| FAQ |
| Calendar |
|
|||||||
| Forex Diskusi apapun tentang Forex disini. |
![]() |
|
|
Thread Tools |
|
#321
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Online Trading System (LOTS 8 Agustus 2014)
Diperrkirakan pergerakan indeks di hari ini akan dikisaran 5031.12 - 5122.72 sbg support & resistance. - BBRI: Masih lemahnya kekuatan beli di perdagangan kemarin membuat masih adanya peluang terkoreksinya harga utk menguji kisaran level 10300. - PGAS: Mulai lemahnya kekuatan jual serta kondisi harga yg mulai mendekati oversold membuat peluang terbentuknya reversal di perdagangan hari ini dgn support kuat sementara dikisaran level 5575. - ASRI: Masih berpeluang utk menguji kisaran level 550 dgn target sementara di level 570. Namun waspada bila harga melemah di hari ini & bertahan di bawah 525 krn membuka peluang utk terkoreksi menguji level 480. - KLBF: Bullish engulfing namun kurang valid. Target sementara dikisaran level 1710. - INCO: Dominasi kekuatan beli di perdagangan kemarin membuat msh adanya peluang penguatan kembali menguji kisaran level 4175 bila berhasil bertahan di atas 4025. - BMRI: Masih berpeluang melemah kembali menguji kisaran level 9925 sbg support kuat sementara. |
|
#322
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 08 Agustus 2014
IHSG berhasil rebound pasca merosot tajam di perdagangan hari Rabu lalu, naik tipis 0,2% ke level 5.067 berkat aksi beli yang didominasi investor domestik. Investor asing masih melepas saham, dengan transaksi jual bersih yang mencapai lebih dari Rp200 miliar di seluruh pasar. Mayoritas indeks sektoral bergerak positif, dengan penguatan dipimpin oleh saham‐saham pertambangan, property dan aneka industri, sementara sektor industri dasar, infrastruktur dan consumer memerah. Saham‐saham top gainers di antaranya adalah Siloam (SILO) naik Rp 700 ke Rp 14.775, Buana Finance (BBLD) naik Rp 380 ke Rp 1.955, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 375 ke Rp 12.875, dan Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 275 ke Rp 8.275. Sementara saham‐saham top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp1.000 ke Rp53.300, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp500 ke Rp68.000, Tower Bersama (TBIG) turun Rp300 ke Rp8.100, dan Mandom (TCID) turun Rp275 ke Rp17.100. Bursa saham AS dan Eropa kembali memerah di tengah kekuatiran pasar bahwa ketegangan antara negara‐negara barat dan Rusia atas Ukraina akan merugikan pemulihan ekonomi global. Seakan ingin membalas sanksi dari Uni Eropa dan AS, Presiden Rusia baru saja mengumumkan larangan impor makanan dari negaranegara Barat dan dikuatirkan sejarah perang dingin akan terulang. Indeks‐indeks saham acuan di AS dan Eropa kompak melemah, dimana indeks Dow Jones, S&P500, Nasdaq ditutup masing‐masing pada level 16.368,3 (‐0,5%), 1.909,6 (‐ 0,6%), 4.335 (‐0,5%), sementara indeks Stoxx50 dan FTSE 100 ditutup pada 3.012,9 (‐1,2%) dan 6.597,4 (‐0,6%). Menyambut akhir pekan IHSG diperkirakan bergerak variatif melihat minat beli pasar yang masih cukup tinggi namun dibayangi sentimen negatif dari bursa global, seperti ketegangan Irak serta Rusia ‐ AS dan Uni Eropa. Saham pilihan kami antara lain: WTON.
