| FAQ |
| Calendar |
|
#321
|
||||
|
||||
|
Minim Risk Aversi, Yen Gigit Jari
![]() Yen mencatat pelemahan terhadap dollar, mengikis kenaikan mingguannya, setelah pasar saham eropa menguat untuk pertama kalinya dalam sembilan hari terakhir, sehingga mempengaruhi minat untuk aset paling aman. Mata uang Jepang itu juga mencatat penurunan terhadap sebagian besar mata uang mayoritas. Indeks ekspektasi untuk volatilitas mata uang turun dari level kenaikan delapan bulan yang dicapai pekan ini ketika para pelaku pasar kembali mengevaluasi prospek pertumbuhan global, kebijakan moneter AS dan penyebaran Ebola. yen melemah 0,2 persen terhadap dolar AS dan diperdagangkan pada level 106,52 per dollar pada perdagangan di London. Meski demikian, yen masih menuju penguatan dan mencatat kenaikan 1,1 persen di pekan ini. Yen juga mencatat penurunan 0,2 persen terhadap euro dan diperdagangkan di level 136,43 per euro. Sementara dolar AS hanya bergerak tipis terhadap euro dan diperdagangkan di level $1,2807, dan menuju penurunan 1,4 persen sejak 10 Oktober. |
|
#322
|
||||
|
||||
|
Optimis Tingkat Tinggi, Konsumen Percaya Diri
![]() Konsumen AS menunjukkan kepercayaan yang cukup tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi negeri paman Sam tersebut, terlihat jelas dari data sentimen konsumen yang membukukan kenaikan di Oktober. Tak tanggung-tanggung, indeks berada di level tertinggi dalam kurun waktu di lebih dari 7 tahun terakhir. Tak pelak lagi, meningkatnya optimisme warga AS ini terdongkrak berkat pandangan terhadap keuangan personal dan kondisi ekonomi dalam negeri, setidaknya 2 alasan tersebut yang tercetak jelas dari hasl survei yang dirilis Jumat. Dalam survei awal yang dilakukan Thomson Reuters dan University of Michigan hasil indeks sentimen konsumen di Oktober berada di level 86,4, yang merupakan level tertinggi sejak Juli 2007. Kenaikan ini pun di luar dugaan, karena dalam survei yang dilakukan Reuters, para ekonom justru memperkirakan indeks akan tergelincir menjadi 84,1 dari hasil akhir pada bulan lalu yakni 84,6. Bahkan ketua survei tidak melihat adanya tanda-tanda kekhawatiran dan ketakutan akan menyerang sektor konsumen. "Data tersebut secara mutlak tidak menandai bahwa kekhawatiran dan kepanikan akan mengambil alih sektor konsumen," sebut Richard Curtin dalam sebuah pernyataan, merujuk pada kekhawatiran lebih luas mengenai ringkihnya ekonomi global, peningkatan konflik militer dan merebaknya kekhawatiran terhadap penyakit Ebola." Survei ekspektasi konsumen pun mencatat kenaikan, sentuh level 78,4, level tertinggi sejak Oktober 2012, dari laporan sebelumnya 75,4 dan bahkan berlawnan dengan ekepktasi ekonom yang memperkirakan turun ke level 74,4. Untuk survei barometer kondisi ekonomi ekonomi Saat ini tidak berubah di angka 98,9 namun juga berlawanan dengan ekspektasi penurunan ke level 98,0. Sementara itum survei ekspektasi inflasi inflasi satu tahun turun menjadi 2,8 persen dari 3,0 persen, dan survei outlook inflasi 5 hingga 10 tahun kedepan bertahan di 2,8 persen. |
|
#323
|
||||
|
||||
|
Harapan Suku Bunga Pudar, Dollar Diperdagangkan Mendatar
![]() Dollar diperdagangkan flat terhadap euro dan yen di perdagangan sesi Senin pagi, dibatasi oleh penurunan yield obligasi AS. Komentar dari anggota Federal Reserve di akhir pekan diperkirakan juga memperkuat pandangan bahwa bank sentral tidak akan terburu-buru untuk menaikkan suku bunga. Imbal hasil obligasi 10 tahun AS turun sebesar empat basis poin di 2,1590%. Berbicara pada akhir pekan kemarin, Presiden Fed Boston Eric Rosengren mengatakan volatilitas pasar saat ini terlihat seakan memaksa the Fed harus berhati-hati untuk menaikkan suku bunga. Menurut pengamat pasar, komentar Rosengren kelihatannya terus meredam kemungkinan bahwa the Fed kana meningkatkan suku bunga sebelum pertengahan 