham Nissinmas INDF akan melakukan divestasi kepemilikan saham sebanyak 49% di PT Nissinmas kepada Nissin Foods Holdings Co senilai Rp 63,5 miliar. Perseroan dan Nissin Foods telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat kemarin. TBIG Refinancing Pinjaman US$ 103 juta TBIG telah melakukan refinancing pinjaman senilai total US$ 103 juta dengan menggunakan pinjaman sindikasi perbankan senilai US$ 215 juta. PTPP Kerjakan Megaproyek Rp 11,5 triliun PTPP melalui anak perusahaannya, PT PP Properti akan mengerjakan kawasan superblock Grand Kamala Lagoon seluas 25 ha di Bekasi senilai total Rp 11,5 triliun. Selain itu, perseroan juga berencana membangun kawasn super blok Grand Sungkono Lagoon seluas 3,5 ha di Surabaya, Jawa Timur. Sumber: Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Detik Finance |
|
#334
|
||||
|
||||
|
Market Analysis 21 Agstus 2014
Indeks berhasil menguat kembali di perdagangan kemarin sebesar 0.48% atau 25.00 poin dan ditutup di level 5,190.17. Minat beli asing juga tercatatkan mewarnai pergerakan indeks di perdagangan kemarin sebesar Rp.515.55 miliar. Dan dari sekitar 410 saham yang kemarin aktif di perdagangkan, sekitar 181 saham menguat, 129 saham terkoreksi, dan 100 saham tidak mengalami perubahan. Dan pergerakan indeks di hari ini diperkirakan akan berfluktuatif dikisaran: Support : 5,159.16 Resistance : 5,227.63 ![]() Stock Analysis 21 Agustus 2014 -Saham ANTM saat ini harga masih berkonsolidasi dalam trading range 1220 � 1270. Bila harga berhasil menembus level 1270 dan bertahan di atasnya membuka peluang untuk menguji kisaran level 1300 � 1350 sebagai target sementara pertama dan kedua. -Saham TINS masih berpeluang untuk menguji kisaran level 1530 selama harga masih dapat bertahan di atas level 1425. ![]() sumber |
|
#335
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Terbitkan Reksa Dana LOTS Fund, 18 Agustus 2014
PT. Lautandhana Investment Management (LIM) menerbitkan Reksa Dana Lautandhana LOTS Fund (LOTS Fund) pada 18 Agustus 2014. LOTS Fund adalah reksa dana tematik pertama dan satu-satunya yang mengusung tema online trading, yaitu Lautandhana Online Trading System (LOTS). Nasabah, masyarakat investor dan publik dapat melakukan pembelian reksa dana LOTS Fund dengan cara menghubungi sales executive Lautandhana yang berada di cabang-cabang terdekat di kota Anda atau langsung ke customer service LOTS di 021-57851616 atau marketing LIM di 021-57900896. LOTS Fund merupakan reksa dana campuran yang bertujuan memperoleh hasil investasi jangka menengah panjang yang optimal melalui pengelolaan secara aktif pada saham atau efek bersifat utang yang memiliki trend pertumbuhan positif dan sesuai dengan kondisi ekonomi makro domestik. Kebijakan Investasi LOTS Fund adalah: Instrumen Minimum Maksimum - Saham 5% 79% - Obligasi 1% 75% - Efek Pasar Uang 20% 79% Biaya Investasi: Keterangan Biaya Biaya Pembelian maksimum 1%* Biaya Penjualan - Kurang dari 1 tahun - Lebih dari 1 tahun maksimum 1% tidak ada Biaya Pengalihan maksimum 5% * Bebas biaya pembelian Reksa Dana LOTS Fund untuk pembelian hingga 30 September 2014 ** Pembelian pada tanggal 18 Agustus 2014 menggunakan NAB Rp1.000 *** Harap membaca serta memahami isi Prospektus Reksa Dana Lautandhana LOTS Fund telebih dahulu
|
|
#336
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 22 Agustus 2014