|
|
#323
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 08 Agustus 2014
IHSG berhasil rebound pasca merosot tajam di perdagangan hari Rabu lalu, naik tipis 0,2% ke level 5.067 berkat aksi beli yang didominasi investor domestik. Investor asing masih melepas saham, dengan transaksi jual bersih yang mencapai lebih dari Rp200 miliar di seluruh pasar. Mayoritas indeks sektoral bergerak positif, dengan penguatan dipimpin oleh saham‐saham pertambangan, property dan aneka industri, sementara sektor industri dasar, infrastruktur dan consumer memerah. Saham‐saham top gainers di antaranya adalah Siloam (SILO) naik Rp 700 ke Rp 14.775, Buana Finance (BBLD) naik Rp 380 ke Rp 1.955, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 375 ke Rp 12.875, dan Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 275 ke Rp 8.275. Sementara saham‐saham top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp1.000 ke Rp53.300, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp500 ke Rp68.000, Tower Bersama (TBIG) turun Rp300 ke Rp8.100, dan Mandom (TCID) turun Rp275 ke Rp17.100. Bursa saham AS dan Eropa kembali memerah di tengah kekuatiran pasar bahwa ketegangan antara negara‐negara barat dan Rusia atas Ukraina akan merugikan pemulihan ekonomi global. Seakan ingin membalas sanksi dari Uni Eropa dan AS, Presiden Rusia baru saja mengumumkan larangan impor makanan dari negaranegara Barat dan dikuatirkan sejarah perang dingin akan terulang. Indeks‐indeks saham acuan di AS dan Eropa kompak melemah, dimana indeks Dow Jones, S&P500, Nasdaq ditutup masing‐masing pada level 16.368,3 (‐0,5%), 1.909,6 (‐ 0,6%), 4.335 (‐0,5%), sementara indeks Stoxx50 dan FTSE 100 ditutup pada 3.012,9 (‐1,2%) dan 6.597,4 (‐0,6%). Menyambut akhir pekan IHSG diperkirakan bergerak variatif melihat minat beli pasar yang masih cukup tinggi namun dibayangi sentimen negatif dari bursa global, seperti ketegangan Irak serta Rusia ‐ AS dan Uni Eropa. Saham pilihan kami antara lain: WTON.
|
|
#324
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 13 Agustus 2014
IHSG kemarin masih ditutup menguat sebesar 0,4% pada level 5.132,4 meski disesi jelang penutupan mulai marak aksi profit taking. Lanjutan penguatan IHSG masih ditopang oleh aksi akumulasi saham‐saham sektoral inrastruktur. Investor asing masih membukukan transaksi net buy senilai Rp 425 miliar. Saham‐saham top gainers di antaranya adalah Goodyear (GDYR) naik Rp 1.050 ke Rp 14.500, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 850 ke Rp 68.750, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 425 ke Rp 54.400, dan Waran Sarana Tunas (SUPR‐W) naik Rp 380 ke Rp 3.200; sedangkan saham‐saham kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 500 ke Rp 23.675, Astra Agro (AALI) turun Rp 250 ke Rp 26.250, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 12.400, dan Blitz Megaplex (BLTZ) turun Rp 165 ke Rp 3.000. Pasca rebound 2 hari di perdagangan awal pekan, bursa AS semalam ditutup terkoreksi dalam kisaran yang cenderung sempit disebabkan oleh koreksi sahamsaham emiten sektoral berbasis energi sejalan dengan turunya harga minyak dunia hingga berada pada level terendahnya di 1 tahun terakhir ini. Indeks Dow Jones ditutup cenderung melemah 0,1% pada level 16.560,5 sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq masing‐masing melemah sebesar 0,2% dan 0,3% untuk ditutup pada level 1.933,8 dan 4.389,3. Sementara itu, bursa Eropa juga mengalami tekanan jual pasca rebound signifikan di perdagangan sebelumnya dimana indeks DJ Euro Stoxx melemah 0,8% ditutup pada level 3.023,8 sedangkan FTSE 100 ditutup cenderung stagnan di level 6.632,4. IHSG hari ini kami perkirakan berpotensi marak terjadi profit taking pasca teknikal rebound signifikan. Saham pilihan kami adalah SMGR, BBTN, KLBF, BBRI, SMGR dan WIKA.