2015. Indeks ICE Dollar, yang mencatat kinerja perdagangan greenback terhadap enam mata uang mayoritas, diperdagangkan di level 85,0670 di sesi Senin, dibandingkan dengan 85,1100 level yang dicapai pada sesi Jumat Sore. Terpantau, Euro diperdagangkan di level $1,2770, dibandingkan pada level $1.2760 di sesi Jumat. Sementara pound mengawali pekan dengan mencatat kenaikan terhadap greenback, naik di atas level resistance, yang menurut analis, telah menunjukkan tanda-tanda kenaikan terhadap greenback. pound diperdagangkan pada level $1,6141 terhadap dolar AS, dibandingkan perdagangan di sesi Jumat di level $1,6092. |
|
#324
|
||||
|
||||
|
Data pinjaman tak sisakan ruang untuk pemanis pra-pemilu
Pinjaman pemerintah Inggris naik lebih dari 10 persen pada tahun keuangan semester pertama, memberikan Kanselir George Osborne sedikit ruang untuk menawarkan pemanis kepada pemilih sebelum pemilihan parlemen pada bulan Mei. Osborne mengatakan Maret lalu ia akan berniat untuk mengurangi defisit anggaran lebih dari 10 persen selama 12 bulan berikutnya, dibantu oleh pemulihan cepat ekonomi Inggris. Tetapi data resmi hari Selasa membuat target terlihat di luar jangkauan. Pinjaman di September sebesar 15,3 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya di �11,8 miliar, Kantor Statistik Nasional mengatakan. Sangat jauh jika dibandingkan dengan perkiraan ekonom untuk penurunan tipis sebesar 10,5 miliar pound. Selama enam bulan pertama tahun keuangan, pinjaman bersih sektor publik, termasuk perbankan dengan pengawasan negara, sebanyak 58,0 miliar pound, 10,3 persen lebih tinggi dari tahun 2013. Data bulan lalu telah menunjukkan bahwa pinjaman antara April dan Agustus sebesar 6 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Penerimaan total pemerintah turun sebesar 0,4 persen pada semester pertama tahun pajak, dan satu-satunya titik terang adalah penerimaan dari properti dan pembagian pajak transaksi, naik lebih dari sepertiga pada tahun ini. Perbandingan yang sama antara rencana anggaran pemerintah dan pinjaman yang sulit seperti sejak bulan lalu ONS telah menggunakan metode baru untuk menghitung ukuran headline. Hutang bersih sektor publik termasuk bank yang dikendalikan negara mencapai 1,451 triliun pada bulan September, sama dengan hasil di Juni dengan rekor tinggi 79,9 persen dari PDB. |
|
#325
|
||||
|
||||
|
Notulen: Semua pembuat kebijakan BOE kekeuh naikkan suku bunga
![]() Mayoritas pembuat kebijakan Bank sentral Inggris dengan sangat mendesak untuk menaikkan suku bunga ketika mereka melakukan pertamuan di awal bulan ini, melihat sedikit bukti dari tekanan inflasi, dengan hanya dua anggota yang memilih untuk mengetatkan kebijakan moneter. Notulen rapat Komite Kebijakan Moneter BoE pada 7-8 Oktober lalu menunjukkan Bank percaya jumlah kapasitas cadangan dalam perekonomian Inggris berkurang lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Dalam tanda lain BoE tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga, mayoritas dari sembilan anggota MPC melihat "beberapa tanda-tanda" tekanan inflasi semakin besar, bahkan dengan mempertimbangkan bagaimana penguatan pound telah menurunkan harga impor, sesuatu yang bisa membuktikan sementara. "Untuk mereka (anggota) ini, masih ada beberapa tanda-tanda tekanan inflasi dalam perekonomian Inggris, bahkan setelah melihat melalui efek dari nilai tukar sterling yang lebih kuat," hasil risalah mengungkapkan. Anggota eksternal Martin Weale dan Ian McCafferty memilih untuk menaikkan suku bunga menjadi 0,75 persen dari rekor rendah 0,5 persen, seperti yang mereka lakukan pada bulan Agustus dan September. Mereka mengatakan mempertahankan suku bunga tetap rendah dapat mengakibatkan ketidakseimbangan pemulihan ekonomi Inggris dan penundaan yang lama dalam efektivitas kenaikan suku bunga berarti menaikkan suku bunga sekarang diperlukan. Tapi sebagian besar anggota MPC merasa menaikkan suku sekarang dapat membuat Inggris rentan terhadap kemungkinan goncangan perekonomian di masa depan. Investor telah mendorong kembali harapan mereka saat yang tepat BoE akan mulai menaikkan suku bunga sampai pertengahan 2015 meskipun sebagian ekonom masih memprediksi kenaikan pertama pada bulan Februari. |