Di tengah penantian rakyat Indonesia atas hasil putusan MK kemarin, IHSG ditutup menguat berhasil menembus level 5.200 setelah sempat anjlok saat demo di depan MK berlangsung ricuh. Mayoritas sektor bergerak positif, kecuali saham-saham komoditas yang menjadi sasaran jual para investor. Transaksi investor asing tercatat positif, dengan nilai beli bersih mencapai Rp410 miliar. Saham-saham top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 600 ke Rp 55.600, Matahari (LPPF) naik Rp 550 ke Rp 17.000, Mayora (MYOR) naik Rp 400 ke Rp 30.100, dan Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 24.900. Sementara saham-saham kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 5.000 ke Rp 345.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 28.500, Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 10.450, dan Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 300 ke Rp 8.000. Bursa saham Wall Street meneruskan laju positif untuk lima hari berturut-turut, membawa indeks S&P 500 mencetak rekor baru sebagai sinyal ekonomi AS sudah membaik. Perhatian pasar masih tertuju pada pidato gubernur the Fed Janet Yellen yang akan mengumumkan keputusan Fed mengenai suku bunga. Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq diakhiri masing-masing pada level 17.039,5 (+0,4%), 1.992,4 (+0,3%) dan 4.532,1 (+0,1%). IHSG pada hari ini diprediksi bergerak cenderung menguat, didukung oleh keluarnya hasil putusan pemilu dan positifnya bursa global kemarin. Pasca pengumuman sengketa pilpres oleh MK malam tadi, dimana seluruh gugatan oleh pasangan capres Prabowo-Hatta ditolak, diharapkan permasalahan politik yang berlarut-larut ini dapat diselesaikan dengan damai. Saham pilihan kami antara lain: JSMR, KLBF, dan BBRI. ![]() Berita Emiten MEDC Kuasai 100% Saham di Storm Ventures International LTd MEDC melalui anak usahanya Medco Tunisia Petroleum Limited, telah mengakuisisi 100% saham Storm Ventures International (Barbados) Ltd. (BVI). BVI adalah anak usaha dari Chinook Energy Inc, sebuah perusahaan yang terdaftar di bursa saham Toronto. Total transaksi akusisi ini adalah sebesar USD127,7 juta meliputi harga dasar pembelian sebesar US$ 114 juta dan penyertaan modal kerja USD13,7 juta. Dengan akusisi ini MEDC akan memiliki hak kepemilikan di delapan area yang terdiri dari 4 blok eksplorasi, 2 blok pengembangan dan 2 blok produksi. ITMG Dirikan Anak Usaha ITMG mendirikan dua anak usaha baru yaitu PT ITM Batubara Utama dan PT ITM Energi Utama. PT ITM Batubara Utama akan bergerak di bidang usaha batubara. Adapun PT ITM Energi Utama nantinya akan bergerak di bidang energi. ELSA Dirikan Dua Usaha Baru ELSA mendirikan dua usaha baru bersama dengan anak usahanya yaitu PT Elnusa Patra Ritel (EPR). Dua anak usaha tersebut adalah PT Elnusa Oilfield Services dan PT Elnusa Geosains Indonesia. PT Elnusa Oilfield Services (EOS), perseroan memiliki kepemilikan 99,99%. Usaha baru ini bergerak di bidang drilling dan oilfield services di bidang jasa, perdagangan, pembangunan dan peindustrian. PT EOS memberikan jasa pendukung untuk perusahaan di sektor migas. Sementara untuk PT Elnusa Geosains Indonesia (EGI) bergerak di bidang seismic services untuk jasa, perdagangan dan pembangunan. PT EGI memberikan jasa pendukung operasional kegiatan perusahaan di sektor migas. Laba bersih MEDC US$25,03 juta 1H14 MEDC membukukan laba bersih sebesar US$25,03 juta atau US$0,0026 per saham pada 1H14 dari rugi bersih 1H13 sebesar US$15,05 juta atau US$(0,0017) per saham. sumber |
|
#337
|
||||
|
||||
|
Rekomendasi Mingguan Lautandhana 25 Agustus 2014