|
|
#325
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 15 Agustus 2014
IHSG pada perdagangan kemarin ditutup terkoreksi sebesar 0,2% pada level 5.155,5 akibat marak aksi profit taking sejalan dengan kembali membengkaknya defisit anggaran RI senilai US$ 9,1 miliar. BI rate kemarin dipertahankan pada level 7,5%. Investor asing juga mulai merealisasikan keuntungan dengan hanya membukukan transaksi net buy senilai Rp 248 miliar. Saham‐saham top gainers antara lain Siloam International Hospitals (SILO) naik Rp 1.100 menjadi Rp 15.100, Bank of India Indonesia (BSWD) naik Rp 1.035 menjadi Rp 5.375, dan Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 750 menjadi Rp 28.750; sedangkan saham kategori top losers adalah United Tractor (UNTR) turun Rp 300 menjadi Rp 24.100, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 275 menjadi Rp 16.450, dan Tower Bersama Infrastructure (TBIG) turun Rp 225 menjadi Rp 8.200. Bursa AS semalam ditutup serentak menguat dalam kisaran yang terbatas sebesar 0,4% atas ekspektasi pelaku pasar atas krisi Ukraina yang tidak akan kembali memanas sehingga mampu mengeliminir mengecewakannya data pengangguran AS yang bertambah 21 ribu jiwa menjadi 311 ribu, angka tertinggi dalam 6 minggu terakhir. Sementara itu, bursa Eropa juga ditutup menguat terbatas dipicu oleh sepkulasi dikucurkannya stimulus ekonomi tambahan dari ECB seiring dengan flatnya GDP Uni Eropa. GDP Jerman sendiri di 2Q14 terkontraksi signifikan jauh dari ekspektasi ekonom sedangkan Italia mengalami resesei ketiga kalinya sejak tahun 2008. Indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 masing‐masing menguat 0,1% dan 0,4% untuk ditutup pada level 3.058,2 dan 6.685,3. IHSG akhir pekan kami perkirakan berlangsung bervariasi dan cukup fluktuatif potensi kembali terjadi koreksi. Saham pilihan kami adalah SMGR, BBTN, KLBF, BBRI, SMGR dan WIKA.
|
|
#326
|
||||
|
||||
![]() Lautandhana Daily View 18 Agustus 2014 IHSG akhir pekan ditutup turun tipis 0,1% ke level 5.149,0 akibat aksi jual yang marak dilakukan terutama oleh investor asing. Volume dan nilai transaksi naik tinggi berkat aksi crossing saham MAIN senilai Rp2,1 triliun dan SCMA senilai Rp1,6 triliun di pasar negosiasi. Saham-saham sektor perdagangan, industri dasar dan pertambangan berhasil bertahan di zona hijau, sementara mayoritas sektor lain melemah, dipimpin sektor infrastruktur, aneka industri dan perkebunan. Saham-saham jajaran top gainers di antaranya adalah Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 775 ke Rp 3.875, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 475 ke Rp 29.225, Sona Topas (SONA) naik Rp 400 ke Rp 4.350, dan Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 400 ke Rp 6.400. Sementara saham-saham top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 1.100 ke Rp 29.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 54.400, Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 350 ke Rp 5.450, dan Taisho (SQMI) turun Rp 295 ke Rp 970. Bursa saham AS bergerak mixed, dimana indeks Dow Jones dan S&P 500 ditutup negatif, masing-masing pada level 16.662,9 (-0,3%) dan 1.955,1 (-0,0%) sementara indeks Nasdaq ditutup positif 0,3% ke 4.464,9. Sinyal pertumbuhan ekonomi AS yang akan terus terjadi menjadi katalis positif bagi pasar, namun ketegangan geopolitik yang tak kunjung usai di Irak dan Ukraina, dimana kendaraan bersenjata Rusia baru saja diberitakan diserang rudal oleh pihak Ukraina, membuat investor diliputi kekuatiran bahwa hal tersebut akan menghambat pemulihan ekonomi di kawasan Euro. Di awal pekan ini, IHSG diperkirakan bergerak mixed. Menguatnya bursa regional diharapkan dapat menjadi katalis positif bagi bursa dalam negeri. Saham pilihan kami antara lain: JSMR, KLBF, dan BBRI. Dirgahayu Republik Indonesia ke-69!