|
#326
|
||||
|
||||
|
Bursa Asia tampil buruk karena ekonomi global melemah
![]() Saham Asia hari ini diperdagangkan melemah menyusul anjloknya bursa Amerika dan jatuhnya harga minyak mentah yang menguatkan kecemasan investor atas melambatnya perekonomian global ditambah bervariasinya data manufaktur China yang gagal meyakinkan pasar. Nikkei tergelincir 0,5% sementara indeks acuan Asia MSCI (diluar Jepang) drop 0,2%. Dari China dilaporkan indeks PMI HSBC/Markit naik kelevel tertingginya dalam 3 bulan terakhir sebesar 50,4 dibanding September 50,2. Produksi pabrikan turun kelevel terendahnya dalam 5 bulan terakhir 50,7 sedikit diatas level 50 poin yang memisahkan antara pertumbuhan dengan kontraksi dibasis bulanan. Menandakan ekonomi dalam posisi adem. Perusahaan energi mendapat hantaman akibat jatuhnya harga minyak dan pendapatan dari perusahaan seperti Boeing dan Biogen Idec tidak mampu memenuhi harapan investor. |
|
#327
|
||||
|
||||
|
CBI: Estimasi pesanan industri Inggris di level terburuk
![]() Ekspektasi pesanan industrial Inggrus mengalami kemerosotan ke level terburuk dalam 15 bulan di Oktober, sehingga meredam optimisme terhadap outlook ekonomi Inggris, data industri Kamis menunjukkan. Kofederasi Bisnis Inggris Raya (CBI) dalam laporannya mengtakan indeks ekspektasi pesanan industrial turun 2,0 poin menjadi minus 6,0 bulan ini dari laporan di September yakni minus 4,0. Analis memperkirakan indeks bertahan di minus 4,0 di Oktober. Direktur Ekonomi CBI Rain Newton-Smith, mengatakan sektor manufaktur dengan jelas menghadapi kondisi yang kurang baik ini. Ketidakstabilan politik global, meningkatnya kekhawatiran terhadap lemahnya zona euro dan penguata Sterling saat ini membebani permintaan ekspor.� |
|
#328
|
||||
|
||||
|
Ekonomi Inggris Sedikit Melambat Di Triwulan Tiga
![]() Pemulihan ekonomi Inggris sedikit tergerus di triwulan hingga September, karena pertumbuhan produktifitas jasa dan manufaktur berada pada laju terlemahnya dalam 18 bulan, data resmi Jumat menunjukkan. Produk domestik brutto Inggris hanya meningkat sebesar 0,7 persen di kuartal ketiga, dibandingkan dengan pertumbuhan 0,9 persen pada kuartal sebelumnya, namun angka ini sesuai dengan perkiraan dalam jajak pendapat Reuters dan berada di atas rata-rata. Produktifitas tumbuh 3,0 persen dari kuartal ketiga tahun lalu, Office for National Statistics mengatakan, atau turun dari laju tahunan 3,2 persen di kuartal kedua. Total produksi ekonomi saat ini lebih tinggi 3,4 persen dari puncak pra krisis di awal 2008. Inggris siap mencatat laju pertumbuhan ekonomi tercepat tahun ini, dan beberapa ekonom memperkirakan tingkat pertumbuhan kuartal sebelumnya akan berkelanjutan. Namun penurunan tidak akan mempengaruhi kekhawatiran bahwa kelesuan di zona euro mampu memakan korban yang lebih hebat sebelum pemilu Mei tahun depan, legasi ekonomi pemerintah akan menjadi pusat perhatian. Industri jasa Inggris, yang menyumbang lebih dari sepertiga perekonomian, mencatat perlambatan terbesar sepanjang kuartal ini. Pertumbuhan merosot menjadi 0,7 persen dari 1,1 persen. Pertumbuhan produksi pabrik turun menjadi 0,4 persen di kuartal tersebut dari 0,5 persen, laju terlemahnya sejak triwulan pertama 2013. Ekonom dalam jajak pendapatReuters melihat pertumbuhan di setiap kuartal 0,6 persen di triwulan terakhir tahun ini dan tiap kuartal tahun depan. |
|
#329
|
||||
|
||||
|
Sentimen Bisnis Jerman rubuh Lagi di Oktober: Ifo Survey