Kepastian atas terpilihnya pasangan Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI ke-7 telah diperoleh dari keputusan MK 21 Agustus lalu. Kubu Prabowo-Hatta pun telah mengakui keputusan MK tersebut sebagai keputusan final dan mengikat. Kini investor dapat memusatkan perhatiannya pada persoalan ekonomi yang tidak kalah peliknya dimana banyak situasi mendesak yang harus segera memperoleh pemecahannya. Salah satu kebijakan penting yang tengah ditunggu investor adalah mengenai subsidi BBM. Jokowi menurut rencana akan membicarakan hal ini dengan Presiden SBY dengan harapan dapat memperoleh kesepakatan soal kenaikan harga BBM sebelum pergantian pemerintahan. Jika berhasil tentunya pasar akan merespon positif karena APBN tidak dibebani terlalu lama dan ruang fiskal 2015 akan lebih longgar. Berikut adalah tabel saham pilihan Lautandhana untuk rekomendasi pekan ini: ![]() Keterangan Tabel Rekomendasi: Tabel Portfolio: Tabel ini berisi saham-saham pilihan yang menurut kami sangat baik secara fundamental atau memiliki potensi kinerja yang positif dalam jangka menengah panjang dan memiliki rasio risk to reward yang kecil / minimal. Ini berarti risiko yang mungkin ada lebih kecil daripada ekspektasi return yang bisa diperoleh. Saham pilihan akan terus bertahan dalam Tabel Portfolio sampai kami anggap return yang diharapkan sulit untuk dicapai atau telah terjadi perubahan kinerja yang menyebabkan rasio risk to reward membesar. Saham pilihan ini juga dapat keluar dari Tabel Portfolio jika telah mencapai return tertentu yang kami anggap cukup untuk diambil tindakan Profit Taking. Jika dikemudian hari saham yang telah keluar dari Tabel Portfolio ini kami anggap layak dan memenuhi kriteria saham portfolio, maka sewaktu-waktu dapat kami masukkan kembali. Saham yang ada kami pilih dari beberapa sektor yang prospektif dan kami anggap terbaik disektornya. Sehingga dengan demikian, jika Anda memiliki seluruh saham yang ada di Tabel Portfolio ini, maka secara otomatis Anda telah membentuk portofolio yang ideal dan terdiversifikasi disektor-sektor yang prospektif. Berikut ini adalah daftar saham yang pernah masuk dalam Tabel Portfolio dan return-nya: ![]() Tabel Watch List Saham yang masuk dalam Tabel Watch List ini adalah saham yang kami anggap telah memenuhi kriteria sebagai saham portfolio, namun belum layak untuk masuk dalam Tabel Portfolio karena harga pasarnya kami anggap masih cukup tinggi. Kami memasukkan suatu saham dalam Tabel Watch List ini untuk dapat diperhatikan dan dibeli jikalau harga telah menyentuh atau mendekati entry level ideal yang telah kami berikan. Jika harga saham telah menyentuh entry level, maka kami akan memindahkan saham dimaksud kedalam Tabel Portfolio pada rilis Rekomendasi Mingguan Lautandhana edisi berikutnya. Tabel Weekly Trading Stocks Selain saham-saham prospektif yang dapat dibeli untuk tujuan jangka menengah panjang atau Buy and Hold, kami juga memberi alternatif saham pilihan untuk tujuan jangka pendek, yaitu satu pekan. Tidak ada kriteria fundamental tertentu yang harus dipenuhi oleh saham dalam tabel ini, namun kami upayakan tetap memiliki rasio risk to reward yang kecil. Oleh karenanya, saham-saham pilihan dalam tabel ini memiliki sifat spekulatif. Dan untuk memproteksi Anda dari potensi kerugian yang besar, kami cantumkan juga level Stop Loss yang dapat Anda terapkan. Selain rekomendasi beli (Buy), kami juga dapat memberi rekomendasi jual (Sell) atau jual dulu lalu buyback kemudian (Trading Sell) bagi investor yang telah memiliki saham yang direkomendasikan sebelumnya. sumber |
|
#338
|
||||
|
||||
|
Market Analysis 25 Agustus 2014