|
|
#327
|
||||
|
||||
|
LOTS Trading Club�
lots.co.idLautandhana Securindo | YJ Stock Analysis | 19 Agt 2014 Diperkirakan pergerakan indeks di hari ini akan dikisaran 5134.61 - 5183.56. -WIKA: Target sementara di 2920 selama msh dpt bertahan di atas 2800. -WSKT: Overbought, namun msh berpeluang menguat sesaat menguji kisaran level 930 sbg target terdekat kedua. -SMGR: Trading range masih dikisaran 16250 - 17050. -PTBA: Overbought, namun msh berpeluang utk menguji level 14900 base on pola flag selama harga msh dpt bertahan di atas 12950. -PGAS: Trading range saat ini masih di 5725 - 6100. (End) |
|
#328
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 19 Agustus 2014
Di awal pekan IHSG berhasil naik tipis, naik 7 poin ke level 5.156,8 (+0,2%) di tengah minimnya sentimen positif, namun aksi beli selektif investor dapat menahan indeks di zona hijau. Mayoritas saham‐saham sektoral menguat, dipimpin saham pertambangan, industri dasar dan keuangan. Sementara itu saham konsumer, perkebunan dan infrastruktur menjadi sasaran aksi jual dan berakhir di zona merah. Investor asing mencatatkan transaksi beli bersih senilai lebih dari Rp87 miliar. Saham‐saham top gainers di antaranya adalah Bukit Asam (PTBA) naik Rp 1.000 ke Rp 13.775, Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 965 ke Rp 4.840, Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 350 ke Rp 5.800, dan Mayora (MYOR) naik Rp 300 ke Rp 29.300. Sementara saham‐saham top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 9.000 ke Rp 350.000, Unilever (UNVR) turun Rp 400 ke Rp 31.500, Mandom (TCID) turun Rp 300 ke Rp 17.450, dan Sona Topas (SONA) turun Rp 250 ke Rp 4.100. Bursa saham AS dan Eropa menguat berkat meredanya konflik Ukraina‐Rusia, meskipun belum ada kesepakatan gencatan senjata antara kedua belah pihak. Berita mengenai pertemuan antara Menlu Ukraina dengan Menlu Rusia di Berlin dengan agenda meredakan ketegangan menjadi katalis positif bagi pasar. Di AS, saham‐saham perumahan, internet, dan bioteknologi memimpin penguatan. Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq kompak melambung masing‐masing ditutup pada level 16.838,7 (+1,1%), 1.971,7 (+0,9%), dan 4.508,3 (+1,0%). Sementara di Eropa, indeks Sotxx 50 dan FTSE juga melaju masing‐masing 1,3% dan 0,8% ke level 3.073,5 dan 6.741,3. Mulai meredanya konflik Ukraina‐Rusia yang berimbas langsung pada penguatan bursa global diharapkan dapat menjadi sentimen positif bagi dalam negeri. Di lain pihak, pasar masih wait‐and‐see akan pengumuman sengketa pilpres oleh MK yang dijadwalkan pada 21 Agustus mendatang. Saham pilihan kami antara lain: JSMR, KLBF, dan BBRI.
|
|
#329
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 20 Agustus 2014
Mengikuti laju positif bursa Asia, IHSG melanjutkan penguatannya meski dalam rentang terbatas, naik 8 poin ke level 5.165,2. Saham perkebunan memimpin penguatan diikuti saham sektor perdagangan dan properti, sementara saham saham sektor konsumer, industri dasar dan manufaktur kembali menjadi sasaran jual pasar. Investor asing mencatatkan transaksi jual bersih senilai lebih dari Rp440 miliar di keseluruhan pasar. Saham‐saham jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 700 ke Rp 7.100, Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 660 ke Rp 5.500, Astra Agro (AALI) naik Rp 475 ke Rp 26.550, dan Mayora (MYOR) naik Rp 275 ke Rp 29.575. Sementara saham‐saham kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 40.000 ke Rp 1 juta Taisho (SQBI) turun Rp 10.300 ke Rp 280.000, Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 375 ke Rp 5.425, dan Saratoga (SRTG) turun Rp 295 ke Rp 4.705. Bursa saham AS kembali berakhir di zona hijau seiring dengan data inflasi yang melaju dibawah target the Fed, ditambah data pembangunan perumahan yang mencapai level tertinggi sejak awal tahun yang menunjukkan ekonomi AS terus membaik. Saham‐saham ritel memimpin penguatan di pasar seperti TJX (+8,7%) dan Home Depot (+5,5%). Indeks Dow Jones, S&P500 dan Nasdaq ditutup pada level 16.919,6 (+0,5%), 1.981,6 (+0,5%) dan 4.527,5 (+0,4%). Sentimen geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang mulai mereda serta data ekonomi yang positif dari AS juga membawa bursa saham Eropa melaju positif, dimana indeks Stoxx 50 dan FTSE 100 ditutup masing‐masing pada level 3.091,1 (+0,6%) dan 6.779,3 (+0,6%). Positifnya bursa global menambah angin segar bagi lantai bursa dalam negeri, namun mulai tercatatnya net sell asing dan jelang pengumuman MK 21‐22 Agustus mendatang nampaknya akan mengerem para investor untuk tidak terlalu agresif. IHSG diperkirakan berpotensi menguat dalam rentang terbatas. Saham pilihan kami antara lain: JSMR, KLBF, dan BBRI.