Kepercayaa bisnis di Jerman kembali terpuruk di Oktober, indikator utama Senin menunjukkan, menunjukkan resiko pertumbuhan signifikan masih mendera negara ekonomi terbesar Eropa tersebut. Namun data lainnya yang juga dirilis Senin menunjukkan bangkitnya tren pinjaman zona euro yang lemah, meskipun para pakar meragukan jika rebound akan segera terjadi. Kedua data tersebut, mensinyalir zona euro akan menghadapi masa sulit bangkit dari tingkat pertumbuhan yang stagnan dalam waktu dekat ini, bahkan jika resiko kredit macet telah diatasi. Survei indikator utama Jerman Ifo Institute yang sangat dipantau turun menjadi 103,2 di Oktober dari 104,7 di bulan sebelumnya. Penurunan ini di bawah ekspektasi analis untuk penurunan menjadi 104,5 dan ditepi data saat ini yang menunjukkan penurunan tajam sektor industri utama Jerman di Agustus. Ini merupakan penurunan ke-enam berturut-turut indikator Ifo, mencapai level terendah di lebih dari dua tahun . "Outlook ekonomi Jerman kembali mengalami deteriorasi," ungkap President Ifo Hans-Werner Sinn dalam pres rilis. Data itu menunjukkan banyaknya penurunan pertumbuhan di Jerman dibandingkan perkiran di awal tahun. Kadin Jerman DIHK memangkas perkiraan pertumbuhan di 2014 menjadi 1,3% dari sebelumnya 1,5% dan melihat pertumbuhan tahun depan hanya 0,8%. Data lainnya di Senin menunjukkan beberapa tanda awal tumbuhnya tingkat pinjaman bank, namun masih butuh waktu untuk memberikan pengaruh terhadap perekonomian. Data dari European Central Bank menunjukkan pinjaman ke perusahaan dan rumah tangga terus anjlok di dalam tingkat tahunan di September, meski laju kontraksi masih lebih sempit dari bulan sebelumnya. |
|
#330
|
||||
|
||||
|
ECB: Kehilangan Momentum Harus Ditangani Serius
![]() Hilangnya momentum pertumbuhan di zona euro harus ditanggapi dengan serius, namun juga tidak boleh berlebihan, sebut kepala ekonom Bank Sentral Eropa dalam sebuah wawancara Selasa. Berbicara kepada Surat Kabar Belgia De Tijd and L'Echo, Peter Praet mengatakan bahwa itu "mengejutkan" pertumbuhan di zona euro tertinggal seperti tahap awal dalam siklus bisnis. "Kami menanggapi serius, tapi kita tidak boleh melebih-lebihkan: skenario dasar kami untuk pemulihan ekonomi secara bertahap masih realistis Risiko telah meningkat dan membutuhkan perhatian kita." Praet mengisyaratkan kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan zona euro seraya mengatakan bahwa indikator kepercayaan pada kuartal ketiga dan keempat hanya menunjukkan pertumbuhan marjinal. "Itu agak mengkhawatirkan, karena momentum ini tentu tidak cukup kuat untuk pertumbuhan yang berkelanjutan." Dia juga mengatakan bahwa risiko deflasi di blok mata uang tunggal "terbatas" sehingga ia berjuang untuk menerima argumen dari Dana Moneter Internasional bahwa ada kemungkinan 30% dari deflasi di zona euro. "Model kami datang dengan angka yang jauh lebih rendah. Tapi kita perlu waspada," katanya. Namun, ia mengatakan bahwa "berkepanjangannya inflasi rendah yang melabuhkan resiko yang menggoncang ekonomi dapat memicu inflasi negatif. Jika mendekati nol dan Anda mengalami kejutan baru, risiko inflasi negatif tidak berarti diabaikan. " Mr Praet juga mengatakan bahwa jika ECB harus memulai kebijakan yang lebih untuk menopang inflasi di blok mata uang tersebut, "kami tidak akan ragu-ragu. Tidak ada yang dikesampingkan." |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| Aussie Petik Keuntungan Pasca Positifnya Data Ekonomi Tiongkok | Forex | |||
| [MasterForex] Data ekonomi dan Fundamental oleh MasterForex | Forex | |||
| [ForexStars] Data Ekonomi dan Fundamental | Forex | |||
| JUAL (update) Tiket Ekonomi Semarang Jakarta tanggal 26 Agustus 2012 | Tour & Travel | |||
| JUAL WTB Fundamental of Thermodynamic, Fundamental of Heat and Mass Transfer Text Book | Buku Pelajaran | |||