Indeks melemah di akhir pekan perdagangan kemarin sebesar 0.14% atau 7.24 poin dan ditutup di level 5,198.90. Namun minat beli asing masih tercatatkan mewarnai pergerakan indeks di perdagangan kemarin sebesar Rp.71.61 miliar. Dan dari sekitar 421 saham yang kemarin aktif di perdagangkan, sekitar 131 saham menguat, 175 saham terkoreksi, dan 115 saham tidak mengalami perubahan. Dan pergerakan indeks di hari ini diperkirakan akan berfluktuatif dikisaran: Support : 5,175.10 Resistance : 5,222.52 ![]() Stock Analysis 25 Agustus 2014 -Saham INDF saat ini masih berkonsolidasi dikisaran trading range 6975 � 7175. Bila harga berhasil menembus level 7175 dan bertahan di atasnya membuka peluang untuk menguji level 7300 � 7375 sebagai target pertama dan kedua sementara. -Saham UNTR dominasi kekuatan jual di akhir pekan perdagangan kemarin membuat masih adanya peluang terkoreksinya harga kembali di perdagangan hari ini. Namun harga yang mulai mendekati area jenuh jual (oversold) membuat ruang koreksi semakin terbatas. ![]() sumber |
|
#339
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 26 Agustus 2014
IHSG awal pekan ditutup mengalami oreksi terbatas 0,3% pada level 5.185 dimotori oleh aksi profit taking investor asing yang tercatat membukukan transaksi net sell Rp 177 miliar. Saham-saham sektoral aneka industri terkena aksi tekanan jual yang mengkontribusikan koreksi IHSG. Sementara itu, investor melakukan aksi selektive buy atas saham-saham sektoral pertambangan dan finansial. Saham-saham jajaran top gainers di antaranya adalah Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 400 ke Rp 28.150, Goodyear (GDYR) naik Rp 300 ke Rp 15.300, Chandra Asri (TPIA) naik Rp 260 ke Rp 2.985, dan Sorini Agro (SOBI) naik Rp 245 ke Rp 2.395; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain Lionmesh (LMSH) turun Rp 975 ke Rp 6.525, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 475 ke Rp 55.025, Matahari (LPPF) turun Rp 400 ke Rp 16.250, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 375 ke Rp 23.150. Bursa AS dan Eropa pada perdagangan awal pekan tadi malam ditutup serentak menguat pasca pernyataan Mario Draghi bahwa ECB akan segera melakukan buback surat utang Uni Eropa jangka menengah yang dikenal dengan quantitative easing untuk merangsang laju pertumbuhan ekonomi. Indeks DJ Euro Stoxx langsung ditutup naik signifikan pada level 3.165,5 (+2,2%). Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,5% ditutup pada level 1.997,9 dengan sebelumnya sempat menembus level 2.000 ditopang oleh aksi koroporas M&A, yakni: Burger King tengah bernegosiasi akuisisi Tim Horton Inc dan emiten InterMune yang mengakuisisi perusahan bioteknologi senilai US$ 8,3 miliar. Indeks Dow Jones dan Nasdaq menguat 0,4% ditutup masing-masing pada level 17.076,9 dan 4.557,3. IHSG hari ini kami perkirakan masih berada pada kisaran yang sempit dan berfluktuatif dengan potensi terjadi penguatan mengekor sentimen positif bursa global. Saham pilihan kami adalah SMGR, BBTN, BMRI, ADRO, PTBA dan LSIP. ![]() Berita Emiten META Perbesar Bisnis Menara META menargetkan kontribusi sewa menara sebesar 25% terhadap total pendapatan pada 2017. Hingga akhir 7M14 perseroan memiliki 500 menara BTS dan tahun ini berencana menambah 350 menara baru yang menelan iaya investasi Rp350 miliar. Untuk memenuhi investasi tersebut perseroan berancang-ancang melepas maksimal 1,52 miliar saham atau 10% saham beredar melalui private placement dengan harga saham yang diprediksi senilai Rp250 per lembar. PTBA Bidik Jadi Perusahaan Energi PTBA membidik untuk menjadi perusahaan energy pada 2018 dengan menjual minimal listrik 1.500 Mw. Untuk itu perseroan membidik proyek pembangunan power plant hingga 3.500 Mw apabila semua rencana perseroan berjalan tepat waktu. WSKT Genjot Kinerja 2H14 WSKT sepanjang 1H14 memperoleh pendapatan Rp3,18 triliun atau 30% dari target akhir tahun sebesar Rp7 triliun. Namun perseroan terus optimis dapat menggenjot kinerja 2H14 karena tender mulai efektif diperoleh dan didapat sekitar Juli-Agustus sehingga 70% dari pendapatan akan terjadi pada periode tersebut. RUPS Tolak Laporan Keuangan CPGT RUPS CPGT