|
|
#330
|
||||
|
||||
|
Berita Emiten
Wednesday, 20 Aug 2014 RAJA Siap Bangun Jaringan Pipa Gas senilai USD40 juta RAJA berencana mengembangkan fasilitas gas dan membangun jaringan pipa gas dengan nilai investasi sekitar USD40 juta yang dijadwalkan selesai 1H16. Perseroan akan mengembangkan fasilitas gas di daerah Sumatera bagian Selatan dan pembangunan jaringan pipa gas di daerah Jawa Timur. RAJA juga tengah melakukan negosiasi dengan beberapa pihak untuk rencana pengembangan bisnis LNG dengan nilai investasi mencapai USD120 juta, ditargetkan selesai pada 2016. PJAA Bangun Theme Park Bertaraf Internasional PJAA akan membangun theme park berskala internasional senilai Rp1,6 triliun di atas lahan seluas 16 hektare di sebelah utara Dunia Fantasi, Ancol. Pembangunan akan dimulai di tahun 2016 dan diperkirakan akan selesai di tahun 2018. Sebelumnya, perseroan telah mendapatkan suntikan dana sebesar Rp5 triliun dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dana tersebut akan digunakan untuk berbagai proyek PJAA, termasuk proyek theme park ini. BVIC Incar Laba Rp12,70 M BVIC menargetkan laba bersih sampai akhir tahun sebesar Rp12,70 miliar dengan raihan laba bersih Rp12,70 miliar. Target laba tersebut berasal ekspansi kredit yang proyeksinya belum perseroan ungkapkan ke publik. Sebab, situasi politik yang membuat perseroan belum secara pasti memberikan proyeksi kredit. EMTK Jual Saham SCMA Sebanyak 414,30 juta lembar saham EMTK telah menjual 414.300.000 saham SCMA pada harga Rp3.855 per saham melalui penjualan kepada investor-investor profesional dan institusional. Pendapatan gross hasil penjualan saham sebesar Rp1.597.126.500.000 dimana dana itu akan digunakan untuk keperluan umum dan pengembangan usaha perseroan. Dengan demikian kepemilikan EMTK di SCMA berubah menjadi 9,75 miliar saham atau sebesar 66,68%. SMRA Akuisisi Lahan Rp 1 triliun SMRA tengah menuntaskan akuisisi lahan seluas 300 ha di Bandung Timur, Jawa Barat senilai total Rp 1 triliun yang akan dikembangkan menjadi kawasan kota mandiri pada tahun 2015. Sumber dana akuisisi lahan akan dibiayai menggunakan dana kas internal perseroan yang tercatat senilai Rp 2,3 triliun per Juni 2014. TBIG Cetak Laba Bersih Rp 663,7 miliar TBIG membukukan kenaikan pendapatan di 1H14 sebesar 24,4% YoY mencapai senilai Rp 1,6 triliun dibandingkan dengan pendapatan 1H13 senilai Rp 1,3 triliun. Laba bersih perseroan pada periode yang sama anjlok 21,3% YoY dari Rp 843,7 miliar menjadi Rp 663,7 miliar akibat lonjakan biaya beban bunga sebesar 50,9% dari Rp 324,2 miliar menjadi Rp 489,4 miliar. Sumber: Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Detik Finance |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| JUAL Lautandhana Online Trading Saham LOTS | Software Original & Open Source | |||
| FXSBO - Spread Trading Online Broker | Forex | |||