menolak laporan keuangan perseroan 2013, pemegang saham meminta perseroan memastikan terkait dengan kemungkinan masih adanya transaksi dengan Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada yang belum dilaporkan atau dibukukan oleh manajemen. DAJK Incar Rp1,2 Triliun DAJK menargetkan pendapatan tahun depan naik 33,33% menjadi Rp1,2 triliun dari target tahun ini Rp900 miliar dan laba bersih naik 50% mencapai Rp180 miliar dari target tahun ini Rp120 miliar seiring dengan meningkatnya kapasitas produksi offset printing yang saat ini sekitar 58.000 ton/tahun menjadi 72.000 ton pada tahun depan. Perseroan juga akan mulai focus ke pasar ekspor dengan mulai masuk ke Inggris dan HongKong pada Agustus dan September 2014 dengan mengirim 50 ton kemasan offset printing ke masing-masing negara tersebut. GWSA Bangun Apartemen Rp250 Miliar GWSA akan membangun apartemen snilai Rp250 miliar di Jakarta tahun depan yang dananya akan berasal dari marketing sales, kas internal, dan pinjaman perbankan dengan porsi masing-masing sepertiga. Apartemen terserbut terdiri dari 2 menara, dibangun di atas lahan seluas 5.035 meter persegi yang dibeli perseroan Juli lalu, dan pembangunan akan dimulai pada 2015. CMPP Stock Split 1:4 CMPP berencana melakukan stock split dengan rasio 1:4 pada September 2014. Hal itu telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 20 Juni 2014 dan memperoleh persetujuan perubahan anggaran dasar terkait perubahan nilai nominal saham dari Menteri Hukum dan HAM pada 18 Juli 2014. Sumber: Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Detik Finance sumber |
|
#340
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 27 Agustus 2014
IHSG kemarin ditutup terkoreksi cukup dalam 0,7% berada di level 5.146,6 tertekan oleh kuota bbm subsidi yang menipis. Rupiah pun turut ditutup melemah hingga jatuh ke level Rp 11.700,‐. Alhasil, keseluruhan saham terkena aksi tekanan jual terutama pada saham‐saham umggulan. Investor asing tercatat membukukan transaksi net sell Rp 202 miliar. Saham‐saham jajaran top gainers di antaranya adalah Goodyear (GDYR) naik Rp 1.200 ke Rp 16.500, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 350 ke Rp 70.500, Inti Agri (IIKP) naik Rp 185 ke Rp 1.485, dan Centris (CMPP) naik Rp 185 ke Rp 945; sedangkan saham‐saham kategori top losers antara lain Century Textile (CNTX) turun Rp 2.200 ke Rp 8.800, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.325 ke Rp 53.700, Siloam (SILO) turun Rp 825 ke Rp 14.700, dan Indocement (INTP) turun Rp 750 ke Rp 24.400. Bursa AS padap perdagangan semalam ditutup menguat super tipis meski data makro ekonomi menunjukkan peningkatan dimana indeks keyakinan konsumen naik ke 92,4% di bulan Agustus dan Durable goods naik 23% di bulan Juli didorong oleh lonjakan pesanan pesawar komersil. Saham Amazon naik 2,3% pasca rencana akuisisi Twitch Interactive Inc dan saham Tim Horton Inc melonjak 8,5% setelah Burger King setuju harga akuisisi senilai total US$ 11,4 miliar. Indeks S&P 500 pun naik 0,1% menyentuh level 2.000 untuk pertama kalinya. Sementara itu, bursa Eropa ditutup menguat signifikan didorong oleh rally saham sektoral perbankan ditengah harapan stimulus ekonomi ECB. Indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 menguat masing‐masing sebesar 1% dan 0,7% ke level 3.197,5 dan 6.822,8. IHSG hari ini kami perkirakan masih mengalami tekanan jual terkait dengan bbm subsidi. Saham pilihan kami adalah SMGR, BBTN, BMRI, ADRO, PTBA dan LSIP.
|
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| JUAL Lautandhana Online Trading Saham LOTS | Software Original & Open Source | |||
| FXSBO - Spread Trading Online Broker | Forex | |||